cover
Contact Name
Rangga Bayu Kusuma Haris
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
perikanan.pgri@gmail.com
Editorial Address
9 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30116
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmu-Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
ISSN : 16936442     EISSN : 26204622     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Ilmu-Ilmu Perikanan dan Budidaya Perikanan ber ISSN 1693-6442 diterbitkan oleh Jurnal Fakultas Perikanan Universitas PGRI Palembang dengan focus bidang Perikanan, Budidaya Perikanan, pengolahan hasil perikanan dan sumberdaya perairan.
Articles 260 Documents
Kinerja Reproduksi Dan Produksi Benih Ikan Bandeng (Chanos chanos) Yang Diproduksi Oleh Pembenihan Di Bali Utara Wahyu, Wahyu; Diah Ayu Satyari Utami; Sofian, Sofian; Sahroni, Sahroni; I Gede Aris Suarsana
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 19 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v19i2.16556

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja reproduksi dan produksi benih ikan bandeng (Chanos chanos) yang produksi oleh unit pembenihan di Bali Utara. Penelitian ini dilakukan di beberapa unit pembenihan ikan bandeng di Desa Penyabang dan Desa Gerogak, Kecamatan Gerogak, Bali Utara. Parameter yang diamati meliputi kriteria induk, derajat pembuahan, derajat penetasan, kualitas air, perkembangan larva, dan kinerja produksi. Kinerja perkembangan larva dan produksi diamati hingga hari ke-21 pemeliharaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa induk yang digunakan oleh usaha pembenihan di Bali Utara memiliki kualitas yang memenuhi Standar Nasional Indonesia. Performa reproduksi yang dicapai adalah 89,3% untuk derajat pembuahan dan 91,8% untuk derajat penetasan. Performa produksi pada usaha pembenihan ikan bandeng menunjukkan nilai sintasan 93,4%, dengan panjang akhir antara 1,3-1,4 cm, dan berat akhir antara 0,12-0,13 gr. Hasil ini menunjukkan bahwa unit pembenihan ikan bandeng di Bali Utara mempunyai kinerja reproduksi dan produksi yang baik.   This study aimed to evaluate the reproductive and production performances of milkfish (Chanos chanos) fry produced by hatcheries in North Bali. This study was conducted in several hatchery units producing milkfish fry in Penyabang and Gerogak village, Gerogak District, North Bali. Parameters observed included broodstock criteria, fertilization rate, hatching rate, water quality, larval development, and production performances. Larval development and production performances were followed up to 21 days of rearing. The results of the study showed that the broodstock used by hatcheries in North Bali had a quality that complied with Indonesian quality standards. The reproductive performance achieved was 89.3% for egg fertilization and 91,8% for hatching rates. The production performances in milkfish hatcheries showed a survival rate of 93,4%, with a final length between 1,3-1,4 cm, and a final weight between 0,12-0,13 g. These results indicate that the milkfish hatchery units in North Bali has good reproductive and production performance.
Analisis Pendapatan dan Efisiensi Usaha Produk Olahan Udang di Desa Sungsang, Kecamatan Banyuasin II. Studi Kasus : Pempek, Botor, dan Kerupuk Udang Harliani, Desliana Opie; Fitra Mulia Jaya; Tiara Santeri; Ragil Susilowati; Santi Mayasari; Panesa, Panesa
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 19 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v19i2.17108

Abstract

Desa Sungsang, Kecamatan Banyuasin II, memanfaatkan potensi maritim dengan hasil tangkapan laut melimpah sebagai sumber utama pendapatan. Penelitian ini menganalisis pendapatan dan efisiensi usaha pengolahan udang, meliputi pempek, botor, dan kerupuk udang. Metode yang digunakan adalah survei dengan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan literatur. Hasil analisis menunjukkan bahwa usaha pengolahan pempek udang memiliki nilai R/C ratio sebesar 1,28, sedangkan botor dan kerupuk udang masing-masing memiliki nilai R/C ratio sebesar 1,89. Nilai tersebut menunjukkan bahwa usaha ini efisien dan layak untuk dikembangkan karena setiap pengeluaran sebesar 1 rupiah mampu menghasilkan pendapatan lebih dari 1 rupiah. Pendapatan rata-rata per produksi adalah Rp.179.026,70 untuk pempek, Rp.495.172,13 untuk botor, dan Rp.642.116,77 untuk kerupuk, dengan biaya total masing-masing sebesar Rp.630.306,63, Rp.558.161,20, dan Rp.717.883,23 Berdasarkan hasil penelitian, usaha pengolahan udang di Desa Sungsang terbukti layak secara finansial dan memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut.   Sungsang Village, located in Banyuasin II District, leverages its abundant marine resources as the primary source of income. This study analyzes the income and efficiency of shrimp-based processing businesses, including pempek, botor, and shrimp crackers. The research utilizes a survey method with purposive sampling techniques. Data were collected through observations, interviews, and literature reviews. The analysis results show that the R/C ratio for pempek is 1.28, while for botor and shrimp crackers, it is 1.89. These values indicate that the businesses are efficient and feasible for further development, as every expenditure of 1 rupiah generates revenue exceeding 1 rupiah. The average income per production cycle is IDR 179,026.70 for pempek, IDR 495,172.13 for botor, and IDR 642,116.77 for shrimp crackers, with total production costs amounting to IDR 630,306.63, IDR 558,161.20, and IDR 717,883.23, respectively. Based on the findings, shrimp processing businesses in Sungsang Village are financially viable and hold significant potential for further development. 
Effect of Sodium Butyrate Supplementation in Growth Performance of Nile Tilapia (Oreochromis sp.) Nurul Fatimah; Huda Verdian, Aldi; Rio Yudufi Subhan; Linuwih Aluh Prastiti; Arif Faisal Siburian
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 19 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v19i2.17172

Abstract

Cultivation of Nile tilapia (Oreochromis sp.) often encounters challenges, particularly in intensive farming systems, where low feed efficiency adversely affects growth performance. Therefore, solutions to enhance both growth and feed efficiency are required. One promising approach is the supplementation of butyric acid in feed. The benefits of butyric acid supplementation on growth performance and gut health in mammals and poultry have been well-documented. However, information on its effects on Nile tilapia remains limited. This study aimed to evaluate the effects and determine the optimal dose of a microencapsulated sodium butyrate (30%) product on the production performance of Nile tilapia. The experiment was conducted over 75 days to assess production performance parameters. Feeding was carried out three times daily at 3-5% of body weight per day with commercial feed containing 25-30% protein. Sodium butyrate (30%) was added to the feed in the treatment ponds at doses of 0% (0 g/kg feed), 0.1% (1 g/kg feed), 0.2% (2 g/kg feed), and 0.3% (3 g/kg feed), with additional oil used as a binder. The results showed that supplementation of 30% sodium butyrate to the feed improved the growth performance of Nile tilapia, with the best results observed at a dose of 2 g/kg feed.   Budidaya ikan nila (Oreochromis sp.) kerap menghadapi tantangan, terutama dalam sistem pemeliharaan intensif, di mana efisiensi pakan yang rendah berdampak negatif pada pertumbuhan ikan. Oleh karena itu, diperlukan solusi untuk meningkatkan pertumbuhan dan efisiensi pakan. Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan adalah suplementasi asam butirat dalam pakan. Manfaat suplementasi asam butirat terhadap kinerja pertumbuhan dan kesehatan saluran pencernaan pada mamalia dan unggas telah banyak dilaporkan. Namun, informasi mengenai efeknya pada ikan nila masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek dan menentukan dosis optimal produk sodium butirat mikroenkapsulasi (30%) terhadap kinerja pertumbuhan ikan nila. Percobaan dilakukan selama 75 hari untuk mengukur parameter kinerja produksi. Pakan diberikan tiga kali sehari sebanyak 3-5% dari bobot tubuh per hari menggunakan pakan komersial dengan kandungan protein 25-30%. Sodium butirat (30%) ditambahkan ke pakan pada kolam perlakuan dengan dosis 0% (0 g/kg pakan), 0,1% (1 g/kg pakan), 0,2% (2 g/kg pakan), dan 0,3% (3 g/kg pakan), dengan tambahan minyak sebagai perekat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi sodium butirat (30%) dalam pakan meningkatkan kinerja pertumbuhan ikan nila, dengan hasil terbaik diperoleh pada dosis 2 g/kg pakan.
Karakteristik Morfometrik dan Meristik Ikan Putak Notopterus notopterus Di Tiga Kabupaten Sumatera Selatan Mahmud Bimo Seno; Mulyani, Rahma; Indah Anggraini Yusanti; Humairani
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 19 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v19i2.17769

Abstract

Perbedaan kondisi lingkungan tempat hidup ikan putak Notopterus notopterus dapat mempengaruhi distribusi dan variasi morfologi ikan. Tujuan penelitian untuk mengetahui karakteristik morfometrik, meristik dan nisbah kelain Ikan putak di Sumatera Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei yang bersifat deskriptif dengan menggunakan Ikan putak sebagai objek penelitian. Pengambilan sampel ikan putak dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling pada 3 stasiun tempat pengambilan sampel, yaitu stasiun 1 penampungan ikan putak yang ada di desa Epil Kabupaten Musi Banyuasin, Stasiun 2 terletak di BBI Sukarela Kabupaten Banyuasin, dan Stasiun 3 tengkulak ikan putak yang terletak di Sianjur 3 Kota Palembang. Sampel yang diperoleh diamati mengunakan acuan penelitian terdahulu dan diolah dengan analisis sederhana hasil penelitian menunjukkan bahwa dari ketiga stasiun tersebut, ada 11 karakter yang sama yang menunjukkan status alometrik positif, yaitu lebar kepala (HW), jarak antara sirip anal dan perut (PEFL), panjang sirip punggung (DFL), lebar sirip dubur bagian atas (NAFL), lebar sirip punggung (NPF), kedalaman kepala (HD), lebar sirip dubur (AFW), tinggi badan (BD), jarak linea lateralis ke tubuh bagian bawah (DLB), jarak linea lateralis bagian atas (DLU), dan lebar tulang sirip punggung (DSW). Disamping itu 3 stasiun tersebut ada 3 karakter yang dengan status hubungan kuat, yaitu panjang standar (SL), panjang sirip punggung (DFL), dan lebar sirip punggung (NPF). Berdasarkan data tersebut pada stasiun 1 dan 3 menunjukkan perbandingan jenis kelamin didominasi oleh ikan putak jantan sehingga dapat dikatakan populasi ikan putak di stasiun 1 dan 3 tidak ideal. Differences in environmental conditions where the Notopterus notopterus fish live can influence the distribution and variation in fish morphology. The aim of the research was to determine the morphometric characteristics, meristics and diversity ratios of knife fish in South Sumatra. The method used in this research is a descriptive survey method using knife fish as the research object. Sampling of knife fish was carried out using the purposive sampling method at 3 stations where samples were taken, namely station 1, the knife fish shelter in Epil village, Musi Banyuasin Regency, Station 2 located at BBI Sukarela Banyuasin Regency, and Station 3, the knife fish middleman located at Sianjur 3 Palembang City. The samples obtained were observed using previous research references and processed with simple analysis. The research results showed that from the third station, there were the same 11 characters that indicated positive allometric status, namely head width (HW), distance between anal and pelvic fins (PEFL), dorsal fin length (DFL), upper anal fin width (NAFL), dorsal fin width (NPF), head depth (HD), anal fin width (AFW), body height (BD), distance of linea lateralis to lower body ( DLB), distance to the lateral line upper (DLU), and dorsal fin width (DSW). Beside these 3 stations, there are 3 characters with strong relationship status, namely standard length (SL), dorsal fin length (DFL), and dorsal fin width (NPF). Based on this data, stations 1 and 3 show that the sex ratio is dominated by male putak fish, so it can be said that the knife fish population at stations 1 and 3 is not ideal.
Keanekaragaman Hasil Tangkapan Jaring Insang Dasar (Bottom Gill Net) yang Didaratkan Di Perairan Nipah Panjang II Kabupaten Tanjung Jabung Timur Ibadillah, Sultonu; Lisna, Lisna; Wulandari, Wulandari; Nelwida, Nelwida; Heltria, Septy; Darmawi, Darlim
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 19 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v19i2.16219

Abstract

Jaring insang dasar (bottom gill net) ialah jaring yang berbentuk lembaran persegi panjang dengan mata jaring yang sama. Jaring insang ini dioperasikan dengan cara hanyut di dasar perairan atau di pertengahan perairan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman hasil tangkapan jaring insang dasar (bottom gill net) 4,5 inchi yang didaratkan di perairan Nipah Panjang II, Tanjung Jabung Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sensus dengan responden sebanyak 7 nelayan dan dilakukan pengulangan sebanyak 7 kali pada setiap nelayan. Data yang dihimpun dalam penelitian ini adalah jumlah total hasil tangkapan yang didaratkan, berat ikan dan jenis ikan untuk menganalisis komposisi hasil tangkapan, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman, dan indeks dominansi serta parameter lingkungan yang diamati meliputi suhu, pH dan salinitas. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa terdapat sebanyak 862 ekor dengan komposisi terdiri dari 5 spesies yaitu ikan senangin (Eleutheronema tetradactylum), ikan kurau (Trachycep halus), ikan hiu (Selachimorpha sp), ikan malung (Gnathopis nystromi) dan ikan pari (Myliobatoidei sp). Jenis ikan yang paling banyak tertangkap adalah ikan senangin (E. tetradactylum) yaitu dengan jumlah 394 ekor dan ikan yang paling sedikit adalah ikan hiu (Selachimorpha sp) yaitu dengan jumlah 12 ekor. Indeks keanekaragaman bernilai 1,3 (sedang), indeks keseragaman bernilai 0,82 (tinggi) dan indeks dominasi sebesar 0,3 (rendah).The bottom gill net is a net in the form of a rectangular sheet with the same mesh. This gill net is operated by drifting on the bottom of the water or in the middle of the water. The aim of this research was to determine the diversity of catches from 4.5 inchs bottom gill nets landed in the waters of Nipah Panjang II, East Tanjung Jabung. The method used in this research was the census method with 7 fishermen as respondents and repeated 7 times for each fisherman. The data collected in this research is the total number of catches landed, weight of fish and types of fish to analyze the composition of the catch, diversity index, uniformity index and dominance index as well as environmental parameters observed including temperature, pH and salinity. The results of the research showed that there were 862 fish with a composition consisting of 5 species, namely gladin fish (Eleutheronema tetradactylum), kurau fish (Trachycep halus), shark (Selachimorpha sp), Malung fish (Gnathopis nystromi) and stingrays (Myliobatoidei sp). The type of fish that was caught the most was the sengin fish (E. tetradactylum), with a total of 394 fish, and the fish with the fewest was the shark (Selachimorpha sp), with a total of 12 fish. The diversity index is 1.3 (medium), the uniformity index is 0.82 (high) and the dominance index is 0.3 (low).
Analisis Pendapatan dan Efisiensi Usaha Produk Olahan Udang di Desa Sungsang, Kecamatan Banyuasin II. Studi Kasus : Pempek, Botor, dan Kerupuk Udang Harliani, Desliana Opie; Fitra Mulia Jaya; Tiara Santeri; Ragil Susilowati; Santi Mayasari; Panesa, Panesa
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 19 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v19i2.17108

Abstract

Desa Sungsang, Kecamatan Banyuasin II, memanfaatkan potensi maritim dengan hasil tangkapan laut melimpah sebagai sumber utama pendapatan. Penelitian ini menganalisis pendapatan dan efisiensi usaha pengolahan udang, meliputi pempek, botor, dan kerupuk udang. Metode yang digunakan adalah survei dengan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan literatur. Hasil analisis menunjukkan bahwa usaha pengolahan pempek udang memiliki nilai R/C ratio sebesar 1,28, sedangkan botor dan kerupuk udang masing-masing memiliki nilai R/C ratio sebesar 1,89. Nilai tersebut menunjukkan bahwa usaha ini efisien dan layak untuk dikembangkan karena setiap pengeluaran sebesar 1 rupiah mampu menghasilkan pendapatan lebih dari 1 rupiah. Pendapatan rata-rata per produksi adalah Rp.179.026,70 untuk pempek, Rp.495.172,13 untuk botor, dan Rp.642.116,77 untuk kerupuk, dengan biaya total masing-masing sebesar Rp.630.306,63, Rp.558.161,20, dan Rp.717.883,23 Berdasarkan hasil penelitian, usaha pengolahan udang di Desa Sungsang terbukti layak secara finansial dan memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut.   Sungsang Village, located in Banyuasin II District, leverages its abundant marine resources as the primary source of income. This study analyzes the income and efficiency of shrimp-based processing businesses, including pempek, botor, and shrimp crackers. The research utilizes a survey method with purposive sampling techniques. Data were collected through observations, interviews, and literature reviews. The analysis results show that the R/C ratio for pempek is 1.28, while for botor and shrimp crackers, it is 1.89. These values indicate that the businesses are efficient and feasible for further development, as every expenditure of 1 rupiah generates revenue exceeding 1 rupiah. The average income per production cycle is IDR 179,026.70 for pempek, IDR 495,172.13 for botor, and IDR 642,116.77 for shrimp crackers, with total production costs amounting to IDR 630,306.63, IDR 558,161.20, and IDR 717,883.23, respectively. Based on the findings, shrimp processing businesses in Sungsang Village are financially viable and hold significant potential for further development. 
Teknik Budidaya Ikan Lele Menggunakan Sistem Akuaponik dalam galon (AKUDALON) Humairani, Humairani; Mulyani, Rahma; Sujaka Nugraha; Lia Perwita Sari
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 20 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/4752aa19

Abstract

Budidaya ikan lele menggunakan akuaponik dalam galon (akudalon) ini mengadaptasi teknik budidaya akuaponik yaitu budidaya sayuran menggunakan air. Akudalon ini dapat memanfaatkan galon bekas sekali pakai dan dapat dilakukan di lahan yang sempit dengan menggunakan air yang tidak terlalu banyak. Akudalon ini dapat menjadi solusi potensial bagi masyarakat untuk mencukupi kebutuhan gizi dengan cara membudidayakan ikan lele di dalam galon sekaligus budidaya sayur. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk mengetahui teknik budidaya ikan lele menggunakan sistem akudalon. Penelitian teknik budidaya ikan lele menggunakan sistem akudalon ini dilaksanakan selama 2 bulan dengan menggunakan benih ikan lele yang berukuran 6-7 cm. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan menggunakan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan yaitu akudalon ikan lele (Kontrol), akudalon ikan lele menggunakan sayur kangkung (P1), akudalon ikan lele menggunakan sayur bayam Brazil (P2), dan akudalon ikan lele menggunakan sayur bayam (P3). Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah tingkat kelangsungan hidup (TKH), laju pertumbuhan spesifik (LPS), dan kualitas air. Teknik budidaya ikan lele menggunakan akudalon dengan menggunakan sayuran kangkung memiliki hasil terbaik yaitu TKH tertinggi sebesar 95,56%, LPS sebesar 3,74% bobot tubuh/hari dan pemanenan sayuran kangkung dapat dilakukan setiap 28 hari. The cultivation of catfish using aquaponics in a gallon (akudalon) adapts the aquaponics cultivation technique, which involves growing vegetables using water. This akudalon can utilize single-use empty gallons and can be done in narrow spaces with minimal water usage. The akudalon can become a potential solution for communities to meet nutritional needs by cultivating catfish in a gallon while also growing vegetables. Therefore, the researchers are interested in understanding the technique of cultivating catfish using the akudalon system. This research on catfish cultivation techniques using the aquaponics system was conducted for 2 months using catfish seeds measuring 6-7 cm. The method used is a Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments and 3 repetitions, namely aquaponics for catfish (Control), aquaponics for catfish using water spinach (P1), aquaponics for catfish using Brazilian spinach (P2), and aquaponics for catfish using spinach (P3). The parameters observed in this study were survival rate (SR), specific growth rate (SGR), and water quality. The catfish cultivation technique using aquaponics with water spinach showed the best results, with the highest SR of 95.56%, SGR of 3.74% body weight/day, and harvesting of water spinach can be done every 28 days.
Analisis Jumlah Perahu Tempel Motor Dan Nelayan Terhadap Produksi Perikanan Tangkap Di Sumatera Selatan Laksmi Utpalasari, Rih; Riya Liuhartana; Indah Anggraini Yusanti; Sofian, Sofian; Setiawan, Marisa Ramadhani
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 20 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/xra3wz23

Abstract

Potensi perikanan tangkap laut belum dimanfaatkan secara optimal di Sumatera Selatan. Nelayan sebagai tenaga kerja usia produktif di wilayah pesisir merupakan subjek pengelolaan sumber daya perairan setempat selain perahu motor tempel yang merupakan salah satu elemen utama dalam meningkatkan produktivitas nelayan. Penelitian menggunakan data deret waktu, yaitu jumlah perahu motor tempel, nelayan, dan ikan yang ditangkap selama  tahun 2013 dan 2022. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui  jumlah perahu motor tempel dan nelayan dalam mempengaruhi jumlah ikan yang ditangkap. Metode kualitatif dan kuantitatif digunakan dalam analisis data. R2 = 0,032 menunjukkan bahwa jumlah perahu motor tempel dan nelayan memiliki pengaruh yang sangat kecil terhadap jumlah ikan yang ditangkap. Nilai signifikansi F adalah 0,891 > 0,05, yang menunjukkan bahwa produksi ikan tidak dipengaruhi oleh jumlah perahu motor tempel dan nelayan. Jumlah perahu motor tempel dan nelayan tidak secara independen mempengaruhi hasil tangkapan ikan, berdasarkan nilai signifikansi t sebesar 0,976 > 0,05 dan 0,677 > 0,05. Jumlah nelayan dan perahu motor tempel tidak berpengaruh terhadap produksi dikarenakan musim penangkapan ikan, cuaca, peraturan pemerintah, dan karakteristik tradisional nelayan serta secara teknis belum  menggunakan teknologi penangkapan modern.   The potential of marine capture fisheries has not been optimally utilized in South Sumatra. Fishermen as productive age workers in coastal areas are the subject of local water resource management in addition to outboard motor boats which are one of the main elements in increasing fishermen's productivity. The study uses time series data, namely the number of outboard motor boats, fishermen, and fish caught during 2013 and 2022. The purpose of the study was to find out the number of outboard motorboats and fishermen in influencing the number of fish caught. Qualitative and quantitative methods are used in data analysis. R2 = 0.032 indicates that the number of outboard motor boats and fishermen has a very small influence on the number of fish caught. The significance value of F was 0.891 > 0.05, which indicates that fish production was not affected by the number of outboard motor boats and fishermen. The number of outboard motorboats and fishermen did not independently affect the fish catch, based on the significance values of t of 0.976 > 0.05 and 0.677 > 0.05. The number of fishermen and outboard motorboats has no effect on production due to fishing seasons, weather, government regulations, and traditional characteristics of fishermen and technically do not use modern fishing technology.
Analisis Pemasaran Dan Profitabilitas Pedagang  Ikan Cupang   (Betta splendens) Di Kota Palembang Yedi Wihardi; Dyah Paramitha Mentari; Leni Maryani; Rico, Rico
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 20 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/vk9z2x50

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pemasaran dan profitabilitas pedagang ikan cupang (Betta splendens) di Kota Palembang. Dalam penelitian ini penulis melakukan penelitian pada 15 penjual ikan cupang di wilayah Kota Palembang. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian studi pendekatan deskriptif. Adapun pada penelitian ini objek penelitian adalah Pedagang Ikan Cupang di Kota Palembang. Dalam penelitian ini, subjek penelitian atau informan terdiri dari 15 orang pedagang ikan cupang di Kota Palembang. Sumber data penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Uji keabsahan data dalam penelitian kualitatif terdiri dari uji kredibilitas data, uji transferability, uji dependability, dan uji confirmability. Analisis data dalam penelitian ini , yaitu: data reduction data display, dan conclusion drawing/verification. Hasil penelitian ini adalah strategi pemasaran yang digunakan pedagang ikan cupang di Kota Palembang sudah tepat. pedagang ikan cupang di Kota Palembang telah berhasil mengimplementasikan strategi yang komprehensif dan efektif dalam meningkatkan volume penjualannya.   The purpose of this study is to analyze the marketing and profitability of betta fish (Betta splendens) traders in Palembang City. In this study, the author conducted research on 15 betta fish sellers in the Palembang City area. The research method used is a qualitative method. This study falls under the category of descriptive approach research. The research object in this study is betta fish traders in Palembang City. The research subjects or informants consist of 15 betta fish traders in Palembang City. The data sources for this study are primary data and secondary data. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. The data validity tests in this qualitative research consist of credibility, transferability, dependability, and confirmability tests. The data analysis in this study includes data reduction, data display, and conclusion drawing/verification. The results of this study show that the marketing strategies used by betta fish traders in Palembang City are appropriate. Betta fish traders in Palembang City have successfully implemented comprehensive and effective strategies to increase their sales volume.
Performa Pertumbuhan dan Sintasan Lobster Air Tawar (Cherax quadricarinatus) Menggunakan Perendaman Cacahan Batang Pisang Kepok (Musa ballbisiana) melinda, Dina; Indah Anggraini Yusanti; Rahma Mulyani
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 19 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v19i2.19623

Abstract

Proses moulting berjalan dengan baik diperlukan yakni suplemen tambahan agar dapat membantu terjadinya  pada saat proses terjadinya moulting. Salah satu bahan alternatif yang diduga dapat dimanfaatkan adalah cacahan batang pisang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui performa pertumbuhan, kelangsungan hidup, FCR dan kualitas air selama penelitian serta mengetahui lama perlakuan perendaman cacahan batang pisang tertinggi dalam pemeliharaan lobster air tawar. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 taraf perlakuan dengan 3 kali ulangan dengan konsentrasi 5 g/l. pada perlakuan P0: Kontrol, P1: Perendaman Cacahan batang pisang pergantian 3 hari sekali, P2: Perendaman Cacahan batang pisang pergantian 7 hari sekali, P3: Perendaman Cacahan batang pisang tanpa pergantian. Data Parameter pertumbuhan, kelangsungan hidup dan FCR dianalisis dengan SPSS versi 16.0 dengan analisis ragam (ANOVA) pada selang kepercayaan 95%. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman cacahan batang pisang dengan konsentrasi 5 gram/liter berpengaruh terhadap pertumbuhan berat, pertumbuhan panjang, rasio konversi pakan dan kelangsungan hidup lobster air tawar. 2. Hasil lama Perendeman yang tertinggi selama penelitian yaitu pada pelakuan P3 perendaman cacahan batang pisang tanpa pergantian dengan konsentrasi 5 gram/liter. Menghasilkan pertumbuhan berat mutlak sebesar 2,61 gr, pertumbuhan panjang mutlak sebesar 3,11 cm, rasio konversi pakan sebesar 1,70, dan tingkat kelangsungan hidup 100.00%.The moulting process in crayfish is running well, namely additional supplements are needed to help the process of moulting. One alternative material that is thought to be able to be used is shredded banana stems. The purpose of this study was to determine the growth performance, survival, FCR and water quality during the study and to determine the duration of the highest banana stem immersion treatment in crayfish maintenance. The research method used a Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatment levels with 3 replications with a concentration of 5 g / l. in treatment P0: Control, P1: Soaking Banana Stem Shreds every 3 days, P2: Soaking Banana Stem Shreds every 7 days, P3: Soaking Banana Stem Shreds without replacement. Data on growth parameters, survival and FCR were analyzed using SPSS version 16.0 with analysis of variance (ANOVA) at a 95% confidence interval. Based on the results of the study, it showed that soaking banana stem shreds with a concentration of 5 grams/liter affected weight growth, length growth, feed conversion ratio and survival of crayfishs. 2. The highest soaking time results during the study were in the P3 treatment of soaking banana stem shreds without replacement with a concentration of 5 grams/liter. Producing an absolute weight growth of 2.61 grams, an absolute length growth of 3.11 cm, a feed conversion ratio of 1.70, and a survival rate of 100.00%. 

Filter by Year

2003 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 20 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 19 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 19 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 18 No. 2 (2023): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 18 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 17 No. 2 (2022): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 17, No 1 (2022): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 16, No 2 (2021): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 16, No 1 (2021): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 15, No 2 (2020): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 15, No 1 (2020): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 14, No 2 (2019): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 14, No 2 (2019): Jurnal Ilmu - Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 14, No 1 (2019): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 14, No 1 (2019): Jurnal Ilmu - Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 13, No 2 (2018): Jurnal Ilmu - Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 13, No 2 (2018): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Ilmu - Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Ilmu - Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 12, No 2 (2017) Vol 12, No 2 (2017): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 12, No 2 (2017) Vol 12, No 1 (2017): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 12, No 1 (2017) Vol 9, No 1 (2014): JURNAL ILMU - ILMU PERIKANAN DAN BUDIDAYA VOL. 9 NO.1 DESEMBER 2014 Vol 9, No 1 (2014): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 6, No 1 (2011): Jurnal Ilmu - ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Desember 2011 Vol 6, No 1 (2011): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan JURNAL ILMU PERIKANAN VOLUME 6 TH 2011 Vol 2, No 1 (2004): Jurnal Ilmu - ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Juni 2004 Vol 2, No 1 (2004): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 1, No 1 (2003): Jurnal Ilmu - ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Desember 2003 Vol 1, No 1 (2003): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan More Issue