cover
Contact Name
jumani
Contact Email
jumaniani@gmail.com
Phone
+628125875659
Journal Mail Official
jumaniani@gmail.com
Editorial Address
Jurnal Agriculture and Forestry Faculty of Agriculture of University 17 August 1945 Samarinda, East Kalimantan. Jl. Ir. H. Juanda No.80 Samarinda, East Kalimantan. Phone 0541 743390. Email:agrifor@untag-smd.ac.id; jumaniani@gmail.com, URL:http://ejurnal.untag-smd.ac.id/index.php/AG
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan
ISSN : 14126885     EISSN : 25034960     DOI : https://doi.org/10.31293/af.v18i2
Core Subject : Agriculture,
Agrifor Journal is a scientific journal that contains writings in the form of research results, book review, conceptual studies, and scientific works in the field of Agriculture and Forestry concerning relevant cultivation.
Articles 561 Documents
IDENTIFIKASI POTENSI DAN HAMBATAN PENGEMBANGAN TANAMAN TORBANGUN (Coleus amboinicus L) Damanik, Kevin Aditya; Hasibuan, Syahbudin; Candra, Ifan Aulia
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 24, No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v24i2.8061

Abstract

Coleus amboinicus, known locally as torbangun, is a shrub from the Lamiaceae family that has thick stems, hairy green leaves, and a distinctive aroma. This plant is widely used in traditional medicine for various purposes, including increasing breast milk production and treating digestive disorders. C. amboinicus has great potential in developing pharmaceutical and nutraceutical products thanks to its active phytochemical content such as flavonoids, phenolics and essential oils. The potential for research development lies in further exploration of the bioactive contents of this plant and the mechanisms of its therapeutic action. Some examples of developments that can be carried out include clinical research regarding the effectiveness of torbangun in antimicrobial therapy, anticancer and immunomodulatory effects. In addition, optimization of extraction methods and more efficient identification of bioactive components are also potential areas for further research. However, the development of C. amboinicus also faces several obstacles, including a lack of clinical data supporting the safety of long-term use as well as obstacles in mass cultivation outside its natural habitat. More in-depth research is needed to overcome these challenges, especially in aspects of agronomy, biotechnology, and product formulation that meets modern pharmaceutical standard
PENGARUH INVIGORASI MENGGUNAKAN MICROBUBBLE PADA BENIH TREMBESI DI JAWA BARAT UNTUK MENDUKUNG INOVASI AEROSEEDING Wahyuni, Dwi; Fahmi, Raizal; Darliana, Ina
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 24, No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v24i2.8422

Abstract

Jawa Barat merupakan provinsi dengan data kejadian yang paling banyak mengalami bencana alam. Penyebabnya dikarenakan pertumbuhan penduduk di Jawa Barat yang tinggi. Laju pertumbuhan penduduk yang tinggi akan mendorong penduduk untuk memperoleh kawasan hunian baru yang terus menyebar dengan diiringi  pengalihan fungsi lahan hutan untuk memenuhi kebutuhan perekonomian tanpa mempertimbangkan aspek kelestarian. Akibatnya adalah terbentuk beberapa lahan kritis yang bersifat rawan bencana seperti longsor, banjir atau lainnya. Oleh karena itu, maka lahan tersebut perlu direhabilitasi dengan penghijauan kembali. Tapi, masalahnya tidak semua lahan kritis bisa dijangkau apabila dilakukan penghijauan dengan metode konvensional. Inovasi terbaru yaitu Aeroseeding memberi solusi penanaman melalui udara. Namun, dalam penggunaan metode Aeroseeding sangat dibutuhkan benih yang bermutu fisiologis tinggi sehingga terjamin keberhasilan rehabilitasi lahan. Salah satu teknologi yang mampu mendukung benih untuk cepat berkecambah adalah invigorasi dengan Microbubble. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas invigorasi menggunakan teknologi Microbubble pada benih pohon yang paling banyak ditemukan di Jawa Barat untuk mendukung inovasi Aeroseeding dalam upaya penanganan rehabilitasi lahan. Penelitian ini menggunakan jenis benih Trembesi. Rancangan penelitiannya adalah rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial dengan dua faktor dan terdiri atas tiga ulangan, dengan masing masing ulangan terdiri dari 50 jumlah benih. Faktor pertama yaitu perlakuan benih terhadap pemberian rendaman menggunakan microbubble (A1) dan rendaman air biasa (A2). Faktor kedua penanaman dengan metode benih dibuat dengan komposisi yang diatur dalam bentuk seedball (B1) dan tabur langsung (B2). Hasil menunjukan bahwa perendaman dalam larutan air Microbubble dapat meningkatkan viabilitas dan efektif untuk benih pohon yang diperoleh dari jawa barat dengan disertai penaburan meetode seedball, sehingga dapat diaplikasikan dalam kegiatan Aeroseeding di lahan kritis Jawa Barat.
The Effect of Areca Nut Husk Compost and Urea Fertilizer on the Growth of Areca Nut (Areca catechu L.) Seedlings in Peat Soil Media Mutaqin, Zaenal; Linda, Linda; Indrastuti, Erning; Solihin, Eso
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 24, No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v24i2.8583

Abstract

The growth of areca nut (Areca catechu L.) seedlings in peat soil media often faces challenges due to the low nutrient content and less favorable chemical properties of the soil. This study aims to analyze the effect of applying areca nut husk compost and urea fertilizer on the growth of areca nut seedlings in peat soil media. The research was conducted using a factorial randomized complete block design (RCBD) with two factors. The first factor was the dosage of compost (K) with five levels: 0, 0.25, 0.50, 0.75, and 1 kg. The second factor was the dosage of urea fertilizer (N) with four levels: 0.0, 1.5, 3.0, and 4.5 g. The results showed no interaction between the application of areca nut husk compost and urea fertilizer on plant height, stem diameter, and the number of leaves. However, the independent effect of areca nut husk compost significantly influenced the increase in height, stem base diameter, and the number of leaves in areca nut seedlings. Urea fertilizer had a significant effect on the increase in plant height and stem base diameter but did not significantly affect the increase in the number of leaves. The best application dosage for areca nut husk compost was 1 kg, which resulted in the greatest increase in plant height, stem diameter, and the number of leaves. The best urea fertilizer dosage for plant height increase was 4.5 g, while a dosage of 3 g produced the best increase in stem base diameter.
LAJU INFILTRASI DAN PERMEABILITAS TANAH PADA TEGAKAN SENGON, SEMAK, DAN LAHAN TERBUKA Nurfadilah, Andi; Mulyadi, Rachmad; Karyati, Karyati; Karmini, Karmini
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 24, No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v24i2.8904

Abstract

Karakteristik infiltrasi dan permeabilitas tanah berperan penting dalam mengatur siklus hidrologi, yang dipengaruhi oleh perbedaan penutupan lahan dan kondisi vegetasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui laju infiltrasi dan nilai permeabilitas tanah pada tegakan sengon, semak, dan lahan terbuka. Pengukuran laju infiltrasi dilakukan dengan menggunakan alat double ring infiltrometer dan permeabilitas tanah diukur dengan menggunakan permeameter. Sifat-sifat fisik tanah dianalisis di Laboratorium Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Mulawarman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju infiltrasi di tegakan sengon sebesar 51,24 cm/jam termasuk klasifikasi sangat cepat, di semak sebesar 7,56 cm/jam termasuk klasifikasi agak cepat, dan di lahan terbuka sebesar 4,32 cm/jam termasuk klasifikasi sedang. Permeabilitas tanah tertinggi pada tegakan sengon (2,25 cm/jam dengan klasifikasi sedang) diikuti semak (1,57 cm/jam dengan klasifikasi agak lambat) dan lahan terbuka (1,10 cm/jam dengan klasifikasi agak lambat). Laju infiltrasi dan permeabilitas tanah berkaitan dengan sifat-sifat fisik tanah dan kemiringan lahan. Informasi tentang kemampuan tanah dalam meresapkan air dapat menjadi bahan pertimbangan dalam upaya konservasi tanah dan air pada berbagai tipe tutupan vegetasi sehingga dapat memperkecil limpasan permukaan pada tutupan lahan berbeda.
INVESTIGASI PENGARUH JENIS MIKROORGANISME LOKAL PADA KUALITAS POC YANG DIHASILKAN DARI POME Setyowati, Sekar Ayu; Fitriyana, Fitriyana; Aisyah, Cici Nur
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 24, No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v24i2.8285

Abstract

Liquid organic fertilizer primarily consists of components derived from fermented animal or plant materials. Palm Oil Mill Effluent (POME) is an organic waste comprising water, oil, and organic solids. Empty Fruit bunches (EFB) of oil palm serve as a source of organic material rich in nitrogen (N), phosphorus (P), potassium (K), and magnesium (Mg). The aim of this research is to determine the impact of local microorganisms in steamed rice and EFB on the production of liquid organic fertilizer by incorporating EFB fibers and molasses, followed by a 13-day fermentation period. The experimental design utilized MOL derived from steamed rice and EFB bioactivators, with MOL volumes varying at 40, 60, 80, 100, and 120 mL. The results indicated that the addition of MOL positively influenced both nitrogen content and pH levels, which increased with higher MOL volumes. In contrast, the effect of MOL on phosphorus and potassium content displayed a stagnant trend. The highest nitrogen 0.25 and phosphorus 0.03% (w/v) concentrations were observed in the liquid organic fertilizer produced with 120 mL of EFB-derived MOL. The optimal potassium content 0.48% (w/v) was achieved with 80 mL of EFB-derived MOL. The most favorable pH levels were recorded at MOL volumes of 40 and 60 mL, measuring 7.28 and 7.49.
POTENSI PUPUK HAYATI MIKORIZA PADA BAWANG DAUN (Allium fistulosum L.) DI ANDOSOL WONOBOYO, TEMANGGUNG - JAWA TENGAH Hazra, Fahrizal; Fitriyani, Indri Hapsari; Syifa, Sayyidatul Alfi
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 24, No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v24i2.8862

Abstract

Potensi Pupuk Hayati Mikoriza pada Bawang Daun (Allium Fistulosum L.) di Andosol Wonoboyo, Temanggung - Jawa Tengah. Bawang daun (Allium fistulosum L.) merupakan komoditas bernilai ekonomi tinggi dengan potensi ekspor, terutama ke pasar Asia Timur. Namun, budidayanya pada tanah andosol menghadapi tantangan berupa rendahnya ketersediaan fosfor akibat fiksasi oleh mineral tanah dan sistem perakaran tanaman yang dangkal. Penelitian ini bertujuan menganalisis aplikasi pupuk hayati mikoriza dan pupuk P terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman bawang daun (Allium fistulosum L.) yang ditanam pada andosol di Kec. Wonoboyo, Temanggung, serta mengevaluasi perubahan kandungan hara NPK tanah, tingkat infeksi mikoriza pada akar tanaman, juga jumlah sporanya. Penelitian dirancang menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial dua faktor: dosis mikoriza (0 dan 500 kg/ha) dan pupuk P (0 dan 200 kg/ha). Hasil menunjukkan bahwa tinggi tanaman pada 12 dan 13 MST berbeda nyata antar perlakuan, di mana perlakuan mikoriza tanpa pupuk P (M1P0) menghasilkan tinggi tanaman secara signifikan lebih tinggi dibanding kontrol dan kombinasi M1P1. Parameter kimia tanah setelah penanaman dan serapan hara NPK tanaman juga menunjukkan tidak adanya perbedaan signifikan antar perlakuan. Perlakuan M1P0 memberikan respon terbaik terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman, serta menghasilkan jumlah spora mikoriza dan tingkat infeksi akar tertinggi dengan genus spora dominan adalah Glomus.
STRATEGI PENGEMBANGAN JASA LINGKUNGAN EKOWISATA DIWILAYAH SEMI ARID NUSA TENGGARA TIMUR Almulqu, Aah Ahmad; Sinaldi, Kristina; Darmawan, Haryadi
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 23, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v23i1.7624

Abstract

Taman Wisata Alam (TWA) Baumata is one of the natural tourism located in Kupang. The purpose of this study is to analyze the TWA Baumata current performance towards competitors, analyzing the strengths and weaknesses factors, as well as opportunities and threats of the TWA Baumata. Lastly, formulates a proper alternative strategy for the TWA Baumata. Based on the results of qualitative analysis, the TWA Baumata current performance, there are remain several aspects that need to be improved. The SWOT matrix analysis generates several alternative strategies, including: resource management related to zoning, area function boundaries, improving infrastructure, optimizing natural potential, and capacity development of local communities to actively participate in TWA Baumata management.
PENGARUH KOMPOS SOLID SAWIT DENGAN DEKOMPOSER BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL EDAMAME PADA TANAH GAMBUT Sari, Nukhak Nufita; Jumar, Jumar; Sasongko, Aris Sigit
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 23, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v23i1.6749

Abstract

Kacang-kacangan merupakan komoditas pangan yang memerankan peranan penting di Indonesia, termasuk di dalamnya kacang edamame (Glycine max (L.) Merr.). Sifat fisik dan kimia tanah gambut penting untuk diketahui terutama saat digunakan untuk budidaya edamame. Penggunaan pupuk organic, seperti kompos limbah padat (sludge) kepala sawit, yang diaplikasikan ke dalam tanah dapat menyuburkan karena meningkatkan sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Pada perusahaan kelapa sawit, sludge adalah sisa limbah pengolahan minyak sawit. Sludge juga dikenal sebagai solid, dimana ini masih belum dimanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh berbagai dekomposer pada kompos solid sawit terhadap pertumbuhan dan hasil edamame pada tanah gambut. Penelitian dirancang secara acak lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan dan lima ulangan. Dosis pada semua perlakuan sebanyak 20 ton.ha-1. Perlakuan yang diberikan adalah P0 = control, P1 = kompos solid sawit dengan dekomposer EM4, P2 = kompos solid sawit dengan dekomposer M21, P3 = kompos solid sawit dengan dekomposer Tangguh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa solid sawit berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil edamame. Pemberian kompos solid sawit dengan decomposer mempengaruhi pertumbuhan edamame, meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, dan waktu muncul bunga, sedangkan pengaruhnya terhadap hasil berupa berat basah, berat kering, jumlah polong, dan berat polong edamame.
PENGARUH MACAM MEDIA TANAM DAN PUPUK ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN SERTA HASIL TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) Ari Widodo, Latiful Mustiya; Titiaryanti, Ni Made; Ardiani, Fani
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 23, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v23i1.7124

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk menyelidiki bagaimana sifat media tanam dan bahan organik secara signifikan meningkatkan pertumbuhan dan kualitas tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.). Penelitian ini dilakukan di dalam taman education dan research (KP-2) yang terletak di Wedomartani, sebuah desa di bagian barat jantung kota Yogyakarta. tinggi tempat ini adalah 118 meter. Penelitian ini berlangsung dari tanggal 2 Februari hingga 24 April 2023. Cara penelitian ini adalah dengan mencoba melengkangkan pola yang tersirat dalam RAL, yang terdiri dari dua faktor. Pertama adalah media tanam yang terdiri dari tiga jenis: (M1) regosol + latosol, (M2) regosol, dan (M3) latosol. Faktor kedua adalah jumlah organic fertilizer yang terdiri dari 4 angka yang berbeda: (D0) kontrol, (D1) bagian-bagian 30%, (D2) bagian-bagian 40%, dan (D3) bagian-bagian 50%. Dari dua cara mendapatkan dua belas kombinasi cara. Setiap cara dilakukan 5 kali, sehingga 60 percobaan yang berbeda dihasilkan. Data dari penelitian tersebut diklasifikasikan dengan menggunakan prosedur yang sama seperti yang digunakan untuk 5% dari data yang ada. Jika ada pengaruh yang nyata, maka akan ada penambahan sebesar 5% dari tahap awal hingga pertengahan. Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa interaksi yang ada tidak terkait dengan perkembangan tanaman dan hasil tanaman petersil. Macam media tanam yang berbeda memiliki pengaruh yang sama terhadap perkembangan tanaman dan hasil yang diberikannya. Pada saat menggunakan dosis yang sesuai dari pupuk nabati untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman, meningkatkan berat fresh dan dry, dan memiliki pengaruh yang sama pada hasil tanaman bawang merah.
KEANEKARAGAMAN SEMUT (HYMENOPTERA: FORMICIDAE) DI BUKIT NENEK, TAMAN WISATA ALAM GUNUNG PERMISAN, BANGKA SELATAN Bulan, Fitri Husada Sri; Afriyansyah, Budi; Apriyadi, Rion; Henri, Henri
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 23, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v23i1.6610

Abstract

Taman Wisata Alam Gunung Permisan, Kabupaten Bangka Selatan merupakan kawasan konservasi yang berisi flora dan fauna. Keanekaragaman fauna di kawasan konservasi penting untuk diperhatikan karena fauna dapat menjaga keseimbangan ekosistem alam. Selain itu, jenis fauna tanah juga dapat digunakan sebagai bioindikator dalam perubahan habitat, seperti semut, hal ini dikarenakan kepekaannya yang tinggi terhadap gangguan habitat. Penelitian tentang keanekaragaman semut di Bangka juga masih terbatas, sehingga perlu dilakukan penelitian ini terutama di Bukit Nenek sebagai tempat konservasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis semut dan mengetahui keanekaragaman semut di Taman Wisata Alam Bukit Nenek Gunung Permisan Kabupaten Bangka Selatan dengan menggunakan metode pitfall trap, hand collection dan beat sheets. Analisis yang digunakan adalah indeks keanekaragaman, kekayaan jenis, kemerataan, kelimpahan relatif, dominasi dan hubungan antara keberadaan semut dengan parameter lingkungan menggunakan analisis PCA. Penelitian dilakukan di 7 stasiun dengan 21 petak dengan menggunakan metode Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, ditemukan 23 jenis semut dengan 5 subfamili yaitu Cerapachyinae, Dolichoderinae, Formicinae, Myrmicinae dan Ponerinae. Hasil analisis PCA menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara jumlah individu semut dengan suhu udara, kelembaban udara, kelembaban tanah sedangkan jumlah spesies semut berkorelasi positif dengan suhu udara, kelembaban udara, kelembaban tanah dan pH.