cover
Contact Name
jumani
Contact Email
jumaniani@gmail.com
Phone
+628125875659
Journal Mail Official
jumaniani@gmail.com
Editorial Address
Jurnal Agriculture and Forestry Faculty of Agriculture of University 17 August 1945 Samarinda, East Kalimantan. Jl. Ir. H. Juanda No.80 Samarinda, East Kalimantan. Phone 0541 743390. Email:agrifor@untag-smd.ac.id; jumaniani@gmail.com, URL:http://ejurnal.untag-smd.ac.id/index.php/AG
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan
ISSN : 14126885     EISSN : 25034960     DOI : https://doi.org/10.31293/af.v18i2
Core Subject : Agriculture,
Agrifor Journal is a scientific journal that contains writings in the form of research results, book review, conceptual studies, and scientific works in the field of Agriculture and Forestry concerning relevant cultivation.
Articles 561 Documents
METODE SENSUS POKOK TANAMAN KELAPA SAWIT MENGGUNAKAN SOFTWARE MAP SOURCE DAN AUTODESK MAP Andrew Stefano; Sri Endayani; Fathiah Fathiah
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 22, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v22i1.6316

Abstract

Mendapatkan data tanaman yang akurat sesuai dengan kondisi real di lapangan perlu dilakukan kegiatan sensus pokok secara teliti. Pada umumnya hasil kegiatan sensus pokok dituang ke dalam form blangko sensus (staple card). Data yang dihasilkan sering kali tidak akurat. Sebagai upaya untuk menghasilkan data sensus pokok yang lebih akurat, digunakanlah GPS (Global Positioning System) sebagai alat sensus. Kajian ini dilakukan untuk menentukan metode sensus pokok yang efektif dan efisien antara menggunakan staple card dan menggunakan GPS. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kajian ini, yaitu dengan melakukan pengamatan dan observasi di lapangan mengenai kedua metode sensus pokok yang dikaji. Parameter yang diamati yaitu biaya, waktu dan tenaga yang dibutuhkan, serta akurasi data yang dihasilkan masing–masing metode. Hasil kajian menunjukkan bahwa sensus pokok menggunakan GPS akan lebih efisien dan efektif, serta dapat menghasilkan profit yang lebih besar bagi perusahaan yaitu Rp.204.674/ha/tahun.
EVALUASI DAN ARAHAN PEMANFAATAN LAHAN SUB DAS OLONJONGE KABUPATEN PARIGI MOUTONG MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI Hamka Hamka; Abdul Hapid; Hendra Pribadi
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 22, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v22i1.6407

Abstract

Pengelolaan sumberdaya alam akan memberikan manfaat dimasa yang akan datang, maka perlu dikelola dengan baik sehingga fungsinya dapat terpelihara sepanjang masa. Salah satu sumberdaya alam yang harus mendapatkan perhatian lebih adalah Daerah Aliran Sungai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui arahan pemanfaatan lahan Sub DAS Olonjonge dan kesesuaian penggunaan lahan aktual terhadap arahan pemanfaatan yang dibuat.. Hasil overlay peta jenis tanah, lereng dan intensitas hujan di dapat arahan pemanfaatan lahan yaitu Kawasan Lindung seluas 2.026,40 Ha, Kawasan Penyangga seluas 615,51 Ha, Kawasan Budidaya Tahunan seluas 235,63 Ha, Kawasan Budidaya Semusim seluas 515,08 Ha. Evaluasi pemanfaatan lahan pada Kawasan lindung yang sesuai adalah hutan seluas 2010,73 Ha atau 99,23%, tidak sesuai kebun coklat seluas 15,67 ha atau 0,77 %, Kawasan penyangga penggunaan lahan yang sesuai adalah hutan seluas 220,06 Ha atau 35,75 %, tidak sesuai kebun coklat seluas 394,08 Ha atau 64,03 %, dan kebun campuran sesuai bersyarat yang seluas 1,37 Ha. Kawasan budidaya tahunan penggunaan lahan aktual yang ditemui adalah kebun coklat seluas 135, 10 Ha (sesuai) dan kebun campuran seluas 100,53 Ha (S), Kawasan budidaya  semusim penggunaan lahan yang sesuai  adalah permukiman seluas 29,63 Ha, kebun campuran seluas 421,68 Ha, kebun coklat seluas 33,93 Ha, sawah seluas 18,21, hutan seluas 11,62 Ha.
PRODUKSI PUPUK ORGANIK PADAT DARI LIMBAH SERABUT KELAPA SAWIT DENGAN BAHAN PENUTUP GEOTEKSTIL Fahrizal Hazra; Deden Saprudin; Mohammad Khotib; Kevin Setiawan
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 22, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v22i1.6371

