cover
Contact Name
Abdul Firmal Ashaf
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.metakom@fisip.unila.ac.id
Editorial Address
Gedung C FISIPJl. Prof. Dr. Ir. Sumantri Brojonegoro, Gedong Meneng, Rajabasa, Kota Bandar Lampung, 35141
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
MetaKom : Jurnal Kajian Komunikasi
Published by Universitas Lampung
ISSN : 24433691     EISSN : 27150089     DOI : https://doi.org/10.23960/metakom
Jurnal MetaKom merupakan peer-reviewed journal yang diterbitkan oleh Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Lampung. Jurnal Kajian Komunikasi MetaKom menampung pemikiran-pemikiran dan hasil penelitian dari komunitas akademis. Terbit dua kali setahun, Jurnal MetaKom diharapkan mampu memfasilitasi kebutuhan civitas akademika, praktisi, komunitas, maupun masyarakat umum atas informasi seputar perkembangan dan persoalan-persoalan dalam kajian komunikasi yang mutakhir, baik dalam lingkup lokal, regional, maupun global.
Articles 90 Documents
ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN MEDIA ONLINE MENGENAI KEBIJAKAN PSBB PADA KOMPAS.COM DAN TIRTO.ID Angelita Kania Ramdan; Naura Beta Devita; Rasyifa Rusharijanto; Dini Safitri
Metakom Vol 5 No 1 (2021): 9th Edition
Publisher : Metakom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/metakom.v1i5.109

Abstract

Sejak meningkatnya kasus COVID-19 di Indonesia, pemerintah mengeluarkan berbagai kebijakan dalam upaya menekan angka penyebaran COVID-19 di Indonesia. Salah satunya adalah kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Setiap media tentunya memiliki pengemasan berita tersendiri terhadap peristiwa ini. Karena pada dasarnya setiap media memiliki perbedaan dalam mengkonstruksi beritanya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana Kompas.com dan Tirto.id membingkai pemberitaan mengenai PSBB. Penelitian ini menggunakan model analisis framing Robert Entman. Penelitian ini menemukan bahwa pemberitaan pada Kompas.com dan Tirto.id terdapat perbedaan pengemasan berita mengenai PSBB ini. Berdasarkan problem identification, Kompas.com cenderung melihat identifikasi masalah dari PSBB dari sisi pelaksanaan PSBB pada pengendara, sedangkan Tirto.id melihat dari sisi pengaruh PSBB terhadap ojek online. Kemudian, casual interpretation pada Kompas.com adalah Peraturan Gubernur DKI Jakarta No. 33 Tahun 2020 tentang pelaksanaan PSBB, seedangkan casual interpretation Tirto.id adalah Peraturan Permenhub tentang pengendalian transportasi. Moral evaluation pada Kompas.com menekankan pada kurangnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat mengenai PSBB, dan moral evaluation pada Tirto.id adalah aturan permenhub yang tidak berlawanan dengan aturan dari permenkes. Selanjutnya, treatment recommendation pada Kompas.com cenderung kepada penerapan sanksi yang tegas untuk pelanggar dan treatment recommendation pada Tirto.id adalah perizinan operasi ojek online.
KOMUNIKASI KELUARGA ETNIS BETAWI DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR ANAK DI WILAYAH JAKARTA, BOGOR, DEPOK DAN TANGERANG Maulina Larasati Putri; Ayu Priana
Metakom Vol 4 No 2 (2020): 8th Edition
Publisher : Metakom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/metakom.v4i2.113

Abstract

The family is the first party that plays the most role in the formation of various aspects of a child's life, one of which is learning motivation. The purpose of this research is to find out how Betawi ethnic family communication can improve children's learning motivation. This research uses descriptive research method with a qualitative approach. The primary data collection method is done by interview, while secondary data is obtained from various sources of journal articles, books, theses, and other research documents similar to this research. The results of this study found that, Betawi ethnic families with consensual and pluralistic family types tended to be able to increase children's learning motivation. Whereas families with protective types tend not to increase children's learning motivation, and there are no informants with laissez-faire family types. The contribution of this study is the result of research that can be applied by Betawi ethnic and other ethnic families to be able to know and apply suitable family types to increase children's learning motivation
KOMUNIKASI TERAPEUTIK DI KLINIK NU LUMAJANG DALAM PERSPEKTIF ISLAM Rio Febriannur Rachman; Abdul Hakim
Metakom Vol 4 No 2 (2020): 8th Edition
Publisher : Metakom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/metakom.v4i2.117

Abstract

This article examines how the application of therapeutic communication in the Klinik NU Lumajang (clinic whish is possessed by Nahdlatul Ulama or NU organization) based on Islamic perspective. The majority of patients in this clinic are Muslims, so the population of Lumajang, as the target of this clinic. The purpose of this study is to describe the therapeutic communication of nurse to the patient. This research uses qualitative method, through case study approach. Data sources are obtained from the Klinik NU Lumajang. Data collection techniques are observation, interview or personal communication, reading of literature related to the research topic. The results of this study explain, therapeutic communication of nurses to patients at the Klinik NU Lumajang is carried out with several stages; the preparatory stage, the introductory stage, the work stage, and the termination stage. The reciprocal of the patient, responded by the nurse by listening carefully to the patient’s health problem. The nurse must also show acceptance of the message conveyed by the patient. Therapeutic communication can run smoothly on the seriousness of nurses, who work based on sincerity and only expect the best reply from God Almighty.
INTERPERSONAL FAMILY COMMUNICATIONS IN APPLYING PANDEMI COVID 19 HEALTH PROTOCOLS Lamria Raya Fitriyani
Metakom Vol 4 No 2 (2020): 8th Edition
Publisher : Metakom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/metakom.v4i2.118

Abstract

Pandemi Covid 19 yang muncul di Indonesia pada bulan Februari 2020 lalu, membuat pemerintah dan jajarannya serta segenap tim medis membentuk pelaksanaan dan himbauan protokol kesehatan kepada seluruh lapisan masyarakat. Penerapan protokol kesehatan sebagai kebiasaan baru, tentu memerlukan kerjasama dari setiap pihak, salah satunya pemerintah yang menjadi pemangku kepentingan dan pembuat kebijakan dan regulasi, dn juga dalam melakukan pengawasan. Keluarga adalah peran yang penting, mengingat keluarga adalah lingkungan pertama bagi masyarakat dalam beradaptasi dan melakukan sesuatu yang baru. Menurut hasil survei Demografi Dampak Covid-19 (BPS, 2020), menyampaikan dalam melaksanakan protokol kesehatan menurun seiring dengan menurunnya usia, yaitu pada kelompok usia baby boomers yang lebih memahami di bandingkan oleh generasi milenial (Widayatun, 2020). Berdasarkan pada latar belakang tersebut, maka tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana komunikasi interpersonal keluarga dalam menerapkan protokol kesehatan pandemi covid 19. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan komunikasi interpersonal pendekatan humanistik, yaitu keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif dan kesetaraan. Metodologi penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan melakukan survei kepada responden yang berdomisili di Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal merupakan faktor utama dalam keberhasilan menerapkan protokol kesehatan, di mulai dari edukasi, mengadaptasi dan menjadikannya sebagai kebiasaan baru.
CULTURE SHOCK OF NON-MUSLIM STUDENTS ON ISLAMIC CAMPUS Azza Abidatin Bettaliyah; Nur Qomariyah Nawafillah
Metakom Vol 5 No 1 (2021): 9th Edition
Publisher : Metakom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan terkait Culture Shock yang terjadi pada mahasiswa Non Muslim di Universitas Islam Lamongan (UNISLA) yang merupakan sebuah universitas swasta yang berhasil melakukan branding sebagai kampus Islam berlandaskan Nahdlatul Ulama (NU). Maka dari itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah mahasiswa non muslim di UNISLA mengalami gegar budaya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Objek dalam penelitian ini adalah culture shock yang dirasakan oleh mahasiswa non muslim yang sedang kuliah di Universitas Islam Lamongan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan dan pengambilan gambar. Informan yang dipilih adalah 6 mahasiswa non muslim beragama Kristen Protestan. 2 informan berasal dari suku Jawa asal Lamongan, 2 informan keturunan Tionghoa asal Lamongan dan 2 informan berasal dari Nusa Tenggara Timur. Teknik analisa data yang digunakan yaitu dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menyebutkan bahwa Culture Shock dirasakan oleh informan saat pertama kali mendengar lagu “Ya Lal Wathon”di kampus, saat mengetahui aturan wajib mahasiswa untuk mengikuti pondok pesantren mahasiswa, saat memasuki masjid kampus, saat Mata kuliah ASWAJA dan Pendidikan Agama Islam. Namun selain mengalami Culture Shock, kebiasaan baru tersebut menjadi sebuah kebiasaan menarik bagi informan.
Reception Analysis of the Use of Social Media for Decision Making on the New Normal Campaign (Youtube Video "Tips to Prevent Corona by Doctor Reisa") Eravany Noura Widyanggari
Metakom Vol 5 No 1 (2021): 9th Edition
Publisher : Metakom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/metakom.v5i1.146

Abstract

The decline in the spread of the Covid-19 Virus in May 2020 has provided a "fresh air" for people to start activities with a new life order (new normal). This step began with President Jokowi's visit to a mall in Bekasi and was followed by the delivery of health protocol information by the Covid-19 Task Force Communications Team on one of the Youtube social media "Tips to Prevent Corona in the Mall Ala Dokter Reisa". The purpose of this study was to determine the public's acceptance of the video, the decisions that the community would take after watching the video and whether the speaker had an effect on receiving information. The method in this research uses reception analysis and the theory of decision making by George R. Terry and Brinckloe. The results showed that not all informants agreed with the information presented or entered the Negotiated Reading category. 90% made the decision would go to the mall with health protocols implementation. This decision is based on Fact and Logic or Rationality. The community does not pay too much attention to the figure of the information provider but rather the information provided and still follows instructions given for health reasons. Keywords: Reception Analysis, New Normal, Decision Making Theory, Health Protocol
The DIGITALIZATION OF MARKETING TOURISM PROMOTION IN BANDAR LAMPUNG CITY Supriyanto Supriyanto; Putri Irmala Sari; Suripto Suripto
Metakom Vol 5 No 1 (2021): 9th Edition
Publisher : Metakom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/metakom.v5i1.162

Abstract

The Sky Arch is one of the new tourist attractions in the city of Bandar Lampung. This can be seen from the public's curiosity to come to visit Lengkung Langit. The achievement of Lengkung Langit in attracting public visits when it opened, was recorded as only 1,000 to 2,000 on weekend holidays. This study wants to know how the marketing of the digitalization of the promotional strategies carried out by the manager of the Lengkung Langit tourist spot. This study uses the Villa Gardenia tourist spot as a comparison. The data in this study were obtained by conducting interviews with the manager of Lengkung Langit and a little with Villa Gardenia. Observation and documentation are carried out for field proof. The visitors who were interviewed were only to cross-check the data from the interview with the manager. The results of this study indicate that the promotional strategy carried out by Lengkung Langit is in accordance with the marketing mix concept, by combining the 4 elements of P, namely product, price, place and promotions. Promotion using social media and digital media according to the demands of the times has been carried out by the management and owner of Lengkung Langit.
ANALYSIS OF USE OF INSTAGRAM AS ONLINE CULINARY PROMOTION IN SURABAYA (CASE STUDY ON FOODSTAGRAM ACCOUNT @KOKOBUNCIT) Achmad Kanzulfikar
Metakom Vol 5 No 1 (2021): 9th Edition
Publisher : Metakom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/metakom.v5i1.196

Abstract

Foodstagram. Fenomena ini dipelopori oleh foodstragrammer yang memiliki hobi memotret, mereview makanan dan suasana restoran kemudian diunggah di akun media sosial mereka dengan caption yang menarik. Misalnya, harga, lokasi, pendapat mereka tentang makanan, dan suasana restoran. Ada banyak foodstagram di Surabaya yang memberikan informasi tentang berbagai macam makanan, salah satunya adalah @kokobuncit. Akun ini menggunakan nama yang unik. Selain itu, pemiliknya juga seorang pemuda. Akun @kokobuncit juga sangat terkenal dengan pengikut lebih dari 300 ribu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan Instagram, @kokobuncit, sebagai promosi kuliner di Surabaya. Melalui pemahaman penggunaan fitur media sosial Instagram yang memiliki layanan berbagi foto dan video. Menggunakan teori komunikasi pemasaran online dalam pemasaran instagram, Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus, berdasarkan salah satu informan yang dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini Instagram dinilai efektif dalam melakukan kegiatan promosi produk kuliner karena Instagram memiliki fitur Post dan Caption dan sebuah foodstagram harus memiliki ciri dan kemampuan diantaranya yaitu dalam bidang fotografi dan pengetahuan tentang produk kuliner.
IMPLEMENTATION OF EMPLOYEE ORGANIZATIONAL CULTURE THROUGH FORMAL AND INFORMAL COMMUNICATION Elisa Budiyanti; Nadya Amalia Nasution; Umi Rojiat
Metakom Vol 5 No 1 (2021): 9th Edition
Publisher : Metakom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/metakom.v5i1.203

Abstract

Suatu organisasi di bentuk karena mempunyai dasar dan tujuan yang ingin dicapai. Pencapaian tujuan bukan hanya kepuasan individual, tetapi kepuasan dan manfaat bersama. Budaya organisasi yang kuat dapat memberikan arah kepada suatu organisasi terutama para pegawai. Budaya organisasi perlu diterapkan di dalam setiap bidang usaha, sebagaimana salah satunya adalah Bea Cukai yang memiliki peranan yang berkaitan erat dengan memungut pajak atas barang impor dan ekspor. Salah satu bagian dari Bea cukai adalah KPPBC Tipe Pabean A Bandung yang memiliki keunikan dalam budaya organisasi, yaitu budaya “API” serta tagline sendiri yang mengusung identitas dari Bea Cukai Bandung, yaitu “Gedebageur”. Metode penelitian yang digunakan dari penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Objek dari penelitian ini adalah implementasi budaya organisasi melalui komunikasi formal dan informal pegawai. Hasil dari penelitian ini yaitu tahap-tahap budaya organisasi yang telah dilakukan ketika pegawai masih mengikuti pendidikan di STAN. Nilai-nilai kedisiplinan telah ditanamkan dan dilanjutkan mengikuti SMAPTA pelatihan kepegawaian yang dilatih langsung oleh Koppasus. Meski menggunakan budaya semi militer, pegawai diharuskan selalu menggunakan 3S (senyum, salam, dan sapa) sehingga KPPBC Tipe Madya Pabean A Bandung, tidak kaku dan pengguna jasa merasa nyaman. Budaya API dalam bentuk kegiatan formal maupun informal dalam bekerja, memiliki nilai amanah ditunjukan dalam beberapa kegiatan formal agar pegawai melaksanakan kinerja sesuai dengan budaya organisasi KPPBC Tipe Madya Pabean A Bandung yakni berkinerja jujur, disiplin, memiliki integritas menjauhi diri dari korupsi untuk Bea Cukai makin baik.
REPRESENTASI KORUPTOR DALAM STAND UP COMEDY INDONESIA Rifqi Syahlendra; Abdul Firman Ashaf
Metakom Vol 5 No 2 (2021): 10th Edition
Publisher : Metakom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/metakom.v5i2.148

Abstract

Stand-up Comedy saat ini bukan hanya sebagai media hiburan saja, akan tetapi berkembang menjadi sebuah media kritik yang mampu merepresentasikan sesuatu ditengah masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat representasi koruptor dari materi mengenai koruptor yang dibawakan oleh Insan Nur Akbar pada ajang audisi Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) 1 episode 10 di tahun 2011. Penelitian ini menggunakan pendekatan konstruktivis dan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan dukungan data kajian pustaka dan observasi melalui video rekaman ulang pada akun Youtube Stand Up Kompas TV tanpa melakukan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis wacana kritis Norman Fairclough yang meliputi analisis tekstual, discourse practice, dan sociocultural practice. Hasil penelitian ini menunjukkan representasi koruptor yang digambarkan oleh Insan Nur Akbar pada materi koruptor, sebagai pencuri uang negara, banyak melakukan drama ketika berhadapan dengan hukum, tidak memegang amanah, dan tidak taat terhadap hukum yang berlaku, korupsi di Indonesia berdasarkan pemaparan Akbar juga sudah menjalar ke berbagai lini kehidupan, kesemuanya ini mengerucut kedalam satu titik dimana alasan utama masih maraknya korupsi di Indonesia adalah karena hukum Indonesia yang lemah.