cover
Contact Name
Rangga Bayu Kusuma Haris
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
perikanan.pgri@gmail.com
Editorial Address
9 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30116
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmu-Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
ISSN : 16936442     EISSN : 26204622     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Ilmu-Ilmu Perikanan dan Budidaya Perikanan ber ISSN 1693-6442 diterbitkan oleh Jurnal Fakultas Perikanan Universitas PGRI Palembang dengan focus bidang Perikanan, Budidaya Perikanan, pengolahan hasil perikanan dan sumberdaya perairan.
Articles 260 Documents
Karakteristik Tekwan Instan Ikan Gabus (Channa striata) dengan Waktu Pembekuan yang Berbeda Joshua; Fitra Mulia Jaya; Indah Anggraini Yusanti
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 17 No. 2 (2022): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v17i2.10384

Abstract

Tekwan adalah makanan khas Sumatera Selatan, mempunyai kadar air tinggi sehingga mudah mengalami berbagai kerusakan. Berbagai penelitian seperti tekwan kering namun terdapat kelemahan yaitu waktu penyajian yang cukup lama karena harus dilakukan perendaman terlebih dahulu, untuk itu perlu dilakukan penelitian tekwan yang disajikan dalam waktu singkat.  Pada penelitian ini menggunakan pembekuan untuk menghasilkan tekwan kering dengan variasi waktu bertujuan untuk mendapatkan tekwan kering yang disajikan dalam waktu singkat (tekwan instan) . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik tekwan instan, terdiri dari tiga taraf  tiga ulangan dengan rancangan acak kelompok (RAK). Perlakuan  dari waktu Pembekuan (A1=12 jam , A2=24 jam, A3=36 jam). Parameter yang diamati uji fisik warna, tekstur, jumlah pori, lama rehidrasi, uji kimia kadar air, kadar abu, kadar protein, serta uji organoleptik. Hasil analisis keragaman menunjukkan waktu pembekuan yang berbeda berpengaruh nyata terhadap Warna Lightness,  folding test dan tidak berpengaruh nyata terhadap warna Chroma, warna Hue, jumlah pori, lama rehidrasi dan Secara sensoris. Karakteristik terbaik A1 warna (Lightness 58,38%, Chroma 11,99 %, Hue 71, 36°), tesktur 212,70 g.f, lama rehidrasi 18,03 menit, jumlah pori 26,67%, Kadar air 15.38%, kadar abu 3,77%, kadar protein 12,16%  serta sensoris warna 7,90 (suka), tekstur 7,10 (suka), aroma 7,10 (suka), rasa 7,20 (suka) folding test 4,40 (grade A, dilipat satu kali tidak retak).
Suplementasi HYPEROL untuk Peningkatan Pertumbuhan Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Nurul Fatimah; Aldi Huda Verdian; Linuwih Aluh Prastiti; Kurnia Faturrohman; Adni Oktaviana; Qorie Astria; Arif Faisal Siburian
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 17 No. 2 (2022): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v17i2.11551

Abstract

The provision of quality feed is the most important factor determining the success of vannamei shrimp farming. The aim of this study was to evaluate the growth performance, survival rate and water quality of pacific white shrimp Litopenaeus vannamei after dietary administration of combination of calcium, magnesium dan vitamin D3.  Shrimp were fed a control diet (without combination of calcium, magnesium dan vitamin D3 supplement) and four levels of combination of calcium, magnesium dan vitamin D3 supplementation i.e 0; 0.25; 0.50; 0.75; 1.00 mL Hyperol Kg-1 of feed. Larvae were reared in tank with a dimension of 40x25x30cm containing 4 L of disinfected seawater at a stocking density of 100 larvae m-2. In conclusion, the present study demonstrated that dietary supplementation of combination of at the concentration up to 10 mL Kg-1 could significantly improve growth and survival rate of Pacific white shrimp
Penggunaan Daun Sente (Alocasia macrosrhitia) Sebagai Pakan Tambahan pada Pembenihan Ikan Gurami (Osphronemus goramy Lac.) dengan Kepadatan Telur yang Berbeda Zainal Usman; Ardana Kurniaji; Yunarty Yunarty; Supryady Supryady; Diana Putri Renitasari; Karina Prisilia
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 18 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v18i1.8337

Abstract

Kendala utama yang ditemukan dalam budidaya ikan gurami adalah pertumbuhan yang lambat baik pada pemeliharaan benih maupun pembesaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati pengaruh pemberian pakan tambahan berupa daun sente pada kinerja reproduksi dan pertumbuhan larva ikan gurami. Metode penelitian meliputi persiapan bak, pengelolaan induk, pemijahan, penetasan telur, pemeliharaan larva. Pemberian daun sente dilakukan pada tahap pengelolaan induk. Telur yang dihasilkan kemudian ditebar pada akuarium dengan kepadatan berbeda 7 butir/L (P-A), 16 butir/L (P-B), 20 butir/L (P-C). Hasil penelitian menunjukkan induk yang diberi pakan tambahan daun sente memiliki fekunditas sebanyak 1.106 butir telur, FR 96% (P-A), 95% (P-B) dan 92% (P-C). HR diperoleh 82% (P-A), 83% (P-B) dan 83% (P-C). SR yang dihasilkan dari induk ikan gurami 85% (P-A), 83% (P-B) dan 80% (P-C). SGR yang dihasilkan adalah 4,93% (P-A), 4,27% (P-B) dan 3,86% (P-C). Daun sente dapat dijadikan sebagai pakan tambahan untuk induk ikan gurami.
Performa Hematologi Dan Kualitas Air Budidaya Ikan Patin (Pangasius sp.) Yang Diberi Bakteri Fotosintetik (Rhodobacter sp. dan Rhodococcus sp.) Adi Suriyadin; Muhammad haikal Abdurachman; Muh. Fahruddin; Heri Murtawan; Muhammad Aidil Huda
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 18 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v18i1.11206

Abstract

Ikan Patin (Pangasius sp.) adalah salah satu jenis ikan air tawar yang bernilai ekonomis penting dalam industri perikanan budidaya. Namun proses budidaya intensif dengan padat tebar tinggi yang disertai dengan pengelolaan air yang tidak baik, dapat menurunkan kualitas air sehingga mengakibatkan stres dan kesehatan ikan terganggu. Oleh karena itu penelitian penggunaan bakteri fotosintetik (Rhodobacter sp. dan Rhodococcus sp.) pada kolam budidaya ikan patin bertujuan untuk memperbaiki kondisi kualitas air. Rancangan yang digunakan yaitu rancangan acak kelompok, dengan dua perlakuan dan satu kontrol dan masing-masing perlakuan tiga ulangan : A = 0,2 ml/l, B = 0,5 ml/l, dan C = Kontrol (tanpa bakteri fotosintetik). Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian bakteri fotosintetik pada kolam budidaya ikan patin  berpengaruh baik terhadap proses perbaikan kualitas air, yang ditunjukan dengan optimalnya nilai kualitas air yaitu parameter suhu, pH, oksigen terlarut dan adanya penurunan nilai Total Organic Matter yang disebabkan oleh adanya proses bioremediasi yang dilakukan oleh bakteri fotosintetik.   Catfish (Pangasius sp.) is a type of freshwater fish that has important economic value in the aquaculture industry. However, the intensive cultivation process with high stocking densities, accompanied by poor water management, can reduce water quality, resulting in stress and disturbed fish health. Therefore research on the use of photosynthetic bacteria (Rhodobacter sp. and Rhodococcus sp.) in catfish culture ponds aims to improve water quality conditions. The design used was a randomized block design, with two treatments and one control and three replications for each treatment: A = 0.2 ml/l, B = 0.5 ml/l, and C = control (without photosynthetic bacteria). The results showed that the application of photosynthetic bacteria to catfish culture ponds had a good effect on the process of improving water quality, which was indicated by the optimal water quality values, namely the parameters of temperature, pH, dissolved oxygen and a decrease in the value of Total Organic Matter caused by the bioremediation process carried out by photosynthetic bacteria.
Peningkatan Respon Imun Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Melalui Kombinasi Vitamin D3, Mineral Ca Dan Mg Pada Pakan Linuwih Aluh Prastiti; Aldi Huda Verdian; Adni Oktavian; Nurul Fatimah; Kurnia Fathurohman; Qorie Astria; Arif Faisal Siburian
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 18 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v18i1.11326

Abstract

Udang vaname merupakan biota perikanan yang tidak memiliki kekebalan tubuh spesifik. Sehingga dalam teknis pembudidayaan udang lebih menerapkan prinsip pencegahan terhadap serangan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peningkatan respon imun udang vaname melalui penghitungan jumlah total hemosit dan pengamatan perbedaan jenis hemosit yang dipelihara selama 60 hari. Pengujian dilakukan dengan perlakuan kombinasi vitamin D3, mineral Ca dan Mg (Hyperol) pada pakan antara lain kontrol (pemeliharaan udang tanpa suplementasi Hyperol) dan pemeliharaan udang dengan penambahan suplementasi Hyperol pada pakan sebanyak 0,25 mL/kg pakan (A); 0,5 mL/kg pakan (B); 0,75 mL/kg pakan (C); dan 1 mL/kg pakan (D). Hasil terbaik yang didapatkan adalah perlakuan dengan penambahan suplementasi Hyperol 1 mL/kg pakan dengan jumlah total hemosit 65,41±1,90 x 106 sel/mL. Hal ini menunjukkan penggunaan Hyperol 1 mL/kg pakan dapat meningkatkan respon imun pada udang vaname. Vannamei shrimp is fisheries commodity who doesn’t have specific immunity in their body, so principle of prevent against disease was the most important thing to be applied in shrimp farming techniques. The aims of this study is to see an increase in the immune response of vannamei shrimp through counting the total number of hemocytes and observing the different types of hemocytes maintained for 60 days. Tests were carried out with a combination treatment of vitamin D3, minerals Ca and Mg (Hyperol) on the feed, including controls (raising shrimp without Hyperol supplementation) and rearing shrimp with the addition of Hyperol supplementation to feed as much as 0.25 mL/kg feed (A); 0.5 mL/kg feed (B); 0.75 mL/kg feed (C); and 1 mL/kg feed (D). The best results obtained were treatment with the addition of 1 mL/kg Hyperol supplementation with a total hemocyte count of 65.41 ± 1.90 x 106 cells/mL. This shows that the use of Hyperol 1 mL/kg of feed can increase the immune response in vannamei shrimp.  
Analisis In Vitro : Efektivitas Daun dan Kulit Durian (Durio zibethinus Murr) Terhadap Bakteri Edwardsiella tarda Madyasta Anggana Rarassari; Danang Yonarta; Sefti Heza Dwinanti
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 18 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v18i1.11453

Abstract

Serangan penyakit yang diakibatkan oleh bakteri merupakan salah satu permasalahan yang dihadapi oleh para pembudidaya. Edwardsiella tarda merupakan salah satu bakteri penyebab penyakit pada ikan. Dampak terburuk dari adanya serangan penyakit adalah terjadinya kematian ikan secara masal sehingga membuat kegagalan produksi yang pastinya sangat merugikan. Pencegahan dan pengobatan merupakan cara ampuh dalam menanggulangi penyakit pada ikan. Penggunaan bahan alami yang lebih aman lebih disarankan karena tidak menimbulkan efek negatif terhadap lingkungan, ikan, ataupun manusia. Salah satu bahan alami yang dapat digunakan adalah bagian daun dan kulit durian.  Pelaksanaan penelitian ini dilakukan di Laboratorium Budidaya Perairan, Program Studi Budidaya Perairan, Jurusan Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Sriwijaya pada bulan April-Juni 2021. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium yang dirancang menggunakan post only control group design dengan membandingkan efek antibakterial esktrak daun dan kulit durian (Durio zibethinus Murr) dengan kontrol dan perlakuan dengan 3 kali pengulangan. Kontrol yang digunakan adalah antibiotik (chloramphenicol). Ekstrak etanol kulit durian (Durio zibethinus Murr) dapat digunakan sebagai kandidat obat penyakit yang disebabkan oleh bakteri Edwardsiella tarda. Namun, perlu dilakukan uji klinis (in vivo) untuk mengetahui pengaruhnya terhadap ikan. Disease attack caused by bacteria is one of the problems faced by cultivators. Edwardsiella tarda is one of the bacteria that causes disease in fish. The worst impact of disease attacks is the mass death of fish, causing production failure which is certainly very detrimental. Prevention and treatment is a powerful way of dealing with disease in fish. The use of safer natural ingredients is recommended because they do not cause negative effects on the environment, fish or humans. One of the natural ingredients that can be used is the leaves and skin of durian. The implementation of this research was carried out at the Aquaculture Laboratory, Aquaculture Study Program, Department of Fisheries, Faculty of Agriculture, Sriwijaya University in April-June 2021. This research used a laboratory experimental method which was designed using a post only control group design by comparing the antibacterial effects of leaf extract and durian skin (Durio zibethinus Murr) with control and treatment with 3 repetitions. The control used was an antibiotic (chloramphenicol). The ethanol extract of durian peel (Durio zibethinus Murr) can be used as a drug candidate for diseases caused by the bacterium Edwardsiella tarda. However, it is necessary to carry out clinical trials (in vivo) to determine the effect on fish.  
Technique of Dietary Supplementation of Guanidinoacetic Acid for Growth Improvement of Catfish (Pangasius hypophthalmus) Aldi Huda Verdian; Rio Yusufi Subhan; Nurul Fatimah
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 18 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v18i1.11368

Abstract

The present study aims to determine the best technique of Guanidinoacetic acid (GAA) supplementation to improve retention of added GAA after immersion in water on the growth performance of Pangasius catfish (Pangasius hypophthalmus). Pangasius catfish juveniles with a mean body weight and length of 16.05 ± 0.47 g and 12.42 ± 0.30 cm were randomly distributed into 9 pond units (2 x 1 x 0,6 m). Three experimental diets were formulated to contain (0,5% kg-1 GAA) with different technique of GAA supplementation, i.e. control, pelleting technique and spray-coating technique fed to the fish for 60 days of culture. The results showed that average body weight and biomass of fish fed diet with by GAA supplementation with the pelleting technique was higher (p<0.05) than that of spray-coating technique and control. In conclusion, the consumption of diets containing GAA with pelleting technique resulted the best growth performance of Pangasius catfish (Pangasius hypophthalmus).   Penelitian ini bertujuan untuk menentukan metode terbaik dalam suplementasi Guanidinoacetic acid (GAA) pada pakan untuk meningkatkan retensi penambahan GAA setelah perendaman di air dalam meningkatkan kinerja pertumbuhan ikan patin (Pangasius hypophthalmus). Benih ikan patin dengan rata-rata bobot 16.05 ± 0.47 g dan panjang 12.42 ± 0.30 cm dipelihara di dalam 9 unit kolam dengan ukuran (2 x 1 x 0,6 m). Ikan diberikan pakan selama 60 hari pemeliharaan tiga perlakuan yaitu; kontrol (tanpa penambahan GAA); perlakuan pelleting (penambahan 0,5% kg/GAA); dan perlakuan spray coating (penambahan 0,5% kg/GAA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan penambahan 0,5% kg/GAA dengan metode pelleting memberikan rata-rata bobot ikan dan biomasa paling tinggi dibandingkan dengan perlakuan lain dan kontrol (p<0.05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah suplementasi GAA pada pakan ikan patin dengan metode pelleting menunjukkan kinerja pertumbuhan terbaik jika dibandingkan dengan metode spray coating pada ikan patin.
Substitusi Tepung Kedelai dengan Tepung Daun Indigofera Zollnigeriana dalam Formulasi Pakan Benih Ikan Patin Siam (Pangasius hypophthalmus) Imel Melinia Sari; Sopian Sopian; Sumantriyadi; Indah Anggraini Yusanti
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 18 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v18i1.11649

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi tingkat substitusi tepung kedelai terhadap tepung daun indigofera (Zollingeriana) dalam formulasi pakan buatan terhadap kinerja produksi ikan patin siam (Pangasius hypophthalmus). Penelitian ini dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang digunakan yaitu rasio perbandingan substitusi tepung kedelai dan tepung daun indigofera, P0= (40% : 0%), P1= (36% : 4%), P2= (32% : 8%), P3= (28% : 12%). Ikan yang digunakan adalah benih ikan patin siam berukuran berat 4,79 ± 0,85 gram. Pemeliharaan selama 40 hari dalam wadah berupa waring ukuran 1x1x0.5 meter. Pakan diberikan sebesar 5% dari bobot biomasa, dengan tiga kali pemberian yaitu pada pukul 07.30, 13.00 dan 15.30 WIB. Parameter penelitian terdiri dari data (PBM) Pertumbuhan Bobot Mutlak, (PPM) Pertumbuhan Panjang Mutlak, Rasio Konversi Pakan (FCR), (RP) Retensi Protein, (RL) Retensi Lemak dan (TKH) Tingkat Kelangsungan Hidup serta parameter kualitas air sebagai pendukung. Hasil penelitian didapatkan data bahwa substitusi tepung kedelai terhadap tepung daun indigofera dalam formulasi pakan benih ikan patin siam mampu meningkatkan kinerja produksi ikan. Substitusi pada dosis (P3) 28% tepung kedelai dan 12% tepung daun indigofera menghasilkan nilai tertinggi terhadap kinerja produksi dan kelangsungan hidup ikan patin. Nilai kaualitas air masih berada dalam kisaran optimal untuk pertumbuhan ikan.   This study aims to evaluate the effect of substitution of soybean flour and indigofera leaf meal (Zollingeriana) in artificial feed on production performance and survival of Pangasius hypophthalmus. This study used a completely randomized design (CRD) with four treatments and three repetitions. The treatments tested were soy flour and indigofera leaf flour substitution, P0 = 40% soybean flour 0% indigofera leaf flour, P1 = 36% soybean flour 4% indigofera leaf flour, P2 = 32% soybean flour 8% indigofera leaf flour, P3 = 28% soybean flour 12% indigofera leaf flour. The test fish used were Siamese catfish fry measuring an average weight of 4.79 ± 0.85 grams which were reared in a waring (1x1x0.5 meter) for 40 days. Fish were fed 5% of their body weight three times a day at 08.00, 13.00 and 15.00 WIB. Parameters observed are absolute weight and length Growth, Food Conversion Ratio (FCR), Fat and Protein Retention, and Survival Rate as well as water quality parameters as a support. The results showed that the substitution of soy flour and indigofera leaf flour in the Siamese catfish seed fry formulation was able to increase production performance and survival rate of fish. Substitution at a dose (P3) of 28% soy flour and 12% indigofera leaf flour resulted in the highest value for production performance and survival of fish. Water quality parameters during rearing were still in optimal conditions for fish growth.
Analisis Pemilihan Toko Pempek Berdasarkan Karakteristik Konsumen Pempek Di Kota Palembang Gemala Cahya; Nancy Eka Putri Manurung; Septi Hermialingga; Abi Burhan; Fernando Africano
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 18 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v18i1.11676

Abstract

Palembang memiliki begitu banyak Toko Pempek. Setiap toko pempek tersebut memiliki karakteristik konsumen yang berbeda. Tujuan Penelitian ini ialah menganalisis  pemilihan toko pempek sesuai dengan karakteristik konsumen pempek. Penelitian dilaksanakan pada enam toko pempek berbeda berdasarkan grade. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive) mengingat bahwa semakin banyak objek  menggunakan harga yang tidak sama diharapkan dapat menjangkau responden lebih merata. Penelitian lapang dilaksanakan di Bulan Mei-Juni 2017. Metode yang digunakan pada penelitian ini merupakan metode survei yang berkaitan dengan situasi yang memerlukan teknik pengumpulan data tertentu seperti wawancara, angket atau observasi sehingga dapat memperoleh gambaran nyata di lapangan. Analisis yang digunakan ialah analisis secara deskriptif dan analisis uji square. Berdasarkan hasil penelitian tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin dan umur terhadap pemilihan toko pempek. Berdasarkan hasil uji chi square pendidikan akhir, pekerjaan, dan pendapatan memiliki korelasi dengan pemilihan toko pempek. Palembang had so many Pempek Shops. Each pempek shops had different consumer characteristics. The motive of this study is to analyze of electing pempek shops based on characteristics of consumer pempek in Palembang. The study turned into conducted in six exceptional pempek shops based on grade. The choice of research sites is completed deliberately (purposive) considering that more and more objects with different price variations are anticipated to reach respondents greater evenly. Field research turned into conducted in May-June 2017. The technique used in this observe is a survey approach related to situations that require positive statistics series techniques which include interviews, questionnaires or observations within the wish of obtaining a actual photograph inside the field. he evaluation used is descriptive evaluation and square take a look at evaluation. based totally on the effects of the observe, there was no courting between gender and age on the selection of pempek stores. based totally on the effects of the chi square take a look at of final schooling, employment, and earnings have a dating with electing pempek shops.  
Pengaruh Penurunan Kualitas Perairan Sungai Siak Kota Pekanbaru Terhadap Kebiasaan Makan Ikan Juaro (Pangasius polyuranodon) Yoppie Wulanda; Farhan Ramdhani; Lauura Hermala Yunita; Ester Restiana Endang Gelis; Rizky Janatul Magwa; Septy Heltria
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 18 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v18i1.11317

Abstract

Pangasius polyuranodon adalah salah salah satu ikan yang hidup di Sungai Siak Provinsi Riau. Dimana kualitas perairan di Sungai Siak termasuk dalam kategori tercemar berat. Ketersediaan makanan, kesuksesan reproduksi dan pola pertumbuhan ikan merupakan faktor penting dalam kelangsungan hidup ikan Pangasius polyuranodon. Untuk mengetahui pengaruh penurunan kualitas perairan terhadap ikan tersebut maka dilakukan penelitian pada bulan Desember 2016. Pengambilan sampel dilakukan sekali/minggu yang ditangkap di empat stasiun di Kota Pekanbaru. Sebanyak 42 ikan yang tertangkap dengan jumlah ikan betina 18 ekor dan ikan jantan 24 ekor. Pengamatan isi lambung dilakukan menggunakan metode gravimetrik. Isi lambung yang sudah dianalisis digunakan sebagai dasar untuk, menghitung Preponderance Index (PI). Hasil pengamatan menunjukan bahwa makanan utama ikan Pangasius polyuranodon adalah tumbuhan (PI 56,19), makanan pelengkap serangga (PI 18.04) dan sawit (PI 16,45), makanan tambahan berupa gastropoda (PI 2,97) dan Ikan (PI 0,20). Berdasarkan tingkat kematangan gonad hasil pengamatan memperlihatkan bahwa ikan lebih banyak memakan serangga dan sawit untuk perkembangan gonad. Berdasarkan data yang diperoleh dari penelitian ikan ini termasuk omnivore dimana penurunan kualitas perairan Sungai Siak tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kebiasaan makan ikan juaro. Pangasius polyuranodon is one of the fish that lives in the Siak River, Riau Province. Where the water quality in the Siak River is included in the heavily polluted category. Availability of food, reproductive success, and growth patterns of fish are important factors in fish survival Pangasius polyuranodon. To determine the effect of decreasing water quality on these fish, a study was conducted in December 2016. Sampling was carried out once / a week and was caught at four stations in Pekanbaru City. A total of 42 fish were caught with 18 female fish and 24 male fish. Observation of gastric contents was carried out using the gravimetric method. The gastric contents that have been analyzed are used as a basis for, counting Preponderance Index (PI). Observations showed that the main food of fish Pangasius polyuranodon are plants (PI 56.19), insect complementary foods (PI 18.04) and oil palm (PI 16.45), additional foods in the form of gastropods (PI 2.97) and fish (PI 0.20). Based on the level of maturity of the gonads, the results showed that fish eat more insects and oil palm for gonad development. Based on the data obtained from this research, this fish is an omnivore and the decrease in the quality of the Siak River waters does not significantly affect the eating habits of the juaro fish.  

Filter by Year

2003 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 20 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 19 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 19 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 18 No. 2 (2023): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 18 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 17 No. 2 (2022): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 17, No 1 (2022): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 16, No 2 (2021): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 16, No 1 (2021): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 15, No 2 (2020): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 15, No 1 (2020): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 14, No 2 (2019): Jurnal Ilmu - Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 14, No 2 (2019): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 14, No 1 (2019): Jurnal Ilmu - Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 14, No 1 (2019): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 13, No 2 (2018): Jurnal Ilmu - Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 13, No 2 (2018): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Ilmu - Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Ilmu - Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 12, No 2 (2017) Vol 12, No 2 (2017): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 12, No 2 (2017) Vol 12, No 1 (2017) Vol 12, No 1 (2017): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 9, No 1 (2014): JURNAL ILMU - ILMU PERIKANAN DAN BUDIDAYA VOL. 9 NO.1 DESEMBER 2014 Vol 9, No 1 (2014): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 6, No 1 (2011): Jurnal Ilmu - ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Desember 2011 Vol 6, No 1 (2011): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan JURNAL ILMU PERIKANAN VOLUME 6 TH 2011 Vol 2, No 1 (2004): Jurnal Ilmu - ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Juni 2004 Vol 2, No 1 (2004): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 1, No 1 (2003): Jurnal Ilmu - ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Desember 2003 Vol 1, No 1 (2003): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan More Issue