cover
Contact Name
Rangga Bayu Kusuma Haris
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
perikanan.pgri@gmail.com
Editorial Address
9 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30116
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmu-Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
ISSN : 16936442     EISSN : 26204622     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Ilmu-Ilmu Perikanan dan Budidaya Perikanan ber ISSN 1693-6442 diterbitkan oleh Jurnal Fakultas Perikanan Universitas PGRI Palembang dengan focus bidang Perikanan, Budidaya Perikanan, pengolahan hasil perikanan dan sumberdaya perairan.
Articles 260 Documents
Produksi Udang Galah (Macrobrachium resenbergii) pada Media Resirculating Aquaqultur System (RAS) Sofian, Sofian; Fitra Mulia Jaya; Riya Liuhartana; Rih Laksmi Utpalasari; Rahul
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 18 No. 2 (2023): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v18i2.13823

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kinerja produksi udang galah (Macrobrachium resenbergii) pada sistem resirkulasi. Benih udang galah sebanyak 105 ekor yang diperoleh dari pengepul udang galah hasil tangkapan alam dengan ukuran bobot 2,88±0,63 gram. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan yang diujikan yaitu pemeliharaan dengan padat tebar berbeda pada sistem resirkulasi: kontrol = pemeliharaan tanpa sistem resirkulasi, P1: 5 ekor per wadah, P2= 10 ekor per wadah, P3= 15 ekor per wadah. Parameter yang diamati yaitu Pertumbuhan Bobot Mutlak, Pertumbuhan Panjang Mutlak, Laju Pertumbuhan Harian Tingkat Kelangsungan Hidup dan Kualitas Air. Data yang diperoleh diolah menggunakan program MS. Office Excel 2010 dan untuk uji ANOVA dianalisis menggunakan program SPSS 16.0 dengan selang kepercayaan 95 %. Hasil penelitian diketahui bahwa produksi udang galah pada sistem resirkulasi menghasilkan nilai pertumbuhan bobot mutlak terbaik, nilai pertumbuhan panjang mutlak, laju pertumbuhan harian serta tingkat kelangsungan hidup tertinggi bila dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Sistem resirkulasi mampu menjaga nilai kualitas air tetapn optimal untuk pertumbuhan biota budidaya. The aim of this research is to evaluate the production performance of giant prawns (Macrobrachium resenbergii) in a recirculation system. There were 105 giant fresh water obtained from wild caught giant prawn collectors with a weight of 2.88 ± 0.63 grams. This research used a Completely Randomized Design (CRD) with 3 treatments and 3 replications. The treatments tested were rearing with different stocking densities in a recirculation system: control = rearing without a recirculation system, P1: 5 shrimp per container, P2= 10 shrimp per container, P3= 15 shrimp per container. The parameters observed were Absolute Weight Growth, Absolute Length Growth, Daily Growth Rate, Survival Rate and Water Quality. The data obtained was processed using the MS program. Office Excel 2010 and the ANOVA test was analyzed using the SPSS 16.0 program with a confidence interval of 95%. The results of the research showed that the production of giant prawns using a recirculation system produced the best absolute weight growth values, absolute length growth values, daily growth rates and the highest survival rates when compared with other treatments. The recirculation system is able to maintain optimal water quality values for the growth of cultivated biota.
Perbedaan Pakan Komersil Dengan Protein Rendah dan Pakan Alami Terhadap Pertumbuhan Benih Ikan Baung (Hemibagrus nemurus) Nugraha, Sujaka; Anjani, Tiara Puspa; Lia Puspita Sari; Humairani, Humairani; Rahma Mulyani; Indah Anggraini Yusanti
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 19 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v19i1.13852

