cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JURNAL PIJAR
Published by Universitas Mataram
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Merupakan jurnal dengan akses terbuka (Open Access Journal) yang diterbitkan oleh Jurusan PMIPA FKIP Universitas Mataram, memuat artikel ilmiah baik berupa: 1. HASIL PENELITIAN. 2. LAPORAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT,3. KAJIAN PUSTAKA.Terbit setiap 6 bulan sekali (Maret dan September), mencakup pengkajian ilmu dan pengajaran dalam bidang MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi). Redaksi menerima tulisan dalam bahasa Indonesia atau Inggris, baik dari kalangan universitas maupun dari luar universitas
Arjuna Subject : -
Articles 96 Documents
PENGARUH VARIASI TEMPERATUR KALSINASI TERHADAP BARIUM M-HEKSAFERIT DIDOPING ZN MENGGUNAKAN FOURIER TRANSFORM INFRA RED Doyan, Aris; Halik, Ilham; Susilawati, Susilawati
Jurnal PIJAR Vol 10, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal PIJAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Barium M-heksaferit (BaM) merupakan bahan magnet permanen yang tergolong hardmagnetic tetapi tidak sesuai untuk beberapa aplikasi, sehingga perlu dilakukan rekayasa untuk menurunkan sifat kemagnetannya menjadi softmagnetic. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh temperatur kalsinasi terhadap barium M-heksaferit didoping Zn menggunakan pengukuran FTIR. Proses sintesis barium M-heksaferit menggunakan metode kopresipitasi dengan memvariasikan konsentrasi dopannya 0,0; 0,3; 0,6; dan 0,9 serta memvariasikan temperatur kalsinasi 80oC, 400oC, 600oC dan 800oC. Setelah melakukan proses sintesis selanjutnya dilakukan pengujian sampel menggunakan FTIR (Fourier Transform Infra Red). Penelitian ini telah berhasil melakukan sintesis dengan hasil berupa serbuk barium M-heksaferit berwarna coklat muda hingga coklat tua. Berdasarkan hasil pengujian FTIR didapatkan puncak-puncak pada bilangan gelombang 3447cm-1, 2345cm-1, 1615cm-1, 530cm-1, 470cm-1 masing-masing mengindikasikan adanya gugus fungsi O-H, Ba-O, Fe-O dan Zn-O pada sampel. Puncak yang timbul pada ikatan O-H semakin mengecil menandakan bahwa ikatan pada gugus fungsi tersebut semakin melemah atau bahkan hilang. Hasil pengujian FTIR tersebut menyatakan bahwa temperatur kalsinasi sangat berpengaruh pada proses sintesis BaM. Semakin tinggi temperatur kalsinasi, bahan pengotor seperti air dan CO pada barium M-heksaferit semakin berkurang, ini menunjukkan barium M-heksaferit yang dihasilkan dapat digunakan sebagai bahan softmagnetic.    
KOMPETENSI MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI KELAS UNGGULAN DAN KELAS REGULER PADA PELAKSANAAN PPL DI SEKOLAH TAHUN 2014/2015 Wahyuni, Dini; Hadiprayitno, Gito; ilhamdi, Muh Liwa
Jurnal PIJAR Vol 10, No 2 (2015)
Publisher : Jurnal PIJAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Tujuan penelitian ini ialah untuk  mengetahui kompetensi mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi kelas unggulan dan kelas reguler pada pelaksanaan PPL di sekolah tahun 2014/2015. Jumlah mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi yang mengikuti PPL 46 mahasiswa yang ditempatkan di 23 sekolah. Mahasiswa kelas unggulan berjumlah 18 mahasiswa dan kelas reguler berjumlah 28 mahasiswa.  Teknik pengumpulan data kompetensi mahasiswa yang melaksanakan PPL di sekolah  melalui observasi yang dilakukan oleh guru pamong dengan menggunakan instrument dari UPPPL FKIP Universitas Mataram. Data penelitian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Penilaian kompetensi dalam melaksanakan PPL dikategorikan menjadi lima kategori yaitu, 1=(sangat tidak baik), 2=(tidak baik), 3=(cukup), 4=(baik), 5=(sangat baik). Analisis kompetensi mahasiswa dalam melaksanakan PPL dianalisis menggunakan Anova dengan bantuan software SPSS versi 16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi mahasiswa PPL pada aspek perencanaan pembelajaran memiliki rerata skor 4,19 kelas unggulan dan 4,30 kelas reguler yang termasuk kategori baik. Kompetensi mahasiswa PPL pada aspek pelaksanaan pembelajaran memiliki rerata skor 3,77 kelas unggulan dan 4,11 kelas reguler, yang termasuk dalam kategori baik. Kompetensi  mahasiswa pada aspek penilaian sikap dan kepribadian memiliki rerata skor 4,38 untuk kelas unggulan dan 4,28 kelas reguler yang termasuk dalam kategori baik. Hasil analisis uji anova satu jalur menujukkan bahwa tidak terdapat perbedaan kompetensi mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi kelas unggulan dengan kelas reguler dalam melaksanaan PPL di sekolah tahun 2014/2015. Kata kunci: Kompetensi Guru, PPL, Pendidikan Biologi ABSTRACT: The purpose of this research is to know the competency students of Biology Education Study Program on excellent and  regular classes in conducting Field Experience Program in 2014/2015. There are 46 students conducted Field Experience Program in 23 schools. Eighteen of them are excellent class and the rest twenty eight students are regular class. Data  of this research were collected by observation of theacher tutor,  where it is using   the instrument of Field Experience Program Implementation Unit  Faculty of Teacher Training and Education University Mataram. Data were analyzed qualitatively and quantitatively. The data  of students competency in conducting  Field Experience Program were analyzed using ANOVA with software SPSS version 16. The results  show that the average score of the Field Experience Program students competency in all aspects of planning  4.19 for excellent class and 4.30 for regular class. the competency of  Field Experience Program students in implementation aspect has the average score of 3.77 for excellent class and 4.11 for regular class. Competency of students in the aspect of attitude and personality has average score of 4.38 for excellent class and 4.28  for regular class. these average all aspect have good categories. The result of  ANOVA analysis has show there is no different  in competency of students of Biology Education Study Program classes between excellent  and regular classes in carry out  Field Experience Program in school the year of 2014/2015.Keywords: Competency of Teachers, Field Experience Program, Biology Education
UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN MAHASISWA AKAN KONSEP-KONSEP KIMIA DENGAN PENERAPKAN PADUAN METODE DEMONSTRASI DAN METODE KOOPERATIF LT Siahaan, Jeckson; Muti’ah, Muti’ah; Dwirani S., Baiq Fara
Jurnal PIJAR Vol 7, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal PIJAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Telah dilakukan penelitian tentang efektivitas penerapan metode demonstrasi-kooperatif LT dalam pembelajaran matakuliah Kimia Dasar pada topik stoikhiometri dan kesetimbangan kimia. Tujuan penelitian ini untuk  menguji keefektifan paduan metode demonstrasi dan pendekatan pembelajaran kooperatif tipe LT dengan pembelajaran konvensional terhadap hasil belajar Kimia Dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (quasi experiment) dengan menggunakan kelas kontrol (pembelajaran menggunakan metode konvensional) dan kelas eksperimen (menggunakan metode demonstrasi-kooperatif LT). Dari hasil penelitian ini diperoleh bahwa penerapan metode demontrasi-kooperatif tipe learning together (demonstrasi-kooperatif LT) dapat meningkatkan aktivitas yang ditunjukkan oleh terwujudnya persiapan belajar, partisipasi antar individu, partisipasi yang berkualitas, keseriusan, bekerja sama, saling ketergantungan positif, mengutamakan interaksi tatap muka/tidak individualistis, tanggungjawab individu, kemampuan memotivasi kelompok, kemampuan mengambil kesimpulan dari berbagai pendapat dalam kelompoknya.  Secara kuantitatif nilai hasil belajar mahasiswa yang diajar dengan metode demonstrasi-kooperatif LT adalah sebesar 72,67 dan metode konvensional sebesar 61,19. Dari hasil uji statistik diperoleh bahwa t-hitung > t-tabel (a =0,05), sehingga Ho ditolak. Kesimpulan yang diperoleh dari penel;itian ini adalah  terdapat perbedaan yang signifikan keefektifan antara  metode konvensional dan metode demonstrasi-kooperatif tipe LT  dalam meningkatkan kualitas dan hasil belajar Kimia Dasar  Kata kunci: Metode demonstrasi – kooperatif tipe learning together, stoikiometri, kesetimbangan kimia
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SCIENCE TECHNOLOGY AND SOCIETY DENGAN METODE DISKUSI TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA KELAS VIII SMPN 1 LABUAPI TAHUN AJARAN 2014/2015 Setiawan, Trisno; Rahayu, Satutik; ., Hikmawati
Jurnal PIJAR Vol 10, No 2 (2015)
Publisher : Jurnal PIJAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Science Technology and Society (STS) dengan metode diskusi terhadap hasil belajar fisika siswa kelas VIII SMPN 1 Labuapi tahun ajaran 2014/2015. Populasi pada penelitian ini adalah kelas VIII SMPN 1 Labuapi tahun ajran 2014/2015. Desain penelitiannya adalah posttest only control group design dengan pengambilan sampel menggunakan teknik cluster sampling, sehingga diperoleh kelas VIII C sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII E sebagai kelas kontrol. Jumlah siswa pada kedua kelas sama yaitu 25 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes multiple choice dengan empat alternatif jawaban dengan mempertimbangkan validitas, reliabilitas, daya beda dan taraf kesukaran soal. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa nilai rata-rata posttest kelas eksprimen adalah 75.05 dan kelas kontrol sebesar 54.4, kedua kelas terdistribusi normal dan homogen. Data posttest dianalisis dengan menggunakan uji-t dua pihak dan diperoleh  sebesar 11.65 sedangkan  2.02 dengan taraf signifikan 5%, dari data tersebut diperoleh sehingga dan atau  maka Ha diterima dan H0 ditolak, yang artinya terdapat perbedaan hasil belajar fisika siswa antara penggunaan model pembelajaran Science Technology and Society (STS) dengan metode diskusi dan model pembelajaran konvensional. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Science Technology and Society (STS) dengan metode diskusi berpengaruh terhadap hasil belajar fisika siswa kelas VIII SMPN 1 Labuapi tahun ajaran 2014/2015.                Kata kunci: model pembelajaran STS, metode diskusi, hasil belajar fisika                            Abstract : This research is experimental study aimed to determine the effect of Science Technology and Society (STS) learning model by discussion methode on learning outcomes physics student 8th grade SMPN 1 Labuapi in the academic year 2014/2015. Design research is posttest only control group design with sampling using cluster sampling, in order to obtain students of grade VIII C as experimental class and students of grade VIII E as the control class. The research instrument used was a multiple choice test with four alternative answers considering the validity, reliability, power and level of difficulty different matter. The result showed that the average value was 75.05 posttest experimental class and control class is 54.4, the both class are distributed normally and homogeneous. Posttest data were analyzed using t-test and the two parties obtained of 11.65 while  2.02 with a significant level of 5%, as  so that  or  so Ha accepted and  is rejected, which means that there are differences in the results studied physics students between the use of learning model Science Technology and Society (STS) by discussion method and conventional learning model. Thus, it can be concluded that Science Technology and Society (STS) learning model with discussion method affects the learning outcomes of physics students 8th grade SMPN 1 Labuapi in the academic year 2014/2015.Keywords: learning model, discussion method, learning outcomes
KELIMPAHAN KERANG DARAH (Genus: Anadara) di PERAIRAN PANTAI LABUHAN TERENG KABUPATEN LOMBOK BARAT Fitri Handayani, Meyla; Muhlis, Muhlis; Ryantin Gunawan, Erin
Jurnal PIJAR Vol 10, No 2 (2015)
Publisher : Jurnal PIJAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelimpahan kerang darah (Genus: Anadara) di perairan pantai Labuhan Tereng Kabupaten Lombok Barat. Penelitian menggunakan metode acak sistematik dengan cara membentangkan 5 transek garis tegak lurus kearah pantai. Masing-masing transek terdiri atas 3 plot dengan ukuran 5x5 m2. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa terdapat total 11 jenis kerang dan 3 diantaranya termasuk dalam genus Anadara yaitu Anadara granosa, Anadara antiquata, dan Anadara cornea. Kelimpahan kerang darah tertinggi terdapat pada spesies A. cornea yaitu 2.08 Ind/m2 di  pesisir seberang Kampong Punyahan, dan yang terendah terdapat pada spesies A. granosa dan A. antiquata yaitu 0.04 Ind/m2 di pesisir Dusun Cemara dan dan di sekitar muara Kebon Talo.
JADIKAN DIRI GURU INSPIRATIF MELALUI LESSON STUDY Handayani, Baiq Sri
Jurnal PIJAR Vol 7, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal PIJAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Sosok guru yang mampu bertahan dalam menghadapi tantangan dan perubahan paradigma pendidikan adalah guru inspiratif. Guru inspiratif merupakan guru yang melahirkan daya tarik dan spirit perubahan terhadap diri siswa serta mampu mendisain pembelajaran yang inspiratif. Kriteria guru inspiratif minimal mempunyai tiga kompetensi yaitu: kompetensi profesional, komptensi sosial dan kompetensi personal. Lesson study (LS) merupakan suatu pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berdasarkan prinsip kolegalitas. Mengkaji pembelajaran secara kolaboratif dalam kegiatan LS dapat memberikan makna yang sangat berarti bagi guru dalam meningkatkan kompetensi guru sehingga terbentuk guru inspiratif yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa serta memberikan inspirasi bagi sesama guru dan siswa. Tulisan ini merupakan kajian terhadap implementasi lesson study sebagai salah satu cara membentuk guru inspiratif. Dengan harapan bahawa guru termotivasi untuk menjadikan diri mereka guru inspiratif melalui kegiatan lesson study. Kata kunci: Guru Inspiratif, Lesson Study  Abstract: A teacher who is able to survive in the face of challenge and change the paradigm of education is inspiring teacher. Inspiring teacher is a teacher who gave birth to the attraction and the spirit of the changes to the student and to be able to design an inspiring learning. Criteria inspiring teacher has a minimum of three competencies: professional competency, social competency and personal competence. Lesson study (LS) is a professional educator development through assessment and ongoing collaborative learning based on the principle of collegiality. Assessing collaborative learning in LS activity can provide a very significant meaning for the teachers to improve the competence of teachers to form the inspiring teacher to improve student learning outcomes and provide inspiration for fellow teachers and students. This paper is a review of the implementation of lesson study as a way to form an inspiring teacher. With the hope that free teachers themselves are motivated to make inspiring teachers through lesson study. Key Words: Inspiring teacher, lesson study
ANALISIS PENCEMARAN AIR MENGGUNAKAN METODE SEDERHANA PADA SUNGAI JANGKUK, KEKALIK DAN SEKARBELA KOTA MATARAM Al Idrus, Syarifa Wahidah
Jurnal PIJAR Vol 10, No 2 (2015)
Publisher : Jurnal PIJAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak:  Telah dilakukan penelitian tentang analisis pencemaran air menggunakan metode sederhana pada sungai jangkuk, kekalik dan sekarbela. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pencemaran yang terjadi pada ketiga sungai tersebut dilihat dari uji fisik, uji kimia dan uji biologis  secara sederhana. Penelitian ini menggunakan alat dan bahan yang banyak dijumpai sehingga masyarakat dapat menganalisis sendiri untuk membuktikan kondisi air yang digunakan. Dari hasil pengamatan yang dilakukan secara fisik, ketiga sungai tersebut mengalami pencemaran dari segi bau, warna dan suhu. Berdasarkan pengujian secara biologi terdapat  aktivitas biologis dan kimiawi mikroorganisme. Hasil pengujian secara kimia, maka dapat diketahui pH sampel air tersebut sebesar 5 (bersifat asam), kemudian pengujian kimia ini juga dilakukan dengan teh, terdapat gumpalan hitam pada ketiga sampel air, perubahan warna menjadi gelap dan lapisan minyak pada permukaan air yang menunjukkan kualitas air tidak dapat dijadikan bahan baku air minum. Penyebab pencemaran air pada ketiga sungai tersebut adalah limbah rumah tangga, limbah pertanian dan limbah industri. Kondisi ini dapat diatasi dengan melestarikan hutan di hulu sungai, dan tidak membuang limbah ke sungai baik cair ataupun padat. Kata kunci: analisi, pencemaran air, metode sederhana, sungai jangkuk, kekalik dan sekarbela  Abstract: It has been done a research about waters’ pollution analysis by simple method at jangkuk, kekalik and Sekarbela Rivers. The aim of this research is to find out the waters’ pollution at those three rivers by looking at its physical, chemical, and biological test with a simple method. This research used tools and materials those easy to find, and that made people could analyze and prove the condition of the water which they used every day by themselves. From the result of physical test, it showed that three of those rivers were polluted from smell, color, and temperature aspects. Based on biological test, it showed that there are activities of biological and chemical microorganisms on the water. From its chemical test, it showed that the pH of the sample water is 5 (positively acid). Then, the chemical test was also done with tea, there found black spot at those three samples of water. The water’s color changed darker and found some oil compound at the surface. This condition showed that the water’s qualities are bad and not suitable to be consumed. The causes of the water pollution are mostly from home, agricultural, and industrial trashes. This problem could be solved by replanting the river side and not throwing the trashes materials (liquid or solid materials) into the rivers.Keywords: Analysis, Water Pollution, simple method, Jangkuk River, Keklaik River, Sekarbela River.
Analisis Miskonsepsi Mahasiswa pada Empat Konsep Esensial Kesetimbangan Kimia Muti’ah, Muti’ah
Jurnal PIJAR Vol 7, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal PIJAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Telah dilakukan penelitian tentang analisis miskonsepsi mahasiswa pada empat aspek esensial pada kesetimbangan kimia. Subyek dalam penelitian ini adalah Mahasiswa semester pertama Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Unram. Pengambilan data dilakukan dengan memberikan tes tentang kesetim-bangan kimia yang memuat empat aspek, yaitu stoikhiometri, tetapan kesetimbangan, kesetimbangan yang melibatkan hukum gas ideal, dan pergeseran kesetimbangan/ prinsip Le Chatelier’s pada sistem kesetimbangan heterogen.Berdasarkan analisis miskonsepsi mahasiswa pada empat aspek esensial kesetimbangan kimia, yaitu: konsep mol dan stoikhiometri (30,10%), tetapan kesetimbangan (22,85%), konsep kesetimbangan yang melibatkan gas ideal (78,55%) dan pada konsep pergeseran kestimbangan/ prinsip Le Chatelier’s pada reaksi heterogen (70,78%). Miskonsepsi pada aspek stoikhiometri terutama adalah kegagalan dalam mengkonversi hubungan gram-mol-liter (14,3%), perhitungan zat-zat yang terlibat dalam reaksi (28,6%) dan mengidentifikasi pereaksi berlebih (71,4%). Miskonsepsi pada aspek tetapan kesetimbangan adalah pernyataan persamaan Kc (17,1%), penggunaan satuan mol dalam menghitung nilai Kc (28,6%). Miskonsepsi pada aspek kesetimbangan yang melibatkan gas ideal adalah kegagalan dalam menghitung jumlah mol berdasarkan persamaan gas ideal   (82,9%), dan mengartikan hukum tersebut (74,2%). Miskonsepsi pada aspek pergeseran kesetimbangan/prinsip Le Chatelier’s adalah melibatkan zat padat pada perhitungan Kc (57,1%), pengaruh zat padat pada kesetimbangan (82,8%),  pengaruh gas NH3 (68,6%), dan pengaruh gas inert N2 padfa V,T tetap sebesar 80%.Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa miskonsepsi mahasiswa dalam memahami topik kesetimbangan kimia adalah aspek prinsip Le Chatelier, reaksi kesetimbangan yang melibatkan gas ideal, stoikhiometri dan tetapan Kc Kata kunci: Miskonsepsi mahasiswa,empat topik esensial, kesetimbangan kimia
PENGARUH METODE INKUIRI TERBIMBING TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS VIII DI SMPN 3 GUNUNGSARI TAHUN AJARAN 2013/2014 Yasmin, Nur; Ramdani, Agus; Azizah, Afriana
Jurnal PIJAR Vol 10, No 2 (2015)
Publisher : Jurnal PIJAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Melalui proses inkuiri dan belajar dengan melakukan (learning by doing), peserta didik dapat melatih keterampilan proses sains mereka sekaligus memperoleh pembelajaran yang bermakna. Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa belajar dengan melakukan (learning by doing) dan melalui proses inkuiri dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik, termasuk hasil belajar kognitif dan ke-terampilan proses sains. Berdasarkan hasil observasi peneliti di sekolah, diketahui bahwa pembelajaran Biologi masih menekankan pada pembelajaran yang sifatnya konseptual, teoritis dan hafalan melalui buku serta masih berpusat pada guru (teacher-centered). Peserta didik tidak dibiasakan melakukan inkuiri ilmiah melalui eksperimen dan melatih keterampilan proses sains mereka. Akibatnya, hasil belajar mereka belum mencapai hasil yang memuaskan. Metode inkuiri terbimbing di-harapkan dapat mengatasi permasalahan ini. Oleh karena itu, tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode inkuiri terbimbing terhadap keterampilan proses sains dan hasil belajar Biologi peserta didik. Penelitian ini telah dilaksanakan di SMPN 3 Gunungsari dari bulan Januari sampai Maret 2014. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VIII tahun ajaran 2013/2014 yang terbagi dalam 5 kelas, kelas VIII A – kelas VIII E. Sampel ditentukan melalui teknik simple random sampling dan diperoleh kelas VIII A sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII C sebagai kelas kontrol. Desain penelitian ini menggunakan nonequivalent control group design. Instrumen yang digunakan untuk mengukur keterampilan proses sains dan hasil belajar Biologi adalah tes pilihan ganda yang sudah valid. Data berupa nilai hasil belajar dan keterampilan proses sains dianalisis menggunakan uji-t pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan:bahwa tidak terdapat perbedaan hasil belajar Biologi dan keterampilan proses sains yang signifikan pada kedua kelas. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa: metode inkuiri terbimbing memberikan pengaruh yang sama baiknya dengan metode ceramah bervariasi dan praktikum terhadap hasil belajar dan keterampilan proses sains peserta didik.cKata kunci:Metode Inkuiri Terbimbing, Keterampilan Proses Sains, Hasil BelajarABSTRACT: Students are capable to improve their skills in scientific process and to get meaningful learning both by inquiry learning and learning by doing. Many researches reported that learning by doing and inquiry learning could improve student’s achievements, including cognitive achievement and secientific process skills. It was observed that Biology learning at school still mainly emphasize on conceptual, theoritical, recitation learning through textbook and tend to be teacher centered. The students were unfamiliar to do scientific inquiry through experiment and train their scientific process skills. As a consequence, their learning achievement still unsatisfied. Guided inquiry method is expected can overcome this problem. Therefore, the aim of this research is to examine the effect of guided inquiry method on student’s scientific process skills and Biology learning achievement. This research was conducted in SMPN 3 Gunungsari from January to March 2014. Population of this study were all students at grade VIII of academic year 2013/2014 which divided into five classes, VIII A – VIII E. Samples were determined by simple random sampling technique and obtained VIII A as experimental class and VIII C as control class. Research design was nonequivalent control group design. Instrument to measure both student’s scientific process skills and Biology learning achievement was a valid multiple choices test. Data of students’s Biology learning achievement and scientific process skills were analyzed by using t-test formula at level of significant 5%. Results showed that students’s Biology learning achievement and scientific process skills in both classes were not significantly different. Therefore, it can be concluded that effectiveness of expository and experiment method is as good as guided inquiry method on students’s Biology learning achievement and scientific process skills. Key words:Guided Inquiry Method, Science Process Skills, Learning Achievement
PENERAPAN FREUNDLICH MODEL PADA ADSORPSI-REDUKTIF ISOTHERM AUCL4¯ DENGAN ASAM HUMAT Ismillayli, Nurul; Santosa, Sri Juari; Siswanta, Dwi
Jurnal PIJAR Vol 10, No 2 (2015)
Publisher : Jurnal PIJAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Telah dilakukan adsorpsi reduktif isotherm AuCl4¯ dengan menggunakan asam humat hasil isolasi tanah gambut Rawa Pening, Ambarawa. Isolasi dilakukan melalui perendaman alam 0,1 M NaOH dan dilanjutkan dengan pemurnian menggunakan 0,1 M HCl/0,3 M HF. Asam humat hasil isolasi dikarakterisasi menggunakan spektroskopi inframerah, ditentukan kadar abunya dan diaplikasikan untuk adsorpsi reduksi isotherm larutan AuCl4¯. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa asam humat hasil isolasi memiliki gugus –COOH, -OH fenolik, hidrokarbon alifatik dan aromatis dengan kadar abu sebesar 1,13%. Data adsorpsi AuCl4¯  dengan menggunakan asam humat lebih menunjukkan kecocokan dengan persamaan Freundlich di banding Langmuir, dengan harga R=0,92, n=1,7184 dan log KF= 4,1707. Reduksi Au(III) menjadi Au(0) oleh asam humat dikonfirmasi dengan munculnya puncak tajam baru dengan nilai 2θ =38, 44, 64 dan 77° yang merupakan puncak karakteristik dari partikel emas. Kata kunci: adsorpsi reduktif isotherm, AuCl4¯, asam humat, Freundlich.                                                                                   Abstract: Isotherm adsorption reductive of AuCl4¯ by using isolated humic acid of Rawa Pening peat soil, Ambarawa had been conducted. Isolation was done by soaking peat soil in 0.1 M NaOH and following by purification in 0.1M HCl/0.3 HF. The isolated humic acid was characterized using infrared spectroscopy, determined its ash contain and aplicated for isotherm adsorption reductive of AuCl4¯. FTIR spectra indicated that isolated humic acid consist of COOH group, phenolic –OH, aliphatic hydrocarbon and aromatic ring, its ash content was 1.13%. Asorption data of AuCl4¯  showed more suitable for Freundlich model than Langmuir model, with R=0,92, n=1,7184 and log KF= 4,1707. Reduction of Au(III) to Au(0) was confirmed by appearance of sharp peak at 2θ = 38, 44, 64 dan 77° as characteristic peak of gold particles.Keywords: Isotherm adsorption reductive, AuCl4¯ , humic acid, Freundlich.

Page 8 of 10 | Total Record : 96