cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Islamadina : Jurnal Pemikiran Islam
ISSN : 14124777     EISSN : 25805096     DOI : -
Core Subject : Religion,
Islamadina adalah jurnal yang diterbitkan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Purwokerto pada tahun 2002 yang mempublikasikan karya-karya akademik dengan memfokuskan kajian pemikiran Islam (sosial, budaya, politik dan ekonomi) yang progresif dan mencerahkan.
Arjuna Subject : -
Articles 107 Documents
Redaksi Jurnal Redaksi Jurnal
Islamadina : Jurnal Pemikiran Islam ISLAMADINA, Volume 17, No. 2, Juni 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4.568 KB) | DOI: 10.30595/islamadina.v0i0.1319

Abstract

Redaksi Jurnal
PERILAKU KEBERAGAMAAN DAN PERKEMBANGAN PERBANKAN SYARI’AH Ida Nurlaeli; Mintaraga Eman Surya
Islamadina : Jurnal Pemikiran Islam ISLAMADINA, Volume XV, Nomor 2, November 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2064.352 KB) | DOI: 10.30595/islamadina.v0i0.1664

Abstract

Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui kontribusi perilaku keberagamaan pada perkembangan perbankan syari’ah. Dari sisi keberagamaan, Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat yang memiliki pemahaman beraneka ragam. Masalah keagamaan berdampak pada pandangan dan sikap terhadap bank syari’ah.Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar Indonesia selayaknya menjadi pelopor dan kiblat pengembangan keuangan syariah di dunia. Hal tersebut juga dapat dilihat dari jumlah perbankan syari’ah di Indonesia yang terus meningkat. Hingga November 2014, jumlah Bank Umum Syariah (BUS) tercatat sebanyak 12 bank, jumlah Unit Usaha Syariah (UUS) sebanyak 22 bank, BPRS sebanyak 163 bank, dan jaringan kantor sebanyak 2.939.Peluang Indonesia untuk menjadi global player keuangan syariah sangat besar. Kondisi ini didukung beberapa faktor antara lain; jumlah penduduk muslim yang besar, prospek ekonomi yang cerah, tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang relatif tinggi (kisaran 6,0%-6,5%). Fundamental ekonomi yang solid, peningkatan sovereign credit rating Indonesia menjadi investment grade yang akan meningkatkan minat investor untuk berinvestasi di sektor keuangan domestik. Pengembangan keuangan syari’ah di Indonesia bersifat market driven dan bottom up dalam memenuhi kebutuhan masyarakat sehingga lebih bertumpu pada sektor riil. Dalam hal ini faktor SDM dan sikap (attitude) positif masyarakat terhadap bank syari’ah sangat penting, maka perilaku keberagamaan harus dijadikan faktor pendukung dengan cara yang tepat
Pelatihan Peningkatan Kompetensi Diri Hadapi Mea Bagi Siswa Smk Muhammadiyah 1 Ajibarang Encep Saepudin; Putri Dwi Cahyani; Makhrus M
Islamadina : Jurnal Pemikiran Islam ISLAMADINA, Volume 17, No. 1, Maret 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.227 KB) | DOI: 10.30595/islamadina.v0i0.1818

Abstract

Penerapan ipteks bagi masyarakat dengan judul ”Pelatihan Peningkatan Kompetensi Diri Hadapi MEA Bagi Siswa SMK Muhammadiyah 1 Ajibarang” mempunyai tujuan : 1) memberikan pemahaman dan wawasan yang komprehensif mengenai Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA); 2) memberikan pemahaman dan wawasan mengenai peluang dan tantangan MEA; 3) memberikan pemahaman dan wawasan mengenai keterampilan yang dibutuhkan untuk memenangkan persaingan saat menghadapi peluang dan tantangan MEA; 4) mengubah persepsi para siswa mengenai mengenai cita-cita pekerjaan bahwa peluang mendapatkan pekerjaan terhampar luas sehingga tidak perlu dibatasi.Kegiatan ini diikuti oleh 960 peserta yang merupakan siswa kelas X, XI, dan XII SMK Muhammadiyah 1 Ajibarang. Kegiatan ini diselenggarakan dengan cara memberikan materi dilanjutkan dengan tanya jawab dan kiat-kiat meningkatkan potensi diri sesuai dengan bakat dan minat (Bakmi) siswa.Kegiatan ini menghasilkan hasil yang positif karena peserta akan bertambah pengetahuan dan wawasannya mengenai MEA, hal tersebut dibuktikan dari hasil wawancara dengan sebagian peserta sehingga mereka menyatakan siap untuk menghadapi MEA pada awal tahun 2016 nanti sesuai dengan bakat dan minatnya. 
ANALISIS KINERJA KEUANGAN PADA BEBERAPA PERUSAHAAN JASA YANG TERDAFTAR DI JAKARTA ISLAMIC INDEX Putri Dwi Cahyani; Makhful M
Islamadina : Jurnal Pemikiran Islam ISLAMADINA, Volume XIII, Nomor 2, Juli 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.571 KB) | DOI: 10.30595/islamadina.v0i0.1679