Abstract

Pemilihan jenis pakan adalah salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat keberhasilan budidaya ikan. Penggunaan pakan komersil dengan protein rendah 15 % kurang optimal dalam pertumbuhan benih ikan baung, selain itu biaya produksi yang diperlukan juga cukup tinggi. Penambahan pakan alami seperti cacing sutra adalah salah satu jenis pakan alternatif yang dapat digunakan dan diketahui mempunyai kandungan gizi protein tinggi yang disukai oleh benih ikan baung. Kombinasi antara pakan komersil dan cacing sutra pada penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan keberlangsungan hidup dan mempercepat pertumbuhan benih ikan baung. Penelitian ini dilakukan selama 16 hari menggunakan benih ikan baung dengan ukuran berkisaran antara 1 - 1.15 cm dengan menggunakan metode rancangan acak lengkap dengan 3 perlakuan yaitu pemberian pakan pelet komersil (P), pakan cacing sutera (C), serta pakan kombinasi antara pelet komersil 50 % dan cacing sutera 50 % (CP) yang diulang sebanyak 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan jenis pakan yang berbeda berpengaruh nyata (P<0.05) terhadap panjang dan bobot akhir, pertumbuhan panjang mutlak, laju pertumbuhan spesifik, serta tingkat kelangsungan hidup benih ikan baung, namun tidak berpengaruh nyata (P>0.05) terhadap koefisien keragaman dan faktor kondisi benih ikan baung. Perlakuan pemberian pakan kombinasi pelet komersil dan cacing sutera (50%:50%) pada benih ikan baung dapat meningkatkan persentase kelangsungan hidup sebesar 89 % selama 16 hari pemeliharaan.   The choice of feed type is one of the factors that influences the success rate of fish farming. The use of commercial feed with a low protein of 15% is less than optimal for the growth of baung fish fry, besides that the production costs required are also quite high. The addition of natural feed such as silk worms is one type of alternative feed that can be used and is known to have high protein nutritional content which is preferred by baung fish fry. The combination of commercial feed and silk worms in this research is expected to increase survival and accelerate the growth of baung fish fry. This research was carried out for 16 days using baung fish fry with sizes ranging from 1 - 1.15 cm using a completely randomized design method with 3 treatments, namely commercial pellet feeding (P), silk worm feeding (C), and a combination of 50 commercial pellets. % and 50% silk worms (CP) which were repeated 3 times. The results of the study showed that treatment with different types of feed had a significant effect (P<0.05) on final length and weight, absolute length growth, specific growth rate, and survival rate of baung fish fry, but had no significant effect (P>0.05) on the diversity coefficient. and factors regarding the condition of baung fish seeds. The treatment of feeding a combination of commercial pellets and silk worms (50%:50%) to baung fish fry can increase the survival percentage by 89% for 16 days of rearing.
Kualitas Warna Dan Performa Produksi Ikan Molly Merah (Poecilia sphenops) Dengan Penambahan Daun Ketapang (Terminalia catappa) Pada Media Pemeliharaan Citra Amandhani; Firman, Sri Wahyuni; Nurfitri Rahim
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 19 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v19i1.13863

Abstract

Ikan Molly Merah (Poecilia sphenops) ialah salah satu jenis komoditas ikan hias yang warnanya cantik dan bernilai ekonomis. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kemampuan air rendaman daun ketapang dalam meningkatkan kualitas warna ikan dan meningkatkan performa produksi ikan molly merah (Phocilia sphenops). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan A, (100% air tawar (kontrol). Perlakuan B (75% air tawar + 25% air rendaman daun ketapang). Perlakuan C, (50% air tawar + 50% air rendaman daun ketapang). Perlakuan D, (25% air tawar + 75% air rendaman daun ketapang). Perlakuan E, (100% air rendaman daun ketapang). Berdasarkan hasil yang didapat nilai tingkat kelangsungan hidup (TKH) tertinggi pada perlakuan A, B, dan D sebesar 100%. Laju pertumbuhan harian tertinggi terdapat pada perlakuan C dengan nilai sebesar (1,87%). Pertumbuhan bobot mutlak tertinggi terdapat pada perlakuan C sebesar 0,22 gram, dan pertumbuhan Panjang terbaik terdapat pada perlakuan C sebesar 0,37 cm. kualitas warna terbaik terdapat pada perlakuan B dengan warna yang paling disukai sebanyak 17 orang.   Red Molly fish (Poecilia sphenops) is a type of ornamental fish commodity that has beautiful colors and economic value. The aim of the research was to determine the ability of water soaked in ketapang leaves to improve the color quality of fish and increase the production performance of red molly fish (Phocilia sphenops). The method used in this research was a Completely Randomized Design (CRD) consisting of 5 treatments and 3 replications. Treatment A, (100% fresh water (control). Treatment B (75% fresh water + 25% ketapang leaf soaking water). Treatment C, (50% fresh water + 50% ketapang leaf soaking water). Treatment D, (25 % fresh water + 75% water soaked in ketapang leaves). Treatment E, (100% water soaked in ketapang leaves). Based on the results obtained, the highest survival rate (TKH) value in treatments A, B, and D was 100%. Growth rate The highest daily growth was in treatment C with a value of (1.87%). The highest absolute weight growth was in treatment C at 0.22 grams, and the best length growth was in treatment C at 0.37 cm. The best color quality was in treatment B with the most preferred color by 17 people.
Efektifitas Paparan Spektrum Cahaya Lampu Light Emitting Diode (LED) Terhadap Kinerja Pertumbuhan Dan Kualitas Warna Ikan Platy Kohaku (Xiphophorus maculatus) Yonathan Aprilio; Firman, Sri Wahyuni; Dheni Rossarie; Muh. Kasim
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 19 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v19i1.13869

