cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jpptp06@yahoo.com
Editorial Address
Jalan Tentara Pelajar No. 10 Bogor, Indonesia
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian
Published by Kementerian Pertanian
ISSN : 1410959x     EISSN : 25280791     DOI : -
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (JPPTP) adalah media ilmiah penyebaran hasil penelitian/pengkajian inovasi pertanian untuk menunjang pembangunan pertanian wilayah.Jurnal ini memuat hasil penelitian/pengkajian primer inovasi pertanian, khususnya yang bernuansa spesifik lokasi. Jurnal diterbitkan secara periodik tiga kali dalam satu tahun.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 24, No 2 (2021): Juli 2021" : 10 Documents clear
PENGARUH PEMUPUKAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI SAWAH IRIGASI DI KABUPATEN WAJO, SULAWESI SELATAN Andi Faisal Suddin; Idaryani Idaryani; Abdul Wahid Rauf; Amiruddin Syam
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 24, No 2 (2021): Juli 2021
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v24n2.2021.p137-150

Abstract

 The Effect of NPK Fertilizer on The Growth and Yield of Irrigated Paddy in Wajo District, South Sulawesi. Compound fertilizer (NPK) is an efficient inorganic fertilizer that can be used to increase the availability of macro nutrients (N, P, and K) to replace single fertilizers. The research objective was to determine the effect of SRF NPK 20-10-10 fertilizer on the growth and yield of lowland rice. The research was conducted on irrigated rice fields in Maniangpajo District, Wajo Regency, from December 2017-March 2018. The field experiment was arranged on a Randomized Complete Block Design  with 11 treatments and repeated three times. The treatments studied were P1 = Urea 200 kg ha-1+KCl 50 kg  ha-1 + NPK Phonska 200 kg ha-1 (based on recommendations), P2 = Urea 100 kg ha-1 + NPK Phonska 300 kg ha-1 (farmer dosage), P3 = Urea 100 kg ha-1 + NPK SRF 20-10-10 400 kg ha-1, P4 = Urea 50 kg ha-1 + NPK SRF 20-10-10 400 kg ha-1, P5 = NPK SRF 20-10-10 400 kg ha-1, P6 = Urea 100 kg ha-1 + NPK SRF 20-10-10 300 kg ha-1, P7 = Urea 50 kg ha-1 + NPK SRF 20-10- 10 300 kg ha-1, P8 = NPK SRF 20-10-10 300 kg ha-1, P9 = NPK SRF 20-10-10 300 kg ha-1, P10 = Urea 50 kg ha-1 + NPK SRF 20- 10-10 300 kg ha-1, P11 = NPK SRF 20-10-10 200 kg ha-1. The parameters observed were plant height (45 DAP, 60 DAP, and at harvest time), number of tillers (45 and 60 DAP) and productive tillers, number of panicles, number of filled grains, number of empty un hulled grains, weight of 1,000 grains, and crop yield. Data analysis using ANOVA followed by orthogonal contrast test and financial analysis of rice farming.  The results showed that the treatment of SRF NPK 20-10-10 fertilizer as much as 300 kg ha-1 gave the highest yield of lowland rice, namely 8.2 tonnes ha-1 and a profit of Rp. 23,800,000 ha-1 with  R/C ratio of 2.64 Keywords:   Rice, NPK fertilizer, lowland ABSTRAK            Pupuk majemuk (NPK) merupakan salah satu pupuk anorganik yang efisien yang  dapat digunakan untuk meningkatkan  ketersediaan unsur hara makro (N, P, dan K) menggantikan pupuk tunggal. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian  pupuk SRF NPK 20-10-10 terhadap pertumbuhan dan hasil padi sawah. Penelitian dilaksanakan di  Kecamatan Maniangpajo, Kabupaten Wajo, dan  dilakukan di lahan sawah irigasi pada bulan Desember 2017-Maret 2018. Percobaan lapang disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK=Randomize Complete Block Design) dengan 11   perlakuan dan diulang sebanyak tiga kali. Perlakuan yang dikaji adalah P1= Urea 200 kg ha-1+KCl 50 kg/ha-1+NPK Phonska 200 kg ha-1 (berdasarkan rekomendasi), P2= Urea 100 kg ha-1+ NPK Phonska 300 kg ha-1 (cara petani), P3= Urea 100 kg ha-1+ NPK SRF 20-10-10 400 kg ha-1, P4= Urea 50 kg ha-1+ NPK SRF 20-10-10 400 kg ha-1,P5= NPK SRF 20-10-10 400 kg ha-1, P6= Urea 100 kg ha-1+ NPK SRF 20-10-10 300 kg ha-1, P7= Urea 50 kg ha-1+ NPK SRF 20-10-10 300 kg ha-1, P8= NPK SRF 20-10-10 300 kg ha-1, P9= NPK SRF 20-10-10 300 kg ha-1, P10= Urea 50 kg ha-1+ NPK SRF 20-10-10 300 kg ha-1, P11= NPK SRF 20-10-10 200 kg ha-1. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman (45 HST, 60 HST, dan saat panen), jumlah anakan (45 HST dan 60 HST) dan anakan produktif, jumlah malai, jumlah gabah isi, jumlah gabah hampa, bobot 1.000 butir, dan hasil gabah kering panen (GKP). Analisis data menggunakan ANOVA dilanjutkan dengan uji kontras ortogonal dan analisis finansial usahatani padi. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa perlakuan   pemberian pupuk SRF NPK 20-10-10 sebanyak 300 kg ha-1   memberikan hasil tertinggi pada    padi sawah, yaitu 8,2 ton ha-1 GKP dan keuntungan  sebesar Rp.  23.800.000 ha-1 dengan nilai R/C ratio 2,64  Kata kunci : Padi, pupuk   NPK,  sawah
PENGARUH VARIETAS DAN JARAK TANAM TERHADAP PRODUKTIVITAS JAGUNG HIBRIDA DI JENEPONTO SULAWESI SELATAN Suwardi Suwardi; M Aqil
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 24, No 2 (2021): Juli 2021
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v24n2.2021.p151-163

