cover
Contact Name
Rangga Bayu Kusuma Haris
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
perikanan.pgri@gmail.com
Editorial Address
9 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30116
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmu-Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
ISSN : 16936442     EISSN : 26204622     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Ilmu-Ilmu Perikanan dan Budidaya Perikanan ber ISSN 1693-6442 diterbitkan oleh Jurnal Fakultas Perikanan Universitas PGRI Palembang dengan focus bidang Perikanan, Budidaya Perikanan, pengolahan hasil perikanan dan sumberdaya perairan.
Articles 260 Documents
LIMNO-BIOLOGI PERAIRAN MUSI BAGIAN HULU DI PROVINSI BENGKULU DAN SUMATERA SELATAN Samuel Samuel; Siti Nurul Aida
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 2, No 1 (2004): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v2i1.1663

Abstract

Study on limno-biological aspect of the upper part of Musi river Basin was conducted in June, September, and December 1997. The objective of this study was to find out the characteristics of limno-biology of the upper Musi river as important factors for fishery management in the catchment area. Purposive sampling method by selecting 3 (three) research stations was applied in this study. Result showed that the range of water quality value such as temperature, water current, pH, dissolve oxygen, carbondioxide, alkalinity, hardness, conductivity varied in the range of 23-28°C, 0,40-0,80 m/second, 7,3-8,0 units, 8,26-10,58 mg/L, 3,09-6,18 mg/L, 33,62 mg/L, 60-112 mg/L and 28-43 umhos/cm, respectively. The abundance of benthic organism varied from 24 to 69 individu/m2 consisting of insect, gastropoda, amphiphoda and nematode. Drift organism were consisted of 5 groups i.e phytoplankton, zooplankton, fragment of insecta, crustaceae and plant fragments. Thirthy eight species derived from 11 families were caught during the study. There was abundancy tha their distribution was affected by the altitude. The number fish species was descreasing with increasing in the altitudes.Keywords: limno-biology, upper part of Musi river, fisheries management
ANALISIS DAERAH PENANGKAPAN IKAN LAYANG (Decapterus macrosoma) DI SEKITAR SELAT KELANG Djalaludin Kemhay; Deni Sarianto; Achmad Jais Ely; Rangga Bayu Kusuma Haris
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 14, No 2 (2019): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v14i2.3466

Abstract

Perairan Maluku merupakan daerah potensial bagi penangkapan ikan. Alat tangkap yang banyak di gunakan masyarakat selain Pole and Line adalah menggunakan alat tangkap mini purse seine. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk  menentukan komposisi jumlah dan ukuran ikan layang secara temporal dan spasial serta menentukan sebaran kandungan klorofil-a dan suhu permukaan laut di Teluk Piru. Hasil tangkapan utama mini purse seine yang beroperasi di Teluk Piru adalah layang, selar dan kembung. Layang merupakan tangkapan yang paling dominan sebanyak 41700 kg di  ikuti oleh  selar sebanyak 2550 kg dan kembung sebanyak 2050 kg. Ikan layang yang tertangkap selama penelitian di dominasi dengan ukuran layak tangkap sebesar  95 persen dari total sampel yang di ambil. Ukuran ikan yang tidak layak tangkap berkisar 5%. Kandungan klorofil-a pada lokasi penelitian memiliki kisaran 0,248 – 0.565 mg/m3dengan suhu permukaan laut (SPL) 26,115-28,658 oC. Musim Timur tidak memberikan perubahan yang besar terhadap hasil tangkapan ikan, tetapi daerah selat memberikan pengaruh yang besar terhadap  sebaran Klorofil-a dan SPL di permukaan laut. Kata Kunci: layang, klorofil-a, suhu permukaan laut.
The identification of sedimentation in coastal waters off Banyuasin South Sumatra Province Helfa Septinar
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 9, No 1 (2014): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v9i1.345

Abstract

The coastal area of the East Coast County of Banyuasin has high potential to be developed, but this region is a region that is experiencing a high process of sedimentation, as a result is the superficiality which can affect the movement of the water. The activities that occur in the coastal waters comes either from the land as agriculture, forestry, animal husbandry, industry, settlement and development of the ports as well as others or activities originating from the waters like the waves, current, tides, etc. Activities that occur in both land and water influenced the coastal areas of Banyuasin. This research aims to look at the distribution of sedimentation, gradients , identify the rate of sedimentation dan sedimentation forming parameters  in coastal waters Banyuasin II. For the location of the research that distribution of sandying mud sedimentation, grading tersorting good or uniform, fine-grained skew taper-shaped curve, the feet support the formation of sedimentation and is rate of sedimentation is 0,00953 km/m2/day and that is experiencing high sedimentation is Tanjung Sere while that is experiencing the lowest rate of sedimentation was Tanjung Api-Api about 0,00120 km/m2/day.Keywords :  Identification , Sedimentation,  Coastal waters 
KOMBINASI MAGGOT PADA PAKAN KOMERSIL TERHADAP PERTUMBUHAN, KELANGSUNGAN HIDUP, FCR DAN BIAYA PAKAN IKAN PATIN SIAM (Pangasius hypophthalmus) Widya Romadhona Putri; Helmi Harris; Rangga bayu Kusuma Haris
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 14, No 1 (2019): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v14i1.3364

