cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa TEUB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2016)" : 25 Documents clear
ANALISIS PENGARUH SUDUT POINTING ANTENA TERHADAP QUALITY Of SERVICE (QoS) VARIAN REAL TIME POLLING SERVICE (RTPS) PADA WiMAX 802.16D Rama Whidi Whiska; ali Mustofa; Rusmi Ambarwati
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Worldwide Interoperability for Microwave Access (WiMAX) IEEE 802.16d merupakan salah satu teknologi yang mampu memberikan data secara cepat dan efisien secara nirkabel. Dalam implementasinya, WiMAX memiliki kekhawatiran apakah perubahan sudut pointing pada antena penerima mempengaruhi coverage area sehingga sinyal yang diterima oleh antena penerima menjadi lemah dan performansi menjadi terganggu dengan cara melihat 4 parameter yaitu signal to noise ratio, throughput, delay dan packet loss. Sudut pointing antena penerima akan dirubah secara mekanik (manual). Hasil penelitian menunjukan untuk nilai throughput pada perubahan sudut pointing antena dengan sudut elevasi cenderung stabil dengan nilai 0,292 sampai 0,293 ms, sedangkan untuk data dengan sudut azimuth nilai tebesar 0,385 Mbit/s di sudut 0° dan nilai terkecil 0,311 Mbit/s. Nilai packet loss pada perubahan sudut pointing antena dengan sudut elevasi cenderung stabil dengan nilai 0 sampai 0,08%, sedangkan untuk data dengan sudut azimuth memiliki nilai terbesar 1,03 % dan nilai terkecil 0 %. Menurut standar TIPHON 2012, nilai packet loss pada sudut azimuth dan elevasi tergolong dalam kategori baik Nilai delay cenderung stabil pada data dari hasil pengukuran dengan sudut elevasi dengan nilai 11,64 sampai 11,65 ms. Sedangkan, nilai delay terbesar pada perubahan sudut pointing antena dengan sudut azimuth 19,56 ms di sudut 0° dan terkecil 15,87 ms di sudut 180°. Semua data nilai delay tergolong dalam kategori baik menurut ITU-T G.114 bahwa nilai delay yang baik. Nilai signal to noise ratio (SNR) terbesar terdapat pada sudut 0° di sudut azimuth dengan nilai 31,73 dB dan 0° di sudut elevasi dengan nilai 28,5 dB.Kata Kunci – WiMAX 802.16d, sudut pointing antena, QoS, live streaming
ALAT PENGONTROL SUHU DAN KELEMBABAN PADA BUDIDAYA TANAMAN ANGGREK MEGUNAKAN KONTROLER PID BERBASIS ARDUINO MEGA 2560 Moh. Ababiel Ramdhani; Bambang Siswojo; Goegoes Dwi Nusantoro
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa faktor yang sangat mempengaruhi dalam pembudidayaan tanaman anggrek yakni suhu dan kelembaban. Suhu sangat berpengaruh pada pertumbuhan dan pembungaan anggrek. Begitu juga dengan kelembaban. Oleh karena itu diperlukan sebuah alat yang dapat mengontrol suhu dan kelembaban lingkungan untuk budidaya tanaman anggrek sesuai dengan tempat habitat tumbuhnya. Pada penelitian dilakukan pada setpoint untuk suhu sebesar 230C dan untuk kendaali kelembaban pada range setpoint 60-70%RH yang sesuai dengan kebutuhan anggrek bulan.Pada sistem ini ini mengunakan kontroler PID pada kendali suhu dan kontroler ON-OFF pada kendali kelembaban. Kontrol PID pada sistem ini menggunakan metode Ziegler-Nichols 1 dari perhitungan didapatkan parameter Kp= 45,6; Ki= 4,56 dan Kd= 11,4. Pada pengujian tanpa gangguan didapatkan settling time untuk kendali suhu adalah 425 detik detik dengan nilai error steady state sebesar 0,09% dan settling tme untuk kendali kelembaban adalah 60 detik. Pada pengujuain dengan gangguan pemeberian udara panas selama 1 menit, menunjukkan bahwa respon sistem dapat kembali pada keadaan steady state dan mengalami proses recovery (pemulihan) kembali kedalam keadaan steady dalam waktu, untuk kendali suhu sebesar 525 detik dan untuk kelembaban sebesar 75 detik .Kata Kunci—Anggrek, Suhu dan Kelembaban, Kontroler PID, Kontroler ON-OFF.
