cover
Contact Name
Agus Hindarto Wibowo
Contact Email
rekavasi@akprind.ac.id
Phone
+6285641246300
Journal Mail Official
bagushind@akprind.ac.id
Editorial Address
Jl. Kalisahak No. 28 Kompleks Balapan Tromol Pos 45 Yogyakarta 55222
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Rekavasi
ISSN : -     EISSN : 23387750     DOI : https://doi.org/10.34151/rekavasi
Jurnal Rekavasi merupakan open acces journal yang diterbitkan Prodi Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta. Jurnal ini diterbitkan 2 (dua) kali dalam setahun, setiap bulan Mei dan Desember.
Articles 208 Documents
ANALISIS POTENSI KECELAKAAN AKIBAT KERJA MENGGUNAKAN JOB SAFETY ANALYSIS (JSA) DENGAN PENDEKATAN HAZARD IDENTIFICATION RISK ASSESSMENT AND RISK CONTROL (HIRARC) Agus Setiyoso; Titin Isna Oesma; Muhammad Yusuf
Jurnal Rekavasi Vol 7 No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.084 KB)

Abstract

WL Alumunium merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang pengolahan alumunium danlogam di Daerah Istimewa Yogyakarta. WL Alumunium menghasilkan berbagai jenis produk antara lain wajan,ketel, soblok citel dan panci. Pada proses produksi, terdapat beberapa stasiun kerja antara lain stasiunpeleburan, pembubutan, penggerindaan, dan perakitan. Pada proses produksi dalam kurun waktu satu bulanterjadi kecelakaan kerja sebanyak 174kali, baik itu kecelakaan kerja bersifat ringan ataupun berat. Padapenelitian ini digunakan 2 (dua) metode yaitu Job Safety Analysis (JSA) dan Hazard Identification RiskAssessment and Risk Control (HIRARD). Metode JSA digunakan untuk mengidentifikasi proses kerja danHIRARC digunakan untuk menilai potensi risiko yang terjadi. Tujuan dari metode ini yaitu mengidentifikasikejadian risiko yang menganggu proses produksi, memperkirakan besara dampak risiko dan memberikantindakan penanggulangan terhadap risiko yang ada. Hasil penelitian diperoleh 2 (dua) stasiun kerja yangpaling kritis yaitu stasiun peleburan dan stasiun pengerindaaan dengan jumlah bobot 33 dan 30, dengan 3 (tiga) tingkat risiko yaitu prioritas rendah (3A), prioritas menengah(3B) dan prioritas utama(3D). Dengan potensi bahaya yang mungkin terjadi perusahaan disarankan untuk membuat pelatihan Keselamatan danKesehatan kerja, penggunaan alat pelindung diri dan pengawan secara intens.
ANALISIS RISIKO KERJA TERHADAP PEKERJAAN BERULANG DENGAN METODE MANUAL TASK RISK ASSESMENT (MANTRA) DAN RAPID UPPER LIMB ASSESMENT (RULA) Agung Kriswantoro; Risma Adelina Simanjuntak; Imam Sodikin
Jurnal Rekavasi Vol 6 No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (894.049 KB)

Abstract

Pekerja kuli gendong di Pasar Beringharjo masih menggunakan cara manual dalam melakukan pekerjaanya yaitumengangkat dengan tangan kosong dan dengan bantuan kain gendong. Dalam melakukan aktivitasnya pekerjamembungkuk dengan posisi leher mendongak ke atas, tangan pekerja juga terpelintir saat mengangkat beban danpekerja membawa beban diatas berat beban yang diijinkan. Hal ini merupakan sikap kerja yang tidak ergonomis,yang akan menyebabkan risiko kerja untuk pekerja misalnya cedera otot, keseleo dan kelelahan berlebih. Pekerjaanini dilakukan berulang kali dalam satu hari dan akan diakumulasikan dalam waktu yang lama. Keadaan ini perludievaluasi lebih lanjut. Evaluasi risiko kerja terhadap pekerjaan berulang dilakukan dengan pendekatan Manual TaskRisk Assesment (ManTRA) untuk menganalisis perlu atau tidaknya dilakukan tindakan lebih lanjut dan pendekatanRapid Upper Limb Assesment (RULA) untuk menentukan tingkat aksi yang diperlukan berdasarkan skor yang ada.Berdasarkan penelitian dengan metode ManTRA didapatkan faktor risiko pengerahan tenaga dengan skor 5 danjumlah nilai 8, sedangkan perhitungan akhir ManTRA menunjukan skor 15 sampai 18 yang menunjukan perludilakukan tindakan lebih lanjut. Grand Skor RULA memiliki skor 7 yang berarti perlu dilakukan adanya investigasidan tindakan secepat mungkin. Risiko kerja dapat dimimalkan dengan melakukan tindakan sesuai dengan hasilpenelitian. Tindakan yang dapat diambil adalah dengan memperbaiki postur kerja, mengurangi berat beban danmengurangi jam kerja.
PERANCANGAN FASILITAS KERJA PEMBUATAN EMPING MELINJO UNTUK MENGURANGI KELUHAN DENGAN STANDAR NORDIC QUESTIONNAIR (SNQ) (STUDI KASUS PADA HOME INDUSTRY DESA MURANGAN YOGYAKARTA) Iyas Supitra; Risma Adelina Simanjuntak; Muhammad Yusuf
Jurnal Rekavasi Vol 6 No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (805.376 KB)

