cover
Contact Name
Rangga Bayu Kusuma Haris
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
perikanan.pgri@gmail.com
Editorial Address
9 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30116
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmu-Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
ISSN : 16936442     EISSN : 26204622     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Ilmu-Ilmu Perikanan dan Budidaya Perikanan ber ISSN 1693-6442 diterbitkan oleh Jurnal Fakultas Perikanan Universitas PGRI Palembang dengan focus bidang Perikanan, Budidaya Perikanan, pengolahan hasil perikanan dan sumberdaya perairan.
Articles 260 Documents
Sifat Fisik Kimia Permen Jelly dari Gelatin Ikan Gabus dengan Penambahan Lendir Okra Fitra Mulia Jaya; Lia Perwita Sari; Rih Laksmi Utpalasari
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 18 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v18i1.12052

Abstract

Penggunaan gelatin dalam industri umumnya sebagai agen pembentuk gel, pengental, pengemulsi dan lain sebagainya. Namun, bahan baku gelatin yang banyak beredar dipasaran yaitu berbahan baku tulang sapi dan tulang babi. Pada peneltian ini, limbah ikan gabus berupa tulang sebagai bahan dalam pembuatan gelatin. Limbah tulang ikan gabus ini banyak tersedia di pasar sebagai limbah hasil olahan daging giling. Gelatin yang dihasilkan diaplikasi menjadi permen geli yang ditambahkan lendir okra untuk meningkatkan gizi permen sehingga manfaat lendir okra dapat dirasakan, mengingat pemanfaatan lendir okra sebagai bahan pangan belum maksimal dikarenakan selama ini masyarakat okra dengan menghilangkan lendirnya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi lendir okra terbaik terhadap sifat fisiko kimia dalam pengolahan permen jeli dari gelatin tulang ikan gabus. Perlakuan yang digunakan adalah lendir okra dengan konsentrasi meliputi 0; 2,5; 7,5 dan 10%. Sifat fisik dan kimia terbaik pada permen jeli yang ditambahkan beberapa konsentrasi lendir okra  adalah perlakuan P2 (Penambahan 2,5% lendir okra) dengan nilai teksur 188,20 gf, karbohidrat 26,00%, kadar protein 8,48%, kadar abu 0,02%, kadar air 23,72%,  kadar serat 1,73% dan gula reduksi 13,00 sehingga berdasarkan hasil tersebut disimpulkan bahwa perlakuan yang diberikan berpengaruh nyata terhadap parameter fisik (tekstur), parameter kimia meliputi kadar protein, kadar serat kasar dan gula reduksi. Perlakuan penambahan konsentrasi lendir okra tidak berpengaruh nyata Kadar karbohidrat, air, dan abu. The use of gelatin in industry is generally as a gelling agent, thickener, emulsifier and so on. However, gelatin raw materials that are widely circulated in the market are made from beef bones and pork bones. In this research, snakehead fish waste is in the form of bone as an ingredient in the manufacture of gelatin. This snakehead fish bone waste is widely available in the market as a waste of processed ground meat. The resulting gelatin is applied to a gummy candy with okra slime added to increase the nutrition of the candy so that the benefits of okra slime can be felt, considering that the use of okra slime as food has not been maximized because so far the okra community has removed the mucus. This study aims to determine the best concentration of okra slime on physicochemical properties in the processing of jelly candy from snakehead fish bone gelatin. The treatment used was okra slime with concentrations covering 0; 2.5; 7.5 and 10%. The best physical and chemical properties of jelly candy with several concentrations of okra mucilage were P2 treatment (Addition of 2.5% okra slime) with a texture value of 188.20 gf, carbohydrates 26.00%, protein content 8.48%, ash content 0 0.02%, water content 23.72%, fiber content 1.73% and reducing sugar 13.00 so that based on these results it is concluded that the treatment given has a significant effect on physical parameters (texture), chemical parameters include protein content, crude fiber content and reducing sugar. The addition of okra mucilage concentration had no significant effect on carbohydrate, water, and ash levels.
Efek Sedatif Ekstrak Bunga Kamboja Putih (Plumeria alba L) Terhadap Benih Ikan Bawal Air Tawar (Colossoma macropomum L) Candra Wijaya; Indah Anggraini Yusanti; Dian Mutiara
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 18 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v18i1.12581