Abstract

Ikan Platy Kohaku (Xiphophorus maculatus) adalah ikan yang berasal dari Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Ikan ini pertama kali ditemukan di wilayah Meksiko dan Amerika Tengah pada abad ke-19 dan sejak saat itu ikan hias yang popular di dunia karena warnanya yang memukau, ikan platy (Xiphophorus maculatus) menjadi salah satu ikan hias yang banyak dicari masyarakat umum. Penelitian ini menggunakan strategi percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga ulangan dan empat perlakuan. Perlakuan A (Spektrum LED berwarna putih), perlakuan B (Spektrum LED berwarna merah), perlakuan C (Spektrum LED berwarna hijau), serta perlakuan D (Spektrum LED berwarna biru). Hasil penelitian menunjukan tingkat kelangsungan hidup terbaik ada pada perlakuan C (LED hijau) dengan tingkat kelangsungan hidup 100%. Pertumbuhan bobot dan panjang mutlak tertinggi terbaik pada perlakuan D (LED Biru) dengan bobot mutlak 0,27gram dan panjang mutlak sebesar 0,23cm.   Platy Kohaku fish (Xiphophorus maculatus) is a fish that comes from Central America and South America. This fish was first discovered in Mexico and Central America in the 19th century and since then it has become a popular ornamental fish in the world. Platy fish (Xiphophorus maculatus) is one of the most popular ornamental fish in the community because it has a beautiful color. This study employed a fully randomized design (CRD) experiment with three replications and four treatments. Treatment A (LED spectrum is white), treatment B (LED spectrum is red), treatment C (LED spectrum is green), and treatment D (LED spectrum is blue). The results showed that the best survival rate was in treatment C (green LED) with a survival rate of 100%. The best growth in absolute weight and length was in treatment D (Blue LED) with an absolute weight of 0.27 gram and an absolute length of 0.23 cm.
Tingkat Patogenisitas Bakteri Vibrio sp. Strain IS8 Yang Diinfeksi Pada Kerang Batik (Ruditapes philippinarum) Menggunakan Metode In Vitro Jati, Ciptaning Weargo; Noor, Huriyatul Fitriyah; Nursandi, Juli; Mulyani, Rahma
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 18 No. 2 (2023): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v18i2.14567

Abstract

Kerang, khususnya jenis Ruditapes philippinarum, memiliki nilai ekonomis tinggi di Prancis dan banyak wilayah lainnya. Meskipun teknologi budidaya dan pengendalian penyakit berkembang pesat, penyakit musiman seperti Brown Ring Disease (BRD) atau penyakit cincin coklat tetap menjadi tantangan dalam budidaya R. philippinarum. Penyakit ini disebabkan oleh Vibrio tapetis, yang memiliki dampak patogenik yang signifikan pada kerang. Penelitian ini fokus pada pengujian tingkat patogenisitas V. tapetis strain IS8 pada kerang batik (R. philippinarum). Melalui uji aderensi dan fagositosis, kami mengevaluasi kemampuan bakteri ini untuk menyebabkan efek aderen pada hemosit kerang dan aktivitas fagositosis. Hasilnya menunjukkan bahwa V. tapetis strain IS8 memiliki tingkat patogenisitas yang sangat tinggi, dengan kemampuan aderensi dan aktivitas fagositosis yang lebih tinggi dari kontrol positif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa V. tapetis strain IS8 mampu menginduksi penyakit cincin coklat pada kerang batik dan memiliki dampak patogenik yang signifikan. Pengetahuan lebih lanjut tentang mekanisme infeksius bakteri ini diperlukan untuk meningkatkan pemahaman tentang peran mereka dalam budidaya kerang di masa depan.   Clams, particularly Ruditapes philippinarum, hold significant economic value in France and various other regions. Despite rapid advancements in culture technology and disease control, seasonal diseases such as Brown Ring Disease (BRD) continue to pose a challenge in the cultivation of R. philippinarum. This ailment is attributed to Vibrio tapetis, exhibiting a substantial pathogenic impact on clams. This study concentrates on assessing the pathogenicity level of V. tapetis strain IS8 in the Manila clam (R. philippinarum). Through adhesion and phagocytosis assays, we evaluate the capability of V. tapetis strain IS8 to induce adhesion effects on clam hemocytes and phagocytic activity. The results demonstrate that V. tapetis strain IS8 exhibits a remarkably high level of pathogenicity, surpassing the positive control in both adhesion and phagocytosis assays. In conclusion, this research establishes that V. tapetis strain IS8 can induce Brown Ring Disease in Manila clams, showcasing a significant pathogenic impact. Further comprehension of the infectious mechanisms of this bacterium is essential for enhancing our understanding of their role in clam cultivation in the future.
Efektifitas Sistem Dekapsulasi Dengan Salinitas Berbeda Terhadap Daya Tetas (Hatching Rate) Siste Artemia Izwar, Akmal; Anis Nugrahawati; Irfannur; Yusrizal Akmal; Asih Makarti Muktitama; Rossy Azhar; Syahirman Hakim; Rahma Mulyani
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 19 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v19i1.15940

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh salinitas terhadap daya tetas artemia dekapsulasi. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan A artemia dekapsulasi dengan salinitas 20 ppt Perlakuan B artemia dekapsulasi dengan salinitas 25 ppt, perlakuan C artemia dekapsulasi salinitas 30 ppt dan kontrol penetasan artemia non dekapsulasi salinitas 30 ppt. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan antar perlakuan. Daya tetas tertinggi terdapat pada perlakuan C yaitu Artemia dekapsulasi dengan salinitas 30 ppt sebesar 88,55%, daya tetas perlakuan B sebesar 68,51%, daya tetas perlakuan A sebesar 54,98%, dan kontrol menunjukkan daya tetas paling rendah yaitu sebesar 51,51%. Proses dekapsulasi dengan kadar Salinitas berbeda dalam proses penetasan siste artemia mempengaruhi daya tetas artemia. Artemia dekapsulasi dengan media penetasan bersalinitas 30 ppt mampu meningkatkan daya tetas sebesar 37,04% dari perlakuan kontrol.   This study aims to determine the effect of salinity on the hatching rate of decapsulated Artemia. The research design used a Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments and 3 replications. Treatment A of decapsulated artemia with a salinity of 20 ppt. Treatment B of decapsulated artemia with a salinity of 25 ppt, treatment C of decapsulated artemia with a salinity of 30 ppt and kontrol non-decapsulated artemia hatching with a salinity of 30 ppt. The research results showed that there were differences between treatments. The highest hatching rate was in treatment C, namely decapsulated Artemia with a salinity of 30 ppt of 88.55%, the hatching rate of treatment B was 68.51%, the hatching rate of treatment A was 54.98%, and the kontrol showed the lowest hatching rate of 51 .51%. The decapsulation process with different levels of salinity in the hatching process of the artemia system affects the hatching rate of artemia. Artemia decapsulation with hatching media with a salinity of 30 ppt was able to increase hatching rate by 37.04% from the kontrol treatment.  
Analisis Kelayakan Usaha Pendederan Ikan Channa (Channa pulchra) Menggunakan Pakan Alami Cacing Sutra (Tubifex sp.) dan Daphnia magna Noor, Huriyatul Fitriyah; Jati, Ciptaning Weargo; Putriani, Rizha Bery; Mulyani, Rahma
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 19 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v19i1.15945

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi kelayakan usaha pendederan ikan Channa pulchra menggunakan pakan alami (cacing sutra dan Daphnia magna) berskala rumah tangga di Kota Bandar Lampung. Penelitian dilakukan dari bulan Januari hingga April 2024 untuk menganalisis pertumbuhan, kesehatan ikan, dan aspek ekonomi usaha. Hasilnya menunjukkan bahwa pemberian pakan alami berkontribusi positif terhadap pertumbuhan ikan Channa dengan tingkat kelangsungan hidup mencapai 90%. Data anggaran laba yang didapat dari analisis kelayakan usaha ini sebesar Rp1.065.500,00 dengan Break Even Point (BEP) 112 ekor ikan per siklus produksi. Analisis keuntungan yang didapat adalah sebesar 28,9% dari total komponen biaya yang dikeluarkan. Analisis biaya produksi, overhead tetap, dan operasional menunjukkan pengeluaran yang terkontrol, mendukung keberlanjutan usaha pendederan ikan Channa. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis kelayakan usaha yang dilakukan, didapatkan simpulan bahwa usaha pendederan ikan Channa (Channa pulchra) menjanjikan secara ekonomi dan memiliki potensi keuntungan dalam usaha budidaya ikan hias.   This study evaluates the feasibility of Channa pulchra nursery using natural feeds (silkworms and Daphnia magna) on a household scale in Bandar Lampung City. The research was conducted from January to April 2024 to analyze growth, fish health, and the economic aspects of the aquaculture business. The results indicate that feeding with natural feeds positively contributes to Channa fish growth, with a survival rate reaching 90%. The profit budget data from the feasibility analysis amounted to Rp1,065,500.00, with a break-even point (BEP) 112 fish per production cycle. Profit analysis showed a return of 28.9% on the total expenditure components. Analysis of production costs, fixed overheads, and operational costs indicated controlled expenditure, supporting the sustainability of Channa fish nursery operations. Based on the research findings and feasibility analysis conducted, it is concluded that the Channa pulchra fish nursery is promising economically and has profit potential in the business operations.
Keanekaragaman Jenis Ikan Di Perairan Pasang Surut Sungai Musi Kecamatan Muara Telang Kabupaten Banyuasin Sofian, Sofian; Humairani, Humairani; Andrian Saputra
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 19 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v19i1.16002

Abstract

Penelitian ini telah dilaksankan pada bulan April-Mei 2024 di kawasan irigasi perairan pasang surut sungai musi, Kecamatan Muara Telang, Kabupaten Banyuasin. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengevaluasi nilai indeks keanekaragaman jenis ikan yang hidup dikawasan irigasi perairan pasang surut sungai musi. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dengan 3 stasiun pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada stasiun 1 ditemukan sebanyak 74 individu yang terdiri atas 8 spesies dan 8 famili, pada stasiun 2 ditemukan sebanyak 51 individu yang tergolong kedalam 9 spesies dan 6 famili, sedangkan stasiun 3 terdapat 38 individu yang terdiri dari 7 spesies dan 7 famili. Secara keseluruhan, nilai total indeks keanekaragama jenis ikan dikawasan irigasi perairan pasang surut sungai musi yaitu sebesar 5,89 yang termasuk dalam kriteria tinggi.   This research was conducted on April-May 2024 in the tidal water irrigation area of ​​the Musi River, Muara Telang District, Banyuasin Regency. This study aims to analyze the fish diversity in the tidal irrigation area of ​​the Musi River. This research used the purposive sampling method with 3 observation stations. The results showed that as many as 74 individuals at station 1 consist of 8 species grouped in 8 families, at station 2 as much as 51 individuals consist of 9 species grouped in 8 families, and than at station 3 there were 38 individuals consist of 7 species grouped in 7 families. Overall, the fish diversity index value in the tidal water irrigation area of ​​the Musi River is 5.89, which are included in the high criteria diversity.
Karakterisasi Kimia dan Sensori Surimi di Perairan Tarakan Nurhikma, Nurhikma; Serliana, Serliana; Diah Anggraini Wulandari
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 19 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v19i1.16113

