cover
Contact Name
Rangga Bayu Kusuma Haris
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
perikanan.pgri@gmail.com
Editorial Address
9 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30116
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmu-Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
ISSN : 16936442     EISSN : 26204622     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Ilmu-Ilmu Perikanan dan Budidaya Perikanan ber ISSN 1693-6442 diterbitkan oleh Jurnal Fakultas Perikanan Universitas PGRI Palembang dengan focus bidang Perikanan, Budidaya Perikanan, pengolahan hasil perikanan dan sumberdaya perairan.
Articles 263 Documents
Pengaruh Kedalaman Lokasi Penangkapan Puerulus Lobster Pasir (Panulirus homarus) Terhadap Kualitas Benih di Perairan Labangka Annesya Virgiawani; Adi Suriyadin; Muhammad Haikal Abdurachman
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 21 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/a2tws119

Abstract

Lobster pasir (Panulirus homarus) adalah jenis lobster dengan nilai ekonomi penting di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh kedalaman lokasi penangkapan puerulus lobster pasir (P. homarus) terhadap kualitas benih di perairan Labangka, Nusa Tenggara Barat. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan dua faktor, yaitu lokasi penangkapan dan kedalaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor lokasi penangkapan tidak memiliki pengaruh signifikan (P>0,05) terhadap tingkat kelangsungan hidup dan perubahan bobot biomassa lobster. Namun, faktor kedalaman dan waktu pengamatan memiliki pengaruh signifikan (P<0,05) terhadap TKH dan perubahan bobot biomassa lobster. TKH tertinggi terdapat pada pantai Semara (tengah) dengan kelangsungan hidup mencapai 60-100%. Biomassa terendah terdapat pada pantai Semara (pinggir) dengan nilai 0.198±0,001 gram. Benih lobster yang berkualitas baik berada pada pantai Semara dengan TKH 60-100% dan biomassa 0,001 gram, serta berada pada kedalaman 28-30 meter (tengah) dengan TKH berkisar 31,1%- 95,5%. Spiny lobster (Panulirus homarus) is a species of lobster with significant economic value in Indonesia. This study aims to evaluate the effect of capture depth on the quality of P. homarus puerulus seeds in the waters of Labangka, West Nusa Tenggara. The research employed a Factorial Randomized Block Design (FRBD) with two factors: capture location and depth. The results showed that the capture location factor had no significant effect (P>0.05) on the survival rate and biomass weight changes of the lobsters. However, depth and observation time had significant effects (P<0.05) on survival rate (SR) and biomass weight changes. The highest survival rate was found at Semara beach (middle zone), reaching 60–100%. The lowest biomass was recorded at Semara beach (shore zone), with a value of 0.198±0.001 grams. High-quality lobster seeds were found at Semara beach, with a survival rate of 60–100% and biomass of 0.001 grams, at a depth of 28–30 meters (middle zone), where survival ranged between 31.1%-95.5%.
Karakteristik Reproduksi Kerang Lokan (Geloina erosa) Berdasarkan Indeks dan Tingkat Kematangan Gonad di Muara Jenggalu, Kota Bengkulu Nella Tri Agustini; Firdha Iresta Wardani; Ayub Sugara; Ayub Sugara Anggini Fuji Astuti
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 21 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/04yjrn49

Abstract

Kerang lokan Geloina erosa merupakan bivalvia bernilai ekonomis yang banyak dimanfaatkan di Muara Jenggalu, Kota Bengkulu. Peningkatan eksploitasi tanpa memperhatikan kondisi reproduksi berpotensi mengancam keberlanjutan populasinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik reproduksi G. erosa berdasarkan Indeks Kematangan Gonad (IKG) dan Tingkat Kematangan Gonad (TKG). Pengambilan sampel dilakukan pada Mei–Oktober 2023 di ekosistem mangrove Muara Jenggalu. Sampel dikumpulkan secara manual saat kondisi surut, selanjutnya dibawa ke Laboratorium Perikanan, Universitas Bengkulu untuk analisis lebih lanjut. Gonad diamati secara morfologis dan mikroskopis (100×–400×) untuk menentukan jenis kelamin dan tingkat kematangan gonad. Nilai IKG dihitung sebagai perbandingan berat gonad terhadap berat tubuh total. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai IKG pada betina berkisar 0,145–0,538 (rata-rata 0,336) dan jantan 0,048–0,931 (rata-rata 0,325), yang menunjukkan perkembangan gonad relatif sinkron. Distribusi TKG didominasi TKG I pada jantan dan TKG II pada betina, dengan variasi TKG I–III. Hal ini mengindikasikan bahwa aktivitas reproduksi yang berlangsung secara terus menerus sepanjang tahun.   The mangrove clam Geloina erosa is an economically important bivalve widely utilized in the Jenggalu Estuary, Bengkulu City, Indonesia. Increasing exploitation without considering reproductive conditions may threaten the sustainability of its population. This study aimed to analyze the reproductive characteristics of G. erosa based on the Gonadosomatic Index (GSI) and gonadal development stages. Sampling was conducted from May to October 2023 in the mangrove ecosystem of the Jenggalu Estuary. Specimens were collected manually during low tide and transported to the Fisheries Laboratory, University of Bengkulu for further analysis. Gonads were examined morphologically and microscopically (100×–400× magnification) to determine sex and gonadal development stages. The GSI was calculated as the ratio of gonad weight to total body weight. The results showed that GSI values ranged from 0.145–0.538 (mean 0.336) in females and 0.048–0.931 (mean 0.325) in males, indicating relatively synchronous gonadal development. The distribution of gonadal stages was dominated by Stage I in males and Stage II in females, with stages ranging from I to III. These findings indicate continuous reproductive activity throughout the year.
Evaluasi Kinerja Pertumbuhan Benih Ikan Jelawat (Leptobarbus hoevenii) pada Sistem Budidaya Kolam Tanah Di Desa Tangkit Baru, Sungai Gelam, Jambi Bs. Monica Arfiana; Dwinda Pangentasari; Gilang Try Nugraha; Maya Ainun; Nabila Hervani; Eko Harianto
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 21 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jwg23633