Abstract

Ikan konsumsi memiliki harga yang tinggi jika dijual dalam keadaan hidup, namun masalah transportasi menjadi faktor pembatas, oleh sebab itu perlu dilakukan upaya dalam meminimalkan kematian menggunakan teknik anestesi pada ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi ekstrak bunga kamboja putih (Plumeria alba L) yang efektif sebagai bahan sedatif alami terhadap benih ikan bawal air tawar (Colossoma macropomum L). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan satu kontrol yaitu P0 (0 mg/L), P1 (4 mg/L), P2 (5 mg/L), P3 (6 mg/L), P4 (7 mg/L) dan P5 (8 mg/L), masing-masing perlakuan dilakukan pengulang sebanyak 3 kali. Data pengamatan meliputi lama pulih sadar ikan, kecepatan pingsan, kelangsungan hidup dan kualitas air. Hasil penelitian diperoleh konsentrasi ekstrak bunga kamboja putih antar perlakuan berpengaruh nyata (P > 0,05) terhadap lama pulih sadar dan kecepatan pingsan sedangkan konsentrasi ekstrak bunga kamboja putih antar perlakuan tidak berpengaruh nyata (P < 0,05) terhadap kelangsungan hidup benih ikan bawal. Konsentrasi ekstrak bunga kamboja putih yang paling efektif untuk teknik sedatif terhadap benih ikan bawal adalah 8 mg/L dengan keefektifan waktu memingsankan yaitu 11 menit 53 detik, waktu lama pulih sadar yaitu 3 menit 32 detik serta kelangsungan hidup setelah pemeliharaan selama 3 hari mencapai 86,67%.   Consumtion type of fish have a high price when sold alive, but transportation problems are a limiting factor, therefore it is necessary to make efforts to minimize mortality using anesthetic techniques for fish. This study aims to determine the concentration of white frangipani flower (Plumeria alba L) extract which is effective as a natural sedative against freshwater pomfret seeds (Colossoma macropomum L). This study used a Complete Randomized Design (RAL) with 5 treatments and one control, namely P0 (0 mg / L), P1 (4 mg / L), P2 (5 mg / L), P3 (6 mg / L), P4 (7 mg / L) and P5 (8 mg / L), each treatment was repeated 3 times. Observational data include the length of conscious recovery of fish, fainting speed, survival and water quality. The results obtained the concentration of white frangipani flower extract between treatments had a real effect (P > 0.05) on the length of recovery of consciousness and fainting speed while the concentration of white frangipani flower extract between treatments did not have a real effect (P < 0.05) on the survival of pomfret seeds. The most effective concentration of white frangipani flower extract for sedative techniques against pomfret seeds is 8 mg / L with an effective recovery time of 11 minutes 53 seconds, a long recovery time of consciousness of 3 minutes 32 seconds and survival after maintenance for 3 days reaches 86.67%.
Efektivitas Penambahan Bahan Pengencer Sperma Yang Berbeda Terhadap Tingkat Keberhasilan Ginogenesis Ikan Mas Punten (Cyprinus carpio L.) Fikriyah, Siti; Trisyani, Ninis
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 18 No. 2 (2023): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v18i2.9629

Abstract

Ginogenesis merupakan proses terbentuknya zigot dari gamet betina tanpa kontribusi dari gamet jantan. Manfaat melakukan ginogenesis adalah dapat mempercepat proses pemurnian, membuat populasi klon hanya dalam dua generasi, membuat populasi tunggal kelamin betina, mempercepat proses dan mendeterminasi genotip jenis kelamin betina. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penambahan bahan pengencer sperma yang berbeda terhadap tingkat keberhasilan ginogenesis ikan mas punten (Cyprinus carpio L.). Pada penelitian ini menggunakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dengan 3 pengulangan, yaitu Sperma + 100% NaCl; Sperma + 50% madu + 50% NaCl; Sperma + 50% Air Kelapa Muda + 50% NaCl; Sperma + 50% Sari Tebu + 50% NaCl. Perlakuan terbaik yang dihasilkan dalam penelitian ini adalah sperma yang ditambahkan dengan air kelapa muda dan NaCl dengan  nilai motilitas 83,33%, FR 48%, HR 40,5%, SRe 95,82%, SR-7 91,74%, dan SR-21 85,55%. Gynogenesis is the process of forming a zygote from female gametes without the contribution of male gametes. The benefits of gynogenesis are that it can speed up the purification process, create a clone population in only two generations, create a single female population, speed up the process and determine the genotype of the female sex. This study aimed to determine the effectiveness of adding different sperm diluents to the success rate of gynogenesis of punten carp (Cyprinus carpio L.). The method used in this study is an experimental research method using a completely randomized design (CRD) consisting of 4 treatments with 3 repetitions, namely P1: Sperm + 100% NaCl, P2: Sperm + 50% honey + 50% NaCl, P3: Sperm + 50% Young Coconut Water + 50% NaCl, P4 : Sperm + 50% Sugarcane Juice + 50% NaCl. The results obtained in this study were sperm dilution which significantly affected motility, fertilization rate, hatching rate, embryo survival rate, survival rate – 7 days, and survival rate – 21 days. The addition of young coconut water became the best treatment with motility value of 83.33%, FR: 48%, HR: 40.5%, Sre: 95.82%, SR-7: 91.74%, and SR-21: 85, 55%.
Efektivitas Penambahan Tepung Batang Pisang Terhadap Performa Pertumbuhan dan Survival Rate Benih Ikan Nila Rahma Mulyani; Sumantriyadi; Nugraha, Sujaka; Indah Anggraini Yusanti; Gilness Frank Silayo
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 18 No. 2 (2023): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v18i2.10210

Abstract

Penambahan tepung pisang ambon dalam pakan komersil dapat meningkatkan status kesehatan ikan gurami secara signifikan karena kandungan senyawa imunostimulan dalam tepung btang pisang. Penelitian yang dilaksanakan selama 40 hari menggunakan benih ikan nila ukuran 3-5 cm dengan menggunakan metode rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan yaitu pemberian tepung batang pisang yang dicoating pada pakan komersil (30 g/kg pakan) dengan lama pemeliharaan ikan nila selama 7 hari (P7) pemberian pakan pada pemeliharaan ikan nila selama 14 hari (P14), pemberian pakan pada pemeliharaan ikan nila selama 28 hari (P28), pemberian pakan tanpa tambahan tepung batang pisang pada pemeliharaan ikan nila (Kontrol). Hasil menunjukkan rata-rata nilai survival rate dan parameter pertumbuhan berat dan panjang tidak menunjukkan pengaruh yang berbeda nyata secara signifikan (P<0,05). Namun berbeda nyata secara signifikan pada parameter glukosa darah. Hal tersebut diduga karna adanya pengaruh senyawa anti nutrisi yang berperan sebagai anti mikroba yang terdapat pada batang pisang. Penambahan tepung batang pisang ini, walaupun tidak berbeda secara signifikan dalam peningkatan pertumbuhan. Namun pertumbuhan ikan nila selama pemeliharaan masih meningkat dibandingkan diawal pemeliharaan.   The addition of Ambon banana flour to commercial feed can significantly improve the health status of gourami due to the content of immunostimulating compounds in banana stem flour. The research was carried out for 40 days using tilapia seeds measuring 3-5 cm using a completely randomized design (CRD) method with 4 treatments and 3 replications, namely feeding tilapia rearing for 7 days (P7) feeding tilapia rearing for 14 days (P14), feeding on tilapia rearing for 28 days (P28), feeding without additional banana stem flour on tilapia rearing (Control). The results showed that the average survival rate and growth parameters for weight and length did not show a significantly different effect (P<0.05). But significantly different in blood glucose parameters. This is presumably due to the influence of anti-nutrition compounds that act as anti-microbials found in banana stems. The addition of banana stem flour, although not significantly different in increasing growth. However, the growth of tilapia during maintenance still increased compared to the beginning of maintenance.
Kadar Glukosa Darah Dan Laju Pertumbuhan Ikan Lele Sangkuriang Yang Diberi Tambahan Ragi Roti Pada Pakan Komersil sukmawati; Sumantriyadi; Rahma Mulyani; Humairani
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 18 No. 2 (2023): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v18i2.11192

Abstract

ABSTRAK             Permasalahan yang sedang dialami bagi para pembudidaya ikan lele sangkuriang saat ini berupa efesiensi penggunaan dari pakan yang terbilang belum maksimal pada penggunaan pakan komersil yang diberikan hingga terjadi kenaikan biaya pada pakan lumayan tinggi. Penanggulangan yang bisa diambil dari permasalahan ini yaitu bisa dengan cara pemberian ragi roti  (Saccharomeycess cerivisiae) pada pakan komersil. Ragi roti merupakan jeni ragi yang berperan untuk imunostimulan yang bisa memacu peningkatan efesiensi penggunaan pakan dan bisa memacu pada pertumbuhan ikan. Tujuan dari penelitian yakni sebagai pengkaji pada pengaruh ragi roti yang terdapat dalam pakan komersil terhadap kadar glukosa darah, pertumbuhan, rasio konversi pakan dan kelangsungan hidup ikan lele sangkuriang. Ikan yang digunakan sebagai bahan yaitu benih lele sangkuriang dengan ukuran 9-12 cm sebanyak 120 ikan. Parameter yang diamati pada penelitian yakni parameter kadar glukosa darah, pertumbuhan berat ikan mutlak dan spesifik, laju pertumbuhan panjang ikan mutlak dan spesifik, rasio konversi pakan dan kelangsungan hidup ikan lele sangkuriang. Hasil dari penelitian menunjukan bahwasanya pemberian ragi roti pada pakan komersil meningkatkan hasil yang terbaik penelitian terdapat pada perlakuan P3 dengan pemberian ragi roti (12 gram/1 kg pakan) menghasilkan kadar glukosa darah sebesar 29,17 mg/dl, pertumbuhan berat 13,65 gram, pada pertumbuhan panjang sebesar 5,33 cm, rasio konversi pakan pakan sebesar 1,71, kelangsungan hidup ikan lele sangkuriang sebesar 100%. ABSTRACT Probelems that are being experienced by sangkuriang catfish cultivators at this time. In the form of efficiency in  the use of feed which is considered not optimal in the use of commercial feed given so that there is a fairly high increase in feed costs. The countermeasures that can be taken from this problem are by applying baker’s yeast (Saccharomycess cerivisae)to commercial feed. Baker’s yeast is a type of yeast that acts as an immunostimulant which can increase the efficiency of feed use and can spur fish growth. The aim of the study was to assess the effect of baker’s yeast found in commercial feed on blood glucose levels, growth, feed conversion ratio and survival of sangkuriang catfish. Observed in the study namely blood glucose levels, absolute and specific fish weiht growth, absolute abd sresific fish lenght growth rate, feed conversion ratio and sangkuriang catfish survival. In the P3 treatment by giving baker’s yeast (12 gram/1 kg of feed) resulted in blood glucose levels of 29,1 mg/dl, weight growth of 13,65 grams,  growth in lenght of 5,33 cm, feed conversion ratio of 1,71 fish survival sangkuriang catfish by 100 %
Analisis Finansial Usaha Budidaya Ikan pada Kelompok Pembudidaya Ikan (POKDAKAN) di Kelurahan Sempaja Timur Muhammad Irfan Nashrullah; Qoriah Saleha; Muhammad Syafril
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 18 No. 2 (2023): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v18i2.12908

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kelayakan finansial usaha budidaya ikan air tawar pada POKDAKAN Kampung Bengkuring Karya dan Rundan Ali Sejahtera di Kota Samarinda, mengetahui perbandingan tingkat kelayakan antara usaha budidaya dengan sistem monokultur dan sistem polikultur, dan mengetahui faktor penghambat bagi pembudidaya. Penelitian ini     sistem monokultur (ikan nila) layak secara finansial dengan nilai NPV: Rp 34.508.119, IRR: 99%, Net B/C Ratio: 4,80, PP: 1,246. Usaha budidaya ikan sistem polikultur (ikan nila dan lele) layak secara finansial dengan  nilai NPV: Rp 51.952.582, IRR: 148%, Net B/C Ratio: 6,59, PP: 0,759. Usaha budidaya ikan sistem polikultur (ikan nila dan patin) layak secara finansial dengan nilai NPV: Rp 93.323.273, IRR: 198%, Net B/C Ratio: 9,16, PP: 0,546. Pola polikultur (ikan nila dan patin) menghasilkan kelayakan finansial paling baik. Kendala yang dihadapi pembudidaya ikan pada 2 POKDAKAN ini yaitu faktor alam, pertumbuhan ikan yang lambat, pakan yang mahal, dan keaktifan anggota.   The purpose of this study was to analyze the financial feasibility of freshwater fish farming at POKDAKAN Bengkuring Karya and Rundan Ali Sejahtera villages in Samarinda City, to find out a comparison of the level of feasibility between aquaculture with a monoculture system and a polyculture system, and to find out the inhibiting factors for cultivators. This research was conducted from July 2022 to July 2023 in the East Sempaja Village, Samarinda City. The sample is 8 respondents using purposive sampling technique. The results showed that the monoculture system of fish farming (tilapia) was financially feasible with an NPV value of NPV: IDR 34.508.119, IRR: 99%, Net B/C Ratio: 4,80, PP: 1,246. Polyculture system fish farming business (tilapia and catfish) is financially feasible with NPV: IDR 51.952.582, IRR: 148%, Net B/C Ratio: 6,59, PP: 0,759. Polyculture system fish farming business (tilapia fish and  pangas catfish) is financially feasible with an NPV value of NPV: IDR 93.323.273, IRR: 198%, Net B/C Ratio: 9,16, PP: 0,546.. The polyculture system (tilapia and pangas catfish) produces the best financial feasibility. The constraints faced by fish cultivators in these 2 POKDAKAN are natural factors, slow fish growth, expensive feed, and active members.
Analisis Potensi Kelayakan Usaha Budidaya Larva Ikan Discus (Symphysodon sp.) Dzulhasni, Sahilly; Linuwih Aluh Prastiti; Subhan, Rio Yusufi; Fatimah, Nurul
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 18 No. 2 (2023): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v18i2.13058

Abstract

Ikan Discus (Symphysodon sp.) merupakan salah satu komoditi ikan hias air tawar yang memiliki potensi untuk dibudidayakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi kelayakan usaha larva ikan Discus dengan fokus pada pengembangan larva ikan menggunakan pakan alami. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode “Deskriptif komparatif”. Berdasarkan hasil analisis ekonomi yang dilakukan mulai dari Asumsi, Total Biaya sebesar Rp. 4.689.667. Hasil Penjualan Per  Siklus  sebesar  Rp.  6.000.000. Laba  per  siklus  sebesar  Rp.1.310.333. BEP memperoleh hasil Rp. 3.239.466 dan BEP unit sebanyak 65 Ekor. Berdasarkan analisis usahanya, maka budidaya larva ikan discus dapat dikatakan layak dilakukan dan berpotensi untuk di kembangkan, karena dapat memberikan keuntungan yang baik. Discus fish have developed rapidly among ornamental fish enthusiasts, both on a small scale and in the ornamental fish industry and have a critical point for fish larvae in the form of a transitional phase from the period of care by the parents to the stage of separation from the parents, due to their habit of eating the mucus produced by the parents as the main food for the fish larvae. The nutritional needs of discus fish larvae must be met to support the growth and success of this fish farming by meeting the nutritional needs of fish larvae using natural food. Moina sp. is one of the natural feeds that can be used in the rearing period of discus fish larvae, and it can be improved the quality by enrichment method using HUFA and ascorbic acid because it was the most important nutrient elements in feed which affects growth and survival. The purpose of this study was to determine the combination of doses of Moina sp. natural feed enrichment.
Analisis Kualitas Air Dan Kepekatan Bioflok Pada Budidaya Polikultur Ikan Lele (Clarias sp.) dan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Sistem Bioflok Andik Sudirman; Sinung Rahadjo; Djumbuh Rukmono; Izzul Islam; Adi Suriyadin
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 18 No. 2 (2023): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v18i2.13061

Abstract

Budidaya secara umum terbagi menjadi dua yaitu monokultur dan polikultur. Monokultur merupakan sistem pemeliharaan ikan secara sendiri atau tunggal pada suatu wadah, sedangkan polikultur merupakan kegiatan budidaya ikan dari berbagai jenis pada tingkat trofik yang sama. Kegiatan budidaya yang bersifat intensif sangat penting dilakukan untuk meningkatkan produksi, namun dalam budidaya secara intensif permasalahan utama yang sering dihadapi adalah meningkatnya kandungan bahan organik dan menurunnya kualitas air. Oleh karena itu perlu adanya upaya menjaga kestabilan kualitas air pada wadah pemeliharaan dan perlu kiranya melakukan penelitian menganalisis kualitas air dan kepekatan bioflok pada budidaya polikultur ikan lele (Clarias sp.) dan ikan nila (Oreochoromis niloticus) sistem bioflok. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL), yaitu 4 perlakuan dengan 3 ulangan. Skema perbandingan dari masing masing perlakuan adalah (A) 200 ekor ikan lele dengan 10 ekor ikan nila, (B) 175 ekor ikan lele dengan 15 ekor ikan nila, (C) 150 ekor ikan lele dengan 20 ekor ikan nila dan (D) 250 ekor ikan lele (kontrol). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepekatan bioflok yang berbeda tidak mempengaruhi parameter kualitas air yang terdiri dari suhu, pH dan oksigen terlarut karena ketiga parameter tersebut tetap berada pada rentang optimal. Sedangkan konsentrasi Total Organic Matter (TOM), Total Amonia Nitrogen (TAN), dan Nitrit (NO2) sangat berkaitan erat atau berkorelasi dengan Kepekatan Bioflok, namun dengan kondisi tersebut biota yang dibudidaya masih dalam kondisi yang baik. Hal tersebut disebabkan oleh biota uji yang digunakan memiliki sistem imun lebih baik akibat penambahan probiotik serta sistem bioflok yang diterapkan. Cultivation is generally divided into two, namely monoculture and polyculture. Monoculture is a system of raising fish alone or singly in a container, while polyculture is the activity of cultivating fish of various types at the same trophic level. Intensive cultivation systems are very important for increasing production, time efficiency and production quantity, but they cause other problems such as decreasing water quality and increasing organic matter content. Therefore, it is very important to carry out research aimed at analyzing water quality and biofloc concentration in a biofloc-based breeding system from polyculture consisting of catfish (Clarias sp.) and Tilapia. (Oreochromis niloticus). This effort is very important to ensure the stability of water quality in the rearing tank. The design used was Completely Randomized Design (CRD), which consisted of 4 treatments with 3 replications. The comparison scheme for each treatment is (A) 200 catfish with 10 tilapia, (B) 175 catfish with 15 tilapia, (C) 150 catfish with 20 tilapia and (D) 250 catfish tail (control). The results of the research show that different biofloc concentrations do not affect the water quality parameters consisting of temperature, pH and dissolved oxygen because these three parameters remain at standard cultivation water quality. Meanwhile, the concentration of Total Organic Matter (TOM), Total Ammonia Nitrogen (TAN), and Nitrite (NO2) is very closely related or correlated with the density of biofloc.
Hubungan Klorofil-a, Suhu Permukaan Laut dan Hasil Tangkapan Hand Line Tuna pada Musim Timur Di Samudera Hindia sarianto, deni; Demi, La; Kemhay, Djalaludin
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 19 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v19i1.13122

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai bulan Agustus 2021 dengan tujuan mengetahui sebaran klorofil-a dan sebaran SPL secara spasil dan temporal di perairan Samudera Hindia bagian barat serta pengaruhnya terhadap hasil tangkapan hand line tuna. Pengukuran klorofil-a dan SPL dilakukan mengunakan daca citra pengindraan jauh dengan analisis deskriptif, statistik dan analisis geospasial. Hasil penelitian menunjukan klorofil-a lebih memberikan pengaruh nyata terhadap hasil tangkapan jika dibandingkan dengan SPL pada musim timur. Bubungan yang terbentuk antara klorofil-a, SPL dan hasil tangkapan secara statistic tidak memberikan pengaruh nyata. Namun dapat menjadi tolak ukur dalam mengambil keputusan pada saat menentukan daerah penangkapan.   This research was conducted on April-May 2024 in the tidal water irrigation area of ​​the Musi River, Muara Telang District, Banyuasin Regency. This study aims to evaluate the value of fish diversity index in the tidal irrigation area of ​​the Musi River. The purposive sampling method was used in this research with 3 observation stations. The results showed that as many as 74 individuals consist of 8 species grouped in 8 families at station 1, a total of 51 individuals consist of 9 species grouped in 6 families at station 2, and than at station 3 there were 38 individuals consist of 7 species grouped in 7 families. Overall, the fish diversity index value in the tidal water irrigation area of ​​the Musi River is 5.89, which are included in the high criteria diversity.
Potensi Agen Imunostimulan Rumput Laut Dalam Modulasi Hemosit Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Lili Suharli; Mardiana Hamjah; Adi Suriyadin; Milis
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 19 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v19i1.13257

Abstract

Pertahanan pertama terhadap penyakit pada udang vaname dilakukan oleh hemosit. Hemosit merupakan salah satu sel imun utama pada udang. Salah satu upaya dalam penanggulangan dan pencegahan penyakit udang adalah melalui peningkatan sistem pertahanan tubuh udang, yaitu dengan menggunakan imunostimulan. Rumput laut Sargasum sp., Eucheuma sp. dan Ulva sp. merupakan sumberdaya laut yang potensial sebagai sumber fitokimia yang mempunyai aktifitas biologi yang bermanfaat bagi kesehatan. Rumput laut ini memiliki kandungan seperti tannin, flavonoid, dan polisakarida sulfat yang mampu meningkatkan jumlah hemosit dan pertahanan tubuh pada udang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas modulasi hemosit dan pertumbuan udang vaname. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Dosis masing-masing perlakuan yaitu 0,5 gram, 1 gram, 2 gram dan kontrol. Parameter pengamatan terdiri dari Total Haemocite Count (THC), Differensial Haemosite Count (DHC) dan Pertumbuhan pada udang vaname. Hasil penelitian menunjukkan bahwa THC dan DHC tertinggi didapat pada perlakuan pemberian ekstrak Euchema sp. dosis 2 gram dengan nilai THC sebesar 12.75x104  cell/ml dan DHC sebesar 0.51%, serta pertumbuhan udang vaname dengan bobot 29.87 gram dan panjang 19.66 cm. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak rumput laut memberikan pengaruh dalam sistem pertahanan udang melalui parameter THC dan DHC serta peningkatan pertumbuhan panjang dan berat udang. Penggunaan ekstrak rumput laut Sargasum sp., Eucheuma sp. dan Ulva sp. sebagai immunostimulan dengan konsentrasi 2 gram memberikan pengaruh positif dalam modulasi hemosi serta pertumbuhan udang vaname.   The first defense against disease in white shrimp is carried out by hemocytes. Hemocytes are one of the main immune cells in shrimp. One of the efforts to overcome and prevent shrimp diseases is by increasing the shrimp's body defense system, namely by using immunostimulants. Seaweed Sargasum sp., Eucheuma sp. and Ulva sp. is a marine resource that has potential as a source of phytochemicals that have biological activities that are beneficial for health. This seaweed contains ingredients such as tannins, flavonoids and sulfate polysaccharides which can increase the number of hemocytes and body defenses in shrimp. This study aims to determine the effectiveness of hemocyte modulation and growth of vaname shrimp. The experimental design used was a Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments and 3 replications. The doses for each treatment were 0.5 grams, 1 gram, 2 grams and control. The observation parameters consist of Total Haemocite Count (THC), Differential Haemosite Count (DHC) and Growth in vaname shrimp. The research results showed that the highest THC and DHC were obtained in the treatment of Euchema sp extract. a dose of 2 grams with a THC value of 12.75x104 cells/ml and a DHC of 0.51%, as well as the growth of vaname shrimp with a weight of 29.87 grams and a length of 19.66 cm. So it can be concluded that the administration of seaweed extract has an influence on the shrimp defense system through the parameters THC and DHC as well as increasing the growth in length and weight of shrimp. Use of seaweed extract Sargasum sp., Eucheuma sp. and Ulva sp. as an immunostimulant with a concentration of 2 grams, it has a positive influence in modulating hemorrhage and growth of vaname shrimp.

Filter by Year

2003 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 20 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 19 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 19 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 18 No. 2 (2023): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 18 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 17 No. 2 (2022): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 17, No 1 (2022): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 16, No 2 (2021): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 16, No 1 (2021): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 15, No 2 (2020): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 15, No 1 (2020): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 14, No 2 (2019): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 14, No 2 (2019): Jurnal Ilmu - Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 14, No 1 (2019): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 14, No 1 (2019): Jurnal Ilmu - Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 13, No 2 (2018): Jurnal Ilmu - Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 13, No 2 (2018): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Ilmu - Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Ilmu - Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 12, No 2 (2017): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 12, No 2 (2017) Vol 12, No 2 (2017) Vol 12, No 1 (2017): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 12, No 1 (2017) Vol 9, No 1 (2014): JURNAL ILMU - ILMU PERIKANAN DAN BUDIDAYA VOL. 9 NO.1 DESEMBER 2014 Vol 9, No 1 (2014): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 6, No 1 (2011): Jurnal Ilmu - ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Desember 2011 Vol 6, No 1 (2011): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan JURNAL ILMU PERIKANAN VOLUME 6 TH 2011 Vol 2, No 1 (2004): Jurnal Ilmu - ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Juni 2004 Vol 2, No 1 (2004): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 1, No 1 (2003): Jurnal Ilmu - ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Desember 2003 Vol 1, No 1 (2003): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan More Issue