Abstract

Emping melinjo adalah sejenis keripik yang dibuat dari biji melinjo yang telah tua, tanaman melinjo banyak manfaat,Pembuatan emping melinjo diawali dengan penjemuran biji melinjo untuk mengurangi tingkat kadar air yang terdapatdalam biji melinjo,proses pembuatan emping melinjo bisa memakan waktu sekitar 1 jam. Dalam satu hari bisa membuat6 kg biji melinjo. Pekerja merasakan kesulitan saat proses pengerjaan dikarenakan posisi yang duduk dilantai dan alatbantu hanya menggunakan batu. Dilihat dari cara pembuatanyang sangat tradisonal pekerja merasakan keluhan-keluhanotot pada bagian anggota tubuh, seperti lengan atas kanan.Perlu ada tindakan segera yang bisa mengurangi ataumenghilangkan keluhan-keluahan otot bagian tubuh pekerja, serta mampu meningkatkan produktivitas.Telah diuraikan,adanya keluhan otot bagian tubuh yang dirasakan oleh pekerja diakibatkan proses kerja yang tidak ergonomis.Bagaimana merancang fasilitas kerja yang ergonomis untuk mengurangi keluhan otot bagian tubuhyang dirasakan olehpekerja dan meningkatkan produktifitas.Rancangan fasilitas kerja yang ergonomis berdasarkan antropometrimendapatkan bentuk, dengan ukuran tinggi tempat duduk 40cm, lebar tempat duduk 30cm, panjang tempat duduk 40cm,tinggi sandaran tempat duduk 50cm, lebar sandaran tempat duduk 35cm, tinggi meja 65cm, lebar kedepan meja 54cm,panjang meja kesamping 76cm. Setelah dilakukan perancangan keluhan Muskuloskeletal lengan atas kanan 13,7%. Sikukanan 10,9%. Lutut kiri dan kanan 3,9%. Pinggang 1,9%. Pengukuan produktivitas berdasarkan pendekatan angkaindeks. Produktivitas meningkat 33,3%.
ANALISIS BEBAN KERJA FISIK OPERATOR FURNITURE DENGAN MENGGUNAKAN METODE RECOMMENDED WEIGHT LIMIT (RWL) STUDI KASUS CV. VINTAMA Bayu Chandra Hermawan; Titin Isna Oesman; Cyrilla Indri Parwati
Jurnal Rekavasi Vol 6 No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.741 KB)

