cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa TEUB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 3 (2017)" : 25 Documents clear
PERANCANGAN SISTEM KONTROL RASIO UDARA DAN BAHAN BAKAR PADA PEMBAKARAN BOILER WANSON DI PPSDM MIGAS CEPU DENGAN PENGENDALI PID M. Malik Abdullah; Mochammad Rusli; Goegoes Dwi Nusantoro
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pembakaran pada boiler memiliki peran yang penting untuk menjaga temperatur uap (steam) pada nilai tertentu. Pada proses pembakaran membutuhkan sejumlah bahan bakar dan udara dengan komposisi atau rasio tertentu agar terjadi pembakaran yang optimal. Optimal tidaknya proses pembakaran dapat diketahui dari prosentase udara berlebih (%excess air). Oleh karena itu diperlukan sistem kontrol yang dapat menjaga temperatur uap pada nilai tertentu serta sistem kontrol rasio yang digunakan untuk menjaga komposisi dari jumlah bahan bakar dan udara agar diperoleh pembakaran yang optimal dengan kontroler PID. Dengan metode Ziegler-Nichols, diperoleh parameter PID pada pengendali temperatur dengan nilai Kp = 3,104, Ti = 2,826, dan Td = 0,7065, pada pengendali flow bahan bakar dengan nilai Kp = 3,773, Ti = 3.43, dan Td = 0,8575, dan pada pengendali flow udara dengan nilai Kp = 3,42, Ti = 2,854, dan Td = 0,7135. Dari hasil simulasi dengan setpoint 160oC, diperoleh respon temperatur dengan settling time 54 sekon dan error steady state 0,062%, respon flow bahan bakar dengan setlling time 52 sekon dan error steady state 0,085%, dan respon flow udara dengan settling time 53 sekon dan error steady state 0,11%, dan rasio flow udara dan flow bahan bakar 16,24. Kata Kunci: Boiler, Sistem Kontrol Rasio, PID
RANCANG BANGUN TRANSMISI DATA BERBASIS WI-FI MENGGUNAKAN ESP8266 DENGAN TOPOLOGI MESH Mohammad Ghadafi; Raden Arief Setyawan; Akhmad Zainuri
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara umum, Internet of Things (IoT) dapat diartikan sebagai Komunikasi antar benda – benda sekitar melalui jaringan internet. IoT juga memiliki konsep yang bertujuan untuk mempermudah masyarakat dalam menggunakan beberapa fasilitas atau benda. Komunikasi setiap benda dikomunikasikan melalui jaringan wireless. Pada penelitian ini setiap perangkat (node) menggunakan ESP8266-01. Setiap node dikomunikasikan dengan topologi mesh. Keuntungan menggunakan topologi mesh adalah ketika dalam suatu jaringan salah satu node mati maka tidak akan mempengaruhi node yang lainnya, jaringan tetap dapat berjalan. Berdasarkan keuntungan tersebut maka dirancanglah perangkat keras yang telah ditambahkan ESP8266-01 dan dikomunikasikan dengan mesh. Berdasarkan hasil pengujian, diperoleh waktu transfer (latency) pada pengiriman data untuk ketiga node dengan mengabaikan jarak rata-rata 2,63 ms per transfer data dengan persentase keberhasilan 100%. Hal tersebut sangat bagus mengingat ESP8266-01 hanya membutuhkan daya rendah namun memiliki kecepatan tinggi dikelas wifi dengan frekuensi 2.4 GHz. Untuk jarak yang ditentukan pada penelitian ini diuji pada jarak 5m dengan latency rata – rata 5,6 ms dan tingkat keberhasilan 80%, kemudian jarak 10m dengan latency rata – rata 6,8 ms dan tingkat keberhasilan 70%, jarak 15m dengan latency rata – rata 12,2 ms dan tingkat keberhasilan 50%, dan yang terakhir untuk jarak 20m dengan latency rata – rata 23 ms dan tingkat keberhasilan 40%. Penelitian juga dilakukan untuk pengujian format data dengan menghasilkan bahwa ESP8266 dapat mengirim sampai 62 byte data dengan persentase keberhasilan mencapai 100% namun untuk pengiriman data melebihi 62 byte maka ESP8266 stack (error). Untuk membuktikan topologi ini bekerja dengan baik, peneliti melakukan pengujian dengan menggunakan sensor DHT21 dan proses troubleshooting dengan hasil pengujian bahwa proses transmisi data menggunakan sensor berhasil dengan presentase 100%, untuk pengujian troubleshooting juga berhasil sesuai dengan teori topologi mesh. Kata Kunci: ESP8266-01, node, latency, stack, troubleshooting, wireless.
