cover
Contact Name
jumani
Contact Email
jumaniani@gmail.com
Phone
+628125875659
Journal Mail Official
jumaniani@gmail.com
Editorial Address
Jurnal Agriculture and Forestry Faculty of Agriculture of University 17 August 1945 Samarinda, East Kalimantan. Jl. Ir. H. Juanda No.80 Samarinda, East Kalimantan. Phone 0541 743390. Email:agrifor@untag-smd.ac.id; jumaniani@gmail.com, URL:http://ejurnal.untag-smd.ac.id/index.php/AG
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan
ISSN : 14126885     EISSN : 25034960     DOI : https://doi.org/10.31293/af.v18i2
Core Subject : Agriculture,
Agrifor Journal is a scientific journal that contains writings in the form of research results, book review, conceptual studies, and scientific works in the field of Agriculture and Forestry concerning relevant cultivation.
Articles 561 Documents
KEANEKARAGAMAN JENIS JAMUR EKTOMIKORIZA DI TAMAN WISATA ALAM BARIAT KABUPATEN SORONG SELATAN Ponisri Ponisri; Hana Bleskadit; Irnawati Irnawati
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 21, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v21i1.5868

Abstract

Mikoriza adalah jamur yang hidup di dalam tanah dan dapat berasosiasi dengan tumbuhan. Mikoriza yang terbentuk pada tumbuhan dapat dibedakan berdasar struktur tumbuh dan cara infeksinya pada sistem perakaran inang yang dikelompokkan ke dalam tiga golongan besar yaitu ektomikoriza, endomikoriza dan ektendomikoriza. Jamur merupakan salah satu organisme dengan tingkat keragaman yang tinggi. Oleh karena itu dalam pengelompokan jamur (fungi), organisme ini dimasukkan dalam kelompok dunia tersendiri, disamping tumbuhan, hewan, dan mikrobia. Terkait dengan keberadaannya, jamur ektomikoriza merupakan indikator baik tidaknya kondisi hutan. Kawasan Taman Wisata Alam Bariat ini merupakan salah satu habitat berbagai tumbuhan jamur ektomikoriza. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah jenis jamur ektomikoriza, keanekaragaman, dominasi, dan kemerataan jenis jamur ektomikoriza yang tumbuh di wilayah hutan Taman Wisata Alam Bariat Kabupaten Sorong Selatan. Metode yang digunakan adalah metode observasi/pengamatan langsung di lapangan. Untuk pengambilan data jamur ektomikoriza dibuat plot secara purposive sebanyak 25 plot pengamatan dengan ukuran plot 20 x 20 m, sehingga luas keseluruhan areal penelitian 10.000 m2 (1 ha). Jenis jamur ektomikoriza yang ditemukan di hutanTaman Wisata A`lam Bariat  sebanyak 16 jenis, yakni Hygrocybe cocineocre 309 individu (17,02%), jenis Pycnoporus annabarinus 124 individu (6,83%),  Agrocybe sp 119 individu (6,56%), Mycena hiemalis 115 individu (6,34%), Coltricia sp 111 individu (6,12%), Fomes sp 109 individu (6,01%), Coltricia sp1 dan Pleutrotus sp masing-masing ada 107 individu (5,90%), Ramaria strcrita 101 individu (5,56%) Macrocystidia sp dan Auricullaria poltrichia masing-masing ada 94 individu (5,18%), Oudemansiella sp, Hygrocybe sp, dan Boletus sp masing-masing ada 89 individu (4.90%) Tremetes sp 87 individu (4,79%), dan Amanita sp 71 individu (3,91%). Indeks keanekaragaman jenis jamur ektomikoriza pada kawasan hutan Taman Wisata Alam Bariat dalam katagori sedang yaitu 1,171 dan indeks dominasi jenis dalam katagori rendah yaitu 0,077 sedangkan indeks kemerataan jenis dalam katagori tinggi yaitu 0,985, hal ini bahwa jamur ektomikoriza yang terdapat pada hutan Taman Wisata Alam Bariat menyebar secara merata, kecuali jenis  Boletus sp, Tremetes sp dan Amanita sp.
KONTRIBUSI WANITA TANI DALAM USAHATANI PADI SAWAH DI DESA CERMIN ALAM KECAMATAN VII KOTO ILIR KABUPATEN TEBO Asnawati Is; Tia Sri Utari; Evo Afrianto
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 21, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v21i1.5796

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar kontribusi wanita tani dalam kegiatan usahatani padi sawah, mengetahui curahan waktu kerja wanita tani dalam kegiatan usahatani padi sawah dan mengetahui pengaruh curahan waktu kerja terhadap kontribusi wanita tani padi sawah. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wanita tani yang berusahatani Padi Sawah di Desa Cermin Alam Kecamatan VII Koto Ilir Kabupaten Tebo. Penentuan sampel dilakukan secara sengaja (purposive). Teknik pengambilan sampel adalah simple random sampling yang digunakan untuk memilih 63 wanita tani padi sawah. Data dianalisis menggunakan interval untuk mengetahui kontribusi wanita tani dan HKP untuk mengetahui curahan waktu kerja wanita tani  dan regresi linear untuk mengetahui pengaruh curahan waktu kerja terhadap kontribusi wanita tani.Hasil penelitian ini bahwa Kontribusi wanita tani dalam kegiatan usahatani padi sawah  dengan kategori tinggi meliputi: Persemaian, pemeliharaan, dan panen. Kategori sedang meliputi : penanaman. Kategori rendah meliputi: pengolahan lahan. Curahan waktu kerja wanita tani dalam kegiatan usahatani  padi sawah yaitu persemaian sebesar 5,2 HKP, pengolahan lahan sebesar 1,35 HKP, penanaman sebesar 2,88 HKP, pemeliharaan sebesar 12,68 HKP, pemanenan sebesar 5,3 HKP. Hasil Uji Koefisien Determinasi ( ) darianalisis regresi linear berganda bahwa  (koefisien determinasi) kuadrat sebesar 0,960 atau 96,0 % yang artinya persentase sumbangan  berpengaruh terhadap persemaian, pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, pemanenan. Hasil Uji F menunjukkan bahwa variabel independen secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen .Uji koefisien determinasi menujukkan bahwa persentase sumbangan  berpengaruh terhadap persemaian, pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, pemanenan. Hasil uji t menunjukkan bahwa Persemaian (X1), Pengolahan Lahan (X2), Penanaman (X3), Pemeliharaan(X4), Pemanenan(X5) berpengaruh terhadap kontribusi wanita tani.
IDENTIFIKASI MIKROBA AGENS HAYATI PADA LAHAN KELAPA SAWIT (Elaeis jackuenensis Jack.) BELUM MENGHASILKAN DI KECAMATAN MARANG KAYU - KUTAI KARTANEGARA Purwati Purwati; Tutik Nugrahini; Rustam Baraq Noor
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 21, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v21i1.5936

Abstract

Penyerapan dan ketersediaan unsur hara dapat ditingkatkan dengan adanya mikroorganisme tanah.. Lahan perkebunan kelapa sawit umumnya diusahakan pada lahan marjinal dan keragaman populasi mikroba tanah yang rendah. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi mikroba agens hayati pada lahan kelapa sawit belum menghasilkan di Kecamatan Marang Kayu, Kutai Kartanegara. Pengambilan sampel tanah berlokasi di perkebunan kelapa sawit belum menghasilkan milik rakyat di Kecamatan Marang Kayu, Kutai Kartanegara dan proses identifikasi (penghitungan dan isolasi) mikroorganisme di Laboratorium Hama dan Penyakit Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman. Metode penelitian ini meliputi dua metode meliputi penghitungan jumlah mikroorganisme tanah dan isolasi mikroorganisme tanah. Hasil penelitian menunjukkan mikroba yang terdapat pada lahan kelapa sawit belum menghasilkan yang berpotensi sebagai agens hayati yaitu jamur Trichoderma.
PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max L) DENGAN PEMANFAATAN LIMBAH TERNAK KELINCI PADAT DAN CAIR Muhammad Fadhil Haryanto; Susylowati Susylowati; Ellok Dwi Sulichantini
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 21, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v21i1.5877

Abstract

Limbah ternak kelinci memberikan manfaat yang besar untuk budidaya Kedelai. Penelitian ini bertujuan :  (1) mengetahui interaksi antara pemberian pupuk organik dari limbah ternak kelinci padat dan cair terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai, (2) mengetahui dosis pupuk organik padat kelinci yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai, dan (3) mengetahui konsentrasi pupuk organik cair urin kelinci yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai.Metode penelitian menggunakan rancangan percobaan faktorial 4x4 yang disusun pada Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan ulangan sebanyak empat kali. Faktor pertama adalah pupuk organik padat (P) dengan dosis : 0 Mg.ha-1 (p0), 5 Mg.ha-1 (p1). 15 Mg.ha-1 (p2) dan 25 Mg.ha-1 (p3). Faktor kedua adalah konsentrasi pupuk organik cair urin kelinci (U) dengan konsentrasi 0 mL.L-1air (u0), 200 mL.L-1air (u1), 400 mL.L-1air (u2), dan 600 mL.L-1air (u3). Data dianalisa dengan uji F dan untuk membandingkan antara rata-rata dua perlakuan dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) dengan taraf 5 %.Penelitian ini menunjukkan bahwa interaksi terbaik dari masing-masing perlakuan terdapat pada dosis pupuk organik padat kelinci pada dosis 15 Mg.ha-1 dengan pupuk organik cair pada konsentrasi 600 mL.L-1air (p2u3) dan berpengaruh nyata terhadap variabel tinggi tanaman umur 42 HST, dan jumlah cabang per tanaman. Konsentrasi 600 mL.L-1air (u3) pupuk organik cair urin kelinci memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai serta berpengaruh nyata pada variabel tinggi tanaman umur 14, 28, dan 42 HST, waktu berbunga, berat kering polong isi, berat kering biji, dan berat 100 butir biji.
IDENTIFIKASI TANAMAN JAHE (Zingiber officinale) BERDASARKAN MORFOLOGI Fathiah Fathiah
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 21, No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v21i2.6315

Abstract

Jahe berasal dari India dibawa oleh pedagang Arab ke Romawi dan Yunani. Tanaman jahe  berasal dari Cina dan India, yang dikenal sebagai  negara penghasil obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter morfologis pada tanaman jahe di pasar tradisional Samarinda. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yang diamati  panjang, lebar, bentuk, warna kulit, warna daging, dan jarak buku-buku rimpang. Pengambilan sampel secara purposive sampling pada penjual jahe. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, data dikumpulkan dengan menyajikan dalam bentuk tabel yang dilengkapi gambar dokumentasi kemudian analisis secara deskriptif. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2021 sampai dengan Januari 2022. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 2 jenis Jahe di pasar tradisional Samarinda, yaitu jahe merah (Zingiber officinale), memiliki karakter morfologi yang berasal dari daerah Samarinda bentuk rimpang kecil, pendek, melengkung berbeda dengan dari sulawesi berbentuk besar dan melengkung, serta dari Jawa panjang lurusdan jarak buku berjarak. Jahe putih (Zingiber officinale var. amarum.), memiliki karakter morfologi yang berasal dari daerah Kalimatan Selatan lebih panjang dan lebar dari Sulawesi.
RENCANA REKLAMASI TAMBANG TANAH URUG BERDASARKAN EVALUASI KESESUAIAN LAHAN TANAMAN PANGAN LAHAN KERING DI DESA MURYOLOBO, KECAMATAN NALUMSARI, KABUPATEN JEPARA, JAWA TENGAH Indah Nur Hidayah; Suharwanto Suharwanto; Johan Danu Prasetya
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 21, No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v21i2.5985

Abstract

Desa Muryolobo, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah, memiliki potensi sumber daya alam yang besar berupa tanah urug. Kegiatan penambangan memberikan dampak terhadap lingkungan berupa penurunan produktivitas lahan, peningkatan erosi, dan potensi gerakan massa tanah. Disamping itu, kebutuhan pangan semakin meningkat tetapi tidak diimbangi dengan peningkatan ketersediaan lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rencana reklamasi berdasarkan kesesuaian lahan tanaman pangan lahan kering. Metode penelitian yang digunakan diantaranya metode survei dan pemetaan, analisis laboratorium, analisis deskriptif, dan pencocokan dengan faktor pembatas (weigh fector matching). Kriteria kesesuaian lahan mengacu kepada 12 kriteria kesesuaian lahan untuk tanaman pangan berdasarkan Hardjowigeno, 2020. Hasil evaluasi kesesuaian lahan terbagi menjadi 6 kelas kesesuaian lahan tanaman pangan lahan kering yaitu N1sntd, N1snd, N2t, N2s, N2snatdx, dan N1t. Arahan reklamasi tambang diantaranya (1) penataan lahan berbentuk teras bangku dengan kemiringan jenjang sebesar 450, tinggi jenjang 4 m, serta lebar teras 8 m dengan back slope sebesar 20-30 (2) pembuatan saluran pembuangan air (SPA) berbentuk trapesium (3) penanaman kedelai dan ubi kayu dengan sistem guludan, serta penanaman pohon sengon dan rumput vetiver dengan sistem pot. 
PENGARUH SOSIAL EKONOMI TERHADAP PDRB SUB SEKTOR TANAMAN PANGAN SUMATERA UTARA Elvin Desi Martauli; Seringena Br Karo; Swati Sembiring; Riduan Sembiring
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 21, No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v21i2.6157

Abstract

Pertumbuhan ekonomi setiap wilayah berbeda dengan wilayah lainnya. Oleh karena itu, perencanaan pembangunan ekonomi suatu wilayah harus memperhatikan aspek ekonomi, sosial, dan fisik wilayah tersebut, serta hubungannya dengan wilayah lain. Hal ini sangat penting bagi pembangunan ekonomi yang mengacu pada sektor unggulan, selain berpengaruh pada percepatan pertumbuhan ekonomi, juga akan mempengaruhi perubahan mendasar dalam struktur perekonomian daerah, untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi dilihat dari perkembangan PDRB. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jumlah penduduk, luas lahan, produksi, dan pendapatan daerah terhadap PDRB subsektor tanaman pangan di Provinsi Sumatera Utara. Dari November hingga Desember 2021, penelitian dilakukan di Provinsi Sumatera Utara. Alat analisis yang digunakan adalah fungsi Cobb-Douglas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan (Uji F) variabel jumlah penduduk, luas lahan, produksi dan pendapatan daerah berpengaruh signifikan terhadap PDRB subsektor tanaman pangan di Provinsi Sumatera Utara. Variabel jumlah penduduk, produksi, dan pendapatan daerah berpengaruh signifikan secara parsial (uji t) terhadap PDRB subsektor tanaman pangan di Provinsi Sumatera Utara, namun luas lahan tidak berpengaruh signifikan terhadap PDRB subsektor tanaman pangan di Provinsi Sumatera Utara.
PENILAIAN KORELASI BIODIVERSITAS DAN KARBON TERSIMPAN PADA TAMAN KOTA BENDOSARI, KOTA SALATIGA Dhias Pradipta Ananda; Alfred Jansen Sutrisno
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 21, No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v21i2.6014

Abstract

Taman Kota Bendosari ini merupakan salah satu RTH yang dimiliki oleh Kota Salatiga dan menjadi paru-paru kota, yang fungsinya sebagai aspek berlangsungnya daur ulang antara karbondioksida (CO2) dan oksigen (O2). Taman Kota Bendosari memiliki keanekaragaman hayati yang menunjukkan adanya jasa lanskap biodiversitas yang harus dipertahankan serta dilestarikan. Selain itu vegetasi di taman juga menyerap karbon dan berpotensi untuk mengatasi pemanasan global. Penelitian bertujuan untuk mengetahui nilai biodiversitas dan karbon tersimpan pada Taman Kota Bendosari terhadap pengelolaan jasa lanskap, serta mengkorelasikan hubungan kedua variabel tersebut. Selain itu, penelitian ini juga merumuskan rekomendasi untuk menentukan langkah selanjutnya menuju masyarakat rendah karbon. Metode yang digunakan untuk mengestimasi karbon tersimpan yaitu persamaan alometrik, sedangkan untuk menghitung nilai biodiversitas menggunakan Indeks Shannon-Wiener dan Indeks Margalef. Nilai biodiversitas yang didapat terdiri dari nilai indeks kekayaan spesies yaitu 6,72 dengan status tinggi. Nilai indeks kemerataan yaitu 0,82 dengan status tinggi, dan nilai  keanekaragaman yaitu 3,17 dengan status tinggi. Kandungan karbon tersimpan pada plot 1 yaitu pohon sebanyak 5319,55 ton/ha, tumbuhan bawah sebanyak 4,83 ton/ha, nekromassa sebanyak 3,83 ton/ha, dan seresah sebanyak 13,23 ton/ha. Sedangkan untuk plot 2 yaitu pohon sebanyak  6640,02 ton/ha, tumbuhan bawah sebanyak 4,34 ton/ha, nekromassa sebanyak 3,79 ton/ha, dan seresah sebanyak 12,9 ton/ha. Dalam penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara biodiversitas dan serapan karbon. Hal tersebut disebabkan oleh keberadaan pohon di Taman Kota Bendosari sebagian besar bukan pohon dengan diameter batang yang besar, walaupun jumlah pohon pada taman sangat tinggi jika dilihat dari nilai biodiversitas. 
ANALISIS PENYEBARAN POHON PADA HUTAN PRODUKSI DI KELURAHAN SUNGAI SIRING KOTA SAMARINDA Sri Endayani; Andrew Stefano; Fathiah Fathiah
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 21, No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v21i2.6284

Abstract

Penyebaran pohon pada hutan produksi yang mengandalkan proses alam maupun penangan manusia. Pemudaan pohon di suatu kawasan hutan bergantung pada tempat tumbuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebaran pohon pada 3 kelas kelerengan di Kelurahan Sungai Siring, Kecamatan Samarinda Utara. Metode pengumpulan data menggunakan Sistem Informasi Geografi (GIS), pada tiga kelas kelerengan yaitu datar (0-8%), landai (8-15%) dan agak curam (15-25%). Hasil penelitian menunjukkan bagian timur dengan kelas lereng landai (0-8%) diperoleh 10 jenis dari 9 famili dengan jumlah 34 pohon, kelas lereng datar (8-15%) diperoleh 8 jenis dari 7 famili dengan jumlah 24 pohon, dan kelas lereng agak curam (15-25%) diperoleh 8 jenis dari 7 famili dengan jumlah 20 pohon. Bagian barat dengan kelas lereng datar (0-8%) diperoleh 9 jenis dari 9 famili dengan jumlah 31 pohon, kelas lereng landai (8-15%) diperoleh 10 jenis dari 9 famili dengan jumlah 25 pohon, dan kelas lereng agak curam (15-25%) diperoleh 8 jenis dari 8 famili dengan jumlah 19 pohon.
PENGARUH JARAK TANAM DAN VARIETAS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI POLONG KACANG PANJANG (Vigna sinensis L.). Teresha Elena Surya Permata
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 21, No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v21i2.6131

Abstract

 Jarak tanam diperlukan tanaman agar tumbuh optimal, sehingga dapat menghasilkan produksi polong yang optimum. Varietas kacang panjang yang unggul memiliki sifat keunggulan tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor jarak tanam, faktor varietas, dan interaksi antara kedua faktor tersebut terhadap pertumbuhan dan produksi polong kacang panjang (Vigna sinensis L.). Penelitian ini menggunakan RAK Faktorial 3x3. Faktor pertama berupa jarak tanam yaitu 50x30 cm, 50x40 cm, dan 50x50 cm. Faktor ke dua berupa varietas yaitu varietas Pertiwi, KP 116, dan Parade Tavi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jarak tanam berpengaruh nyata  terhadap produksi kacang panjang, yaitu terhadap jumlah polong dan berat total polong per plot maupun per tanaman; Namun tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, umur berbunga, umur panen, diameter polong, panjang polong, berat brangkasan segar per tanaman, dan berat brangkasan kering per tanaman. Hasil rerata jarak tanam terbaik adalah 50x50 cm. Varietas berpengaruh nyata  terhadap jumlah daun, diameter batang, umur berbunga, umur panen, diameter polong, panjang polong, serta jumlah polong per plot maupun per tanaman, berat total polong per plot maupun per tanaman. Namun tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, berat brangkasan segar per tanaman, berat brangkasan kering per tanaman. Hasil rerata varietas terbaik adalah KP 116. Hasil penelitian menunjukkan tidak ditemukan interaksi antara jarak tanam dan varietas.