Abstract

CV.Vintama merupakan salah satu perusahaan yang terletak di Jetis RT 006 Jadan, DK VI Tamantirto, Kasihan,Bantul, Yogyakarta bergerak di bidang industri furniture. Setiap pekerjaan yang di lakukan secara manual olehpekerja pasti mengalami kelelahan dan cedera pada bagian tubuh. Postur kerja yang tidak baik bagi operator dapatmenyebabkan kelelahan operator itu sendiri, sehingga menyebabkan penyakit akibat kerja. Penelitian inimenganalisis beban kerja fisik operator dan memperbaiki cara pengangkatan barang menggunakan metodeRecommended Weight Limit (RWL). Dengan mengetahui beban kerja dan cara pengangkatan barang yang benardiharapkan mengurangi beban kerja operator dan resiko cidera tulang punggung yang mengakibatkan kelelahanbagi operator. penelitian yang dilakukan untuk mengetahui beban kerja dengan pengukuran metode 10 denyut danperhitungan nilai RWL untuk cara pengangkatan. Hasil Kesimpulan penelitian yang didapat operator rentang umur(27- 40) tahun, dengan rata-rata denyut nadi istirahat (DNI) 75,6 dpm termasuk dalam kategori ringan dan denyutnadi kerja (DNK) 114,8 dpm termasuk dalam kategori berat, hasil rata-rata Cardiovasculair level operator adalah34,7% termasuk dalam klasifikasi diperlukan perbaikan. Hasil RWL metode awal pada lima operator menunjukkannilai LI>1 yaitu 1,52, dapat menimbulkan resiko cidera punggung. Perhitungan rekomendasi pada RWL metodeusulan mengubah cara dengan menurunkan nilai Faktor pengali Horizontal Multiplier (HM) dan AsymmetryMultiplier (AM) pada lima operator menunjukan nilai LI> 1 yaitu 1,19 terjadi penurunan dari nilai LI sehinggamengurangi tingkat resiko cidera punggung
ANALISIS KEPUASAN PELANGGAN DENGAN MENERAPKAN CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT MENGGUNAKAN DATABASE MANAGEMENT SYSTEM PADA PT. PRODUKSI REKREASI (KIDS FUN) Yana Rafika; Imam Sodikin; Joko Susetyo
Jurnal Rekavasi Vol 6 No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1112.089 KB)

Abstract

PT Produksi Rekreasi (Kids Fun) merupakan tempat wisata bermain anak-anak. Pada perusahaan tersebut banyakdirasa oleh pelanggan dalam pelayanannya masih kurang memuaskan, hal ini dapat dilihat dari berbagai komplaindari pelanggan. Dengan adanya komplain tersebut perusahaan diharapkan dapat memperbaiki kualitas pelayanandengan cara menjamin hubungan yang lebih erat dengan pelanggan agar menjadi loyal terhadap perusahaan denganmenggunakan metode Customer Relationship Management menggunakanDatabase Management System. Penelitianini, bertujuan untuk menguji apakah ada pengaruhCustomer Relationship Management dan Database ManagementSystem terhadap Loyalitas Pelanggan dan untuk menguji seberapa besar pengaruh metode di atas terhadap loyalitaspelanggan pada PT Produksi Rekreasi (Kids Fun). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa CustomerRelationship Management dan Database Management System secara simultan berpengaruh terhadap kepuasankonsumen. Dilihat dari hasil perhitungan dan perbaikan prioritas nilai Gap tentang persepsi dan harapan pelangganserta hasil dari pengukuran profitabilitas antara pelanggan dengan produk jasa pelayanan paket wahana pada PTProduksi Rekreasi (Kids Fun) menunjukan penilaian yang sama terhadap atribut “kualitas wahana yang diberikanpada paket 3” yang perlu mendapatkan perbaikan dalam pelayanannya.
USULAN UPAH INSENTIF UNTUK MENINGKATKAN KINERJA KARYAWAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE SISTEM ROWAN DAN EMERSONDI D&D HANDYCRAFT COLLECTION Desinta Yuni Larasati; Cyrilla Indri Parwati; Titin Isna Oesman
Jurnal Rekavasi Vol 6 No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (913.436 KB)

Abstract

D&D Handycraft Collection merupakan perusahaan yang bergerak di bidang kerajinan kulit vinyl dan tas. Namunpihak D&D Handycraft Collection masih mengalami kendala yang menyebabkan keterlambatan memenuhi pesanan,yang diakibatkan kinerja karyawan belum memenuhi target produksi sesuai dengan pesanan pelanggan. Hal inidapat dilihat pada saat perusahaan tidak bisa menyelesaikan pesanan pelanggan sesuai dengan waktu yangdijanjikan. Permasalahan tersebut perlu diberikan pemberian upah insentif yang bertujuan untuk merangsangkaryawan agar bekerja lebih baik lagi. Metode Rowan merupakan rencana upah insentif yang didasarkan atas waktupengerjaan. Pada metode ini bila karyawan bekerja diatas standar maka akan mendapatkan bonus selain upahstandar yang telah ditetapkan perusahaan. Metode Emerson, menentukan waktu standar dan upah per jam. Sistemupah ini sebelumnya telah dibuat terlebih dahulu suatu tabel indeks efisiensi. Tujuan dari penelitian ini untukmenentukan metode upah insentif yang sesuai dengan sistem Rowan dan Emerson dan menentukan pengaruhlangsung upah insentif terhadap kinerja karyawan.Hasil penelitian ini menunjukkan dari kedua metode Rowan danEmerson, dapat diketahui bahwa pada aspek karyawan metode yang paling efektif digunakan adalah metodeemerson, karena hasil analisis membuktikan bahwa upah yang diberikan relative besar. Dan berdasarkanperhitungan SPSS Upah insentif mempunyai pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan, penelitian iniditunjukkan oleh Pvalue yang lebih kecil dari 5% yaitu 0,035 < 0,05 artinya ada pengaruh signifikan variable insentifterhadap kinerja karyawan. Hasil Pengujian R Square sebesar 0,224 yang dapat diartikan bahwa variabel independeninsentif memiliki pengaruh kontribusi sebesar 22,4% terhadap variabel dependen. Sedangkan sisanya 77,6%dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti
ANALISIS PENGARUH KEPUASAN KERJA, MOTIVASI KERJA DAN STRES KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWANPADA PT. ADI SATRIA ABADI Wahyu Purnomo; Titin Isna Oesman; Muhammad Yusuf
Jurnal Rekavasi Vol 6 No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1019.061 KB)