Abstract

The Effect of Variety and Planting Spacing on Hybrid Maize Productivity in Jeneponto South Sulawesi. Methods to improve productivity in dry land are to use early maturity drought tolerant varieties, plantspacing, and plant maintanance. This study aims to determine the effect of the use of variety and planting spacing on the growth and productivity to dry land dry climatein Jeneponto South Sulawesi. Research conducted in June-September 2019 in Jeneponto district of South Sulawesi. The study used a split plot design by varieties as the main plot and planting spacing as sub plots. There were three times replication , the maint plots were Nasa 29, HJ 21, JH 45, and Bisi 18 where sub plots were plant spacing at (90-40) x 20 cm, and (90-40) x 25  cm. The study results indicated that plant spacing and  variety did not  interaction toward 50 days after planting, 80 days after planting, yield and yield components.The highes productivity was plant spacing at (90-40) x 20 cm  (11.06 tons/ha) and  variety Bisi 18 (11.71 tons/ha) dan JH 45 (10.49 tons/ha). Spacing and various varieties have contributed in increasing the productivity by approximately 63.92% (10.24 tons/ha) as compared to the existing planting system farmers with productivity was 6.25 tons/ha.Key words: hybrid maize, variety, plant spacing, productivity ABSTRAKMetode untuk meningkatkan produktivitas jagung di lahan kering adalah penggunaan varietas unggul berumur genjah dan adaptif kekeringan, jarak tanamdan pemeliharaan tanaman.Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan varietas  dan jarak tanam terhadap pertumbuhan dan produktivitas jagung hibrida pada lahan kering iklim kering di Jeneponto Sulawesi Selatan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni-September 2019 di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.  Rancangan penelitian yaitu petak terbagi dengan faktor  varietas sebagai petak utama dan jarak tanam sebagai anak petak. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali dengan susunan yaitu, petak utama Nasa 29, HJ 21, JH 45, dan  Bisi 18. Sebagai anak petak jarak tanam (90-40) cm x20 cm, dan  (90-40) cm x25 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jarak tanam dan  varietas tidak terjadi interaksi terhadap 50 HST, 80 HST, hasil dan komponen hasil. Produktivitas tertinggi diperoleh pada jarak tanam   (90-40) x20 cm(11,06 ton/ha) dan varietas Bisi 18 (11,71 dan JH 45 (10,49 ton/ha). Jarak tanam dan berbagai varietas berhasil meningkatkan produktivitas rata-rata  63.92%  (10,24 ton/ha) dari petani yang diterapkan sebelumnya dengan produktivitas 6,25 ton/ha.Kata Kunci: jagung hibrida,varietas, jarak tanam, produktivitas
PENGARUH BAHAN KEMASAN TERHADAP KUALITAS BENIH BEBERAPA VARIETAS WIJEN (Sesamum Indicum.L) Luluk Sulistiyo Budi; Puspitawati I R; Sukarno A P; Nurwantara M P
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 24, No 2 (2021): Juli 2021
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v24n2.2021.p165-173

