cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jpptp06@yahoo.com
Editorial Address
Jalan Tentara Pelajar No. 10 Bogor, Indonesia
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian
Published by Kementerian Pertanian
ISSN : 1410959x     EISSN : 25280791     DOI : -
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (JPPTP) adalah media ilmiah penyebaran hasil penelitian/pengkajian inovasi pertanian untuk menunjang pembangunan pertanian wilayah.Jurnal ini memuat hasil penelitian/pengkajian primer inovasi pertanian, khususnya yang bernuansa spesifik lokasi. Jurnal diterbitkan secara periodik tiga kali dalam satu tahun.
Arjuna Subject : -
Articles 634 Documents
PERBEDAAN KAPASITAS DAN KAPABILITAS PETANI PADI DAN BAWANG MERAH DALAM UPAYA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS USAHATANI Maesti Mardiharini; Sumardjo -; Prabowo Tjitropranoto; Dwi Sadono
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 22, No 3 (2019): November 2019
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v22n3.2019.p342-356

Abstract

Capacity and Capability Differences on Rice and Shallot Farmers and the Impact on the Farming Productivity. During the last two decades there has been no stepping up in the production of rice and shallots farming. This is caused by low use of research innovation as well as the slow delivery of innovations to users. On the other hand, most of farmers' perceptions on extension workers are not entirely positive. The extension activities have not answered farmers need, and low impact on improving farmers' capacity and capability. The study objectives were (1) to analyze the differences on rice and shallot farmers capacity and capability, (2) to analyze the factors affected the farmers capacity and capability, and (3) to formulate a strategic approach to increase farmers capacity, capability and their farm productivity. The research was carried out through a structured survey of rice farmers in Subang and Boyolali Districts (n=270), and shallot farmers in Cirebon, Brebes, and Grobogan districts (n=249), from May to December 2018. The results of study showed that there was differences in capacity dan capability between rice farmers and shallot farmers affecting productivity among farmers and production gaps at the farm level. The use of innovation as a result of extension activities, had a high opportunity to increase in farmers' production and income. On shallots farmers the The productivity difference among farmers on shallot commodity was relatively high, because of the gap in the application of innovation in farming activities, so that the increase in capability did not directly affect on the production and income of farmers.  
UJI ADAPTASI VARIETAS UNGGUL PADI TADAH HUJAN KABUPEN JAYAPURA, PAPUA Petrus Alexander Beding; Batseba M. W. Tiro
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 22, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v22n2.2019.p165-174

Abstract

Teknologi budidaya dan penggunaan Varietas unggul merupakan salah satu komponen utama dalam meningkatkan produktivitas padi di lahan tadah hujan. Pengkajian bertujuan untuk mengevaluasi keragaan varietas unggul padi di lahan sawah tadah hujan yang dibudidayakan  dengan pendekatan Pengelolaan tanaman terpadu (PTT).  Kegiatan ini dilaksanakan di kampung Benyom Jaya 1 Distrik Nimbokrang Kabupaten Jayapura Provinsi Papua, pada bulan April sampai September 2017 menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang diulang sebanyak 4 kali.  Varietas yang digunakan yaitu  varietas unggul Inpari 7, Inpari 30, Inpari 32 dan Inpari 33, ditanam dalam petakan berukuran 3 ha.  Luas petak percobaan untuk masing masing perlakuan adalah 20 x 20 m2 . Parameter yang  dievaluasi meliputi : tinggi tanaman, jumlah anakan, komponen hasil dan serangan hama dan penyakit. Hasil kajian menunjukkan bahwa varietas Inpari 33 memberikan keragaan pertumbuhan dan hasil yang berbeda nyata dengan varietas Inpari 30, Inpari 7 dan Inpari 32. Varietas yang sesuai dan berdaya hasil tinggi di lokasi pengkajian adalah varietas produksi tinggi diperoleh dari  varietas Inpari 33 (5,9 t/ha) dan terendah varietas Inpari 32 (4,47 t/ha).
ELASTISITAS HARGA TERHADAP PENAWARAN OUTPUT DAN PERMINTAAN INPUT USAHATANI JAGUNG DI KABUPATEN GROBOGAN, JAWA TENGAH Dewi Sahara; Tota Suhendrata
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 22, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v22n2.2019.p227-237

