cover
Contact Name
Rangga Bayu Kusuma Haris
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
perikanan.pgri@gmail.com
Editorial Address
9 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30116
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmu-Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
ISSN : 16936442     EISSN : 26204622     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Ilmu-Ilmu Perikanan dan Budidaya Perikanan ber ISSN 1693-6442 diterbitkan oleh Jurnal Fakultas Perikanan Universitas PGRI Palembang dengan focus bidang Perikanan, Budidaya Perikanan, pengolahan hasil perikanan dan sumberdaya perairan.
Articles 260 Documents
IDENTIFIKASI TEKNOLOGI PROSES PENGOLAHAN DAN ANALISA MUTU SELUANG KERING (PUNDANG) PADA PENGOLAHAN SECARA TRADISIONAL Liuhartana, Riya; Harris, Helmi
Jurnal Ilmu-Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 6, No 1 (2011): Jurnal Ilmu - ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Desember 2011
Publisher : Faculty Fisheries Departement Fisheries

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1861.524 KB)

Abstract

AbstrakPenelitian bertujuan untuk memahami teknologi proses pada pengolahan pundang secara tradisional dan menentukan kandungan nutrisi seluang segar serta mutu seluang kering (Pundang) ini dilaksanakan di Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin pada Mei hingga Juli 2010.Penelitian ini menggukan metode survey lapang dan wawancara langsung kepada pelaku usaha Pundang di daerah ini. Analisi mutu komposisi kadar Air, protein, karbohidrat, lemak, abu dan garam serta mikrologis dilaksanakan di Workshop TPHP Fakultas Perikanan Universitas PGRI Palembang dn Balai Besar Industri Agro (BBIA) Bogor. Hasil penelitian menunjukkan ikan seluang segar yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan pundang adalah jenis seluang putih (Rasbora argyrotaenia var B) dengan komposisi kadar Air, protein karbohidrat, lemak, abu dan garam masing-masing adalah 78,91%, 17,75%, 0,97%, 0,49%, 1,4% dan 0,10%. Pengolah Pundang di masyarakat terdiri atas 2 cara, yaitu secara sederhana dan cara yang lebih maju. Kandungan protein ikan seluang segar cukup tinggi, dengan kandungan karbohidrat dan lemak yang rendah. Dari dua jenis proses pengolahan, mutu pundang yang dihasilkan pengolahan cara kedua menghasilkan pundang dengan penampilan lebih seragam, warnanya lebih terang, kandungan air lebih rendah dan harga yang lebih baik.
PENAMBAHAN TEPUNG KEONG TUTUT (Bellamnya javanica) DENGAN KOMPOSISI YANG BERBEDA TERHADAP KARAKTERISTIK KERUPUK Aslami, Halim; Harris, Helmi; Widayatsih, Tri
Jurnal Ilmu-Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 9, No 1 (2014): JURNAL ILMU - ILMU PERIKANAN DAN BUDIDAYA VOL. 9 NO.1 DESEMBER 2014
Publisher : Faculty Fisheries Departement Fisheries

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerupuk merupakan jenis makanan yang digemari oleh kalangan usia. Permasalahan rendahnya kandungan protein dan kalsium kerupuk diduga  dapat diatasi  dengan penambahan  atau  substitusi  bahan  dasar  tepung  tapioka  dengan  bahan  tepung  lain  yang kaya  protein dan kalsium. Diduga Keong Tutut (Bellamnya javanica) yang kaya protein dan kalsium dapat diolah menjadi tepung dan diaplikasikan pada pengolahan produk kerupuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisik meliputi : rendemen, daya kembang, dan warna kerupuk yang difortifikasi dengan tepung Keong Tutut (Bellamnya javanica), mengetahui nilai mutu kimia Keong Tutut (Bellamnya javanica) yang meliputi : kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar lemak dan kadar karbohidrat, mengetahui kalsium pada Keong Tutut (Bellamnya javanica) dan mengetahui nilai mutu organoleptik pada Keong Tutut (Bellamnya javanica) yang meliputi :  penampakan, warna, aroma, tekstur dan rasa. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari - Maret 2014 di Workshop Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan (WSTPHP) Fakultas Perikanan Universitas PGRI Palembang dan di Laboratorium Kimia Hasil Pertanian Jurusan Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya Indralaya. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan taraf 5 (lima) perlakuan, masing-masing perlakuan dilakukan 3 (tiga) kali ulangan.  Perlakuan pada penelitian ini berupa penambahan Keong Tutut (Bellamnya javanica) pada pengolahan kerupuk dengan berbagai konsentrasi (B/B) yaitu : 0 %, 5 %, 10 %, 15 %, 20 %, (dari berat tepung tapioka). Hasil penelitian karakteristik kerupuk yang difortifikasi dengan konsentrasi penambahan tepung Keong Tutut (Bellamnya javanica) yang berbeda. Dapat diperoleh bahwa A2 (5 % tepung Keong Tutut) lebih baik dibandingkan dengan A1 (0 % Tepung Keong Tutut), A3 (10 % tepung Keong Tutut), A4 (15 % tepung Keong Tutut) dan A5 (20 % tepung Keong Tutut ).
EMPEK-EMPEK KERING BERBAHAN IKAN PATIN Liuhartana, Riya
Jurnal Ilmu-Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan JURNAL ILMU PERIKANAN VOLUME 6 TH 2011
Publisher : Jurnal Ilmu-Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian kepustakaan ini bertujuan untuk pengembangan sumber bahan empek-empek agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat luas. Strategi yang dipilih untuk pengembangan empek-empek berdasarkan analisa SWOT adalah penggunaan bahan baku ikan hasil budidaya sehingga ketersediaannya lebih terjamin, pengembangan teknik pengolahan dan pengemasan untuk memperpanjang  umur simpan empek-empek di suhu ruang. Pengembangan empek-empek ikan guna memperpanjang umur simpannya di suhu ruang dengan penampilan  yang tetap menarik dapat dilakukan dengan mengolahnya menjadi empek-empek kering. Untuk meningkatkan ketersediaan bahan baku dan meningkatkan daya saing produk dari segi harga maka digunakan daging ikan patin budi daya dari jenis ikan patin jambal (Pangasius djambal Bleeker). Tahapan yang perlu ditambahkan pada proses pengolahan secara tradisional yang telah diketahui selama ini, adalah pengolahan ikan patin menjadi surimi, pengeringan dan pengemasan empek-empek kering. Empek-empek kering dari ikan patin memiliki prospek untuk tetap bertahan di masa mendatang karena menarik, enak praktis dengan harga yang bersaing dan dapat bertahan relative lebih lama.
FEMINISASI PADA IKAN MAS (Cyprinus carpio) DENGAN PERENDAMAN EKSTRAK DAUN-TANGKAI BUAH TERUNG CEPOKA (Solanum torvum) PADA LAMA WAKTU PERENDAMAN BERBEDA Wihardi, Yedi; Yusanti, Indah Anggraini; Kusuma Haris, Rangga Bayu
Jurnal Ilmu-Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 9, No 1 (2014): JURNAL ILMU - ILMU PERIKANAN DAN BUDIDAYA VOL. 9 NO.1 DESEMBER 2014
Publisher : Faculty Fisheries Departement Fisheries

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.201 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lama perendaman ekstrak daun-tangkai buah terung cepoka (Solanum torvum) yang tepat pada feminisasi Ikan Mas (Cyprinus carpio). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei - Juni 2014 di Kampus C, (WSPI) Fakultas Perikanan Universitas PGRI Palembang dan di Laboratorium Kimia Hasil Pertanian Jurusan Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya Indralaya. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 taraf  perlakuan, masing-masing perlakuan dilakukan 3 (tiga) kali ulangan.  Perlakuan pada penelitian ini berupa lama perendaman ekstrak daun-tangkai buah terung sepoka yang berbeda yaitu : tanpa perlakuan, 20 jam, 25 jam, 30 jam, 35 jam. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa : dilihat dari hasil pembedahan gonad, persentase betina ikan mas (Cyprinus carpio) tertinggi secara statistik terdapat pada perlakuan P3 (30 Jam perendaman ) dengan 93,63 %, dilihat dari kelangsungan hidup ikan mas (Cyprinus carpio) yang tertinggi secara statistik terdapat pada perlakuan P0 (Tanpa perlakuan) peningkatan lama perendaman untuk spesies tertentu akan menimbulkan efek berlawanan dan dapat berakibat tingginya mortalitas, dilihat dari bobot mutlak ikan mas (Cyprinus carpio) terbaik terdapat pada perlakuan P3 (30 jam perendaman ) dengan berat 1,08 g sedangkan yang terendah pada perlakuan P4 (35 jam perendaman) dengan berat 0,58 g hal ini disebabkan perendaman hormon terlalu lama atau berlebihan pada spesies tertentu akan menimbulkan rendahnya tingkat pertumbuhan. Kata Kunci : Terung cepoka, ikan mas, feminisasi.
KARAKTERISTIK KALDU BLOK DARI KEPALA IKAN TENGGIRI (Scomberomorus Commersoni) DAN GABUS (Channa Striata) DENGAN PENAMBAHAN KONSENTRASI TAPIOKA YANG BERBEDA Jaya, Fitra Mulia
Jurnal Ilmu-Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan JURNAL ILMU PERIKANAN VOLUME 6 TH 2011
Publisher : Jurnal Ilmu-Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mempelajari karakteristik kaldu blok dari kepala ikan tenggiri (Scomberomorus Commersoni)  dan ikan gabus (Channa Striata) dengan penambahan konsentrasi tapioca yang berbeda. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus-Desember 2005 di Laboratorium Kimia Hasil Pertanian jurusan  Teknologi Pertanian dan Laboratorium Kimia-Fisika Jurusan Teknik Kimia Politeknik Negeri Sriwijaya. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK)  yang disusun secara factorial dengan dua factor yang terdiri dari dua taraf perlakuan jenis kepala ikan yaitu ikan tenggiri (A1) dan ikan gabus (A2) dan tiga taraf untuk perlakuan konsentrasi tapioca yaitu 10% (B1), 15% (B2), 20% (B3). Masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis ikan berpengaruh nyata (P<0.05) terhadap kadar abu, kadar protein, kadar lemak dan viskositas dan kecepatan larut kaldu blok kepala ikan yang dihasilkan. Interaksi jenis ikan dan konsentrasi tapioca berpengaruh nyata terhadap kadar abu kaldu blok kepala ikan yang dihasilkan. Kaldu blok kepala ikan  yang paling disukai panelis adalah kaldu blok yang terbuat dari kepala ikan gabus dengan konsentrasi tapioca 20% (A2B3) yang memiliki kadar air 6,92%, kadar abu 5,67%, protein 6,89%, lemak 1,05%, viskositas 2,00 cP dan kecepatan larut 7,64 menit.
PEMANFAATAN SUMBERDAYA PERAIRAN RAWA LEBAK UNTUK PERIKANAN Sumantriyadi, Sumantriyadi
Jurnal Ilmu-Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 9, No 1 (2014): JURNAL ILMU - ILMU PERIKANAN DAN BUDIDAYA VOL. 9 NO.1 DESEMBER 2014
Publisher : Faculty Fisheries Departement Fisheries

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perairan umum adalah suatu genangan air yang relatif luas yang dimiliki dan dikuasai oleh negara serta dimanfaatkan untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat. Dengan luas perairan umum di Indonesia sekitar 13,28 juta ha di Indonesia yang meliputi 4.167 juta ha lebak dangkal; 6.075 juta ha lebak tengahan dan 3,038 juta ha lebak dalam serta tersebar di Pulau Sumatera , Papua dan Kalimantan (Muthmainnah, 2011).  Parameter Fisika yang mempengaruhi perairan rawa biasanya meliputi suhu, kekeruhan, sedangkan factor kimia yang mempengaruhi derajat keasaman, alkalinitas, oksigen terlarut.  Jenis –jenis ikan yang dapat hidup pada perairan rawa banjiran meliputi ikan Gabus, Ikan Toman, Ikan Sepat Siam, Ikan Tembakang, Ikan Bujuk, Ikan Betok.  Ikan-ikan ini tergolong jenis ikan black fish (ikan hitam).Kata Kunci: budidaya ikan, lebak, pemanfaatan, rawa
ANALISIS KEBIJAKAN KETAHANAN PANGAN DI KABUPATEN MUARA ENIM Ilunanwati, Elok; Balliwati, Yayuk Farida; Sukdandar, Dadang
Jurnal Ilmu-Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan JURNAL ILMU PERIKANAN VOLUME 6 TH 2011
Publisher : Jurnal Ilmu-Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKetahanan pangan merupakan urusan wajib pemerintah. Oleh karena itu dibutuhkan perencanaan pembangunan untuk menjamin ketahanan pangan berkelanjutan. Salah satu sasaran yang perlu dicapai adalah jumlah ketersediaan pangan (dalam bentuk ketersediaan energy harian 2.200 kkal/kapita) serta beragam atas dasar gizi seimbang yang ditandai dengan pola makan diinginkan atau Pola Pangan Harapan (PPH) dengan skor 100. Kondisi ketahanan pangan penduduk kabupaten Muara Enim belum memadai oleh karena itu, penelitian retrospektif dengan tujuan utama untuk menganalisis kebijakan pemerintah dan pengembangan ketahanan pangan untuk mencapai kondisi keamanan pangan yang berkelanjutan dilakukan di Kabupaten Muara Enim di Provinsi Sumatera Selatan. Penelitian dilakukan pada bulan September sampai Oktober 2010. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) situasi ketersedian pangan penduduk kabupaten Muara Enim 2003-2009, rata-rata telah dapat memenuhi total kebutuhan kalori ideal (2.200 kkal/kapita/hari). Namun masih didominasi oleh padi-padian (beras), sedangkan untuk kelompok pangan lain masih belum mencukupi. Mutu ketersedian pangan belum memenuhi skor PPH ketersedian yang dianjurkan dan ditargetkan akan dicapai pada 2015 sesuai dengan SPM (standar pelayanan minimal) bidang ketahanan pangan. Konsumsi pangan dengan sistuasi penduduk pada tahun 2007 dan 2009 sudah melebihi jumlah  yang dianjurkan dari 2000 kkal/kapita/hari tetapi belum seimbang. Dalam kondisi, kualitas konsumsi pangan penduduk menunjukkan perbaikan tetapi belum mencapai kondisi ideal, 2) diperlukan penajaman dalam sinkronisasi antar dokumen perencanaan dan penetapan sasaran pembangunan secara kuantitatif.
POTENSI PENGEMBANGAN INDUSTRI TEPUNG IKAN DARI LIMBAH PENGOLAHAN MAKANAN TRADISIONAL KHAS PALEMBANG BERBASIS IKAN Harriss, Helmi; Efreza, Dandy; Nafsiyah, Ikromatun
Jurnal Ilmu-Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 6, No 1 (2011): Jurnal Ilmu - ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Desember 2011
Publisher : Faculty Fisheries Departement Fisheries

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1782.008 KB)

Abstract

AbstrakPalembang terkenal dengan makanan tradisional yang berasal dari ikan, misalnya pempek, kemplang, tekwan, bakso, model, siomay, otak-otak dan makanan tradisional lainnya. Bahan baku utama pembuatan makanan tradisional tersebut adalah dari daging ikan, sedangkan sisanya (hati, tulang, kepala, sirip, dan jeroan) dianggap sebagai bagian yang tidak memiliki nilai ekonomis lagi dan dianggap sebagai limbah. Limbah ikan tersebut masih mengandung nilai gizi yang cukup tinggi, yang bila diolah dapat menghasilkan produk tepung ikan yang  bernilai ekonomis tinggi dan sangat dibutuhkan dalam pembuatan pakan ternak dan pellet ikan. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah hasil  pengolahan makanan tradisional berbasis ikan, menjadi produk tepung ikan yang memenuhi standar mutu sesuai sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) serta untuk menentukan rekomendasi apakah layak atau tidak didirikannya pabrik pengolahan tepung ikan dari  limbah hasil pengolahan makanan tradisional skala rumah tangga. Penelitian ini merupakan percobaan skala laboratorium dengan menggunakan teknologi pembuatan tepung ikan yang telah mengalami beberapa modifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik pembuatan tepung ikan yang telah di modifikasi ini mampu menghasilkan tepung ikan dengan Mutu III sesuai dengan Standar Nasional Indonesia. Ditinjau dari analisa kelayakan usaha, yang meliputi pemilihan lokasi, ketersediaan bahan baku, proses produksi, pemasaran, analisis dampak lingkungan, serta analisis usaha (B/C Ratio=1,33, BEP=20.079 kg, ROI=7,87%, dan PBP=12,71 bulan), maka pendirian pabrik tepung ikan skala rumah tangga layak untuk dilaksanakan.
KARAKTERISTIK HABITAT DAN MAKANAN IKAN PUTAK (Notopterus notopterus) DI RAWA BANJIRAN SIRAH PULAU PADANG KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR Huda, Choirul; Sumantriyadi, Sumantriyadi
Jurnal Ilmu-Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 9, No 1 (2014): JURNAL ILMU - ILMU PERIKANAN DAN BUDIDAYA VOL. 9 NO.1 DESEMBER 2014
Publisher : Faculty Fisheries Departement Fisheries

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian karakteristik habitat dan makanan Ikan Putak (Notopterus notopterus) dilaksanakan pada bulan Juli 2012 dan Juli 2013 di rawa banjiran Sirah Pulau Padang Kabupaten Ogan Komering Ilir. Metode yang dilakukan bersifat survey lapangan dan penentuan stasiun dilakukan secara purposive random sampling. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik habitat dan makanan Ikan Putak (Notopterus notopterus) sebagai salah satu cara pendekatan biologi habitat melalui pengetahuan tentang makanan untuk domestikasinya. Secara keseluruhan, jumlah Ikan Putak (Notopterus notopterus) yang tertangkap di rawa banjiran Desa Belanti Kecamatan Sirah Pulau Padang Kabupaten Ogan Komering Ilir sebanyak 139 ekor yang dijadikan sampel pengamatan. Pada bulan Juli tahun 2012 sebanyak 102 ekor sedangkan pada bulan Juli 2013 sebanyak 37 ekor. Hasil pengamatan isi lambung Ikan Putak (Notopterus notopterus), makanan alami Ikan Putak pada bulan Juli 2012 adalah jenis serangga dengan nilai Index of preponderance tertinggi 80,02 % sedangkan pada bulan Juli 2013 Index of preponderance tertinggi 76,11 %, adapun jenis serangga yang banyak ditemukan dalam setiap pengamatan isi lambung Ikan Putak adalah jenis serangga jenis kumbang (Coleoptera). Selain serangga jenis makanan lain juga ditemukan diantaranya cacing, ikan, udang dan serasah.Berdasarkan hasil pengamatan Ikan Putak (Notopterus notopterus) adalah ikan karnivor yang makanan utama cenderung memakan hewan interbrata jenis serangga air sebagai pakan alami. Karakteristik habitat Ikan Putak (Notopterus notopterus) di Desa Belanti Kecamatan Sirah Pulau Padang Kabupaten Ogan Komering Ilir adalah di rawa banjiran lebak yang berdekatan dengan sungai. Pada saat hujan, rawa banjiran menyatu dengan perairan sekitarnya, namun saat musim kemarau rawa banjiran tersebut mempunyai batasan yang jelas dan ikan akan berkumpul di rawa yang tidak mengalami kekeringan/lebung. Untuk menjaga kelestarian Ikan Putak (Notopterus notopterus) agar berkembang dimasa yang akan datang di rawa banjiran memerlukan kerjasama secara terpadu antara pemerintah dengan masyarakat, seperti mencegah degradasi habitat, menghindari pencemaran perairan, pengaturan musim tangkap serta adanya usaha budidaya Ikan Putak (Notopterus notopterus) diluar habitatnya. Kata kunci : habitat Ikan Putak (Notopterus notopterus), rawa banjiran, makanan ikan.
KARAKTERISTIK TERASI JEMBRET INSTAN DENGAN PERBEDAAN LAMA WAKTU PENGERINGAN Sari, Dwi Inda; Supriadi, Agus; Rinto, Rinto
Jurnal Ilmu-Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan JURNAL ILMU PERIKANAN VOLUME 6 TH 2011
Publisher : Jurnal Ilmu-Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh lama waktu pengeringan terhadap karakteristik terasi jembret instan dari produsen yang berbeda. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium Teknologi Hasil Perikanan, Laboratorium Kimia Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Laboratorium Pra Panen Jurusan Teknologi Pertanian, dan Laboratorium Bio Proses Fakultas teknik, Universitas Sriwijaya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai dengan Feberuari 2011. Metode penelitian ini menggunakan  Rancangan Acak Lengkap (RAL), Perbedaan lama waktu pengeringan (15, 30, 45,  dan 60 menit) digunakan sebagai perlakuan dan diulang sebanyak tiga kali. Parameter yang diamati pada penelitian ini meliputi analisis kimia (kadar air, abu, protein, lemak), analisa fisik (warna kelarutan, ukuran bubuk dan desistas), analisa mikrobiologi adalah jumlah total mikroba/total plate count (TPC), dan analisa sensoris dilakukan dengan menggunakan uji hedonic (aroma dan warna). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan perbedaan lama waktu pengeringan yang dilakukan berpengaruh nyata terhadap sifat kimia (kadar air, kadar lemak, kadar protein) dan sifat fisika (ukuran butiran bubuk, kelarutan), tetapi pengaruh tidak nyata terhadap sifat kimia (kadar abu), sifat fisika (densitas) dan analisa sensoris (aroma dan warna). Hasil pengamatan pada penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan T4 (lama waktu pengeringan 60 menit) merupakan perlakuan terbaik. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu dengan rata-rata kadar air (0,36%), kadar abu (35,78%), kadar lemak (1,08%), kadar protein (45,66%) dan dengan rata-rata ukuran butiran bubuk (0,28 um), kelarutan (27,33 detik), densitas (0,57 g/mL dan mikrobiologi (4,63 cfu/mL). Hasil uji hedonic yang paling disukai panelis adalah perlakuan T3 (lama waktu pengeringan 45 menit) dengan penilaian untuk warna (2,92) dan T4 (lama waktu pengeringan 60 menit) dengan penilaian untuk aroma (2,88).

Page 2 of 26 | Total Record : 260


Filter by Year

2003 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 20 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 19 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 19 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 18 No. 2 (2023): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 18 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 17 No. 2 (2022): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 17, No 1 (2022): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 16, No 2 (2021): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 16, No 1 (2021): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 15, No 2 (2020): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 15, No 1 (2020): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 14, No 2 (2019): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 14, No 2 (2019): Jurnal Ilmu - Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 14, No 1 (2019): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 14, No 1 (2019): Jurnal Ilmu - Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 13, No 2 (2018): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 13, No 2 (2018): Jurnal Ilmu - Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Ilmu - Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Ilmu - Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 12, No 2 (2017) Vol 12, No 2 (2017): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 12, No 2 (2017) Vol 12, No 1 (2017) Vol 12, No 1 (2017): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 9, No 1 (2014): JURNAL ILMU - ILMU PERIKANAN DAN BUDIDAYA VOL. 9 NO.1 DESEMBER 2014 Vol 9, No 1 (2014): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 6, No 1 (2011): Jurnal Ilmu - ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Desember 2011 Vol 6, No 1 (2011): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan JURNAL ILMU PERIKANAN VOLUME 6 TH 2011 Vol 2, No 1 (2004): Jurnal Ilmu - ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Juni 2004 Vol 2, No 1 (2004): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 1, No 1 (2003): Jurnal Ilmu - ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Desember 2003 Vol 1, No 1 (2003): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan More Issue