Abstract

Serabut kelapa sawit memiliki C/N rasio yang tinggi sehingga dalam pemanfaatannya sebagai pupuk organik padat diperlukan proses pengomposan agar dapat menurunkan C/N rasio. Bahan penutup yang baik diperlukan dalam proses pengomposan guna menghasilkan pupuk organik padat yang efektif dan memenuhi syarat mutu. Tujuan penelitian ini adalah memproduksi pupuk organik padat dari limbah serabut kelapa sawit menggunakan bahan penutup geotekstil dengan pembanding penutup plastik, serta dilakukan pengujian kualitas fisik, kimia, dan biologi. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) 2 × 2. Faktor pertama merupakan bahan penutup (P), yang terdiri atas 2 taraf yaitu, bahan penutup geotekstil (P1) dan bahan penutup plastik (P2). Faktor kedua adalah penambahan mikrob (C), yang terdiri 2 taraf yaitu, tanpa penambahan mikrob (C0), dan dengan penambahan mikrob (C1). Proses pengomposan dilakukan selama 30 hari dan dilakukan pembalikan setiap 3 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi pupuk organik padat kualitas terbaik terdapat pada perlakuan dengan bahan penutup geotekstil yang menghasilkan warna coklat kehitaman dan beraroma seperti tanah, pH dan total hara makro (N+P2O5+K2O) yang telah memenuhi syarat berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian No. 261 Tahun 2019, serta total mikrob yang sangat tinggi.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN AKTIVATOR MOL DARI SAMPAH SAYUR KOL DAN EM4 PADA PENGOMPOSAN KIRINYUH (Chromolaena odorata L) DENGAN METODE SEMI ANAEROB Marjenah Marjenah; Erik Prawiguna
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 22, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v22i1.6186

Abstract

Sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan pencemaran lingkungan dan berdampak kepada kesehatan masyarakat. Tumpukan sampah yang berasal dari sisa buah-buahan dan/atau sayuran  jarang dimanfaatkan oleh masyarakat, karena sudah tidak layak untuk makanan ternak. Biasanya sampah sayuran hanya dibiarkan saja, sehingga menimbulkan aroma  yang kurang sedap bagi kebersihan lingkungan  dan dapat mengganggu kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan efektivitas penggunaan MOL dari sampah sayur kol dan EM4 sebagai aktivator pada pengomposan kirinyuh. Pada pembuatan kompos memanfaatkan sayur kol sebagai sumber MOL dari sisa kegiatan sehari-sehari manusia yang kurang bermanfaat dan mengetahui kandungan hara yang terkandung di dalam kompos kirinyuh serta mengetahui efisiensi penggunaan aktivator MOL dan EM4 pada proses pengomposan kirinyuh. Informasi dari MOL serta kandungan hara kirinyuh diharapkan dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang memerlukan dengan pengolahan yang profesional agar sampah organik serta gulma bisa diolah dan menghasilkan sesuatu yang berguna dan mempunyai nilai ekonomis. Proses pengomposan dengan aktivator EM4 menghasilkan kompos sebanyak 41 kg (58,57%) dan pengomposan dengan aktivator MOL menghasilkan kompos sebanyak 45 kg (64,28%) dengan parameter yang diamati meliputi warna, bau, suhu, pH, kadar unsur hara N, P, K, Mg dan kadar C-organik. Hasil analisis kualitas kompos kirinyuh dengan metode semi anaerob menggunakan aktivator EM4 dan aktivator MOL memenuhi standard SNI 19-7030-2004 yaitu bertekstur halus, berwarna cokelat kehitam-hitaman dan berbau tanah.  
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MELESTARIKAN HUTAN MANGROVE DI CAGAR ALAM TELUK ADANG Yaskinul Anwar; Risma Amelia; Mei Vita Romadon Ningrum
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 22, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v22i1.6360

Abstract

Hutan mangrove merupakan salah satu hutan yang ada di cagar alam teluk adang. Lokasi hutan mangrove berada paling dekat dengan permukiman masyrakat pesisir di kawasan Teluk Adang. Peran masyarakat dalam pelestarian hutan mangrove diperlukan karena mereka merupakan yang paling terimbas akan keberadaan hutan mangrove. Oleh karena itu perlu diketahui  bagaimana partisipasi masyarakat dalam pelestarian hutan mangrove. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan observasi lapangan, wawancara dan angket guna mengetahui partisipasi masyarakat. Penelitian ini dilakukan di Desa Muara Adang Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser. Analisis data penelitian ini menggunakan pendekatan skoring guna menentukan tingkat partisipasi masyarakat. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling dengan kriteria usia 18-55 tahun pada 61 responden dari 6 RT. Partisipasi masyarakat dalam melestarikan hutan mangrove di disekitar desa mereka termasuk dalam kaegori rendah. Masyarakat kurang berpartisipasi baik pada tahap perencanaan, pelaksanaan, pemeliharaan, monitoring, dan evaluasi. Hal ini disebabkan kurangnya rasa kepedulian dan memiliki akan hutan mangrove yang ada di desa mereka. Kondisi menunjukkan masyarakat kurang peduli akan lingkungan hutan mangrove disekitar mereka. 
MIKROBIA PADA Plant Growth Promoting Rhizobakteri BAMBU, ALANG-ALANG DAN PISANG Sopialena Sopialena; Surya Sila; Sofian Sofian; Jahira S
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 22, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v22i1.6357

Abstract

Plant Growth Promoting Rhizocbacteria (PGPR) adalah sejenis bakteri yang hidup di sekitar perakaran tanaman. Bakteri tersebut hidupnya secara berkoloni menyelimuti akar tanaman sehingga memberikan keuntungan bagi tanaman. tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis bakteri yang terdapat pada PGPR akar bambu, akar alang-alang dan akar pisang. Penelitian dilakukan di laboratorium Hama Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman. Isolasi bakteri PGPR dilakukan dengan mengambil sampel dari ketiga bahan larutan PGPR tersebut. Kemudian setiap sampel PGPR diambil sebanyak 2 ml dan ditumbuhkan pada media Nutrient Agar (NA) dengan metode sebar. Dari masing-masing PGPR dibuat pada 4 (empat) cawan petri, sehingga didapat sebanyak 12 isolat bakteri PGPR yang mampu tumbuh pada media tersebut. Beberapa genus yang termasuk dalam PGPR tersebut adalah Pseudomonas, Serratia, Azotobacter, Azospirillum, Acetobacter, Burkholderia, Enterobacter, Rhizobium, Erwinia, Flavobacterium dan Bacillus. Masing-masing isolat rhizobacteria memiliki peranan yang penting dalam mengendalikan serangan patogen dan memicu pertumbuhan. Analisa bakteri digunakan sebagai parameter untuk mengetahui efektivitas serta potensi yang terkandung dalam bakteri tersebut.
PERTUMBUHAN ORGAN VEGETATIF TANAMAN MULTI FUNGSI PETAI (Parkia speciosa) DARI BIJI HINGGA SIAP TANAM Ahmad Ihsan Rafi; Puji Lestari; Muhammad Rifqi Hariri; Ahdiar Fikri Maulana; Eko Prasetyo
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 22, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v22i1.6517

Abstract

Tanaman MPTS merupakan tanaman yang bermanfaat ganda baik kayu maupun non kayunya seperti daun, buah, bunga dan biji. Tanaman jenis ini menjadi pilihan dalam proyek rehabilitasi lahan dan hutan karena bermanfaat bagi masyarakat sekitar hutan. Salah satu jenis MPTS yang penting adalah petai dengan produk non kayu berupa buah. Keberhasilan budidaya petai tergantung dari pembibitannya, sehingga perlu diketahui tahapan perkecambahan bijinya.  Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan fase-fase perkecambahan dan pertumbuhan organ vegetatif petai. Biji petai diamati secara langsung (direct observation) dari awal penaburan sampai semai siap sapih. Organ yang tumbuh awal pada perkecambahan petai adalah radikula diikuti dengan pulmula. Tipe perkecambahannya adalah epigeal dengan organ batang, akar dan daun sempurna terbentuk pada hari ke-12. Penelitian ini memberikan informasi waktu penyapihan semai sehingga berdampak pada penyiapan bibit MPTS pada program rehabilitasi lahan dan hutan.
ANALISIS VARIANSI HASIL PRODUKSI TANAMAN UBI JALAR MENGGUNAKAN POLA SAMPING TANAMAN SAMBILOTO DAN MELATI Endro Tri Susdarwono
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 22, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v22i1.6406

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji beda hasil produksi tanaman ubi jalar dengan menggunakan penanaman pola tumpang sari tanaman sambiloto dan melati. Metode yang digunakan adalah eksperimen. Secara umum, karakteristik penelitian eksperimen dalam penelitian ini meliputi: Manipulasi, Pengendalian atau kontrol, dan Pengamatan. Analisis pengujian menggunakan analisis varians. Analisis varians merupakan suatu cara yang efektif untuk menguji apakah mean dua sampel atau lebih sungguh-sungguh berbeda apa tidak. Penelitian ini ingin menguji produksi hasil tanaman ubi jalar dengan memberikan pelakuan melalui pola penanaman tumpang sari dengan tanaman sambiloto dan melati. Penelitian ini menyimpulkan adalah (1) ada beda yang signifikan antara mean-mean kelompok, yaitu kelompok 1 sebagai variabel kontrol, kelompok 2 sebagai variabel eksperimen dengan pola penanaman tumpang sari ubi jalar dan sambiloto dan kelompok 3 sebagai variabel eksperimen dengan pola penanaman tumpang sari ubi jalar dan melati. (2) kelompok III secara signifikan mempunyai penampilan lebih baik dibanding kelompok I dan itulah satu-satunya beda yang signifikan. Meskipun kelompok II berpenampilan lebih baik daripada kelompok I (M1 = 1,3 dan M2= 1,8) beda sebesar 0,5 belum merupakan suatu beda yang signifikan. (3) kelompok III secara signifikan mempunyai penampilan lebih baik dibanding kelompok I dan itulah satu-satunya beda yang signifikan. (4) ada beda yang signifikan antara M1 dan M2+3.
IKLIM MIKRO DI BAWAH TEGAKAN POHON KOMBINASI ANGSANA (PTEROCARPUS INDICUS) DAN GLODOKAN (POLYALTHIA LONGIFOLIA) DI MEDIAN JALAN MAYOR JENDERAL S. PARMAN DI KOTA SAMARINDA Karyati Karyati; Malissa Yusnicha Yusak; Muhammad Syafrudin
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 22, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v22i1.6331

Abstract

Peranan pohon-pohon yang ditanam di median jalan dapat memperbaiki iklim mikro di suatu kota. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik beberapa unsur cuaca (intensitas cahaya matahari, suhu udara, dan kelembapan udara), menghitung tingkat kebisingan, dan menghitung indeks kenyamanan pada tiga titik berbeda di bawah tajuk dan luar tajuk pohon kombinasi angsana (Pterocarpus indicus) dan glodokan (Polyalthia longifolia) di median Jalan Mayor Jenderal S. Parman, Kota Samarinda. Pengukuran unsur-unsur cuaca dan tingkat kebisingan dilakukan pada tiga waktu pengukuran (pagi pukul 06.00-07.00 WITA; siang pukul 12.00-13.00 WITA; sore pukul 17.00-18.00 WITA) selama 30 hari menggunakan Environment meter dan Lux meter. Intensitas cahaya matahari dan suhu udara rataan di bawah tajuk relatif lebih rendah dibandingkan dengan di luar tajuk pohon di median jalan. Kelembapan udara rataan pada Titik 1 di bawah tajuk dan di luar median jalan tinggi dikarenakan adanya pohon besar yang memiliki kerapatan tajuk yang relatif tinggi. Tingkat kebisingan rataan di Titik 1 di bawah tajuk sebesar 75,6 dB dan di luar tajuk sebesar 76,6 dB, di Titik 2 di bawah tajuk sebesar 76,0 dB dan di luar tajuk sebesar 76,3 dB, dan di Titik 3 di bawah tajuk sebesar 76,0 dB dan di luar tajuk sebesar 75,9 dB. Temperature Humidity Index (THI) pada ketiga titik pengukuran masih tergolong nyaman. Informasi tentang iklim mikro di bawah tajuk pohon-pohon yang ditanam di median jalan dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam pemilihan jenis dan pengelolaan tanaman di median jalan.
PENGARUH JARAK TANAM SISTEM TANAM JAJAR LEGOWO TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI VARIETAS INPARI IR NUTRI ZINC Nurbani Nurbani; Asep Pebriandi
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 22, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v22i1.6530

Abstract

Padi varietas Inpari IR Nutri Zinc adalah padi fungsional yang memiliki kandungan zinc cukup tinggi  yang baik untuk kesehatan. Peningatan produktivitas padi dapat dilakukan dengan pengaturan populasi tanaman dengan sisatem jajar legowo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jarak tanam dengan sistem tanam jarwo 2:1 terhadap pertumbuhan dan produksi padi  varietas Inpari IR Nutri Zinc. Penelitian dilaksanakan pada pada bulan Januari-Mei 2021  di Kebun Percobaan Samboja, Desa Bukit Raya Kecamatan Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) dengan 3 perlakuan (jarak tanam) menggunakan sistem tanam jajar legowo 2:1 dan diulang enam kali, yaitu JI (20 cm-40 cm) x 10 cm, J2 (25 cm-50 cm) x 12.5 cm dan J3 (30 cm-60 cm) x 15 cm. Ukuran petak yang digunakan adalah 4 m x 5 m. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan jarak tanam legowo J3 (30 cm-60 cm) x 15 cm memberikan jumlah anakan yang paling banyak yaitu 27,3 anakan serta hasil gabah kering panen paling tinggi yaitu 7,1 ton/ha dibandingkan dengan jarak tanam lainnya. Inpari IR Nutri Zinc memiliki sudut daun, batang dan daun bendera yang tegak, jumlah cabang malai sekunder yang sedikit dan tingkat kerontokan gabah yang sedang.