cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 13,824 Documents
Peran Modal Sosial pada Kontrak Pinjaman Bank Thithil dan Implikasinya Terhadap Keberlangsungan Usaha (Studi pada Pasar Blimbing Kota Malang) Hidayati, Bunga
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 2, No 1: Semester Ganjil 2013/2014
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.275 KB)

Abstract

Pandangan neoklasik menyatakan bahwa suatu tindakan hanya dipengaruhi oleh aspek ekonomi saja. Namun teori tersebut tidak dapat menjawab tindakan kontrak pinjaman pedagang dan Bank Thihil. Sehingga dipatahkan oleh teori kelembagaan yang  mengaitkan struktur sosialdalam memahami suatu tindakan. Dengan demikian penelitian ini menggunakan pendekatan kelembagaan melalui modal sosial untuk menjawab interaksi kontrak pinjaman Bank Thithil serta implikasinya terhadap keberlangsungan usaha pedagang di Pasar Blimbing Kota Malang. Metode penelitian yang digunakan yakni metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa modal sosial berperan untuk membuat pedagang memilih Bank Thithil daripada formal.Dilihat dari jaringan, hubungan personal  membuat pedagang merasa nyaman meminjam di  Bank Thithil. Selain itu untuk menjaga jaringan, Bank Thithil berusaha melayani tidak dalam bentuk uang saja, tetapi juga menyediakan dalam bentuk barang yang disebut sebagai Bank Perkakas. Kemudian trust dibentuk dari rasa saling percaya. Sehingga kalaupun tidak bisa membayar maka dapat dilakukan negosiasi. Disisi lain norma yang telah disepakati dan nilai positif yang dibentuk Bank Thithil menjadikan pedagang tidak berpindah ke lembaga formal. Sedangkan implikasinya terhadap keberlangsungan usaha pedagang dapat menguntungkan dan mengurikan.Hal tersebut dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Kata Kunci:Modal Sosial, Kontrak Pinjaman, Bank Thithil, dan Keberlangsungan Usaha
ANALISIS PREFERENSI MAHASISWA DALAM PEMILIHAN TEMPAT KOS (Studi : Kawasan Kos di Kelurahan Ketawanggede dan Kelurahan Sumbersari, Kota Malang) Satya Rachmawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 2, No 1: Semester Ganjil 2013/2014
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.036 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi preferensi mahasiswa dalam pemilihan tempat tinggal kos dan  mengetahui preferensi konsumsi mahasiswa di Kelurahan Ketawanggede dan Kelurahan Sumbersari, Kota Malang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif deskriptif. Dari hasil penelitian ini didapatkan hasil bahwa pada sampel yang terpilih diketahui bahwa pendapatan (uang saku) mahasiswa berpengaruh signifikan negatif terhadap preferensi mahasiswa dalam menentukan kos dan menyatakan apabila pendapatan (uang saku) naik maka kecenderungan preferensi mahasiswa untuk memilih tempat kos di Kelurahan Sumbersari lebih tinggi bila dibandingkan di Kelurahan Ketawanggede. Harga sewa kos berpengaruh signifikan positif terhadap preferensi mahasiswa dalam pemilihan kos dan menyatakan bahwa apabila  harga kos naik  maka kecenderungan preferensi mahasiswa untuk memilih tempat kos di Kelurahan Ketawanggede lebih tinggi bila dibandingkan di Kelurahan Sumbersari. Fasilitas yang ditawarkan kos berpengaruh signifikan positif  terhadap preferensi mahasiswa dalam memilih kos dan menyatakan bahwa apabila fasilitas kos yang ditawarkan lebih bagus, maka kecenderungan preferensi mahasiswa untuk memilih tempat tinggal kos di Kelurahan Sumbersari lebih tinggi bila dibandingkan di Kelurahan Ketawanggede. Tidak adanya pengaruh signifikan serta negatif antara variabel gaya hidup dengan preferensi mahasiswa dalam memilih kos dan menyatakan bahwa tinggi rendahnya tingkat gaya hidup tidak akan meningkatkan preferensi mahasiswa dalam memilih daerah kos Sumbersari maupun Ketawanggede sebagai tempat kos. Selain itu, berdasarkan konsep elastisitas, yaitu elastisitas harga terhadap permintaan, dinyatakan bahwa kos merupakan barang elastis,  yaitu  kos yang diminta sangat dipengaruhi oleh besar-kecilnya harga.  Apabila berdasarkan elastisitas pendapatan terhadap permintaan, dinyatakan bahwa kos merupakan barang kebutuhan kebutuhan ( primer) mahasiswa. Apabila berdasarkan elastisitas silang, dinyatakan bahwa hubungan antara kos mengah ke atas dan kos menengah ke bawah adalah subtitusi (pengganti).   Kata Kunci : Preferensi Mahasiswa, Pemilihan, Tempat Kos
ANALISIS KARAKTERISTIK DAN IDENTIFIKASI KENDALA YANG DIHADAPI UMKM DI KOTA MALANG (Studi Kasus pada Sentra Industri Tempe Sanan) Silvia Candra Fristian
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 2, No 1: Semester Ganjil 2013/2014
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.756 KB)

Abstract

Keberadaan UMKM sangat besar kontribusinya bagi perekonomian negara. Dengan berbagai peran yang disumbangkan oleh UMKM seperti  dalam penyerapan tenaga kerja dan kontribusi dalam Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional, UMKM memiliki potensi yang besar untuk dapat berkembang untuk dapat menjadi motor utama penggerak ekonomi bangsa. Sumbangan UMKM terhadap PDB Nasional tahun 2011 menunjukkan persentase sebesar 56,52 persen. sedangkan sumbanagn UMKM tehadap total PDRB Jawa Timur mencapai 53,8 persen dari tota; PDRB Jawa Timur pada tahun 2010, serta dapat menyediakan 97,30 persen lapangan kerja.  Potensi yang dimiliki UMKM pada berbagai aspek usaha seperti aspek permodalan UMKM sentra industri tempe Sanan sebagian besar berasal  dari modal sendiri dan sebagian besar mengalami peningkatan dalam modal, sehingga berpotensi untuk berkembang dengan menambahkan modal yang berasal dari sumber lain, seperti kredit perbankan. Aspek tenaga kerja, UMKM sentra industri tempe Sanan memiliki peran krusial di dalam penyerapan tenaga kerja. Aspek produksi, sebagian besar UMKM menggunakan bahan baku kedelai, sehingga UMKM ini berbasis pertanian, dan dapat mendukung pembangunan dan pertumbukan produksi di sektor pertanian, khususnya kedelai, serta sebagian besar  UMKM belum menggunakan teknologi modern, dan mengandalkan tenaga manusia. Penyajian data dengan menggunakan analisis SWOT ysng memberikan informasi yang detail mengenai potensi dan hambatan UMKM. Penyampaian data melalui proses visualisasi sehingga memudahkan dalam memahami karakteristik UMKM. Kata Kunci:Karakteristik,  potensi dan hambatan UMKM
PENGARUH PENDAPATAN BUNGA KREDIT DAN PENDAPATAN NON BUNGA (FEE BASED INCOME) TERHADAP KINERJA KEUANGAN (RETURN ON ASSET) (Studi Kasus pada Bank Umum Milik Negara Periode 2007-2011) Wahyu Dwi Priyatmoko
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 2, No 1: Semester Ganjil 2013/2014
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.584 KB)

Abstract

Pada saat ini perbankan tidak hanya mengandalkan pendapatan yang dihasilkan dari bunga kredit atau dikenal dengan pendapatan bunga kredit, akan tetapi juga utnuk meningkatkan profitabilitas, maka perbankan harus pintar atau jeli dengan berupaya mencari sumber-sumber atau produk-produk diluar dari kegaitan perkreditan, seperti dari jasa-jasa perbankan yang diberikan atau yang lebih dikenal dengan fee based income, hal ini menjadi pilar pembentuk profit bagi perbankan. Dengan adanya fee based income, maka pendapatan menjadi  naik dan kinerja keuangan menjadi semakin baik, hal ini dapat dilihat dengan adanya perubahan pada return on assets yang semakin meningkat.  Penelitian ini  bertujuan untuk  mengetahui  pengaruh simultan pendapatan  bunga  kredit  dan  pendapatan non  bunga  terhadap kinerja keuangan bank  dan mengetahui  pengaruh parsial pendapatan  bunga kredit dan  pendapatan non  bunga  terhadap kinerja keuangan bank.  Dengan menggunakan  Fixed Effect Model  (FEM)  untuk mengetahui apakah variabel dependen mempunyai pengaruh terhadap variabel independen yang menghasilkan  kesimpulan bahwa  variabel  pendapatan bunga maupun  variabel  pendapatan non bunga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel return on asset.  Kata Kunci: Pendapatan bunga, Fee Based Income, dan Return On Assets
Biaya Transaksi dan Modal Sosial Antara Pedagang dan Pemasok (Studi Pada Pedagang Sayur di Pasar Blimbing – Kota Malang) Nova Tri Pambudi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 2, No 1: Semester Ganjil 2013/2014
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.296 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk  menjelaskan proses terbentuknya biaya transaksi pada pedagang sayur di Pasar Blimbing – Kota Malang dan menjelaskan peran modal sosial terhadap terbentuknya biaya transaksi pada pedagang sayur di Pasar Blimbing  – Kota Malang.  Tujuan penelitian ini ditetapkan karena fenomena yang banyak terjadi dalam kegiatan  transaksi pedagang sayur dengan pemasok yang melibatkan unsur biaya transaksi dan modal sosial memiliki peran untuk mereduksi biaya transaksi yang harus dikeluarkan oleh pedagang sayur tersebut. Penelitian ini  merupakan  penelitian kualitatif-eksplanatif  dengan  menggunakan pendekatan fenomenologi. Sedangkan dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Serta teknik content analysis digunakan untuk membantu dalam menganalisis data yang didapat dari proses pengumpulan data yang telah dilakukan.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam kegiatan transaksi antara pedagang sayur dan pemasok terbentuk adanya biaya transaksi di mana proses terbentuknya biaya transaksi tersebut mulai dari pedagang sayur akan melakukan transaksi hingga pada saat terjadinya transaksi selama kegiatan pembelian barang dagangan (kulakan). Unsur-unsur biaya transaksi yang terbentuk tersebut diantaranya adalah biaya pencarian informasi, biaya pemilihan dan pemeriksaan barang dagangan, biaya tawar-menawar (negosiasi), dan biaya pencarian pemasok langganan. Dengan terbentuknya biaya transaksi dalam kegiatannya, maka pedagang sayur berusaha untuk mereduksi biaya tersebut dengan memanfaatkan peran modal sosial. Bentuk modal sosial kepercayaan (trust), jaringan informasi, dan norma terbukti mampu mereduksi adanya biaya transaksi tersebut, diantaranya  (1) dapat memperoleh barang dagangan dengan sistem utang,  (2) penentuan harga barang dagangan tanpa proses tawar-menawar, (3) tidak perlu dilakukan kegiatan pemilihan dan pemeriksaan barang dagangan, (4) kemudahan memperoleh informasi mengenai harga kulakan dan harga jual barang dagangan dari relasi, (5) dapat memperoleh informasi pemasok yang bisa dijadikan langganan, (6) menjunjung norma kesopanan dalam kegiatan transaksi, (7) mematuhi komitmen yang telah disepakati bersama antara pedagang sayur dan pemasok. Oleh karena itu, diharapkan  penelitian ini memiliki implikasi terhadap kegiatan transaksi yang dilakukan oleh pedagang sayur dan pemasok agar lebih mudah dan lancar. Selain itu, kegiatan transaksi tersebut juga dapat dilakukan secara efisien dengan biaya transaksi yang rendah, sehingga dapat memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak.      Kata Kunci: Biaya Transaksi, Modal Sosial, Pedagang Sayur, Pemasok, Transaksi
Mekanisme Dan Strategi Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro (Studi Kasus Pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Wilayah Malang Rurun Andika Soviana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 2, No 1: Semester Ganjil 2013/2014
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.759 KB)

Abstract

Kredit Usaha Rakyat (KUR) merupakan suatu program Pemerintah dalam rangka pemberdayaan UMKMK. Menurut jumlah plafonnya, KUR dibagi menjadi dua, yakni KUR Ritel dan KUR Mikro. KUR Mikro merupakan kredit pembiayaan modal kerja dan atau kredit investasi dengan jumlah plafon maksmimal 20juta.  KUR disalurkan oleh beberapa bank di Indonesia, salah satunya BRI dan KUR diberikan penjaminan oleh Pihak Penjamin yakni Askrindo atau Jamkrindo. BRI merupakan bank penyalur KUR terbesar dengan KUR Mikro nya, dan disertai NPL yang paling kecil diantara bank penyalur lainnya.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana mekanisme serta strategi penyaluran KUR Mikro oleh BRI. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Dari hasil penelitian yang didapat menunjukkan bahwa dalam mekanisme penyaluran kredit, seperti kredit pada umumnya. Kebijakan yang ditetapkan oleh BRI adalah penetapan jangka waktu kredit hanya sampai dengan 3 tahun, wajib melakukan pengecekan dengan SID dan agunan tambahan dapat berupa sertifikat rumah, BPKB mobil atau sepeda motor. Strategi perencaan BRI yakni matching antara core bussines dan peraturan Pemerintah. Dalam hal pembinaan dan pengawasan, tidak dilakukan atau tidak sesuai dengan prosedur. Untuk penanganan kredit macet, dilakukan penagihan secara berkala, penyitaan barang jaminan, dan atau pengajuan klaim kepada pihak penjamin. Strategi perluasan penyaluran KUR adalah pendirian unit kerja baru dan perekrutan SDM yang berkualitas. Selain itu strategi marketing berada ditangan masing-masing Mantri. Hasil penelitian menunjukkan adanya makelar KUR. Makelar KUR timbul disaat strategi keluarga berantai atau rekomendasi nasabah dilakukan. Untuk tetap mendapatkan kredit yang sehat, diharapkan Mantri tetap mengacu pada prinsip analisis kredit yang baik dan benar. Kata kunci: Mekanisme, Strategi, KUR Mikro, BRI
Analisis Terhadap Migran Sirkuler di Kota Surabaya Angga Erlando; Devanto Shasta Pratomo
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 2, No 1: Semester Ganjil 2013/2014
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.826 KB)

Abstract

Fenomena migrasi sebagai bentuk mobilitas penduduk  telah menjadi budaya tersendiri di Negara Indonesia. Salah satu tempat menarik yang dijadikan tujuan bermigrasi adalah Kota Surabaya sebagai kota terbesar kedua di Indonesia. Sehingga penelitian ini mencoba fokus pada realita migrasi di Kota Surabaya yang terspesifikasi pada migran sirkuler. Adapun tujuan penelitiaan yang dilakukan adalah untuk mengetahui  karakteristik migran sirkuler yang sifatnya tidak menetap (ulang-alik) dan para migran yang pulang dalam tempo mingguan/bulanan (menetap). Sementara tujuan yang kedua adalah untuk mengetahui faktor-faktor pembeda yang mempengaruhi migrasi sirkuler yang sifatnya harian  (ulang-alik) dengan yang sifatnya pulang secara mingguan/bulanan.  Melalui 11 (sebelas) faktor yang diambil sebagai variabel independen, maka keduabelas variabel ini dibedakan kedalam dua kelompok. Kelompok pertama berdasarkan karakteristik ekonomi : upah, pekerjaan sektor jasa, pekerjaan sektor perdagangan, pekerjaan sektor industri, dan jarak. Kelompok kedua berdasarkan karakteristik demografi : status dalam keluarga, status pernikahan, jenis kelamin, jenjang pendidikan,umur,dan daerah asal. Melalui data sekunder yang diambil dari Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) tahun 2012. Data tersebut diolah pada probit dan sebagi pembandingya menggunkan LPM (Linear Probability Model) melalui operasi software Stata 10.  Secara menyeluruh dapat dikatakan bahwa yang memiliki kecenderungan untuk menentukan minat atau keputusan melakukan migrasi sirkuler secara ulang alik/harian/tidak menetap adalah variabel pekerjaan disektor jasa, status penikahan, tingkat pendidikan, dan daerah asal (perkotaan) karena memilikin kofisien positif dan signifikan. Sementara kecenderungan untuk melakukan migrasi dengan ada proses menetap (mingguan/bulanan) pulang, lebih cenderung karena faktor pekerjaan disektor industri, jarak, status kepala rumah tangga, dan umur, karena adanya kofisien negative secara signifikan. Sisanya variabel upah,  pekerjaan disektor perdagangan, dan jenis kelamin memiliki kecenderungan yang tidak signifikan terhadap penentuan keputusan untuk melakukan migrasi entah yang sifatnya tidak menetap/ulang-alik/harian/ maupun yang sifatnya menetap (mingguan/bulanan) pulang. Kata kunci : Mobilitas, Kecenderungan ,Migrasi Sirkuler Ulang-Alik. Migrasi Sirkuler Menetap.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT PENDAPATAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) DI KOTA BATU Okky Rio Andika Putra; Arif Hoetoro
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 2, No 1: Semester Ganjil 2013/2014
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.291 KB)

Abstract

Peranan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam perekonomian nasional sangat besar. Krisis ekonomi yang diawali dengan krisis moneter yang terjadi di Indonesia  menunjukkan bahwa UMKM relatif lebih bertahan dalam menghadapi krisis tersebut, dari pada usaha skala besar yang  sering mengalami kebangkrutan. Dimana Kota Batu dengan banyaknya perkebunan buah apel membuat masyakat membuat sebuah produk UMKM minuman olahan sari buah apel, Dalam perkembangannya, sektor agroindustri terutama untuk sub sektor minuman terlihat mendominasi sektor industri perdagangan di kota batu Pendapatan perkapita sebagai salah satu indikator kesejahteraan masyarakat berperan dalam meningkatkan taraf hidup suatu masyarakat . masyarakat sebagai rumah tangga konsumen mempunyai permasalahan yang kompleks dalam usaha pemenuhan konsumsinya. Setiap pemenuhan konsumsi yang diinginkan harus mempunyai nilai guna maksimal sebagai indicator Kepuasan atau utilitas. Untuk mewujudkan fungsi konsumsi yang mencapai nilai kepuasan tertinggi maka setiap rumah tangga konsumen harus mengerjakan segala sesuatu yang dapat menghasilkan pendapatan sehingga akan mampu mendongkrak nilai keterbatasan anggaran belajanya. Salah satu usaha untuk mendongkrak nilai keterbatasan anggaran belanja adalah dengan berinvestasi melalui kegiatan industry kecil. UMKM di kecamatan batu kota batu dinilai mampu menyerap tenaga kerja sehingga dapat meningkatkan pendapatan daerah. UMKM sari apel memiliki banyak kendala pada proses produksinya, yaitu diantaranya modal, tenaga kerja, bahan baku, mesin (teknologi) dan pengalaman kerja. Faktor produksi sangatlah berpengaruh terhadap pendapatan UMKM sari apel dikarenakan produksi yang tak maksimal maka akan menghasilkan hasil yang tak maksimal.   Kata Kunci: UMKM, Sari Apel, Pendapatan, faktor Produksi,
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produktivitas Kerja Karyawan (Studi Pada Bagian Distribusi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Banyuwangi Wahyu Priyanto; Supart ono
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 2, No 1: Semester Ganjil 2013/2014
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.506 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja karyawan  serta untuk mengetahui variabel apa yang lebih dominan berpengaruh produktivitas kerja karyawan. Variabel independen dalam penelitian ini adalah Gaji (X1), Pelatihan (X2), Insentif (X3), dan Usia (X4), sedangkan variabel dependennya adalah Produktivitas Kerja Karyawan (Y). Penelitian ini merupakan penelitian populasi karena mengambil seluruh jumlah populasi sebagai responden yaitu 30  orang karyawan bagian distribusi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Banyuwangi. Untuk analisis data yang digunakan analisis regresi liniear berganda dengan menggunakan bantuan komputer SPSS 20 for windows. Dari hasil yang telah dilakukan diperoleh persaman regresi liniear berganda : Y = -24.950 + 1.078X1 + 0.614X2 + 4.954X3 + 0.286X4 Dari persamaan regresi tersebut menunjukkan adanya pengaruh dari variabel bebas (Gaji, Pelatihan, Insentif, dan Usia) terhadap variabel terikat (Produktivitas Kerja). Pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat secara simultan dijelaskan melalui R-square (R2) sebesar 0.912 dan P-value sebesar 0.000. Dengan demikian berarti bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja karyawan bagian distribusi PDAM Kabupaten Banyuwangi dapat dijelaskan sebesar  91.2 % variabel Gaji (X1), Pelatihan (X2), Insentif (X3), dan Usia (X4), sedangkan sisanya 8.8 % dijelaskan oleh variabel-variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini. Adanya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat secara parsial dijelaskan melalui nilai koefisien  regresi X1 sebesar 1.078 dengan P Value = 0.017; X2 sebesar 0.614 dengan P Value = 0.119; X3 sebesar 4.954 dengan P Value = 0.009; X4 sebesar 0.286 dengan P Value = 0.049. Hal ini menunjukkan bahwa secara parsial variabel Gaji (X1), Insentif (X3), dan Usia (X4) berpengaruh signifikan terhadap Produktivitas Kerja Karyawan (Y). Variabel Pelatihan (X2) tidak berpengaruh signifikan terhadap Produktivitas Kerja Karyawan (Y). Variabel Gaji (X1) dengan nilai Standarized Coefficients Beta sebesar 0.425 adalah variabel yang lebih dominan berpengaruh terhadap Produktivitas Kerja Karyawan (Y) dibandingkan dengan variabel lainnya. Kata kunci : Produktivitas, Gaji, Pelatihan , Insentif, Usia, Regresi Linear Berganda
ANALISIS PENGARUH PENGHIMPUNAN DANA, KREDIT BERMASALAH, DAN KONDISI UMKM TERHADAP PEMBERIAN KREDIT PRODUKTIF BANK PERKREDITAN RAKYAT (Periode 2003 – 2012) Wahyu Eko Cahyono Putro
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 2, No 1: Semester Ganjil 2013/2014
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.745 KB)

Abstract

Diantara begitu banyak perbankan, kehadiran Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang menyediakan produk keuangan yang serupa dengan Bank konvensional lain ternyata memiliki penetrasi yang lebih baik dibandingkan dengan perbankan lain khususnya untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Akan tetapi, jumlah BPR terus mengalami penyusutan dari waktu ke waktu. Terus berkurangnya jumlah BPR menunjukkan bahwa BPR tersebut dalam kondisi tak sehat. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemampuan BPR yang sektor pasarnya usaha kecil dalam menyalurkan kredit ke UMKM serta seberapa besar peran dari BPR dalam menyalurkan kredit melihat persaingan dengan bank umum yang semakin ketat. Oleh karena itu perlu dilakukan pengujian faktor - faktor yang mempengaruhi penyaluran kredit produktif BPR, yang meliputi Penghimpunan Dana BPR, Kredit Bermasalah BPR, Unit Usaha UMKM, Tenaga Kerja UMKM, dan Produk Domestik Bruto (PDB) UMKM. Penelitian ini menggunakan Bank Perkreditan Rakyat secara keseluruhan sebagai satu unit obyek penelitian, dengan periode penelitian dari tahun 2003 – 2012. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda, sementara uji hipotesis menggunakan uji - t untuk menguji pengaruh variabel secara parsial serta uji – F untuk menguji pengaruh variabel secara serempak dengan tingkat signifikansi 5%. Berdasarkan penelitian diperoleh hasil bahwa Penghimpunan Dana BPR berpengaruh positif dan signifikan terhadap penyaluran Kredit Produktif BPR. Kredit Bermasalah BPR berpengaruh negatif dan signifikan terhadap penyaluran Kredit Produktif BPR. Kondisi UMKM yang terdiri atas Unit Usaha UMKM tidak berpengaruh terhadap penyaluran Kredit Produktif BPR, Tenaga Kerja UMKM berpengaruh positif dan signifikan terhadap penyaluran Kredit Produktif BPR, dan Produk Domestik Bruto (PDB) UMKM berpengaruh positif dan signifikan terhadap penyaluran Kredit Produktif BPR. Kata Kunci: Kredit Produktif BPR, Penghimpunan Dana BPR, Kredit Bermasalah BPR, Unit Usaha UMKM, Tenaga Kerja UMKM, dan Produk Domestik Bruto (PDB) UMKM.

Page 88 of 1383 | Total Record : 13824


Filter by Year

2010 2022


Filter By Issues
All Issue Vol. 10 No. 2 Vol 10, No 2: Semester Genap 2021/2022 Vol 10, No 1: Semester Ganjil 2021/2022 Vol. 10 No. 1 Vol. 9 No. 2 Vol 9, No 2: Semester Genap 2020/2021 Vol 9, No 1: Semester Ganjil 2020/2021 Vol. 9 No. 1 Vol. 8 No. 2 Vol 8, No 2: Semester Genap 2019/2020 Vol 8, No 1: Semester Ganjil 2019/2020 Vol. 8 No. 1 Vol. 7 No. 2 Vol 7, No 2: Semester Genap 2018/2019 Vol 7, No 1: Semester Ganjil 2018/2019 Vol. 7 No. 1 Vol. 6 No. 2 Vol 6, No 2: Semester Genap 2017/2018 Vol 6, No 2: Semester Genap 2017/2018 Vol 6, No 1: Semester Ganjil 2017/2018 Vol 6, No 1: Semester Ganjil 2017/2018 Vol. 6 No. 1 Vol. 5 No. 2 Vol 5, No 2: Semester Genap 2016/2017 Vol 5, No 2: Semester Genap 2016/2017 Vol 5, No 1: Semester Ganjil 2016/2017 Vol 5, No 1: Semester Ganjil 2016/2017 Vol. 5 No. 1 Vol. 4 No. 2 Vol. 3 No. 2 Vol 4, No 2 : Semester Genap 2015/2016 Vol 4, No 2 : Semester Genap 2015/2016 Vol 4, No 1: Semester Ganjil 2015/2016 Vol 4, No 1: Semester Ganjil 2015/2016 Vol. 4 No. 1 Vol 3, No 2: Semester Genap 2014/2015 Vol 3, No 2: Semester Genap 2014/2015 Vol 3, No 1: Semester Ganjil 2014/2015 Vol 3, No 1: Semester Ganjil 2014/2015 Vol. 3 No. 1 Vol. 2 No. 2 Vol 2, No 2: Semester Genap 2013/2014 Vol 2, No 2: Semester Genap 2013/2014 Vol 2, No 1: Semester Ganjil 2013/2014 Vol 2, No 1: Semester Ganjil 2013/2014 Vol. 2 No. 1 Vol. 1 No. 2 Vol 1, No 2: Semester Genap 2012/2013 Vol 1, No 2: Semester Genap 2012/2013 Vol 1, No 1: Semester Ganjil 2012/2013 Vol 1, No 1: Semester Ganjil 2012/2013 Vol. 1 No. 1 More Issue