Abstract

Penelitian pada perusahaan jasa sesuai syariah yang masuk dalam list Jakarta Islamic Index. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rasio keuangan dan bagaimana kinerja keuangan perusahaan jasa syariah untuk mengetahui prestasi yang dapat dicapai oleh perusahaan pada kurun waktu tertentu. Perusahaan jasa syariah yang diteliti  meliputi Global Mediacom Tbk, XL Axiata Tbk, Jasa Marga Tbk, Media Nusantara Citra Tbk, Perusahaan Gas Negara Tbk, Telekomunikasi Indonesia Tbk dan United Tractors Tbk. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yaitu analisis rasio keuangan dengan beberapa indikator yang terdiri dari rasio likuiditas, rasio solvabilitas, rasio profitabilitas dan rasio aktivitas. Berdasarkan hasil penelitian kinerja keuangan ketujuh perusahaan jasa memiliki rasio keuangan yang baik. Sehingga bagi investor  yang ingin melakukan investasi sesuai syariah tidak khawatir dikarenakan rasio keuangan dari perusahaan jasa yang masuk dalam list Jakarta Islamic Index dinyatakan baik dan stabil.Setelah dilakukan penjumlahan bobot pada rasio-rasio keuangan, ketujuh perusahaan dinyatakan berada pada kondisi yang sehat. Hal ini terbukti dimana ketujuh perusahaan tersebut memiliki  jumlah nilai keseluruhan yang dicapai diantara dari 26,0-41,2
Pemberdayaan Pendidikan Agama Islam di Sekolah dan Perguruan Tinggi Umum Wage W; A. Sulaeman A
Islamadina : Jurnal Pemikiran Islam ISLAMADINA, Volume 17, No. 2, Juni 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.151 KB) | DOI: 10.30595/islamadina.v0i0.1324

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mencari tahu akar permasalahan kurang efektifnya pendidikan agama di Indonesia. Berikutnya, mencari solusi bagaimana seharusnya umat Islam melangkah dalam rangka mewujudkan pendidikan Agama Islam yang efektif untuk mencetak kader umat dan kader bangsa yang baik. Dari penelusuran penulis dapat disimpulkan pertama, bahwa kelamahan Pendidikan Agama (PA) ada beberapa hal meliputi (a) PA hanya sebagai pelengkap, bukan sebagai sesuatu yang utama, (b) stressing pembelajaran PA pada aspek kognitif, belum menyentuh aspek afektif dan psikomotorik, (c) metode pembelajaran PA bersifat indoktrinatif/ tradisional, (d) rendahnya mutu pendidik dan tenaga kependidikan, (e) terbatasnya sarana dan prasarana dan (f) derasnya serangn media cetak dan elektronik yang berisi konten negatif.. Adapun konsep pemberdayaan PA yang ditawarkan mencakup tiga hal, yaitu pemberdayaan pendidik, kebijakan pendidikan agama, dan stressingnya. Pemberdayaan pendidik dimaksud adalah dimilikinya empat kompetensi (paedagogik, professional, kepribdian dan sosial) dan memiliki rasa cinta (yaitu rasa cinta terhadap tugasnya dan rasa cinta kepada peserta didik). Pemberdayaan kebijakan pendidikan agama yang dimaksud adalah pengaturan, peraturan dan kebijakan-kebijakan untuk memberdayakan pendidikan agama Islam. Sedang stressing PAI yang dimaksud adalah bukan transfer ilmu agama melainkan transfer nilai (internalisasi nilai-nilai keagamaan) yang dilakukan dengan strategi, pendekatan dan metode tertentu.
PENGEMBANGAN KURIKULUM 2013 DALAM PARADIGMA PEMBELAJARAN KONTEMPORER A. Sulaeman
Islamadina : Jurnal Pemikiran Islam ISLAMADINA, Volume XIV, Nomor 1, Maret 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.786 KB) | DOI: 10.30595/islamadina.v0i0.1669