Abstract

PT. Adi Satria Abadi Divisi Sarung Tanganmerupakan perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur yangmemproduksi khusus sarung tangan Golf dan Driver. Salah satu penentu kemajuan suatu perusahaan adalah sumberdaya yang dimiliki. Perusahaan atau suatu badan usaha merasa bahwa tanpa ada sumber daya yang bekualitas,tujuan perusahaan tidak akan tercapai. Perusahaan hanya menjadikan karyawan atau sumber daya yang di milikisebagai alat untuk mencapai tujuan perusahaan bukan sebagai individu yang mempunyai kebutuhan pengakuan ataupenghargaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan permasalahan pengaruh kepuasan kerja,motivasi kerja dan stres kerja terhadap kinerja karyawan, baik pengaruh secara parsial maupun simultan pada PT.Adi Satria Abadi. Sampel pada penelitian ini adalah 70 responden dengan menggunakan teknik Solvin. Analisis inidilakuakan dengan uji koefisisen regresi linier berganda, uji koefisisen regresi secara individu atau parsial (uji t), ujikoefisisen regresi seacara bersama-sama atau simultan (uji F), dan analisis determinasi (
ANALISIS POSTUR KERJA DENGAN MENGGUNAKAN METODE OWAS (OVAKO WORKING POSTURE ANALYSIS SYSTEM), RULA (RAPID UPPER LIMB ASSESSMENT), DAN REBA (RAPID ENTIRE BODY ASSESSMENT)(STUDI KASUS DI PT. ADI SATRIA ABADI) Afif Hidayat; Muhammad Yusuf; Endang Widuri Asih
Jurnal Rekavasi Vol 6 No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.843 KB)

Abstract

Kondisi postur kerja di PT. Adi Satria Abadi pada karyawan yang berada pada bagian produksi khususnya divisipenjahitan masih banyak posisi kerja karyawan yang bekerja dalam kondisi yang tidak ergonomis dan dapatmengakibatkan cidera, terutama cidera pada sistem musculoskeletal.Penelitian ini dilakukan untuk menganalisispostur kerja pada operator bagian penjahitan dengan menggunakan metode OWAS (Ovako Working PostureAnalysis System), RULA (Rapid Upper Limb Assessment), dan REBA (Rapid Entire Body Assessment). Analisis inidilakukan bertujuan untuk mengetahui seberapa baik atau buruknya postur kerja, dan dapat memberikan gambarantentang postur kerja yang baik, aman, dan ergonomis.Penentuan skor postur tubuh dengan metode OWAS padapekerja bagian penjahitan, pada operator satu, dua, dan tiga termasuk dalam kategori risiko 3 (tindakan korektifdiperlukan segera). Investigasi postur tubuh dengan metode RULA final skor pada operator satu, dua, dan tigaadalah 4 dan skor tindakan masuk dalam kategori 2, artinya menunjukan adanya risiko dan diperlukan adanyainvestigasi lebih lanjut. Analisa dengan metode REBA pada operator satu menunjukan skor akhir 3, pada operatordua menunjukan skor akhir 4, dan pada operator tiga dengan skor akhir 4. Dari skor tersebut menunjukan bahwamasih ada risiko yang masuk dalam kategori sedang dan perlu adanya perbaikan sesegera mungkin supaya risikoakibat kerja tidak terus berlanjut.
ANALISIS RISIKO K3 DENGAN METODE HIRARC PADA INDUSTRI TAHU DAN TEMPE KELURAHAN SELILI, SAMARINDA Lina Dianati Fathimahhayati; Muhammad Rafi Wardana; Nadine Annisa Gumilar
Jurnal Rekavasi Vol 7 No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.737 KB)

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan suatu permasalahan yang banyak menyita perhatian berbagai organisasi saat ini karena mencakup permasalahan segi perikemanusiaan, biaya dan manfaat ekonomi, aspek hukum, pertanggungjawaban serta citra organisasi itu sendiri. Pabrik Tahu dan Tempe Kelurahan Selili merupakan salah satu sentra industri tahu yang ada di Kota Samarinda. Saat ini, perusahaan dapat dikatakan belum menerapkan K3 dengan baik. Hal-hal tersebut dapat menyebabkan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Kecelakaan dan penyakit akibat kerja dapat menimbulkan kerugian dari biaya produksi berupa pemborosan terselubung yang dapat mengurangi produktivitas. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja, salah satunya dapat dilakukan dengan cara analisis risiko. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah metode HIRARC (Hazard Identification, Risk Assesment, and Risk Control). Metode ini terdiri 3 (tiga) tahapan yaitu identifikasi bahaya, penilaian risiko, dan penentuan langkah-langkah pengendalian berdasarkan data yang dikumpulkan. Identifikasi bahaya dilakukan dengan cara melakukan wawancara dan observasi terhadap karyawan dan pemilik pabrik tahu dan tempe, sedangkan penilaian risiko dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner penilaian tingkat kemungkinan dan keparahan terjadinya risiko setiap potensi bahaya. Kuesioner ini disebarkan kepada karyawan dan pemilik salah satu pabrik tahu dan tempe di Kelurahan Selili, Samarinda. Setelah didapatkan indeks risiko dari setiap potensi bahaya, langkah selanjutnya adalah menetapkan langkah-langkah pengendalian risiko. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan 95 potensi bahaya pada proses pembuatan tahu, dimana 66,3% merupakan bahaya dengan kategori risiko rendah, 23,2% merupakan bahaya kategori risiko sedang, dan 10,5% merupakan bahaya kategori risiko tinggi. Pekerjaan dengan tingkat risiko tinggi berada pada kegiatan penggilingan kedelai, perebusan, penyaringan, tahap pencetakan tahu, pendinginan, dan aktivitas pemotongan tahu. Pengendalian yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko antara lain adalah penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi pekerja, sehingga pekerja dapat dengan aman dan nyaman dalam bekerja, dan dipasangnya rambu-rambu peringatan pada setiap sudut ruang produksi untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
OPTIMALISASI DISTRIBUSI PRODUK MENGGUNAKAN DAERAH PENGHUBUNG DAN METODE SAVING MATRIX Amri Nur Ikhsan; Titin Isna Oesman; Muhammad Yusuf
Jurnal Rekavasi Vol 1 No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1165.721 KB)

Abstract

PT. Madu Baru adalah perusahaan yang bergerak dibidang pengolahan dan pembuatan gula konsumsi. PT. Madu Baru memiliki banyak konsumen yang tersebar di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Selama ini sistem distribusi yang dilakukan perusahaan masih secara acak karena masih menggunakan rute pengiriman produk yang bermula dari gudang perusahaan menuju ke retailer, kembali ke gudang lagi, kemudian menuju ke retailer lagi dan seterusnya. Hal tersebut membuat proses distribusi menjadi tidak efektif dari segi waktu, jarak dan biaya. Penelitian ini dilakukan untuk merancang rute distribusi yang optimal sehingga ada penghematan biaya dari segi distribusi. Dalam penelitian ini, daerah penghubung dijadikan sebagai gudang dan digunakan untuk membagi area distribusi sedangkan penentuan rute optimal dilakukan dengan metode Saving Matrix. Langkah awal adalah meramalkan permintaan yang akan datang dengan metode peramalan, selanjutnya dilakukan penentuan daerah penghubung dan pengerjaan dengan metode Saving Matrix. Berdasarkan dari perhitungan, wilayah pemasaran terbagi menjadi 2 (dua) area distribusi dan 7 (tujuh) rute distribusi yang optimal. Area pertama terbagi menjadi 3 rute dengan jarak tempuh 211.9 km dan biaya distribusi sebesar Rp. 559.627,00. Area kedua terbagi menjadi 3 rute dengan jarak tempuh 1032.67 km dan biaya distribusi sebesar Rp.936.946,00. Rute tambahan 1 rute dengan jarak tempuh 74.6 km dan biaya distribusi sebesar Rp. 280.887,00. Hasil dari perhitungan diketahui penghemat biaya sebesar Rp. 244.370,00 setiap harinya.