Abstract

The Effect of Packaging Materials On The Quality of Sesame Seed Varieties (Sesamum Indicum .L) Sesame is a plant that has high nutritional value and has a good impact on those who consume it. The success of any program to develop a commodity needs to be supported by the existence of superior varieties and quality seeds because superior varieties have been recognized as applicable, cheap, safe, environmentally friendly technology, and have high compatibility when combined with other advanced technologies. The research objective was to determine the best interaction between varieties treatment and seed packaging techniques on the quality of sesame seeds. This study used a factorial completely randomized design (CRD) consisting of 2 (two) factors and was repeated 4 (four) times. The results of the analysis showed that the interactions occurred in the germination parameters (viability) and the percentage of disease parameters. The highest viability was found in the treatment of the Sumberejo 1 sesame variety with sack packaging, and the Sumberejo 4 sesame variety with the sack package, while the lowest viability was in the treatment of the Winas 1 sesame variety with cloth packaging. The parameters of seed disease attack with the highest value were 100% in the Sumbberejo 1 variety with plastic sack packaging, the Sumberejo 2 variety with plastic sack packaging, the Sumberejo 2 variety with cloth plastic packaging, the Sumberejo 3 variety with cloth packaging, Winas 1 variety with sack packaging, and the lowest with a percentage of 0.35% in the Sumberejo 4 variety with plastic cloth packaging. This study shows that the best treatment combination is the varieties of Sumberejo 1, Sumberejo 3, and Sumberejo 4 with sack packaging. The best combination of varieties and packaging against disease is the Sumberejo 4 variety with plastic cloth packaging.Keywords: packaging, sesame seed, storage, varietiesABSTRAK Wijen merupakan tanaman yang memiliki nilai gizi tinggi dan memiliki dampak baik bagi yang mengkonsumsi. Keberhasilan setiap program pengembangan suatu komoditas perlu ditunjang adanya varietas unggul dan benih bermutu, karena varietas unggul telah diakui sebagai teknologi yang aplikatif, murah, aman, ramah lingkungan dan memiliki kompatibilitas yang tinggi bila dipadukan dengan teknologi maju lainnya. Tujuan penelitian untuk mengetahui interaksi terbaik perlakuan varietas dan teknik pengemasan benih terhadap kualitas benih tanaman wijen. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap faktorial (RAL) yang terdiri dari 2 (dua) faktor dan diulang sebanyak 4 (empat) kali. Hasil analisis menunjukkan bahwa interaksi terjadi pada paramater daya kecambah (viabilitas) dan paramater prosentase cendawan berpotensi patogen. Viabilitas tertinggi terdapat pada perlakuan varietas wijen Sumberejo 1 dengan kemasan karung, dan varietas wijen Sumberejo 4 dengan kemasan karung, sedangkan viabilitas terendah pada perlakuan varietas wijen Winas 1 dengan kemasan kain.  Parameter serangan penyakit benih dengan nilai tertinggi 100% pada varietas Sumbberejo 1 dengan kemasan plastik karung, varietas Sumberejo 2 dengan kemasan plastic karung, varietas Sumberejo 2 dengan kemasan plastic kain, varietas Sumberejo 3 dengan kemasan kain, varietas Winas 1 dengan kemasan karung, dan terendah dengan prosentase 0,35% pada varietas Sumberejo 4 dengan kemasan plastic kain.  Penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan terbaik adalah varietas Sumberejo 1, Sumberejo 3, dan Sumberejo 4 dengan kemasan karung.  Kombinasi varietas dan kemasan terbaik terhadap serangan cendawan berpotensi sebagai patogen adalah varietas Sumberejo 4 dengan kemasan plastic kain. Kata Kunci: kemasan, penyimpanan, varietas, biji wijen
ANALISIS AGRONOMI DAN EKONOMI PAKET TEKNOLOGI BUJAKA (BUDIDAYA JAGUNG TOLERAN KEKERINGAN) DI KABUPATEN GORONTALO Jaka Sumarno; Teddy Wahyana Saleh; Muhammad Fitrah Irawan Hannan; Hasyim Jamalu Moko; Aryandi Kurnia Rahman
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 24, No 2 (2021): Juli 2021
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v24n2.2021.p175-186

Abstract

Agronomic and Economic Analysis of BUJAKA Technology Package (Drought Tolerant Maize Cultivation Technology) in Gorontalo Regency. Drought stress has caused plant growth and yields to decrease. For this reason, it is necessary to assembly  a drought tolerant maize cultivation technology package. This study aims to analyze the growth, yield, and economic performance of the application of drought tolerant maize cultivation technology package (BUJAKA). The research was carried out for two planting seasons, namely 2019 and 2020 in Gorontalo District, Gorontalo Province. To determine the agronomic performance (growth and yield) of the application of the BUJAKA, a randomized block design (RBD) method was used as a treatment using 10 hybrid and composite maize varieties. In planting season I, the treatment was repeated 6 replications and planting season II was repeated 4 replications. To find out the economic performance, a farming analysis was carried out including revenue, costs, benefits and financial feasibility with a parcial budget analysis. The results showed that the BUJAKA technology package was able to increase the productivity of maize compared to the existing technology. The productivity of maize increased from 356,.01 kg / ha to 5215,95 kg / ha. Changing the application from existing technology to BUJAKA technology requires an additional fee of 39%, however, with an increase in productivity, the benefits obtained also increased by 4.63. 772 IDR/ ha (an increase of 50%). BUJAKA technology was financially feasible to be promoted to replace existing technology because the value of R> 1 (2,36).Keywords: agronomic performance, economy, maize technology, drought tolerant ABSTRAK Cekaman kekeringan menyebabkan pertumbuhan tanaman dan hasil  jagung menjadi menurun. Untuk itu perlu dilakukan perakitan paket teknologi budidaya jagung toleran cekaman kekeringan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keragaan pertumbuhan, hasil, dan ekonomi penerapan paket teknologi budidaya jagung toleran cekaman kekeringan (BUJAKA). Penelitian dilaksanakan selama dua musim tanam yaitu tahun 2019 dan 2020 di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo. Untuk mengetahui keragaan agronomi (pertumbuhan dan hasil) penerapan paket teknologi BUJAKA dilakukan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) sebagai perlakuan dengan menggunakan 10 varietas jagung hibrida dan komposit. Pada musim tanam I perlakuan diulang sebanyak 6 ulangan dan musim tanam II diulang sebanyak 4 ulangan. Untuk mengetahui keragaan ekonomi dilakukan analisis usahatani meliputi penerimaan, biaya, keuntungan dan kelayakan finansial dengan parcial budget analysis.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa paket teknologi BUJAKA mampu meningkatkan produktivitas jagung dibandingkan teknologi eksisting. Produktivitas jagung meningkat dari 3567,01 kg/ha menjadi 5215,95 kg/ha. Perubahan penerapan dari teknologi eksisting menjadi teknologi BUJAKA, diperlukan tambahan biaya sebesar 39%, namun demikian, dengan peningkatan produktivitas maka keuntungan yang diperoleh juga meningkat sebesar Rp 4.635.772/ha (meningkat sebesar 50%). Teknologi BUJAKA layak secara finansial untuk dipromosikan menggantikan teknologi eksisting oleh karena nilai R >1 (2.36).Kata kunci: keragaan agronomi, ekonomi, teknologi jagung, toleran kekeringan
DAYA ADAPTASI PELAKU BRAIN GAIN DALAM BERUSAHATANI HORTIKULTURA DI DATARAN TINGGI DIENG KABUPATEN BANJARNEGARA Wiwik Yuniarti; Sumardjo Sumardjo; Widiatmaka Widiatmaka; Winny Dian Wibawa
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 24, No 2 (2021): Juli 2021
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v24n2.2021.p187-201

Abstract

The Brain Gain Actors Adaptability in Horticultural Farming in The Dieng Highlands, Banjarnegara Districts. The number of farmers in Indonesia is decreasing while the regeneration of young farmers has not optimally contributed. The return of educated and skilled personnel to rural areas called brain gain is a potential approach for regenerating the agricultural actors. Horticulture is one of the agricultural sub-sectors which dominantly attracts brain gain actors, and adaptation becomes an important determinant of farming sustainability. This study examined the adaptability of brain gain actors as well as the factors that affected the brain gain actor’s adaptability in horticultural farming in the highlands. The study was carried out through a survey design and cluster random sampling, from June to December 2020. 100 respondents came from seven sub-district of Banjarnegara Regency and were further analyzed with descriptive statistics and Partial Least Square (PLS). The results showed that the filterability and competitiveness were in the high category, while the partner ability was in a low category. Information technology support was the most influential factor to brain gain actors competency. Increasing personal, social, managerial, and technical competence will increase the adaptability of brain gain actors in horticultural farming.Kata kunci: brain gain, adaptability, competence, regeneration, farmers ABSTRAK Jumlah petani di Indonesia semakin menurun sedangkan regenerasi petani muda belum memberikan kontribusi yang optimal. Kembalinya tenaga terdidik dan berkeahlian ke perdesaan untuk melakukan usaha tani (brain gain) merupakan potensi mengatasi permasalahan keterlambatan dan kualitas regenerasi pertanian. Hortikultura merupakan salah satu subsektor pertanian yang dominan menarik minat pelaku brain gain, dan dalam prosesnya adaptasi menjadi hal penting sebagai penentu keberlanjutan.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya adaptasi pelaku brain gain serta faktor-faktor yang memengaruhi daya adaptasi pelaku brain gain dalam berusahatani hortikultura di dataran tinggi. Penelitian dilakukan pada bulan Juni sampai dengan Desember 2020 dengan desain survei dan teknik pengambilan sampel cluster random sampling. Jumlah responden 100 orang berasal dari tujuh lokasi kecamatan dataran tinggi Kabupaten Banjarnegara. Pengolahan data menggunakan teknik deskriptif dan Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya saring dan daya saing berada pada kategori tinggi, sedangkan daya sanding berada pada kategori rendah.  Dukungan teknologi informasi merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap kompetensi. Peningkatan kompetensi personal, sosial, manajerial dan teknis akan meningkatkan daya adaptasi pelaku brain gain dalam berusahatani komoditas hortikultura.Kata kunci: brain gain, daya adaptasi, kompetensi, regenerasi, petani
PENGARUH KETINGGIAN TEMPAT TERHADAP PRODUKTIVITAS DAN KUALITAS BENIH BUNCIS (Phaseolus vulgaris L.) Marga Mandala; Indarto Indarto; Ach Fauzan Mas'udi; Dilla Restu Jayanti
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 24, No 2 (2021): Juli 2021
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v24n2.2021.p203-212

Abstract

The Effect of Altitude on Productivity and Quality of Bean Seeds (Phaseolus vulgaris L). The bean plant (Phaseolus vulgaris L.) is an annual horticultural crop with high economic value. In 2017, East Java experienced a decline in production of 3.80%. The tendency to decline was due to the quality of the seeds. This study was aimedto determine the productivity and quality of the bean seeds coded BU010 at different altitudes and to determine the relationship between height and productivity and quality. The research was conducted at three altitudes, namely Pucanganom Village (395 masl), Tlogosari Village (590 masl), and Sumberwringin Village (740 masl) in Bondowoso Regency. The study used a field experiment that was not randomized and the factors under study were altitude. Five sample points were taken in each location so that there were 15 data. The data obtained were analyzed using ANOVA and continued with correlation analysis with the independent variable in the form of altitude. The results showed that the difference in altitude gave a difference to productivity, namely the variable weight per m2. The height of the place gave a difference in the quality of the seeds, namely the variable weight of 100 seeds, vigor, and viability of the seeds produced. An altitude of 590 masl can be recommended for the development of the bean coded BU010 with the highest productivity which wasdescribed by the weight per m2, namely 7.91 ton ha-1. Seed quality at an altitude of 590 masl hadthe heaviest weight of 100 seeds, 96% viability, 98% seed viability. The relationship between altitude and productivity and seed quality factors was very low to moderate. The correlation value ranged from 0.12 to 0.44. Meanwhile, the relationship between altitude and total N content, rainfall, and temperature was very strong. Altitude had no significant effect on seed productivity and quality, and the weight of 100 seeds had a moderate positive correlation value of 0.4.The results of this study can be used as recommendations for farmers in the cultivation of bean coded BU010.The recommended altitude for the cultivation of beans code BU010 is 590 masl. Keywords: beans seeds, productivity, seed quality, altitude  ABSTRAK Buncis (Phaseolus vulgaris L.) merupakan tanaman hortikultura dengan nilai ekonomis yang tinggi. Pada 2017 di Jawa Timur terjadi penurunan produksi sebesar 3,80%. Kecenderungan penurunan disebabkan kualitas benih. Penelitian ini bertujuan mengetahui produktivitas dan kualitas benih buncis kode BU010 pada berbagai ketinggian tempat yang berbeda serta mengetahui hubungan antara ketinggian terhadap produktivitas dan kualitas. Penelitian dilakukan di tiga ketinggian tempat, yaitu Desa Pucanganom (395 mdpl), Desa Tlogosari (590 mdpl) dan Desa Sumberwringin (740 mdpl) di Kabupaten Bondowoso. Penelitian menggunakan percobaan lapang tanpa pengacakan dan faktor yang diteliti adalah ketinggian tempat. Sebanyak lima titik sampel diambil di masing-masing lokasi, sehingga diperoleh 15 data. Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) dan analisis korelasi dengan variable bebas berupa ketinggian tempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan ketinggian tempat memberikan perbedaan terhadap produktivitas yaitu pada variable bobot per m2. Ketinggian tempat memberikan perbedaan pada kualitas benih yaitu pada variabel bobot 100 benih, vigor dan viabilitas benih yang dihasilkan. Ketinggian 590 mdpl dapat direkomendasikan untuk pengembangan buncis kode BU010 dengan produktivitas tertinggi yang digambarkan oleh bobot per m2 yaitu 7,91 ton ha-1. Kualitas benih pada ketinggian 590 mdpl memiliki bobot 100 benih paling berat, vigor 96%, dan viabilitas benih 98%. Hubungan antara ketinggian tempat dengan faktor produktivitas dan kualitas benih sangat rendah hingga sedang. Nilai korelasi berkisar 0,12 - 0,44. Sementara hubungan antara variable ketinggian tempat terhadap kadar N-total, curah hujan, dan suhu adalah sangat kuat. Ketinggian tempat tidak berpengaruh nyata terhadap produktivitas dan kualitas benih, hanya saja bobot 100 benih memiliki nilai korelasi positif sedang yaitu 0,4. Hasil penelitian ini dapat dijadikan rekomendasi bagi petani dalam budidaya buncis kode BU010. Rekomendasi ketinggian tempat untuk budidaya buncis kode BU010 yaitu pada ketinggian 590 mdpl. Kata kunci: benih, buncis, produktivitas, kualitas, ketinggian tempat
PENGARUH DOSIS PUPUK DAN VARIETAS PADI PADA LAHAN SAWAH BUKAAN BARU DI PULAU BANGKA Muzammil Muzammil; Sigit Puspito; Dede Rusmawan; Sugito Sugito; Wahyu Wibawa
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 24, No 2 (2021): Juli 2021
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v24n2.2021.p213-224

Abstract

The effect of fertilizer dosage and rice varieties on productivity of rice in the new open paddy fields in Bangka island. Agriculture is a main sector in economic development in supporting food security in the Province of Bangka Belitung Islands. Food production, especially rice in the Bangka Belitung Province, has only been able to meet 45% of the total demand for rice in this area and the rest still has to be supplied from other regions. Efforts to increase rice production, the government continues to open new paddy fields to increase rice production. In the last 5 years, the area of new open paddy fields is 16,993 ha, of which 9,416 ha (55.41%) are located in South Bangka Regency and the rest are scattered in other districts. This study aims to determine the effect of giving several doses of fertilizers and varieties on rice production in new open paddy fields. The study design used a randomized block design with 2 factors, namely: The first factor was a fertilizer dose with 3 levels of treatment: a) Dose of fertilizer based on Katam / PUTS; b) The dosage of fertilizer based on recommendations from research institutes / universities / R&D; and c) Fertilizer dosage based on laboratory soil analysis results. The second factor was rice varieties with 3 treatment levels: a) Inpari 30 (V1); b) Inpara 2 (V2); and c) Local varieties of Beams (V3). The results of the study showed that the fertilizer dose treatment based on the analysis of the chemical properties of the soil and the Inpara 2 variety showed the highest production yield (5.02 t/ha) compared to other treatments. The Inpara 2 variety which is more adaptive to newly opened paddy fields with fertilizer application based on the results of the chemical analysis is recommended to increase the production. Keywords: fertilizer dosage, variety, paddy, new open paddy fieldsABSTRAK  Pertanian menjadi sektor andalan pembangunan ekonomi dalam mendukung ketahanan pangan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Produksi pangan khususnya beras di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung hingga saat ini baru dapat mencukupi 45% dari total kebutuhan beras di daerah ini dan sisanya masih harus disuplay dari daerah lainnya. Salah satu upaya pemerintah untuk terus meningkatkan produksi beras adalah dengan melakukan pembukaan sawah baru. Pada kurun waktu 5 tahun terakhir luas sawah bukaan baru seluas 16.993 ha, dimana luas lahan tersebut 9.416 ha (55,41%) terdapat di Kabupaten Bangka Selatan dan sisanya tersebar di Kabupaten lainnya. Pengkajian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian beberapa dosis pupuk dan varietas  terhadap produksi padi pada lahan sawah bukaan baru di Pulau Bangka. Rancangan pengkajian menggunakan rancangan acak kelompok dengan 2 faktor yaitu: Faktor pertama berupa dosis pupuk dengan 3 taraf perlakuan: a) Dosis pupuk berdasarkan Katam/PUTS; b) Dosis pupuk berdasarkan rekomendasi dari lembaga penelitian/Universitas/Litbang; dan c) Dosis pupuk berdasarkan hasil analisis tanah laboratorium. Faktor kedua berupa varietas padi dengan 3 taraf perlakuan: a) Varietas Inpari 30 (V1); b) Varietas Inpara 2 (V2); dan c) Varietas lokal Balok (V3). Dari hasil pengkajian menunjukan bahwa perlakuan dosis pupuk berdasarkan hasil analisis sifat kimia tanah dan varietas Inpara 2 menunjukkan hasil produksi paling tinggi (5,02 t/ha) dibandingkan perlakuan lainnya.Varietas Inpara 2 yang lebih adaptif pada sawah bukaan baru dengan pemberian pupuk berdasarkan hasil analisis sifat kimia tanam direkomendasikan untuk peningkatan produksi. Kata kunci: dosis, varietas, padi, sawah bukaan baru 
HUBUNGAN KARAKTERISTIK PETANI DAN DUKUNGAN PENYULUH PERTANIAN DENGAN KEPUTUSAN INOVASI VARIETAS SANTANA PADA BUDIDAYA PADI SAWAH Andri Amaliel Managanta; Ridwan Ridwan; Hikma Arsita
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 24, No 2 (2021): Juli 2021
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v24n2.2021.p235-248

Abstract

The Correlation of Farmer Characteristics and Agricultural Extensions Support with Decisions on Innovation Santana Varieties in Rice Cultivation. Innovation is a farmer's need if it can solve the problems that farmers are facing. This study was to determine the characteristics of farmers, the level of extension support and the process of adopting innovation in the Santana variety of lowland rice cultivation, and the relationship between the characteristics of farmers and the level of support of extension workers on the adoption rate of innovation in the Santana variety rice cultivation.The research was conducted from May to December 2020 in Tayawa Village Tojo District Tojo Una-Una Regency Central Sulawesi Province. The method used in this research is a survey method. The population of this study was 109 lowland rice farmers in Tayawa Village and 52 farmers as samples of lowland rice farmers.Data analysis used the Rank Spearman correlation test and was carried out to determine the level of perception of the characteristics of lowland rice farmers and extension support with innovation decision making in rice cultivation.The results showed that individual characteristics, including age, formal education level, non-formal education level, and land area, were not related to the innovation-decision for the Santana variety cultivation.The level of cosmopolitan one variable of farmer characteristics is significantly related to the decision of innovation in Santana variety cultivation. Weak extension processes have the potential to weaken the innovative decisions on the Santana variety cultivation. Increased levels of cosmopolitan and extension support to farmers in the form of interaction, problem-solving, and enhancing the cooperation with the group the potential to increase the use of varieties Santana. Keywords: extension, innovation decisions, varieties Santana ABSTRAK Inovasi menjadi kebutuhan petani apabila inovasi tersebut dapat memecahkan masalah yang sedang dihadapi petani. Penelitian ini untuk mengetahui karakteristik petani, tingkat dukungan penyuluh dan proses adopsi budidaya padi sawah varietas Santana, dan hubungan karakteristik petani dan tingkat dukungan penyuluh terhadap tingkat adopsi budidaya padi varietas Santana. Penelitian dilaksanakan bulan pada Mei hinggabulan Desember 2020 di Desa Tayawa Kecamatan Tojo Kabupaten Tojo Una-Una Provinsi Sulawesi Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode survei. Populasi penelitian ini adalah petani padi sawah di Desa Tayawa sebanyak 109 petani dan sampel petani padi sawah yang digunakan sebanyak 52 petani. Analisis data menggunakan uji korelasi Rank Spearman dan dilakukan untuk mengetahui tingkat persepsi karakteristik petani padi sawah dan dukungan penyuluhan dengan pengambilan keputusan adopsi budidaya tanaman padi. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik individu baikumur, tingkat pendidikan formal, tingkat pendidikan non formal dan luas lahan tidak berhubungan dengan keputusan inovasi budidaya varietas Santana. Tingkat kekosmopolitan satu variabel dari karakteristik petani yang berhubungan nyata dengan keputusan inovasi budidaya varietas Santana. Lemahnya proses penyuluhan berpotensi melemahkan keputusan inovasi budidaya varietas Santana. Peningkatan tingkat kekosmopolitan dan dukungan penyuluh berupa interaksi dengan petani, penyelesaian masalah dan peningkatkan kerjasama dengan kelompok berpotensi meningkatkan penggunaan varietas Santana. Kata kunci: penyuluh, keputusan inovasi, varietas Santana
STATUS NUTRISI DAN KINERJA REPRODUKSI INDUKAN SAPI BALI PADA PETERNAKAN RAKYAT DENGAN SISTEM INTEGRASI SAWIT-SAPI Zikril Hidayat; Rudy Priyanto; Henny Nuraini; Luki Abdullah
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 24, No 2 (2021): Juli 2021
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v24n2.2021.p249-259

Abstract

Nutritional status and reproductive performance of Bali cows in smallholder farming integrated system of palm oil-cattle. This study aimed to determine the status of nutritional adequacy and reproductive performance of Bali cows on smallholder farms in an integrated system of oil palm-cattle. The cattle were raised under intensive, semi-intensive and extensive management. The research was conducted from August 2020 to January 2021 in Sungai Selan and Romadon Village, Sungai Selan District, Central Bangka Regency, Bangka Belitung Islands Province. The material used was 127 Bali cows which were reared under a full intensive management (34 heads), semi-intensive management (48 heads), and extensive management(45 heads). The parameters observed were the daily nutrients consumed, and the reproductiveability, which included by age, body condition score, age at puberty, age at first mating, service per conception, age at first birth, calf birth weight, age of weaning, postpartum lust, and calving interval. Research result showed that the protein consumption of cows reared in an integrated system of oil palm-cattle under semi-intensive and extensive managementdid not fulfill the requirements for pregnancy and lactation. In addition, the extensive management also found to be lacks of Calsium for pregnancy and lactation. Furthermore the intensive rearingmanagementscused delayed age at first mating, increased S/C, increased age at first birth, slightly increased calf birth weight, and reduced calf weaning age. Keywords: Nutritional status, Bali cow,reproductive performance, palm oil-cattle integration system ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status kecukupan nutrisi dan kinerja reproduksi induk sapi Bali pada peternakan rakyat melalui sistem integrasi sawit-sapi yang dipelihara dengan pola intensif, semi intensif dan ekstensif.Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus 2020 sampai dengan Januari 2021 di Kelurahan Sungai Selan dan Desa Romadon Kecamatan Sungai Selan, Kabupaten Bangka Tengah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Bahan yang digunakan adalah induk sapi Bali sebanyak 127 ekor yang dipelihara dengan sistem integrasi sawit-sapi dengan pola intensif, semi intensif, dan ekstensif masing-masing sebanyak 34 ekor, 48 ekor, dan 45 ekor. Parameter yang diamati adalah nutrisi pakan harian yang dikonsumsi, dan reproduksi yang meliputi umur, body condition score (BCS), umur pubertas, umur pertama kawin, service per conception (S/C), umur beranak pertama, berat lahir pedet, umur sapih pedet, berahi setelah melahirkan, dan selang beranak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi protein induk sapi Bali yang dipelihara pada sistem integrasi sawit-sapi dengan pola pemeliharaan semi intensif dan ekstensif belum memenuhi kebutuhan untuk kebuntingan dan laktasi. Selain itu pada pola ekstensif menunjukkan kekurangan kalsium (Ca) untuk kebuntingan dan laktasi. Pola pemeliharaan intensif menundaumur pertama kawin, meningkatkan S/C, meningkatkan umur beranak pertama, meningkatkan berat lahir pedet, mempercepat umur sapih pedet. Kata kunci: Status nutrisi, sapi Bali, performan reproduksi, integrasi sawit-sapi
PENGARUH PENGGUNAAN DEDAK FERMENTASI DALAM PAKAN TERHADAP KUALITAS KARKAS DAN SIFAT FISIK DAGING AYAM KUB Ria Puspitasari; Harwi Kusnadi; Lina Ivanti; Shannora Yuliasari; Yudi Sastro
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 24, No 2 (2021): Juli 2021
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v24n2.2021.p225-234

Abstract

Carcass quality and physical characteristics of KUB chicken meat feed with fermented rice bran. Kampung Unggul Badan Litbang (KUB) chicken is a egg-type improved native chicken which has been benefited as meat producers achieving live weight of 900-1000 g/bird at 10 weeks of age. It had percentage of whole carcass of about 59%. KUB’s growth rate, carcass quality and physical characteristics of chicken meat would mostly be depend on feed among other factors. The aim of this study was to determine carcass quality and physical characteristics of KUB chicken meat fed with non fermented rice bran (NFRB) and fermented rice bran (FRB). This study used 20 KUB chickens at 9 weeks old. Feed treatments were given with FRB and NFRB for 3 weeks. Fermented rice bran using local microorganism mixed with rice and molases for 4 days duration. Observed variables were carcass quality and physical characteristics of KUB chicken meat. Collected data were analyzed by t-test independent sample testing. The result showed that carcass quality and physical characteristics of KUB chicken meat that fed with non fermented rice bran (NFRB) and fermented rice bran (FRB) were not significantly different (P> 0.05). pH of FRB and NFRB KUB chicken meat were 6.4 and 6.30, respectively. Their percentage of cooking loss were 24.29% and 17.49%, respectively for FRB and NFRB birds. Percentage of carcass weigth were 69.10% and 70.26%, repectively for FRB and NFRB birds. Percentage of abdominal fat were 0.94% and 0.82%, respectively for FRB and NFRB birds. Based on the results, it can be concluded that fermented rice bran using as feed ingredient for KUB chicken did not significantly improve carcass quality and physical characteristics of KUB chicken meat.Keywords: Carcass quality, physical characteristics, KUB chicken, fermented rice bran ABSTRAKAyam KUB merupakan ayam kampung tipe petelur unggul yang dimanfaatkan sebagai ayam lokal penghasil daging dengan bobot mencapai 900-1000 g/ekor pada umur 10 minggu dengan persentase karkas mencapai 59%. Laju pertumbuhan ayam KUB serta kualitas karkas dan sifat fisik daging sangat bergantung terhadap faktor pakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas karkas dan sifat fisik daging ayam KUB dengan pemberian dedak padi fermentasi (PF) dan dedak padi non fermentasi (PNF). Penelitian menggunakan 20 ekor ayam KUB umur 9 minggu. Perlakuan yang diberikan ada dua yaitu yaitu  pakan dengan dedak padi fermentasi (PF) dan pakan dengan dedak padi tanpa fermentasi (PNF) yang dilakukan selama 3 minggu. Fermentasi menggunakan Mikro Organisme Lokal (MOL) nasi dan molases, fermentasi dilakukan 4 hari.  Parameter yang diamati yaitu  kualitas karkas dan sifat fisik daging. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan uji independent sample t test (uji T). Kualitas karkas dan sifat fisik daging ayam KUB yang diberi PF dan yang diberi PNF tidak menunjukkan perbedaan nyata (P>0.05). Persentase karkas ayam PF 69,10% dan ayam PNF 70,26% serta persentase lemak abdominal ayam PF 0,94% dan ayam PNF 0,82%. Nilai pH daging ayam KUB perlakuan PF dengan perlakuan PNF menunjukkan 6,4 dan 6,30. Persentase susut masak ayam PF 24,29 dan ayam PNF 17,49%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perlakuan fermentasi dedak yang digunakan sebagai bahan pakan ayam KUB tidak meningkatkan kualitas karkas dan fisik daging ayam KUB.Kata kunci : kualitas karkas, sifat fisik, ayam KUB, dedak padi, fermentasi

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2021 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 3 (2021): Desember 2021 Vol 24, No 2 (2021): Juli 2021 Vol 24, No 1 (2021): Maret 2021 Vol 23, No 3 (2020): November 2020 Vol 23, No 2 (2020): Juli 2020 Vol 23, No 1 (2020): Maret 2020 Vol 22, No 3 (2019): November 2019 Vol 22, No 2 (2019): Juli 2019 Vol 22, No 1 (2019): Maret 2019 Vol 21, No 3 (2018): November 2018 Vol 21, No 2 (2018): Juli 2018 Vol 21, No 1 (2018): Maret 2018 Vol 20, No 3 (2017): November 2017 Vol 20, No 2 (2017): Juli 2017 Vol 20, No 1 (2017): Maret 2017 Vol 19, No 3 (2016): November 2016 Vol 19, No 2 (2016): Juli 2016 Vol 19, No 1 (2016): Maret 2016 Vol 18, No 3 (2015): November 2015 Vol 18, No 2 (2015): Juli 2015 Vol 18, No 1 (2015): Maret 2015 Vol 17, No 3 (2014): November 2014 Vol 17, No 2 (2014): Juli 2014 Vol 17, No 2 (2014): Juli 2014 Vol 17, No 1 (2014): Maret 2014 Vol 17, No 1 (2014): Maret 2014 Vol 16, No 3 (2013): November 2013 Vol 16, No 2 (2013): Juli 2013 Vol 16, No.1 (2013): Maret 2013 Vol 15, No 2 (2012): Juli 2012 Vol 15, No 1 (2012): Maret 2012 Vol 15, No 1 (2012): Maret 2012 Vol 14, No 3 (2011): November 2011 Vol 14, No 3 (2011): November 2011 Vol 14, No 2 (2011): Juli 2011 Vol 14, No 2 (2011): Juli 2011 Vol 14, No 1 (2011): Maret 2011 Vol 14, No 1 (2011): Maret 2011 Vol 13, No 3 (2010): November 2010 Vol 13, No 3 (2010): November 2010 Vol 13, No 2 (2010): Juli 2010 Vol 13, No 2 (2010): Juli 2010 Vol 13, No 1 (2010): Maret 2010 Vol 13, No 1 (2010): Maret 2010 Vol 12, No 3 (2009): November 2009 Vol 12, No 3 (2009): November 2009 Vol 12, No 2 (2009): Juli 2009 Vol 12, No 2 (2009): Juli 2009 Vol 12, No 1 (2009): Maret 2009 Vol 12, No 1 (2009): Maret 2009 Vol 11, No 3 (2008): November 2008 Vol 11, No 3 (2008): November 2008 Vol 11, No 2 (2008): Juli 2008 Vol 11, No 2 (2008): Juli 2008 Vol 11, No 1 (2008): Maret 2008 Vol 11, No 1 (2008): Maret 2008 Vol 10, No 3 (2007): November 2007 Vol 10, No 3 (2007): November 2007 Vol 10, No 2 (2007): Juli 2007 Vol 10, No 2 (2007): Juli 2007 Vol 10, No 1 (2007): Juni 2007 Vol 10, No 1 (2007): Juni 2007 Vol 8, No 3 (2005): November 2005 Vol 8, No 3 (2005): November 2005 Vol 8, No 2 (2005): Juli 2005 Vol 8, No 2 (2005): Juli 2005 Vol 8, No 1 (2005): Maret 2005 Vol 8, No 1 (2005): Maret 2005 Vol 7, No 2 (2004): Juli 2004 Vol 7, No 2 (2004): Juli 2004 Vol 7, No 1 (2004): Januari 2004 Vol 7, No 1 (2004): Januari 2004 Vol 6, No 2 (2003): Juli 2003 Vol 6, No 2 (2003): Juli 2003 Vol 6, No 1 (2003): Januari 2003 Vol 6, No 1 (2003): Januari 2003 More Issue