Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

POTENSI RANSUM BERBASIS BAHAN BAKU LOKAL SEBAGAI PENGGANTI RANSUM KOMERSIL TERHADAP KANDUNGAN KADAR AIR DAN KADAR ABU Hutabarat, Amelia Lulu Rosalin; Fajri, Fadhli; Maulana, Fajri; Lestari, Wenni Meika; Sandri, Dwi; Febrina, Bunga Putri; Ali, Abdul Muta; Jannah, Noor; Persada, Anggun Angkasa Bela; Zein, Mufrida; Chalid, Sihabuddin
Jurnal Peternakan Borneo Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Peternakan Borneo
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jpb.v1i1.5

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ransum berbasis bahan baku lokal sebagai pengganti ransum komersil terhadap kadar air dan abu. Penelitian ini menggunakan bahan pakan lokal yang ada di Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan yang terdiri dari jagung lokal, dedak padi, bungkil inti sawit, tepung ikan, maggot, tepung batu, topmix dan juga ransum komersil. Metode penelitian ini adalah metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 5 perlakuan ransum dan 4 ulangan. Ransum perlakuan yaitu A (100 % Ransum Komersil / Kontrol), B (75 % Ransum komersil + 25 % Ransum Lokal) C (50 % Ransum Komersil + 50 % Ransum Lokal), D (25 % Ransum Komersil + 75 % Ransum Lokal) dan E (100 % Ransum Basal Lokal). Parameter yang diukur adalah kadar air (%) dan kadar abu (%). Hasil penelitian menunjukan bahwa kualitas nutrisi ransum lokal dan ransum pabrikan pada komposisi tertentu memberikan pengaruh berbeda tidak nyata terhadap kadar air dan kadar abu. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa komposisi campuran ransum lokal dan ransum komersil tidak berpengaruh terhadap kandungan nutrisi terutama kadar air dan kadar abu. Kadar air berkisar 11,64% -12,38% dan kadar abu berkisar 16,14% - 16,76%.
APLIKASI MODEL TREND UNTUK MEMPREDIKSI PRODUKSI KELAPA SAWIT PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Salam, Nur; Lestia, Aprida Siska; Jannah, Noor; Firdaus, Muhammad
EPSILON: JURNAL MATEMATIKA MURNI DAN TERAPAN (EPSILON: JOURNAL OF PURE AND APPLIED MATHEMATICS) Vol 18, No 1 (2024)
Publisher : Mathematics Study Program, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/epsilon.v18i1.10780

Abstract

The plantation sector has a large and extensive reach, one type of plantation crop that is widely cultivated in Indonesia is oil palm. Business in the oil palm plantation sector is also one of the leading potential areas in South Kalimantan Province. One of the provinces producing the most palm oil in Indonesia is South Kalimantan Province. This research is a literature study regarding predictions of palm oil production. The aim of this research is to determine the appropriate prediction model for data on the amount of palm oil (CPO) production in the South Kalimantan Province Region and to explain the results of palm oil predictions in the South Kalimantan Province Region using a trend model. The application of the trend model used in this research takes into account the error value obtained with the smallest MAPE (Mean Absolute Percentage Error). The nature of the data regarding the amount of palm oil production in the South Kalimantan Province Region from 2001 to 2021 tends to continue to increase so that the data can be predicted using trend methods, namely linear, quadratic and exponential. For the prediction results of palm oil production using the best trend model with the smallest MAPE value, namely 16% with the linear trend model: ... The predicted amounts of palm oil production from 2022 to 2027 which tend to continue to increase are: 1.336.359, 1.397.196, 1.458.032, 1.518.869, 1.579.705 and 1.640.542 tons.
Inventarisasi Penyakit Bercak Daun (Curvularia sp.) Di Pembibitan Kelapa Sawit PT Ketapang Hijau Lestari – 2 Kampung Abit Kecamatan Mook Manaar Bulatn Kabupaten Kutai Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui frekuensi dan intensitas serangan penya Lalang, Elizabeth; Syahfari, Helda; Jannah, Noor
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 15, No 1 (2016): Maret
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v15i1.1777

Abstract

Inventarisasi Penyakit Bercak Daun (Curvularia sp.) Di Pembibitan Kelapa Sawit PT Ketapang Hijau Lestari – 2 Kampung Abit Kecamatan Mook Manaar Bulatn Kabupaten Kutai Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui frekuensi dan intensitas serangan penyakit bercak daun (Curvularia sp.) di pembibitan Kelapa Sawit PT Ketapang Hijau Lestari – 2 Kampung Abit Kecamatan Mook Manaar Bulatn Kabupaten Kutai Barat. Hasil yang diharapkan dari penelitian ini adalah untuk memberikan informasi mengenai intensitas serangan penyakit bercak daun (Culvularia sp.) pada pembibitan PT Ketapang Hijau Lestari - 2.Penelitian ini dilaksanakan + 3 bulan mulai dari bulan Februari sampai dengan bulan April 2014. Penelitian ini menggunakan bibit kelapa sawit sebanyak 500 bibit yang terbagi di 2 (dua) tempat yaitu pre-nursery  dan main-nursery  PT Ketapang Hijau Lestari - 2. Dengan metode purposive sampling.Hasil penelitian yang telah dilakukan, pembibitan PT Ketapang Hijau Lestari-2 tergolong dalam pembibitan yang sehat karena jumlah tanaman yang terserang penyakit bercak daun (Culvularia sp.) relatif sedikit. Berdasarkan hasil penelitian frekuensi dan intensitas serangan di main-nursery  lebih besar dari pada yang di pre-nursery .Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai frekuensi serangan penyakit bercak daun (Culvularia sp.) di pembibitan pre-nursery adalah 5,2 % maka kerusakan yang diakibatkan oleh jamur ini relatif kecil, sedangkan intensitas serangan adalah 2,5%. Kemudian hasil perhitungan frekuensi serangan penyakit pada main-nursery adalah 8% dan intensitas serangan adalah 3,7%, serangan penyakit ini termasuk kedalam kategori rusak ringan dikarenakan semai yang diteliti dalam kondisi sehat, dan jumlah yang terserang sangat sedikit. 
Effect of Yara Mila Pearl NPK Fertilizer and Nasa Liquid Organic Fertilizer on Growth and Yield of Beans (Phaseolus vulgaris L.) Muthalib, Abdul; Jannah, Noor
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 17, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v17i2.3610

Abstract

The objective the research was to study the effect of NPK Mutiara YaraMila fertilizer and Nasa foliar fertilizeras well as their interaction on the growth and yield of stringbean, and to find proper dosage of NPK Mutiara YaraMila fertilizer and concentration of Nasa foliar fertilizer for optimal yield of stringbean.The research was conducted in the village of Rantau Panjang, sub district of Telen of East Kutai Regency.  It carried out from March until June 2016.   It applied Completely Randomized Block Design with factorial experiment 4 x 4 and three replications.  The first factor was the dose of NPK Mutiara YaraMilafertilizer (P) consists of 4 levels, namely: no NPK Mutiara YaraMilafertilizer (p0), 100 kg ha⁻¹ equals to 25,6 g plot-1 (p1), 200 kg ha⁻¹ equals to 51,20 g plot-1(p2), and 300 kg ha⁻¹ equals to 76,80 g plot-1 (p3).  The second factor was the concentration of Nasa foliar fertilizer (B) consists of 4 levels, namely: no Nasa foliar fertilizer (b0), 2 ml l-1 water (b1), 4  ml l-1 water (b2), and ), 6 ml l-1 water (b3).Result of the research revealed that : (1) the NPK Mutiara YaraMila fertilizer treatment affected very significantly on the plant lenght at 10, 20, and 30 days after planting, days of plant flowered, days of plant harvest, number of pods, weight of pods, and production of pods; (2) the Nasa foliar fertilizer was affected significantly to very significantly on thethe plant lenght at 10, 20, and 30 days after planting, days of plant flowered, days of plant harvest, number of pods, weight of pods, and production of pods; (3) interaction between NPK Mutiara YaraMila fertilizer and Nasa foliar fertilizer was affected significantly to very significantly on the plant lenght at 10 and 20 days after planting, days of plant flowered, but no significantly on the plant lenght at 30 days after planting, days of plant harvest,  number of pods, weight of pods, and production of pods; (4) the highest pods production is attained by the 300 kg ha-1 NPK Mutiara YaraMila fertilizer (p3), namely 38,38 Mg ha-1 or by the 6 ml l-1 water Nasa foliar fertilizer (b3), namely 38,55 Mg ha ̵ ¹.
PENGARUH BERAT BENIH DAN MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO VARIETAS CRIOLLO (Theobroma cacao L.) Pakombong, Lukas; Astuti, Puji; Jannah, Noor
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 18, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v18i2.4355

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui berat benih dan media tanam serta interaksinya terhadap pertumbuhan bibit kakao, dan juga untuk memperoleh berat benih dan media tanam yang tepat untuk pertumbuhan bibit kakao yang baik.Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-Juni 2015. Lokasi penelitian di Desa Bukit Harapan, Kecamatan Kaliorang, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur.Penelitian menggunakan dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL), percobaan faktorial 3 x 3, dengan 4 ulangan. Terdiri atas 2 faktor perlakuan. Faktor pertama adalah berat benih (B), terdiri atas 3 taraf, yaitu : berat benih 7-13 g (b1), berat benih 14-17 g (b2), dan berat benih 18-20 g (b3). Faktor kedua adalah media tanam (M), terdiri atas 3 taraf, yaitu : tanah top soil + pasir (1:1) (m1), tanah top soil + pupuk kandang sapi (2:1) (m2), dan tanah top soil + sekam padi (2:1) (m3).Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berat benih berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi bibit umur 30, 60, 90 hari setelah tanam, jumlah daun umur 30 hari, umur 60 hari dan umur 90 hari setelah tanam, diameter batang umur 30, 60, 90 hari setelah tanam. Bibit tertinggi terdapat pada perlakuan b3 (berat benih 18-20 g) yaitu 24,59 cm, sedangkan bibit terendah terdapat pada perlakuan b1 (berat benih 7-13 g) yaitu 23,72 cm.Perlakuan media tanam berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi bibit umur 30, 60, dan 90 hari setelah tanam, jumlah daun umur 30, 60, 90 hari setelah tanam, diameter batang umur 30 hari, umur 60 hari dan umur 90 hari setelah tanam. Jumlah daun terbanyak terdapat pada perlakuan m3 (tanah top soil + sekam padi) yaitu ; 20,64 helai, sedangkan jumlah daun paling sedikit terdapat pada perlakuan m1 (tanah top soil + pasir) yaitu ; 18,22 helai.Interaksi perlakuan berat benih dan media tanam tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi bibit umur 60, 90 hari setelah tanam, jumlah daun umur 90 hari setelah tanam, dan diameter batang umur 60, 90 hari setelah tanam. Berpengaruh nyata terhadap diameter batang umur 30 hari setelah tanam. Berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi bibit umur 30 hari setelah tanam, jumlah daun umur 30 hari dan umur 60 hari setelah tanam.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN LOBAK PUTIH (Raphanus sativus L.) VARIETAS MING HO TERHADAP PEMBERIAN PUPUK GREEN TONIK DAN TRICHOKOMPOS Ramadani, Abdul Aris; Jannah, Noor; Sutejo, Hery
Jurnal Agroteknologi dan Kehutanan Tropika Vol 2, No 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/jakt.v2i2.7703

Abstract

Lobak putih (Raphanus sativus L.) dapat digunakan untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit baik penyakit dari dalam maupun dari luar. Tujuan penelitian untuk mengetahui respon pertumbuhan dan hasil tanaman lobak putih terhadap pemberian konsentrasi pupuk Green Tonik dan dosis pupuk Trichokompos dan untuk mengetahui pemberian konsentrasi pupuk Green Tonik dan dosis pupuk Trichokompos yang tepat bagi pertumbuhan dan hasil tanaman lobak putih. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari-Maret 2023. Tempat penelitian ini dilaksanakan di Jl. Mulyo Pranoto RT. 02 Desa Loh Sumber Kecamatan Loa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur. Rancangan percobaan menggunakan analisis factorial 3 x 3 dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang diulang sebanyak 5 kali. Terdiri atas 2 taraf faktor perlakuan. Faktor I, Konsentrasi Pupuk Green Tonik (G) terdiri atas 3 taraf, yaitu : tanpa konsentrasi pupuk Green Tonik (g0), konsentrasi pupuk Green Tonik 2 ml/L air (g1), konsentrasi pupuk Green Tonik 4 ml/L air (g2). Faktor II, Dosis Pupuk Trichokompos (T), terdiri atas 3 taraf, yaitu tanpa dosis pupuk Trichokompos atau kontrol (t0), dosis pupuk Trichokompos 500g/polybag (t1), dan dosis pupuk Trichokompos 750g/polybag (t2). Perlakuan konsentrasi pupuk Green Tonik (G) tidak berpengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman 3 minggu, 5 minggu dan 7 minggu setelah tanam, jumlah daun 3 minggu, 5 minggu dan 7 minggu setelah tanam, panjang umbi, diameter umbi dan bobot umbi. Perlakuan pupuk Trichokompos tidak berpengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman 3 minggu, 5 minggu dan 7 minggu setelah tanam, jumlah daun 3 minggu, 5 minggu dan 7 minggu setelah tanam, panjang umbi, diameter umbi dan bobot umbi. Interaksi perlakuan pupuk Green Tonik dan pupuk Trichokompos (GxT) tidak berpengaruh nyata pada semua parameter pengamatan, yaitu : tinggi tanaman 3 minggu, 5 minggu dan 7 minggu setelah tanam, jumlah daun 3 minggu, 5 minggu dan 7 minggu setelah tanam, panjang umbi, diameter umbi dan bobot umbi. 
PENGARUH PUPUK ORGANIK TANIJAU DAN GANDASIL B TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SEMANGKA (Citrulus vulgaris Schard) VARIETAS BAGINDA F1 Alamsyah, ALamsyah; Syahfari, Helda; Jannah, Noor
Jurnal Agroteknologi dan Kehutanan Tropika Vol 1, No 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/jakt.v1i2.6890

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk Gandasil B dan Tanijau serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman semangka.Penelitian ini dilakukan di Desa Sidomulyo, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur. Penelitian dilaksanakan bulan April 2018 sampai bulan Juni 2018. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola Faktorial 3 x 3 yang diulang sebanyak 3 (tiga) kali. Faktor Pertama adalah Pupuk Gandasil B (G) yang terdiri dari 3 (tiga) taraf yaitu: tanpa dosis Gandasil B (g0), 1 g/liter pupuk Gandasil B (g1), 3 g/liter pupuk Gandasil B (g2). Faktor kedua adalah dosis Tanijau (T) yang terdiri dari 3 (tiga) taraf yaitu tanpa dosis Tanijau (t0), 1 kg/tanaman pupuk Tanijau (t1), 3 kg/tanaman pupuk Tanijau (t2).Perlakuan Pupuk Tanijau berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 20, 40, 60 hari setelah tanam, berat buah per tanaman, dan diameter buah pertanaman.Namun, berpengaruh tidak nyata dengan umur berbunga dan umur panen. Berat buah tertinggi per tanaman dihasilkan pada perlakuana t2 (dosis 3 kg/tanaman) yaitu 70,47 ton/ha, Sedangkan yang teren dah terdapat pada perlakuan t0 ( tanpa dosis Pupuk Tanijau) yaitu 51,91 ton/ha.Perlakuan Gandasil B berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 20, 40, 60 hari setelah tanam, berat buah per tanaman dan diameter buah per tanaman. Namun, berpengaruh tidak nyata dengan umur berbunga dan umur panen. Berat buah tertinggi per tanaman dihasilkan pada perlakuan g2 (dosis 3 g/liter) yaitu 64,52 ton/ha, Sedangkan yang terendah terdapat pada perlakuan g0 ( tanpa dosis Gandasil B) yaitu 57,56 ton/ha.Interkasi perlakuan Pupuk Tanjau (T) x Gandasil B (G) berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman umur 20, 40, 60 hari setelah tanam, berat buah per tanaman, dan diameter buah per tanaman. Namun, berpengaruh tidak nyata dengan umur berbunga dan umur panen.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KOMPOS DAN PUPUK ORGANIK CAIR FORTUNE TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt) VARIETAS BONANZA Liah, Benediktus; Rahmi, Abdul; Jannah, Noor
Jurnal Agroteknologi dan Kehutanan Tropika Vol 2, No 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/jakt.v2i1.7276

Abstract

Jagung  (Zea mays saccharata) merupakan salah satu komoditas sayuran dan sebagai makanan pokok bagi masyakat Indonesia. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh pupuk kompos dan POC Fortune serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis, dosis pupuk kompos dan konsentrasi POC dan produksi jagung manis.Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei-Agustus 2020. Lokasi penelitian terletak di Desa Nehas Liah Bing, Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimatan Timur.Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan pola faktorial 4 x 4 yang diulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama adalah dosis pupuk Kompos (K) yang terdiri atas 4 taraf, yaitu: tanpa pupuk kompos (k0); 4,30 ton/ha setara dengan 1,00 kg/petak (k1); 6,45 ton/ha setara dengan 2,50 kg/petak, (k2); dan 12,89 ton/ha setara dengan 3,00 kg/petak (k3).  Faktor kedua adalah konsentrasi POC Fortune (P) yang terdiri atas 4 taraf, yaitu: tanpa POC Fortune (p0); 2 ml/l air (p1); 4 mI/l air (p2); dan 6 mI/l air (p3).Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk kompos berpengaruh tidak nyata, terhadap tinggi tanaman pada umur 15 dan 30 hari setelah tanam, saat keluar bunga jantan, saat keluar bunga betina, panjang tongkol, dan produksi tongkol, tetapi berpengaruh nyata terhadap diameter tongkol.  Produksi tongkol tertinggi dihasilkan pada perlakuan 6,45 ton/ha kompos atau setara dengan 2,50 kg/petak (k2) yaitu 10,92 ton/ha,  perlakuan POC Fortune berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman, saat keluar bunga jantan, saat keluar bunga betina, panjang tongkol, diameter tongkol, dan produksi tongkol.  Interaksi antara pupuk kompos dan POC Fortune berpengaruh tidak nyata terhadap parameter penelitian.
PENYULUHAN HUKUM DALAM UPAYA PENCEGAHAN BULLYING DI SMA MUHAMMADIYAH KARANG INTAN KABUPATEN BANJAR Munawar, Akhmad; Rahmathoni, Lutfi Yusup; Sariati, Muhamad Ali; Jannah, Noor; Inayati, Rizkiah; Adhani, Muhammad Fadhan
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 10, No 3 (2024): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v10i3.16829

Abstract

ABSTRAKBullying di kalangan remaja sekolah merupakan masalah serius yang perlu ditangani dengan perhatian dan pendekatan yang tepat. Dalam rangka pemahaman dari aspek hukum pencegahan Bullying dalam guna memberikan pemahaman dalam Upaya meminimalisir dampak negative bullying serta melindungi generasi muda, Penyuluhan hukum tentang pencegahan Bullying dikalangan remaja sekolah di daerah merupakan salah satu solusi terhadap permasalahan yang dihadapi sekarang ini. Melalui kegiatan ini, diharapkan ke depannya dapat meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan penguasaan terhadap penyuluhan Hukum Pencegahan Bullying di SMA Muhammadiyah Karang Intan Kabupaten BanjarKata kunci: Penyuluhan Hukum, Bullying, remaja, sekolah
OPTIMALISASI BUDIDAYA LARVA BLACK SOLDIER FLY (BSF) SEBAGAI SUMBER BAHAN PAKAN DI DESA TIRTA JAYA Dwi Sandri; Maulana, Fajri; Persada, Anggun Angkasa Bela; Fajri, Fadhli; Febrina, Bunga Putri; Jannah, Noor
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 06 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Larva atau maggot BSF merupakan salah satu sumber bahan pakan yang sangat potensial untuk dikembangkan saat ini, hal ini dikerenakan kegiatan budidaya BSF dapat meberikan kontribusi yang baik pada lingkungan dalam hal pengelolaan sampah organik. Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujan untuk untuk melakukan optimalisasi budidaya maggot BSF sebagai alternatif sumber pakan ternak yang berkelanjutan. Adapun metode yang digunakan pada kegiatan ini ada tiga kegiatan yaitu penyuluhan, bimbingan tata Kelola, dan pelatihan teknis. Hasil dari kegiatan ini berjalan dengan baik, Dimana tiga kegiatan yang diberikan dapat dilaksanakan dan diterima oleh Masyarakat. Sampah organik yang sebelumnya tidak dapat makan sempurna oleh larva, sekarang sudah dapat dimakan sempurna dengan melakukan pengecilan ukuran atau pembuburan sampah organiknya.  Harapan dari kegiatan ini dapat dilanjutkan dengan baik oleh Masyarakat sehingga kelompok budidaya maggot BERIMAN dapat lebih mengoptimalkan produksi larva BSF yang nantinya akan di manfaatkan sebagai bahan pakan  untuk ternak-ternak yang ada di desa Tirta Jaya.