cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa TEUB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 5 (2017)" : 25 Documents clear
ANALISIS PENGARUH PROFIL DAN KONFIGURASI BUSBAR TERHADAP KEMAMPUAN HANTAR ARUS (KHA) Anastasia Indah. L S.; Moch. Dhofir; n/a Soemarwanto
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 5 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Busbar itu sendiri merupakan salah satu komponen inti kedua setelah circuit breaker, yang juga merupakan penghantar listrik yang memadai arus dan tegangan listrik kapasitas besar, yang juga berfungsi sebagai tempat atau mediator untuk menghubungkan beberapa rangkaian atau peralatan listrik lainnya. Pada penelitian ini dilakukan simulasi pada Finite Elemen Method Magnetics (FEMM) 4.2. dengan tujuan untuk mendapatkan nilai intensitas medan magnet, nilai fluksi, dan juga nilai rapat arus. Dimana hasil FEMM 4.2. tersebut akan dipakai untuk perhitungan efisiensi, impedansi, dan juga kemampuan hantar arus (KHA) dari masing-masing profil dan konfigurasi busbar. Hasil simulasi aplikasi Finite Elemen Method Magnetics (FEMM) 4.2 didapat untuk semua profil dan konfigurasi, intensitas medan magnet akan berubah  nilainya sesuai dengan jarak titik uji, intensitas medan magent akan mencapai nilai maksimum pada jarak tertentu dan kemudian nilainya akan turun secara linier pada jarak tertentu juga. Dari penelitian ini didapat bahwa distribusi paling merata terdapat pada profil batang dengan nilai efisiensi sebesar 2,86 dan yang paling tidak merata yaitu pada profil bulat dengan nilai efisiensi sebesar 1,83. Perbedaan profil dan konfigurasi juga akan mempengaruhi besarnya impedansi dari tiap profil dan konfigurasi busbar. Dari hasil penelitian didapatkan hasil bahwa impedansi yang paling baik terdapat pada profil batang L yakni sebesar 8,5x10-6 Ohm dan yang paling buruk terdapat pada profil bulat dengan nilai 1,71 x 10-4 Ohm. Perbedaan nilai intensitas medan magnet juga akan membuat rapat arus yang mengalir di busbar akan berbeda. Perbedaan rapat arus dari busbar akan mempengaruhi besarnya kemampuan hantar arus (KHA) dari tiap profil busbar dimana berdasarkan kemampuan hantar arus dari profil yang paling baik sampai yang kurang baik dapat diurutkan yakni profil batang L dengan nilai KHA 5555 Ampere, profil bulat dengan nilai KHA 124,618 Ampere, profil batang dengan nilai KHA 123,750 Ampere, dan profil bulat berongga dengan nilai KHA 123,112 Ampere. Kunci kunci: busbar, profil, konfigurasi, FEMM 4.2, medan magnet, impedansi, KHA ABSTRACT The busbar is one of the second core components after the circuit breaker, which is also an adequate electrical conductor of large voltage current and voltage, which also serves as a place or mediator for connecting several circuits or other electrical appliances. In this study a simulation was performed on Finite Element Method Magnetics (FEMM) 4.2. With the aim of obtaining magnetic field intensity values, flux values, as well as current density values. Where FEMM results 4.2. Will be used for efficiency calculations, impedances, as well as current-carrying capacity (CRC).The result of Finite Element Method Magnetics (FEMM) 4.2, for all profiles and configurations, the intensity of the magnetic field will change in value according to the distance of the test point, the magnet field intensity will reach the maximum value at a certain distance and then its value will fall linearly at a certain distance as well. From this research, it is found that the most equally distributed is in the bar profile with an efficiency value of 2.86 and the most unequally is the round profile with an efficiency value of 1.83. Differences in busbar’s profile and configuration will also affect the magnitude of the impedance of each busbar profile and configuration. From the result of this research, it is found that the best impedance is found in the L bar profile which is 8,5x10-6 Ohm and the bad is in round profile with value 1,71 x 10-4 Ohm. The difference in magnetic field intensity value will also make the current density flowing in the busbar to be different. The current density difference of the busbar affects the current carrying capacity (CRC) of each busbar profile which is based on current carrying ability from the best profiles can be sequenced in the L bar profile with 5555 Ampere, round profile with 124,618 Ampere, bar profile with 123,750 Ampere, and hollow profile with 123,112 Ampere. Keywords: busbar, profil, configuration, FEMM 4.2, magnet field, impedance, CRC
