cover
Contact Name
Muhammad Rifqi Hidayat
Contact Email
rifqifebi@uin-antasari.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
yuliahafizah@uin-antasari.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
At-Taradhi: Jurnal Studi Ekonomi
ISSN : 19793804     EISSN : 25489941     DOI : -
Core Subject : Economy, Education,
At-Taradhi: Jurnal Studi Ekonomi:This journal is published twice a year in June and December with a focus on economics and the like with the same science
Arjuna Subject : -
Articles 435 Documents
AYAT-AYAT RIBA DALAM AL-QUR’AN: PENDEKATAN HISTORIS Ruslan, Ruslan
At-Taradhi Jurnal Studi Ekonomi Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : Islamic Economics and Business Faculty of UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/at-taradhi.v7i1.1978

Abstract

Abstract: The verses on usury(riba) appeared in two periods; Makiyah and Madaniyah. Scholars disagree about the revelations of usury. Some people think that is the refection of the usury laws while others looked at the verses stand alone. When people understood them independently of all the words usury in the Qur'an connotes illegal except al-Rum (30): 39 there is a commentator who argue that the word usury in this verse is not prohibited usury because it means gifts so that there are two kinds of usury: illegal and legal usury. The writer tends to say in this verse that there is already nash signal (siy?qul kalam) that led to the prohibition of usury. Its law Illat of usury practice can be destructive to the economy of the people / society, market imbalances and injustices. Therefore, the author also suggests hindering usury with all its forms and be careful of conventional banks and modern fnancial that wants to help the economy of the people. Although now banks and fnancial are very modern.Abstrak: Ayat-ayat tentang riba turun di dua periode; Makiyah dan Madaniyah. Ulama berbeda pendapat tentang ayat-ayat riba. Ada yang beranggapan mencerminkan tahapan hukum riba dan sementara yang lain memandangnya ayat-ayatnya berdiri sendiri. Bila dipahami secara mandiri semua kata riba yang ditunjuk Alquran berkonotasi haram kecuali al-R?m (30): 39 ada mufassir yang berpendapat riba dalam ayat ini bukan riba yang dilarang karena berarti hadiah (pemberian) sehingga ada dua riba: riba haram dan riba halal. Penulis cenderung mengatakan dalam ayat ini sudah ada isyarat nash (siy?qul kalam) yang mengarah kepada dilarangnya riba. Illat hukumnya praktik riba dapat merusak tatanan ekonomi umat/masyarakat, ketidak-seimbangan pasar, dan ketidakadilan. Oleh karena itu penulis juga menyarankan jauhilah riba dengan segala bentuknya dan berhati-hati terhadap bank-bank konvensional dan fnansial-fnansial modern yang berdalih membantu perekonomian umat. Walaupun bank-bank dan fnansial-fnansial yang ada sekarang sudah sangat modern.
PENGARUH FAKTOR KEBUDAYAAN, SOSIAL, PRIBADI DAN PSIKOLOGIS TERHADAP KEPUTUSAN MEMILIH BANK SYARIAH DI KOTA YOGYAKARTA (STUDI PADA MASYARAKAT NON MUSLIM KOTA YOGYAKARTA) Nashoha, Muhammad Rizalun
At-Taradhi Jurnal Studi Ekonomi Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : Islamic Economics and Business Faculty of UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/at-taradhi.v10i2.3338