FABRIKASI SENSOR pH MENGGUNAKAN BAHAN TITANIUM DIOKSIDA (TiO2) DAN PERAK KLORIDA (AgCl) DENGAN METODE SPIN COATING Nainaufal Hidayah; Eka Maulana; Onny Setyawati
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan sensor berbasis film tebal dengan menggunakan alternatif bahan baru belum mengalami kemajuan signifikan, terutama sensor pH. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan performa sensor pH berbasis mikrofabrikasi film tebal dengan metode spin coating, sehingga mampu menghasilkan keluaran linier. Material yang digunakan antara lain AgCl sebagai elektroda referensi dengan ukuran partikel sebesar 10 µm dan TiO2 sebagai elektroda kerja dengan Al2O3 sebagai substratnya. Sensor yang difabrikasi memiliki tiga desain dengan jarak elektroda 1,5, 1 dan 0,5 mm. Pengujian dilakukan dalam suhu ruangan dengan parameter yang diamati berupa tegangan dan arus keluaran dari sensor pH yang digunakan untuk menghitung sensitivitas sensor. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa sensor pH dengan jarak elektroda 1,5 mm memiliki sensitivitas -40,586mV/pH, jarak 1 mm -45,229mV/pH, dan jarak elektroda 0,5 mm memiliki senstivitas sebesar -29,486mV/pH. Kata Kunci: Elektroda referensi, elektroda kerja, linieritas, sensitivitas, ketidakpastian
MONITORING KUALITAS KOLAM BUDIDAYA IKAN MELALUI PERANGKAT MOBILE Insanutama, Adam; Setyawan, Raden Arief; Nurussa'adah, n/a
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Abstrak – Salah satu teknologi yang sedang berkembang sangat pesat saat ini adalah wi-fi, Atau alat komunikasi nirkabel yang bias digunakan untuk keperluan banyak hal dalam mempermudah pekerjaan manusia. Salah satu masalah yang masih menimpa masyarakat Indonesia adalah masih kurangnya pemahaman pada sektor jaringan nirkabel tersebut, masyarakat Indonesia hanya mengetahui bahwa wi-fi hanya bisa digunakan untuk menjelajah internet untuk keperluan sosial, tanpa mengetahui bahwa banyak sekali kegunaan jaringan nirkabel tersebut. Maka dari itu penulis merancang dan mengimplementasikan sebuah alat yang berguna untuk masyarakat yang bergelut dalam usaha budidaya ikan. Alat yang berfungsi menampilkan kualitas suatu air dari budidaya kolam ikan dengan jaringan komunikasi wireless atau nirkabel. Pembuatan alat ini terdiri dari bagian-bagian utama berupa microcontroller, Sensor suhu (DS18B20), Sensor pH (SEN-0169), Sensor kekeruhan air (SEN-0189), dan Nrf 24l01. Sensor suhu, pH, dan kekeruhan air akan membaca data dari air kolam budidaya ikan tersebut yang langsung diproses di microcontroller tanpa menggunakan rangakaian tambahan, setelah microcontroller selesai diprogramkan, serial monitor menampilkan hasil dari pembacaan sensor pada kualitas air kolam tersebut dan juga pada saat itu nrf transmitter mengirimkan hasil dari data yang telah didapatkan menuju nrf receiver, dan hasil yang diterima nrf receiver ditampilkan pada LCD sehingga pemilik dapat mudah memonitornya. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa agar tetap hidup air dari budidaya ikan tersebut harus berada pada suhu normal, pH netral, dan air yang jernih, karena dari hasil pengujian selama 4x/hari dalam 4 hari sensor suhu rata-rata membaca data pada 25OC, sensor pH membaca data rata-rata pada pH 8, dan sensor kekeruhan membaca data rata-rata 829 pembacaan analog yang berarti air tersebut jernih. Pada proses pengiriman untuk pengujian jarak pengiriman dan penerimaan didapatkan pengiriman berhasil 100% pada jarak 25 m untuk indoor dan 60 m untuk outdoor. Kata kunci: wireless, microcontroller, sensor suhu, sensor pH, sensor kekeruhan air, nrf24l01, pengiriman data
ANALISIS UNJUK KERJA GENERATOR INDUKSI SATU FASA PENGUAT SENDIRI Fairuz Milkiy Kuswa; Rini Nur Hasanah; Hadi Suyono
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mesin induksi satu fasa rotor sangkar dua belitan yang dioperasikan sebagai generator sering digunakan untuk membangkitkan listrik skala kecil di pedesaan. Dibutuhkan simulasi dan analisis yang digunakan untuk memprediksi unjuk kerja dari generator induksi satu fasa, karena dalam penerapannya untuk membangkitkan tegangan dibutuhukan syarat-syarat yang harus dipenuhi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh dari perubahan kapasitansi eksitasi, kecepatan rotor, pembebanan, dan kurva pemagnetan terhadap keluaran tegangan dan arus yang dihasilkan generator induksi satu fasa penguat sendiri. Penelitian dilakukan dengan menggunakan fasilitas simulink yang disediakan oleh matlab dengan menyederhanakan persamaan dinamis dari mesin induksi satu fasa yang sudah dibawa ke kerangka referensi agar pemodelan mudah untuk diimplementasikan pada diagram blok simulink. Dari hasil percobaan simulasi perubahan nilai kapasitansi mulai dari 100µF hingga 400µF, didapatkan hasil bahwa semakin besar kapasitansi belitan utama Cq maka tegangan dan arus stator semakin besar, sedangkan semakin besar kapasitansi Cd maka tegangan dan arus stator akan semakin kecil. Percobaan simulasi juga dilakukan dengan mengubah nilai kecepatan rotor dari 1600 rpm hingga 1800 rpm dan didapatkan hasil berupa kenaikan tegangan dan arus pada belitan stator. Penambahan beban dilakukan dengan memasang beban resistif sebesar 1kΩ pada belitan utama dengan nilai Cq 350µF, Cd 250µF, dan kecepatan rotor 1700 rpm dan didapatkan perubahan tegangan pada belitan utama dari 230.1 V menjadi 223.6 V. Percobaan simulasi juga dilakukan dengan melihat perubahan tegangan dan arus pada kurva pemagnetan yang berbeda.
PENGONTROLAN SUHU PADA PROSES FERMENTASI YOGURT DENGAN METODE LOGIKA FUZZY Risal Alfiandi; Erni Yudaningtyas; Mochammad Rusli
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses fermentasi susu adalah proses paling penting dalam pembuatan yogurt agar hasil yang didapat memiliki kualitas yang baik. Selama ini, pengrajin yogurt di kota Malang kebanyakan masih menggunakan termos sebagai wadah fermentasi tanpa adanya pengontrolan suhu, padahal suhu ruang fermentasi sangatlah penting. Oleh karena itu, pada tugas akhir ini pembahasan berfokus pada pengontrolan suhu boks fermentasi dan bagaimana pengimplementasian kontrol logika fuzzy yang dipadukan dengan kontrol on/off agar suhu boks fermentasi tetap berada pada setpoint. Proses perancangan control logika fuzzy pada penelitian ini menggunakan 5 Membership Function (MF) dengan metode Inferensi MIN-MAX Composition dan metode Defuzzifikasi Center of Gravity (COG). Pada proses pengujian, didapatkan time steady (ts) sebesar 18 menit dengan nilai steady state 40 °C. Error steady state(Ess) yang dihasilkan sebesar 0,45%. Proses pengujian pada sistem dilakukan selama lima jam. Kata kunci: Yogurt, pengontrol suhu otomatis, sistem kontrol, logika fuzzy, SHT11, Arduino Mega 2560.
ANALISIS PEMBERIAN TEGANGAN DAN SINYAL PWM PADA MOTOR DC SEBAGAI PENDORONG BOLA PADA ROBOT SEPAKBOLA BERODA Andy Kurnia Santoso; Panca Mudjirahardjo; n/a Nurussa'adah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulse Width Modulation (PWM) merupakan sebuah cara memanipulasi lebar sinyal yang dinyatakan dengan pulsa dalam satu periode untuk mendapatkan tegangan rata-rata yang berbeda. PWM menggunakan sinyal digital untuk mengendalikan aplikasi daya sekaligus cukup mudah untuk dikonversikan kembali ke analog dengan perangkat keras minimum. Salah satu parameter untuk menghasilkan sinyal gelombang persegi adalah duty cycle. Sebagian besar gelombang persegi mendekati simetris yang dihasilkan mempunyai nilai duty cycle sebesar 50%. Waktu ON dapat divariasikan sepenuhnya antara sinyal yang memiliki nilai duty cycle sebesar 0% - 100%. Berdasarkan hasil penelitian, tegangan masukan pada motor mempengaruhi pada kecepatan putar motor. Motor DC yang digunakan memiliki kecepatan putar maksimal sebesar 800 rpm. Kecepatan terendah pengujian ketika tegangan masukan 11 V sebesar 310.9 rpm dan kecepatan tertinggi ketika tegangan 24 V sebesar 733.1 rpm. Sedangkan perubahan duty cycle mempengaruhi tegangan masukan pada driver. Dengan tegangan awal sebesar 24 V, tegangan pada driver saat duty cycle 10% adalah sebesar 2.44 V dan memiliki tegangan maksimum saat duty cycle 100% sebesar 23.52 V. Pada sistem keseluruhan, robot mampu mendorong bola dengan jarak terjauh sebesar 524 cm saat tegangan 24 V dan nilai duty cycle nya 100%. Untuk tegangan masukan yang sama, jarak dorongan berbanding lurus dengan nilai duty cycle pada PWM. Kata kunci – PWM, Tegangan
IDENTIFIKASI PLANT TANGKI AIR 73426 DENGAN METODE RECURSIVE LEAST SQUARE (RLS) DAN EXTENDED LEAST SQUARE (ELS) n/a Zaini; Mochammad Rusli; Bambang Siswojo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Membangun sebuah model dari sebuah sistem fisik dapat dilakukan dengan pendekatan eksperimen. Metode dengan pendekatan eksperimen (metode identifikasi) melakukan pembentukan model matematis dari sebuah sistem fisik berdasarkan data observasi dari sistem yang dimodelkan, maksudnya metode ini bekerja dengan mencatat setiap data masukan dan keluaran dari suatu sistem fisik. Kemudian pasangan-pasangan data tersebut dikalkulasi dengan suatu algoritma dari metode identifikasi sehingga akan diperoleh parameter yang dapat mewakili sistem fisik yang sebenarnya. Pada penelitian ini akan menggunakan metode pendekatan eksperimen pada plant tangki air 73426. Penelitian ini menggunakan metode Recursive Least Square (RLS) dan Extended Least Square (ELS). Sinyal uji yang digunakan sebagai masukan sistem adalah Pseudo Random Binary Sequence (PRBS) dan struktur model yang digunakan untuk identifikasi sitem adalah Auto Regressive with Exogenous (ARX) dan Auto Regressive Moving Average with Exogenous (ARMAX).   Kata Kunci: Plant tangki air 73426, RLS, ELS, ARX, ARMAX.