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Menganalisis pengaruh perbandingan pemberian pakan komersil dan maggot terhadap pertumbuhan, kelangsungan hidup, FCR dan biaya pakan ikan patin siam (Pangasius hypophthalmus). Penelitian dilaksanakan di kampus C Fakultas Perikanan Universitas PGRI Palembang. Kegiatan penelitian dilakukan selama 30 hari. Ikan uji yang digunakan adalah benih ikan patin ukuran 5-7 cm. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri 5 taraf perlakuan dengan 3 kali ulangan yaitu perlakuan A (Pakan komersil 100%), B (Pakan komersil 75% dan Maggot 25%), C (Pakan komersil 50% dan Maggot 50%). D (Pakan komersil 25% dan Maggot 75%) dan E (Maggot 100%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan berat rata-rata dan panjang benih ikan patin siam (Pangasius hypophthalmus) yang terbaik terdapat pada perlakuan D dengan berat 3,06 gram dan panjang 2,25 cm. Untuk kelangsungan hidup ikan patin siam (pangasius hypophtalmus) nilai tertinggi tertinggi terdapat pada perlakuan B dan E sebesar 90%. Konversi pakan nilai terendah terdapat pada perlakan A dengan rata-rata 1,45 dan untuk biaya pakan maggot memiliki harga yang lebih murah yaitu sebesar 4.200 pada perlakuan E. Serta secara keseluruhan dari perhitungan nilai pertumbuhan, kelangsungan hidup, FCR dan biaya pakan perlakuan terbaik selama masa pemeliharaan terdapat pada perlakuan D yang dilihat dari pertumbuhan yang baik serta biaya pakan yang murah. Kata Kunci  : Ikan Patin Siam (Pangasius hypophthalmus), Pakan komersil dan Maggot
IDENTIFIKASI TEKNOLOGI PROSES PENGOLAHAN DAN ANALISA MUTU SELUANG KERING (PUNDANG) PADA PENGOLAHAN SECARA TRADISIONAL Riya Liuhartana; Helmi Harris
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 6, No 1 (2011): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v6i1.82

Abstract

AbstrakPenelitian bertujuan untuk memahami teknologi proses pada pengolahan pundang secara tradisional dan menentukan kandungan nutrisi seluang segar serta mutu seluang kering (Pundang) ini dilaksanakan di Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin pada Mei hingga Juli 2010.Penelitian ini menggukan metode survey lapang dan wawancara langsung kepada pelaku usaha Pundang di daerah ini. Analisi mutu komposisi kadar Air, protein, karbohidrat, lemak, abu dan garam serta mikrologis dilaksanakan di Workshop TPHP Fakultas Perikanan Universitas PGRI Palembang dn Balai Besar Industri Agro (BBIA) Bogor. Hasil penelitian menunjukkan ikan seluang segar yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan pundang adalah jenis seluang putih (Rasbora argyrotaenia var B) dengan komposisi kadar Air, protein karbohidrat, lemak, abu dan garam masing-masing adalah 78,91%, 17,75%, 0,97%, 0,49%, 1,4% dan 0,10%. Pengolah Pundang di masyarakat terdiri atas 2 cara, yaitu secara sederhana dan cara yang lebih maju. Kandungan protein ikan seluang segar cukup tinggi, dengan kandungan karbohidrat dan lemak yang rendah. Dari dua jenis proses pengolahan, mutu pundang yang dihasilkan pengolahan cara kedua menghasilkan pundang dengan penampilan lebih seragam, warnanya lebih terang, kandungan air lebih rendah dan harga yang lebih baik.
PENELITIAN PENDAHULUAN SEBARAN UKURAN DAN REPRODUKSI IKAN BOTIA (Botia macracanthus) DI PERAIRAN DAS MUSI Dadiek Prasetyo
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 1, No 1 (2003): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v1i1.1655

Abstract

Study on reproduction and spawning of Botia (Botia macracanthus) was conducted at the upper and middle part of Musi river basins, since April 1997 to March 1998. Study was carried out by survey method, with sampling site were selected based on purposived method and the result of the previous study. The sampling site for Botia fry was at Danau Cala while for brood stock was at Muara Lakitan. Sampling was conducted in April, June, August, October, December and February. The result showed that the somatic index maturity start in June (TKG I), August (TKG II), and October (TKG III). Botia spawning three times a year with spawning season starting from December to February.Keywords : Musi river basins, spawning, botia
STUDI PARAMETER FISIKA KIMIA AIRUNTUK KERAMBA JARING APUNG DI KECAMATAN SIRAH PULAU PADANG KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR PROVINSI SUMATERA SELATAN rangga bayu kusuma haris; indah anggraini yusanti
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 13, No 2 (2018): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v13i2.2434

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis parameter fisika–kimia yang meliputi suhu, pH, DO, kecerahan, amoniak, nitrat, fosfor, CO2, Arus air, Kedalaman, Kecerahan dan material dasar. Dari hasil penelitian Analisis Kesesuaian Lahan Keramba Jaring Apung Di Sungai Komering Desa Serdang Menang Kabupaten OKI Sumatera Selatan bahwa untuk Stasiun 1, Stasiun 2, dan Stasiun 3 dengan nilai48 % dengan keterangan kelayakan baik. Dari hasil pengukuran parameter kualitas air didapat pH kisaran 6.6 – 6.7, suhu berkisar 24.,53 – 26.93oC, DO3.93 – 4.36 mg/l, ammonia 0.78 – 0,16 mg/l, kecerahan perairan berkisar 34.67 – 43.33 cm,CO24.53 – 5.03 mg/l, kedalaman 2.36 – 2.47 m, kecepatan arus 0.38 – 0.44 m/s, nitrat 0.37 – 0.439  mg/l, fosfat 0.009 – 0.225 mg/l dan subtrat dasar perairan adalah lumpur. Kata Kunci: Parameter Fisika dan Kimia, Keramba Jaring Apung,
ANALISIS KIMIA BURGER IKAN DENGAN PENAMBAHAN SURIMI IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) DAN TEPUNG TERIGU DENGAN KOMPOSISI YANG BERBEDA Fitra Mulia Jaya; Dwi Inda Sari
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 12, No 2 (2017): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v12i2.1425

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kimia meliputi : kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar lemak dan kadar karbohidrat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai dengan Juni 2014 di Workshop Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan (WSTPHP) Fakultas Perikanan Universitas PGRI Palembang dan di Laboratorium Kimia Hasil Pertanian Jurusan Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya Indralaya. Perlakuan pada penelitian ini berupa penambahan surimi ikan Lele Dumbo dan tepung terigu pada pengolahan burger ikan dengan berbagai komposisi (B/B) yaitu : (surimi 85 % dan tepung terigu 15 %), (surimi 80 % dan tepung terigu 20 %), (surimi 75 % dan tepung terigu 25 %), (surimi 70 % dan tepung terigu 30 %), (surimi 65 % dan tepung terigu 35 %). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa : dilihat dari mutu kimia perlakuan terbaik terdapat pada perlakuan B5 (surimi 65% dan tepung terigu 35%) dengan kadar lemak 1,19 % dan kadar protein 12,02 %, kadar abu 1,29 %, kadar air 69,76 %, kadar karbohidrat 15,74 %. Kata Kunci : Ikan Lele Dumbo, surimi ikan Lele Dumbo , tepung terigu, Burger Ikan.
KARAKTERISTIK TERASI JEMBRET INSTAN DENGAN PERBEDAAN LAMA WAKTU PENGERINGAN Dwi Inda Sari; Agus Supriadi; Rinto Rinto
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 6, No 1 (2011): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v6i1.64

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh lama waktu pengeringan terhadap karakteristik terasi jembret instan dari produsen yang berbeda. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium Teknologi Hasil Perikanan, Laboratorium Kimia Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Laboratorium Pra Panen Jurusan Teknologi Pertanian, dan Laboratorium Bio Proses Fakultas teknik, Universitas Sriwijaya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai dengan Feberuari 2011. Metode penelitian ini menggunakan  Rancangan Acak Lengkap (RAL), Perbedaan lama waktu pengeringan (15, 30, 45,  dan 60 menit) digunakan sebagai perlakuan dan diulang sebanyak tiga kali. Parameter yang diamati pada penelitian ini meliputi analisis kimia (kadar air, abu, protein, lemak), analisa fisik (warna kelarutan, ukuran bubuk dan desistas), analisa mikrobiologi adalah jumlah total mikroba/total plate count (TPC), dan analisa sensoris dilakukan dengan menggunakan uji hedonic (aroma dan warna). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan perbedaan lama waktu pengeringan yang dilakukan berpengaruh nyata terhadap sifat kimia (kadar air, kadar lemak, kadar protein) dan sifat fisika (ukuran butiran bubuk, kelarutan), tetapi pengaruh tidak nyata terhadap sifat kimia (kadar abu), sifat fisika (densitas) dan analisa sensoris (aroma dan warna). Hasil pengamatan pada penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan T4 (lama waktu pengeringan 60 menit) merupakan perlakuan terbaik. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu dengan rata-rata kadar air (0,36%), kadar abu (35,78%), kadar lemak (1,08%), kadar protein (45,66%) dan dengan rata-rata ukuran butiran bubuk (0,28 um), kelarutan (27,33 detik), densitas (0,57 g/mL dan mikrobiologi (4,63 cfu/mL). Hasil uji hedonic yang paling disukai panelis adalah perlakuan T3 (lama waktu pengeringan 45 menit) dengan penilaian untuk warna (2,92) dan T4 (lama waktu pengeringan 60 menit) dengan penilaian untuk aroma (2,88).
PERBANDINGAN PROSES PENGASAPAN IKAN CAKALANG MENGGUNAKAN ALAT KONVENSIONAL DAN LEMARI PENGASAPAN DI DESA DARUBA PANTAI KABUPATEN PULAU MOROTAI Iswandi Wahab; Juwita Kore; Rinto M Nur
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 14, No 2 (2019): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v14i2.3499

Abstract

Ikan  merupakan  produk  usaha  tangkap  perikanan  yang mudah membusuk  dan cepat rusak, sehingga sering diawetkan. Terhadap beberapa cara untuk mengawetkan ikan, salah satunya dengan cara pengasapan. Pada umumnya  masyarakat  Kabupaten Pulau Morotai melakukan proses pengasapan ikan secara tradisional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menggunakan proses pembuatan ikan asap dengan alat konvensional  dan lemari pengasapan dalam pengolahannya di Desa Daruba Pantai, Kabupaten Pulau Morotai. PKL ini dilakukan pada bulan September 2019 di tempat Bapak Rahim dan mengukur efisiensi. Tahap pengasapan ikan dengan alat konvensional dan lemari pengasapan di Desa Daruba Pantai secara umum sama. Proses ikan asap meliputi ikan dibelah, dibuang isang dan isi perut, dicuci, dijepit dengan bambu, dicuci kembali, disiangi, diasap dan dioles minyak. Membutuhkan bahan bakar lebih banyak (30kg) dibandingkan dengan menggunakan lemari pengasapan (15kg). Selain itu, waktu pengasapan dengan menggunakan alat konvensional lebih lama (48 jam) dibandingkan dengan menggunakan lemari pengasapan (23 jam). (Kata kunci:ikan cakalang asap, alat Konvensional, dan Lemari pengasapan). Kata Kunci: Ikan Cakalang Asap, Alat Konvensional, dan Lemari Pengasapan.

Filter by Year

2003 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 20 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 19 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 19 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 18 No. 2 (2023): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 18 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 17 No. 2 (2022): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 17, No 1 (2022): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 16, No 2 (2021): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 16, No 1 (2021): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 15, No 2 (2020): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 15, No 1 (2020): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 14, No 2 (2019): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 14, No 2 (2019): Jurnal Ilmu - Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 14, No 1 (2019): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 14, No 1 (2019): Jurnal Ilmu - Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 13, No 2 (2018): Jurnal Ilmu - Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 13, No 2 (2018): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Ilmu - Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Ilmu - Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 12, No 2 (2017) Vol 12, No 2 (2017): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 12, No 2 (2017) Vol 12, No 1 (2017): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 12, No 1 (2017) Vol 9, No 1 (2014): JURNAL ILMU - ILMU PERIKANAN DAN BUDIDAYA VOL. 9 NO.1 DESEMBER 2014 Vol 9, No 1 (2014): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 6, No 1 (2011): Jurnal Ilmu - ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Desember 2011 Vol 6, No 1 (2011): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan JURNAL ILMU PERIKANAN VOLUME 6 TH 2011 Vol 2, No 1 (2004): Jurnal Ilmu - ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Juni 2004 Vol 2, No 1 (2004): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 1, No 1 (2003): Jurnal Ilmu - ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Desember 2003 Vol 1, No 1 (2003): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan More Issue