PERANCANGAN SERIAL RECTIFIER ANTENNA DALAM UPAYA PENAMBAHAN DAYA SEBAGAI ALTERNATIF SUMBER TEGANGAN DC Mohammad Azharie H.; Rudy Yuwono; Dwi Fadila Kurniawan
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penelitian ini akan dibahas tentang perancangan Rangkaian Rectenna secara serial dalam upaya Penambahan Daya. Rectenna merupakan gabungan dari kata rectyfiing dan antenna yang merupakan alat untuk menangkap radiasi gelombang elektromagnetik dan dikonversi ke tegangan DC. Tegangan DC tersebut dapat digunakan untuk input atau sumber daya. Antena yang dipakai adalah Antena mikrostrip rectangular patch array pada frekuensi 1800 MHz, Antena Switch Polarity dengan Bandwidth 4600 MHz dan Rectifier yang dipakai adalah Rectifier yang menggunakan dioda schottky tipe HSMS 2820 sebanyak 4 buah, Pemilihan Antena berdasarkan penelitian sebelumnya yang disimulasikan dengan software CST (Computer Simulation Technology) dan telah disimulasikan dengan parameter Antena di bidang VSWR, Return Loss, dan Bandwidth. Rectifier dan Antena ini kemudian disusun secara serial untuk mendapatkan daya yang lebih banyak dari pada sebuah system Rectenna, untuk mengetahui performansi antena dan rectifier maka dilakukan pengukuran sistem rectena dengan rata-rata dari masing-masing system untuk Antena Rectangular Patch Array adalah 101.5 mV, kemudian untuk Antena Switch Polarity adalah 92.6 mV dan untuk tanpa Antena Penerima adalah 44.77 mV. Untuk meningkatkan tegangan dilakukan penyusunan rangkaian secara seri dan didapatkan rata-rata dari masing-masing system yang disusun seri untuk Antena Rectangular Patch Array adalah 179.57 mV, kemudian untuk Antena Switch Polarity adalah 126.23 mV dan untuk tanpa Antena Penerima adalah 73.4 mV. Kemudian untuk membuktikan Tegangan akan bertambah ketika jumlah rangkaian seri ditambah didapatkan pada studi kasus ini dengan tiga sistem Rectena yang disusun seri memiliki tegangan untuk Antena Rectangular Patch Array adalah 348.7 mV, kemudian untuk Antena Switch Polarity adalah 211.6 mV dan untuk tanpa Antena Penerima adalah 143 mV.Kata Kunci : Sistem Rectenna, Serial, Tegangan, Rectifier dan Antena.
PENSTABIL FREKUENSI OTOMATIS PADA GENSET Prasetyanto, Andi Wahyu; Hasanah, Rini Nur; Maulana, Eka
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada saat ini kebutuhan listrik sangat penting untuk mendukung berlangsungnya kehidupan di masyarakat maupun di perusahaan sehari-hari, Jika diamati di gedung-gedung perkantoran maupun di perusahaan semua mempunyai tenaga sumber listrik cadangan. yaitu menggunakan generator set untuk tenaga listrik cadangan ketika PLN mengalami gangguan. Misalnya Di dalam suatu perusahaan terdapat alat-alat elektronik seperti komputer, laptop, dan mesin-mesin mahal lainya yang sangat penting untuk mendukung pekerjaan sehari-hari, Apabila tidak ada sumber tenaga listrik cadangan maka tidak bisa melangsungkan pekerjaan dan sehingga kerugian yang harus dipertimbangkan. Didalam peralatan elektronik di Indonesia terdapat standar frekuensi kerja yaitu 50-60Hz,Listrik mempunyai dua istilah yaitu tegangan atau voltase dan frekuensi. Frekuensi variasi adalah frekuensi listrik yang selalu berubah-ubah. Umumnya di Indonesia frekuensi listriknya 50 Hz. Apabila frekuensi tidak memenuhi standar diatas Hal ini dapat menyebabkan hilang data pada perangkat lunak, sistem menjadi crash dan rusaknya peralatan elektronik.Kata kunci: Inverter, Unipolar SPWM, DriverMOSFET, Frekuensi
Karakteristik Fisik dan Elektris Minyak Zaitun Sebagai Alternatif Minyak Isolasi Pada Transformator Bagus Mitra S.; Moch. Dhofir; n/a Soemarwanto
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

.