PENGARUH LOKASI PITA KONDUKSI PADA PERMUKAAN ISOLATOR KACA TERHADAP TINGKAT ARUS BOCOR Danang Dwi Andaru; Moch. Dhofir; Rini Nur Hasanah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jurnal ini memaparkan  penelitian  tentang pengaruh lokasi pita konduksi pada permukaan isolator kaca terhadap tingkat arus bocor. Zat pengotor pada penelitian berupa larutan natrium klorida pada berbagai konsentrasi dengan varisi masa garam sebesar 10-50 gr dan dilarutkan kedalam 250 ml air. Pada masa 10 gr mengahsilkan 0.17 moll sedangkan pada masa garam 50 gr mengasilkan 0.85 moll natrium klorida. Semakin besar tegangan uji maka semakin meningkat nilai arus bocor, tahanan permukaan isolator kaca, rugi daya nyata dan rugi energi satu tahun. Pada tegangan kerja 23 kV, 0.34 moll larutan natrium klorida pada lebar lapisan pita konduksi 40 mm arus bocor, tahanan permukaan dan rugi energi satu tahun diposisi ground masing-masing sebesar 110.2 µA, 208.71 MΩ dan 22.203 kWh, sedangkan diposisi HV sebesar 144.6 µA, 159.06 MΩ dan 29.134 kWh, sedangkan diposisi middle sebesar 182.7 µA, 125.89 MΩ dan 36.81 kWh.  Kemudian pada tegangan kerja 29 kV arus bocor, tahanan permukaan dan rugi energi satu tahun diposisi ground masing-masing sebesar 132.8 µA, 218.37 MΩ dan 33.737 kWh, sedangkan diposisi HV sebesar 161.3 µA, 179.79 MΩ dan 40.977 kWh, sedangkan diposisi middle sebesar 212.6 µA, 136.41 MΩ dan 54.009 kWh. Pada tegangan uji 23 kV dan 29 kV terjadi perbedaan arus bocor sebesar 22.6 µA dan porsentase selisihnya sebesar 17.018 % diposisi ground, sedangkan diposisi HV perbedaan arus bocornya sebesar 16.7 µA dengan prosentase perbedaan sebesar 10.35 %, sedangkan diposisi middle perbedaan arus bocornya sebesar 29.9 µA dengan prosentase perbedaan sebesar 14.06 %. Kata kunci - pita konduksi, konsentrasi larutan natrium klorida, isolator kaca, arus bocor, tegangan uji, resistansi permukaan, rugi daya nyata, rugi energi dalam satu tahun.
PENGONTROLAN SUHU RADIATOR MOBIL SECARA OTOMATIS DENGAN MENGGUNAKAN METODE KONTROLER PID Mahfudhi Imanuddin S.; n/a Purwanto; M. Aziz Muslim
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu masalah yang sering ditemui pada mobil adalah Overheat atau panas berlebih, terutama pada mobil yang sudah berumur. Gejala ini sering dialami Karena sitem pendinginan yang kurang maksimal. Sistem pendigin sendiri dibagi menjadi 2 yaitu sistem pendingin air (Water Cooling System) dan sistem pendingin udara (Air Cooling System). Water Cooling System menggunakan air sebagai media pendingin sedangkan Air Cooling System menggunakan udara sebagai media pendinginnya. Water Cooling System telah diaplikasikan pada semua mobil baik produksi lama maupun baru. Sedangkan mobil produksi tahun lama kebanyakan tidak dilengkapi dengan Air Cooling System. Untuk menjaga suhu kerja mesin mobil tetap pada suhu optimal pada berbagai macam kondisi maka diperlukan Air Cooling System. Air Cooling System ini berupa pemasangan Electric Fan, Electric Fan ini akan mengalirkan udara ke radiator mesin mobil guna menjaga suhu optimal mesin pada kisaran 86°C. Penggunaan electric fan ini akan dipadu dengan kontroler PID metode Ziegler- Nichols agar mendapatkan hasil yang maksimal. Dengan menggunakan kontroler PID, sistem akan menghasilkan error steady state yang kecil dan akan mendapatkan settling time yang cepat. Proses perancangan kontroler PID dengan menggunakan metode Ziegler-Nichols didapatkan parameter PID dengan nilai parameter Kp = 0.51, Ki = 0.002, dan Kd = 24.99. Dari hasil pengujian kontroler PID didapatkan settling time sebesar 520 detik dan recovery time sebesar 118 detik. Kata Kunci: Air Cooling System, Electric Fan, PID, Ziegler Nichols I  

Page 1 of 3 | Total Record : 25


Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2026) Vol. 13 No. 7 (2025) Vol. 13 No. 6 (2025) Vol. 13 No. 5 (2025) Vol. 13 No. 4 (2025) Vol. 13 No. 3 (2025) Vol. 13 No. 2 (2025) Vol. 13 No. 1 (2025) Vol. 12 No. 6 (2024) Vol. 12 No. 5 (2024) Vol. 12 No. 4 (2024) Vol. 12 No. 3 (2024) Vol. 12 No. 2 (2024) Vol. 12 No. 1 (2024) Vol. 11 No. 6 (2023) Vol. 11 No. 5 (2023) Vol. 11 No. 4 (2023) Vol. 11 No. 3 (2023) Vol. 11 No. 2 (2023) Vol. 11 No. 1 (2023) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022): Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 8 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue