cover
Contact Name
Muhammad Rifqi Hidayat
Contact Email
rifqifebi@uin-antasari.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
yuliahafizah@uin-antasari.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
At-Taradhi: Jurnal Studi Ekonomi
ISSN : 19793804     EISSN : 25489941     DOI : -
Core Subject : Economy, Education,
At-Taradhi: Jurnal Studi Ekonomi:This journal is published twice a year in June and December with a focus on economics and the like with the same science
Arjuna Subject : -
Articles 435 Documents
PENGEMBANGAN POTENSI WAKAF DI MASJID AT TAQWA BINUANG KAB TAPIN Aisyah, Lisda
At-Taradhi Jurnal Studi Ekonomi Vol 9, No 1 (2018)
Publisher : Islamic Economics and Business Faculty of UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/at-taradhi.v9i1.2088

Abstract

Waqaf besides has spiritual values also has social economic values. Indonesia has the potential endowments are very boast. If the potential of waqf is well developed, then it will give good effect to the economy of the society and welfare. Endowments can be effective and have the maximum benefits if developed, one of which is through a change in the understanding of the concept of endowments consumptive become productive. The development of this potensial will make change in society?s views and goal in terms of the development of Muslims.
ANALISIS PERLAKUAN AKUNTANSI UANG MUKA MURABAHAH PADA BANK KALSEL CABANG SYARIAH BANJARMASIN HARIYANTO, HARIYANTO
At-Taradhi Jurnal Studi Ekonomi Vol 6, No 1 (2015): Ilmu Ekonomi
Publisher : Islamic Economics and Business Faculty of UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/taradhi.v6i1.712

Abstract

Abstract: This study aimed to analyze the accounting treatment applied murabaha advance by BankSyariah Branch South Kalimantan Banjarmasin, both as buyers and as sellers are in accordance with theFatwa DSN, IAS, and PAPSI. This research is a field that is qualitative research, where researchers usedinterviews and documentation. The results showed that the share of advances at Bank Syariah BranchSouth Kalimantan Banjarmasin determined based on the price of the goods and the condition of thegoods. advances are recognized as part of the payment of Murabahah receivables. advances that areapplied by the Bank of South Kalimantan Banjarmasin have within their Sharia Fatwa DSN, IAS, andPAPSI. No down payment for second variation, the first customers pay a deposit to the bank, and thesecond customer to pay an advance directly to the supplier using wakalah.
REVITALISASI GALERI INVESTASI DAN OPTIMALISASI KSPM SEBAGAI DAYA DUKUNG PENYEDIAAN SDM YANG HANDAL DI BIDANG PASAR MODAL SYARIAH Adhitya, Fajar
At-Taradhi Jurnal Studi Ekonomi Vol 8, No 2 (2017)
Publisher : Islamic Economics and Business Faculty of UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/at-taradhi.v8i2.1528

Abstract

Indonesia dengan penduduk terpadat ke 5 di dunia yang mayoritas beragama Islam menjadikan pasar tersendiri untuk produk investasi saham syariah. Peningkatan perkembangan pasar modal syariah tidak sejalan dengan jumlah ahli syariah pasar modal. Untuk itu diperlukan solusi pengembangan sumber daya manusia disertai infrastruktur yang memadai.Untuk mengatasi keterbatasan tersebut diperlukan langkah-langkah strategis seperti: Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) Melaksanakan penyusunan kurikulum Pembelajaran Pasar Modal Syariah, Galeri Investasi memfasilitasi pelaksanaan Event dan Lomba Cerdas Cermat,Galeri Investasi dan KSPM Bersama-sama memfasilitasi Pembukaan Akun Saham secara kontinyu , KSMP Goes To Madrasah Aliyah, Diskusi rutin bedah buku/ Jurnal tentang pasar modal Syariah, Pelatihan melalui Sekolah Pasar Modal Syariah, Pelaksanaan latihan ujian sertifikasi bekerjasama dengan lembaga pelatihan sertifikasi Ahli Syariah Pasar Modal (ASPM). 
ASURANSI DALAM PERSPEKTIF ISLAM Purnamasari, Shofia
At-Taradhi Jurnal Studi Ekonomi Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : Islamic Economics and Business Faculty of UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/at-taradhi.v7i1.1977

