cover
Contact Name
jumani
Contact Email
jumaniani@gmail.com
Phone
+628125875659
Journal Mail Official
jumaniani@gmail.com
Editorial Address
Jurnal Agriculture and Forestry Faculty of Agriculture of University 17 August 1945 Samarinda, East Kalimantan. Jl. Ir. H. Juanda No.80 Samarinda, East Kalimantan. Phone 0541 743390. Email:agrifor@untag-smd.ac.id; jumaniani@gmail.com, URL:http://ejurnal.untag-smd.ac.id/index.php/AG
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan
ISSN : 14126885     EISSN : 25034960     DOI : https://doi.org/10.31293/af.v18i2
Core Subject : Agriculture,
Agrifor Journal is a scientific journal that contains writings in the form of research results, book review, conceptual studies, and scientific works in the field of Agriculture and Forestry concerning relevant cultivation.
Articles 561 Documents
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR NASA DAN PUPUK KANDANG AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SELADA (LACTUCA SATIVA L.) Mebang, Erlita Sintiya; Astuti, Puji
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 15, No 1 (2016): Maret
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v15i1.1779

Abstract

Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair Nasa Dan Pupuk Kandang Ayam Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Selada (lactuca sativa L.) Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh cair pupuk NASA organik, kotoran ayam dan interaksi mereka pada pertumbuhan dan hasil selada (Lactuca sativa L.).Penelitian yang dilakukan dalam waktu tiga bulan, dari bulan April sampai Juni 2014, yang terletak di kabupaten desa Bigung Linggang Bigung Kabupaten Kutai Barat. Percobaan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), yang terdiri dari dua faktor: faktor pertama adalah POC Nasa baik 0 ml L-1 (n0), 1 ml L-1 (n1), 2 ml L-1 (n2) , 3 ml L-1 (n3), dan faktor kedua pupuk kandang dosis ayam baik 0 g polybag-1 (a0), 75 g polybag-1 (a1), 150 g polybag-1 (a2), 225 g polybag-1 (a3). Data dianalisis menggunakan analisis varian dan berbeda secara signifikan ketika diikuti dengan uji LSD pada tingkat 5%.Studi ini menunjukkan bahwa POC Nasa menghasilkan efek yang sangat signifikan terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, berat segar, dan berat panen. aplikasi pupuk kandang ayam berpengaruh sangat signifikan terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, berat segar, dan berat panen. Memberikan interaksi NASA POC dan kotoran ayam tidak signifikan pada tanaman umur ketinggian 14 dan 21 hari setelah tanam, jumlah daun, berat segar, dan berat panen, tetapi berbeda secara signifikan tinggi tanaman umur 21 hari setelah tanam dan panen.Produksi segar tertinggi diperoleh pada penyediaan pengobatan NASA POC 3 ml-1 L air (n3) adalah 107, 5 g, produksi segar tertinggi diperoleh pada perlakuan kotoran ayam memberikan 225 g polybag-1 atau setara 30 ton ha-1 ( a3) adalah 74,15 g.
EVALUASI STATUS MUTU AIR SUNGAI SAMBOJA DI KECAMATAN SAMBOJA KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA Noor, Alfian; Abdunnur, Abdunnur; Kristiningrum, Rochadi
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 23, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v23i1.6833

Abstract

Menipisnya air bersih akibat adanya pencemaran di sungai sebagai bagian dampak penurunan kualitas mutu air. Diketahuinya status kualitas dan mutu air Sungai Samboja di Kecamatan Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara menjadikan tujuan dari penelitian ini. Analisis data untuk mengevaluasi status dan kualitas air Sungai Samboja adalah dengan mengambil sampel kualitas air di tiga titik yaitu hilir, tengah, dan hulu dalam dua kondisi tidak hujan dan setelah hujan. Kemudian parameter kualitas air diuji dan dibandingkan dengan baku mutu air dengan menggunakan metode Storet dan metode indeks pencemaran yang mengacu pada Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 115 Tahun 2003 tentang Pedoman Penentuan Status Mutu Air. Status kualitas air sungai Samboja secara spasial dan temporal menggunakan metode Storet, alokasi air kelas II dikategorikan “tercemar sedang” dan “tercemar parah” dengan skor -12 sampai -34. Sedangkan dengan menggunakan metode indeks pencemaran kelas II termasuk “memenuhi baku mutu” hingga “tercemar ringan” dengan nilai IP sebesar 0,69 hingga 3,57.
PENGARUH NAUNGAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TIGA VARIETAS CABAI MERAH (Capsicum annuum L.). Ramayana, Abdul Syamad; Supriyanto, Bambang; Pranoto, Hadi; Susylowati, Susylowati; Nurahman, Arip
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 23, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v23i1.7246

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui interaksi naungan terhadap pertumbuhan dan hasil tiga varietas cabai merah, mengetahui naungan yang dapat memberikan pertumbuhan dan hasil varietas cabe merah terbaik, dan mengetahui varietas cabe merah yang memberikan pertumbuhan dan hasil terbaik.Penelitian telah dilaksanakan dari bulan Juni sampai Oktober 2019 di Jl Sambaliung, Universitas Mulawarman Samarinda Kalimantan Timur.Penelitian ini disusun dalam Rancangan Petak Terbagi/Split Plot Design 3x5 yang diulang sebanyak 5 kali.  Sebagai petak utama adalah perlakuan naungan (N) yang terdiri dari 3 taraf yaitu, 0%, 25 %, dan 50 %, serta sebagai anak petak adalah perlakuan varietas (V) yang terdiri dari 3 taraf yaitu, Darmais F1, Astina F1 dan Tanaka F1. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan sidik ragam. Apabila terdapat pengaruh nyata maka untuk membandingkan antara rata-rata dua pelakuan dilanjutkan dengan uji BNT 5 %.Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara perlakuan naungan dan varietas cabai merah, perlakuan naungan berpengaruh tidak nyata terhadap semua variabel pengamatan, begitu juga dengan perlakuan varietas berpengaruh tidak nyata terhadap semua variabel pengamatan.
EFEK TEPI PADA POPULASI ORANGUTAN KALIMANTAN (Pongo p. morio) DI JALUR WISATA PREVAB DAN SANGKIMA TAMAN NASIONAL KUTAI Alqaf, Alqaf; Rayadin, Yaya
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 23, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v23i1.6837

Abstract

Kawasan Prevab dan Sangkima merupakan daerah sebaran populasi dan habitat orangutan di Taman Nasional Kutai. Kondisi lingkungan habitat tersebut memiliki karakteristik yang berbeda dengan kondisi lingkungan di hutan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui respon efek tepi terhadap Orangutan di kawasan wisata Sangkima dan Prevab. Respon efek tepi dianalisis berdasarkan perilaku bersarang Orangutan pada habitat tepi di sungai Sangata dan jalan utama Bontang-Sangata. Survei sarang orangutan dilakukan dengan metode transek sepanjang 1.000 m. Estimasi populasi orangutan kemudian dikalkulasikan. Kualitas habitat dianalisis menggunakan metode plot vegetasi 25 unit (20 m x 20 m). Estimasi populasi orangutan di wilayah Prevab adalah 246 individu (95% atas = 285 ind. & 95% bawah = 212 ind) dan Sangkima adalah 619 individu (95% upper = 688 ind dan 95% lower = 557 ind.). Kondisi habitat orangutan terdiri dari 122 jenis pohon, dimana 80 jenis pohon pakan ditemukan di Prevab dan 70 jenis ditemukan di Sangkima. Efek tepi dibuktikan dengan kecenderungan Orangutan membuat sarang lebih banyak mengarah ke bagian tepi hutan di wilayah Prevab maupun Sangkima.
PENGARUH PUPUK KANDANG SAPI DAN PUPUK NPK MUTIARA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERUNG UNGU (Solanum melongena L. ) Hendri, Martinus; Napitupulu, Marisi; Sujalu, Akas Pinaringan
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 14, No 2 (2015): Oktober
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v14i2.1429

Abstract

Effect of NPK Mutiara and Cow Manure Fertilizers on the Growth and Yield of  Eggplant         (Solanum melongena L.) Objective of the research was (1) to study the effect of NPK Mutiara and cow manure fertilizers, as well as their interaction on the growth and yield of purple eggplant; and (2) to find out the proper NPK Mutiara dan cow manure fertilizers dosage that affect high yield.The research was carried out in Melapeh Baru Village, Linggung Bigung Sub Disctrict of West Kutai District, East Kalimantan Province.  It lasted for four months (February 2013 to May 2013).The Randomised Completely Block Design was employed for this research with  factorial 4 x 4 and 3 replications.  The first factor was NPK Mutiara fertilizer (M), consisted of 4 levels: no NPK Mutiara application (m0), 20 gr per plant (m1), 40 gr per plant (m2) ,and 60gr per plant(m3).  And the second factor was cow manure fertilizer (P) consisted of 3 levels : no NPK Pelangi application (p0), 500 gr per plant(p1), 750gr per plant (p2) ,and1000 gr per plant (p3).Results of the research indicated that: The application of NPK Mutiara fertilizer affected significantly on plant height at 30 and 45 days after sowing, number of fruits per plant,  length of fruit, heavy fruit per crop, and weight per piece.  The highest  heavy fruit per crop was attained on 20 gr per plant NPK Mutiara application with 1587,78 gr per plant, meanwhile the lowest one was found on no NPK Mutiara application with only 825 gr per plant.The  application  of  cow manure fertilizer   affected  very    significantly on plant height at 15, 30, and 45 days after sowing, number of fruits per plant, length of fruit, heavy   fruit per crop,  and    weight  per piece.  The highest  production of  heavy fruit per crop was attained on 500 gr per plant cow manure  application with 1644 gr per plant,  meanwhile the lowest one was found on no cow manure application with only 425,16 gr per plant;  and The interaction effect between NPK  Mutiara   and cow  manure  fertilizers application was  significant on   number of fruits    per plant, length of fruit, heavy fruit  per  crop, and  weight  per  piece, and  not  significant  on plant  height  at 15 days after sowing, and fruit diameter.
UJI EFEKTIVITAS PESTISIDA NABATI DARI EKSTRAK DAUN SALAM, LENGKUAS DAN KUNYIT TERHADAP BUSUK BUAH RHIZOCTONIA (Rhizoctonia solani Kühn ) PADA TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill.) SECARA IN VITRO Suryadi, Andi; Sofyan, Sofyan; Sopialena, Sopialena; Catherine, Yustiana
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 23, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v23i1.6974

Abstract

Busuk buah rhizoctonia adalah salah satu penyakit pada tomat yang terjadi karena adanya serangan dari cendawan Rhizoctonia solani Kühn yang menyebabkan penurunan hasil buah tomat yang cukup signifikan dan mempengaruhi tinggi permintaan pasar, sehingga membutuhkan upaya pengendalian jamur yang dapat mengimbangi angka serangan penyakit. Secara teknis petani saat ini menggunakan pestisida sintetik untuk pengendalian penyakit pada tanaman budidaya yang dapat menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan, sehingga dibutuhkan alternatif pengendalian dengan menggunakan pestisida nabati. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi jamur penyebab penyakit, mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun salam, lengkuas dan kunyit terhadap jamur, serta menganalisis kombinasi terbaik ekstrak daun salam, lengkuas dan kunyit dengan konsentrasi 5% untuk mengendalikan jamur penyebab penyakit busuk buah Rhizoctonia pada tanaman tomat. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Ilmu Hama Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Mulawarman dari Januari  hingga April 2023. Hasil percobaan disusun dalam  Rancangan Acak Lengkap dengan 8 perlakuan dan diulang sebanyak 6 kali. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan sidik ragam (ANOVA) dan di uji lanjut menggunakan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Penelitian ini menunjukan pemberian ekstrak daun salam, lengkuas dan kunyit memberikan aktivitas penghambatan pada pertumbuhan koloni jamur. Pemberian perlakuan kombinasi ekstrak daun salam, lengkus dan kunyit memiliki efektifitas terbaik dalam menghambat pertumbuhan koloni jamur uji dengan konsentrasi 5% ditunjukkan pada daya hambat sebesar 53,56%.
KOMPOSISI VEGETASI MANGROVE DI TELUK BALIKPAPAN PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Sri Endayani, Warsidi dan
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 16, No 1 (2017): Maret
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v16i1.2598

Abstract

Komposisi Vegetasi Mangrove di Teluk Balikpapan  provinsi Kalimantan  Timur. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui Komposisi vegetasi mangrove yang terdapat di Teluk Balikpapan.Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode pengambilan contoh berlapis (stratified sampling) secara sistematik (stratified systematic sampling).  Plot pengambilan contoh berbentuk linear yang terdiri dari subplot berbentuk lingkaran yang tersusun tegak lurus dengan garis pinggir hutan mangrove. Di dalam subplot tersebut dilakukan pengukuran untuk diameter dan tinggi pohon serta identifikasi jenis pohon yang diukur. Plot berbentuk lingkaran dengan diameter lingkaran  14 meter untuk menginventarisasi pohon,  dan lingkaran yang lebih kecil dengan diameter 2 meter untuk menginventarisasi semai dan pancang. Data yang didapat kemudian di analisis untuk menentukan Indek Nilai Penting Jenis (INP) dari tingkat semai, pancang dan pohon.Hasil penelitian adalah tingkat semai di Teluk Balikpapan tercatat ada 13 jenis dengan pola persebaran dan kepadatan yang berbeda berdasarkan Indeks Nilai Pentingnya, Rhizophora apiculata adalah yang paling tinggi yaitu 81,63%. Pada tingkat pancang, jumlah jenis tumbuhan mangrove yang ditemukan di Teluk Balikpapan tercatat berjumlah 15 jenis, INP terbesar dimiliki oleh jenis Rhizophora apiculata (168,71%). Di hutan mangrove Teluk Balikpapan hanya ditemukan 10 jenis tumbuhan mangrove pada tingkat pohon, INP terbesar dimiliki oleh jenis Rhizophora apiculata (177,63%).
ALOKASI FOTOASIMILAT, PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI LADANG LOKAL (Oryza sativa L.) ASAL PROVINSI KALIMANTAN TIMUR DENGAN APLIKASI BAHAN ORGANIK Sadaruddin, Sadaruddin; Subiono, Tjatjuk; Idris, Suria Darma
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 23, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v23i1.7521

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui distribusi fotoasimilat, pertumbuhan dan hasil varietas padi lokal pada beberapa dosis pupuk organik. Penelitian dilaksanakan sejak bulan Februari sampai Desember 2022. Tempat penelitian di di Kelurahan Gunung Kelua, Samarinda Provinsi Kalimantan Timur. Percobaan faktorial yang disusun dalam  Rancangan Acak Kelompok (Randomized Completely Block Design).  Faktor pertama terdiri tiga varietas  padi lokal v1 (Ace), v2 (Mayas), dan v3 (Gedagai).  Faktor kedua dosis bahan organik terdiri 4 taraf, yaitu b0 (0 ton ha-1), b1 (50 g rumpun-1 (5 ton ha-1), b2 (100 g rumpun-1 (10 ton ha-1), dan b3 (150 g rumpun-1 (15 ton ha-1), diulang 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bahan organik berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah anak produktif, panjang malai, jumlah gabah isi per malai, dan hasil gabah kering. Interksi antara varietas dan pupuk organik terdapat pada berat 1.000 butir gabah kering. Dosis pupuk organik optimum Varietas Ace, Mayas, dan Gedagai masing-masing 70,50 g, 77,15 g, dan 64,94 g per rumpun, dengan hasil maksimum masing-masing 40,12 g, 37,60 g, dan 36,53 g per rumpun. Alokasi fotoasimilat ke bagian daun, batang dan akar bervariasi pada masing-masing varietas. Terdapat peningkatan alokasi fotoasimilat ke bagian gabah, terlihat dari meningkatnya hasil dengan pemberian bahan organik pada masing-masing varietas.  
INTERAKSI TIGA FAKTOR PUPUK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG PUTIH (Allium sativum L.) Homsa, Ardini Rahayunisa; Sidiq, Rifal Muhammad; Yanuar, Syifa El; Swardana, Ardli; Nafi'ah, Hanny Hidayati
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 23, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v23i1.6973

Abstract

Interaction of Three Fertilizer Factors on the Growth and Yield of Garlic (Allium sativum L.). Garlic is one of the potential commodities to be developed. One of the efforts to increase garlic production is to provide the nutrients needed. The purpose of this study was to examine the interaction between SP-18 fertilizer, ZA fertilizer and biofertilizer in increasing garlic growth and yield. The research method used is an experimental method with a Random Design Group of factorial patterns 3 x 2 x 3 repeated 2 times. Factor 1 is the dose of SP-18 (P) fertilizer which consists of 3 levels with doses: p1 (50 kg / ha), p2 (100 kg / ha), and p3 (150 kg / ha). Factor 2 is the dose of ZA (A) which consists of 2 levels with doses: a1 (225kg/ha) and a2 (300kg/ha). Factor 3 is the dose of biological fertilizer (H) which consists of 3 levels with doses: h0 (control), h1 (5 kg / ha), and h2 (10 kg / ha). The conclusion of this study is that there is an interaction between SP-18 fertilizer, ZA fertilizer and biofertilizer on garlic growth and yield. The best treatment combination is SP-18 150 kg/ha, ZA fertilizer 225 kg/ha and biofertilizer 10 kg/ha. Application of SP-18 fertilizer and ZA fertilizer can increase soil microbial activity characterized by increased garlic growth and yield.
ANALISIS PENDAPATAN USAHA TANI TOMAT DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP PENDAPATAN PETANI DI KELURAHAN API-API KECAMATAN BONTANG UTARA Balkis, Siti
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 12, No 2 (2013): Oktober
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v12i2.354

Abstract

The purpose of the research was to determine the tomato farm income and knowing the tomato farm income contributing to household incomes of farmers in Api-Api Village, Bontang Utara Sub District.This research started on April until July 2012, with research location is in Api-Api Village, Bontang Utara Sub District.  The method that used is census method. The data needed by research are primary and secondary data. Primary data is got by observation and interview with responder use questionnaire which have been compiled in line with research.  While secondary data is got from bibliography study and institution information which is related to research execution.  The results of this research shows that :Based on the survey result to 9 respondent obtained  tomato production to one season is 4.777,78 kg-1 meter-1 at the price of selling Rp 8.000 – 9.000 kg-1. Total revenue farmers was Rp 730.000.000,00 year-1 and total income from tomato farming is Rp 522.588.633,33 year-1with average farm income is Rp 58.065.403,70 year-1 respondents-1.Value of R/C ratio was 3,45 meaning that the cultivated tomato farm is already profitable then planting a tomato can for resumes.Average contributing of the tomato farm income to household incomes of farmers is 62,50%.