cover
Contact Name
jumani
Contact Email
jumaniani@gmail.com
Phone
+628125875659
Journal Mail Official
jumaniani@gmail.com
Editorial Address
Jurnal Agriculture and Forestry Faculty of Agriculture of University 17 August 1945 Samarinda, East Kalimantan. Jl. Ir. H. Juanda No.80 Samarinda, East Kalimantan. Phone 0541 743390. Email:agrifor@untag-smd.ac.id; jumaniani@gmail.com, URL:http://ejurnal.untag-smd.ac.id/index.php/AG
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan
ISSN : 14126885     EISSN : 25034960     DOI : https://doi.org/10.31293/af.v18i2
Core Subject : Agriculture,
Agrifor Journal is a scientific journal that contains writings in the form of research results, book review, conceptual studies, and scientific works in the field of Agriculture and Forestry concerning relevant cultivation.
Articles 561 Documents
ANALISIS KORELASI KERUSAKAN POHON, SERAPAN TIMBAL, BIOMASSA POHON, DAN TINGKAT KENYAMANAN PADA ALUN-ALUN KABUPATEN BLORA Margaretha Ines Nawangsari; Alfred Jansen Sutrisno
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 21, No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v21i2.6002

Abstract

Analisis Korelasi Kerusakan Pohon, Serapan Timbal, Biomassa Pohon, dan Tingkat Kenyamanan Pada Alun-alun Kabupaten Blora. Alun-alun Blora merupakan fasilitas umum yang disediakan pemerintah kota. Memiliki peran penting dalam hal penyerapan polutan. Potensi pohon di alun-alun Blora diantaranya sebagai peneduh, penyerap gas-gas penyebab pencemaran udara. Namun saat ini, banyak pohon yang mengalami kerusakan. kerusakan yang terjadi di sebabkan oleh usia pohon, penyakit, gulma, cuaca, dan perilaku manusia. Dengan demikian, penelitian ini dilakukan untuk melihat bagaimana kolerasi antara kerusakan pohon, serapan timbal, biomassa pohon, serta tingkat kenyamanan termal.Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi jenis pohon yang berada di alun-alun Blora, menganalisis keruskan pohon, menganalisis serapan timbal, menganalisis kandungan biomassa, dan mengukur kualitas termal, serta menganalisis kolerasi fungsi ekologis pohon dengan kerusakan. Metode yang digunakan adalah kemampuan analisis pohon dalam menyerap timbal, analisis biomassa, analisis Forest Health Monitoring (FHM), dan analisis Themal Humidity Index (THI), dan analisis korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 190 pohon dari 7 jenis pohon. Dari hasil analisis FHM semua kategori pohon untuk kerusakan ringan terdapat 11 pohon, rusak sedang terdapat 155 pohon, dan rusak berat terdapat sebanyak 3 pohon.Hasil serapan timbal paling tinggi pada pohon glodokan tiang, dan hasil paling rendah pada pohon palem raja. Untuk nilai THI kategori nyaman/sebagian berada di bawah nanungan pohon tanjung dan nilai THI kategori tidak nyaman berada pada tanpa naungan, dan perkerasan. Terdapat korelasi yang kuat diantara biomassa, dan timbal dengan nilai korelasi 0,046 , kemudian antara FHM, dan THI dengan nilai korelasi 0,017. Kata kunci : Fungsi ekologis, Fisik pohon, Pohon, Korelasi
IKLIM MIKRO DAN TINGKAT KENYAMANAN TERMAL PADA KAWASAN EKOWISATA MANGROVE TANJUNG BATU KABUPATEN LOMBOK BARAT Diah Permata Sari; Muhamad Husni Idris; Irwan Mahakam Lesmono Aji; Hairil Anwar; Kornelia Webliana B
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 21, No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v21i2.6258

Abstract

Iklim mikro dan tingkat kenyamanan menjadi salah satu faktor penting dalam sektor pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis iklim mikro dan tingkat kenyamanan termal pada kawasan ekowisata mangrove Tanjung Batu Kabupaten Lombok Barat.  Data iklim mikro yang diambil meliputi suhu udara, kelembaban udara dan kecepatan angin.  Data iklim mikro dirata-rata secara harian, sedangkan data suhu udara dan kelembaban rata-rata digunakan untuk analisis kenyamanan termal dengan metode Temperature Humidity Index (THI).  Berdasarkan hasil penelitian, suhu rata-rata harian berkisar antara 25,29 º C – 26,66 º C, kelembaban rata-rata harian berkisar antara 72,75% - 79,96% dan kecepatan angin rata-rata harian berkisar antara 0,81 km/jam – 4,90 km/jam.  Berdasarkan hasil analisis THI, nilai kenyamanan termal rata-rata di kawasan ekowisata mangrove Tanjung Batu yaitu 24,71 dengan klasifikasi nyaman.
ISOLASI JAMUR ENTOMOPATOGEN PADA LAHAN TANAMAN PANGAN, HORTIKULTURA, DAN PERKEBUNAN DI KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA DAN UJI PATOGENISITAS PADA Spodoptera litura Ni’matuljannah Akhsan; Surya Sila; Tifa Esta Noviana
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 21, No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v21i2.6038

Abstract

Jamur entomopatogen merupakan jenis bioinsektisida yang dapat digunakan untuk mengendalikan hama pada tanaman. Pengendalian menggunakan bioinsektisida yang berbahan aktif jamur entomopatogen merupakan salah satu cara pengendalian yang ramah lingkungan serta tidak berdampak negatif bagi lingkungan dan tidak merusak ekosistem disekitarnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jamur entomopatogen yang terdapat pada lahan tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan dan mengetahui tingkat patogenisitas jamur tersebut sebagai entomopatogen pada Spodoptera litura. Lokasi pengambilan sampel berada di Saloloang, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Hama Penyakit Tanaman Fakultas Pertanian, Universitas Mulawarman, pada bulan Agustus 2020 hingga Maret 2021. Perlakuan  menggunakan isolat jamur entomopatogen yang berhasil di isolasi dengan insect bait method menggunakan larva Tenebrio molitor. Uji patogenisitas dirancang dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Data dianalisis menggunakan sidik ragam (ANOVA) dan uji lanjut menggunakan uji beda nyata terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian ini ditemukan 4 jenis jamur entomopatogen yang di isolasi di Kabupaten Penajam Paser Utara yaitu Aspergillus sp.  isolat lahan tanaman perkebunan, Cunninghamella sp. isolat lahan tanaman hortikultura, Fusarium sp. isolat lahan tanaman pangan dan perkebunan, dan Metarhizium sp. isolat lahan tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan. Semua isolate jamur Metarhizium sp. efektif  mengendalikan ulat grayak (Spodoptera litura) in vitro dengan kerapatan spora 105/mL.
PENGGUNAAN ETANOL DAN METANOL SEBAGAI ATRAKTAN TERHADAP PENGGEREK BUAH KOPI (Hypothenemus hampei Ferr.) (Coleoptera:Scolytidae) DI DESA PARIKSABUNGAN KECAMATAN SIBORONGBORONG KABUPATEN TAPANULI UTARA Shinta Kumala Dewi Sitohang; Darma Bakti; Ameilia Zuliyanti Siregar
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 21, No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v21i2.5986

Abstract

Hypothenemus hampei merupakan hama utama pada tanaman kopi yang dapat menurunkan kualitas dan kuantitas tanaman kopi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis atraktan dan ketinggian perangkap yang efektif untuk mengendalikan PBKo di lapangan. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah jenis atraktan (Etanol dan Metanol serta perbandingan kedua jenis atraktan) sedangkan faktor kedua adalah tinggi perangkap (0.5 m, 1 m, 1.5 m). Penelitian ini dilaksanakan di lapangan perkebunan kopi dan Identifikasi di Laboratorium Penyakit Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Hasil penelitian menunjukkan atraktan Etanol dan Metanol (1 : 4) terbaik dan berpengaruh nyata terhadap jumlah imago PBKo yang terperangkap. Ketinggian perangkap terbaik adalah pada 1 meter lalu diikuti 0,5 meter dan 1,5 meter dengan rataan masing-masing 1.37, 1.32 dan 1.22 ekor PBKo. Semua jenis atraktan yang di uji berpengaruh nyata untuk menarik imago PBKo, jenis atraktan terbaik adalah Etanol : Metanol (1:4) dengan ketinggian 1 meter.
PENILAIAN FUNGSI POHON TEPI JALAN DIPONEGORO KOTA SALATIGA DALAM MENJERAP DEBU Muhammad Syaiful Afrizal; Bistok Hasiholan Simanjuntak; Alfred Jansen Sutrisno
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 21, No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v21i2.6187