PENGARUH PENAMBAHAN ARANG TEMPURUNG KELAPA TERHADAP RESISTANSI PENTANAHAN ELEKTRODA BERBENTUK SPIRAL PERSEGI PANJANG Muhamad Faishal Al Jauhary; Moch. Dhofir; n/a Soemarwanto
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jurnal ini menguraikan hasilpenelitian tentang pengaruh penambahan arangtempurung kelapa dengan variasi kedalamanpenanaman elektroda dan ketebalanpenambahan arang tempurung kelapa terhadapnilai resistansi pentanahan elektroda berbentukspiral persegi panjang. Ukuran variasikedalaman penanaman dan ketebalanpenambahan adalah 20 cm, 40 cm, 60 cm, 80 cmdan 100 cm. Ukuran variasi lebar persegipanjang elektroda pentanahan berbentuk spiralpersegi panjang adalah 20 cm dan 30 cm denganpanjang konduktor 5 meter yang besarnya sama.Pengukuran resistansi pentanahan denganmetode 3 titik. Dari hasil penelitian ini diperolehnilai resistansi pentanahan elektroda model 2menggunakan arang tempurung kelapa basahsebagai treatment dengan lebar persegi panjang30 cm dan panjang persegi panjang 60 cm padakedalaman penanaman 100 cm sebesar 13,5ohm.Kata kunci---variasi lebar persegi panjang,elektroda spiral persegi panjang, arangtempurung kelapa.
RANCANG BANGUN PENYESUAI IMPEDANSI ANTARA ANTENNA DAN RECTIFIER (RECTENNA) PADA FREKUENSI 470-806 MHz M. Sudiro; Rudy Yuwono; Endah Budi Purnomowati
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada jurnal ini akan dibahas tentangperancangan dan pembuatan Penyesuai Impedansijenis mikrostrip. Penyesuai Impedansi yangdirancang memiliki dua port, port input dan portoutput. Penyesuai Impedansi dirancang untukdiaplikasikan pada rectena, yaitu antara antennadan rectifier pada frekuensi 470 – 806 MHz denganmenggunakan bahan substrat FR4 (kosntantadielektrik εr = 3,9) dan bahan konduktor tembaga.Perancangan dan simulasi penyesuai impedansidilakukan menggunakan program CST MicrowaveStudio 2014. Hasil simulasi Penyesuai Impedansipada rentang frekuensi 479 – 799 MHzmenunjukkan nilai S11 dan S22 ≤ -13 dB dengannilai minimum -19,937 dB dan nilai maksimum -53,542 dB; untuk nilai S12 dan S21 ≤ -0,1 dBdengan nilai maksimum -0,18824 dB dan nilaiminimum -0,0071232 dB. Tegangan keluaran darirectenna meningkat antara 1,9 – 10 mV, setalahdipasang penyesuai impedansi ini.Kata Kunci: Penyesuai Impedansi, mikrostrip,antena televisi, rectenna.