Abstract

Budidaya ikan jelawat (Leptobarbus hoevenii) memiliki prospek yang baik seiring dengan tingginya permintaan pasar terhadap ikan tersebut. Sehingga diperlukan penelitian sebagai dasar untuk mengetahui kinerja pertumbuhan ikan jelawat dalam media pemeliharaan khususnya kolam tanah, untuk mencukupi kebutuhan ikan jelawat melalui kegiatan budidaya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kinerja pertumbuhan benih ikan jelawat pada media kolam tanah di desa Tangkit Baru, Jambi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September sampai Desember 2025 bertempat di Kelompok Pembudidaya Ikan usaha mandiri desa Tangkit Baru, Kecamatan Sungai Gelam Jambi, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi. Pemeliharaan benih ikan jelawat dilakukan pada kolam tanah dengan menggunakan hapa berukuran 2 m × 2 m × 1,5 m. Padat tebar benih sebanyak 586 ekor berukuran ±3 cm dan pemberian pakan dilakukan secara ad satiation menggunakan pakan PF 800 dengan kandungan protein 40%, lemak 6%, serat kasar 3%, dan abu 3%. Data yang diamati yaitu jumlah konsumsi pakan (JKP), pertumbuhan panjang mutlak (PPM), pertumbuhan berat mutlak (PBM), laju pertumbuhan spesifik (LPS), feed conversion ratio (FCR), efisiensi pakan (EP) dan survival rate (SR). Hasil penelitian menunjukkan nilai yang baik untuk pertumbuhan ikan jelawat dimana JKP sebesar 12.000 g, PPM 7,4 cm, WM 10.727.97g, LPS 0,05%, FCR 1,15, EP 87,2 % dan SR 94%. Hasil pengukuran kualitas air menunjukkan nilai suhu berkisar antara 27-31oC, DO 2,5-3,7 mg/L, pH 6,20-7,32, nitrit 0,1-0,2 mg/L dan nitrat 2-3 mg/L.   The cultivation of jelawat fish (Leptobarbus hoevenii) has good prospects due to the high market demand for this fish. Market demand for jelawat fish tends to increase over time, but most of it is met from seasonal catches in the wild. Therefore, research is needed as a basis to understand the growth performance of jelawat fish in cultivation media, particularly traditional ponds, to meet the demand for jelawat fish through aquaculture activities. The purpose of this study is to determine the growth performance of jelawat fish fry in traditional pond media in Tangkit Baru village, Sungai Gelam, Jambi. This study was conducted from September to December 2025 at the Independent Fish Farming Group (POKDAKAN) in Tangkit Baru village, Sungai Gelam district, Muaro Jambi Regency, Jambi Province. The maintenance of jelawat fish fry was carried out in traditional ponds using a hapa measuring 2 m × 2 m × 1.5 m. Seed stocking density was 586 individuals with a size ± 3 cm, and feeding was done to satiation using PF 800 feed with a content of 40% protein, 6% fat, 3% crude fiber, and 3% ash. The observed data were total feed consumption, absolute length growth, absolute weight growth, specific growth rate (SGR), feed conversion ratio (FCR), feed efficiency and survival rate (SR). The results showed good values for the growth of Jelawat fish, with total feed consumption 12,000 g, absolute length growth 7.4 cm, absolute weight growth 10.727,97g, SGR 0.05%, FCR 1.15, feed efficiency 87,2%, and SR  94%. Water quality measurements showed a temperature range of 27-31°C, DO 2.5-3.7 mg/L, pH 6.20-7.32, nitrite 0.1-0.2 mg/L, and nitrate 2-3 mg/L.

Filter by Year

2003 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 21 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 20 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 19 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 19 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 18 No. 2 (2023): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 18 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 17 No. 2 (2022): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 17, No 1 (2022): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 16, No 2 (2021): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 16, No 1 (2021): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 15, No 2 (2020): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 15, No 1 (2020): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 14, No 2 (2019): Jurnal Ilmu - Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 14, No 2 (2019): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 14, No 1 (2019): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 14, No 1 (2019): Jurnal Ilmu - Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 13, No 2 (2018): Jurnal Ilmu - Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 13, No 2 (2018): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Ilmu - Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Ilmu - Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 12, No 2 (2017) Vol 12, No 2 (2017): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 12, No 2 (2017) Vol 12, No 1 (2017) Vol 12, No 1 (2017): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 9, No 1 (2014): JURNAL ILMU - ILMU PERIKANAN DAN BUDIDAYA VOL. 9 NO.1 DESEMBER 2014 Vol 9, No 1 (2014): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 6, No 1 (2011): Jurnal Ilmu - ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Desember 2011 Vol 6, No 1 (2011): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan JURNAL ILMU PERIKANAN VOLUME 6 TH 2011 Vol 2, No 1 (2004): Jurnal Ilmu - ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Juni 2004 Vol 2, No 1 (2004): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 1, No 1 (2003): Jurnal Ilmu - ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Desember 2003 Vol 1, No 1 (2003): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan More Issue