cover
Contact Name
Rangga Bayu Kusuma Haris
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
perikanan.pgri@gmail.com
Editorial Address
9 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30116
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmu-Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
ISSN : 16936442     EISSN : 26204622     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Ilmu-Ilmu Perikanan dan Budidaya Perikanan ber ISSN 1693-6442 diterbitkan oleh Jurnal Fakultas Perikanan Universitas PGRI Palembang dengan focus bidang Perikanan, Budidaya Perikanan, pengolahan hasil perikanan dan sumberdaya perairan.
Articles 260 Documents
EFEK SALINITAS RENDAH TERHADAP TINGKAT KERJA OSMOTIK DAN PERTUMBUHAN UDANG WINDU (Penaeus monodon Fab) Muslim Muslim
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 1, No 1 (2003): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v1i1.1653

Abstract

For a long time fish farmers used mangrove and marginal area of low salinity for tiger prawn (Penaeus monodon Fab) pond culture. The objective of this study was to know osmotic work level and growth of tiger prawn stocked in low salinity medium. Study carried out from may to July 2001 at the Aquaculture Laboratory, Department of Fishery, Fishery and Marine Science. Faculty, Diponegoro University Semarang. Study was performed with laboratory experiment, in which 4 salinity levels treatment and 3 replications were administered. The treatment was A (2%), B (6%), C (10%), and D (15%). Twelve buckets with the volume of 35 l each were used as the medium. Four tiger prawns with individual weight ranged from 2,48g to 2,60g were stocked in each of bucket. Osmotic work level growth of tiger prawns and water quality during the experiment were used as indicators the effect of different levels salinity. The result of study revealved that osmotic work level at the premolt phase in treatment A,B, C and D was 528.55, 528.41, 566.32, and 130.69mOsm/H2O respectively. At the molt phase, it was 786.33, 574.61,559,40 and 124.73 mOsm/l H2O respectively, and at the intermolt phase it was 528.93, 425.08, 330.35 and 127.25 mOsm/l H2O respectively. Growth of the prawn in the treatment A,B,C, and D was 0,30 , 0,47 , 0,48 , and 0,56 g respectively. The study recorded increasing osmotic work level and descreasing growth of tiger prawns along with decreasing salinity levels. Keywords : salinity, osmotic, growth, tiger prawn
STRUKTUR KOMUNITAS DAN KELIMPAHAN MAKROZOOBENTOS DI DANAU RANAU OKU SELATAN SUMATERA SELATAN Makri, Makri
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v13i1.2057

Abstract

Bentos adalah organisme yang hidup dipermukaan atau dalam substrat dasar perairan yang meliputi organisme nabati yang disebut fitobentos dan organisme hewani yang disebut zoobentos. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat Struktur Komunitas Makrozoobentos dan lingkungan perairan Danau Ranau. Stasiun penelitian dipilih berdasarkan perbedaan mikrohabitat seperti keberadaan outlet dan jenis pemanfaatan lahan di atas perairan. Yaitu  mewakili daerah permukiman, perkebunan, pertanian, hutan, dan outlet. Penelitian ini bersifat survei lapangan dilakukan di perairan Danau Ranau OKU Selatan, Sumatera-Selatan tahun 2015. Terdapat 7 stasiun penelitian yang diamati yaitu Muara Selabung, Dermaga PU, Pusri, Way Mezin, Lombok Lampung Selatan, Pulau Marisa dan Tanjung Teluk. Hewan ini sangat penting bagi ekosistem perairan karena kepekaan maupun ketidakpekaanya terhadap perubahan lingkungan. Sehingga hewan ini bisa dijadikan indikator baik buruknya kualitas lingkungan. Data kualitas air dianalis dengan Principle Component Analysis dan kelimpahan makrozoobenthos dianalisis dengan analisis kluster. komposisi makrozoobentos perairan Danau Ranau terdiri dari tiga filum, yaitu Annelida, Arthropoda dan Mollusca. Beardius dan Paratanytarsus dominan di Danau Ranau. Analisis kualitas air dengan analisis komponen utama pada parameter kualitas air terhadap struktur komunitas makrozoobentos menunjukkan adanya 4 kelompok stasiun, yaitu kelompok pertama terdiri dari Dermaga PU dan Pulau Marisa. Kelompok kedua terdiri dari Muara Silabung, Pusri, Lombok. Kelompok Ketiga terdiri dari Tanjung Teluk, dan  kelompok keempat terdiri dari Way Mezin. Kelompok pertama dicirikan oleh parameter kedalaman. Kelompok kedua dicirikan oleh parameter kecerahan. Kelompok ketiga dicirikan oleh parameter indeks keanekaragaman dan keseragaman, dan kelompok keempat dicirikan oleh parameter indeks dominanansi, suhu, pH, dan oksigen terlarut. Perbedaan tingkat kesuburan dan tekstur sedimen di masing-masing stasiun akan mempengaruhi keragaman makrozoobentos. Kata Kunci : Makrozoobentos, Struktur Komunitas, Danau Ranau
PERTUMBUHAN DAN KELANSUNGAN HIDUP IKAN PATIN SIAM (Pangasius hypophthalmus) TERHADAP SALINITAS YANG BERBEDA Wulan Andriyani; Sumantriyadi Sumantriyadi
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 12, No 1 (2017): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v12i1.1402

Abstract

Abstrak               Ikan Patin Siam (Pangasius hypophthalmus) adalah salah satu komoditi ikan air tawar introduksi dari Thailand yang pesat perkembangan budidayanya di Indonesia. Disamping pertumbuhannya cepat, ikan ini memiliki kemampuan beradaptasi yang tinggi terhadap kondisi perairan yang ekstrim seperti kandungan oksigen terlarut (Discolve oxygen) dan pH yang rendah.Indikasi keberhasilan budidaya ikan salah satunya adalah tercapainya pertumbuhan ikan yang cepat serta tingkat kelangsungan hidup yang tinggi. Dengan demikian produksi ikan pun akan tinggi. Untuk dapat mencapai hal tersebut, terdapat beberapa faktor yang perlu mendapat perhatian antara lain masalah penanganan kondisi lingkungan. Dalam hal ini faktor kualitas air, termasuk didalamnya salinitas.Penelitian ini dilaksanakan selama 30 hari pada bulan November – Desember 2015 di Kampus C Fakultas Perikanan Universitas PGRI Palembang. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri 5 taraf perlakuan dengan 3 kali ulangan.Perlakuan A (Salinitas 0 ppt), perlakuan B (salinitas 2 ppt), perlakuan C (salinitas 4 ppt), perlakuan D (salinitas 6 ppt), dan perlakuan E (salinitas 8 ppt). Hasil penelitian salinitas 4 ppt diperoleh berat tertinggi yaitu sebesar 2.78 g,sedangkan pada salinitas 2 ppt diperoleh panjang tertinggi yaitu sebesar 3.03 cm, berat dan panjang terendah terdapat pada perlakuan salinitas 8 ppt yaitu berat sebesar 1.57 g dan panjang sebesar 2.15 cm berbeda tidak nyata.Sedangkan untuk kelangsungan hidup tertinggi yaitu pada perlakuan salinitas 2 ppt sebesar 93,33%, dan untuk yang terendah pada perlakuan salinitas 8 ppt sebesar 20,00%. Nilai kualitas air tiap perlakuan yaitu suhu berkisar antara26 – 290C. Sedangkan pH 6,3 –7,4 untuk DO 3,22 – 4,01 dan Ammonia 0,14 –2,75.masih dalam batas toleransi untuk tumbuh dan berkembang Ikan Patin Siam.Kata Kunci  :   Ikan Patin Siam, Salinitas, Pertumbuhan, Kelangsungan Hidup.
BEBERAPA ASPEK BIOLOGI IKAN SIDAT (Anguilla spp.) DI SUNGAI KETAHUN, PROVINSI BENGKULU Samuel Samuel; Susilo Adjie
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 2, No 1 (2004): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v2i1.1664

Abstract

Study on some biological aspect of freshwater eel in the Ketahun river, Bengkulu Province was conducted in 1997. Four stations were set up by using purposive sampling method. The objective of this study was to obtain some information on biological aspect of freshwater eel such as length-weight relationships, characteristic of natural growth, condition factor, food habit and water quality. Results showed that there was definitely one species of sidat encounted in the Ketahun river i.e : Anguilla marmorata called “pelus kembang”. The characteristic of natural growth was isometric with b value of 2,32-3,43, and condition factor of 1,065-1,200. Based on their feeding habit, this freshwater eel (Anguilla marmorata) can be grouped in carnivorous fish. Water quality condition of the Ketahun river can still support freshwater ell’s life.Keywords: biological aspects, freshwater ell (Anguilla spp.), Ketahun river Bengkulu
RENCANA ZONASI KAWASAN KONSERVASI MANGROVE DI DESA SUNGAI DUALAP KECAMATAN KUALA BETARA KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT PROPINSI JAMBI Djunaidi Djunaidi; Rangga Bayu Kusuma Haris; Perdana Putra Kelana; Tyas Dita Pramesthy; Arumwati Arumwati
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 14, No 2 (2019): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v14i2.3465

Abstract

Keberadaan hutan mangrove di Desa Sungai Dualap memiliki potensi yang cukup besar mempunyai luas lebih kurang 450 ha dengan ketinggian tegakan 3-20 meter telah memberikan kontribusi kesuburan perairan laut Kecamatan Kuala Betara Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Keadaan ini telah menjadikan Desa Sungai Dualap sebagai salah satu sentra produksi perikanan (ikan, udang, kepiting bakau, kerang dan lain sebagainya) di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah potensi dan kondisi mangrove serta menyusun rencana zonasi kawasan konservasi mangrove di Desa Sungai Dualap Kecamatan Kuala Betara Kabupatan Tanjung Jabung Barat Propinsi Jambi. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah melakukan kajian terhadap potensi dan kondisi mangrove yang ada di sepanjang wilayah pesisir Desa Sungai Dualap dan tersusunnya zonasi kawasan konservasi mangrove dalam mendukung konservasi dan rehabilitasi kawasan hutan mangrove di Desa Sungai Dualap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rencana zonasi kawasan konservasi mangrove di Desa Sungai Dualap adalah seluas 601.49 ha yang terdiri dari zona inti dengan luas 432.35 ha, zona penyangga dengan luas 81.27 ha dan zona pemanfaatan/ekonomi seluas 87.87 ha. Jenis vegetasi mangrove yang ditemukan baik mangrove sejati maupun mangrove ikutan. Mangrove sejati meliputi jenis api-api (Avicennia marina), pidada (Sonneratia alba), bakau minyak (Rhizophora apiculata), bakau merah (Rhizophora stylos) nipah (Nypa fruticans), jeruju (Achantus ilicifolius), kalimuntung (Carbera mingas) dan lain sebagainya. Sedangkan mangrove ikutan yang dapat ditemui di sepanjang kawasan pesisir Desa Sungai Dualap seperti : nibung (Anchupermatrgillaria), paku laut (Agrostichum aereum), tuba laut (Derris trifoliate), pandan (Pandanus tectorius) dan seduduk (Melastomacandidum). Kata Kunci: Ekosistem, Mangrove, Zonasi, Konservasi
PEMANFAATAN SUMBERDAYA PERAIRAN RAWA LEBAK UNTUK PERIKANAN Sumantriyadi Sumantriyadi
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 9, No 1 (2014): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v9i1.344

Abstract

Perairan umum adalah suatu genangan air yang relatif luas yang dimiliki dan dikuasai oleh negara serta dimanfaatkan untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat. Dengan luas perairan umum di Indonesia sekitar 13,28 juta ha di Indonesia yang meliputi 4.167 juta ha lebak dangkal; 6.075 juta ha lebak tengahan dan 3,038 juta ha lebak dalam serta tersebar di Pulau Sumatera , Papua dan Kalimantan (Muthmainnah, 2011).  Parameter Fisika yang mempengaruhi perairan rawa biasanya meliputi suhu, kekeruhan, sedangkan factor kimia yang mempengaruhi derajat keasaman, alkalinitas, oksigen terlarut.  Jenis –jenis ikan yang dapat hidup pada perairan rawa banjiran meliputi ikan Gabus, Ikan Toman, Ikan Sepat Siam, Ikan Tembakang, Ikan Bujuk, Ikan Betok.  Ikan-ikan ini tergolong jenis ikan black fish (ikan hitam).Kata Kunci: budidaya ikan, lebak, pemanfaatan, rawa
SEBARAN DAERAH PENANGKAPAN ALAT TANGKAP SONDONG DI SELAT RUPAT PERAIRAN KOTA DUMAI Deni Sarianto; Suci Asrina Ikhsan; Rangga bayu Kusuma Haris; Djunaidi Djunaidi
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 14, No 1 (2019): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v14i1.3363

Abstract

Selat Rupat merupakan selat perairan penghubung transportasi dari kota Dumai ke pulau Rupat. Aktifitas kapal transportasi yang menggunakan Selat Rupat membuat aktivitaspenangkapan ikan terganggu. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi sumberdaya ikan dengan alat tangkap sondong dan mengkaji sebaran daerah penangkapan ikan dengan alat tangkap Sondong di perairan Kota Dumai. Hasil penelitian menunjukkan hasil tangkapan utama sondong berupa Udang putih (Pennaeus sp) dan  udang merah (Panaeus monodon). Penangkapan  ikan dengan sondong hanya terdapat di kecamatan Sungai Sembilan yaitu pada perairan Tanjung Ketam, Tanjung Bakau Tua sampai tanjung Senapies. Kegiatan dilakukan pada saatair bergerak pasang dan pada saat air bergerak surut dengan kedalaman perairan 1.5 meter sampai 4 meter. Perairan Selat Rupat sudah tidak berpotensial sebagai daerah penangkapan ikan terutama untuk daerah penangkapan sondong dimana perairan ini telah banyak beralih fungsi menjadi tempat berlabuh kapal-kapal niaga. Kata Kunci: Selat Rupat, Sondong, Daerah Penangkapan Ikan
MEMBANGUN PERIKANAN PERAIRAN UMUM BERBASIS KEARIFAN LOKAL M. Nasyiruddin Arsyad; Elok Ilunanwati; Akbar Saefudin
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 1, No 1 (2003): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v1i1.1656

Abstract

Environment degradation and irrational fishing pushed the riverine fisheries resources in South Sumatra in critical condition. Eventhough government rules on fishing activity was established, it was not supported by law supermation in the field. On the other hand, water resources management called lelang lebak lebung has been established and practiced by the local people. This study tried up to describe and analyze the local knowledge on water resources management and suggested some alternatives to its development.Keywords : riverin fisheries, government rules, local people, local knowledge
ANALISIS TINGKAT KEUNTUNGAN DAN TITIK IMPAS USAHA PEMBUATAN IKAN LAIS SALAI DI DESA TANAH ABANG KECAMATAN BATANG HARI LEKO KABUPATEN MUSI BANYUASIN Reshi Wahyuni; Fitra Mulia Jaya; Nurlaili F. Gultom
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v13i1.2062

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah : 1) Mendeskripsikan teknik pengolahan ikan lais salai 2).Menganalisis tingkat keuntungan usaha pengolahan ikan lais salai. 3) Menganalisis titik impas usaha pengolahan ikan lais salai di Desa Tanah Abang Kecamatan Batanghari Leko Kabupaten Musi Banyuasin. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Tanah Abang Kecamatan Batanghari Leko KabupatenMusi Banyuasin.Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September sampai Oktober 2017. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus, dengan meneliti secara mendalam pengrajin ikan lais salai sebagai satuan kasus.Metode penarikan contoh dalam penelitian ini adalah metode sensus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan usaha pengolahan ikan salai per periode adalah sebesar  Rp. 6.367.740 dengan RC ratio sebesar 2,06. RC ratio pada usaha pengolahan ikan lais salai mempunyai nilai yang lebih besar dari satu. Hal ini berarti bahwa usaha pengolahan ikan lais salai menguntungkan. Usaha pengolahan ikan lais salai mengalami break even point atau berada pada titik impas yaitu tidak mendapatkan keuntungan dan tidak menderita kerugian jika penerimaan yang diperoleh sebesar Rp. 1.013.269,23          / periode produksi, produksi 6,34 kg /periode produksiatau harga jual sebesar  Rp. 72.721,60 /kg. Kata Kunci  :         Ikan Lais, Salai, Tingkat keuntungan, Titik impas
PENGARUH PEMBERIAN HASIL FERMENTASI DEDAKDENGANRAGI ROTI TERHADAP PARAMETER FISIKA DAN KIMIA AIR SERTA PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGANHIDUP BENIH IKAN LELE SANGKURIANG (Clarias sp) Sujaka Nugraha
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 12, No 2 (2017): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v12i2.1428

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian hasil dari fermentasi dedak dengan ragi roti ke media air pemeliharaan terhadap parameter fisika dan kimia air serta pertumbuhan dan kelangsungan hidupikan lele sangkuriang (Clarias sp). Kegiatan penelitian dilaksanakan 5 Januari 2016 s/d 10 Februari 2016 di Kampus C, Universitas PGRI Palembang, Sematang Borang, Palembang. Hasil analisa proksimat dedak yang belum di fermentasi menunjukan karbohidrat 11,06 %, protein 5,68 %, kadar air 6,85 %, kadar abu 13,44 %, dan lemak 0,82 %. Dan dedak sudah di fermentasi menunjukan karbohidrat 10,54 %, protein 6,48 %, kadar air 64,94 %, kadar abu 4,91 %, dan lemak 0,60 %. Suhu air selama penelitian yaitu 27-29OC, pH berkisar antara 7,8-8,6, DO berkisar 1,57-3,90 mg/L, dan amonia berkisar antara 0,00-1,04 mg/L. Hasil uji BNT pada taraf uji 5%, perlakuan F2 yang terbaik (2,11cm) dilanjutkan F3 (2,08cm) memberikan pertumbuhan panjang yang terbaik, dari F0 (1,32 cm) dan F1 (1,55cm). Hasil uji BNT pada taraf uji 1%, pertumbuhan berat benih ikan lele sangkuriang (Clarias sp) tertinggi dengan perlakuan F3 (1,44gram) dari F0 (0,67gram), F1 (0,8 gram), dan F2 (1,03 gram). Tingkat kelangsungan hidup ikan lele sangkuriang (Clarias sp)setiap perlakuan yaitu F0 (53,33%), F1 (65,33%), F2 (53,33%), dan F3 (62,67%).  Kata Kunci : Ikan Lele Sangkuriang, Fermentasi, Pertumbuhan.

Page 10 of 26 | Total Record : 260


Filter by Year

2003 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 20 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 19 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 19 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 18 No. 2 (2023): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 18 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 17 No. 2 (2022): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 17, No 1 (2022): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 16, No 2 (2021): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 16, No 1 (2021): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 15, No 2 (2020): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 15, No 1 (2020): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 14, No 2 (2019): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 14, No 2 (2019): Jurnal Ilmu - Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 14, No 1 (2019): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 14, No 1 (2019): Jurnal Ilmu - Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 13, No 2 (2018): Jurnal Ilmu - Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 13, No 2 (2018): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Ilmu - Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Ilmu - Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 12, No 2 (2017) Vol 12, No 2 (2017): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 12, No 2 (2017) Vol 12, No 1 (2017): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 12, No 1 (2017) Vol 9, No 1 (2014): JURNAL ILMU - ILMU PERIKANAN DAN BUDIDAYA VOL. 9 NO.1 DESEMBER 2014 Vol 9, No 1 (2014): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 6, No 1 (2011): Jurnal Ilmu - ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Desember 2011 Vol 6, No 1 (2011): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan JURNAL ILMU PERIKANAN VOLUME 6 TH 2011 Vol 2, No 1 (2004): Jurnal Ilmu - ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Juni 2004 Vol 2, No 1 (2004): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 1, No 1 (2003): Jurnal Ilmu - ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Desember 2003 Vol 1, No 1 (2003): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan More Issue