cover
Contact Name
Rangga Bayu Kusuma Haris
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
perikanan.pgri@gmail.com
Editorial Address
9 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30116
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmu-Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
ISSN : 16936442     EISSN : 26204622     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Ilmu-Ilmu Perikanan dan Budidaya Perikanan ber ISSN 1693-6442 diterbitkan oleh Jurnal Fakultas Perikanan Universitas PGRI Palembang dengan focus bidang Perikanan, Budidaya Perikanan, pengolahan hasil perikanan dan sumberdaya perairan.
Articles 260 Documents
KARAKTERISTIK KALDU BLOK DARI KEPALA IKAN TENGGIRI (Scomberomorus Commersoni) DAN GABUS (Channa Striata) DENGAN PENAMBAHAN KONSENTRASI TAPIOKA YANG BERBEDA Fitra Mulia Jaya
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 6, No 1 (2011): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v6i1.63

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mempelajari karakteristik kaldu blok dari kepala ikan tenggiri (Scomberomorus Commersoni)  dan ikan gabus (Channa Striata) dengan penambahan konsentrasi tapioca yang berbeda. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus-Desember 2005 di Laboratorium Kimia Hasil Pertanian jurusan  Teknologi Pertanian dan Laboratorium Kimia-Fisika Jurusan Teknik Kimia Politeknik Negeri Sriwijaya. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK)  yang disusun secara factorial dengan dua factor yang terdiri dari dua taraf perlakuan jenis kepala ikan yaitu ikan tenggiri (A1) dan ikan gabus (A2) dan tiga taraf untuk perlakuan konsentrasi tapioca yaitu 10% (B1), 15% (B2), 20% (B3). Masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis ikan berpengaruh nyata (P<0.05) terhadap kadar abu, kadar protein, kadar lemak dan viskositas dan kecepatan larut kaldu blok kepala ikan yang dihasilkan. Interaksi jenis ikan dan konsentrasi tapioca berpengaruh nyata terhadap kadar abu kaldu blok kepala ikan yang dihasilkan. Kaldu blok kepala ikan  yang paling disukai panelis adalah kaldu blok yang terbuat dari kepala ikan gabus dengan konsentrasi tapioca 20% (A2B3) yang memiliki kadar air 6,92%, kadar abu 5,67%, protein 6,89%, lemak 1,05%, viskositas 2,00 cP dan kecepatan larut 7,64 menit
PENGGUNAAN SUBSTRAT YANG BERBEDA TERHADAP FEKUNDITAS, DERAJAT PENETASAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP PADA PEMIJAHAN IKAN MASKOKI (Carrasius auratus) Yufika S; Helmi Harris; Syaeful Anwar
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 14, No 2 (2019): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v14i2.3491

Abstract

Komoditas perikanan yang berpotensi untuk dikembangkan di Indonesia dan memiliki peluang pasar yang besar, baik di dalam maupun luar negeri salah satunya adalah komoditas ikan hias. Ikan Maskoki (Carrasius auratus) merupakan ikan hias air tawar yang banyak digemari oleh para penghobi ikan hias karena corak warnanya dan bentuk tubuh yang menarik. Ketersediaan ikan maskoki sangat ditentukan pada keberhasilan pemijahan. Cara yang dapat dilakukan untuk merangsang induk ikan Maskoki (Carrasius auratus) adalah dengan pengadaan substrat tempat meletakkan telur. Pemilihan substrat yang tepat untuk pemijahan ikan Maskoki (Carrasius auratus) masih menjadi salah satu masalah yang dihadapi oleh para pembudidaya. Untuk itu, dilakukan penelitian ini yang bertujuan untuk mengetahui jumlah telur, telur terbuahi (FR), telur menetas (HR), dan kelangsungan hidup (HR) Ikan Maskoki (Carrasius auratus) menggunakan substrat ijuk, eceng gondok, dan kombinasi antara ijuk dan eceng gondok. Penelitian dilaksanakan di UPTD Balai Benih Ikan (BBI) Gandus, Kota Palembang. Pengujian Kualitas air dilakukan di Laboratorium Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Ogan Komering Ilir. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 3 taraf perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan substrat penempatan telur ikan maskoki tertinggi diperoleh pada substrat eceng gondok dengan rata rata jumlah telur yang dihasilkan sebesar 714.67 butir telur, telur yang terbuahi berjumlah 259.10 telur dengan rata rata 86.37%, jumlah telur menetas berjumlah 243.23 butir telur dengan rata rata 81.08%. dan nilai kelangsungan hidup larva Ikan Maskoki (Carrasius auratus) diperoleh nilai tertinggi  yaitu substrat eceng gondok berjumlah 208.30 larva dengan rata rata 69.43%. Kata Kunci: Kelangsungan Hidup, Eceng Gondok, Ijuk, Ikan Maskoki (Carrasius auratus)
PRODUKSI DAN KANDUNGAN NUTRISI MAGGOT (Chrysomya Megacephala) MENGGUNAKAN KOMPOSISI MEDIA KULTUR BERBEDA Akhmad Azir; Helmi Harris; Rangga Bayu Kusuma Haris
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 12, No 1 (2017): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v12i1.1412

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini yaitu : 1. Mengetahui  jumlah  produksi  maggot  dari perlakuan  limbah  ikan dengan komposisi media kultur yang berbeda. 2. Mengetahui nilai nutrisi yang terkandung dalam maggot. Penelitian ini telah pada bulan November sampai bulan  Desember 2015 di kampus  C Fakultas Perikanan Universitas PGRI Palembang, Kecamatan Sematang Borang Palembang. Dari hasil  identifikasi  siklus  pertumbuhan  maggot,  maggot  akan melalui  tahapan  pertumbuhan  yang dimulai dari telur (24 jam), maggot instar 1 (18 jam), maggot instar 2 (3 hari), maggot instar 3 (3 hari), pupa (7 hari) dan lalat deawasa. Dari tahapan tahapan-tahapan siklus pertumbuhan maggot yang dimulai dari telur sampai menjadi lalat dewasa membutuhkan waktu 14 hari 18 jam. Produksi maggot tertinggi terjadi pada perlakuan D (limbah ikan 3 kg + ampas kelapa 3 kg)  dimana maggot yang  dihasilkan  mencapai  1.149,88  gram.  Biaya  produksi  pada  perlakuan  D  sebesar  Rp.72/gr dengan  rendemen sebesar 8,2347%.Untuk  produksi berat maggot terendah terjadi pada perlakuan A (limbah ikan 6 kg), maggot  yang dihasilkan hanya 494,08 gram dengan biaya produksi Rp. 72/gr  dan rendemen sebesar  8,2347%.  Kandungan  nutrisi  kandungan  protein  maggot  tertinggi diperoleh pada perlakuan C. Pada perlakuan C kandungan protein yang terkandung pada maggot sebesar 41,22% dan protein terendah terjadi pada perlakuan A dimana   protein yang terkandung sebesar 25,22%.  Kata Kunci  : Maggot, Produksi, Kandungan Nutrisi.
PENGARUH PENGKAYAAN ARTEMIA OLEH BEBERAPA SUMBER MINYAK TERHADAP PERTUMBUHAN LARVA KERAPU TIKUS (Cromileptes altivelis) Resmayeti Purba
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 2, No 1 (2004): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v2i1.1669

Abstract

A research on Artemia naupli enrichment of Grace Kelly grouper, Cromileptes altivelis was conducted in order to investigasi its effects on the growth, which was reflected by the relative growth of total length amd of weight, respectively. Three different enrichments treatments i.e fish oil, corn oil and coconut oil were fed on larva for 40 days. Initial total length of the larva was about 2.010 ± 0.2559 cm. The larva feed on Artemia naupli at density of 2-5 ind/ml. The result indicated that Artemia naupli enriched fish oil 0.1 g/100 ml water en able to of brain volume, relative growth of total length and relative growth of weight better (p<0.05). The brain volume, relative growth of total length and relative growth of weight larva fed Artemia naupli enriched with fish oil was x 103 µm3, 60,97% and 372,40% larva fed Artemia naupli enriched with corn oil was 1.21x 103 µm3, 52,09% and 225.80% and fed Artemia naupli enriched with coconut oil was 1.29 x 103 µm3, 50.97% and 200.10%Keywords: Artemia, enrichment, fish oil, growth larva
TINGKAT PERTUMBUHAN DAN KECERAHAN WARNA IKAN KOMET (Carassius auratus) DENGAN PENAMBAHAN KONSENTRASI TEPUNG Spirulina sp PADA PAKAN Muhammad Mbarep Rosid; Indah Anggraini Yusanti; Dian Mutiara
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 14, No 1 (2019): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v14i1.3368

Abstract

Ikan Komet (Carassius auratus) merupakan salah satu komoditas ikan hias air tawar yang banyak digemari oleh para penghobi ikan hias karena corak warnanya dan bentuk tubuh yang menarik. Usaha untuk mendapatkan warna yang cerah pada ikan Komet dapat dilakukan dengan penambahan sumber pigmen ke dalam pakan untuk meningkatkan kecerahan warna ikan. Spirulina sp dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan tambahan pada ikan Komet karena memiliki kandungan protein sekitar 40-60 %, vitamin A, mineral 3-7% dan beta-karoten. Penelitian mengenai tingkat pertumbuhan dan kecerahan warna ikan Komet dengan penambahan konsentrasi tepung Spirulina sp pada pakan dilaksanakan pada bulan Januari 2017 sampai dengan Februari 2017 di Kampus C Fakultas Perikanan Universitas PGRI Palembang. Metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 taraf pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan Spirulina sp terhadap pertumbuhan dan kecerahan warna ikan komet diperolehperlakuan terbaik pada perlakuan P3 dengan pemberian tepung Spirulina sp sebanyak 2,1 gr pada pakan pellet 100 gr yang menghasilkan berat sebesar 4,33 gr, panjang sebesar 1,95 cm, kelangsungan hidup sebesar 8,33 dan rata-rata tingkat kecerahan warna sebesar 25,183. Kata Kunci  : Pertumbuhan, Kecerahan Warna, Ikan Komet, Spirulina sp, Pakan Ikan
FEMINISASI PADA IKAN MAS (Cyprinus carpio) DENGAN PERENDAMAN EKSTRAK DAUN-TANGKAI BUAH TERUNG CEPOKA (Solanum torvum) PADA LAMA WAKTU PERENDAMAN BERBEDA Yedi Wihardi; Indah Anggraini Yusanti; Rangga Bayu Kusuma Haris
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 9, No 1 (2014): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v9i1.338

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lama perendaman ekstrak daun-tangkai buah terung cepoka (Solanum torvum) yang tepat pada feminisasi Ikan Mas (Cyprinus carpio). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei - Juni 2014 di Kampus C, (WSPI) Fakultas Perikanan Universitas PGRI Palembang dan di Laboratorium Kimia Hasil Pertanian Jurusan Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya Indralaya. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 taraf  perlakuan, masing-masing perlakuan dilakukan 3 (tiga) kali ulangan.  Perlakuan pada penelitian ini berupa lama perendaman ekstrak daun-tangkai buah terung sepoka yang berbeda yaitu : tanpa perlakuan, 20 jam, 25 jam, 30 jam, 35 jam. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa : dilihat dari hasil pembedahan gonad, persentase betina ikan mas (Cyprinus carpio) tertinggi secara statistik terdapat pada perlakuan P3 (30 Jam perendaman ) dengan 93,63 %, dilihat dari kelangsungan hidup ikan mas (Cyprinus carpio) yang tertinggi secara statistik terdapat pada perlakuan P0 (Tanpa perlakuan) peningkatan lama perendaman untuk spesies tertentu akan menimbulkan efek berlawanan dan dapat berakibat tingginya mortalitas, dilihat dari bobot mutlak ikan mas (Cyprinus carpio) terbaik terdapat pada perlakuan P3 (30 jam perendaman ) dengan berat 1,08 g sedangkan yang terendah pada perlakuan P4 (35 jam perendaman) dengan berat 0,58 g hal ini disebabkan perendaman hormon terlalu lama atau berlebihan pada spesies tertentu akan menimbulkan rendahnya tingkat pertumbuhan. Kata Kunci : Terung cepoka, ikan mas, feminisasi.
PERTUMBUHAN DAN SINTASAN BENIH IKAN GURAME (Osphronemus gouramy) PADA BERBAGAI DOSIS AIR PERASAN TEMULAWAK Yulian Tri Anggara; Sugeng Prayogo; Wiwik Argianti
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 13, No 2 (2018): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v13i2.2853

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan sintasan benih Ikan Gurame (Osphronemus gouramy) dengan penambahan air perasan Temulawak pada pakan. Ikan uji yang digunakan adalah Ikan Gurame dengan panjang awal 1,8 -2,2 cm dengan berat awal 0,25 -0,35 gram, yang dipelihara dalam bak plastik berukuran 40 x 30 x 25 cm. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri 4 perlakuan dengan 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa perlakuan D (Penambahan air perasan Temulawak 6% dari jumlah pakan) memberikan pengaruh yang berbeda terhadap pertumbuhan benih Ikan Gurame. Pada perlakuan D memberikan pertambahan pertumbuhan terbaik yaitu panjang mutlak sebesar 4,11 cm dengan berat sebesar 3.29 gr dan nilai SR sebesar 78.3%. Untuk perlakuan C pertambahan pertumbuhan panjang mutlak sebesar 4.07 cm dengan berat 3.14 gr dan nilai SR sebesar 80%. Perlakuan B pertambahan pertumbuhan panjang mutlak sebesar 4.06 cm dengan berat 3.16 gr dan nilai SR sebesar 78.3%. Sedangkan perlakuan A memberikan pertambahan pertumbuhan dan sintasan terendah yaitu panjang mutlak sebesar 3.97 cm dengan berat sebesar 2.99 gr dan nilai SR sebesar 76.7%. Hasil pengamatan kualitas air yang diukur selama penelitian masih dalam batas toleransi untuk tumbuh dan berkembang benih Ikan Gurame. Dari hasil penelitian yang dilakukan untuk penambahan air perasan Temulawak pada pakan sebaiknya menggunakan dosis 5%, karena memberikan rata-rata pertumbuhan panjang akhir sebesar 6,03 cm dengan berat rata-rata sebesar 3,43 gram dan sintasan yang sebsar 80%.
KOMPOSISI JENIS IKAN YANG TERTANGKAP DARI BEBERAPA ALAT TANGKAP DI PERAIRAN MUSI BAGIAN TENGAH, SUMATERA SELATAN Samuel Samuel
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 1, No 1 (2003): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v1i1.1660

Abstract

A study in order to determine the selectivity and productivity of some fishing gears was conducted in the middle part of Musi River Basins from May 1996 to February 1997. Survey was conducted with purposive sampling methods by visiting the fishermen villages, listing the fishing gears and methods as well as identifying of fish species caught. Result showed that 16 types of gears found in locations and they could be classified into 3 groups of very selective (tabung/tube rap), unselective (fortable traps, lift nets, scoop nets, hook and lines, longlines, spears and harpoons) and very unselective (barrier traps, funnel traps, cast nets, gillnets and fish aggregating devices). Based on the fish composition, barrier, funnel, cast net, gillnet and FAD were categorized as productive fishing gears.Keywords : fishing gears, Fish composition, the middle part of Musi River Basins
PENAMBAHAN TEPUNG Spirulina PADA PAKAN TERHADAP TINGKAT KELANGSUNGAN HIDUP DAN PERKEMBANGAN LARVA UDANG GALAH (Macrobrachium rosenbergii de Man) Rahmat Zulmi; Sumantriyadi Sumantriyadi; Supriyadi Supriyadi
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v13i1.2058

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis terbaik penambahan tepung spirulina pada pakan egg custard, untuk mengukur tingkat kelangsungan hidup larva Udang Galah dan untuk mengukur perkembangan larva Udang Galah. Penelitian ini dilakukan di Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) di Instalasi Pembenihan Udang Galah (IPUG), Pelabuhan Ratu, Jawa Barat. Metode penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari  4 taraf perlakuan dan 3 ulangan. Pada P0 (kontrol), P1 (penambahan tepung spirulina 5 gram), P2 (penambahan tepung spirulina 10 gram) dan P3 (penambahan tepung spirulina 15 gram). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung spirulina pada pakan berpengaruh tidak nyata terhadap tingkat kelangsungan hidup dan perkembangan larva udang galah. Tingkat Kelangsungan Hidup rata-rata larva udang galah pada perlakuan yaitu P3 25,67%, P0 25,17%, P1 21,83% dan P2 20,67%. Perkembangan rata-rata larva Udang Galah dimulai dari stadia 4,86 sampai stadia 11,85. Kualitas air berkisar P0: pH 7,14-8,35, DO 5,6-6,0 mg/l, salinitas 14-15 ppt, suhu 28-30 0C dan amonia 0,34-1,17 mg/l. P1: pH 7,15-8,0, DO 5,7-5,8 mg/l, salinitas 14-15 ppt, suhu 28-300C dan amonia 0,79-1,17 mg/l. P2: pH 7,12-8,30, DO 5,3-5,6 mg/l, salinitas 14-15 ppt, suhu 28-300C dan amonia 1,17-1,40 mg/l. P3: pH 7,12-8,0, DO 5,3-5,8 mg/l, salinitas 14-15 ppt, suhu 28-300C dan amonia 1,05-1,17 mg/l. Kata Kunci  :   Larva Udang Galah, Spirulina, tingkat kelangsungan hidup, perkembangan
UJI TOKSISITAS GINSENG KIYANPI PADA BENIH IKAN GURAMI (Osphronemus goramy LAC) Agus Dwi Prasetyo; Marmaini Marmaini; Reno Fitriyanti
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 12, No 2 (2017): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v12i2.1418

Abstract

Abstrak               Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan nilai LC50 ginseng kiyanpi pada benih ikan gurami. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Juli 2016. Penelitian ini dilaksanakan di Jln. Merdeka No.708 RT 008 Kel. Talang semut Kec. Bukit Kecil Palembang. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 1 kontrol, 5 taraf perlakuan dan 3 kali ulangan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa semakin tinggi konsentrasi ginseng kiyanpi maka semakin banyak hewan uji yang mati dengan kematian hingga 100 % sudah dapat dicapai pada perlakuan P5 dengan 0,50 g/20 g dan kematian terendah 10% terjadi pada perlakuan P1 dengan 0,10 g/20 g sedangkan pada perlakuan kontrol 0 g/20 g tidak terjadi kematian dan nilai LC50 96 jam diperoleh nilai tengah sebesar 0,30 g/20 g. Nilai kualitas air tiap perlakuan yaitu suhu berkisar antara 25-260 C dan pH 6,0-7,0 masih dalam batas toleransi untuk tumbuh kembang benih Ikan gurami. Kata Kunci  :   Gurami, Ginseng Kiyanpi, LC50 96 Jam, Kelangsungan Hidup, Mortalitas.

Page 11 of 26 | Total Record : 260


Filter by Year

2003 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 20 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 19 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 19 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 18 No. 2 (2023): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 18 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 17 No. 2 (2022): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 17, No 1 (2022): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 16, No 2 (2021): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 16, No 1 (2021): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 15, No 2 (2020): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 15, No 1 (2020): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 14, No 2 (2019): Jurnal Ilmu - Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 14, No 2 (2019): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 14, No 1 (2019): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 14, No 1 (2019): Jurnal Ilmu - Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 13, No 2 (2018): Jurnal Ilmu - Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 13, No 2 (2018): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Ilmu - Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Ilmu - Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 12, No 2 (2017) Vol 12, No 2 (2017): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 12, No 2 (2017) Vol 12, No 1 (2017): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 12, No 1 (2017) Vol 9, No 1 (2014): JURNAL ILMU - ILMU PERIKANAN DAN BUDIDAYA VOL. 9 NO.1 DESEMBER 2014 Vol 9, No 1 (2014): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 6, No 1 (2011): Jurnal Ilmu - ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Desember 2011 Vol 6, No 1 (2011): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan JURNAL ILMU PERIKANAN VOLUME 6 TH 2011 Vol 2, No 1 (2004): Jurnal Ilmu - ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Juni 2004 Vol 2, No 1 (2004): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 1, No 1 (2003): Jurnal Ilmu - ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Desember 2003 Vol 1, No 1 (2003): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan More Issue