cover
Contact Name
jumani
Contact Email
jumaniani@gmail.com
Phone
+628125875659
Journal Mail Official
jumaniani@gmail.com
Editorial Address
Jurnal Agriculture and Forestry Faculty of Agriculture of University 17 August 1945 Samarinda, East Kalimantan. Jl. Ir. H. Juanda No.80 Samarinda, East Kalimantan. Phone 0541 743390. Email:agrifor@untag-smd.ac.id; jumaniani@gmail.com, URL:http://ejurnal.untag-smd.ac.id/index.php/AG
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan
ISSN : 14126885     EISSN : 25034960     DOI : https://doi.org/10.31293/af.v18i2
Core Subject : Agriculture,
Agrifor Journal is a scientific journal that contains writings in the form of research results, book review, conceptual studies, and scientific works in the field of Agriculture and Forestry concerning relevant cultivation.
Articles 561 Documents
PERCEPATAN PERTUMBUHAN BIBIT MAHONI (Swietenia macrophylla King.) DENGAN PEMBERIAN DOSIS AZOLLA DAN SKARIFIKASI BIJI Retno Sulistiyowati; Mimik Umi Zuhroh; Ratna Dwi Febrianti
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 22, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v22i2.6729

Abstract

Mahoni ialah tumbuhan yang banyak ditanam sebagai tumbuhan penjaga karena sifatnya yang tahan panas serta mempunyai energi menyesuaikan diri yang baik. Tanaman mahoni mudah dibudidayakan hanya saja perkecambahannya yang lambat karena tanaman mahoni memiliki masa dormansi yang panjang.Penelitian yang dilaksanakan bertujuan untuk: 1) Untuk mengetahui apakah takaran Azolla mempengaruhi perkembangan benih tumbuhan mahoni (Swietenia macrophylla King.) 2) untuk mengetahui apakah skarifikasi mempengaruhi perkembangan benih tumbuhan mahoni (Swietenia macrophylla King.), 3) Untuk mengetahui apakah terjadi interaksi antara dosis Azolla dan perlakuan skarifikasi terhadap pertumbuhan bibit tanaman mahoni (Swietenia macrophylla King.)Penelitian ini dilakasanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 aspek. Aspek awal merupakan takaran azolla (4,5 g polybag-1, 9 g polybag-1, 13,5 g polybag-1) dan faktor kedua adalah macam skarifikasi biji (tanpa di ampelas, di ampelas 1 sisi, di ampelas 2 sisi, di ampelas 3 sisi) serta diulang sebesar 3 kali.Hasil penelitian menujukkan bahwa :  1) Perlakuan macam dosis azolla 13,5 g polybag-1 (D3) memberikan pengaruh paling baik untuk parameter tumbuh tunas, tinggi tanaman, jumlah daun, dan panjang akar.  2) Perlakuan skarifikasi biji dengan diamplas satu sisi (S1) memberikan pengaruh tumbuh tunas dan jumlah daun paling baik.3) Interaksi antara dosis azolla dan skarifikasi biji memberikan pengaruh jelas kepada patokan jauh pangkal.
STRATEGI PENGEMBANGAN EKOWISATA HUTAN MANGROVE PT INHUTANI I UNIT BATU AMPAR-MENTAWIR KELURAHAN MENTAWIR KECAMATAN SEPAKU KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA Suharyono Suharyono; Marlon Ivanhoe Aipassa; Dewi Embong Bulan; Karyati Karyati; Yaya Rayadin; Martha Ekawati Siahaya; Yosep Ruslim; Rochadi Kristiningrum
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 22, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v22i2.6774

Abstract

Penelitian  ini  merupakan  penelitian  deskriptif  dengan  pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan tujuan untuk mengetahui seberapa besar potensi ekowisata hutan mangrove pada kawasan lindung PT Inhutani I Unit Batu Ampar – Mentawir  yang dapat dikembangkan sebagai ekowisata hutan mangrove selanjutnya, mengetahui bagaimanakah strategi pengembangan yang dapat dilakukan oleh PT Inhutani I Unit Batu Ampar-Mentawir terhadap  ekowisata hutan mangrove pada kawasan lindung berbasiskan pemberdayaan masyarakat lokal. Metode penelitian dilakukan dengan cara observasi lapangan, wawancara, kuesioner dan studi literatur selanjutnya dianalisa menggunakan SWOT. Berdasarkan observasi lapangan diketahui adanya potensi sumberdaya ekowisata hutan mangrove dan destinasi wisata lainnya sangat layak untuk dikembangkan, hasil kuesioner tentang persepsi pengelola, pengunjung, masyarakat sekitar hutan (kelompok sadar wisata) dan instansi pemerintah diketahui adanya minat sangat tinggi, hasil wawancara mendalam diperoleh informasi potensi dan pengembangan destinasi ekowisata lainnya, hasil deliniasi peta citra diperoleh data luasan kerapatan tegakan mangrove dan hasil studi literatur diketahui keanekaragaman vegetasi mangrove dan biodiversity. Strategi pengembangan ekowisata berdasarkan SWOT menunjukkan bahwa strategi pengembangan ekowisata hutan mangrove terletak pada kuadran (1) satu pada titik sumbu X positif dengan nilai 1,65 dan titik sumbu Y positif dengan nilai 1,65 sehingga dinyatakan sangat menguntungkan untuk pengembangan ekowisata hutan mangrove. (dimana aspek dari dalam lebih besar dari pada aspek dari luar dan aspek kekuatan dan peluang lebih baik dari pada aspek kelemahan dan ancaman).
ANALISIS STRATEGI PROGRAM PASCATAMBANG PETERNAKAN SAPI PADA LAHAN BEKAS TAMBANG PT KITADIN SITE EMBALUT Eko Budi Prasetyo; Marlon Ivanhoe Aipassa; Taufan Purwokusumaning Daru; Gina Saptiani; Salaho Dina Devy; Kiswanto Kiswanto; Yosep Ruslim; Feby Kristina
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 22, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v22i2.6816

Abstract

Penelitian  ini  merupakan  penelitian  deskriptif  dengan  pendekatan kuantitatif. Penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif untuk mengidentifikasi jenis-jenis program pascatambang peternakan sapi yang telah dilakukan oleh PT Kitadin serta untuk mengetahui kemajuan kegiatan program pascatambang peternakan sapi yang telah dilakukan oleh PT Kitadin. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana kegiatan yang telah dilakukan dalam rangka melaksanakan program pascatambang peternakan sapi dan bagaimana strategi pengembangan program peternakan sapi yang dilakukan oleh PT Kitadin. Adapun metode yang digunakan dalam pengumpulan data yakni observasi/kunjungan lapangan langsung, wawancara dan study pustaka. Dalam pengolahan data yang telah diperoleh dilakukan dengan cara membandingkan pelaksanaan program tersebut dengan dokumen program rencana pascatambang dan melakukan evaluasi terkait pengembangan peternakan sapi yang telah di lakukan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pelaksanaan program pascatambang peternakan sapi di lahan bekas tambang khususnya di Pit S12 GS telah sesuai dengan dokumen perubahan program rencana pascatambang PT Kitadin tahun 2020 dari segi program dan jadwal pelaksanaan, rencana luasan area, serta rencana peruntukannya. Adapun terkait Startegi pengembangan peternakan sapi di lahan bekas tambang khususnya Pit S12 GS yang dilakukan oleh PT Kitadin apabila dilihat dari aspek pemilihan lokasi, topografi, daya dukung tanah, ketersediaan pakan ternak, dan sumber air minum ternak telah memadai dan sesuai dengan peruntukannya, tetapi bila didasarkan pada daya tampung, maka luas lahan yang disediakan untuk program pascatambang peternakan sapi belum memadai yakni hanya mampu menampung sebanyak 620 ekor sapi Bali dari rencana maksimal sebanyak 1.600 ekor sapi Bali.
ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI KOPRA DI DESA PALAM KECAMATAN TINANGKUNG UTARA KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN Ismail Djamaluddin; Yandi Siada; Ruslan A Zaenuddin
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 22, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v22i2.6725

Abstract

Analisis Pendapatan Usahatani Kopra Di Desa Palam Kecamatan Tinangkung UtaraKabupaten Banggai Kepulauan. Pengolahan Kelapa menjadi Kopra adalah usaha yang potensial untuk dikembangkan di Kecamatan Tinangkung Utara, Kabupaten Banggai Kepulauan. Namun potensi kelapa banyak yang belum di manfaatkan karena berbagai kendala terutama seperti daya serap pasar belum optimal. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan petani dan menganalisis kelayakan usahatani pengolahan kelapa menjadi Kopra di Desa Palam Kecamatan Tinangkung Utara. Analisis data yang di gunakan dalam penelitian ini yaitu metode analisis pendapatan dan kelayakan usahatani. Adapun hasil penelitian yang diperoleh yaitu penerimaan usahatani kopra per 3 bulan Rp 7.280.000, dan total biaya sebesar Rp 3.386.562. Maka pendapatan petani kopra per 3 bulan didaerah penelitian yaitu Rp 3.893.438. Selanjutnya analisis kelayakan pengolahan kopra menunjukan bahwa nilai R/C Rasio sebesar 2.15 (> 1), sehingga usahatani kopra dikatakan layak untuk diusahakan
KEANEKARAGAMAN MAMALIA BESAR DI TAMAN NASIONAL KUTAI PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Muhammad Karno; Rachmad Budiwijaya Suba; Sukartiningsih Sukartiningsih; Marlon Ivanhoe Aipassa; Abdul Basyir Azham; Yaya Rayadin
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 22, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v22i2.6826

Abstract

Indonesia merupakan mega biodiversity, dibuktikan dengan besar persentase jumlah jenis flora dan fauna dibandingkan dengan jumlah keseluruhan banyaknya jenis yang ada di dunia termasuk keanekaragaman mamalia besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keanekaragaman spesies mamalia besar di Taman Nasional Kutai dan mengkaji status konservasi mamalia besar di Taman Nasional Kutai. Secara keseluruhan jumlah jenis mamalia yang ditemukan menggunakan kamera jebak di Sangkima dan Prevab adalah 10 jenis, termasuk kedalam 8 famili. Kelimpahan jenis mamalia tertinggi di Sangkima diperoleh nilai indeks kelimpahan jenis mamalia tertinggi terdapat pada Tenggalung malaya (Viverra tangalunga)  sebesar 35,29% yang berada pada jalur kayu (Transek). Sedangkan nilai indeks kelimpahan jenis mamalia terendah terdapat pada Linsang (Prionodon linsang) 1,75 (jalur Bukit), Landak butun (Hystrix crassipinis) 1,92 (jalur Sempadan), Kucing kuwuk (Prionailurus bengalensis), 1,92 (jalur Sempadan), Kijang (Muntiacus muntjak) 1,96 (jalur kayu), Landak butun (Hystrix crassipinis) 1,96 (jalur kayu). Kelimpahan jenis mamalia di Prevab tertinggi terdapat pada Kijang (Muntiacus muntjak) sebesar 22,22% yang berada pada jalur Bukit. Sedangkan nilai indeks kelimpahan jenis mamalia terendah terdapat pada Monyet beruk (jalur kayu) (Macaca nemestrina) sebesar 1,79, Musang luwak (jalur sempadan) (Paradoxurus hermaphroditus), sebesar 1,67, Kucing kuwuk (jalur sempadan) (Prionailurus bengalensis) sebesar 1,67, Monyet ekor panjang (jalur sempadan) (Macaca fascicularis) sebesar 1,67.
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHATANI JAGUNG (Zea Mays L.) DI KABUPATEN KARO, SUMATERA UTARA Elvin Desi Martauli; Seringena Br Karo; Swati Sembiring
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 22, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v22i2.6695

Abstract

Corn (zea mays) is one of the potential food crops aimed at improving the national economy. The increase made in corn production through the suppression of corn imports by the government so that the land for corn development can be utilized. Karo Regency is a corn production center in North Sumatra that has the potential to develop corn farming with a land area of 107,241 ha with a production of 715,940 tons. The purpose of this study was to analyze the corn farming development strategy and the internal and external constraints faced in corn farming activities. The research method used is descriptive method and data collection techniques are carried out using observation, interviews and questionnaires. There are two sub-districts as samples, namely Simpang Empat and Barusjahe Districts. The analysis technique used is descriptive and SWOT analysis. The results of the study indicate that the development strategies that can be carried out in corn farming in Karo Regency are (a) increasing the bargaining power of farmers in the context of industry/traders that impose strict quality requirements; (b) increase productivity to prepare for competition from imported corn products; (c) planning for weather variations to improve the quality of corn produced by farmers; (d) increase the knowledge and capacity of farmers in the context of controlling pests and diseases in maize; (e) reduce corn production costs to reduce fluctuations in production, quality, and price
POTENSI PENINGKATAN PRODUKTIVITAS TEBU DI LAHAN PASIRAN DENGAN PEMBERIAN BLOTONG BASAH Anna Kusumawati
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 22, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v22i2.6702

Abstract

Tebu (Saccharum officinarum L) merupakan tanaman rumput-rumputan yang telah dibudidayakan di lebih dari 90 negara, baik di negara tropis dan subtropis. Tebu di Indonesia dimanfaatkan utama sebagai bahan baku dalam industri gula. Saat ini budidaya tebu banyak dilakukan pada lahan marjinal (pasiran) sehingga hasil yang didapatkan kurang maksimal. Penelitian ini dilaksanakan di Dusun Kiaran, Kecamatan Cangkringan, Kelurahan Wukirsari dan varietas tebu yang digunakan merupakan Bululawangan (BL). Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian RAK 1 faktor yaitu penambahan blotong, dengan dua taraf yaitu B0 (tanpa blotong) dan B1 (dengan blotong) dengan tiga ulangan. Dosis blotong yang ditambahkan adalah 11,25 ton/ha blotong basah. Analisa tanah dan tanaman serta hasil tanaman dilakukan untuk melihat pengaruh pemberian blotong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa blotong basah dari PG Madukismo memiliki kandungan pH yang netral, C organik tinggi dan memiliki kandungan hara baik N, P, K, Ca, Mg, dan Na. Terdapat hasil yang signifikan lebih tinggi pada tebu yang ditanam di lahan yang ditambahkan blotong dibandingkan pada tebu yang ditanam pada lahan tanpa penambahan blotong, pada parameter diameter batang, jumlah batang per rumpun, jumlah daun hijau dan produktivitas tebu. Kadar lengas tanah dan berat volume tanah memberikan hasil yang berbeda nyata antara lahan yang diberi blotong dan tanpa penambahan blotong. Penambahan blotong memberikan peningkatan yang signifikan pada parameter produksi brix dan produktivitas tebu, dengan peningkatan produktivitas hingga 208%. Pemberian blotong sebagai bahan pembenah tanah menjadi salah satu alternatif dalam upaya peningkatan produktivitas tebu di lahan pasiran. 
UJI VARIETAS DAN JARAK TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH Rudi Rudi; Fiddi Wahidi; La Sarido
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 22, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v22i2.6772

Abstract

Uji Varietas Dan Jarak Tanam Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Bawang Merah. Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk menghasilkan produk bawang merah lebih optimal yaitu dengan melakukan uji varietas dan jarak tanam, dengan demikian kita mengetahui bahwa tanaman bawang merah dapat tumbuh dengan baik didaerah daerah dataran rendah yang berhawa sejuk sepanjang tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui varietas mana yang mampu tembuh dengan baik dan memberi hasil maksimal di daerah sangatta, Kab Kutai timur. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Mei 2022, di lahan petani Jl. Ring Road Sangatta Selatan. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial, perlakuan varietas bawang merah (V) terdiri atas varietas bauji (V1), varietas Biru lanjur (V2) serta Varietas Lembah Palu (V3) dan Jarak Tanam (J) terdiri atas Jarak Tanam 10 X 20 (J1), Jarak Tanam 15 X 20 (J2) serta Jarak Tanam 20 X 20 yang diulang sebanyak 3 kali, sehingga terdapat 27 petak perlakuan, setiap petak terdiri atas 4 tanaman sampel. Hasil penelitian menunjukkan varietas biru lanjur (V2) menjukkan pertumbuhan dan produksi terbaik, sementara jarak tanam terbaik adalah 15 X 20 Cm (J2) dan interaksi terbaik diperoleh pada perlakuan V2J2 (Varietas Biru Lanjur dan Jarak Tanam 15 X20 Cm).
PENGARUH PENGGUNAAN PUPUK HAYATI MIKORIZA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BAWANG MERAH VARIETAS LEMBAH PALU I Komang Sugiana; Kamelia Dwi Jayanti; Ita Mowidu
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 22, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v22i2.6736

Abstract

Bawang merah (Allium cepa L) merupakan tanaman hortikultura yang telah diusahakan oleh petani secara intensif serta menjadi komuditas unggulan nasional. Pentingnya komoditas ini tidak saja sebagai bumbu penyedap berkaitan dengan aromanya tetapi juga khasiat obat oleh kandungan enzim yang berperanan dalam meningkatkan derajat kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk hayati mikoriza terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah lembah palu. Penelitian telah  dilaksanakan di Desa Padalembara, Kecamatan Poso Pesisir Selatan, Kabupaten Poso pada bulan November 2020 hingga Maret 2021. Pemberian pupuk hayati mikoriza sebanyak 0, 5, 10, 15 dan 20 g/tanaman yang diulang sebanyak 5 kali disusun menurut pola rancangan acak kelompok (RAK). Hasil penelitian membuktikan bahwa pemberian berbagai dosis pupuk hayati mikoriza berpengaruh nyata terhadap jumlah daun pada umur 28, 35, dan 42 HST, serta bobot basah umbi dan berpengaruh sangat nyata terhadap  panjang akar  bawang merah Lembah Palu. Pemberian pupuk hayati mikoriza sebanyak 10g/tanaman memberikan pertumbuhan dan hasil bawang merah Lembah Palu terbaik yang ditunjukan oleh bobot basah akar, nisbah tajuk akar,  jumlah umbi per rumpun dan bobot basah umbi tertinggi serta memberi susut bobot terendah. Bobot basah umbi yang dihasilkan adalah 11,35 g per rumpun.
POTENSI SERAPAN KARBON EKOSISTEM MANGROVE DI DESA EYAT MAYANG KABUPATEN LOMBOK BARAT Diah Permata Sari; Muhamad Husni Idris; Irwan Mahakam Lesmono Aji; Hairil Anwar; Kornelia Webliana B.
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 23, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v23i1.7087

Abstract

Pendataan kondisi biofisik ekosistem mangrove merupakan langkah awal dalam pengelolaan kawasan mangrove yang meliputi data struktur dan komposisi ekosistem mangrove serta potensi serapan karbon.  Data potensi serapan karbon di kawasan ekosistem mangrove Desa Eyat Mayang belum terindentifikasi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis potensi serapan karbon di kawasan ekosistem mangrove Desa Eyat Mayang.  Pengumpulan data  menggunakan metode jalur berpetak sebanyak 84 plot. Data dianalisis menggunakan persamaan allometrik.  Hasil penelitian menujukkan bahwa kawasan ekosistem mangrove di Desa Eyat Mayang memiliki potensi biomassa 86,27 ton/ha yang terdiri dari 84% biomassa atas (AGB) dan 16% biomassa bawah permukaan (BGB).  Potensi kandungan karbon mangrove di Desa Eyat Mayang sebesar 40,13 ton/ha dan potensi serapan karbon (CO2) sebesar 147,3 ton/ha.  Kontribusi terbesar biomassa, kandungan karbon dan serapan karbon berasal dari jenis Rhizophora apiculata.