cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JURNAL PIJAR
Published by Universitas Mataram
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Merupakan jurnal dengan akses terbuka (Open Access Journal) yang diterbitkan oleh Jurusan PMIPA FKIP Universitas Mataram, memuat artikel ilmiah baik berupa: 1. HASIL PENELITIAN. 2. LAPORAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT,3. KAJIAN PUSTAKA.Terbit setiap 6 bulan sekali (Maret dan September), mencakup pengkajian ilmu dan pengajaran dalam bidang MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi). Redaksi menerima tulisan dalam bahasa Indonesia atau Inggris, baik dari kalangan universitas maupun dari luar universitas
Arjuna Subject : -
Articles 96 Documents
EVALUASI ZONA AGROKLIMAT KLASIFIKASI SCHIMIDT-FERGUSON DI PULAU LOMBOK DENGAN APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFI (SIG) As-syakur, Abd Rahman
Jurnal PIJAR Vol 3, No 1 (2008)
Publisher : Jurnal PIJAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTulisan ini menguraikan tentang evaluasi data agroklimat klasifikasi Schmid-Ferguson di Pulau Lombok berdasarkan data-data curah hujan terbaru. Metode yang digunakan adalah interpolasi atau ektrapolasi dengan aplikasi SIG. Hasil penelitian menunjukan bahwa telah terjadi peningkatan luas untuk zona-zona dengan tipe C sebesar 109.432% dan tipe D sebesar 51.571% sedangkan penurunan luas terjadi pada zona-zona dengan tipe E sebesar 0.908% dan tipe F sebesar 36.194%. Tipe iklim E merupakan tipe iklim dominan di Pulau lombok dengan presentase masing 47.97 dari luas Pulau Lombok. Tipe D, E dan C masing-masing mempunyai persentase 29.11, 22.12 dan 5.81. Aplikasi SIG dapat mepermudah dalam penginterpolasian titik, Akan tetapi kelemahan peta isohyet yang dihasilkan oleh SIG tidak memperhitungkan faktor-faktor lain penyebab hujan selain faktor yang dimasukkan sebagai input data.Kata Kunci: hujan, klasifikasii iklim Schimdt-Ferguson, Sistem Informasi Geografi
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE SNOWBALL THROWING PADA PEMBELAJARAN SEGIEMPAT UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA SMPN 1 LINGSAR KELAS VII-1 TAHUN PELAJARAN 2012/2013 Haiban Hirzi, Ristu; Sripatmi, Sripatmi; Hapipi, Hapipi
Jurnal PIJAR Vol 10, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal PIJAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa SMPN 1 Lingsar kelas VII-1 pada materi segi empat melalui penerapan model pembelajaran Kooperatif tipe Snowball Thowing. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksnakaan dalam 2 siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran tersebut dapat memperbaiki aktivitas dan hasil belajar siswa. Hal ini ditunjukkan oleh skor aktivitas siswa tergolong tinggi pada siklus I dan sangat tinggi pada siklus II. Sedangkan skor rata-rata hasil evaluasi belajar siswa mengalami  peningkatan  pada  tiap  siklus  yaitu  pada  siklus  I rata-rata  skor  hasil evaluasi belajar 58,2 dengan ketuntasan klasikal 50% dan pada siklus II skor rata-rata hasil evaluasi belajarnya mencapai 85,74 dengan ketuntasan klasikal 89%. Capaian tersebut menunjukkan bahwa penerapan Model Pembelajaran Kooperatif tipe Snowball Throwing pada pembelajaran segiempat dapat meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar siswa SMP Negeri 1 Lingsar kelas VII-1 tahun pelajaran 2012/2013.
ANALISIS PENGUASAAN KONSEP DAN MISKONSEPSI BIOLOGI DENGAN TEKNIK MODIFIKASI CERTAINTY OF RESPONSE INDEX PADA SISWA SMP SE-KOTA SUMBAWA BESAR Maesyarah, Maesyarah; Jufri, A.Wahab; Kusmiyati, Kusmiyati
Jurnal PIJAR Vol 10, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal PIJAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah  satu  tujuan  pembelajaran  IPA  di  SMP/Mts  adalah  meningkatkan  pengetahuan,  konsep,  dan  keterampilan IPA. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penguasaan konsep dan miskonsepsi biologi pada siswa  SMP  Se-Kota  Sumbawa  Besar.  Jenis  penelitian  ini  adalah  penelitian  deskriptif.  Populasi  dalam  penelitian  ini  yaitu  seluruh  siswa  kelas  VIII  SMP  Negeri  Se-Kota  Sumbawa  Besar  tahun  ajaran  2013/2014.  Sampel  penelitian  dipilih  berdasarkan lokasi sekolah  yaitu SMP pusat kota, SMP di pinggiran kota, dan SMP di luar yang ditentukan dengan  teknik  Cluster  Random  Sampling.  Instrumen  penelitian  berupa  pengembangan  tes  pilihan  ganda  dengan  teknik  modifikasi Certainty of Response Index. Hasil penelitian yaitu (1) penguasaan konsep biologi pada siswa SMP di pusat  kota tergolong tinggi, penguasaan konsep biologi pada siswa SMP di pinggiran kota tergolong sedang, dan penguasaan  konsep biologi pada siswa SMP di luar kota tergolong rendah;(2) miskonsepsi yang terjadi pada siswa SMP di pusat  Kota, SMP di pinggiran kota, dan SMP di luar kota termasuk dalam kategori sedang; (3) miskonsepsi materi ciri-ciri  makhluk  hidup  tergolong  tinggi,,  miskonsepsi  materi  keanekaragaman  makhluk  hidup  tergolong  sedang  dan  miskonsepsi materi tingkat organisasi kehidupan tergolong sedang; (4) retensi penguasaan konsep selama dua minggu  pada  SMP  di  pusat  kota  meningkat  sebesar  5,70%,  retensi  penguasaan  konsep  siswa  pada  SMP  di  pinggiran  kota meningkat sebesar 11,69%, dan retensi penguasaan konsep siswa pada SMP di luar kota  meningkat sebesar 5,75%.  Perbedaan tingkat penguasaan konsep biologi dari ketiga kelompok sampel kemungkinan disebabkan karena perbedaan minat  belajar  siswa.  Salah  satu  penyebab  terjadinya  miskonsepsi  biologi  pada  siswa  SMP  se-kota  Sumbawa  Besar adalah kurangnya kemampuan dalam mengolah informasi dan rendahnya tingkat penalaran. Miskonsepsi pada materi ciri-ciri  mahluk  hidup  tergolong  tinggi  disebabkan  siswa  hanya  mampu  menyebutkan  dan  memberi  contoh,  tanpa mampu menjelaskan konsep ciri-ciri makhluk hidup. Perbedaan retensi penguasaan konsep siswa pada ketiga kelompok sampel  dapat  dipengaruhi  oleh  faktor  kelupaan  pada  siswa.  Retensi  dapat  ditingkatkan  dengan  penggunaan  strategi pembelajaran aktif dan pembelajaran bermakna
PENGARUH ION KLORIDA DAN ION SULFIDA PADA KOROSI KUNINGAN (Cu-37Zn) JUNAIDI, EKA
Jurnal PIJAR Vol 3, No 2 (2008)
Publisher : Jurnal PIJAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Runner turbin adalah salah satu komponen penting pada Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Komponen ini terbuat dari campuran logam Cu-37Zn yang dalam bekerjanya selalu berkontak dengan air sehingga berpeluang besar mengalami korosi. Kualitas air yang digunakan untuk menggerakkan runner sangat berperan dalam proses terjadinya korosi, terutama bila mengandung ion-ion agresif korosi seperti ion klorida dan ion sulfida. Penentuan laju korosi Cu-37Zn dilakukan secara elektrokimia dengan menggunakan teknik Electrochemical Impedance Spectroscopy (EIS). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa laju korosi Cu-37Zn akan meningkat dengan penambahan ion klorida sampai 78 ppm dan ion sulfida sampai 15 ppm dalam larutan uji.Kata kunci: Runner, Cu-37Zn, EIS
ALAT DESTILASI SEDERHANA SEBAGAI MEDIA EDUKASI UNTUK MENINGKATKAN MINAT WIRAUSAHA SISWA-SISWI SMA IT AL KAMAL NW NARMADA Asnawati, Dina; Hamdiani, Saprini; Sudarma, I Made; Ismilayli, Nurul
Jurnal PIJAR Vol 10, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal PIJAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan yang berkualitas adalah sarana untuk mewujudkan kemandirian suatu bangsa. Peningkatan Sumber Daya Manusia perlu dilakukan dalam setiap aspek kehidupan. Akan tetapi, dalam pelaksanaannya menghadapi banyak kendala terutama dalam hal sarana dan prasarana terutama bagi sekolah-sekolah swasta di pedesaan. Salah satunya adalah SMA IT Al Kamal NW Narmada yang terletak di Desa Golong Kecamatan Narmada. Sekolah yang berdiri tahun  2008 ini belum memiliki fasilitas ruang dan alat laboratorium. Hal ini sangat menyulitkan siswa untuk dapat memahami konsep-konsep IPA secara lebih mendalam tanpa disertai praktikum. Sehingga perlu dilakukan inovasi dengan memanfaatkan barang-barang bekas yang mudah diperoleh untuk dijadikan alat peraga sederhana. Salah satu inovasi yang dilakukan adalah perancangan dan pembuatan sendiri alat praktikum destilasi sederhana, untuk membantu siswa memahami konsep destilasi serta penerapannya dalam industri. Diharapkan pengabdian ini akan meningkatkan kreatifitas dan minat para siswa/siswi SMA IT Al Kamal untuk mengembangkan penggunaan alat destilasi sederhana tersebut dalam bidang praktis seperti pertanian sehingga dapat juga menigkatkan jiwa kewirausahaan siswa.
IMPLEMENTASI TEKNIK JIGSAW DALAM PEMBELAJARAN GEOMETRI SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA KELAS IX SMU NEGERI 1 DEPOK YOGYAKARTA Retnowati, Endah; Jailani, Jailani
Jurnal PIJAR Vol 4, No 1 (2009)
Publisher : Jurnal PIJAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak.  Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar dan kemandirian belajar siswa melalui teknik pembelajaran jigsaw. Subjek penelitian ini adalah 36 siswa kelas XI Jurusan IPA SMU Negeri 1 Depok, Yogyakarta. Langkah-langkah penelitian tindakan kelas mengacu pada model Kemmis dan McTaggart dimana setiap siklus tindakan meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Instrumen penelitian terdiri dari lembar pengamatan pelaksanaan pembelajaran dan pengamatan terhadap partisipasi siswa, kuis, angket kemandirian belajar, angket sikap siswa dan wawancara. Penelitian ini terlaksana dalam 2 siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran geometri dengan menerapkan teknik jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar siswa, yaitu sebanyak 78.13% siswa tuntas belajar pada siklus 2 dengan adanya tindakan antara lain visualisasi materi dengan software CABRI, pemberian bimbingan atau petunjuk dalam mengaktifkan proses kognitif siswa untuk memahami materi, memvisualisasikan konsep melalui gambar yang menarik menggunakan presentasi dengan software CABRI dan melibatkan siswa dalam penilaian kuis. Sebelum siklus 1, sebanyak 32.26% siswa mampunyai kemandirian belajar kualifikasi atas dan setelah siklus 2 meningkat menjadi 37.93% siswa. Peningkatan kemandirian belajar terlihat menonjol terutama dalam hal menumbuhkan motivasi belajar, merumuskan tujuan belajar dan mengevaluasi hasil belajarnya.Kata Kunci: Jigsaw, hasil belajar matematika, kemandirian belajar
TINGKAT PEMAHAMAN GURU KIMIA SMA NEGERI KOTA MATARAM TERHADAP KBK/KTSP DAN PENERAPANNYA Burhanuddin, Burhanuddin
Jurnal PIJAR Vol 4, No 1 (2009)
Publisher : Jurnal PIJAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Pemberlakuan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) sebagai pengganti Kurikulum 1994 diasumsikan memiliki dampak pada kinerja guru Kimia yang telah sangat familiar dengan Kurikulum 1994. Dengan demikian sangat mungkin guru akan melaksanakan pembelajaran sesuai dengan pemahaman dan keterampilan yang telah melekat pada dirinya.  Berdasarkan hasil analisis data, kesimpulan yang dapat dirumuskan adalah 1). Dalam merencanakan pembelajaran dengan menggunakan KBK/KTSP 58,7% guru kimia SMA Negeri di kota Mataram tidak mengalami hambatan atau terbebani kecuali pada item penyusunan silabus yang dirasakan memberatkan dengan persentase pendapat sebesar 77%, 2). Dalam pelaksanaan proses pembelajaran kinerja guru cenderung terpengaruh karena merasa memberatkan dengan nilai 54,0%, yaitu pada item mengelola ruang dan fasilitas pembelajaran seperti menyiapkan alat, media, dan sumber belajar, 3). Indikator evaluasi/penilaian pembelajaran yang dinyatakan memberatkan oleh sebagian besar guru kimia SMA Negeri di Kota Mataram yaitu pada saat pengayaan dan remidi dilakukan dengan persentase pendapat sebesar 69,2%, dan 4). Secara umum terdapat indikasi bahwa sebagian besar guru kimia SMA Negeri di Kota Mataram belum memahami dengan benar filosofi KBK/KTSP. Hal ini tercermin dari persentase pendapat (56,8%) guru yang menyatakan bahwa perubahan kurikulum tidak secara signifikan mempengaruhi kinerja guru dan meningkatkan kualitas siswa dan lulusan.Kata-kata kunci: KBK/KTSP, Perubahan Kinerja, Kompetensi
PENYU HIJAU (Chelonia mydas): STATUS DAN KONSERVASINYA K a r n a n, K a r n a n
Jurnal PIJAR Vol 3, No 2 (2008)
Publisher : Jurnal PIJAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Perairan laut Indonesia menjadi habitat 6 jenis penyu dari 7 jenis penyu yang ada di dunia, salah satunya adalah penyu hijau (Chelonia mydas). Penyu hijau memiliki siklus hidup yang unik termasuk melakukan migrasi. Semua jenis penyu yang ada di dunia saat ini berada dalam kondisi yang terancam oleh berbagai hal, di antaranya kehilangan dan kerusakan habitat, penangkapan langsung (direct take), penangkapan tidak langsung (indirect take), penyakit. Saat ini hampir semua negara dan lembaga-lembaga resmi dunia secara tegas melarang eksploitasi penyu secara liar. Convention on International Trade of Endangered Species  (CITES) telah memasukkan penyu hijau dalam Appendix I – yang merupakan daftar hewan dan tumbuhan yang berstatus paling terancam. Oleh karena itu, konservasi terhadap penyu merupakan suatu tindakan yang sangat mendesak untuk dilakukan.Kata kunci: penyu hijau, Chelonia mydas, konservasi
Abstrak Tulisan ini menguraikan tentang evaluasi data agroklimat klasifikasi Schmid-Ferguson di Pulau Lombok berdasarkan data-data curah hujan terbaru. Metode yang digunakan adalah interpolasi atau ektrapolasi dengan aplikasi SIG. Hasil penelitian menunju Gunawan, Erin Ryantin
Jurnal PIJAR Vol 3, No 1 (2008)
Publisher : Jurnal PIJAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Wax esters were obtained from lipase-catalysed alcoholysis of palm oil fractions and oleyl alcohol, using n-hexane as solvent. The percent yield of wax esters synthesized from palm oil, palm olein and palm stearin at the optimum condition were 80,7%, 80%, 78,7%, respectively. And the percent yield of wax esters synthesized from palm kernel oil, palm kernel olein and palm kernel stearin were 84,4%, 82,9%, 88,6%, respectively. The saponification value of palm oil, stearin and olein esters are lower than palm kernel oil, stearin and olein esters. The average of the iodine value of esters from palm oil fraction is higher compared with commercial esters. The solubility of wax esters from all sources increased from C1 to C6 of alcohol. Compared with viscosity of commercial ester, wax esters have low viscosity. Similar result for measured of the acid value.Key words: Wax ester, Lipase-catalysed, palm oil fraction, saponification value
PENERAPAN PEMBELAJARAN BIOLOGI BERBASIS MACROMEDIA FLASH DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KETERAMPILAN METAKOGNITIF DAN PENGUASAAN KONSEP SISWA KELAS VIII SMPN 6 MATARAM Wahyuningsih, Wahyuningsih; Jamaluddin, Jamaluddin; Karnan, Karnan
Jurnal PIJAR Vol 10, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal PIJAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran di sekolah umumnya masih mengandalkan bahasa verbal dalam penyampaian materi, sehingga keterampilan berpikir dan hasil belajar siswa menjadi rendah. Salah satu solusinya adalah menggunakan media belajar berbasis audiovisual yang mampu meningkatkan aspek metakognitif dan penguasaan konsep siswa, sepertiMacromedia Flash. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keterampilan metakognitif dan penguasaan konsep biologi siswa kelas VIII SMPN 6 Mataram yang menggunakan pembelajaran berbasis Macromedia Flash dengan tanpa Macromedia Flash. Rancangan penelitian ini adalah the static-group comparison design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) siswa yang dibelajarkan dengan Macromedia Flash memiliki nilai rata-rata keterampilan metakognitif yang lebih tinggi daripada siswa yang dibelajarkan tanpa Macromedia Flash, yaitu  85,84 dan 66,80. Berdasarkan hasil uji t diperoleh bahwa terdapat perbedaan keterampilan metakognitif siswa antara kedua kelas tersebut. 2) nilai rata-rata penguasaan konsep siswa pada kelas kontrol lebih tinggi daripada kelas eksperimen yaitu sebesar 85,44 dan 84,79. Analisis uji t menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan penguasaan konsep siswa yang belajar dengan Macromedia Flash dengan siswa yang belajar tanpa Macromedia Flash.

Page 7 of 10 | Total Record : 96