Abstract

The existence of Islamic banks has a direction and purpose to provide great benefit to all people in Indonesia. During this time, the public views Islamic banking products only for Muslims. While the fact is that many non-Muslim communities are customers in Islamic banks. This research uses a descriptive quantitative approach methodology based. Data were processed using SEM analysis of Covarian Based Structural Equation Modeling (CBSEM) with the help of IBM SPSS Amos software, 20. The results of this study indicate that overall the decision to choose can be influenced by cultural, social and psychological factors. In testing of each variable, it was found that all hypotheses were acceptable unless personal factors showed a negative and not significant effect on the decision of non-Muslim communities to become customers of Islamic banks. In testing the correlation of each variable it was found that the strongest correlation was between culture and social of 0.642.Keberadaan bank syariah memiliki arah dan tujuan untuk memberikan kemaslahatan kepada seluruh masyarakat di Indonesia. Selama ini, masyarakat memandang perbankan syariah sebatas hanya untuk yang beragama muslim. Sedangkan faktanya banyak masyarakat non muslim yang menjadi nasabah di bank syariah. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif deskriptif. Data diolah menggunakan analisis SEM yang berjenis Covarian Based Structural Equation Modeling (CBSEM) dengan bantuan software IBM SPSS Amos, 20. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan keputusan memilih bank syariah di kota Yogyakarta dapat dipengaruhi oleh faktor kebudayaan, sosial dan psikologis. Pada pengujian dari setiap variabel ditemukan bahwa seluruh hipotesis dapat diterima kecuali faktor pribadi menunjukkan pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap keputusan masyarakat non muslim menjadi nasabah bank syariah. Pada pengujian korelasi dari setiap variabel ditemukan bahwa korelasi yang paling kuat adalah antara kebudayaan dan sosial sebesar 0.642.
IMPLEMETASI YURIDIS TERHADAP KEDUDUKAN WAKAF PRODUKTIF BERBASIS PENINGKATAN EKONOMI MASYARAKAT DI INDONESIA Naimah, Naimah
At-Taradhi Jurnal Studi Ekonomi Vol 9, No 1 (2018)
Publisher : Islamic Economics and Business Faculty of UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/at-taradhi.v9i1.2093

Abstract

Wakaf produktif adalah harta benda atau pokok tetap yang diwakafkan untuk dipergunakan dalam kegiatan produksi dan hasilnya di salurkan sesuai dengan tujuan wakaf. Seperti wakaf tanah untuk digunakan bercocok tanam, mata air untuk diambil airnya dan lain- lain. Dasar penetapan terhadap status hukum wakaf produktif.dalam Undang-undang Nomor 41 Tahun 2004 adalah ijtihad. Bab V Undang-Undang 41 Tahun 2004 merupakan pengembangan dari Undang-undang wakaf sebelumnya yang mengatur tentang pengelolaan harta wakaf, dimana kewajiban nazir diatur secara gamblang sesuai dengan prinsip syari?ah dan pada pasal 43 ayat 2 dijelaskan bahwa pengelolaan dan pengembangan harta benda wakaf dilakukan secara produktif. Undang-undang Nomor 41 Tahun 2004 Tentang Wakaf ini juga menjadi momentum pemberdayaan wakaf secara produktif sebab di dalamnya terkandung pemahaman yang komprehensif dan pola manajemen pemberdayaan potensi wakaf secara modern.Lahirnya Undang-Undang Republik Indonesia No. 41 tahun 2004 tentang Wakaf diarahkan untuk memberdayakan wakaf yang merupakan salah satu instrumen dalam membangun kehidupan sosial ekonomi umat Islam. Wakaf produktif pada dasarnya merupakan implementasi tujuan wakaf yaitu kemaslahatan/ kesejahteraan masyarakat melalui model-model usaha ekonomi yang produktif, sehingga manfaat dari harta wakaf dapat berdaya guna secara optimal dan berkesinambungan. Untuk merealisasikan wakaf produktif maka paling tidak harus mempertimbangkan empat azas, yaitu asas keabadian manfaat, asas pertanggung-jawaban, asas profesionalitas managemen, dan asas keadilan sosial.
KERANGKA PENYELESAIAN SENGKETA BISNIS SYARIAH Abd Hakim, Atang; al-Hakim, Sofyan
At-Taradhi Jurnal Studi Ekonomi Vol 6, No 1 (2015): Ilmu Ekonomi
Publisher : Islamic Economics and Business Faculty of UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/taradhi.v6i1.708

Abstract

Abstract: This paper discuss the concept of sharia binsis dispute resolution. In this paper explainedthat the agreement or contract Musharaka mutanaqishah arranged in a deed that fulfill the standard(pillars and conditions shirkah). Thus, tort committed by one of the parties can not be separated fromthe legal reference contained in the KUHPerdata and Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah. Applicablelaw in Indonesia has been providing the forum choice: the ways of litigation and non-litigation. Litiga-tion way, sharia business disputes can be solved in Pengadilan Agama atau Pengadilan Negeri (IslamicCourt or the District Court); while the non-litigation way, sharia business disputes can be solved inBasyarnas or BANI through the establishment of a special assembly at the request of the parties to thedispute. All forums examining and adjudicating business disputes sharia required) heed principles shariahcontained fatwa from Dewan Syariah Nasional (National Sharia Council).
ANALISIS PENETAPAN MARGIN PEMBIAYAAN TAQSITH PADA KOPERASI SYARIAH ARRAHMAH BANJARMASIN Hariyanto, Hariyanto; Nuriadi, Nuriadi
At-Taradhi Jurnal Studi Ekonomi Vol 9, No 2 (2018)
Publisher : Islamic Economics and Business Faculty of UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/at-taradhi.v9i2.2515

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuipenetapan margin pembiayaan taqsith pada Koperasi Syariah Arrahmah Banjarmasindan alasan penetapan margin pembiayaan taqsith pada Koperasi Syariah Arrahmah Banjarmasin.Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research), dengan lokasi penelitiandi Koperasi Syariah Arrahmah Banjarmasin. Datadalam penelitian ini diperoleh melalui wawancara dan dokumenter, selanjutnya dianalisis secara deskriptif kualitatif.Penelitian ini menghasilkan temuan-temuan, pertama:Penetapan margin pembiayaan taqsith pada Koperasi Syariah Arrahmah Banjarmasin ditetapkan berdasarkan dari keputusan rapat pengurus, pengawas dan pembina koperasi. Metode yang digunakan oleh koperasi dalam menetapkan margin dengan metode flat, untuk pembayaran angsuran setiap bulannya tetap, tidak ada perubahan. Kedua: AlasanKoperasi Syariah Arrahmah Banjarmasin menetapkan margin pembiayaan taqsith dengan mempertimbangkan dari keuntungan rata-rata pada lembaga pembiayaansejenis dan biaya-biaya yangdikeluarkan dalam setiap transaksi untuk dana pihak ketiga.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENENTU RESIKO KERAWANAN PANGAN KABUPATEN BARITO KUALA Yunani, Ahmad
At-Taradhi Jurnal Studi Ekonomi Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Islamic Economics and Business Faculty of UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/at-taradhi.v8i1.1515

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui indikator dan pemetaan daerah resiko kerawanan pangan di Kabupaten Barito Kuala. Memetakan kondisi ketahanan/kerawanan pangan di Barito Kuala. Mengidentifikasi dan menganalisis isu dan permasalahan terkait kemungkinan potensi resiko kerawanan pangan di Barito Kuala. Data dan informasi yang telah dikumpulkan (data sekunder dan data primer) kemudian dilakukan pemutakhiran data, kompilasi, tabulasi data dan mengolah data spasial (pemetaan). Metode yang digunakan dalam identifikasi kerentanan dan kerawanan pangan di atas menggunakan alat analisis MINITAB sebagai alat analisis statistika yang dapat mengkompilasi sekaligus beberapa variabel untuk analisis komposit. Kemudian untuk sebaran kerawanan dan ketahanan pangan menggunakan Arcgis, suatu alat pemetaan yang sudah banyak digunakan dalam analisis spasial. Melalui analisa komponen utama (Principal Component Analysis/PCA) telah ditentukan komponen yang mempengaruhi dalam penyusunan kerawanan pangan di Barito Kuala melalui 7 (tujuh) indikator tersebut dihasilkan komponen-komponen yang mempengaruhi sebagai berikut :Komponen utama / PC 1 Jumlah Warung/toko kelontongan, fasilitas kesehatan, Komponen utama / PC 2 Akses jalan, persentase kemiskinan, Komponen utama / PC 3 Gizi buruk, akses jalanm, Komponen utama / PC 4          Fasilitas kesehatan, Kematian balita dan ibu melahirkan, Komponen utama / PC 5 Persentase kemiskinan, akses jalan, Komponen utama / PC 6 Fasilitas Kesehatan, kematian balita dan ibu melahirkan.Hasil penelitian ini menyimpulkan ada 12 desa yang masuk katagori prioritas 1 berpotensi rawan pangan, masuk katagori prioritas 2 waspada rawan pangan sebanyak 26 desa, untuk katagori prioritas 3 awas rawan pangan terdapat 65 desa dan masuk katagori prioritas 4, prioritas 5, prioritas 6 dalam kondisi aman rawan pangan totalnya sebanyak 97 desa.  Strategi peningkatan ketahanan pangan perlu dilakukan melalui pendekatan jalur ganda (twin track approaches) yaitu : Pendekatan jangka pendek dengan mengupayakan membangun peningkatan perekonomian masyarakat pedesaan yang berbasis pertanian pada upaya peningkatan nilai tambah dan peluang penyediaan lapangan kerja. Pendekatan jangka menengah dan panjang adalah dengan memenuhi kecukupan pangan dan gizi golongan masyarakat miskin dan rawan pangan dengan pendekatan pemberdayaan melibatkan partisipasi dan peran akitf seluruh komponen.Kata Kunci : Kerawanan Pangan
ANALISIS CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT (CRM) TERHADAP CUSTOMER RELATIONSHIP QUALITY (CRQ) DAN CUSTOMER LIFETIME VALUE (CLV) RUMAH ZAKAT DI INDONESIA Irawan, Andhi
At-Taradhi Jurnal Studi Ekonomi Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : Islamic Economics and Business Faculty of UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/at-taradhi.v10i1.2802

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah pengembangan Ekonomi Islam yang semakin cepat dan kesadaran pengelolaan zakat yang harus lebih profesional dan modern. Rumah Zakat sebagai salah satu Lembaga Zakat swasta (LAZ) terbesar di Indonesia, telah menerapkan alat Customer Relationship Management (CRM) untuk mendukung hubungan Rumah Zakat dengan para donatur Rumah Zakat dengan meningkatkan Customer Lifetime Value (CLV) melalui variabel Pelanggan Kualitas Hubungan (CRQ) Penelitian menggunakan data primer yang diperoleh dengan menggunakan kuesioner online bentuk google. Formulir tautan google quiestionnare didistribusikan ke donatur Rumah Zakat di seluruh Indonesia sebagai penduduk, melalui media sosial yang memiliki persahabatan dengan media sosial yang dimiliki oleh Rumah Zakat. Kuesioner yang didistribusikan diselesaikan oleh 174 responden yang valid sebagai sampel, yang kemudian diuji menggunakan Path Analysis SEM AMOS 24 alat tes.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses manajemen hubungan pelanggan (CRM) menggunakan alat hubungan pelanggan dapat secara signifikan mempengaruhi Customer Relationship Quality (CRQ). Customer Relationships Quality (CRQ) dapat secara signifikan Customer Lifetime Value (CLV). Customer Relationship Management (CRM) tidak akan dapat secara langsung mempengaruhi Customer Lifetime Value (CLV) secara signifikan tanpa Customer Relationship Quality (CRQ). Customer Relationship Management (CRM) akan secara positif dan signifikan mempengaruhi Customer Lifetime Value (CLV) melalui Customer Relationship Quality (CRQ).
SYARIAH CARD (TELAAH HUKUM AKAD/PERJANJIAN PERSPEKTIF ISLAM) S. Purnamasari, S. Purnamasari
At-Taradhi Jurnal Studi Ekonomi Vol 3, No 2 (2012)
Publisher : Islamic Economics and Business Faculty of UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/taradhi.v3i2.569

Abstract

The validity of a contract in Islam has to be based on Al-Quran, Hadith and Ijtihad(legal thinking). One main principle in an Islamically sanctioned contract is that it is free fromusury, ambiguity and speculation. The rapid development of Islamic economy as shown by theestablishment of various Sharia financing units offering Sharia based products puts Islamic con-tracts (akad) in an important position. Foreseen disputes need to be anticipated so they will notcreate problems in the future. This necessitates a prudential standpoint and a compliance withIslamic law, so that the parties involved in an akad are legally protected. For this to happen, atransaction should be tied by a contract. The present article discusses how a Sharia credit card isanalysed from the perpective of Islamic contract.
REVITALISASI NILAI-NILAI ISLAM DALAM MEMBANGUN JIWA KEWIRAUSAHAAN Asnawi, Haris Faulidi
At-Taradhi Jurnal Studi Ekonomi Vol 3, No 1 (2012): JURNAL STUDI EKONOMI
Publisher : Islamic Economics and Business Faculty of UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/taradhi.v3i1.580

Abstract

Focusing on the building of entrepreneurial spirit, this article emphasises the impor-tance of Islamic values as the basis to create an independent and competitive ummah (communityof believers). It is widely convicted that our society prefer to be civil servants or employees tostarting their own businesses. This and misperception of religious values and teachings are partlyresponsible for the slow development of the entrepreneurship culture. I argue that we need to revitaliseIslamic values in order to build an entrepreneurial spirit that emphasises honesty and trustwor-thiness. Devotions should not be understood as norrowly as they have often been, and mustbecome a main motivation when one starts or runs a business. It is also crucial to teach thatdishonesty and untrustworthiness will only produce short term profits with no long term bless-ings.
ESTIMASI KEINGINAN MEMBAYAR (WILLINGNESS TO PAY) TERHADAP UDARA BERSIH UNTUK PENENTUAN PAJAK EMISI (SURVEI TERHADAP PELANGGAN BENGKEL UJI EMISI DI KOTA BANJARMASIN) Rizali, Rizali; Sa?roni, Chairul; Sopiana, Yunita; Muzdalifah, Muzdalifah
At-Taradhi Jurnal Studi Ekonomi Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Islamic Economics and Business Faculty of UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/at-taradhi.v8i1.1519

Abstract

Artikel ini meneliti sejauh mana kesadaran pengguna kendaraan sebagai individu pembuang polutan akan kebersihan lingkungan khususnya udara bersih yang diintepretasikan oleh Willingness to Pay (WTP). Pengukuran WTP dilakukan melalui pertanyaan terbuka terhadap responden yang sedang melakukan perawatan kendaraan di bengkel pelaksana uji emisi di Kota Banjarmasin. Estimasi menggunakan model regresi kuadrat terkecil dilakukan untuk mengetahui pengaruh perbedaan karakteristik responden terhadap besaran WTP.Hasil penelitian menunjukkan bahwa besarnya kemauan responden yang dinyatakan dalam nilai WTP menunjukkan rataan WTP yang diperoleh dari seluruh responden adalah sebesar Rp 432.182,70 per tahun. Karakteristik responden yang berpengaruh signifikan dengan perubahan besaran nilai WTP dan kemungkinan responden memiliki WTP lebih besar dari nol adalah yang berhubungan dengan penggunaan kendaraan, sedangkan karakteristik individu responden yang berpengaruh signifikan hanyalah pengeluaran responden terhadap kemungkinan responden memiliki WTP lebih besar dari nol. Hasil penelitian juga menunjukkan dampak penerapan pajak emisi lebih tinggi bagi masyarakat berpengeluaran rendah.