ANALISIS PERHITUNGAN WAKTU KERJA RELE GANGGUAN TANAH KARENA PENGARUH SIMPATETIK TRIP PADA PENYULANG KANYOMAN GARDU INDUK SUKOREJO Ivandri S. U. Duka; Hery Purnomo; Mahfudz Shidiq
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 5 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Simpatetik trip (Symphathetic Trip) adalah sebuah kejadian dimana pemutus tenaga dari penyulang-penyulang yang sehat (tidak terganggu) ikut menjadi Trip “OFF” akibat penyulang lain yang sedang mengalami gangguan hubung singkat satu fasa ke tanah. Untuk menghindari kejadian tersebut maka perlu dilakukan penelitian penyebab terjadinya kurang baiknya koordinasi proteksi penyulang 20 kV sehingga apabila terjadi gangguan akan bekerja sesuai dengan fungsinya masing – masing. Dalam hal ini koordinasi peralatan proteksi tentunya akan mempengaruhi dalam suplai tenaga listrik. Salah satu kemungkinan penyebab yang diangkat sebagai permasalahan dalam menganalisis kembali arus hubung singkat pada masing-masing feeder untuk re-setting relay, yang lebih tepat (selektif dan sensitif) dengan menggunakan metode invers time relay. Besarnya arus gangguan hubung singkat berbanding terbalik dengan jarak titik gangguan, semakin jauh jarak gangguan semakin kecil arus hubung singkat, begitu pula sebaliknya. Berdasarkan hasil perhitungan arus hubung singkat 1 fasa terbesar terjadi pada jarak gangguan 1% yaitu sebesar 23,016 A, sedangkan arus hubung singkat 1 fasa terkecil terjadi pada jarak 100% yaitu sebesar 22,545 A. Waktu kerja rele gangguan tanah karakteristik invers time berbanding terbalik dengan arus gangguannya. Berdasarkan hasil pengujian selektivitas rele terdapat selisih waktu sebesar 0,067 detik, yang mana waktu kerja rele lebih besar dari waktu paling hilir rele (Iset > Ifault) sehingga dapat dikatakan bahwa tidak terjadi gangguan simpatetik trip. Kata Kunci : Waktu Kerja Rele, Simpatetik Trip, Penyulang.
Analisis Keandalan dan Nilai Ekonomis Sistem Penyulang Talun PT. PLN (PERSERO) Rayon Wlingi I Kadek Adi Satya Putra; Hadi Suyono; Moch. Dhofir
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 5 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — PT. PLN (Persero) Rayon Wlingi memiliki 3 Penyulang yaitu Penyulang Talun, Kesamben, dan Beru. Penyulang Talun terhubung oleh trafo II yang memiliki rating tegangan 70/20kV dan berkapasitas 10 MVA dari Gardu Induk Wlingi. Dari data selama 2016, diketahui bahwa Penyulang Talun memiliki panjang penyulang yang terpanjang di Rayon Wlingi yaitu sepanjang 112,936 kms serta jumlah pelanggan 18.591 dari 108 trafo distribusi yang masih aktif. Dengan pertimbangan tersebut dipilih penyulang Talun sebagai objek analisis keandalan dan nilai ekonomis sistem pada Rayon Wlingi. Metode Section Technique adalah pengembangan dari metode FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) yang digunakan untuk melakukan analisis keandalan pada Penyulang Talun. Analisis nilai Penyulang Talun berdasarkan energi tidak tersalurkan dari PLN digunakan untuk menghitung kerugian PLN saat terjadi pemadaman. Dengan menggunakan metode Section Technique didapatkan indeks keandalan      SAIFI, SAIDI, dan CAIDI penyulang Talun berturut-turut sebesar 3,524 pemadaman/tahun, 10,670 jam/tahun, dan 3,028 jam/gangguan. Dimana dapat diperbaiki dengan penggunaan tie switch pada jaringan sehingga diperoleh nilai SAIFI, SAIDI, dan CAIDI berturut-turut sebesar 3,524 pemadaman/tahun, 4,032 jam/tahun, dan 1,144 jam/gangguan. Perbaikan pada indeks keandalan Penyulang Talun sesudah penggunaan tie switch juga berbanding lurus dengan berkurangnya kerugian PLN akibat terjadinya pemadaman dari Rp 261.267.471,52 menjadi Rp130.309.588,48. Kata Kunci — Penyulang Talun, indeks keandalan, section technique, analisis nilai, laju kegagalan, tie switch
INDIKATOR KUALITAS UDARA BERDASARKAN KADAR GAS KARBON MONOKSIDA MENGGUNAKAN SENSOR MQ-7 DENGAN TAMPILAN LED DOT MATRIX Septian Iswanjaya; M. Julius St.; Onny Setyawati
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 5 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan tentang pencemaran udara di Indonesia dipengaruhi oleh beberapa penyebab, salah satunya adalah meningkatnya jumlah kendaraan bermotor. Peningkatan jumlah kendaraan bermotor mengakibatkan semakin tingginya konsentrasi gas karbon monoksida (CO). Oleh karena itu dibutuhkan sebuah alat yang mampu mendeteksi kadar gas karbon monoksida serta memberikan indikasi kualitas udaranya. Alat ini menggunakan sensor MQ-7 yang digunakan sebagai pendeteksi kadar gas karbon monoksida, mikrokontroler ATMEGA16 sebagai perangkat kendali masukan dan keluaran pada alat, IC74HC595 sebagai perangkat kendali kolom, Transistor PNP BC557 sebagai perangkat kendali baris, serta LED Dot Matrix 5x8 sebagai tampilan. Hasilnya, Nilai minimal keluaran pada pengujian rangkaian sensor MQ-7 sebesar 0.25VDC terjadi  saat kadar gas 50ppm dan nilai maksimal yang terjadi saat 350ppm sebesar 0,62VDC. Semakin tinggi nilai kadar gas yang terukur, tegangan keluaran meningkat. . Kata kunci: Karbon Monoksida, Sensor MQ-7, Mikrokontroler ATMEGA16, LED Dot Matrix   ABSTRACT Problem of air pollution in Indonesia is influenced by several causes, one of them is the increasing number of vehicles. Increasing number of vehicles resulted in the higher concentrations of carbon monoxide. Therefore we need a device that can detect gas level of carbon monoxide and can give information about the air quality. This device consisted of  MQ-7 sensor for detecting carbon monoxide gas levels, ATMEGA16 microcontroller for controlling input and output device, IC74HC595 for controlling column, PNP Transistor BC557 for controlling line devices, and a 5x8 Dot Matrix LED as the display. As a result, the minimum value of output on the MQ-7 sensor is 0.25VDC when the gas level is 50ppm and the maximum value at 350ppm is 0.62VDC. Higher value of the measured gas content, the output voltage increases. Key words : Carbon Monoxide level, MQ-7 Sensor, ATMEGA16 Microcontroller, DOT Matrix LED..
Perancangan Sensor pH Menggunakan Konduktor Palladium-Perak Pada Substrat Alumina Dengan Teknologi Film Tebal (Thick Film) Amiril Mu'minin; M. Julius St.; Eka Maulana
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 5 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kadar pH suatu larutan dapat diketahui dalam seketika dengan alat yaitu sensor pH. Sensor pH konvensional saat ini masih menggunakan elektoda gelas yang relative mahal dan kurang sensitif terhadap kadar pH. Fabrikasi sensor pH dilakukan dengan metode screen printing. Konduktor palladium-perak dirancang sebagai elektroda dengan jarak yang bervariasi. Pada penelitian ini elektroda sensor yang dirancang akan dicelupkan ke dalam larutan buffer pH 1 sampai dengan pH 14. Dari hasil pengukuran dapat dianalisa bagaimana linieritas keluaran sensor ini yang berupa tegangan terhadap pH, karakteristik yang diperoleh dari percobaan sensor dengan jarak elektroda yang berbeda-beda. Hasil dari penelitian ini diperoleh sensor pH dengan metode film tebal bekerja secara linier pada kadar pH 1 sampai dengan pH 7. Pada rentang pH tersebut sensor yang paling sensitif ditunjukkan oleh sensor sensor II (5 mm) dengan sensitifitas sebesar -0.36 volt pada suhu ruang dan -0.38 volt pada suhu 50°C setiap perubahan 1 nilai pH. Kata Kunci - Sensor pH, Palladium-Perak, Tegangan, Film Tebal ABSTRACT The pH content of a solution can be detected instantaneously with a pH sensor. Conventional pH sensors are still using relatively expensive glass electrodes and are less sensitive to pH levels. Fabrication of pH sensor is done by screen printing method. The palladium-silver conductor is designed as an electrode of varying distances. In this study the designed sensor electrode will be immersed in the buffer solution pH 1 up to pH 14. From the measurement results can be analyzed how the linearity of this sensor output is voltage to pH, the characteristics obtained from the sensor experiment with different electrode distance. The results of this study obtained pH sensor with thick film method work linearly at pH level 1 up to pH 7. In the pH range is the most sensitive sensor shown by sensor sensor II (5 mm) with sensitivity of -0.36 volts at room temperature and -0.38 volts at 50 ° C every change 1 pH value. Keywords - pH Sensor, Palladium-Silver, Voltage, Thick Film
ANALISIS DAN PENINGKATAN KEANDALAN DENGAN MENGGUNAKAN GROUND FAULT NEUTRALIZER (GFN) PADA PENYULANG KESAMBEN PT. PLN (PERSERO) RAYON WLINGI Ahmad Hadid Muntaha; Hadi Suyono; Moch. Dhofir
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 5 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang analisis indeks keandalan SAIFI dan SAIDI pada penyulang Kesamben PT. PLN (PERSERO) Rayon Wlingi serta cara peningkatan keandalannya. Metode section technique merupakan suatu pengembangan dari metode FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) yang akan digunakan untuk melakukan analisis keandalan pada Penyulang Kesamben. Peningkatan keandalan pada Penyulang Kesamben dengan penerapan skema proteksi Ground Fault Neutralizer (GFN), di mana GFN itu sendiri merupakan komponen pada sistem distribusi yang fungsinya untuk mengurangi frekuensi gangguan yang terjadi pada peralatan distribusi. Indeks keandalan SAIFI Penyulang Kesamben yang bernilai 3,275 dapat ditingkatkan lagi dengan mengurangi laju kegagalan peralatan hingga lebih dari lima puluh persen setelah diterapkan skema proteksi GFN menjadi 1,404. Hal ini berlaku juga pada indeks keandalan SAIDI yang bernilai 8,781 menjadi 3,769. Kata Kunci: Penyulang Kesamben, indeks keandalan, section technique, Ground Fault Neutralizer. ABSTRACT This study discusses the reliability index analysis of SAIFI and SAIDI on Kesamben Feeder PT. PLN (PERSERO) Rayon Wlingi and how to improve its reliability. The section technique method is a development of FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) method which will be used to perform reliability analysis on Kesamben Feeder. Improving reliability of the feeder is using the Ground Fault Neutralizer (GFN) protection scheme, in which the GFN itself is a component of a distribution system whose function is to reduce the frequency of fault in distribution equipment. The reliability index of SAIFI for Kesamben Feeder valued at 3,275 can be increased again by reducing the rate of fault in equipment by more than fifty percent after the GFN protection scheme was implemented to 1.404. This applies also to the SAIDI reliability index from 8,781 to 3,769. Keywords: Kesamben Feeder, reliability index, section technique, Ground Fault Neutralizer.
PERANCANGAN DAN SIMULASI CASCADE KONTROL KECEPATAN MOTOR DC BERBASIS RST DIGITAL M. Hazrirrahman Wakti; Mochammad Rusli; n/a Purwanto
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 5 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengaturan adalah suatu kegiatan yang sering dilakukan untuk mengendalikan nilai suatu variable. Pengaturan dapat dilakukan dengan berbagai macam cara dari lup terbuka hingga tertutup.. Pada laporan ini menyajikan perkembangan system kendali Kecepatan  motor DC dengan cascade yang dimana  pada loop terluar diterapkan kontrol PI dan pada  loop dalam di terapkan pengendali RST Digital, serta diterapkan gangguan ramp dengan kenaikan torsi beban sebesar 0.02Nm. Cascade lebih tahan terhadap gangguan dengan reduksi gangguan hingga 99.8% sedangkan PI single loop tidak mampu mereduksi gangguan yang diberikan  dan cascade memiliki kemampuan untuk menurunkan overshoot pada controller yaitu pada PI single loop memiliki overshoot sekitar 18% sedangkan Pada Cascade sekitar 17%, serta pada cascade starting arus begitu kecil yaitu 1 A dan Pada PI 3.03A hal ini dapat diperhitungkan karena mengontrol dengan cascade jauh lebih aman karena Starting arus cascade dibawah starting arus pada input tegangan 12 volt  yaitu sekitar 2.2A sedangkan pada PI starting arus lebih besar . Kata Kunci: Motor DC, Cascade kontrol, RST Digital, PI ABSTRACT Controlling is an activity that is often done to control the value of a variable. Control can be done in various ways from open to closed loop .. In this report presents the development of control system DC motor speed with cascade which in the outer loop applied PI control and on the inner loop in apply RST Digital controller, and applied ramp interference with increase Load torque of 0.02Nm. Cascade is more resistant to interference reduction by 99.8% while single-loop PI is not capable of reducing disturbance and cascade has the ability to decrease overshoot on controller ie single loop PI has overshoot about 18% while at Cascade about 17%, as well as on cascade Starting current is so small that 1 A and In PI 3.03A this can be considered because controlling with cascade is much safer because Starting cascade current below the starting current at 12 volt input voltage is about 2.2A while at PI of current is bigger. Keywords: Motor DC, Cascade control, RST Digital controller,PI  
ANALISIS PENEMPATAN STATIC VAR COMPENSATOR (SVC) PADA SISTEM INTERKONEKSI JAWA-BALI 500 KV DENGAN METODE BUS PARTICIPATION FACTOR Aulia, Fitrah; Suyono, Hadi; Utomo, Teguh
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 5 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Static VAR Compensator adalah salah satu jenis alat FACTS (Flexible Alternating Current Transmission System) yang berfungsi untuk mengontrol kualitas daya elektrik serta pemanfaatan yang lebih baik pada sistem daya. FACTS device ini mempunyai beberapa keuntungan diantaranya meningkatkan kemampuan transmisi daya, meningkatkan stabilitas sistem dan ketersediaan sistem, meningkatkan faktor daya dan mengurangi susut pada saluran transmisi. Pada sistem Jawa-Bali yang diambil pada tanggal 19 Februari 2016 pada pukul 19.30 WIB yang bersumber dari PT. PLN Pusat Pengaturan Beban (P2B) yang berada di Gandul, Cinere, Depok. Dari analisis yang telah dilakukan pada pembebanan 100%, terdapat beberapa bus yang tidak memenuhi syarat standar yang sudah ditetapkan pada batas 0,95 p.u sampai dengan 1.05 p.u. yaitu yang terdapat pada bus 14, bus 19 dan bus 20. Setelah penambahan SVC sebesar 132,62 MVAR, tegangan bus naik pada bus 14 dari 0,949 p.u menjadi 0,956 p.u., pada bus 19 dari 0,941 p.u menjadi 0,996 p.u dan bus 20 tegangan naik dari 0,937 p.u menjadi 0,955 p.u. dan rugi-rugi daya aktif menurun dari 261,098 MW menjadi 255,875 MW dan rugi daya reaktif turun dari 2302,619 Mvar menjadi 2246,432 Mvar. Kata Kunci: SVC, BPF, Transmisi, Jawa-Bali.   ABSTRACT   Static VAR Compensator is one type of FACTS (Flexible Alternating Current Transmission System) which serves to control the quality of electrical power and better utilization of the power system. This FACTS device has several advantages such as improving power transmission capability, improving system stability and system availability, increasing power factor and reducing shrinkage in transmission line. In the Java-Bali system taken on February 19, 2016 at 19:30 pm which comes from  PT.  PLN  Pusat  Pengaturan  Beban  (P2B)  located  in  Gandul,  Cinere,  Depok.  From  the analysis that has been done on 100% loading, there are several buses that do not meet the standard requirements set at the limit of 0.95 p.u up to 1.05 p.u. Which is found on bus 14, bus 19 and bus 20. After the addition of SVC of 132,62 MVAR, the bus voltage rises on bus 14 from 0.949 pu to 0.956 pu, on bus 19 from 0.941 pu to 0.996 pu and bus 20 voltage rises from 0.937 pu to 0.955 pu And active power losses decreased from 261,098 MW to 255,875 MW and reactive power loss decreased from 2302,619 Mvar to 2246,432 Mvar Keywords: SVC, BPF, Transmission, Jawa-Bali.
ANALISA PERBANDINGAN KONTROL LOGIKA FUZZY BERBASIS ARDUINO 2560 dan FPGA PADA PENGENDALIAN SUHU Mochammad Mukson Nunahar; Bambang Siswojo; Erni Yudaningtyas
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 5 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Pada pengontrolan perlu adanya sistem kontrol salah satunya menggunakan kontrol logika fuzzy (KLF). Fuzzy merupakan sistem kontrol yang modern yang dalam penggunaannya tidak perlu adanya perhitungan matematis, hanya perlu melihat respon output berdasarkan aturan fuzzy yang di buat oleh operator yang berpengalaman. Pada perkembangan zaman yang pesat ini pengontoralan dengan menggunakan fuzzy dapat menggunakan banyak metode. Selain menggunakan mikroprosessor dan arduino, salah satunya menggunakan FPGA (field progammable gate array). Pada penelitian ini menganalisis perbandingan pada  pengendalian suhu dengan menggunakan KLF dan FPGA. Hasil yang didapatkan yaitu dengan menggunakan KLF mencapai settling time 272s, error steady state 1,121%, dan rentang suhu yang dihasilkan adalah 39,90 – 42,890C. Sedangkan dengan menggunakan FPGA  mencapai settling time 243s, error steady state 1,13%, dan rentang suhu yang dihasilkan adalah 41,90 – 42,870C. Kata kunci-  KLF, FPGA, Suhu.
PENGONTROLAN SUHU AIR PADA PLANT TANGKI DENGAN FUZZY LOGIC CONTROLLER Enov Asi Uliando Siahaan; Erni Yudaningtyas; Bambang Siswojo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 5 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air hangat menjadi kebutuhan setiap orang untuk membersihkan diri terutama ketika cuaca dingin atau setelah menjalankan rutinitas sehari-hari karena mampu mengurangi tingkat stress dan kelelahan. Demi mempermudah mendapatkan air hangat dapat dilakukan dengan mencampurkan air suhu tinggi dengan air suhu rendah. Tapi metode ini memiliki kelemahan suhu air tidak konstan dan suhu air akan segera turun. Penelitian ini bertujuan untuk membuat suatu alat yang mampu menjaga suhu air menjadi konstan dengan menerapkan metode kontrol. Metode fuzzy logic controller di pilih karena kemudahan dalam pemograman dan eksekusi program yang cepat. Sistem yang dibuat memakai beberapa komponen hardware, yaitu Arduino Uno sebagai kontroler, Motor Servo sebagai pengatur valve pada plant, sensor LM35 sebagai pembaca suhu dan feedback sistem. Pengujian sistem menunjukan Sistem memiliki overshoot sebesar 7,5 %, waktu puncak (tp) sebesar 10 detik, waktu tunda (td) sebesar 3,5 detik, waktu naik (tr) sebesar 5,5 detik, waktu steady state (ts) sebesar 17 detik dengan error sistem 1,25 % dan recovery time selama 6 detik. Kata kunci: Air hangat, Fuzzy Logic Controller SUMMARY Warm water becomes the need for everyone to clean themselves especially when the weather is cold or after running the daily routine because it can reduce the level of stress and fatigue. In order to make it easier to get warm water can be done by mixing high temperature water with low temperature water. But this method has a weakness of water temperature is not constant and water temperature will soon go down. This study aims to create a tool capable of keeping the water temperature constant by applying the control method. The fuzzy logic controller method is selected because of the ease of programming and fast program execution. The system is made using several hardware components, namely Arduino Uno as a controller, Servo Motor as the valve regulator on the plant, LM35 sensor as the temperature reader and feedback system. The system test shows that the system has an overshoot of 7,5%, peak time (tp) of 10 seconds, delay time (td) of 3,5 seconds, time rise (tr) of 5,5 seconds, steady state (ts) time of 17 seconds with system error 1,5% and recovery time of 6 seconds. Keywords: Warm water, Fuzzy Logic Controller

Page 2 of 3 | Total Record : 25


Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2026) Vol. 13 No. 7 (2025) Vol. 13 No. 6 (2025) Vol. 13 No. 5 (2025) Vol. 13 No. 4 (2025) Vol. 13 No. 3 (2025) Vol. 13 No. 2 (2025) Vol. 13 No. 1 (2025) Vol. 12 No. 6 (2024) Vol. 12 No. 5 (2024) Vol. 12 No. 4 (2024) Vol. 12 No. 3 (2024) Vol. 12 No. 2 (2024) Vol. 12 No. 1 (2024) Vol. 11 No. 6 (2023) Vol. 11 No. 5 (2023) Vol. 11 No. 4 (2023) Vol. 11 No. 3 (2023) Vol. 11 No. 2 (2023) Vol. 11 No. 1 (2023) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022): Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 8 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue