cover
Contact Name
jumani
Contact Email
jumaniani@gmail.com
Phone
+628125875659
Journal Mail Official
jumaniani@gmail.com
Editorial Address
Jurnal Agriculture and Forestry Faculty of Agriculture of University 17 August 1945 Samarinda, East Kalimantan. Jl. Ir. H. Juanda No.80 Samarinda, East Kalimantan. Phone 0541 743390. Email:agrifor@untag-smd.ac.id; jumaniani@gmail.com, URL:http://ejurnal.untag-smd.ac.id/index.php/AG
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan
ISSN : 14126885     EISSN : 25034960     DOI : https://doi.org/10.31293/af.v18i2
Core Subject : Agriculture,
Agrifor Journal is a scientific journal that contains writings in the form of research results, book review, conceptual studies, and scientific works in the field of Agriculture and Forestry concerning relevant cultivation.
Articles 561 Documents
ANALISIS INDEKS KUALITAS TANAH ANDISOL PADA BERBAGAI SISTEM POLA TANAM DI KECAMATAN TOSARI KABUPATEN PASURUAN Arifin, Ahmad Zainul; Rohimah, Chodijah A.; Hidayanto, Fajar; Purnamasari, Retno Tri
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 23, No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v23i2.7657

Abstract

Kualitas tanah merujuk pada kemampuan tanah untuk menjaga produktivitas tanaman, mempertahankan ketersediaan air, serta mendukung kegiatan manusia. Penilaian kualitas tanah tidak dapat dilakukan secara langsung, oleh karena itu diperlukan indikator fisik, kimia, dan biologi yang digunakan bersama-sama untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang kualitas tanah, yang dikenal sebagai minimum data set (MDS). Sebuah penelitian lapangan dan analisis laboratorium telah dilakukan antara bulan September hingga Desember 2023. Penelitian deskriptif ini dilaksanakam terhadap beberapa jenis pola tanam yang ada di lahan perkebunan Kecamatan Tosari, Pasuruan. Setelah nilai indeks kualitas tanah diperoleh, analisis dilakukan dengan menggunakan kriteria yang dikembangkan oleh Mausbach dan Seybold (1998) yang telah dimodifikasi oleh Partoyo (2005. Indeks kualitas tanah dianalisis dengan mempertimbangkan indikator yang paling mewakili fungsi-fungsi tanah. Pengambilan sampel tanah dilakukan menggunakan metode purposive sampling, kemudian sampel tersebut dianalisis di laboratorium untuk menentukan tekstur, berat volume, porositas, kandungan C-organik, pH, ketersediaan P, pertukaran K, total N, serta kedalaman perakaran. Nilai indeks kualitas tanah bervariasi antara 0 hingga 1, dimana semakin tinggi nilai indeks menunjukkan kualitas tanah yang lebih baik. Hasil indeks kualitas tanah pada lahan monokultur sebesar 0,646 termasuk kriteria baik, lahan tumpangsari indeks kualitas tanah sebesar 0,662 termasuk kriteria baik dan lahan rotasi tanaman termasuk kriteria indeks kualitas tanah baik yaitu 0,683 sehingga perlu peningkatan perbaikan sifat tanah agar kriteria tersebut dapat semakin baik.
KAJIAN FAKTOR IKLIM TERHADAP DINAMIKA POPULASI Pyricularia oryzae PADA BEBERAPA VARIETAS PADI SAWAH (Oryza sativa) Sopialena, Sopialena
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 14, No 2 (2015): Oktober
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v14i2.1432

Abstract

Study On Climate Factor Pyricularia oryzae Population Dynamics Of Some Variety Rice Field Rice (Oryza sativa). The research was conducted in June-September 2015 in the district of North Samarinda. The purpose of this study was to determine the climatic factors (temperature, humidity and rainfall) the most dominant on the rate of broad patches, the rate of infection of the pathogen P. intensity of the attacks and the number of spores of P. oryzae oryzae on rice varieties of rice (Inpari7, Ciherang and Cibogo) and to determine the effect of the number of spores of P. oryzae against pathogen attack intensity of P. oryzae on rice varieties of rice (Inpari7, Ciherang and Cibogo) in the district of North Samarinda. The parameters used in this study are climatic factors (humidity, temperature and rainfall) in the field, the extensive development of the disease spots of blast, the intensity of the attack and the number of pathogenic P. oryzae spores of P. oryzae.The results showed that the climatic factors influencing the development of extensive patches of blast disease, the intensity of the attack and the number of pathogenic P. oryzae spores of P. oryzae. Inpari7 varieties are more susceptible than Ciherang and Cibogo seen extensive development of the high spots of blast disease, the intensity of the attack and the number of pathogenic P. oryzae spores of P. oryzae at the beginning of the first week after planting.
Derajat Kestabilan Tegakan Karet (Havea brasiliensis) Di Kelurahan Margomulyo Kecamatan Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur Heni Emawati, Agus Sumono Ismail
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 15, No 2 (2016): Oktober
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v15i2.2071

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui atau menghitung tingkat kestabilan dan persentase tajuk jenis tegakan karet (Havea brasiliensis), mengetahui hubungan kestabilan dengan tinggi dan diameter dan merekomendasikan kegiatan pengaturan jarak tanaman berdasarkan hasil perhitungan tingkat kestabilan jenis tanaman tersebut.Objek yang digunakan dalam penelitian berupa tegakan karet (Havea brasiliensis) berumur 5 tahun dengan jarak tanam 3 m x 6 m.  Data primer yang diambil berupa tinggi pohon, diameter pohon dan panjang tajuk.   Sedangkan data sekunder diperoleh melalui kegiatan pengumpulan data atau dokumen yang ada, baik dari kepustakaan, maupun informasi yang diperoleh dari lembaga terkait dalam keperluan penelitian serta melakukan studi literatur seperti data potensi tegakan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk jarak tanam 3 m x 6 m didapatkan nilai derajat kestabilan kurang dari 100 yaitu sebesar 61,24 dimana hal ini menandakan bahwa tegakan tersebut stabil, dengan nilai persen tajuk sebesar 70,28.   Hal ini kemudian memperlihatkan bahwa hubungan antara tingkat kestabilan tegakan dan parameter tinggi menunjukkan hubungan yang lebih erat dengan diameternya.  Hasil penelitian juga merekomendasikan bahwa untuk mendapatkan kestabilan tegakan yang lebih baik maka dianjurkan menggunakan jarak tanam 3 m x 6 m dengan tidak melupakan kegiatan penjarangan.Saran yang dapat diberikan adalah sebaiknya pada tanaman karet dilakukan dengan jarak tanam 3 m x 6 m dengan harapan diperolehnya pertumbuhan yang seimbang antara pertumbuhan diameter dan tinggi tanam, pada tegakan karet tersebut perlu dilakukan pengamatan lanjut sehingga dapat diketahui batasan umur untuk dilakukan penjarangan pada jarak tanam yang berbeda pula, mengingat pengamatan tentang derajat kestabilan untuk tegakan jenis lain pada kawasan-kawasan lain belum banyak dilakukan, maka perlunya pengamatan lebih lanjut tentang hal ini, pada pengamatan tentang derajat kestabilan tegakan sebaiknya dilakukan pada umur setengah daur dan sebaiknya pada pengamatan selanjutnya penelitian-penelitian lebih menguasai dan memahami dalam menggunakan alat-alat yang digunakan dalam penelitian seperti clinometer sehingga penelitian benar-benar sempurna dan akurat.
Effect of Yara Mila Pearl NPK Fertilizer and Nasa Liquid Organic Fertilizer on Growth and Yield of Beans (Phaseolus vulgaris L.) Muthalib, Abdul; Jannah, Noor
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 17, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v17i2.3610

Abstract

The objective the research was to study the effect of NPK Mutiara YaraMila fertilizer and Nasa foliar fertilizeras well as their interaction on the growth and yield of stringbean, and to find proper dosage of NPK Mutiara YaraMila fertilizer and concentration of Nasa foliar fertilizer for optimal yield of stringbean.The research was conducted in the village of Rantau Panjang, sub district of Telen of East Kutai Regency.  It carried out from March until June 2016.   It applied Completely Randomized Block Design with factorial experiment 4 x 4 and three replications.  The first factor was the dose of NPK Mutiara YaraMilafertilizer (P) consists of 4 levels, namely: no NPK Mutiara YaraMilafertilizer (p0), 100 kg ha⁻¹ equals to 25,6 g plot-1 (p1), 200 kg ha⁻¹ equals to 51,20 g plot-1(p2), and 300 kg ha⁻¹ equals to 76,80 g plot-1 (p3).  The second factor was the concentration of Nasa foliar fertilizer (B) consists of 4 levels, namely: no Nasa foliar fertilizer (b0), 2 ml l-1 water (b1), 4  ml l-1 water (b2), and ), 6 ml l-1 water (b3).Result of the research revealed that : (1) the NPK Mutiara YaraMila fertilizer treatment affected very significantly on the plant lenght at 10, 20, and 30 days after planting, days of plant flowered, days of plant harvest, number of pods, weight of pods, and production of pods; (2) the Nasa foliar fertilizer was affected significantly to very significantly on thethe plant lenght at 10, 20, and 30 days after planting, days of plant flowered, days of plant harvest, number of pods, weight of pods, and production of pods; (3) interaction between NPK Mutiara YaraMila fertilizer and Nasa foliar fertilizer was affected significantly to very significantly on the plant lenght at 10 and 20 days after planting, days of plant flowered, but no significantly on the plant lenght at 30 days after planting, days of plant harvest,  number of pods, weight of pods, and production of pods; (4) the highest pods production is attained by the 300 kg ha-1 NPK Mutiara YaraMila fertilizer (p3), namely 38,38 Mg ha-1 or by the 6 ml l-1 water Nasa foliar fertilizer (b3), namely 38,55 Mg ha ̵ ¹.
APLIKASI MIKORIZA PADA TANAH LAHAN REKLAMASI TAMBANG BATUBARA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max L. Merrill) Zulfikar, Zulfikar; Eliyani, Eliyani; Nazari, Alvera Prihatini Dewi
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 18, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v18i2.4357

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui: 1) pengaruh pemberian mikoriza padatanah lahan reklamasi tambang batubara terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai; 2) dosis mikoriza yang memberikan pertumbuhan dan hasil terbaik terhadap tanaman kedelai.Penelitian dilaksanakan sejakbulan Februari sampai dengan Mei 2018, di Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman.Penelitian percobaan disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK), merupakan percobaan faktor tunggal, dosis mikoriza, yang terdiri atas empat perlakuan, yaitu 0; 20; 40; dan 60 g tanaman-1.Setiap perlakuan diulang 10 kali.Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan sidik ragam dan dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dosis mikoriza pada tanah lahan reklamasi tambang batubara memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap tinggi tanaman umur 28 hari setelah tanam (HST), berat biji kering per tanaman dan berat 100 butir. Dosis 40 g mikoriza  tanaman-1 memberikan pengaruh terbaik terhadap tinggi tanaman umur 28 HST (41,11 cm), berat biji kering per tanaman (42,76 g) dan berat 100 butir (16,95 g).Mikoriza memberikan pengaruh positif terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai.Mikoriza 40 g tanaman-1 memberikan pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai terbaik.
ANALISIS PENETAPAN KRITERIA KAWASAN HUTAN Zulkarnain, Zulkarnain
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 12, No 2 (2013): Oktober
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v12i2.356

Abstract

The purpose of this analysis is to determine ( 1 ) What are the criteria based on the forest slope , soil type and rainfall can be used as a basis for determining the hedging function , functional conservation and production functions , and ( 2 ) the criteria to meet the balance of forest ecosystems in the created in the layout plan of the province.The research was conducted for 4 ( four ) months from December 2012 to April 2013 , at the Faculty of Agriculture University GIS Laboratory Mulawarman , and several government agencies East Kalimantan Province .Data collection is done by : ( 1 ) data collection library , ( 2 ) data collection of government policy , and ( 3 ) observation satellite map.This research used descriptive analysis method by comparing the criteria with the forest setting policy rules of the forest ecosystem and forest conditions in the field that have a negative impact on the environment . Data from the analysis of Landsat satellite imagery from the comparator would be a real forest conditions , and generally explore the benefits and functions of the forest as is .The results showed that : ( 1 ) setting the criteria forest slope , soil type , and rainfall can not be made the basis of the criteria in determining the area of protected forests , forest conservation and forest production , and ( 2 ) the main criteria that can be used the setting is the availability of forest trees count as forming community forest.
PERANAN PENYULUH PERTANIAN DALAM PENINGKATAN PENDAPATAN PETANI KOMODITAS PADI DI KECAMATAN TANJUNGSELOR KABUPATEN BULUNGAN KALIMANTAN UTARA Dewi Elviana CCW dan Budi Rosen Nover S, Sekar Inten M,
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 16, No 1 (2017): Maret
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v16i1.2595

Abstract

Peranan Penyuluh  Pertanian Dalam Peningkatan Pendapatan Petani Komoditas Padi Di Kecamatan Tanjungselor Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara. Penyuluh pertanian mempunyai peran yang strategis dalam meningkatkan pendapatan masyarakat tani.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan penyuluh pertanian, mengetahui tingkat pendapatan petani padi serta pengaruh peran penyuluh terhadap pendapatan petani. Lokasi penelitian ini di Kelompok Tani binaan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kec.Tanjung Palas Tengah Kab.Bulungan Kalimantan Utara. Metode dalam penelitian ini adalah metode survai dengan responden sebanyak 30 petani. Metode analisis data untuk menghitung pendapatan petani padi yaitu Π=TR-TC. Analisis regresi sederhana digunakan untuk mengetahui pengaruh peran penyuluh terhadap tingkat pendapatan petani,persamaan regresinya adalah Y=a+bx+e, dimana ; Y=tingkat pendapatan, a=konstanta,b=koefisien regresi, x=peran penyuluh dan e= nilai residu.Secara keseluruhan 13,33% responden menyatakan bahwa 13,33% responden menyatakan PPL kurang berperan, 36,67% PPL berperan dan 50 % menyatakan PPL sangat berperan. Peran penyuluh yang dimaksud adalah peran penyuluh sebagai pembimbing, pemantau dan pengevaluasi, fasilitator serta konsultan.Berdasarkan analisis biaya produksi yang dikeluarkan petani padi  rata-rata per musim tanam dengan luasan rata-rata1,7 ha adalah: biaya tetap Rp 759.102,00, biaya variabel Rp 2.278.833,00,biaya produksi total Rp 3.037.935. Penerimaan rata-rata diperoleh sebesar Rp 10.613.333, sehingga pendapatan yang diperoleh rata-rata sebesar Rp 7.575.425,00. Analisis regresi sederhana diperoleh persamaan Y=2539220.838+196470,904X1+e,dengan R2 sebesar 69,6%.
KESESUAIAN TIGA JENIS PADI LOKAL PADA LAHAN PERLADANGAN GILIR BALIK DI DESA SETULANG Merang, Oktiani Perida; Lahjie, Abubakar M.; Yusuf, Syahrir; Ruslim, Yosep
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 18, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v18i2.4176

Abstract

Perladangan gilir balik (shifting cultivation) merupakan cara pertanian tertua yang dijumpai di daerah tropis, di mana petani harus berputar dari satu tempat ke tempat lain dan kembali ke tempat semula setelah beberapa tahun. Bagi suku Dayak yang sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani, kegiatan perladangan padi adalah sebagai sumber pemenuhan kebutuhan pangan yang paling cocok. Penelitian ini dilakukan untuk Mengidentifikasi jenis padi lokal yang sesuai dengan kondisi lahan. Penelitian ini akan dilaksanakan di Desa Setulang Kabupaten Malinau. Metodologi yang digunakan adalah metode purposif sampling yaitu pengambilan sampel secara sengaja. Analisis data menggunakan deskriptif kualitatif dan dimuat dalam bentuk kurva kalibrasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa ketiga jenis padi mengalami peningkatan produksi pada tahun ke 10-17 dengan jumlah rata-rata peroduksi berkisar antara 150-250 kg Beras.
EFEK PENGGUNAAN PUPUK DAUN BAYFOLAN DAN PUPUK SP-36 TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MELON (Cucumis melo L.) VARIETAS ACTION 434 ., Hamidah
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 12, No 2 (2013): Oktober
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v12i2.344

Abstract

Research purposes to determine the effect of foliar fertilizer and manure Bayfolan SP-36 on the growth and yield of melon. The experiment was conducted in the village of Muang Benanga In Lempake Village District North Samarinda, East Kalimantan, for 5 months starting from January to May 2011. The experiment was conducted in a randomized block design (RBD) with a 4x4 factorial experiment was repeated 3 times. The first factor is Bayfolan leaf manure (B) consisting of 4 levels of concentration, ie B0 (without fertilization), B1 (1.5 ml / L of water), B2 (3 ml / L of water). While the second factor is the SP-36 (S) consisting of 4 dose levels, ie S0 (without fertilization), S1 (450 Kg / Ha), S2 (900 Kg / Ha), S3 (1350 Kg / ha). Results of analysis of variance showed that the influence of leaf manure Bayfolan (B) was not significantly different for plant height ages 2 and 4 weeks after planting, the number of leaf age 2 weeks after planting, age of the plant during flowering, fruit weight and yield fruit crop per hectare, but significantly different to the number of leaf age 4 weeks after planting. Most likely the number of leaves found on the treatment concentration of 3 ml / L of water. Effect of SP-36 (S) was not significantly different for plant height ages 2 and 4 weeks after planting, the number of leaf age 2 and 4 weeks after planting, planting fruit weight, fruit set per hectare, but significantly different to the age of the plant during flowering. Fastest time of flowering plant age at treatment doses are 900 Kg / Ha. Interaction effect between leaf manure and fertilizer Bayfolan SP-36 does not give a real difference.
DAYA SAING PRODUK-PRODUK INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH (KELOMPOK BARANG KAYU DAN HASIL HUTAN) DI KOTA TARAKAN Karmini, Karmini
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 15, No 1 (2016): Maret
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v15i1.1784

Abstract

Daya Saing Produk-Produk Industri Kecil Dan Menengah  (Kelompok Barang Kayu Dan Hasil Hutan) Di Kota Tarakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui daya saing dan faktor-faktor yang mempengaruhi daya saing dari produk-produk industri kecil dan menengah (kelompok barang kayu dan hasil hutan) di Kota Tarakan. Lokasi penelitian berada di Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian dilaksanakan pada bulan September hingga Desember 2015. Penelitian ini mengumpulkan data primer dan sekunder. Analisis SWOT (Kekuatan, Kelemahan, Peluang, dan Ancaman) digunakan untuk menganalisis data. Produk-produk industri kecil dan menengah (kelompok barang kayu dan hasil hutan) di Kota Tarakan memiliki daya saing yang tinggi. Daya saing tersebut dipengaruhi oleh faktor-faktor antara lain motivasi, bahan baku, tenaga kerja, modal usaha, keuangan, teknologi produksi, pemasaran, iklim usaha, dan pembinaan.