cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jpptp06@yahoo.com
Editorial Address
Jalan Tentara Pelajar No. 10 Bogor, Indonesia
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian
Published by Kementerian Pertanian
ISSN : 1410959x     EISSN : 25280791     DOI : -
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (JPPTP) adalah media ilmiah penyebaran hasil penelitian/pengkajian inovasi pertanian untuk menunjang pembangunan pertanian wilayah.Jurnal ini memuat hasil penelitian/pengkajian primer inovasi pertanian, khususnya yang bernuansa spesifik lokasi. Jurnal diterbitkan secara periodik tiga kali dalam satu tahun.
Arjuna Subject : -
Articles 634 Documents
PENGUJIAN BEBERAPA GALUR UNGGULAN PADI DATARAN TINGGI DI KABUPATEN KERINCI PROPINSI JAMBI Endrizal ;; Julistia Bobihoe
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 13, No 3 (2010): November 2010
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v13n3.2010.p%p

Abstract

The Performance of Superior Upland Rice Genotype In Kerinci District Jambi Province. The mainobstacle of raising national rice production for the last few years is the difficulty to identify the new high yieldingvariety adaptive to wide growth environment. Development of new high yielding varieties adaptive for specificlocation can be increase rice production and finally can be increase the income of farmer. The yield trials forsome elite lines in different agro ecological ecosystem could identify a new superior genotype adaptive for botha specific location or wide growth environment. The yield trial for upland rice ecosystem was done for two yearsin DS 2006 and 2007. The research was done in Koto Dua Lama Semurup Village, Air Hangat sub distric, Kerincidistric Jambi province. The material consisted of 8 genotypes included check Sarinah. The trials was arranged inrancomized completed block design with 3 replications. The 21 old seedling was planted in 2.5x5 m2 plot sizewith 20 x 20 cm width spacing. The result suggested that RUTTST85B-5-2-2-2-0 was the superior genotype forupland rice in Jambi province. The grain yield of the genotype was 7.19 and 5.8 t/ha or 6.3% and 16% highercompared to that of Sarinah in DS 2006 and 2007 respectively whereas BP1356-1G-KN-4 had the least grain yield(4.87 t/ha dan 4.15 t/ha).The yield component analysis showed the RUTTST85B-5-2-2-2-0 had more productivetiller number, more filled grain and less unfilled grain than that of Sarinah. Further yield trials and resistanceof leaf blast and neck blast desease should be done to reveale the advantages of this genotype over Sarinah.Key words : Genotype, rice, productivity up land Kendala utama peningkatan produksi padi nasional selama beberapa tahun terakhir antara lain adalahsulitnya mendapatkan varietas unggul baru (VUB) padi yang mempunyai potensi hasil tinggi dan adaptif denganlingkungan tumbuhnya. Pengembangan/pemasyarakatan padi varietas unggul baru (VUB) merupakan salah satuterobosan dalam upaya peningkatan produktivitas dan produksi padi serta pendapatan petani. Kegiatan pengujiangalur harapan padi sawah dataran tinggi dilaksanakan di Desa Koto Dua Lama Semurup Kecamatan Air HangatKabupaten Kerinci Provinsi Jambi pada MK 2006 dan 2007. Pengujian bertujuan untuk mendapatkan varietaspadi yang berdaya hasil tinggi dan adaptif di dataran tinggi. Pengujian dilaksanakan menggunakan RancanganAcak Kelompok dengan 3 ulangan. Pengujian ini terdiri dari 8 galur termasuk varietas pembanding Sarinah.Hasil pengujian memperlihatkan bahwa hasil tertinggi pada MK2006 dan MK 2007 berturut- pada galurRUTTST85B-5-2-2-2-0 (7,19 ton GKG /ha dan 5,80 ton GKG /ha) dan terendah pada galur BP1356-1G-KN-4(4,87 t/ha dan 4,15 t/ha GKP). Produksi galur RUTTST85B-5-2-2-2-0 6,3 – 16% lebih tinggi dari produksivarietas pembanding Sarinah (6,77 t GKP/ha dan 5 t GKP/ha). Berdasarkan data keragaan tanaman dan komponenhasil terlihat bahwa galur RUTTST85B-5-2-2-2-0 memiliki potensi produksi tinggi, tahan terhadap hama danpenyakit blas daun dan blas leher serta toleran terhadap cekaman suhu tinggi dibandingkan dengan varietas Sarinah.Kata kunci : Galur padi unggulan, produktivitas, dataran tinggi
UJI ADAPTASI EMPAT VARIETAS BAWANG MERAH DI KABUPATEN KOLAKA TIMUR, SULAWESI TENGGARA Rusdi ,; Muh. Asaad
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 19, No 3 (2016): November 2016
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v19n3.2016.p243-252

Abstract

Produktivitas tanaman selain ditentukan oleh faktor lingkungan tumbuh juga dipengaruhi kemampuan varietas untuk beradaptasi pada lingkungan tumbuhnya. Penggunaan varietas beragam pada lingkungan tumbuh yang sama akan memberikan gambaran kemampuan adaptasi varietas. Pengkajian ini bertujuan mengetahui daya adaptasi empat varietas bawang merah serta analisis usahatani paket teknologi budidaya bawang merah pada kondisi spesifik lokasi di Sulawesi Tenggara. Pengkajian dilaksanakan di Desa Andowengga, Kecamatan Poli Polia, Kabupaten Kolaka Timur, dari bulan Agustus sampai dengan Desember 2015. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat varietas bawang merah, yakni Bima Brebes, Katumi, Pikatan dan Mentes, melibatkan lima petani kooperator sebagai ulangan. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa jarak tanam 20 x 15 cm2 , aplikasi dolomit 1,5 t/ha, pemupukan (kotoran sapi 15 t/ha + urea 150 kg/ha + SP-36 200 kg/ha + NPK (15:15:15) 250 kg/ha) dan pengendalian hama dan penyakit dengan sistem PHT menggunakan biopestisida Trichoderma spp. 25 kg/ha memberikan produktivitas bawang merah sebesar 10,27 t/ha, berat umbi basah 959,88 g/rumpun, diameter umbi 244 Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, Vol. 19, No.3, November 2016: 243-252 3,04 cm, jumlah umbi per rumpun 10,39 umbi, berat kering umbi per rumpun 826,57 g. Keuntungan yang diperoleh dari penerapan paket teknologi budidaya spesifik lokasi senilai Rp30.752.000. Varietas Bima Brebes memiliki daya adaptasi dan potensi yang relatif lebih baik dibandingkan tiga varietas lainnya dengan B/C 1,35 atau memiliki tingkat efisiensi biaya yang tinggi sebesar 28,17%. Varietas tersebut layak dikembangkan secara luas untuk meningkatkan pendapatan petani.ABSTRACTThe Adaptation of Four Shallot Varieties in East Kolaka District, Southeast Sulawesi. The plant's yield is not only determined by environmental factors but also by adaptability of plant varieties. The use of plant varieties in the same environmental condition will provide important information on adaptability of varieties.The purpose of the assessment was to determine the adaptability of four shallot varieties in local specific area in Southeast Sulawesi. The activity was conducted at Andowengga village, Poli Polia sub district, East Kolaka district,from August to December 2015. A randomized block design (RBD) was used to assess four treatments of shallot varieties namely Bima Brebes, Katumi, Mentes and Pikatan involving five farmers as replications. The result of the assessment showed that the row spacing of 20 x 15 cm2 , dolomite application of 1.5 t/ha, fertilizers (manure 15 t/ha + urea 150 kg/ha + SP-36 200 kg/ha + NPK (15 5:15) 250 kg/ha) and pests and diseases control with IPM system and application of biofesticides Trichoderma spp. with doses 25 kg/ha produced yield by 10.27 t/ha, fresh tuber weight each groves by 959.88 g, tuber diameter by 3.04 cm, the number of tubers each groves by 10.39 tubers and tuber dry weight each groves by of 826.57 g. The revenue derived from the application of the technology package was IDR 30,752 million. Bima Brebes indicated to have high adaptability in the local specific area. It had a higher  daptabilityand potency than the other varieties with B/C up to 1.35 nor having high cost efficiency by 28,17%. This variety and the technology package were feasible to be widely developed to increase farmers’ income.
PEMUPUKAN N, P, DAN K SPESIFIK LOKASI PADA TANAMAN JAGUNG nFN Syafruddin
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 19, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v19n2.2016.p119-133

Abstract

ABSTRACT Fertilizer Recommendation of N, P and K Site-Spesific Location for Maize Cropping in Gowa District, South Sulawesi. Agroecosystem of maize cropping areas in Indonesia is very varied. Site-specific fertilization can improve efficiency and productivity, increase farmer’s income and support sustainability of production system, environmental safety as well as saving energy resources. This research aimed to obtain fertilizer recommendation of N, P, and K for maize in specific location based on agro-ecosystem cropping areas. The research was carried out in Gowa district, South Sulawesi from March to September 2012. A survey method was used to collect data using questions in Nutrient Expert (NE) program forms. Average yield productivity of farmers’ field, yield potential or highest yield, physical and chemical properties of soil, crop management, fertilizers application at each maize cropping area were grouped and simulated using NE program to determine fertilizer dosage. Dosage obtained through NE simulation program then was used to analyze Marginal Rate of Return (MRR). Simulation results were feasible as recommended fertilizer if value of MRR >100%. Results of this research showed that site-specific fertilizer recommendation for maize in lowland of Gowa District were 190-210 kg N, 30-66 kg P2O5, and 33-55 kg K2O per hectare with MRR value at 180-479%, which could increase yield up to 3.3 t/ha; whilst on dryland,the dosage of N, P2O5 and K2O were 90-170 kg, 47-57 kg, 33-63 kg per hectare, respectively with MRR value 180-407%. It increased yield up to 2.7 t/ha. Although the fertilizer recommendations had a higher cost than existing fertilizer application at the farmers level, the gross revenue, income and RC ratio were higher than existing fertilizer application both in lowland and dryland. Recommended fertilizer dosages were able to decrease N fertilizer application in lowland up to 32.3 kg/ha, and on dryland 34.3 kg/ha. However, it also caused the increasing of P application by 35.7 kg and 36.4 kg K2O in lowland, whereas in dryland up to 31.5 kg P2O5/ha and 38.5 kg K2O. The recommendation of site specific fertilizer application is very useful and beneficial to increase maize productivity.   Keywords: fertilization, site-specific, cornABSTRAKAgroekosistem pengembangan jagung di Indonesia sangat beragam. Pemupukan spesifik lokasi dapat meningkatkan efisiensi pemupukan, produktivitas, pendapatan petani, mendukung keberlanjutan sistem produksi, kelestarian lingkungan, dan penghematan sumberdaya energi. Penelitian ini bertujuan mendapatkan rekomendasipemupukan N, P, dan K spesifik lokasi pada tanaman jagung berdasarkan agroekosistem lahan. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan Maret sampai September 2012. Metode survei digunakan dalam penelitian ini. Data dikumpulkan berdasarkan pertanyaan pada isian program Nutrient Expert (NE). Data rata-rataproduktivitas yang diperoleh petani, potensi hasil atau hasil tertinggi yang pernah dicapai, sifat fisik dan kimia tanah,pengelolaan tanaman, pemupukan pada masing-masing sentra pertanaman jagung dikelompokkan dan disimulasikanmenggunakan program NE untuk menentukan takaran pupuk. Marginal Rate of Return (MRR) selanjutnya dianalisis
DAMPAK KONVERSI LAHAN PERTANIAN TERHADAP EKONOMI RUMAH TANGGA PETANI PADI (STUDI KASUS KECAMATAN KERTAJATI KABUPATEN MAJALENGKA JAWA BARAT) Yayat Hidayat; Ahyar Ismail; Meti Ekayani
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 20, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v20n2.2017.p171-182

Abstract

Konversi lahan pertanian yang terjadi di Kecamatan Kertajati merupakan implikasi dari proses pembangunan yang dihasilkan oleh kebijakan pemerintah. Konversi lahan pertanian tersebut dapat menimbulkan dampak negatif berupa kerugian sosial dan ekonomi bagi rumah tangga petani. Tujuan penelitian ini adalah untuk 1) mengestimasi dampak sosial ekonomi rumah tangga petani dan 2) menganalisis alternatif kebijakan untuk meminimalkan dampak negatif bagi petani. Data primer diperoleh dengan melakukan wawancara kepada responden. Data yang diperoleh dalam penelitian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis hilangnya kesempatan kerja petani, analisis hilangnya produksi padi, analisis pendapatan, Loss of Earnings (LoE) dan metode TOPSIS dengan sofware sanna. Hasilnya adalah nilai kerugian ekonomi berupa hilangnya kesempatan kerja pertanian (Rp 12.205.397/ha/tahun), nilai ekonomi produksi padi yang hilang (Rp 59.175.911/ha/tahun), berkurangnya pendapatan usahatani padi (Rp 37.999.535,-/ha/tahun), dan berkurangnya penghasilan total rumah tangga petani (Rp 3.999.223/tahun). Urutan alternatif untuk mengurangi dampak negatif alih fungsi lahan pertanian terhadap rumah tangga petani dengan mempertimbangkan kriteria ekonomi, sosial, dan lingkungan dengan prioritas pertama adalah tukar guling tanah. Opprtunity job menjadi prioritas kedua dan pelatihan prioritas ketiga.konversi lahan pertanian, ekonomi rumah tangga, petani padi
PENGARUH RESIDU PUPUK P PADA MT I TERHADAP STATUS P TANAH dan HASIL PADI SAWAH PADA MT II di KABUPATEN DHARMASRAYA SUMATERA BARAT Ismon Lenin; Widia Siska
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 21, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v21n1.2018.p63-72

Abstract

ABSTRACT Effectof Residual Fertilizer P on MTI to Land P StatusandResults Paddy Fieldon MT II in District Dharmasraya West Sumatera. Upland converted to paddy field, and intensively fertilized for 30 years causes the soil phosphorus (P) to be very high and the plant does not respond to the fertilization of  P. P fertilizer residues given in the previous planting season needs to be studied its utilization for the next planting. This study aimed to examine the effect of P fertilizer residue on MT I with high P status to P status and paddy rice yield on MT II in Dharmasraya Regency. The research was conducted from August - December 2013 on newly established paddy field in Dharmasraya District with Typic Hapludults soil type. The results showed that the application of P fertilizer at MT I with high rate on the high P status was proven to be utilized by plant on MT II. However, to obtain high productivity of the plant is still needed additional P fertilizer. The residue of P fertilizer on MT I can still be utilized to increase yield on MT II by 8.46% from 4,444 kg dried milled grain/ha to 4,820 kg dried milled grain/ha. The increase of P fertilizer rate no longer has a significant effect on the increase of dried grain yield. paddy, fertilizer,phosphorus, residual effect. ABSTRAKLahan kering yang dikonversi menjadi sawah, dan diberi pupuk secara intensif selama 30 tahun menyebabkan kadar hara fosfor (P) tanah menjadi sangat tinggi dan tanaman tidak respon terhadap pemupukan P. Residu pupuk P yang diberikan pada musim tanam sebelumnya perlu dikaji pemanfaatannya untuk tanaman berikutnya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh residu pupuk P pada MT I pada lahan sawah berstatus P tinggi terhadap status P tanah dan hasil padi sawah pada MT II di Kabupaten Dharmasraya.  Penelitian dilaksanakan dari bulan Agustus - Desember 2013 pada sawah baru mapan di Kabupaten Dharmasraya dengan jenis tanah Typic Hapludults. Hasil pengkajian menunjukkan pemberian pupuk P pada MT I dengan dosis tinggi pada sawah dengan status P tinggi, terbukti masih bisa dimanfaatkan tanaman pada MT II. Namun demikian, untuk mendapatkan produktivitas tanaman yang tinggi masih diperlukan tambahan pupuk P. Residu pupuk P pada MT I masih dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan hasil pada MT II sebesar 8,46% dari 4.444 kg GKG/ha menjadi 4.820  kg GKG/ha. Peningkatan takaran pupuk P selanjutnya tidak lagi berpengaruh nyata terhadap peningkatan hasil gabah kering giling. padi sawah, pemupukan, fosfor, pengaruh residu.
PENGARUH PENGELOLAAN AIR DAN GENOTIPE PADI TERHADAP KERACUNAN BESI DAN PRODUKTIVITAS PADI DI LAHAN PASANG SURUT TIPE LUAPAN B DI SUMATERA SELATAN Siti Maryam Harahap; Munif Ghulamahdi; Sandra Arifin Aziz; Atang Sutandi; , Miftahudin
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 17, No 2 (2014): Juli 2014
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v17n2.2014.p%p

Abstract

The Effect of Water Management and Rice Genotypes to Against Toxicity of Iron and Productivity of Rice in Tidal Land Type B in South Sumatera. Tidal land is one of the alternative land to support increased productivity of rice, but rice productivity in this area is still low, and the land utilization is not optimal yet. One factor is high iron content in the soil that can be toxic to plants. The purposes of this study were (1) to determine the effect of water management and rice genotype, as well as their interaction on the percentage of leaf bronzing, growth and yield of rice in tidal lands, (2) to select an alternative combination of water management and rice genotypes that may increase rice yields in tidal land. This study was conducted from February until June 2013 in the tidal area with type B overflow, Mulia Sari village, Banyu Asin regency, South Sumatera. The experimental design used was a split plot design with three replications. The main plot was water management with four levels, while the subplot was rice genotypes consisted of three genotypes. The results showed that water management and its interactions with plant genotypes had significant effect only on the percentage of bronzing, Fe content in shoot, and Fe content in root crops, while the plant genotype significantly affected all observed variables. The use of genotypes tolerant to iron toxicity (Indragiri) combined with (form stagnant and saturated water management) drainage with intervals of two weeks could give yield 6.8 and 6.2 t/ha respectively.Keywords : Water management, genotype paddy, tidal landABSTRAKLahan pasang surut merupakan salah satu lahan alternatif untuk mendukung peningkatan produksi padi, tetapi produksi padi di lahan ini masih rendah, dan pemanfaatan lahannya belum optimal. Salah satu faktor penyebabnya adalah adanya senyawa besi dalam tanah yang dapat meracuni tanaman. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui pengaruh pengelolaan air dan genotipe tanaman padi serta interaksinya terhadap hasil padi di lahan pasang surut, (2) memilih alternatif kombinasi pengelolaan air dan genotipe tanaman padi yang sesuai dan dapat meningkatkan hasil padi di lahan pasang surut. Penelitian ini dilaksanakan bulan Februari – Juni 2013 di lahan pasang surut tipe luapan B, Desa Mulia Sari, Kabupaten Banyu Asin Sumatera Selatan. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Petak Terpisah dengan tiga ulangan. Sebagai petak utama adalah pengelolaan air, yang terdiri dari empat taraf, sedangkan sebagai anak petak adalah genotipe padi, yang terdiri dari tiga genotipe (IRH108, IR64 dan Indragiri). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan air dan interaksinya dengan genotipe tanaman berpengaruh nyata terhadap persentase bronzing, kandungan Fe di tajuk, kandungan Fe di akar dan hasil tanaman sedangkan genotipe tanaman berpengaruh nyata terhadap semua peubah yang diamati. Penanaman genotipe tanaman toleran terhadap keracunan besi (genotipe Indragiri) yang dikombinasikan dengan drainase berinterval dua minggu dapat memberikan hasil masing-masing 6,8 dan 6,2 t/ha.
KAJIAN USAHATANI BAWANG MERAH DENGAN PAKET TEKNOLOGI GOOD AGRICULTURE PRACTICES Sortha Simatupang; Tumpal Sipahutar; Andriko Noto Sutanto
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 20, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v20n1.2017.p13-24

Abstract

Shallot Farming With Good Agriculture Practices Technology Package. The productivity of shallot at the farmer level in Dolok Silau Sub district, North Sumatera Province is still low that is 4-5.25 ton/ha. The area of shallot cultivation in North Sumatra continues to decrease, because the selling price of tubers often harms the farmers. This study aimed to determine the increase shallot productivity using Good Agriculture Practices (GAP) technology package. This assessment was an adaptive research in a farming system perspective with On Farm Client Oriented Adaptive Research (OFCOAR) approach. The assessment was carried out in three farmer groups in Sarang Padang Village, Dolok Silau Sub-district, North Sumatera Province, 2016. The total area of shallot farming was 1500 m2 . The GAP technology package increased production costs per hectare, but the cost of shallot production per kg became cheaper, equal to (58%) of the farmer's technological costs. B/C of GAP package was 3.21 or this value was higher than the farmer technology package by 0.60. The addition of one unit of production cost to the GAP technology package could increase revenue by 7.29 times the revenues earned by the usual technology applied by farmers. The analysis of competitive advantage showed that the minimum selling price of shallot was 6,844.9 IDR/kg. Farmers still gain a competitive advantage from shallot farming activities at production rate of 17 ton/ha with the application of GAP technology.shallot, package technology, GAP, production cost, revenue ABSTRAKProduktivitas bawang merah di tingkat petani di Kecamatan Dolok Silau, Provinsi Sumatera Utara masih rendah yaitu 4-5,25 ton/ha. Luas pertanaman bawang merah di Sumatera Utara terus berkurang, karena harga jual umbi yang sering merugikan petani. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan produktivitas bawang merah menggunakan paket teknologi Good Agriculture Practices (GAP). Pengkajian ini merupakan penelitian adaptif dalam perspektif sistem usahatani dengan pendekatan On Farm Client Oriented Adaptive Research (OFCOAR). Pengkajian dilaksanakan pada tiga kelompok tani di Desa Sarang Padang, Kecamatan Dolok Silau, Sumatera Utara, 2016. Luasan pertanaman bawang merah masing-masing kelompok tani 1500 m2 . Paket teknologi GAP tersebut meningkatkan biayaproduksi per hektar, tetapi biaya produksi bawang merah per kg menjadi lebih murah sebesar (58%) dari biaya teknologi petani. B/C paket GAP sebesar 3,21 atau nilai ini lebih tinggi dibandingkan paket teknologi petani sebesar 0,60. Penambahan satu satuan biaya produksi pada paket teknologi GAP dapat meningkatkan pendapatan sebesar 7,29 kali dari pendapatan yang diperoleh dengan teknologi yang biasa diterapkan petani. Analisis keuntungan kompetitif menunjukkan bahwa harga jual minimal bawang merah sebesar Rp6.844,9/kg. Petani masih memperoleh keuntungan kompetitif dari kegiatan usahatani bawang merah pada tingkat produksi 17 ton/ha dengan penerapan teknologi GAP.bawang merah, paket teknologi, GAP, biaya produksi, keuntungan
PENGARUH MIKORIZA DAN AMELIORAN PADA BAWANG PREI DI LAHAN TERCEMAR ABU VULKANIK Musfal ,
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 19, No 3 (2016): November 2016
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v19n3.2016.p189-198

Abstract

Erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo Provinsi Sumatera Utara memberikan dampak kurang baik terhadap kesuburan lahan dan kualitas hasil pertanian. Pencemaran abu vulkanik menyebabkan terjadinya penurunan pH tanah, peningkatan kadar Fe dan S, serta pemadatan tanah. Kegiatan penelitian pemberian bahan amelioran pupuk kandang dan kapur dolomit serta mikoriza pada bawang prei telah dilaksanakan di lahan tercemar abu vulkanik, di Desa Sirumbia, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo sejak Mei hingga Oktober 2015. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada lahan yang tercemar abu vulkanik, pemberian bahan amelioran seperti pupuk kandang dan kapur dolomit atau mikoriza perlu dilakukan untuk meningkatkan produktivitas lahan. Tanpa pemberian bahan-bahan tersebut pertumbuhan dan hasil tanaman ternyata lebih rendah. Hasil bawang prei segar tertinggi yaitu sebesar 20,83 t/ha diperoleh dari pemberian 100% pupuk Urea, SP-36 dan KCl dengan dosis masing-masing sebanyak 400, 200 dan 150 kg/ha, yang diikuti dengan penambahan pupuk kandang 5 t/ha, dolomit 500 kg/ha dan mikoriza sebanyak 10 g/tanaman. Pemberian pupuk dan mikoriza berperan dalam meningkatkan produktivitas tanaman yang dibudidayakan pada lahan tersebut dan pada gilirannya akan meningkatkan pendapatan petani.ABSTRACTThe Effect of Mycorrhiza and Ameliorants on Leek Crops in the Volcanic Ash Contaminated Lands. Eruption of the Sinabung volcano in Karo district, North Sumatera province produced the unfavorable impact to the fertility of land and quality of agricultural products. The volcanic ash pollution caused soil pH reduction, the increasing level of Fe and S, and the soil compaction. A study on the application of ameliorant materials of manure, dolomite lime and mycorrhiza to leek crops was conducted in the contaminated land by volcanic ash, which was in Sirumbia village, Simpang Empat sub district, Karo district from May to October 2015. The results showed that in the contaminated land by volcanic ash, the application of ameliorant materials such as manure, dolomite lime or mycorrhiza were necessary without the application of these materials, the crop growth and yield were significantly lower than with application. The highest yield of leek was 20.83 t/ha produced by the application of 100% fertilizers i.e Urea, SP-36 and KCl up to 400, 200 and 150 kg/ha respectively and it was followed with the addition of 5 t/ha manure, 500 kg/ha dolomite lime and 10/single plant.  The application of mycorrhiza and fertilizers could increase crops productivity cultivated in the erupted land, thus it also can increase farmers’ income.  
PENGARUH PENGGUNAAN BIOPLUS DAN RATER DALAM PAKAN KAYA SERAT TERHADAP KINERJA DOMBA MUDA Erna Erna Winarti; Ari Widyastuti; Kurnianita Triwidyastuti
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 20, No 3 (2017): November 2017
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v20n3.2017.p221-230

Abstract

ABSTRACT The effects of supplementation of biopls and rater in fiber rich ration on lambs. The assessment on the use of probiotic, which were bioplus and rater on lambs was carried out in two stages, the first stage was selection of the best ration among 12 experimental rations tested in vitro. The second stage was in vivo assessment using 50 rams which were divided into 2 treatments of ration. Treatment 1 (P1) was using the hihgest in vitro dry matter digestibility ration and treatment 2 (P2) was P1supplemented with bioplus and rater. Observation was carried out on daily feed consumption, average dailygains and financial margin. The results showed that ration containing 30% maize cobs, 10% peanut straw and 10% peanut shells, had the highest dry matter digestibility. Supplementation of bioplus and rater, increased daily weight gain (P<0.05) and profit margin calculated as an income over feed cost. local sheep, fiber richration, bioplus, rater ABSTRAK Pengkajian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan bioplus dan rater, pada penggemukan domba dengan ransum berbasis bahan pakan berserat tinggi. Pengkajian dilakukan 2 tahap, tahap I memilihsatu kombinasi ransum dari 12 formula ransum yang di uji secara in vitro, selanjutnya dilakukan pengkajian tahap II adalah uji in vivo. Uji in vivo digunakan 50 domba jantan yang dibagi kedalam 2  perlakuan pakan. Perlakuan (P1) digunakan ransum terbaik hasil in vitro; perlakuan (P2) ransum terbaik hasil in vitro ditambah bioplus dan rater. Pengamatan dilakukan terhadap konsumsi pakan, pertambahan bobot badan harian dan perhitungan finansial. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa ransum dengan bahan sumber serat tongkol jagung 30% serta jerami dan kulit kacang masing-masing 10% memiliki kecernaan bahan kering paling tinggi. Penambahan bioplus dan rater meningkatkan pertambahan bobot badan harian domba secara nyata (P<0,05). Hasil perhitungan financial menujukkan bahwa perbaikan pakan disertai dengan penambahan bioplus dan rater pada penggemukan domba memberikan keuntungan yang paling tinggi.domba local, ransum kaya serat, bioplus, rate 
OPTIMASI PENGGUNAAN INPUT PRODUKSI USAHATANI UBI KAYU PADA LAHAN KERING DI JAWA TENGAH Dewi sahara; Agus Supriyo
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 20, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v20n2.2017.p91-100

Abstract

Optimization of The Use of Production Inputs on Cassava Farming on Dry Land in Central Java. The cassava farming in Central Java is not the main farming developed in dry land.   Utilization of dry land for cassava production requires adequate productin inputs.  This research aimed to know : 1) performance the use of production inputs, 2) factors that affect the production of cassava, and 3) optimization of the use of production inputs. The research was done in three areas of cassava development, namely Wonogiri, Pati and Purworejo district on April-December 2016.  Multiple regression linear was used to analysis the factors influencing production and was continued by optimization test.  The result showed that planting area and Phonska fertilizer have positive effect, while SP-36 fertilizer have negative effect on cassava production.  Therefore, to obtain the maximum production, the farmers reduce SP-36 fertilizer because it was not optimal and addition of Phonska fertilizer because it was less than optimal.optimization, production inputs, cassava Usahatani ubi kayu di Jawa Tengah merupakan usahatani sampingan yang dikembangkan di lahan kering.  Pemanfaatan lahan kering untuk usahatani ubi kayu memerlukan input produksi yang memadai.  Penelitian bertujuan untuk mengetahui : 1) keragaan penggunaan input produksi, 2) faktor-faktor yang mempengaruhi produksi ubi kayu, dan 3) optimasi penggunaan input produksi pada usahatani ubi kayu.  Penelitian dilaksanakan di tiga kabupaten yang merupakan wilayah pengembangan ubi kayu, yaitu di Kabupaten Wonogiri, Pati dan Purworejo pada bulan April-Desember 2016.  Untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi dengan menggunakan regresi linear berganda, dilanjutkan dengan uji optimasi penggunaan input produksi.  Hasil analisis fungsi produksi menunjukkan bahwa luas tanam dan pupuk Phonska berpengaruh positip, sedangkan pupuk SP-36 berpengaruh negatif terhadap produksi ubi kayu.  Oleh karena itu untuk mendapatkan produksi yang maksimal petani perlu mengurangi jumlah pupuk SP-36 karena sudah berlebih dan menambah pupuk Phonska karena jumlahnya belum optimal.optimasi, input produksi, ubi kayu

Filter by Year

2003 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 3 (2021): Desember 2021 Vol 24, No 2 (2021): Juli 2021 Vol 24, No 1 (2021): Maret 2021 Vol 23, No 3 (2020): November 2020 Vol 23, No 2 (2020): Juli 2020 Vol 23, No 1 (2020): Maret 2020 Vol 22, No 3 (2019): November 2019 Vol 22, No 2 (2019): Juli 2019 Vol 22, No 1 (2019): Maret 2019 Vol 21, No 3 (2018): November 2018 Vol 21, No 2 (2018): Juli 2018 Vol 21, No 1 (2018): Maret 2018 Vol 20, No 3 (2017): November 2017 Vol 20, No 2 (2017): Juli 2017 Vol 20, No 1 (2017): Maret 2017 Vol 19, No 3 (2016): November 2016 Vol 19, No 2 (2016): Juli 2016 Vol 19, No 1 (2016): Maret 2016 Vol 18, No 3 (2015): November 2015 Vol 18, No 2 (2015): Juli 2015 Vol 18, No 1 (2015): Maret 2015 Vol 17, No 3 (2014): November 2014 Vol 17, No 2 (2014): Juli 2014 Vol 17, No 2 (2014): Juli 2014 Vol 17, No 1 (2014): Maret 2014 Vol 17, No 1 (2014): Maret 2014 Vol 16, No 3 (2013): November 2013 Vol 16, No 2 (2013): Juli 2013 Vol 16, No.1 (2013): Maret 2013 Vol 15, No 2 (2012): Juli 2012 Vol 15, No 1 (2012): Maret 2012 Vol 15, No 1 (2012): Maret 2012 Vol 14, No 3 (2011): November 2011 Vol 14, No 3 (2011): November 2011 Vol 14, No 2 (2011): Juli 2011 Vol 14, No 2 (2011): Juli 2011 Vol 14, No 1 (2011): Maret 2011 Vol 14, No 1 (2011): Maret 2011 Vol 13, No 3 (2010): November 2010 Vol 13, No 3 (2010): November 2010 Vol 13, No 2 (2010): Juli 2010 Vol 13, No 2 (2010): Juli 2010 Vol 13, No 1 (2010): Maret 2010 Vol 13, No 1 (2010): Maret 2010 Vol 12, No 3 (2009): November 2009 Vol 12, No 3 (2009): November 2009 Vol 12, No 2 (2009): Juli 2009 Vol 12, No 2 (2009): Juli 2009 Vol 12, No 1 (2009): Maret 2009 Vol 12, No 1 (2009): Maret 2009 Vol 11, No 3 (2008): November 2008 Vol 11, No 3 (2008): November 2008 Vol 11, No 2 (2008): Juli 2008 Vol 11, No 2 (2008): Juli 2008 Vol 11, No 1 (2008): Maret 2008 Vol 11, No 1 (2008): Maret 2008 Vol 10, No 3 (2007): November 2007 Vol 10, No 3 (2007): November 2007 Vol 10, No 2 (2007): Juli 2007 Vol 10, No 2 (2007): Juli 2007 Vol 10, No 1 (2007): Juni 2007 Vol 10, No 1 (2007): Juni 2007 Vol 8, No 3 (2005): November 2005 Vol 8, No 3 (2005): November 2005 Vol 8, No 2 (2005): Juli 2005 Vol 8, No 2 (2005): Juli 2005 Vol 8, No 1 (2005): Maret 2005 Vol 8, No 1 (2005): Maret 2005 Vol 7, No 2 (2004): Juli 2004 Vol 7, No 2 (2004): Juli 2004 Vol 7, No 1 (2004): Januari 2004 Vol 7, No 1 (2004): Januari 2004 Vol 6, No 2 (2003): Juli 2003 Vol 6, No 2 (2003): Juli 2003 Vol 6, No 1 (2003): Januari 2003 Vol 6, No 1 (2003): Januari 2003 More Issue