Abstract

Permintaan jagung cenderung meningkat, namun harganya juga relatif berfluktuasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perubahan harga output dan harga input terhadap penawaran jagung dan permintaan input produksi. Kegiatan dilaksanakan pada bulan September – Nopember 2016 dengan metode survey terhadap 30 petani jagung di Desa Boloh, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan.  Data yang dikumpulkan meliputi data karakteristik rumah tangga, jumlah dan harga input, jumlah dan harga jagung. Data dianalisis dalam bentuk pangsa biaya menggunakan metode Seemingly Unrelated Regression (SUR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penawaran output terhadap harga sendiri bersifat elastis dengan tanda positif, sedangkan terhadap harga input bertanda negatif dan bersifat inelastis, kecuali terhadap permintaan pupuk Urea.  Elastisitas permintaan input terhadap harga sendiri bertanda negatif dan inelastis kecuali terhadap permintaan pupuk Urea dan tenaga kerja bersifat elastis, sedangkan terhadap harga input lainnya besaran dan tandanya bervariasi.  Luas areal tanam bersifat inelastis terhadap permintaan input produksi. Demikian pula dengan pendidikan dan pengalaman usahatani bersifat inelastis kecuali terhadap permintaan tenaga kerja bersifat elastis. Oleh karena itu untuk meningkatkan produksi jagung dapat dilakukan dengan meningkatkan harga jagung, memperluas areal tanam dan meningkatkan kapabilitas sumberdaya petani.
KAJIAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PILIHAN INOVASI PERTANIAN PERKOTAAN DI WILAYAH JAKARTA SEKITARNYA Astrina Yulianti,STP, MM; Yovita Anggita Dewi; ume humaedah; maesti mardiharini
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 22, No 3 (2019): November 2019
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v22n3.2019.p314-335

Abstract

The Study of Influencing Factors on The Decisions of Urban Farming’s Innovation in Jakarta and its Nearby Cities. Urban farming has begun to be widely known and interested by urban communities. In Indonesia, its development has considered as one of the food security efforts. Limitations on land and management skills became the basis of government programs by the Ministry of Agriculture to disseminate urban farming innovations, particularly in Jakarta  by running the three of dissemination models consist of “Agro-park and Innovation-mart” (Tagrimart/TA), Extension Communication (KP) and Bio-industry (BI). The study aimed to determine the factors that influenced the decissions of urban farming innovation which were applied through three models of dissemination and the modifications that were carried out as creativities after the implementation of urban farming innovation. Jakarta and its nearby cities were selected as study area. Data was collected during October-November 2016. Analysis of the study was generated using correlation tests, multiple linear regression, and ordinal regression of 14 variables. Factors significantly influenced the number of applied innovation were dissemination channels, perception of the roles of urban farming, as well as knowledge and skills. Futhermore, the number of applied innovation became a significant influenced factor to creativity (the ability in modifying innovation).   Pertanian perkotaan mulai banyak dikenal dan diminati masyarakat urban. Pengembangannya di Indonesia dianggap bagian dari upaya mewujudkan ketahanan pangan rumah tangga. Keterbatasan lahan dan keterampilan pengelolanya menjadi landasan program pemerintah khususnya Kementerian Pertanian untuk mendiseminasikan inovasi pertanian perkotaan, untuk wilayah Jakarta melalui model diseminasi Taman Agro dan Agro Inovasi mart (Tagrimart/TA), Komunikasi Penyuluh (KP), dan Bioindustri (BI). Kajian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pilihan inovasi pertanian perkotaan yang diterapkan melalui tiga model diseminasi tersebut. Jakarta dan sekitarnya dipilih sebagai lokasi kajian. Data dikumpulkan pada bulan Oktober-November tahun 2016. Analisis dilakukan menggunakan uji korelasi, regresi linear berganda, dan regresi ordinal terhadap total 14 variabel. Faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap jumlah inovasi yang diterapkan terdiri dari: saluran diseminasi, persepsi terhadap peran pertanian perkotaan, serta pengetahuan dan keterampilan. Lebih lanjut, faktor jumlah inovasi yang diterapkan memberikan pengaruh signifikan terhadap kreativitas (kemampuan dalam modifikasi inovasi).
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI PADI SAWAH (Oryza sativa L.) DI KABUPATEN SERDANG BEDAGAI Sri Endah Nurzannah; Moral Abadi Girsang; Khadijah El Ramija
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 23, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v23n1.2020.p11-25