Abstract

Abstract: Takaful and its development in the Islamic world become urgent as in Indonesia which is the majority of Muslim population. In Islamic teachings also contained the substance of the insurance regulation. Insurance which is appropriate to Islamic law was able to avoid the insurance operational principle of gharar, maysir, and usury. Due to that basis, then thought out and formulated appropriate insurance forms of Islamic law. In principle, Islamic economic studies has always put forward the principles of fairness, help each other, avoid injustice, the prohibition of usury (interest), the principle of proft and loss sharing as well as the removalof gharar element. Gharar element in conventional insurance lies in the uncertainty about the rights of policy holders, and the resources that they use to cover claims. Maysir element lies in the possibility of the benefciary at the expense of others. While usury elements lies in revenue from money.Abstrak: Asuransi syariah dan perkembangannya di dalam dunia islam menjadi hal urgen. Begitupun di Indonesia yang notabene penduduknya mayoritas beragama Islam. Di dalam ajaran Islam juga termuat substansi mengenai peraturan perasuransian. Asuransi yang sesuai hukum islam ternyata mampu menghindarkan prinsip operasional asuransi dari unsur gharar, maysir, dan riba. Atas landasan itulah, kemudian dipikirkan dan dirumuskan bentuk asuransi yang sesuai syariat Islam. Secara prinsipil kajian ekonomi islam selalu mengedepankan asas keadilan, tolong ? menolong, menghindari kezaliman, pengharaman riba (bunga), berprinsip proft and loss sharring serta penghilangan unsur gharar. Unsur Gharar dalam asuransi konvensional terletak pada ketidakpastian tentang hak pemegang polis dan sumber dana yang di pakai untuk menutup klaim. Unsur maysir terletak pada kemungkinan adanya pihak yang diuntungkan di atas kerugian orang lain. Sedangkan unsur riba terdapa pada perolehan pendapatan dari membungakan uang.Keywords: deposit, gharar, riba, konvensional.
ANALISIS FLUKTUALISASI HARGA TIKET PESAWAT DENGAN METODE QIYAS Hidayat, Muhammad Rifqi; Aisyah, Lisda; Komarudin, Parman
At-Taradhi Jurnal Studi Ekonomi Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : Islamic Economics and Business Faculty of UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/at-taradhi.v10i2.3400

Abstract

This research aims to find out the law of fluctuations in the price of plane tickets through the qiyas method. This is a qualitative research with a normative legal approach. The legal material to be the basis of the analysis is the Prophet's hadith on market mechanisms, as well as the Fatwa of the National Sharia Council of the Indonesian Ulema Council (DSN-MUI) No. 40 and 80 in which there are provisions concerning market mechanisms. Fluctuations in the price of plane tickets are then analyzed using the qiyas method of the market mechanism system in Islam. The results showed that the law of fluctuations in airplane ticket prices is permissible, because it has the same characteristics (illat) with the market mechanism system that also fluctuates based on demand and supply.Riset ini bertujuan untuk menemukan hukum flutuasi harga tiket pesawat melalui metode qiyas. Penelitian ini merupakan riset kualitatif dengan pendekatan hukum normatif. Bahan hukum yang tim peneliti kumpulkan antara lain yaitu hadis Nabi tentang mekanisme pasar, serta Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) Nomor 40 dan 80 yang di dalamnya terdapat ketentuan mengenai mekanisme pasar. Fluktuasi harga tiket pesawat tersebut kemudian dianalisa menggunakan metode qiyas terhadap sistem mekanisme pasar dalam Islam. Hasil riset menunjukkan bahwa hukum fluktuasi harga tiket pesawat adalah mubah, karena memiliki persamaan karakteristik (illat) dengan sistem mekanisme pasar yang juga berfluktuasi berdasarkan permintaan dan penawaran.
PENANGANAN NON-PERFORMING FINANCE DALAM AKAD MUSYARAKAH DI BANK KALSEL SYARIAH Hidayat, Muhammad Rifqi; Komarudin, Parman
At-Taradhi Jurnal Studi Ekonomi Vol 9, No 1 (2018)
Publisher : Islamic Economics and Business Faculty of UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/at-taradhi.v9i1.2086

Abstract

Each financing has risks faced by banks and customers, including on musyarakah contracts. This can result in losses if not resolved, the bank must cover it first from the existing reserve fund in each bank in case of such problematic financing happen. On the other hand, the DSN has not specifically regulated the guidelines on handling non-performing financing on musyarakah contracts. While the questions about it continue to emerge.Therefore, it is needed to be clarified about how the practice undertaken by the bank in case of problematic financing, because it is very influential on the health of a bank.This research is field type and uses qualitative descriptive approach. The primary data in this study is about the Bank Kalsel Syariah, either through the official website, observation, or interviews with the bank. For the secondary data, the authors collect from various literature, especially from legislation such as the Compilation of Islamic Economic Law and MUI Fatwa.In this research, it is found that the Bank Kalsel Syariah has managed the problem financing settlement in this musyarakah contract through several phases, those phases are the cash payment, revitalization of financing through contract restructuring, settlement through guarantee, and lastly through legal court.
PENEGAKAN DAN PENERAPAN HUKUM WAKAF Hosen, Nadratuzzaman
At-Taradhi Jurnal Studi Ekonomi Vol 6, No 1 (2015): Ilmu Ekonomi
Publisher : Islamic Economics and Business Faculty of UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/taradhi.v6i1.707

Abstract

Abstract: This paper discusses about law of waqf implementation in Indonesia. Regulations endow-ments have been proposed by the Government and approved by the legislature to form Undang-UndangNomor 41 Tahun 2004 about Waqf, which is complemented by the executive to establish and enforcePeraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2006 about the implementation of Undang-Undang Nomor41 Tahun 2004. Implementation of the law has been prepared by forming Indonesian Waqf Board(BWI), and the Deed of Pledge Officer waqf (PPAIW) located in the Office of Religious Affairs, andIndonesian Ulema Council (MUI). In terms of cash waqf, also formed Islamic Financial InstitutionsRecipients Endowments money (LKS-PWU) to facilitate development cash waqf. For law enforcement,waqf was created as one of the absolute competence religious courts based on the examination andsettlement of formal law. From this effort, waqf management was expected to run well in accordancewith the laws in the set.
EFEK CAPITAL ADEQUACY RATIO, NON PERFORMING FINANCING, DAN OPERATIONAL EFFECIENCY RATIO ATAS RETURN ON ASSET PADA BANK UMUM SYARIAH MILIK NEGARA Achmad, Achmad
At-Taradhi Jurnal Studi Ekonomi Vol 9, No 2 (2018)
Publisher : Islamic Economics and Business Faculty of UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/at-taradhi.v9i2.2514

Abstract

Return on asset adalah salah-satu rasio profitabilitas yang digunakan untuk mengukur efektifitas perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dari total aktiva yang digunakannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh tingkat kinerja bank yang diukur dengan Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing Financing (NPF), dan Operational Effeciency Ratio (OER) terhadap Return On Asset (ROA) pada bank umum syariah milik negara. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi data panel dengan alat bantu uji berupa Eviews 07. Dari hasil analisis yang telah dilakukan, pemilihan  model yang paling tepat digunakan ialah model Fixed Effect, karena dianggap lebih baik dari pada model Common Effect maupun model Random Effect. Selanjutnya, secara simultan variabel CAR, NPF, dan OER berpengaruh terhadap ROA. Pengujian secara parsial menunjukkan bahwa variabel CAR tidak berpengaruh secara signifikan dan negatif terhadap ROA. Variabel NPF secara parsial tidak berpengaruh secara signifikan dan positif terhadap ROA. Dan variabel OER secara parsial  berpengaruh secara signifikan dan negatif terhadap ROA.
IMPLEMENTASI MANAJEMEN BERBASIS SYARIAH PADA KOPERASI; WUJUD REFORMASI KOPERASI MENUJU KOPERASI YANG BERKUALITAS Rachman, Abdul
At-Taradhi Jurnal Studi Ekonomi Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : Islamic Economics and Business Faculty of UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/at-taradhi.v7i2.1501

Abstract

Jumlah koperasi di Indonesia sebanyak 212.135 unit merupakan jumlah terbesar di dunia. Namun, angka Produk Domestik Bruto (PDB) koperasi Indonesia hanya 1,7 persen. Sungguh ironis, dengan jumlah terbesar di dunia namun angka Produk Domestik Bruto (PDB) kecil.Selain itu, menurut data Kementerian Koperasi dan UKM bahwa terdapat 62.000 koperasi dibekukan karena tidak aktif. Banyak faktor yang menyebabkan koperasi tidak aktif bahkan tidak mendapat respon positif dari masyarakat, diantaranya adalah terdapat penyalahgunaan Pengelolaan Bantuan Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (PDB-UMKM), penyalahgunaan dana mitra koperasi, menawarkan produk illegal dan tidak rasional serta melanggar UU Nomor 25 Tahun 1992 tentang perkoperasian. Hal inilah yang membuat banyak koperasi bangkrut karena ketidakjujuran dalam pengelolaan, struktur organisasi yang tidak sehat, monopoli kebijakan, produk yang tidak rasional dan illegal dan cenderung hanya berorientasi money oriented.Tujuan adanya penelitan ini adalah untuk dapat menciptakan pengelolaan koperasi dengan manajamen berbasis syariah yang akuntabel dan berkualitas.mengembangkan sumber daya manusia yang berbasis etika dan spiritual. menciptakan produk yang rasional dan legal, akad, kebijakan yang memiliki value positif dan bermanfaat. Hasilnya adalah penerapan manajemen berbasis syariah dapat dilakukan pada koperasi syariah dan koperasi konvensional dengan mengadopsi landasan moral manajemen berbasis syariah sehingga dapat mereformasi koperasi menuju koperasi yang berkualitas serta meningkatkan efektifitas dan efisiensi sumber daya koperasi.Keyword: manajemen berbasis syariah, koperasi
ANALISIS PENERAPAN AKAD WAKALAH BIL UJRAH PADA LAYANAN GO-FOOD Mujahid, Mujahid
At-Taradhi Jurnal Studi Ekonomi Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : Islamic Economics and Business Faculty of UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/at-taradhi.v10i1.2803

Abstract

Salah satu fitur Gojek yang perlahan menjadi primadona masyarakat selain jasa transportasi adalah jasa pesan-antar makanan (Go-Food). Melalui fitur ini, seseorang bisa memesan makanan dari restoran yang dia inginkan tanpa harus pergi ke restoran tersebut sedangkan mengenai mekanisme pembayaran, menu makanan yang telah dipesan tadi akan dibayarkan oleh driver telebih dahulu dan ketika makanan telah sampai barulah pelanggan membayar dengan uang tunai atau melalui Go-Pay.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan akad wakalah bil ujrah yang terjadi dalam transaksi go-food yang dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara langsung kepada salah seorang driver go-jek di Kota Banjarmasin dan pencarian beberapa literatur terkait yang nantinya dilakukan analisis menggunakan metode deskriptif dengan pola pikir induktif untuk menggambarkan suatu hal dengan mengumpulkan data terkait yang disertai dengan penarikan kesimpulan.Wakalah bil Ujrah pada go-food terjadi ketika seorang pelanggan yang memberikan kuasa penuh kepada driver untuk mewakili dirinya dalam hal membelikan produk makanan yang dia inginkan. Dalam hal ini, satu pihak menjadi wakil dari pihak lain untuk melakukan suatu urusan atau pekerjaan. Oleh karena seorang driver adalah penyedia jasa yang berorientasi kepada usaha atau pekerjaan, maka dalam konteks ia sebagai wakil dari pelanggan, tentunya driver akan meminta sejumlah upah (ujrah) atas pekerjaan yang diserahkan kepadanya.