Abstract

Dalam dunia pendidikan, kurikulum menjadi semacam barometer untuk mengukur tingkat berhasilan proses pembelajaran, sehingga salah satu entitas yang dikatakan sangat urgen dalam pendidikan adalah anatomi kurikulum itu sendiri. Kurikulum 2013  merupakan suatu konstruksi kurikulum yang mengintegrasikan dua kerangka besar yaitu kompetensi dan karakter dalam diri peserta didik. Pembelajaran  kurikulum 2013 dengan pendekatan saintifik mampu mendorong civitas akademika untuk mencari “tahu” pengetahuan baru melalu observasi ataupun eksperimen, dengan demikian memiliki relevansi yang sangat erat dengan teori pendidikan yang menjadi dasar pendekatannya; atau bahkan ia juga memiliki tingkat relevansi dengan proses dan hasil dari pendidikan itu. Pendidikan Islam yang dibingkai dengan kurikulum 2013 yang berbasis kompetensi dan karakter, maka arah rekonstruksi pengembangan pendidikan perlu diarahkan pada dua varian besar tersebut dengan arah pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik. implikasi logis pada konstruksi kurikulum pendidikan ini mengarah pada pembentukan manusia yang integral, yaitu untuk mencapai keseimbangan pertumbuhan kepribadian manusia (peserta didik) secara seluruh dan seimbang yang dilakukan melalui latihan jiwa, akal pikiran (intelektual), diri manusia yang rasional, perasaan dan indra.
Faktor-Faktor Pendidikan dalam Perspektif Ulama Klasik (Studi Pemikiran Ibnu Maskawaih, Ibnu Khaldun, dan Ibnu Sina) Mintaraga Eman Surya
Islamadina : Jurnal Pemikiran Islam ISLAMADINA, Volume 19, No. 1, Maret 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.172 KB) | DOI: 10.30595/islamadina.v19i1.2353

Abstract

Pendidikan merupakan faktor penting yang menentukan kehidupan manusia. Melalui pendidikan, manusia bisa meningkatkan kualitas hidupnya. Perkembangan dunia pendidikan tentunya tidak akan terlepas dari sumbangsih para ilmuwan yang mencurahkan segala perhatiannya pada dunia pendidikan.Pendidikan menurut ulama klasik meliputi faktor pendidik, peserta didik dan lingkungan, ditemukan relevansi menuju konsep pendidikan modern. Bahwa faktor pendidik menekankan unsur kompetensi atau kecakapan dalam mengajar, juga berkepribadian yang baik. Dengan kompetensi itu, seorang pendidikakan dapat mencerdaskan anak didiknya dengan berbagai pengetahuan yang diajarkannya, dan dengan akhlak ia dapat membina mental dan akhlak anak.Tahapan dan klasifikasi peserta didik juga menjadi bagian penting dari kesimpulan pendapat yang dikemukakan mereka. Adapun mengenai lingkungan pendidikan, mencakup lingkungan yang menyangkut hubungan guru dan murid, lingkungan rumah tangga yang meliputi hubungan orang tua dengan anak dan anggota lingkungan lainya. Keseluruhan lingkungan ini satu dan lainnya secara akumulatif berpengaruh terhadap terciptanya lingkungan pendidikan.
INTEGRASI IMTAQ DAN IPTEK DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM Makhful M
Islamadina : Jurnal Pemikiran Islam ISLAMADINA, Volume XV, Nomor 2, November 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2945.529 KB) | DOI: 10.30595/islamadina.v0i0.1657

Abstract

Diskurus mengenai iman dan taqwa (Imtaq) dan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) selama ini masih dipandang sebagai dua sisi yang memiliki orientasi yang berlainan, sehingga menyebabkan timbulnya kesenjangan antara sumber ilmu antara ilmu-ilmu agama dan ilmu-ilmu umum. Bagi para pendukung ilmu-ilmu agama menganggap valid sumber Ilahi dalam bentuk kitab suci dan tradisi kenabian dan menolak sumber-sumber non-skriptual sebagai sumber otoritatif untuk menjelaskan kebenaran sejati. Di pihak lain, ilmuwan-ilmuwan sekuler hanya menganggap valid informasi yang diperoleh melalui pengamatan inderawi, sehingga memerlukan paradigma integralistik merupakan tata paradigma yang diharapkan mampu untuk memberikan solusi terhadap problematika permasalahan tersebut diatas.Isi artikel ini hendak menjelaskan mengenai pentingnya upaya integrasi imtaq dan iptek dalam pembelajaran pendidikan agama Islam adalah melakukan dekonstruksi terhadap filsafat sekuler yang terintegrasi pada anatomi sistem pendidikan Islam. Implikasi dari upaya ini adalah proses membangun epistemologi Islami yang bersifat integralistik yang menegasikan entitas lain dan menegaskan kesatuan ilmu dan kesatuan imtaq dan iptek dilihat dari sumbernya yaitu Allah. Oleh sebab itu pada aspek operasionalnya di bidang pendidikan, integrasi lebih dimaknai sebagai proses memadukan nilai-nilai ilmu tertentu (agama) terhadap nilai ilmu lain (umum) atau sebaliknya, sehingga menjadi suatu kesatuan yang koheren dan tidak bisa dipisahkan antara satu dengan lainnya. Artinya, proses penyatuan antara ilmu agama dan ilmu umum hingga menjadi satu kesatuan yang koheren dan bulat untuk memunculkan tata nilai keilmuan yang integralistik dengan tujuan menciptakan manusia yang sempurna.Saat ini telah mulai ada pergeseran fenomena terhadap madrasah sebagai motor pengembangan integrasi imtaq dan iptek dengan berbagai langkah inovatif, progresif, dan adaptif terhadap arus modernitas yang berkembang atau arus perubahan yang bergulir, sehingga madrasah cenderung menjadi pilihan utama pada saat ini. Selain itu, sisi urgensitas profil pembelajaran sistem pendidikan agama Islam perlu dioperasionalkan dengan basis prinsip relevansi-koordinatif, konsistensi, dan adequasi antara tingkat potensi peserta didik dengan standar kompetensi yang perlu dicapai, materi pembelajaran dengan muatan nilai-nilai yang akan dipelajari dengan ketersediaan sumber belajar dengan pemberian penilaian yang sesuai.
Legal Reasoning Hakim dalam Pengambilan Putusan Perkara di Pengadilan Nur Iftitah Isnantiana
Islamadina : Jurnal Pemikiran Islam ISLAMADINA, Volume 18, No. 2, Juni 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.295 KB) | DOI: 10.30595/islamadina.v18i2.1920