Abstract

Surimi adalah daging lumat yang terkonstrat dengan protein miofibril melalui proses pencucian berulang-ulang menggunakan air dingin yang terstandar dengan penambahan garam dan gula (Cryoprotectant). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kualitas surimi yang sesuai dengan Standar Nasional Indonesia dengan menggunakan tiga jenis ikan yang berbeda. Pengukuran kualitas surimi dilakukan dengan pengujian sifat dan kimia. Dalam penelitian dilakukan analisis rendemen surimi, pengujian kadar air, protein, lemak dan analisis sensori yang meliputi kenampakan, uji lipat dan uji gigit. Hasil penelitian menunjukkan rendemen surimi yang dihasilkan pada ikan barakuda 7,86, ikan gulamah 7,66 dan ikan bulan-bulan 7,26. Proksimat ikan segar yang dihasilkan ikan barakuda dengan kadar air 77,88%, protein 16,23%, lemak 6,67% dan abu 1,61%, gulamah dengan kadar air 79,41%, protein 15,58%, lemak 3,18% dan abu 1,56% sedangkan bulan-bulan kadar air 69,90%, protein 16,52%, lemak 4,18% dan abu 1,06%. Proksimat surimi yang dihasilkan adalah surimi barakuda kadar air 79,22%, protein 12,41% dan lemak 1,61%. Surimi gulamah memiliki kadar air 80,55%, protein 12,94% dan lemak 1,56% sedangakan surimi bulan-bulan kadar air 75,00%, protein 12,69%, dan lemak 1,06%. Sensori surimi ikan barakuda, ikan gulamah dan ikan bulan-bulan mencapai rata-rata 7 sampai 8. Karakterisasi kimia dan sensori surimi berbahan baku ikan pelagis (barakuda, gulamah dan bulan-bulan) di perairan tarakan sudah sesuai dengan SNI 2694:2013.   Surimi, a concentrated myofibril protein product, is prepared through repeated washing with cold water and the addition of salt and cryoprotectants. The objective is to evaluate the surimi quality based on the Indonesian National Standards (SNI 2694:2013). The assessment includes yield analysis, proximate composition (water, protein, fat, and ash content), and sensory evaluation (appearance, folding test, and bite test). The results indicate that the surimi yields were 7.86% for barracuda, 7.66% for gulamah, and 7.26% for moonfish. Fresh fish proximate analysis showed water contents of 77.88%, 79.41%, and 69.90%; protein contents of 16.23%, 15.58%, and 16.52%; fat contents of 6.67%, 3.18%, and 4.18%; and ash contents of 1.61%, 1.56%, and 1.06% for barracuda, gulamah, and moonfish, respectively. For surimi, the water contents were 79.22%, 80.55%, and 75.00%; protein contents were 12.41%, 12.94%, and 12.69%; and fat contents were 1.61%, 1.56%, and 1.06% for barracuda, gulamah, and moonfish, respectively. Sensory evaluation scores ranged from 7 to 8 for all three fish types. The study concludes that the surimi produced from barracuda, gulamah, and moonfish in Tarakan waters meets the quality standards outlined in SNI 2694:2013, showcasing promising chemical and sensory properties for these fish species.
Produksi Hidrolisat Protein Kepala Ikan Gabus Secara Enzimatis Dengan Variasi Waktu Hidrolisis Jaya, Fitra Mulia; Lia Perwita Sari; Rih Laksmi Utpalasari; Riya Liuhartana; Reshi Wahyuni; Yuni Filian Sari
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 19 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v19i1.16255

Abstract

Pemanfaatan yang belum maksimal membuat limbah kepala ikan gabus memiliki potensial untuk dimanfaatkan. Limbah ikan mengandung senyawa nutrisi seperti adanya protein, sehingga sangat cocok sebagai bahan baku hidrolisat. Penggunaan enzim dalam hidrolisis untuk mendapatkan hidrolisat yang lebih aman. Pada penelitian ini proses hidrolisis hidrolisat kepala ikan gabus menggunakan enzim papain dengan variasi waktu hidrolisis untuk mendapatkan hidrolisis yang maksimal. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan perlakuan waktu hidrolisis yang terdiri dari 3 (tiga) taraf perlakuan, masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Perlakuan pada penelitian ini adalah variasi lama waktu hidrolisis yaitu WH1: 2 jam, WH2: 4 jam, dan WH3: 6 jam. Parameter yang diteliti dalam penelitian ini meliputi: rendemen, pH, derajat hidrolisis, kadar protein, kadar air, sensori meliputi (penampakan, warna dan aroma). Hasil waktu hidrolisis tidak berpengaruh nyata terhadap sifat fisik (rendemen), kimiawi (Ph, derajat hidrolisis, protein, air dan abu) tetapi berpengaruh nyata terhadap tingkat penerimaan panelis. Proses hidrolisis selama 4 jam merupakan waktu yang optimal untuk menghasilkan hidrolisat protein dari limbah kepala ikan gabus berdasarkan nilai warna 1,7, aroma 2,55, rendemen 45,91%, pH 6,67, Derajat hirolisis 82,13% , kadar protein 10,82%, kadar air 84,46% dan kadar abu 2,06%.   Utilization that has not been maximized means that snakehead fish head waste has the potential to be utilized. Fish waste contains nutritional compounds such as protein, so it is very suitable as a raw material for hydrolysates. Use of enzymes in hydrolysis to obtain safer hydrolysates. In this study, the hydrolysis process of snakehead fish head hydrolyzate used the papain enzyme with varying hydrolysis times to obtain maximum hydrolysis. This research was carried out experimentally using a Randomized Block Design, with hydrolysis time treatment consisting of 3 (three) treatment levels, each treatment repeated 3 times. The treatments in this study varied the length of hydrolysis time, namely WH1: 2 hours, WH2: 4 hours, and WH3: 6 hours. The parameters examined in this research include: yield, pH, degree of hydrolysis, protein content, water content, sensory including (appearance, color and aroma). The results of the hydrolysis time did not have a significant effect on the physical (yield) and chemical properties (Ph, degree of hydrolysis, protein, water and ash) but had a significant effect on the level of panelist acceptance. The 4 hour hydrolysis process is the optimal time to produce protein hydrolyzate from snakehead fish head waste based on color value 1.7, aroma 2.55, yield 45.91%, pH 6.67, degree of hydrolysis 82.13%, protein content 10.82%, water content 84.46% and ash content 2.06%.  

Filter by Year

2003 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 20 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 19 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 19 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 18 No. 2 (2023): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 18 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 17 No. 2 (2022): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 17, No 1 (2022): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 16, No 2 (2021): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 16, No 1 (2021): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 15, No 2 (2020): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 15, No 1 (2020): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 14, No 2 (2019): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 14, No 2 (2019): Jurnal Ilmu - Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 14, No 1 (2019): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 14, No 1 (2019): Jurnal Ilmu - Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 13, No 2 (2018): Jurnal Ilmu - Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 13, No 2 (2018): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Ilmu - Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Ilmu - Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 12, No 2 (2017) Vol 12, No 2 (2017) Vol 12, No 2 (2017): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 12, No 1 (2017) Vol 12, No 1 (2017): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 9, No 1 (2014): JURNAL ILMU - ILMU PERIKANAN DAN BUDIDAYA VOL. 9 NO.1 DESEMBER 2014 Vol 9, No 1 (2014): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 6, No 1 (2011): Jurnal Ilmu - ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Desember 2011 Vol 6, No 1 (2011): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan JURNAL ILMU PERIKANAN VOLUME 6 TH 2011 Vol 2, No 1 (2004): Jurnal Ilmu - ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Juni 2004 Vol 2, No 1 (2004): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 1, No 1 (2003): Jurnal Ilmu - ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Desember 2003 Vol 1, No 1 (2003): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan More Issue