SISTEM KONTROL SUHU DAN KELEMBABAN DENGAN KONTROLER FUZZY BERBASIS ARDUINO MEGA 2560 PADA BUDIDAYA JAMUR TIRAM Nur Yusuf Bahtiar; Mochammad Rusli; Bambang Siswojo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jamur tiram merupakan bahanmakanan yang paling banyak dikonsumsi dandibudidayakan daripada jenis jamur lainya.Pada penelitian ini dikembangkan pengontrolansuhu dan kelembaban pada ruangan jamur(kumbung jamur). Suhu dan kelembaban sangatberperan penting dalam proses budidaya jamurtiram ini. Sehingga penelitian ini difokuskanpada pengendalian suhu dan kelembabanmenggunakan metode KLF. Metode ini melaluibeberapa tahap, yaitu penentuan MembershipFunction (MF) dan fuzzifikasi, rule base daninferensi, serta defuzzifikasi.Proses pengontrolan suhu dan kelembabanini dilakukan pada suhu 23°C dan kelembabankumbung 85 %RH. Pada penelitian ini, prosesperancangan KLF dilakukan menggunakan 5Membership Function (MF) dengan metodeInferensi MIN-MAX Composition dan metodeDefuzzifikasi Weighted Average (WA). Hasilpengujian menunjukkan bahwa KLF cukupberhasil digunakan untuk menjaga suhu padasetpoint yang diinginkan dengan nilai errorsteady state (ess) suhu sebesar ????, ????????????????% dan????, ????????????????% untuk error steady state kelembaban.A.Kata Kunci: Jamur Tiram, UnitCondensing, Sensor SHT11, Driver MotorL298N, Kontrol Logika Fuzzy
RESISTANSI PENTANAHAN SISTEM GRID DENGAN PENAMBAHAN PASIR HITAM Indra Nugraha; Moch. Dhofir; n/a Soemarwanto
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jurnal ini menguraikan hasil Jurnal ini menguraikan hasil Jurnal ini menguraikan hasil Jurnal ini menguraikan hasil Jurnal ini menguraikan hasil Jurnal ini menguraikan hasil Jurnal ini menguraikan hasil Jurnal ini menguraikan hasil Jurnal ini menguraikan hasil Jurnal ini menguraikan hasil Jurnal ini menguraikan hasil Jurnal ini menguraikan hasil Jurnal ini menguraikan hasil Jurnal ini menguraikan hasil Jurnal ini menguraikan hasil Jurnal ini menguraikan hasil Jurnal ini menguraikan hasil Jurnal ini menguraikan hasil penelitian enelitian tentang tentang tentang penambahan pasir hitam pada penambahan pasir hitam pada penambahan pasir hitam pada penambahan pasir hitam pada penambahan pasir hitam pada penambahan pasir hitam pada penambahan pasir hitam pada penambahan pasir hitam pada penambahan pasir hitam pada penambahan pasir hitam pada penambahan pasir hitam pada penambahan pasir hitam pada penambahan pasir hitam pada penambahan pasir hitam pada penambahan pasir hitam pada penambahan pasir hitam pada penambahan pasir hitam pada penambahan pasir hitam pada penambahan pasir hitam pada penambahan pasir hitam pada penambahan pasir hitam pada penambahan pasir hitam pada sistem pentanahan grid pada lingkungan dengan sistem pentanahan grid pada lingkungan dengan sistem pentanahan grid pada lingkungan dengan sistem pentanahan grid pada lingkungan dengan sistem pentanahan grid pada lingkungan dengan sistem pentanahan grid pada lingkungan dengan sistem pentanahan grid pada lingkungan dengan sistem pentanahan grid pada lingkungan dengan sistem pentanahan grid pada lingkungan dengan sistem pentanahan grid pada lingkungan dengan sistem pentanahan grid pada lingkungan dengan sistem pentanahan grid pada lingkungan dengan sistem pentanahan grid pada lingkungan dengan sistem pentanahan grid pada lingkungan dengan sistem pentanahan grid pada lingkungan dengan sistem pentanahan grid pada lingkungan dengan sistem pentanahan grid pada lingkungan dengan sistem pentanahan grid pada lingkungan dengan sistem pentanahan grid pada lingkungan dengan sistem pentanahan grid pada lingkungan dengan sistem pentanahan grid pada lingkungan dengan sistem pentanahan grid pada lingkungan dengan sistem pentanahan grid pada lingkungan dengan sistem pentanahan grid pada lingkungan dengan sistem pentanahan grid pada lingkungan dengan sistem pentanahan grid pada lingkungan dengan sistem pentanahan grid pada lingkungan dengan sistem pentanahan grid pada lingkungan dengan sistem pentanahan grid pada lingkungan dengan resistansi tinggi dilakukan dengan beberapa resistansi tinggi dilakukan dengan beberapa resistansi tinggi dilakukan dengan beberapa resistansi tinggi dilakukan dengan beberapa resistansi tinggi dilakukan dengan beberapa resistansi tinggi dilakukan dengan beberapa resistansi tinggi dilakukan dengan beberapa resistansi tinggi dilakukan dengan beberapa resistansi tinggi dilakukan dengan beberapa resistansi tinggi dilakukan dengan beberapa resistansi tinggi dilakukan dengan beberapa resistansi tinggi dilakukan dengan beberapa resistansi tinggi dilakukan dengan beberapa resistansi tinggi dilakukan dengan beberapa resistansi tinggi dilakukan dengan beberapa resistansi tinggi dilakukan dengan beberapa resistansi tinggi dilakukan dengan beberapa resistansi tinggi dilakukan dengan beberapa resistansi tinggi dilakukan dengan beberapa resistansi tinggi dilakukan dengan beberapa resistansi tinggi dilakukan dengan beberapa resistansi tinggi dilakukan dengan beberapa resistansi tinggi dilakukan dengan beberapa resistansi tinggi dilakukan dengan beberapa resistansi tinggi dilakukan dengan beberapa resistansi tinggi dilakukan dengan beberapa variasi luasan variasi luasan variasi luasan variasi luasan variasi luasan variasi luasan variasi luasan variasi luasan variasi luasan elektroda, ketebalan penambahan elektroda, ketebalan penambahan elektroda, ketebalan penambahan elektroda, ketebalan penambahan elektroda, ketebalan penambahan elektroda, ketebalan penambahan elektroda, ketebalan penambahan elektroda, ketebalan penambahan elektroda, ketebalan penambahan elektroda, ketebalan penambahan elektroda, ketebalan penambahan elektroda, ketebalan penambahan elektroda, ketebalan penambahan elektroda, ketebalan penambahan elektroda, ketebalan penambahan elektroda, ketebalan penambahan elektroda, ketebalan penambahan elektroda, ketebalan penambahan elektroda, ketebalan penambahan elektroda, ketebalan penambahan elektroda, ketebalan penambahan pasir hitam dan variasi kedalamanpasir hitam dan variasi kedalamanpasir hitam dan variasi kedalamanpasir hitam dan variasi kedalaman pasir hitam dan variasi kedalamanpasir hitam dan variasi kedalaman pasir hitam dan variasi kedalamanpasir hitam dan variasi kedalamanpasir hitam dan variasi kedalamanpasir hitam dan variasi kedalamanpasir hitam dan variasi kedalamanpasir hitam dan variasi kedalaman pasir hitam dan variasi kedalaman pasir hitam dan variasi kedalamanpasir hitam dan variasi kedalaman pasir hitam dan variasi kedalamanpasir hitam dan variasi kedalaman pasir hitam dan variasi kedalamanpasir hitam dan variasi kedalaman pasir hitam dan variasi kedalamanpasir hitam dan variasi kedalaman pasir hitam dan variasi kedalamanpasir hitam dan variasi kedalamanpasir hitam dan variasi kedalaman penanaman penanaman penanaman penanaman penanaman penanaman elektroda elektroda elektrodaelektrodaelektroda. Variasi luasan elektroda dengan Variasi luasan elektroda dengan Variasi luasan elektroda dengan Variasi luasan elektroda dengan Variasi luasan elektroda dengan Variasi luasan elektroda dengan Variasi luasan elektroda dengan Variasi luasan elektroda dengan Variasi luasan elektroda dengan Variasi luasan elektroda dengan Variasi luasan elektroda dengan Variasi luasan elektroda dengan Variasi luasan elektroda dengan Variasi luasan elektroda dengan Variasi luasan elektroda dengan Variasi luasan elektroda dengan Variasi luasan elektroda dengan Variasi luasan elektroda dengan Variasi luasan elektroda dengan Variasi luasan elektroda dengan Variasi luasan elektroda dengan Variasi luasan elektroda dengan ukuran mesh 1 (50 cm x cm) dan 2 100 ukuran mesh 1 (50 cm x cm) dan 2 100 ukuran mesh 1 (50 cm x cm) dan 2 100 ukuran mesh 1 (50 cm x cm) dan 2 100 ukuran mesh 1 (50 cm x cm) dan 2 100 ukuran mesh 1 (50 cm x cm) dan 2 100 ukuran mesh 1 (50 cm x cm) dan 2 100 ukuran mesh 1 (50 cm x cm) dan 2 100 ukuran mesh 1 (50 cm x cm) dan 2 100 ukuran mesh 1 (50 cm x cm) dan 2 100 ukuran mesh 1 (50 cm x cm) dan 2 100 ukuran mesh 1 (50 cm x cm) dan 2 100 ukuran mesh 1 (50 cm x cm) dan 2 100 ukuran mesh 1 (50 cm x cm) dan 2 100 ukuran mesh 1 (50 cm x cm) dan 2 100 ukuran mesh 1 (50 cm x cm) dan 2 100 ukuran mesh 1 (50 cm x cm) dan 2 100 ukuran mesh 1 (50 cm x cm) dan 2 100 ukuran mesh 1 (50 cm x cm) dan 2 100 ukuran mesh 1 (50 cm x cm) dan 2 100 ukuran mesh 1 (50 cm x cm) dan 2 100 ukuran mesh 1 (50 cm x cm) dan 2 100 ukuran mesh 1 (50 cm x cm) dan 2 100 ukuran mesh 1 (50 cm x cm) dan 2 100 ukuran mesh 1 (50 cm x cm) dan 2 100 ukuran mesh 1 (50 cm x cm) dan 2 100 ukuran mesh 1 (50 cm x cm) dan 2 100 ukuran mesh 1 (50 cm x cm) dan 2 100 ukuran mesh 1 (50 cm x cm) dan 2 100 ukuran mesh 1 (50 cm x cm) dan 2 100 ukuran mesh 1 (50 cm x cm) dan 2 100 ukuran mesh 1 (50 cm x cm) dan 2 100 ukuran mesh 1 (50 cm x cm) dan 2 100 ukuran mesh 1 (50 cm x cm) dan 2 100 ukuran mesh 1 (50 cm x cm) dan 2 100 ukuran mesh 1 (50 cm x cm) dan 2 100 ukuran mesh 1 (50 cm x cm) dan 2 100 ukuran mesh 1 (50 cm x cm) dan 2 100 cm x 100 cm). V cm x 100 cm). Vcm x 100 cm). Vcm x 100 cm). Vcm x 100 cm). Vcm x 100 cm). Vcm x 100 cm). Vcm x 100 cm). Vcm x 100 cm). Vcm x 100 cm). Vcm x 100 cm). Vcm x 100 cm). Vcm x 100 cm). Vcm x 100 cm). Variasi ariasi ariasi ariasi ariasi ketebalan penambahanketebalan penambahan ketebalan penambahanketebalan penambahan ketebalan penambahan ketebalan penambahanketebalan penambahan ketebalan penambahanketebalan penambahanketebalan penambahanketebalan penambahan ketebalan penambahan pasirpasirpasirpasir hitam hitamhitam adalah 20 cm, 40 60 80 cm adalah 20 cm, 40 60 80 cm adalah 20 cm, 40 60 80 cm adalah 20 cm, 40 60 80 cm adalah 20 cm, 40 60 80 cm adalah 20 cm, 40 60 80 cm adalah 20 cm, 40 60 80 cm adalah 20 cm, 40 60 80 cm adalah 20 cm, 40 60 80 cm adalah 20 cm, 40 60 80 cm adalah 20 cm, 40 60 80 cm adalah 20 cm, 40 60 80 cm adalah 20 cm, 40 60 80 cm adalah 20 cm, 40 60 80 cm adalah 20 cm, 40 60 80 cm adalah 20 cm, 40 60 80 cm adalah 20 cm, 40 60 80 cm adalah 20 cm, 40 60 80 cm adalah 20 cm, 40 60 80 cm adalah 20 cm, 40 60 80 cm adalah 20 cm, 40 60 80 cm adalah 20 cm, 40 60 80 cm adalah 20 cm, 40 60 80 cm adalah 20 cm, 40 60 80 cm adalah 20 cm, 40 60 80 cm adalah 20 cm, 40 60 80 cm adalah 20 cm, 40 60 80 cm adalah 20 cm, 40 60 80 cm adalah 20 cm, 40 60 80 cm adalah 20 cm, 40 60 80 cm adalah 20 cm, 40 60 80 cm dan 100 cm.dan 100 cm.dan 100 cm. dan 100 cm.dan 100 cm.dan 100 cm.dan 100 cm.dan 100 cm.dan 100 cm.dan 100 cm. Variasi kedalaman penanamanariasi kedalaman penanamanariasi kedalaman penanaman ariasi kedalaman penanamanariasi kedalaman penanaman ariasi kedalaman penanamanariasi kedalaman penanamanariasi kedalaman penanamanariasi kedalaman penanamanariasi kedalaman penanaman ariasi kedalaman penanamanariasi kedalaman penanamanariasi kedalaman penanaman ariasi kedalaman penanamanariasi kedalaman penanaman ariasi kedalaman penanaman ariasi kedalaman penanamanariasi kedalaman penanamanariasi kedalaman penanaman elektrod elektrod elektrodelektroda adalah 20 cm, 40 60 80 cm dan adalah 20 cm, 40 60 80 cm dan adalah 20 cm, 40 60 80 cm dan adalah 20 cm, 40 60 80 cm dan adalah 20 cm, 40 60 80 cm dan adalah 20 cm, 40 60 80 cm dan adalah 20 cm, 40 60 80 cm dan adalah 20 cm, 40 60 80 cm dan adalah 20 cm, 40 60 80 cm dan adalah 20 cm, 40 60 80 cm dan adalah 20 cm, 40 60 80 cm dan adalah 20 cm, 40 60 80 cm dan adalah 20 cm, 40 60 80 cm dan adalah 20 cm, 40 60 80 cm dan adalah 20 cm, 40 60 80 cm dan adalah 20 cm, 40 60 80 cm dan adalah 20 cm, 40 60 80 cm dan adalah 20 cm, 40 60 80 cm dan adalah 20 cm, 40 60 80 cm dan adalah 20 cm, 40 60 80 cm dan adalah 20 cm, 40 60 80 cm dan adalah 20 cm, 40 60 80 cm dan adalah 20 cm, 40 60 80 cm dan adalah 20 cm, 40 60 80 cm dan adalah 20 cm, 40 60 80 cm dan adalah 20 cm, 40 60 80 cm dan adalah 20 cm, 40 60 80 cm dan adalah 20 cm, 40 60 80 cm dan adalah 20 cm, 40 60 80 cm dan adalah 20 cm, 40 60 80 cm dan adalah 20 cm, 40 60 80 cm dan adalah 20 cm, 40 60 80 cm dan adalah 20 cm, 40 60 80 cm dan adalah 20 cm, 40 60 80 cm dan adalah 20 cm, 40 60 80 cm dan adalah 20 cm, 40 60 80 cm dan 100 cm. 100 cm. 100 cm. 100 cm. 100 cm. 100 cm. 100 cm. 100 cm. Pengukuran Pengukuran Pengukuran Pengukuran Pengukuran Pengukuran resistansi pentanahanresistansi pentanahan resistansi pentanahanresistansi pentanahan resistansi pentanahan resistansi pentanahan resistansi pentanahanresistansi pentanahan resistansi pentanahan resistansi pentanahan resistansi pentanahan dengan metode 3 titik.dengan metode 3 titik. dengan metode 3 titik.dengan metode 3 titik. dengan metode 3 titik.dengan metode 3 titik. dengan metode 3 titik.dengan metode 3 titik. dengan metode 3 titik.dengan metode 3 titik.dengan metode 3 titik. dengan metode 3 titik.dengan metode 3 titik. Dari hasil Dari hasil Dari hasil Dari hasil Dari hasil Dari hasil penelitian inipenelitian ini penelitian ini penelitian ini penelitian ini penelitian ini diperoleh nilai resistansi diperoleh nilai resistansi diperoleh nilai resistansi diperoleh nilai resistansi diperoleh nilai resistansi diperoleh nilai resistansi diperoleh nilai resistansi diperoleh nilai resistansi diperoleh nilai resistansi diperoleh nilai resistansi diperoleh nilai resistansi diperoleh nilai resistansi pentanahanpentanahan pentanahan pentanahan pentanahan palinpalinpalin g rendah dengan penambahan pasir hitam basah rendah dengan penambahan pasir hitam basah rendah dengan penambahan pasir hitam basah rendah dengan penambahan pasir hitam basah rendah dengan penambahan pasir hitam basah rendah dengan penambahan pasir hitam basah rendah dengan penambahan pasir hitam basah rendah dengan penambahan pasir hitam basah rendah dengan penambahan pasir hitam basah rendah dengan penambahan pasir hitam basah rendah dengan penambahan pasir hitam basah rendah dengan penambahan pasir hitam basah rendah dengan penambahan pasir hitam basah rendah dengan penambahan pasir hitam basah rendah dengan penambahan pasir hitam basah rendah dengan penambahan pasir hitam basah rendah dengan penambahan pasir hitam basah rendah dengan penambahan pasir hitam basah rendah dengan penambahan pasir hitam basah rendah dengan penambahan pasir hitam basah rendah dengan penambahan pasir hitam basah rendah dengan penambahan pasir hitam basah rendah dengan penambahan pasir hitam basah rendah dengan penambahan pasir hitam basah rendah dengan penambahan pasir hitam basah rendah dengan penambahan pasir hitam basah rendah dengan penambahan pasir hitam basah rendah dengan penambahan pasir hitam basah rendah dengan penambahan pasir hitam basah rendah dengan penambahan pasir hitam basah pada tanah lingkunganpada tanah lingkunganpada tanah lingkunganpada tanah lingkunganpada tanah lingkunganpada tanah lingkunganpada tanah lingkunganpada tanah lingkungan pada tanah lingkungan pada tanah lingkungan pada tanah lingkunganpada tanah lingkunganpada tanah lingkungan pada tanah lingkunganpada tanah lingkunganpada tanah lingkungan dengan dengan dengan dengan ukuran 100 cm x ukuran 100 cm x ukuran 100 cm x ukuran 100 cm x ukuran 100 cm x ukuran 100 cm x ukuran 100 cm x ukuran 100 cm x ukuran 100 cm x ukuran 100 cm x ukuran 100 cm x ukuran 100 cm x ukuran 100 cm x 100 cm padapadapadapada kedalaman penanaman 100 cm kedalaman penanaman 100 cm kedalaman penanaman 100 cm kedalaman penanaman 100 cm kedalaman penanaman 100 cm kedalaman penanaman 100 cm kedalaman penanaman 100 cm kedalaman penanaman 100 cm kedalaman penanaman 100 cm kedalaman penanaman 100 cm kedalaman penanaman 100 cm kedalaman penanaman 100 cm kedalaman penanaman 100 cm kedalaman penanaman 100 cm kedalaman penanaman 100 cm kedalaman penanaman 100 cm kedalaman penanaman 100 cm kedalaman penanaman 100 cm kedalaman penanaman 100 cm kedalaman penanaman 100 cm kedalaman penanaman 100 cm sebesar sebesar sebesar sebesar sebesar 65 ,5 ohm.ohm.ohm.ohm.Kata kunciKata kunciKata kunciKata kunciKata kunciKata kunciKata kunci Kata kunci --- pasir pasir pasir pasir hitam hitam, gridgridgrid , luasan luasan luasan luasan luasan elektroda elektrodaelektrodaelektrodaelektroda .
Signal-to-Noise and Bit Error Rate Analysis of Indoor Visible Light Communication Link Using Non-Line-of-Sight Model Rifka Fahriza J.; Sholeh Hadi Pramono; Rahmat bin Talib
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Visible Light Communication (VLC) merupakan salah satu teknologi komunikasi nirkabel yang populer saat ini. Dengan keterbatasan frekuensi radio spectrum (bandwidth), Visible Light Communication (VLC) yang menggunakan LED (Light Emitting Diode) dengan panjang gelombang antara 380-700 nm untuk membawa informasi memiliki keuntungan lebih dibandingkan sistem komunikasi nirkabel menggunakan radio frekuensi. Pada thesis ini daya yang diterima oleh sistem VLC non-line-of-sight model dengan adanya pengaruh angle dari field of view dan pengaruh jarak akan ditampilkan. Untuk analisis kinerja, teknik modulasi yang digunakan pada proyek ini adalah OOK-NRZ. Simulasi analisis kinerja pada thesis ini menunjukkan pengaruh bit rate dan receive power terhadap nilai SNR dan BER pada sistem.Kata Kunci – Visible Light Communication, Field of View, Bit Error Rate, Received Power, Signal to Noise Ratio, Indoor VLC

Page 2 of 3 | Total Record : 25


Filter by Year

2016 2016


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2026) Vol. 13 No. 7 (2025) Vol. 13 No. 6 (2025) Vol. 13 No. 5 (2025) Vol. 13 No. 4 (2025) Vol. 13 No. 3 (2025) Vol. 13 No. 2 (2025) Vol. 13 No. 1 (2025) Vol. 12 No. 6 (2024) Vol. 12 No. 5 (2024) Vol. 12 No. 4 (2024) Vol. 12 No. 3 (2024) Vol. 12 No. 2 (2024) Vol. 12 No. 1 (2024) Vol. 11 No. 6 (2023) Vol. 11 No. 5 (2023) Vol. 11 No. 4 (2023) Vol. 11 No. 3 (2023) Vol. 11 No. 2 (2023) Vol. 11 No. 1 (2023) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022): Vol. 10 No. 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 8 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue