cover
Contact Name
jumani
Contact Email
jumaniani@gmail.com
Phone
+628125875659
Journal Mail Official
jumaniani@gmail.com
Editorial Address
Jurnal Agriculture and Forestry Faculty of Agriculture of University 17 August 1945 Samarinda, East Kalimantan. Jl. Ir. H. Juanda No.80 Samarinda, East Kalimantan. Phone 0541 743390. Email:agrifor@untag-smd.ac.id; jumaniani@gmail.com, URL:http://ejurnal.untag-smd.ac.id/index.php/AG
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan
ISSN : 14126885     EISSN : 25034960     DOI : https://doi.org/10.31293/af.v18i2
Core Subject : Agriculture,
Agrifor Journal is a scientific journal that contains writings in the form of research results, book review, conceptual studies, and scientific works in the field of Agriculture and Forestry concerning relevant cultivation.
Articles 561 Documents
PERHITUNGAN NILAI EKONOMI POHON PADA LANSKAP JALAN DIPONEGORO KOTA SALATIGA MENGGUNAKAN METODE BURNLEY Julio Lourdy Mulianandya; Alfred Jansen Sutrisno
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 23, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v23i1.7049

Abstract

Pohon dalam suatu kota, terkhususnya di tepian jalan memiliki risiko ditebang. Hal ini dapat terjadi karena pembangunan infrastruktur jalan yang cenderung diperlebar dan seringkali pohon akan dihilangkan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui besar kerugian ganti rugi dari penebangan pohon. Metode yang digunakan adalah Burnley dengan parameter Volume (V), Bentuk dan Figor (FV), Lokasi (L) dan Umur (E). Penghitungan dilakukan dengan mengukur langsung volume dan menilai FV, L, E dengan tabel Burnley. Hasil metode Burnley sangat dipengaruhi oleh volume pohon (V), bentuk dan vigor (FV). Pohon mahoni pada plot 2 (2S52) mendapatkan nilai tertinggi dengan nilai Rp.9.665.824,00. Hal ini dapat dilihat dari pohon yang memiliki nilai terbesar diperoleh dari volume paling besar dan bentuk paling baik dibandingkan pohon lainnya.
EKSPLORASI PARASITOID TELUR (S. frugiperda) PADA BERBAGAI VARIETAS TANAMAN JAGUNG DI DESA SUMBER MELATI, DISKI, KABUPATEN DELI SERDANG Muhammad Hafizh Harahap; Ameilia Zuliyanti Siregar
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 23, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v23i1.7057

Abstract

S. frugiperda merupakan salah satu hama penting pada pertanaman jagung. Upaya pengendalian hama S. frugiperda dilakukan melalui mengahdirkan musuh alami menggunakan parasitoid telur. Penelitian yang dilakukan sejak April sampai Juni 2023 di lahan Desa Sumber Melati Diski, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, dilanjutkan identifikasi serangga di Laboratorium Mikrobiologi, Rumah Sakit Djoelham, Binjai dan di Laboratoium Penyakit Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Medan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor. Faktor 1 yaitu pola tanam (monokultur dan tumpangsari) faktor 2 yaitu varietas (BISI 2, PARAGON, Pioneer P35) dengan 4 ulangan. Hasil yang diperoleh di lapangan teridentifikasi 1 genus parasitoid telur S. frugiperda yaitu Telenomus. Parasitasi tertinggi (26,18%) pada perlakuan pola tanam tumpangsari jagung varietas Bisi-2 (P1V0) dan parasitasi terendah (4,04%) pada perlakuan pola tanam monokultur jagung varietas Paragon (P0V1).
PENGARUH PUPUK Si DAN N, P, K TERHADAP KANDUNGAN Si DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays L. Saccaharata) Emma Trinurani Sofyan; Oviyanti Mulyani; Ilma Agnia; Abdul Rahmi
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 23, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v23i1.7528

Abstract

Pertumbuhan dan produksi tanaman dipengaruhi oleh berbagai karakteristik tanah terutama kesuburan tanah yang berkaitan dengan ketersediaan unsur hara. Pengelolaan kesuburan  tanah harus diperhatikan agar tanah dapat menyokong pertumbuhan dan hasil tanaman yang tinggi dalam jangka waktu yang lama. Percobaan ini bertujuan untuk mencari dosis pupuk Si terbaik terhadap perubahan kandungan unsur hara tanah, pertumbuhan tanaman dan hasil panen tanaman jagung manis. Percobaan ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Laboratorium Kimia Tanah dan Nutrisi Tanaman Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Sumedang pada bulan Mei sampai Agustus 2021. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari sembilan perlakuan dan diulang tiga kali, yaitu: kontrol; N, P, K rekomendasi; ¼ dosis pupuk Si + 1 dosis N, P, K rekomendasi; ½ dosis pupuk Si + 1 dosis N, P, K rekomendasi; ¾ dosis pupuk Si + 1 dosis pupuk N, P, K; 1 dosis pupuk Si + 1 dosis pupuk N, P, K; 1 ¼ dosis pupuk Si + 1 dosis pupuk N, P, K; 1 ½ dosis pupuk Si + 1 dosis pupuk N, P, K; dan 1 ¾ dosis pupuk Si + 1 dosis pupuk N, P, K. Hasil percobaan menunjukkan bahwa perlakuan 1 ½ dosis pupuk Si + 1 dosis pupuk N, P, K mampu memberikan pengaruh terbaik dalam meningkatkan kandungan Si tanah dan meningkatkan hasil panen tanaman jagung manis.
PERTUMBUHAN DAN HASIL KENTANG GRANOLA (Solanum tuberosum L.) PADA BERBAGAI JENIS PUPUK ORGANIK DAN UKURAN BIBIT DI DATARAN MEDIUM KABUPATEN GARUT Indri Indah Nurapianti; Hanny Hidayati Nafi’ah; Jenal Mutakin
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 23, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v23i1.7042

Abstract

Kentang merupakan tanaman pangan yang strategis dengan mendukung ketahanan pangan bagi perekonomian di Indonesia. Tanaman kentang cenderung hanya mampu beradaptasi dengan baik pada daerah dataran tinggi, sehingga perlu dilakukan pengembangan teknologi budidayanya, agar produksi tanaman kentang dapat dilakukan produksi dengan baik pada daerah dataran tinggi, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik dan ukuran bibit pada pertumbuhan tanaman kentang di dataran sedang. Penelitian ini mengunakan rencana split plot, faktor petak utama adalah pupuk organik dan faktor ke dua adalah anak petak yaitu ukuran bibit. Dalam percobaan faktorial 4x3, dengan dua faktor perlakuan, diulang sebanyak 3 kali. Faktor yang di uji adalah faktor pertama : pupuk organik (o0) kontrol, (o1) pupuk kompos, gulma (o2) pupuk kompos kotoran domba dan petroganik, (o3) pupuk kompos kotoran domba. Faktor anak petak yaitu: (b1) S:10-30g, (b2) M:30-60 dan (b3) L: 60-90. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk oraganik dan ukuran bibit tidak terjadi interaksi terdap tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, nisbah pupus akar, jumlah umbi pertanaman, jumlah umbi per petak, bobot umbi per tanamna dan bobot umbi perplot. Namun mempunyai pengaruh mandiri pada jumlah daun, jumlah umbi per tanaman, jumlah umbi per petak dan nisbah pupus akar. jumlah umbi per petak, bobot umbi per tanamna dan bobot umbi per petak. Namun mempunyai pengaruh mandiri pada jumlah daun, jumlah umbi per tanaman, jumlah umbi per petak dan nisbah pupus akar. jumlah umbi per petak, bobot umbi per tanamna dan bobot umbi per petak. Namun mempunyai pengaruh mandiri pada jumlah daun, jumlah umbi per tanaman, jumlah umbi per petak dan nisbah pupus akar.
Inventarisasi Penyakit Bercak Daun (Curvularia sp.) Di Pembibitan Kelapa Sawit PT Ketapang Hijau Lestari – 2 Kampung Abit Kecamatan Mook Manaar Bulatn Kabupaten Kutai Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui frekuensi dan intensitas serangan penya Lalang, Elizabeth; Syahfari, Helda; Jannah, Noor
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 15, No 1 (2016): Maret
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v15i1.1777

Abstract

Inventarisasi Penyakit Bercak Daun (Curvularia sp.) Di Pembibitan Kelapa Sawit PT Ketapang Hijau Lestari – 2 Kampung Abit Kecamatan Mook Manaar Bulatn Kabupaten Kutai Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui frekuensi dan intensitas serangan penyakit bercak daun (Curvularia sp.) di pembibitan Kelapa Sawit PT Ketapang Hijau Lestari – 2 Kampung Abit Kecamatan Mook Manaar Bulatn Kabupaten Kutai Barat. Hasil yang diharapkan dari penelitian ini adalah untuk memberikan informasi mengenai intensitas serangan penyakit bercak daun (Culvularia sp.) pada pembibitan PT Ketapang Hijau Lestari - 2.Penelitian ini dilaksanakan + 3 bulan mulai dari bulan Februari sampai dengan bulan April 2014. Penelitian ini menggunakan bibit kelapa sawit sebanyak 500 bibit yang terbagi di 2 (dua) tempat yaitu pre-nursery  dan main-nursery  PT Ketapang Hijau Lestari - 2. Dengan metode purposive sampling.Hasil penelitian yang telah dilakukan, pembibitan PT Ketapang Hijau Lestari-2 tergolong dalam pembibitan yang sehat karena jumlah tanaman yang terserang penyakit bercak daun (Culvularia sp.) relatif sedikit. Berdasarkan hasil penelitian frekuensi dan intensitas serangan di main-nursery  lebih besar dari pada yang di pre-nursery .Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai frekuensi serangan penyakit bercak daun (Culvularia sp.) di pembibitan pre-nursery adalah 5,2 % maka kerusakan yang diakibatkan oleh jamur ini relatif kecil, sedangkan intensitas serangan adalah 2,5%. Kemudian hasil perhitungan frekuensi serangan penyakit pada main-nursery adalah 8% dan intensitas serangan adalah 3,7%, serangan penyakit ini termasuk kedalam kategori rusak ringan dikarenakan semai yang diteliti dalam kondisi sehat, dan jumlah yang terserang sangat sedikit. 
PENGARUH PUPUK NPK DGW COMPACTION DAN PUPUK KANDANG SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI MERAH BESAR (Capsicum annuum L.) VARIETAS ARIMBI Noor Jannah, dan Helda Syahfari, Jukran Edy,
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 16, No 1 (2017): Maret
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v16i1.2590

Abstract

Pengaruh Pupuk NPK DGW Compaction Dan Pupuk Kandang Sapi Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Cabai Merah Besar Varietas Arimbi (Capsicum annum L.) Tujuan Penelitian untuk mengetahui pengaruh pupuk NPK DGW Compaction dan pupuk kandang sapi serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai merah besar varietas Arimbi.Penelitian dilaksanakan mulai bulan Agustus 2014 sampai dengan bulan Nopember 2014, di Unit Pelaksana Teknis Agrobisnis Empas, Kecamatan Melak, Kabupaten Kutai Barat, Propinsi Kalimantan Timur.Rancangan penelitian menggunakan percobaan faktorial 4x4 dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan ulangan sebanyak 4 kali. Faktor perlakuan pertama adalah Pupuk NPK DGW Compaction (D), terdiri atas 4 taraf, yaitu : (d0) tanpa pupuk NPK DGW Compaction, (dl) dosis pupuk NPK DGW Compaction 200 kg ha-1 atau 2,00 g polibag-1, (d2) dosis pupuk NPK DGW Compaction 300 kg ha-1 atau 3,00 g polibag1 dan (d3) dosis pupuk NPK DGW Compaction 400 kg ha-1 atau 4,00 g polibag -1. Faktor perlakuan kedua adalah Pupuk Kandang Sapi (K), terdiri atas 4 taraf, yaitu : tanpa pupuk kandang sapi (k0), dosis pupuk kandang sapi 5 Mg ha-1 atau 50 g polibag-1 (k1), 10 Mg Ha-1 atau 100 g polibag-1 (k2) dan 15 Mg ha-1 atau 150 g polibag-1 (d3).Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pemberian pupuk NPK DGW Compaction (D) berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 20, 40 dan 60 hari setelah tanam, jumlah cabang pada umur 20, 40 dan 60 hari setelah tanaman, umur tanaman saat berbunga, jumlah buah per tanaman dan berat buah per tanaman.Pemberian pupuk kandang sapi (K) berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 20, 40 dan 60 hari setelah tanam, jumlah cabang pada umur 20, 40 dan 60 hari setelah tanaman, jumlah buah per tanaman dan berat buah per tanaman, tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap umur tanaman saat berbunga.Interaksi antara pupuk NPK DGW Compaction dengan pupuk kandang sapi berpengaruh nyata sampai sangat nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 20, 40 dan 60 hari setelah tanam, jumlah cabang pada umur 20, 40 dan 60 hari setelah tanaman, jumlah buah per tanaman dan berat buah per tanaman, tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap umur tanaman saat berbunga.Pemberian kombinasi 400 kg ha-1 NPK DGW Compaction dan 15 Mg ha-1 pupuk kandang sapi (d3k3) menghasilkan berat buah per tanaman yang paling tinggi yaitu 714,50 g tanaman-1.
PENGARUH PUPUK KOMPOS DAN PUPUK ORGANIK CAIR NASA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L.) VARIETAS MISANO F1 Lidya, Emiliana; Rahmi, Abdul
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 18, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v18i2.4343

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk : (1) mengetahui pengaruh pemberian pupuk kompos dan POC Nasa serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil  tanaman mentimun varietas Misano F1; dan (2) memperoleh dosis pupuk kompos dan konsentrasi POC Nasa yang sesuai untuk pertumbuhan dan hasil tanamam mentimun, sehingga diperoleh hasil yang tinggi.Penelitian dilaksanakan pada akhir bulan Februari 2017 sampai bulan April 2017 di Pekarangan rumah Jalan Cut Nyak Dien RT.3 wilayah Kelurahan Barong Tongkok, Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur.Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dalam percobaan faktorial 4 x 4 yang diulang sebanyak 3 kali.   Faktor pertama adalah dosis pupuk kompos (K) yang terdiri atas 4 taraf: tanpa pupuk kompos (k0),48g polibag-1(k1). 64 g polibag-1 (k2); dan 80g polibag-1(k3).   Faktor kedua adalah konsentrasi POC Nasa (D) terdiri atas 4 taraf: tanpa POC Nasa (d0), 1 ml l-1 air (d1),  2 ml l-1 air (d2), dan 3 ml l-1 air (d3).Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) perlakuan pupuk kompos berpengaruh nyata terhadap berat satu buah dan berat buah per tanaman; berpengaruh sangat nyata terhadap panjang tanaman pada umur 15 dan 30 hari setelah tanam, dan diameter buah, tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah buah per tanaman.  Buah yang paling berat dihasilkan pada perlakuan 48 g polibag-1 (k1) yaitu 3,77 kg tanaman-1, sedangkan yang paling ringan dihasilkan pada perlakuan 80 g polibag-1 (k3) yaitu 3,06 kg tanaman-1; (2) perlakuan POC Nasa berpengaruh nyata terhadap berat satu buah; dan berpengaruh sangat nyata terhadap panjang tanaman pada umur 30 hari setelah tanam dan diameter buah, tetapi berpengruh tidak nyata terhadap panjang tanaman pada umur 15 hari setelah tanam, jumlah buah dan berat buah per tanaman; dan (3) perlakuan interaksi antara pupuk kompos dan POC Nasa berpengaruh nyata terhadap berat satu buah dan berpengaruh sangat nyata terhadap diameter buah, tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap panjang tanaman pada umur 15 dan 30 hari setelah tanam, jumlah buah dan berat buah per tanaman.
STUDY KINERJA KOMODITAS KELAPA SAWIT DI KALIMANTAN TIMUR Fatah, Abdul
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 12, No 2 (2013): Oktober
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v12i2.326

Abstract

Oil palm development has been recognized in the province of East Kalimantan very rapidly in recent decades.  Although nationwide, Indonesia has been known as a the world's largest producer of crude palm oil, but its productivity is still very low when compared to Malaysia.  By considering the availability of land and favorable climate, Indonesia remains a great opportunity to increase the productivity of oil palm.  Moreover, with the government policies continue to be improved (including vision 36:25), it is expected to accelerate the development of upstream and downstream sectors of the oil palm.  This study aims to determine the achievement level of productivity of oil palm in East Kalimantan Province and positioning these achievements at regional and national level.   Research carried out for about five months in the province of East Kalimantan.  This study is a combination of a literature review with observations directly to the field.  The data collected were analyzed descriptively, then compared the achievements of East Kalimantan against other provinces in Kalimantan and Sumetera, and look at the performance of East Kalimantan oil palm on national level.  The results revealed that the total area of oil palm plantations in East Kalimantan by July 2013 has reached 1,002,284 hectares, with a production of 6,538,743 tonnes of FFB and CPO 1,438,523 tons, as well as the productivity of 13.24 tonnes FFB/ha/year and CPO yield 21.70%.  Position of oil palm performance achievements of East Kalimantan province on Kalimantan regional level for the planting area still under the Central Kalimantan province and West Kalimantan.  For CPO yield performance still under West Kalimantan but above the South Kalimantan.  Compared to Sumetera, achievements palm plantation acreage is still below the three provinces, but already above the other seven provinces.  For CPO yield performance, still under the three provinces in Sumetera.  Position of oil palm acreage achievement on national level accounted for about 7.56% of the total area of oil palm plantations nationwide, but in term of performance for productivity is still far below the national vision.
Pengaruh Macam dan Dosis ZPT Terhadap Produksi Alur Sadap Tanaman Karet (Hevea brasiliensis) di Kampung Sakaq Lotoq Kecamatan Mook Manaar Bulatn Kabupaten Kutai Barat dan Hery Sutejo, Muhammad Pajeri , Abdul Fatah
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 15, No 2 (2016): Oktober
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v15i2.2082

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh macam dan dosis ZPT terhadap produksi alur sadap tanaman karet.  Penelitian dilaksanakan mulai bulan Maret sampai bulan April 2014, di kampung Sakaq Lotoq, Kecamatan Mook Manaar Bulatn, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur.Rancangan Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan pola faktorial yang terdiri dari dua Faktor yaitu, faktor pertama adalah macam (M) ZPT yang terdiri dari dua taraf yaitu m1= BETTER dan m2= KARET PLUS, dan yang kedua adalah dosis (D) ZPT yang terdiri dari 4 taraf, yaitu d0= tanpa ZPT, d1= 0.5 ml/pohon, d2= 1 ml/pohon, d3= 1,5 ml/pohon, sehingga secara keseluruhan terdapat 8 kombinasi perlakuan.Berdasarkan hasil sidik ragam dapat diketahui bahwa: (1) Perlakuan macam ZPT berpengaruh tidak nyata terhadap produksi lump setelah perlakuan I, III, dan V, tetapi berpengaruh nyata setelah perlakuan II, IV dan VI.  (2) Perlakuan dosis pemberian ZPT berpengaruh tidak nyata terhadap produksi lump pada perlakuan I, II, III, IV dan V, tetapi berpengaruh beda nyata pada perlakuan VI.;  (3) Interaksi perlakuan berpengaruh tidak nyata terhadap produksi lump setelah perlakuan I, III, IV, V dan VI, tetapi berpengaruh sangat nyata setelah perlakuan II.
The Effect of Compost and Phonska Fertilizer on the Growth and Yield of Sweet Corn (Zea mays saccharata) Varieties of Bonanza. Lafina, Salmah; Napitupulu, Marisi
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 17, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v17i2.3619

Abstract

Effect of Compost AndPhonskaTerhadap Fertilizer Plant Growth and Results Sweet Corn (Zea mays saccharata) Varieties Bonanza.The research aims to; determine the effect of compost and fertilizer PhonskaTerhadap Growth And Crop Sweet Corn (Zea mays saccharata) Varieties Bonanza. This study was conducted from April to June 2015, starting from site preparation to harvest. Place the District Education Research Road Teluk Lingga North Sangatta East Kutai. The method used in this study using a randomized block design (RAK) with 2 Factorial and each treatment was repeated 3 times. The treatment is factor 1: compost (K) with 4 levels of treatment are: k0 = no application of compost fertilizer (control), k1 = compost 10 tons / ha, equivalent to 2.53 kg / plot, k2 = compost 20 tons / ha equivalent with 5.06 kg / plot, k3 = compost 30 tons / ha, equivalent to 7.59 kg / plot. Factor 2: NPK fertilizer phonska (P) with 4 levels of treatment are: p0 = without fertilizer phonska (control), p1 = fertilizer phonska 400 kg / ha equivalent to 6,325 g / plant, p2 = fertilizer phonska 450 kg / ha equivalent to 7.906 gram / plant, p3 = fertilizer phonska 500 kg / ha equivalent to 9.487 g / plantAnalysis of data using tables of analysis of variance (ANOVA) with further testing Least Significant Difference (LSD) level of 5%. Parameters used; Plant height (cm) 20 DAT, DAT 30, 40 HST and 50 HST, 2. Age exit male flowers (day), age exit female flowers (days) Total cob crop (fruit), cob diameter (cm), Weight ear cropping (g), fruit Productivity (ton / ha).Results of analysis of variance showed that the interaction effect between compost and fertilizer npkPhonska not differ significantly affected the plant height 30 days after planting, 40 days after planting, 50 days after planting, the male flowers, female flowers, the number of cob, cob productivity. This is because the compost and fertilizer npkPhonska not influence.