Abstract

Hakim merupakan personifikasi lembaga peradilan, dalam membuat keputusan suatu perkara selain dituntut memiliki kemampuan intektual, juga memiliki moral dan integritas yang tinggi sehingga mencerminkan rasa keadilan, menjamin kepastian hukum dan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Hakim dalam memutuskan suatu perkara harus didasarkan pada berbagai pertimbangan yang dapat diterima semua pihak dan tidak menyimpang dari kaidah-kaidah hukum yang ada, yang disebut dengan Legal reasoning.Legal reasoning diartikan sebagai pencarian “reason” tentang hukum atau pencarian dasar tentang bagaimana seorang hakim memutuskan perkara/kasus hokum. Legal reasoning merupakanbagian dari putusan pengadilan dalam memutuskan suatu perkara. Legal reasoning oleh seorang hakim dapat berdasarkan aspek filosofis, yuridis, sosiologis atau teologis yang mencerminkan asas kepastian hukum, keadilan dan kemanfaatan bagi para pihak serta dapat menggunakan beberapa metode penafsiran hukum seperti penafsiran Sistimatis, Historis dan Sosiologis atau Teologis, Komparatif, Antisipatif atau Futuristis, Restriktif, Ekstensif dan atau. A Contrario.Kesimpulan yang dapat diambil dari telaah tentang Legal reasoning adalah bahwa Legal reasoning juga merupakan hasil ijtihad hakim dalam membuat putusan. Hakim dalam merumuskan dan menyusun pertimbangan hukum atau Legal reasoning harus cermat, sistimatik dan dengan bahasa Indonesia yang benar dan baik. Pertimbangan disusun dengan cermat artinya pertimbangan hukum tersebut harus lengkap berisi fakta peristiwa, fakta hukum, perumusan fakta hukum penerapan norma hukum baik dalam hukum positif, hukum kebiasaan, yurisprodensi serta teori-teori hukum dan lain-lain, mendasarkan pada aspek dan metode penafsiran hukum yang sesuai dalam menyusun argumentasi (alasan) atau dasar hukum dalam putusan hakim tersebut.  
Kejayaan Peradaban Islam dalam Perspektif Ilmu Pengetahuan Suwarno Suwarno
Islamadina : Jurnal Pemikiran Islam ISLAMADINA, Volume 20, No. 2, September 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.155 KB) | DOI: 10.30595/islamadina.v0i0.5105

Abstract

Artikel ini membahas kejayaan peradaban Islam yang ditinjau dari perspektif ilmu pengetahuan. Catatan sejarah menunjukkan bahwa peradaban Islam pernah mencapai kejayaan pada masa kerajaan Bani Abbasiyah yang berpusat di Baghdad Irak, kerajaan Bani Fatimiyah di Kairo Mesir, dan kerajaan Bani Umayyah di Cordova Spanyol. Salah satu indikator kejayaan peradaban Islam itu adalah indikator dalam bidang ilmu pengetahuan. Ada dua elemen utama kejayaan peradaban Islam dalam persektif ilmu pengetahuan, yakni tingginya aktivitas ilmiah dan kemajuan ilmu pengetahuan baik ilmu agama maupun ilmu umum. Aktivitas ilmiah yang dimaksud ialah penyusunan buku-buku ilmiah dan gerakan penerjemahan. Kemajuan ilmu pengetahuan dalam disiplin ilmu agama meliputi ilmu tafsir, hadits, kalam dan fiqh. Sementara kemajuan dalam ilmu umum mencakup filsafat, kedokteran, astronomi, matematika, dan geografi.       

Page 4 of 11 | Total Record : 107