Abstract

Factors Influencing Production of Wetland Paddy (Oryza sativa L.) in Serdang Bedagai District. Sedang Bedagai Regency is one of rice producing areas in North Sumatra with the production is increasing from year to year. Production of wetland paddy is determined by total paddy area, harvested area, plant pest, and other production factors. The purpose of this research was to find influence of total paddy area, harvested area, and pest attacked area to rice production in Serdang Bedagai District, North Sumatera.The data used was the data series of rice production in the period of 2007-2017 (11 years). Multiple linear regression analysis was employed to analyze those data. The results showed that rice production in the study area was influenced by total paddy area, harvested area, pest attacked area as shown by the value of F-count > F-table. Furthermore, t-test showed that  only harvested area variable had a positive correlation on the rice production while land area and pest attacked area shown negative correlation.Keywords: wetland paddy, production, Serdang Bedagai  ABSTRAK Kabupaten Serdang Bedagai menjadi salah satu daerah penghasil beras di Provinsi Sumatera Utara dengan produksi yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Produktivitas padi sangat ditentukan oleh penggunaan faktor-faktor produksi seperti luas lahan, luas panen, organisme pengganggu tanaman (OPT), dan faktor produksi lainnya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh luas lahan, luas panen, dan luas serangan OPT terhadap produksi padi sawah di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Data yang digunakan dalam penelitian adalah data deret waktu (time series) dari tahun 2007-2017 (11 tahun). Analisis regresi linier berganda digunakan untuk menganalisis data tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi beras di Kabupaten Serdang Bedagai dipengaruhi oleh total luas padi, luas panen, dan luas serangan OPT yang ditunjukkan oleh nilai F-hitung> F-tabel. Uji-t menunjukkan bahwa hanya variabel luas panen yang memiliki korelasi positif terhadap produksi beras, sedangkan luas lahan dan daerah yang terserang OPT menunjukkan korelasi negatif.Kata kunci: padi sawah, produksi, Serdang Bedagai
PENGATURAN PEMBUNGAAN TANAMAN JAMBU BIJI (Psidium guajava L.) ‘KRISTAL’ MELALUI APLIKASI WAKTU STRANGULASI YANG BERBEDA RA Diana Widyastuti; Slamet Susanto; Maya Melati; Ani Kurniawati
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 22, No 3 (2019): November 2019
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v22n3.2019.p259-266

Abstract

ABSTRACT Arrangement of Guava Flowering (Psidium guajava L.) ‘Krystal’ through the Application of Different Strangulation Times. The seasonal production of guava (Psidium guajava) requires flowering manipulation technique such strangulation in order to be available throughout the years. This study aimed to explain the relationship between strangulation time, the period of flowering and harvesting of guava cv 'Krystal'. The experiment was conducted from February to December 2017, in Cikabayan experimental garden of IPB University, Bogor, Indonesia. The experiment used a completely randomized design with single factor, i.e strangulation times that consisted of control (no strangulation), strangulation in March, in April and in May. The results showed that strangulation treatment was able to accelerate the emergence of flowers and increase the number of generative shoots, the number of flowers per tree and the number of fruits harvested. The increase of flowering response on strangulated trees was supported by a higher leaf C/N compared to control, which is related to the low leaf N content in strangulation treatments. The strangulation treatment could accelerate the time of flower emergence six days earlier than control.  Keywords: guava, C/N, flowering induction, ringing, seasonal production ABSTRAK Produksi buah jambu biji (Psidium guajava) yang bersifat musiman memerlukan teknik pengaturan pembungaan agar dapat tersedia sepanjang tahun. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan keterkaitan antara waktu strangulasi dengan pola pembungaan dan panen buah jambu biji ‘Kristal’. Percobaan dilaksanakan mulai Februari sampai Desember 2017, di Kebun Percobaan Cikabayan IPB Bogor. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor tunggal yaitu waktu strangulasi yang terdiri dari 4 (empat) taraf, yakni tanpa strangulasi, strangulasi bulan Maret, strangulasi bulan April dan strangulasi bulan Mei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan strangulasi mampu mempercepat munculnya bunga dan meningkatkan jumlah tunas generatif, jumlah bunga per pohon, jumlah bakal buah per pohon dan jumlah buah yang dipanen. Peningkatan respon pembungaan akibat strangulasi didukung oleh C/N daun yang lebih tinggi dibandingkan tanpa stangulasi, yang berhubungan dengan rendahnya kandungan nitrogen daun pada perlakuan strangulasi. Perlakuan strangulasi mampu mempercepat waktu muncul bunga 6 hari lebih cepat dibandingkan tanpa strangulasi.Kata kunci: jambu biji, C/N, induksi pembungaan, pencekikan batang, produksi musiman
KERAGAAN VARIETAS PADI MUSIM TANAM II MELALUI INOVASI TEKNOLOGI PADA LAHAN SAWAH TADAH HUJAN DI KABUPATEN KONAWE SELATAN PROVINSI SULAWESI TENGGARA Edi Tando; Muh Asaad
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 23, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v23n1.2020.p93-106

Abstract

Performance of Rice Varieties in the Second Plant Season Through Technological Innovation on Rainfed Lands in South Konawe District Southeast Sulawesi Province.  Ministry of Agriculture has targeted food self-sufficiency since 2015. Rainfed lowland rice fields are land which in a year is planted with at least one paddy with irrigation depending on rainfall. One effort to increase rice production in rainfed lowland rice fields is through the introduction of new high yielding varieties (HYVs) produced by the Indonesian Agency for Agricultural Research and Development (IAARD). The research objective was to assess the performance of rice crop varieties in the second planting season (June - October) conducted by Assessment Institute for Agricultural Technology on rainfed lowland in South Konawe District, Southeast Sulawesi Province. The assessment used four rice varieties as treatments which were Inpari 6, Inpari 15, Inpari 30 and Ciherang and six replications. The results showed that the Inpari 6 and Inpari 30 HYVs demonstrated the best plant growth while Inpari 6 performanced the highest dry grain production which was 5.72 t/ha. Inpari 6 and Inpari 30 were potential HYVs of rice developed on rainfed lowland in South Konawe District. HYVs which had been tested on rainfed lowland in study site had an early maturity, high productivity as well a sresistant to plant hopper pests and leaf blight. The profit of farming by implementing Inpari 6 was 11,432,525 IDR with R/C of 2.11 asfor Inpari 30 VUB was 10,570,825 IDR with R/C of 1.33.Keywords: rice, new high yielding varieties, rainfed land, performance  ABSTRAKKementerian Pertanian telah menargetkan swasa sembada pangan sejak tahun 2015. Lahan sawah tadah hujan adalah lahan yang dalam setahunnya minimal ditanami satu kali padi sawah dengan pengairannya bergantung pada curah hujan. Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi padi pada lahan sawah tadah hujan yaitu melalui introduksi varietas unggul baru (VUB) yang dihasilkan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Tujuan penelitian yaitu mengkaji keragaan varietas tanaman padi pada musim tanam II (Juni – Oktober) melalui inovasi teknologi pertanian pada lahan sawah tadah hujan di Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara. Pengkajian menggunakan 4 (empat) perlakuan varietas padi yaitu Inpari 6, Inpari 15, Inpari 30 dan Ciherang. Rancangan Penelitian Rancangan Acak Kelompok (RAK) sebanyak 4 (empat) perlakuan dengan 6 (enam) ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa VUB Inpari 6 dan Inpari 30 memberikan pertumbuhan tanaman terbaik sedangkan VUB Inpari 6 memberikan produksi gabah kering panen tertinggi yaitu 5,72 t/ha pada lahan sawah tadah hujan di Kabupaten Konawe Selatan. VUB Inpari 6 dan Inpari 30 merupakan VUB padi yang potensial dikembangkan pada lahan sawah tadah hujan di Kabupaten Konawe Selatan. VUB yang telah diujikan pada lahan sawah tadah hujan di lokasi kajian memiliki umur genjah, produktivitas tinggi, tahan terhadap hama wereng batang dan penyakit hawar daun. Keuntungan usahatani dengan menggunakan Inpari 6 sebesar Rp. 11.432.525 dengan R/C 2,11 sedangkan Inpari 30 sebesar Rp. 10.570.825 dengan R/C 2,33.Kata kunci: padi, varietas unggul baru, lahan sawah tadah hujan, keragaan
DAYA HASIL PADI LAHAN KERING VARIETAS INPAGO 9, INPAGO 11, DAN UNSOED DI PROVINSI ACEH Fenty Ferayanti; Idawanni -; Lamhot Edy Pakpahan
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 22, No 3 (2019): November 2019
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v22n3.2019.p336-341

Abstract

ABSTRACT Yield Performance of Inpago 9, Inpago 11, and Unsoed Varieties Dryland Rice in Aceh Province. The availability of large areas in dry land is not a limited factor in efforts to develop rice in Aceh. One of alternative in the development of rice cultivation in dry land can be done by using drought resistance varieties. The purpose of this study was to assess the best adaptive varieties to drought which can increase rice yield, thus it can be recommended to farmers to be developed in dryland. The study was conducted in dry land in Krueng Meriam Village, Tangse Sub district, Pidie District with an area of ± 2 ha from March to December 2018. The experimental farm design used was factorial Randomized Block Design (RBD) with three replications. The first factor was variety (V) consisting of  3 levels, namely V1 = Inpago 9, V2 = Inpago 11, V3 = Unsoed, while the second factor was the dose of fertilizers (P) which consisted of 2 factors namely P1 = Specific Location (Urea 200 kg/ha, NPK = 200 kg/ha) and P2 = Recommendation (Urea 250 kg, NPK 300 kg/ha). Data were analyzed using Microsoft Ecxel. Observation parameters included growth and yield components. The results showed that Inpago 9, Inpago 11 and Unsoed varieties displayed a high agronomic character and the number of tillers differed from one another, but the yield was not significantly different which was 4 tons/ha. All three varieties are adaptive to dry land in Aceh.Keywords: dryland rice, yield, Inpago 9, Inpago 11, Unsoed ABSTRAK Ketersediaan lahan kering yang luas tidaklah menjadi faktor pembatas dalam upaya pengembangan padi di Aceh. Salah satu alternatif dalam pengembangan budidaya padi pada lahan kering adalah dengan memanfaatkan varietas-varietas tahan terhadap kekeringan. Tujuan dari penelitian adalah mengkaji varietas unggul adaptif kekeringan sehingga dapat meningkatkan hasil padi. Dengan demikian dapat dianjurkan kepada petani untuk dikembangkan di lahan kering. Penelitian dilaksanakan di lahan kering di Desa Krueng Meriam Kecamatan Tangse Kabupaten Pidie dengan luas ± 2 ha yang dilakukan pada bulan Maret hingga Desember 2018. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial dengan tiga ulangan. Faktor pertama yaitu varietas (V) terdiri dari 3 taraf yaitu V1 = Inpago 9, V2 = Inpago 11, dan V3 = Unsoed, sedangkan faktor kedua yaitu dosis pemupukan (P) yang terdiri dari 2 faktor yaitu P1 = Spesifik Lokasi (Urea 200 kg/ha, NPK = 200 kg/ha) dan P2 = Rekomendasi (Urea 250 kg, NPK 300 kg/ha). Data dianalisis menggunakan microsoft ecxel. Parameter pengamatan meliputi pertumbuhan dan komponen hasil. Hasil penelitian menunjukkan varietas Inpago 9, Inpago, 11, dan UNSOED menampilkan karakter agronomis tinggi dan jumlah anakan yang berbeda satu dengan yang lainnya, namun memiliki daya hasil yang tidak berbeda nyata yang mencapai 4 ton/ha. Ketiga varietas tersebut adaptif pada lahan kering di Aceh.Kata kunci: padi gogo, hasil, Inpago 9, Inpago 11, Unsoed
KERAGAAN MORFOLOGI DAN HASIL VARIETAS UNGGUL BARU PADI DENGAN PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU DILAHAN SAWAH TADAH HUJAN KABUPATEN JEPARA Budi Winarto; Sodiq Jauhari
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 22, No 1 (2019): Maret 2019
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v22n1.2019.p133-144

Abstract

Morphology Performances and Yield of New Superior Rice Variety with Integrated Crop Management in Rainfedland Jepara District. One constraint for increasing rice production in rainfedland Jepara District is the availability of adaptive improved rice varieties with high yield. The purpose of this assessment are: (1) to analyze the morphological performance and yield potential of some new superior varieties in rainfedland Jepara District (2) to assess the level of main rice pest and diseases attack and the presence of natural pest’s enemies, and (3) to assess the responses and perceptions of farmers towards integrated crop management applications in rice production. The assessment was conducted in ranfedland Mayong Kidul Village, Mayong Sub-district, Jepara District by involving Lestari Farmer’s Group on the second planting season of 2015. The assessment also employed A Randomized Block Design with three replications and rice variety as treament: Inpari-30, Inpari-31, Inpari-10, Conde, mekongga and varietas Ciherang as the control variety.  The collected data of morphology and rice yield were analyzed using analysis of variance,  then the mean difference values between treatments was further tested using the least significant difference test at p = 0.05. The results showed that there were influences of rice varieties on plant height, number of tillers, pests and diseaces as well as yield and yield component of the five rice varieties. The Mekongga variety is the most suitable rice variety that could be used in rainfedland in order to improve rice productivity in rainfedland of Jepara District. This variety could produce dry rice grain up to 6.8 tons/ha, with 105.5 cm plant height, 14.1 productive tillers, 23.7 cm panicle length 566 and 176 number of filled and empty grains 5 panicles respectively, 4.5 pest and diceases attack level, and is able to increase grain yield up to 30.7% compared to that of control variety. Respondent farmers have a positive perception to the concept of integrated crop management with a value of 68.3%. The implication of these results is that the utilization of new superior rice varieties especially Mekongga have a high potential for improving rice productivity in rainfedland of Jepara District.  Keywords: New Superior Rice Varieties, rainfedland, ICM, Jepara ABSTRAK Keragaan Morfologi dan Hasil Varietas Unggul Baru Padi dengan Pengelolaan Tanaman Terpadu di Kabupaten Jepara.  Salah satu kendala peningkatan produktivitas padi di lahan sawah tadah hujan Kabupaten Jepara adalah ketersediaan varietas unggul yang adaptif dengan produktivitas tinggi. Tujuan pengkajian ini adalah (1) mengkaji keragaan morfologi dan potensi hasil beberapa VUB padi di lahan sawah tadah hujan (2) mengkaji tingkat serangan hama dan penyakit utama padi serta keberadaan musuh alami hama, dan (3) mengkaji respon dan persepsi petani terhadap penerapan PTT padi. Pengkajian dilakukan di lahan sawah tadah hujan Desa Mayong Kidul Kecamatan Mayong Kabupaten Jepara, Kelompok Tani Lestari pada musim tanam ke-2 tahun 2015. Pengkajian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan tiga ulangan dan sebagai perlakuan adalah varietas padi: Inpari-30, Inpari-31, Inpari-10, Conde dan mekongga serta varietas Ciherang sebagai pembanding. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis varian (anova), selanjutnya perbedaan nilai tengah antar perlakuan diuji lanjut menggunakan uji beda nyata terkecil (BNT) pada p=0.05. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh nyata varietas padi terhadap tinggi tanaman, jumlah anakan, perkembangan OPT, hasil dan komponen hasil gabah dari kelima varietas tanaman padi yang diuji. Varietas Mekongga merupakan VUB padi yang paling sesuai ditanam di lokasi pengkajian dalam rangka meningkatkan produktivitas padi. Varietas ini menghasilkan gabah kering giling hingga 6.8 ton/ha, tinggi tanaman 105.5 cm, jumlah anakan produktif 14.1, panjang malai  23.7 cm, jumlah gabah bernas 566 butir  per 5 malai, jumlah gabah hampa 176 gabah hampa per 5 malai dan tingkat serangan OPT 4,5%, serta  mampu meningkatkan hasil gabah hingga 30.7% dibanding kontrol. Petani juga memiliki persepsi positif terhadap konsep PTT dengan nilai mencapai 68.3%. Implikasi hasil kajian ini adalah pemanfaatan VUB padi terutama Mekongga memiliki potensi tinggi dalam meningkatkan produktivitas padi di lahan sawah tadah hujan Kabupaten Jepara. Kata kunci: VUB padi, tadah hujan, PTT, Jepara 
PERSEPSI PETANI PARTISIPATIF TERHADAP ATRIBUT INOVASI DAN POTENSI ADOPSI PAKET TEKNOLOGI PRODUKSI LIPAT GANDA BAWANG MERAH Adhitya Marendra Kiloes; Puspitasari Puspitasari; Yudi Sastro
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 22, No 1 (2019): Maret 2019
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v22n1.2019.p1-13

Abstract

Perception of Participatory Farmers on Innovation Characteristics and Adoption Potential of Shallot’s Multiple Production Technology Package. Multiple productions (PROLIGA) of shallot technology is a shallot technology package that presented by Indonesian Center or Horticultural Research and Development, IAARD, Ministry of Agriculture. This technology contains some of the technology components that can increase the productivity of shallot from only 10 tonnes/ha becomes more. The purpose of this research is to identify the perception of participatory farmers about the innovation characteristics and adoption potential of each shallot’s PROLIGA technology components. A pilot of shallot’s PROLIGA technology has been done in Sukarami’s Agro Science Park, Solok Regency to provide a pilot about this technology to the farmers by involving 30 participatory farmers. Result from this research is almost all of the participatory farmers considered the shallot’s PROLIGA technology components have relative advantage, compatible, not complex, easy to observe, and easy to try except in True Seed of Shallot (TSS) technology component that becomes the technology that incompatible, very complex, and hard to try. Adoption potential of each technology components also high except in TSS technology components. It needs to consider the availability and easiness of the technology so it can be applicable.  Keywords: shallot, PROLIGA, innovation characteristics, adoption potential, participative farmersABSTRAK Paket teknologi Produksi Lipat Ganda (PROLIGA) bawang merah merupakan paket teknologi budidaya bawang merah yang diperkenalkan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura, Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian. Paket yang terdiri dari beberapa komponen teknologi ini mampu meningkatkan produktivitas bawang merah dari yang awalnya hanya 10 ton/ha menjadi lebih berlipat ganda. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi persepsi petani partisipatif terhadap karakteristik inovasi teknologi serta potensi adopsi dari masing-masing komponen teknologi PROLIGA bawang merah. Sebuah demplot teknologi PROLIGA bawang merah dilakukan di Taman Sains Pertanian (TSP) Sukarami, Kabupaten Solok untuk memberikan percontohan mengenai teknologi ini kepada para pengguna dengan melibatkan 30 orang petani partisipatif. Hasil dari penelitian ini adalah petani partisipatif menilai hampir seluruh komponen teknologi PROLIGA bawang merah memiliki keunggulan relatif, sesuai, tidak rumit, mudah untuk diamati, dan mudah untuk diuji coba kecuali pada komponen teknologi penggunaan True Seed of Shallot (TSS) yang dinilai oleh mayoritas petani sebagai komponen teknologi yang sangat tidak sesuai, sangat rumit, dan sangat sulit untuk diuji coba. Potensi adopsi komponen-komponen teknologi PROLIGA bawang merah juga tinggi kecuali pada komponen teknologi penggunaan TSS. Agar teknologi dapat diterima perlu diperhatikan ketersediaan teknologi dan kemudahan untuk diaplikasikan di lapangan..Kata kunci: bawang merah, PROLIGA, karakteristik inovasi, potensi adopsi, petani partisipatif

Filter by Year

2003 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 3 (2021): Desember 2021 Vol 24, No 2 (2021): Juli 2021 Vol 24, No 1 (2021): Maret 2021 Vol 23, No 3 (2020): November 2020 Vol 23, No 2 (2020): Juli 2020 Vol 23, No 1 (2020): Maret 2020 Vol 22, No 3 (2019): November 2019 Vol 22, No 2 (2019): Juli 2019 Vol 22, No 1 (2019): Maret 2019 Vol 21, No 3 (2018): November 2018 Vol 21, No 2 (2018): Juli 2018 Vol 21, No 1 (2018): Maret 2018 Vol 20, No 3 (2017): November 2017 Vol 20, No 2 (2017): Juli 2017 Vol 20, No 1 (2017): Maret 2017 Vol 19, No 3 (2016): November 2016 Vol 19, No 2 (2016): Juli 2016 Vol 19, No 1 (2016): Maret 2016 Vol 18, No 3 (2015): November 2015 Vol 18, No 2 (2015): Juli 2015 Vol 18, No 1 (2015): Maret 2015 Vol 17, No 3 (2014): November 2014 Vol 17, No 2 (2014): Juli 2014 Vol 17, No 2 (2014): Juli 2014 Vol 17, No 1 (2014): Maret 2014 Vol 17, No 1 (2014): Maret 2014 Vol 16, No 3 (2013): November 2013 Vol 16, No 2 (2013): Juli 2013 Vol 16, No.1 (2013): Maret 2013 Vol 15, No 2 (2012): Juli 2012 Vol 15, No 1 (2012): Maret 2012 Vol 15, No 1 (2012): Maret 2012 Vol 14, No 3 (2011): November 2011 Vol 14, No 3 (2011): November 2011 Vol 14, No 2 (2011): Juli 2011 Vol 14, No 2 (2011): Juli 2011 Vol 14, No 1 (2011): Maret 2011 Vol 14, No 1 (2011): Maret 2011 Vol 13, No 3 (2010): November 2010 Vol 13, No 3 (2010): November 2010 Vol 13, No 2 (2010): Juli 2010 Vol 13, No 2 (2010): Juli 2010 Vol 13, No 1 (2010): Maret 2010 Vol 13, No 1 (2010): Maret 2010 Vol 12, No 3 (2009): November 2009 Vol 12, No 3 (2009): November 2009 Vol 12, No 2 (2009): Juli 2009 Vol 12, No 2 (2009): Juli 2009 Vol 12, No 1 (2009): Maret 2009 Vol 12, No 1 (2009): Maret 2009 Vol 11, No 3 (2008): November 2008 Vol 11, No 3 (2008): November 2008 Vol 11, No 2 (2008): Juli 2008 Vol 11, No 2 (2008): Juli 2008 Vol 11, No 1 (2008): Maret 2008 Vol 11, No 1 (2008): Maret 2008 Vol 10, No 3 (2007): November 2007 Vol 10, No 3 (2007): November 2007 Vol 10, No 2 (2007): Juli 2007 Vol 10, No 2 (2007): Juli 2007 Vol 10, No 1 (2007): Juni 2007 Vol 10, No 1 (2007): Juni 2007 Vol 8, No 3 (2005): November 2005 Vol 8, No 3 (2005): November 2005 Vol 8, No 2 (2005): Juli 2005 Vol 8, No 2 (2005): Juli 2005 Vol 8, No 1 (2005): Maret 2005 Vol 8, No 1 (2005): Maret 2005 Vol 7, No 2 (2004): Juli 2004 Vol 7, No 2 (2004): Juli 2004 Vol 7, No 1 (2004): Januari 2004 Vol 7, No 1 (2004): Januari 2004 Vol 6, No 2 (2003): Juli 2003 Vol 6, No 2 (2003): Juli 2003 Vol 6, No 1 (2003): Januari 2003 Vol 6, No 1 (2003): Januari 2003 More Issue