Abstract

Pohon yang terdapat di lanskap perkotaan memiliki peran sebagai penyaring polusi udara, terutama debu yang beterbangan. Sedangkan Jalan Diponegoro Kota Salatiga merupakan jalan dengan tingkat kepadatan kendaraan dan aktivitas masyarakat yang tinggi. Berdasarkan peran pohon sebagai penyaring debu dan polusi udara, maka perlu dilakukan penelitian tentang penilaian fungsi pohon tepi jalan di Jalan Diponegoro dalam menyerap debu. Tujuan penilaian fungsi pohon di tepi Jalan Diponegoro adalah untuk mengetahui kemampuan pohon dalam menyerap debu pada lanskap Jalan Diponegoro dan memberikan rekomendasi berupa pemilihan pohon yang tepat di kawasan tersebut. penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 28 November 2019 di sepanjang Jalan Diponegoro Salatiga. Alat dan bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah gelas beaker, kertas saring, oven, kuas, akuades, dan sampel daun. Metode yang digunakan yaitu menggunakan perhitungan rumus jerapan debu pada daun dan dilanjutkan dengan metode statistik dengan uji Mann Whitney. Hasil penelitian menjelaskan bahwa pohon dengan tipe tajuk piramidal dan menyebar memiliki nilai penyerapan debu tertinggi. Dari hasil perhitungan, maka dapat disimpulkan bahwa tipe tajuk piramidal dan menyebar memiliki daya serap debu yang sesuai sehingga dapat dilakukan tindakan yang direkomendasikan berupa pemilihan pohon dengan daya serap debu terbaik di Jalan Diponegoro Kota Salatiga yaitu pohon dengan bentuk tajuk piramida dan menyebar.
KORELASI ANTARA KERAPATAN KERING TANUR DENGAN NILAI PENYUSUTAN DAN SIFAT MEKANIKA KAYU BAYUR (Peterospermum javanicum) DAN PANGSOR (Ficusc callosa Wild) Kusno Yuli Widiati; Irvin Dayadi; Karyati Karyati; Karmini Karmini
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 21, No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v21i2.6037

Abstract

Potensi kayu-kayu non komersil yang tumbuh di lahan terlantar maupun hutan sekunder selama ini belum dimanfaatkan dengan optimal. Termasuk diantaranya informasi dari jenis cepat tumbuh seperti kayu pangsor (Ficus callosa Willd) dan bayur (Peterospermum javanicum) sifat fisika dan mekanika yang tersedia dari kayu tersebut belum lengkap. Karena itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara nilai kerapatan kering tanur dengan besarnya nilai penyusutan kayu dan sifat mekanika kayu. Sehingga dalam penelitian ini diambil kayu pangsor yang mempunyai berat jenis kelas kuat V dan Bayur dengan kelas kuat III yang diambil pada bagian pangkal, tengah dan ujung batang. Pembuatan sampel dan pengujian sifat fisika mekanika kayu menggunakan standar Jerman (DIN). Analisis data korelasi dibantu dengan program Microsoft Exel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kayu pangsor dan bayur terdapat hubungan korelasi positif antara kerapatan kering tanur dengan penyusutan volume maksimal, keteguhan tekan sejajar serat dan MoE dengan sifat hubungan yang lemah.
PENGARUH PUPUK KALSIUM NITRAT DAN PUPUK KALIUM FOSFAT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG HIJAU (Vigna radiata) DI TANAH GAMBUT Odilo Tarigasa; Radian Radian; Wasián Wasián
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 21, No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v21i2.5959

Abstract

Pengembangan kacang hijau di tanah gambut di Kabupaten Kubu Raya masih terbatas dan cenderung ditanam sebagai tanaman sela. Produktivitas kacang hijau Kalimantan Barat tahun 2019 hanya mencapai 0,8 ton per hektar berbeda nyata dengan produktivitas nasional dengan capaian 1,7 ton per hektar. Dalam upaya pemanfaatan lahan gambut untuk penambahan luas tanam kacang hijau di tanah gambut dibutuhkan informasi yang beragam khususnya tentang penggunaan jenis pupuk yang mendukung pertumbuhan dan hasil kacang hijau yang optimal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pupuk kalsium nitrat dan pupuk kalium fosfat terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau, serta mendapatkan dosis pupuk kalsium nitrat dan kalium fosfat untuk pertumbuhan dan hasil kacang hijau yang optimal. Penelitian dilaksanakan pada Bulan Mei 2021 hingga Juli 2021 menggunakan lahan gambut di  Desa Arang Limbung  Kecamatan Sungai Raya  Kabupaten Kubu Raya.   Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial. Faktor pertama adalah Pupuk kalsium nitrat (k0= kontrol, k1 = pupuk pupuk kalsium nitrat dengan dosis 300 kg ha-1, k2 = pupuk pupuk kalsium nitrat dengan dosis 600 kg ha-1, k3 = pupuk pupuk kalsium nitrat dengan dosis 900 kg ha-1). Faktor kedua adalah Pupuk kalium fosfat (m0= kontrol, m1 = pupuk kalium fosfat dengan dosis 80 kg ha-1, m2 = pupuk kalium fosfat dengan dosis 160 kg ha-1,m3 = pupuk kalium fosfat dengan dosis 240 kg ha-1, m4 = pupuk kalium fosfat dengan dosis 320 kg ha-1). Variabel pengamatan terdiri dari tinggi tanaman, umur berbunga, jumlah polong per tanaman, jumlah biji per polong, bobot 100 biji, jumlah biji per tanaman, berat kering biji per tanaman, berat kering akar, dan berat kering tanaman. Berdasarkan analisis sidik ragam terhadap variabel pengamatan diketahui bahwa interaksi pupuk kalsium dan pupuk kalium fosfat berpengaruh nyata terhadap jumlah biji per tanaman. Perlakuan 900 kg ha-1 Kalsium Nitrat dan 240 kg ha-1 kalium fosfat menghasilkan jumlah biji tertinggi.
APLIKASI PUPUK KANDANG DIPERKAYA TRICHODERMA SP. UNTUK PENINGKATAN PRODUKSI DAN PENGENDALIAN FUSARIUM SP. PADA BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) Shabila Khoirunnisa; Eny Fuskhah; Endang Dwi Purbajanti
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 21, No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v21i2.6184

Abstract

Bawang merah merupakan salah satu komoditas hortikultura di Indonesia  yang mempunyai kontribusi besar terhadap perekonomian. Penelitian dilaksanakan pada November 2020 sampai Februari 2021 di Laboratorium Ekologi dan Produksi Tanaman dan Greenhouse Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial 4 x 2 dengan 3 ulangan sehingga diperoleh 24 unit percobaan. Faktor pertama adalah aplikasi pupuk kandang dan dosis Trichoderma sp. meliputi T0 = 0 g/pot., T1= 10 g/pot,  T2 = 20 g/pot, T3 = 30 g/pot. Faktor kedua yaitu inokulasi Fusarium sp. (F) meliputi F0 = Tanpa Inokulasi Fusarium sp., F1 = Inokulasi Fusarium sp. Variabel pengamatan meliputi keparahan penyakit, kadar klorofil daun, tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, jumlah umbi dan berat umbi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi pupuk kandang yang diperkaya dosis Trichoderma sp. secara signifikan dapat menekan keparahan penyakit Fusarium sp. bawang merah, tetapi tidak memberikan pengaruh nyata pada kadar klorofil daun, tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, jumlah umbi dan berat umbi. Perlakuan pupuk kandang yang diperkaya Trichoderma sp. dengan dosis 10g/pot yang diberikan sebelum tanam dapat mengendalikan penyakit yang disebabkan oleh Fusarium sp. Perlakuan pupuk kandang yang diperkaya dengan berbagai dosis Trichoderma sp. belum dapat meningkatkan produksi bawang merah pada perlakuan tanpa inokulasi Fusarium sp. dan inokulasi Fusarium sp.
ANALISIS SEKTOR UNGGULAN DAN STRATEGI PENGEMBANGAN DALAM MEWUJUDKAN PEMBANGUNAN EKONOMI INKLUSIF DI KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA Frederic Winston Nalle
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 21, No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v21i2.6017

Abstract

Pembangunan ekonomi inklusif adalah pembangunan yang mengutamakan aspek pemerataan guna mewujudkan keadilan ekonomi bagi seluruh lapisan masyarakat. Oleh karena itu, setiap pemerintah daerah diharapkan mampu mengoptimalkan sektor unggulan sehingga dapat berperan sebagai lokomotif perekonomian daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis perubahan dan pergeseran sektor ekonomi, mengklasifikasikan dan memetakan sektor unggulan serta merumuskan strategi yang tepat dalam rangka mewujudkan pembangunan ekonomi yang inklusif. Alat analisis yang digunakan adalah analisis Shift Share, Tipologi Klassen dan analisis SWOT. Jenis data yang digunakan adalah data primer untuk kebutuhan analisis SWOT dan data sekunder untuk kebutuhan analisis Shift share dan Tipologi Klasen, dimana data yang digunakan adalah data PDRB dan Ketenagakerjaan per sektor tahun 2015-2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui analisis Shift Share, secara umum sektor dengan nilai National Share (Ns), Proportional Shift (Ps) dan Differential Shift (D) terbesar adalah sektor pertanian. Melalui analisis Tipologi Klassen, sektor-sektor yang berkembang dan tumbuh pesat adalah sektor pertanian dan industri manufaktur. Oleh karena itu, strategi yang dianggap tepat dalam rangka mewujudkan pembangunan ekonomi yang inklusif melalui konsep pengembangan sektor unggulan adalah dengan menerapkan Strategi Strengh-Opportunity (SO), dimana pemerintah diharapkan mampu memanfaatkan segala bentuk kekuatan yang ada dengan tetap memperhatikan berbagai peluang yang dimiliki.
IDENTIFIKASI DAN KEANEKARAGAMAN MAKROFAUNA TANAH DI PERKEBUNAN JERUK SIAM (Citrus nobilis) DI KECAMATAN BAYONGBONG, GARUT Ardli Swardana; Arifin Mansyur; Hanny Hidayati Nafi’ah
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 22, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v22i1.6373

Abstract

Keanekaragaman organisme tanah, seperti makrofauna tanah di suatu tempat dipengaruhi oleh kondisi di lingkungan sekitarnya. Kegiatan budidaya yang tidak ramah lingkungan dapat mempengaruhi keseimbangan ekosistem, khususnya dapat menurunkan keberadaan dari makrofauna tanah di tempat tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi dan menghitung indeks keanekaragaman makrofauna tanah di perkebunan jeruk siam. Penelitian dilakukan Desa Mekarsari, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan metode hand sorting. Analisis yang digunakan menggunakan indeks keanekaragaman Shannon Wiener. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 7 jenis makrofauna tanah yang terbagi ke dalam 6 ordo, yaitu Ordo Hymenoptera, Haplotaxida, Orthoptera, Araneae, Coleoptera, dan Sytromotophora. Hasil analisis indeks keanekaragaman, diperoleh bahwa nilai indeks keanekaragaman makrofauna tanah di lokasi penelitian adalah 1,196. Angka tersebut menunjukkan bahwa keanekaragaman di lokasi penelitian termasuk kategori sedang dan dapat dikatakan kondisi ekosistem cukup stabil.