cover
Contact Name
jumani
Contact Email
jumaniani@gmail.com
Phone
+628125875659
Journal Mail Official
jumaniani@gmail.com
Editorial Address
Jurnal Agriculture and Forestry Faculty of Agriculture of University 17 August 1945 Samarinda, East Kalimantan. Jl. Ir. H. Juanda No.80 Samarinda, East Kalimantan. Phone 0541 743390. Email:agrifor@untag-smd.ac.id; jumaniani@gmail.com, URL:http://ejurnal.untag-smd.ac.id/index.php/AG
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan
ISSN : 14126885     EISSN : 25034960     DOI : https://doi.org/10.31293/af.v18i2
Core Subject : Agriculture,
Agrifor Journal is a scientific journal that contains writings in the form of research results, book review, conceptual studies, and scientific works in the field of Agriculture and Forestry concerning relevant cultivation.
Articles 561 Documents
STRATEGI PENGEMBANGAN JASA LINGKUNGAN EKOWISATA DIWILAYAH SEMI ARID NUSA TENGGARA TIMUR Aah Ahmad Almulqu; Kristina Sinaldi; Haryadi Darmawan
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 23, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v23i1.7624

Abstract

Taman Wisata Alam (TWA) Baumata is one of the natural tourism located in Kupang. The purpose of this study is to analyze the TWA Baumata current performance towards competitors, analyzing the strengths and weaknesses factors, as well as opportunities and threats of the TWA Baumata. Lastly, formulates a proper alternative strategy for the TWA Baumata. Based on the results of qualitative analysis, the TWA Baumata current performance, there are remain several aspects that need to be improved. The SWOT matrix analysis generates several alternative strategies, including: resource management related to zoning, area function boundaries, improving infrastructure, optimizing natural potential, and capacity development of local communities to actively participate in TWA Baumata management.
PENGARUH KOMPOS SOLID SAWIT DENGAN DEKOMPOSER BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL EDAMAME PADA TANAH GAMBUT Nukhak Nufita Sari; Jumar Jumar; Aris Sigit Sasongko
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 23, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v23i1.6749

Abstract

Kacang-kacangan merupakan komoditas pangan yang memerankan peranan penting di Indonesia, termasuk di dalamnya kacang edamame (Glycine max (L.) Merr.). Sifat fisik dan kimia tanah gambut penting untuk diketahui terutama saat digunakan untuk budidaya edamame. Penggunaan pupuk organic, seperti kompos limbah padat (sludge) kepala sawit, yang diaplikasikan ke dalam tanah dapat menyuburkan karena meningkatkan sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Pada perusahaan kelapa sawit, sludge adalah sisa limbah pengolahan minyak sawit. Sludge juga dikenal sebagai solid, dimana ini masih belum dimanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh berbagai dekomposer pada kompos solid sawit terhadap pertumbuhan dan hasil edamame pada tanah gambut. Penelitian dirancang secara acak lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan dan lima ulangan. Dosis pada semua perlakuan sebanyak 20 ton.ha-1. Perlakuan yang diberikan adalah P0 = control, P1 = kompos solid sawit dengan dekomposer EM4, P2 = kompos solid sawit dengan dekomposer M21, P3 = kompos solid sawit dengan dekomposer Tangguh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa solid sawit berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil edamame. Pemberian kompos solid sawit dengan decomposer mempengaruhi pertumbuhan edamame, meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, dan waktu muncul bunga, sedangkan pengaruhnya terhadap hasil berupa berat basah, berat kering, jumlah polong, dan berat polong edamame.
PENGARUH MACAM MEDIA TANAM DAN PUPUK ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN SERTA HASIL TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) Latiful Mustiya Ari Widodo; Ni Made Titiaryanti; Fani Ardiani
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 23, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v23i1.7124

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk menyelidiki bagaimana sifat media tanam dan bahan organik secara signifikan meningkatkan pertumbuhan dan kualitas tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.). Penelitian ini dilakukan di dalam taman education dan research (KP-2) yang terletak di Wedomartani, sebuah desa di bagian barat jantung kota Yogyakarta. tinggi tempat ini adalah 118 meter. Penelitian ini berlangsung dari tanggal 2 Februari hingga 24 April 2023. Cara penelitian ini adalah dengan mencoba melengkangkan pola yang tersirat dalam RAL, yang terdiri dari dua faktor. Pertama adalah media tanam yang terdiri dari tiga jenis: (M1) regosol + latosol, (M2) regosol, dan (M3) latosol. Faktor kedua adalah jumlah organic fertilizer yang terdiri dari 4 angka yang berbeda: (D0) kontrol, (D1) bagian-bagian 30%, (D2) bagian-bagian 40%, dan (D3) bagian-bagian 50%. Dari dua cara mendapatkan dua belas kombinasi cara. Setiap cara dilakukan 5 kali, sehingga 60 percobaan yang berbeda dihasilkan. Data dari penelitian tersebut diklasifikasikan dengan menggunakan prosedur yang sama seperti yang digunakan untuk 5% dari data yang ada. Jika ada pengaruh yang nyata, maka akan ada penambahan sebesar 5% dari tahap awal hingga pertengahan. Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa interaksi yang ada tidak terkait dengan perkembangan tanaman dan hasil tanaman petersil. Macam media tanam yang berbeda memiliki pengaruh yang sama terhadap perkembangan tanaman dan hasil yang diberikannya. Pada saat menggunakan dosis yang sesuai dari pupuk nabati untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman, meningkatkan berat fresh dan dry, dan memiliki pengaruh yang sama pada hasil tanaman bawang merah.
KEANEKARAGAMAN SEMUT (HYMENOPTERA: FORMICIDAE) DI BUKIT NENEK, TAMAN WISATA ALAM GUNUNG PERMISAN, BANGKA SELATAN Fitri Husada Sri Bulan; Budi Afriyansyah; Rion Apriyadi; Henri Henri
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 23, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v23i1.6610

Abstract

Taman Wisata Alam Gunung Permisan, Kabupaten Bangka Selatan merupakan kawasan konservasi yang berisi flora dan fauna. Keanekaragaman fauna di kawasan konservasi penting untuk diperhatikan karena fauna dapat menjaga keseimbangan ekosistem alam. Selain itu, jenis fauna tanah juga dapat digunakan sebagai bioindikator dalam perubahan habitat, seperti semut, hal ini dikarenakan kepekaannya yang tinggi terhadap gangguan habitat. Penelitian tentang keanekaragaman semut di Bangka juga masih terbatas, sehingga perlu dilakukan penelitian ini terutama di Bukit Nenek sebagai tempat konservasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis semut dan mengetahui keanekaragaman semut di Taman Wisata Alam Bukit Nenek Gunung Permisan Kabupaten Bangka Selatan dengan menggunakan metode pitfall trap, hand collection dan beat sheets. Analisis yang digunakan adalah indeks keanekaragaman, kekayaan jenis, kemerataan, kelimpahan relatif, dominasi dan hubungan antara keberadaan semut dengan parameter lingkungan menggunakan analisis PCA. Penelitian dilakukan di 7 stasiun dengan 21 petak dengan menggunakan metode Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, ditemukan 23 jenis semut dengan 5 subfamili yaitu Cerapachyinae, Dolichoderinae, Formicinae, Myrmicinae dan Ponerinae. Hasil analisis PCA menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara jumlah individu semut dengan suhu udara, kelembaban udara, kelembaban tanah sedangkan jumlah spesies semut berkorelasi positif dengan suhu udara, kelembaban udara, kelembaban tanah dan pH.
EVALUASI STATUS MUTU AIR SUNGAI SAMBOJA DI KECAMATAN SAMBOJA KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA Alfian Noor; Abdunnur Abdunnur; Rochadi Kristiningrum
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 23, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v23i1.6833

Abstract

Menipisnya air bersih akibat adanya pencemaran di sungai sebagai bagian dampak penurunan kualitas mutu air. Diketahuinya status kualitas dan mutu air Sungai Samboja di Kecamatan Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara menjadikan tujuan dari penelitian ini. Analisis data untuk mengevaluasi status dan kualitas air Sungai Samboja adalah dengan mengambil sampel kualitas air di tiga titik yaitu hilir, tengah, dan hulu dalam dua kondisi tidak hujan dan setelah hujan. Kemudian parameter kualitas air diuji dan dibandingkan dengan baku mutu air dengan menggunakan metode Storet dan metode indeks pencemaran yang mengacu pada Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 115 Tahun 2003 tentang Pedoman Penentuan Status Mutu Air. Status kualitas air sungai Samboja secara spasial dan temporal menggunakan metode Storet, alokasi air kelas II dikategorikan “tercemar sedang” dan “tercemar parah” dengan skor -12 sampai -34. Sedangkan dengan menggunakan metode indeks pencemaran kelas II termasuk “memenuhi baku mutu” hingga “tercemar ringan” dengan nilai IP sebesar 0,69 hingga 3,57.
PENGARUH NAUNGAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TIGA VARIETAS CABAI MERAH (Capsicum annuum L.). Abdul Syamad Ramayana; Bambang Supriyanto; Hadi Pranoto; Susylowati Susylowati; Arip Nurahman
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 23, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v23i1.7246

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui interaksi naungan terhadap pertumbuhan dan hasil tiga varietas cabai merah, mengetahui naungan yang dapat memberikan pertumbuhan dan hasil varietas cabe merah terbaik, dan mengetahui varietas cabe merah yang memberikan pertumbuhan dan hasil terbaik.Penelitian telah dilaksanakan dari bulan Juni sampai Oktober 2019 di Jl Sambaliung, Universitas Mulawarman Samarinda Kalimantan Timur.Penelitian ini disusun dalam Rancangan Petak Terbagi/Split Plot Design 3x5 yang diulang sebanyak 5 kali.  Sebagai petak utama adalah perlakuan naungan (N) yang terdiri dari 3 taraf yaitu, 0%, 25 %, dan 50 %, serta sebagai anak petak adalah perlakuan varietas (V) yang terdiri dari 3 taraf yaitu, Darmais F1, Astina F1 dan Tanaka F1. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan sidik ragam. Apabila terdapat pengaruh nyata maka untuk membandingkan antara rata-rata dua pelakuan dilanjutkan dengan uji BNT 5 %.Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara perlakuan naungan dan varietas cabai merah, perlakuan naungan berpengaruh tidak nyata terhadap semua variabel pengamatan, begitu juga dengan perlakuan varietas berpengaruh tidak nyata terhadap semua variabel pengamatan.
EFEK TEPI PADA POPULASI ORANGUTAN KALIMANTAN (Pongo p. morio) DI JALUR WISATA PREVAB DAN SANGKIMA TAMAN NASIONAL KUTAI Alqaf Alqaf; Yaya Rayadin
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 23, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v23i1.6837

Abstract

Kawasan Prevab dan Sangkima merupakan daerah sebaran populasi dan habitat orangutan di Taman Nasional Kutai. Kondisi lingkungan habitat tersebut memiliki karakteristik yang berbeda dengan kondisi lingkungan di hutan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui respon efek tepi terhadap Orangutan di kawasan wisata Sangkima dan Prevab. Respon efek tepi dianalisis berdasarkan perilaku bersarang Orangutan pada habitat tepi di sungai Sangata dan jalan utama Bontang-Sangata. Survei sarang orangutan dilakukan dengan metode transek sepanjang 1.000 m. Estimasi populasi orangutan kemudian dikalkulasikan. Kualitas habitat dianalisis menggunakan metode plot vegetasi 25 unit (20 m x 20 m). Estimasi populasi orangutan di wilayah Prevab adalah 246 individu (95% atas = 285 ind. & 95% bawah = 212 ind) dan Sangkima adalah 619 individu (95% upper = 688 ind dan 95% lower = 557 ind.). Kondisi habitat orangutan terdiri dari 122 jenis pohon, dimana 80 jenis pohon pakan ditemukan di Prevab dan 70 jenis ditemukan di Sangkima. Efek tepi dibuktikan dengan kecenderungan Orangutan membuat sarang lebih banyak mengarah ke bagian tepi hutan di wilayah Prevab maupun Sangkima.
UJI EFEKTIVITAS PESTISIDA NABATI DARI EKSTRAK DAUN SALAM, LENGKUAS DAN KUNYIT TERHADAP BUSUK BUAH RHIZOCTONIA (Rhizoctonia solani Kühn ) PADA TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill.) SECARA IN VITRO Andi Suryadi; Sofyan Sofyan; Sopialena Sopialena; Yustiana Catherine
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 23, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v23i1.6974

Abstract

Busuk buah rhizoctonia adalah salah satu penyakit pada tomat yang terjadi karena adanya serangan dari cendawan Rhizoctonia solani Kühn yang menyebabkan penurunan hasil buah tomat yang cukup signifikan dan mempengaruhi tinggi permintaan pasar, sehingga membutuhkan upaya pengendalian jamur yang dapat mengimbangi angka serangan penyakit. Secara teknis petani saat ini menggunakan pestisida sintetik untuk pengendalian penyakit pada tanaman budidaya yang dapat menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan, sehingga dibutuhkan alternatif pengendalian dengan menggunakan pestisida nabati. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi jamur penyebab penyakit, mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun salam, lengkuas dan kunyit terhadap jamur, serta menganalisis kombinasi terbaik ekstrak daun salam, lengkuas dan kunyit dengan konsentrasi 5% untuk mengendalikan jamur penyebab penyakit busuk buah Rhizoctonia pada tanaman tomat. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Ilmu Hama Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Mulawarman dari Januari  hingga April 2023. Hasil percobaan disusun dalam  Rancangan Acak Lengkap dengan 8 perlakuan dan diulang sebanyak 6 kali. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan sidik ragam (ANOVA) dan di uji lanjut menggunakan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Penelitian ini menunjukan pemberian ekstrak daun salam, lengkuas dan kunyit memberikan aktivitas penghambatan pada pertumbuhan koloni jamur. Pemberian perlakuan kombinasi ekstrak daun salam, lengkus dan kunyit memiliki efektifitas terbaik dalam menghambat pertumbuhan koloni jamur uji dengan konsentrasi 5% ditunjukkan pada daya hambat sebesar 53,56%.
ALOKASI FOTOASIMILAT, PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI LADANG LOKAL (Oryza sativa L.) ASAL PROVINSI KALIMANTAN TIMUR DENGAN APLIKASI BAHAN ORGANIK Sadaruddin Sadaruddin; Tjatjuk Subiono; Suria Darma Idris
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 23, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v23i1.7521

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui distribusi fotoasimilat, pertumbuhan dan hasil varietas padi lokal pada beberapa dosis pupuk organik. Penelitian dilaksanakan sejak bulan Februari sampai Desember 2022. Tempat penelitian di di Kelurahan Gunung Kelua, Samarinda Provinsi Kalimantan Timur. Percobaan faktorial yang disusun dalam  Rancangan Acak Kelompok (Randomized Completely Block Design).  Faktor pertama terdiri tiga varietas  padi lokal v1 (Ace), v2 (Mayas), dan v3 (Gedagai).  Faktor kedua dosis bahan organik terdiri 4 taraf, yaitu b0 (0 ton ha-1), b1 (50 g rumpun-1 (5 ton ha-1), b2 (100 g rumpun-1 (10 ton ha-1), dan b3 (150 g rumpun-1 (15 ton ha-1), diulang 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bahan organik berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah anak produktif, panjang malai, jumlah gabah isi per malai, dan hasil gabah kering. Interksi antara varietas dan pupuk organik terdapat pada berat 1.000 butir gabah kering. Dosis pupuk organik optimum Varietas Ace, Mayas, dan Gedagai masing-masing 70,50 g, 77,15 g, dan 64,94 g per rumpun, dengan hasil maksimum masing-masing 40,12 g, 37,60 g, dan 36,53 g per rumpun. Alokasi fotoasimilat ke bagian daun, batang dan akar bervariasi pada masing-masing varietas. Terdapat peningkatan alokasi fotoasimilat ke bagian gabah, terlihat dari meningkatnya hasil dengan pemberian bahan organik pada masing-masing varietas.  
INTERAKSI TIGA FAKTOR PUPUK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG PUTIH (Allium sativum L.) Ardini Rahayunisa Homsa; Rifal Muhammad Sidiq; Syifa El Yanuar; Ardli Swardana; Hanny Hidayati Nafi'ah
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 23, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v23i1.6973

Abstract

Interaction of Three Fertilizer Factors on the Growth and Yield of Garlic (Allium sativum L.). Garlic is one of the potential commodities to be developed. One of the efforts to increase garlic production is to provide the nutrients needed. The purpose of this study was to examine the interaction between SP-18 fertilizer, ZA fertilizer and biofertilizer in increasing garlic growth and yield. The research method used is an experimental method with a Random Design Group of factorial patterns 3 x 2 x 3 repeated 2 times. Factor 1 is the dose of SP-18 (P) fertilizer which consists of 3 levels with doses: p1 (50 kg / ha), p2 (100 kg / ha), and p3 (150 kg / ha). Factor 2 is the dose of ZA (A) which consists of 2 levels with doses: a1 (225kg/ha) and a2 (300kg/ha). Factor 3 is the dose of biological fertilizer (H) which consists of 3 levels with doses: h0 (control), h1 (5 kg / ha), and h2 (10 kg / ha). The conclusion of this study is that there is an interaction between SP-18 fertilizer, ZA fertilizer and biofertilizer on garlic growth and yield. The best treatment combination is SP-18 150 kg/ha, ZA fertilizer 225 kg/ha and biofertilizer 10 kg/ha. Application of SP-18 fertilizer and ZA fertilizer can increase soil microbial activity characterized by increased garlic growth and yield.