cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 13,824 Documents
Respon Penawaran Industri Keripik Tempe Terhadap Perubahan Harga Input (Studi Kasus Pada Sentra Industri Keripik Tempe Sanan Malang) Vivin Ul Quraniyul Farid
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 2, No 1: Semester Ganjil 2013/2014
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (845.672 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon penawaran industri keripik tempe di kampung Sanan Malang terhadap adanya perubahan harga input. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode peneitian kuantitatif. Adapun metode pengambilan sampel yaitu dengan metode non probability sampling dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang didapatkan dari hasil wawancara dan data sekunder yang diperoleh dari berbagai sumber antara lain  BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal), BPS (Badan Pusat Statstik), Kementerian Pertanian, dan Kementerian Perindustrian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa respon penawaran keripik tempe dipengaruhi oleh perubahan harga input yang terdiri dari kedelai, tempe, dan upah pekerja. Perubahan harga input tersebut disebabkan oleh melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar dan adanya kenaikan harga BBM yang terjadi beberapa waktu lalu. Kenaikan harga input keripik tempe tidak membuat produsen keripik tempe  menaikan harga jual keripik tempe. Hal ini dikarenakan produsen lebih mementingkan keberlanjutan usaha daripada keuntungan dari hasil produksi keripik tempe. Dalam menghadapi kenaikan harga input, produsen memiliki strategi khusus yang digunakan untuk meminimalisir kerugian yaitu dengan mengurangi ukuran keripik tempe namun tetap mempertahankan kualitas rasa keripik tempe.Kata Kunci: Respon Penawaran, Keripik Tempe, Perubahan Harga Input, dan Strategi Produsen
ANALISIS KESYARIAHAN PENERAPAN PEMBIAYAAN MURABAHAH (Studi Kasus PT.Bank Pembiayaan Rakyat Syariah xxx di Kota Mojokerto) Kiki Priscilia Ramadhani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 2, No 1: Semester Ganjil 2013/2014
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.421 KB)

Abstract

Bank Pembiayaan Rakyat Syariah adalah salah satu lembaga keuangan yang melaksanakan kegiatan  usaha berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Bentuk Pembiayaan yang ditawarkan Bank Islam adalah musyarakah dan mudharabah, dan menggunakan sistem profit and loss sharing dalam menentukan keuntungan. Pada umumnya bank Islam menggunakan murabahah sebagai pembiayaan  investasi jangka pendek dan disinyalir terdapat ketidaksesuaian antara penerapan murabahah di bank syariah dengan ketentuan syariah yang ada. Penelitian ini menggunakan Penelitian Kualitatif, yang bertujuan untuk mengetahui Mengetahui bagaimana praktik penerapan akad murabahah pada BPRS.dan mengetahui adakah perbedaan antara praktek dan teori pada akad murabahah yang ada pada BPR syariah. Penelitian ini menggunakan pendekatan Content  Analysis untuk memperoleh pemahaman terhadap pesan yang di presentasikan, pendekatan Content Analysis ini untuk mengetahui dan menganalisis kesyariahan penerapan murabahah pada salah satu PT.BPRS yang ada di Kota Mojokerto. Hasil dari pendekatan Content Analysis di dapat bahwa terdapat ketidaksesuaian antara penerapan murabahah dengan prinsip syariah yang ada. Bahwa dalam penerapannya melanggar beberapa prinsip murabahah yakni Informasi yang di terima nasabah tidak sempurna dan melanggar prinsip An tarradin minkum. Selain itu produk  Al-Amanah iB yang ada di BPRS xxx tidak sesuai dengan murabahah KPP (Hybrid Contract murabahah wal wakalah), Al-Amanah iB bisa dikatakan tidak sah karena tidak memenuhi syarat dari jual beli murabahah, dan proses survey yang kurang akurat sehingga pihak Bank pernah mengalami kerugian.Kata Kunci : Kesyariahan, Pembiayaan, Murabahah.
ANALISIS EKONOMI KEJAHATAN PADA TRANSAKSI ROKOK TANPA CUKAI (Studi Kasus di Kota Blitar) Yezzie Angga Pravitasari
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 2, No 1: Semester Ganjil 2013/2014
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.43 KB)

Abstract

Sekitar 96% persen pendapat negara diperoleh dari cukai tembakau. Sebaliknya, semakin besar industri rokok dimanfaat seseorang untuk memperoleh keuntungan lebih yaitu dengan memproduksi rokok tanpa cukai. Tujuan  penelitian ini adalah mengetahui perilaku ekonomi kejahatan pada transaksi rokok tanpa cukai. Ekonomi kejahatan yang dimaksud adalah menganalisis perilaku setiap individu sebagai upaya merespon terhadap segala bentuk tindakan yang diatur dalam hukum. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Simbolik Interaksionisme. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ditemukan ada 6 merek rokok tanpa cukai di daerah Blitar. Peneliti juga mengurai beberapa proses transaksi rokok tanpa cukai: pertama, distributor mempunyai peran ganda yaitu sebagai pemasok bahan baku serta penyalur rokok tanpa cukai. Rokok tanpa cukai yang didapat akan dipasarkan ke beberapa daerah, kedua, rokok tersebut akhirnya sampai ke tangan toko grosir, ketiga, toko grosir akan menawarkan ke beberapa pengecer dan kemudian pengecer menjualnya kepada konsumen akhir. Disamping itu, penelitian ini juga menunjukkan alasan mengapa transaksi rokok tanpa cukai tetap dilakukan yang diantaranya adalah keuntungan. Dalam konteks punishment,  penelitian ini membuktikan bahwa bukan hanya pabrik kecil yang melakukan tindakan pelanggaran cukai melainkan pabrik yang berskala besar dan ternama. Selain itu, penyitaan serta denda tidak menyurutkan kegiatan perdagangan rokok tanpa cukai. Fakta lain yang ditemukan telah terjadi pelanggaran oleh pihak aparat terkait dengan transaksi rokok tanpa cukai.Kata Kunci: Rasionalitas, Ekonomi Kejahatan, Punishment
Analisis Pengaruh Pendidikan, Kesehatan, dan Angkatan Kerja Wanita Terhadap Kemiskinan di Kabupaten Gresik (Studi Kasus Tahun 2008-2012) Radhitya Widyasworo
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 2, No 1: Semester Ganjil 2013/2014
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.621 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari variabel Tingkat Pendidikan, Kesehatan dan Partisipasi Angkatan Kerja Wanita terhadap Tingkat Kemiskinan di Kabupaten Gresik tahun 2008-2012. Pemilihan variabel tingkat pendidikan dan kesehatan karena kedua variabel ini merupakan investasi SDM untuk meningkatkan produktivitas seseorang. Dimana dengan tingginya angka produktivitas maka gaji yang diperoleh juga akan meningkat dan kesejahteraan tercapai. Sedangkan partisipasi angkatan kerja wanita dipilih karena Gresik adalah kabupaten yang berbasis industri yang menyerap banyak tenaga kerja wanita. Selain itu salah satu faktor utama wanita terjun kedunia kerja adalah untuk menopang perekonomian keluarga, membantu suami. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif dengan data time series. Setelah dilakukan uji asumsi klasik, baru dilanjutkan dengan teknik analisis regresi linear berganda untuk mengetahui besarnya pengaruh masing-masing variabel terhadap tingkat kemiskinan dan untuk mengetahui variabel mana yang berpengaruh paling besar terhadap tingkat kemiskinan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ketiga variabel bebas berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan. Tingkat pendidikan dan partisipasi angkatan kerja wanita berpengaruh signifikan baik secara parsial maupun simultan sedangkan tingkat kesehatan berpengaruh namun tidak signifikan. Hubungan yang terjalin antara variabel bebas dengan variabel terikat adalah berlawanan arah. Ketika salah satu atau semua variabel bebas mengalami peningkatan maka tingkat kemiskinan akan menurun. Dan variabel partisipasi angkatan kerja wanita berpengaruh paling besar terhadap tingkat kemiskinan karena alasan wanita turun ke dunia kerja lebih dominan disebabkan oleh tuntutan ekonomi keluarga.   Kata Kunci: Tingkat Pendidikan, Kesehatan, Partisipasi Angkatan Kerja Wanita, Tingkat Kemiskinan, Regresi Linear Berganda
ANALISIS SEKTOR EKONOMI UNGGULAN DALAM PENGEMBANGAN POTENSI PEREKONOMIAN DI KOTA BLITAR Afrendi Hari Tristanto
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 1, No 2: Semester Genap 2012/2013
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.21 KB)

Abstract

Pertumbuhan ekonomi dan prosesnya yang berkelanjutan merupakan kondisiutama bagi kelangsungan pembangunan ekonomi daerah. Karena jumlah pendudukterus bertambah dan berarti kebutuhan ekonomi juga bertambah, sehingga dibutuhkanpenambahan pendapatan setiap tahun. Hal ini dapat diperoleh dengan peningkatanoutput agregat (barang dan jasa) atau Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)setiap tahun. Untuk melaksanakan pembangunan dengan sumber daya yang terbatas sebagai konsekuensinya harus difokuskan kepada pembangunan sektor-sektor yang memberikan dampak pengganda (multiplier effect) yang besar terhadap sektor-sektor lainnya atau perekonomian secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan sektor unggulan perekonomianwilayah Kota Blitar sebagai bahan informasi dan pertimbangan dalamperencanaan pembangunan ekonomi. Penelitian ini menggunakan data sekunderberupa runtun waktu (time series) dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)Kota Blitar dan Provinsi Jawa Timur tahun 2006-2010. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini, yaituanalisis Location Quotient (LQ) dan analisis Shift Share. Hasil perhitungan Location Quotient (LQ) menunjukkan yang termasuk kedalam sektor basis (LQ>1) yaitu : sektor listrik, gas dan air bersih, sektor bangunan/konstruksi, sektor pengangkutan dan komunikasi, sektor keuangan, persewaan, dan jasa perusahaan, dan sektor jasa-jasa. Hasil perhitungan shift share menunjukkan yang termasuk kedalam sektor kompetitif yakni : sektor listrik, gas dan air bersih, sektor bangunan/konstruksi, sektor perdagangan, hotel dan restoran. Dari hasil analisis menggunakan kedua alat yakni LQ dan shift share yang temasuk sektor ekonomi unggulan di Kota Blitar yakni: sektor listrik, gas dan air bersih, dan sektor bangunan/konstruksi. Kedua sektor tersebut termasuk sektor basis dan kompetitif. Kata Kunci : Sektor ekonomi unggulan, pengembangan potensi perekonomian
IMPLEMENTASI PRINSIP PEMBIAYAAN KREDIT KONSUMTIF & STRATEGI PENYELESAIAN KREDIT BERMASALAH (Studi di PT BFI Finance Indonesia TBK, Cabang Kota Malang) Adityo Nugroho Winardi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 2, No 1: Semester Ganjil 2013/2014
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.566 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi prinsip pembiayaan kredit konsumtif yang ditinjau dari undang-undang pemerintah dengan penerapan di lembaga keuangan non bank. Undang – undang Nomor 30/PMK.010/2010 tentang penerapan prinsip mengenal nasabah bagi lembaga keuangan non bank dan undang – undang Nomor 43/PMK.010/2012 tentang uang muka telah dianggap menjadi salah satu acuan pihak pemerintah dalam proses pembiayaan konsumen untuk kendaraan bermotor. Namun, implementasi undang – undang yang telah dikeluarkan pemerintah belum tentu dilaksanakan dengan sempurna oleh lembaga keuangan non bank. Maka dari itu peneliti akan meneliti bagaimana implementasi prinsip pembiayaan kredit konsumtif yang dilakukan PT. BFI Finance Kota Malang. Penelti juga akan meneliti bagaiman strategi perusahaan daam mengatasi kredit bermasalah. Dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatf dengan pendekatan contect analysis sehingga peneliti dapat menjawab rumusn masalah diatas. Dari hasil penelitian ini, diketahui bahwa dalam implementasi undang-undang nomor 30/PMK/010/2010 dan undang – undang nomor 43/PMK/010/2012  terhadap proses pembiayaan kredit konsumtif kendaraan bemotor (studi pada PT. BFI Finance Kota Malang) telah tersosialisasi dengan benar, walaupun belum terlaksana secara sempurna, hal ini dikarenakan para karyawan belum mengetahui secara jelas isi dan arti dari undang – undang tersebut namun dalam standart proses pemberian kredit yang dikeluarkan PT. BFI Finance telah sesuai dengan undang - undang pemerintah Kata kunci: Undang – undang Nomor 30/PMK/010/2010, Undang – undang Nomor 43/PMK/010/2012,  Proses Pembiayaan Kredit Konsumstif
PENGARUH INSENTIF, TINGKAT PENDIDIKAN DAN MASA KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN (Studi Kasus Pada Hotel Pelangi Malang) Febri Rudiansyah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 2, No 1: Semester Ganjil 2013/2014
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.58 KB)

Abstract

Penelitian  ini  bertujuan  untuk  menganalisis  pengaruh  dari  pemberian  insentif,  tingkat pendidikan,  dan masa  kerja  terhadap  produktivitas  kerja  karyawan Hotel  Pelangi Malang,  sehingga diperoleh  hasil  apakah  ketiga  variabel  tersebut  yang  telah  diberikan  selama  ini  bisa  meningkatkan produktivitas kerja karyawan atau tidak.Dalam  penelitian  ini  menggunakan  metode  penelitian  kuantitatif  yang    bertujuan  untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui 2 (dua) cara, yaitu wawancara  terhadap  narasumber  dan  kuesioner.  Sampel  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini berjumlah  40  responden. Analisis  data  yang  digunakan  adalah  uji  asumsi  klasik  dan  analisis  regresi linier berganda, dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh insentif, tingkat pendidikan, dan masa kerja  terhadap produktivitas kerja karyawan di Hotel Pelangi Malang. Variabel independen dalam penelitian ini  adalah  insentif  (X1),  tingkat pendidikan  (X2), dan masa kerja  (X3),  sedangkan  variabel dependen adalah  produktivitas  kerja  karyawan  (Y).  Hasil  dari  penelitian  ini  berdasarkan  analisis  data  dan pengujian  hipotesis  yang  dilakukan,  yaitu  variabel  insentif  (X1),  tingkat  pendidikan  (X2),  dan masa kerja  (X3)  berpengaruh  signifikan  terhadap  variabel  produktivitas  kerja  karyawan  (Y),  selain  itu variabel independen yang memberikan pengaruh dominan terhadap variabel dependen adalah variabel masa  kerja  (X3).  Hal  ini  berarti  bahwa  insentif,  tingkat  pendidikan,  dan  masa  kerja  karyawan memberikan  dampak  yang  cukup  besar  dalam  meningkatkan  produktivitas  kerja  karyawan  yang semakin menyempurnakan pelayanan di Hotel Pelangi Malang.    Kata kunci : Insentif, Tingkat Pendidikan, Masa Kerja, Produktivitas Kerja Karyawan.
ANALISIS VARIABEL- VARIABEL YANG MEMPENGARUHI FEE BASED INCOME (STUDI KASUS PADA BANK PEMERINTAH DAN BANK ASING DI INDONESIA TAHUN 2008- 2012) Atik Masita
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 2, No 1: Semester Ganjil 2013/2014
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.759 KB)

Abstract

Hasil penelitian  menunjukkan  bahwa variabel provisi, komisi, fee; pendapatan transaksi valuta asing dan pendapatan lainnya  berpengaruh secara simultan yang signifikan terhadap fee based income pada bank pemerintah  maupun bank asing di Indonesia. Sedangkan secara parsial, vaiabel yang berpengaruh signifikan pada bank pemerintah adalah provisi, komisi, fee dan pendaptan lainnya. Sementara variabel yang berpengaruh signifikan pada bank asing adalah provisi, komisi, fee;pendapatan transaksi valuta asing dan pendapatan lainnya.fee based income  pada bank asing dan bank pemerintah tidak berbeda Kata Kunci:  Fee based income; Provisi,komisi, fee; Pendapatan transaksi valuta asing; Pendapatan lainnya
PENGARUH PELATIHAN, INSENTIF, DAN MASA KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT. PLN (Studi Pada PT. PLN (Persero) Distribusi Jatim Area Malang) Luh Maya Susanti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 2, No 1: Semester Ganjil 2013/2014
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.428 KB)

Abstract

Kinerja adalah kualitas pekerjaan yang diselsaikan oleh individu yang merupakan karyawan pada perusahaan. Banyak faktor-faktor yang mempengaruhinya salah satu diantaranya adalah pelatihan, insentif, dan masa kerja.Tujuan pelatihan harus jelas dan ringkas serta dikembangkan untuk mencapai tujuan perusahaan yaitu peningkatan kinerja karyawan.Kinerja karyawan dapat diukur melalui inidkator-indikator: a) Kemahiran memahami prosedur yang telah ditentukan. b) Sikap menghadapi pelanggan. c) Kecermatan dalam pelaksanaan tugas. d) Kecepatan penyelaiaan tugas.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pelatihan, insentif, dan masa kerja secara simultan terhadap kinerja karyawan PT. PLN. Dalam penelitian ini, selain beberapa pertanyaan diatas, juga memeiliki tujuan lain apakah diantara variabel pelatihan, insentif dan masa kerja mana yang lebih dominan berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Dengan bertambah besarnya PT. PLN, maka permasalahan dan tantangan untuk perusahaan semakin banyak. Adanya tantangan memotivasi untuk berinovasi yang diharapkan karyawan mampu memberikan kinerja yang baik. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif.Dari hasil penelitian yang didapat menunjukkan bahwa pengaruh secara simultan tiap variabel bebas terhadap kinerja karyawandilakukan dengan pengujian F-test.Hasil analisis regresi linier berganda menunjukkan nilai Fhitung sebesar 18,314 dengan taraf signifikan 0,05 menunjukkan nilai sebesar 2,807. Diantara ketiga variabel yang memiliki koefisien paling dominan adalah pelatihan. Karena pada uji t hasil t test antara x1 (Pelatihan) dengan Y (Kinerja Karyawan) menunjukan t hitung sebesar 2,353. Kata Kunci: Kinerja Karyawan, Pelatihan, Insentif, Masa Kerja
Pengaruh Upah Minimum, PDRB, dan Populasi Penduduk Terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka (Studi Kasus Gerbangkertasusila Tahun 2007-2012) Radewa Rizki Mirma Wijaya; Devanto Shasta Pratomo
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 2, No 1: Semester Ganjil 2013/2014
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.928 KB)

Abstract

Fenomena pengangguran terbuka adalah individu yang termasuk dalam kelompok penduduk usia kerja yang selama periode tertentu tidak bekerja, dan bersedia menerima pekerjaan Pengangguran terbuka juga dikatakan sebagai wujud dari kemajuan teknologi yang dapat mengurangi tenaga kerja. Sehingga peneliti mencoba fokus pada realita pengangguran yang terjadi di Gerbangkertasusila. Adapun tujuan penelitian dilakukan adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi dari tingkat pengangguran terbuka di Gerbangkertasusila. Peneliti menempatkan penagngguran terbuka sebagai variabel dependen dan mengambil variabel independen : upah minimum, PDRB, dan populasi penduduk. Sehingga peneliti ingin melihat bagaimana pengaruh masing-masing variabel upah minimum, PDRB, dan populasi penduduk terhadap tingkat pengangguran terbuka di Gerbangkertasusila. Data yang digunakan menggunakan data panel dengan mengambil 7 kabupaten/kota yang terdapat di Gerbangkertasusila dengan runtut waktu 6 tahun (2007-2012). Melalui data sekunder yang diambil dari studi pustaka baik literature BPS, jurnal dan penelitian terdahulu. Data tersebut diolah dengan menggunakan analisis Random Effect Model (REM) dibantu dengan software Stata 10 dalam pengoperasiannya. Hasil penelitian pada model pertama menunjukkan pengaruh variabel upah minimum (X1) terhadap variabel tingkat pengangguran terbuka (Y) diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 dengan nilai koefisien bertanda negatif sebesar 0,0883934 yang menyatakan bahwa setiap kenaikan upah minimum sebesar 1 persen akan menurunkan tingkat pengangguran terbuka sebesar 0,09 persen di Gerbangkertasusila. Pada model kedua menunjukkan pengaruh variabel PDRB (X2) terhadap variabel tingkat pengangguran terbuka (Y) diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 dengan nilai koefisien bertanda positif sebesar 0,0295291 yang menyatakan bahwa setiap kenaikan PDRB sebesar 1 persen maka tingkat pengangguran terbuka akan meningkat sebesar 0,03 persen di Gerbangkertasusila. Pada model ketiga menunjukkan pengaruh variabel populasi penduduk (X3) terhadap variabel tingkat pengangguran terbuka (Y) diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 dengan nilai koefisien bertanda negatif sebesar 0,0330812 yang menyatakan bahwa setiap kenaikan populasi penduduk sebesar 1 persen akan menurunkan tingkat pengangguran terbuka sebesar 0,03 persen di Gerbangkertasusila.   Kata Kunci : Tingkat Pengangguran Terbuka, Upah Minimum, PDRB, Populasi Penduduk

Page 90 of 1383 | Total Record : 13824


Filter by Year

2010 2022


Filter By Issues
All Issue Vol. 10 No. 2 Vol 10, No 2: Semester Genap 2021/2022 Vol 10, No 1: Semester Ganjil 2021/2022 Vol. 10 No. 1 Vol. 9 No. 2 Vol 9, No 2: Semester Genap 2020/2021 Vol 9, No 1: Semester Ganjil 2020/2021 Vol. 9 No. 1 Vol. 8 No. 2 Vol 8, No 2: Semester Genap 2019/2020 Vol 8, No 1: Semester Ganjil 2019/2020 Vol. 8 No. 1 Vol. 7 No. 2 Vol 7, No 2: Semester Genap 2018/2019 Vol 7, No 1: Semester Ganjil 2018/2019 Vol. 7 No. 1 Vol. 6 No. 2 Vol 6, No 2: Semester Genap 2017/2018 Vol 6, No 2: Semester Genap 2017/2018 Vol 6, No 1: Semester Ganjil 2017/2018 Vol 6, No 1: Semester Ganjil 2017/2018 Vol. 6 No. 1 Vol. 5 No. 2 Vol 5, No 2: Semester Genap 2016/2017 Vol 5, No 2: Semester Genap 2016/2017 Vol 5, No 1: Semester Ganjil 2016/2017 Vol 5, No 1: Semester Ganjil 2016/2017 Vol. 5 No. 1 Vol. 4 No. 2 Vol. 3 No. 2 Vol 4, No 2 : Semester Genap 2015/2016 Vol 4, No 2 : Semester Genap 2015/2016 Vol 4, No 1: Semester Ganjil 2015/2016 Vol 4, No 1: Semester Ganjil 2015/2016 Vol. 4 No. 1 Vol 3, No 2: Semester Genap 2014/2015 Vol 3, No 2: Semester Genap 2014/2015 Vol 3, No 1: Semester Ganjil 2014/2015 Vol 3, No 1: Semester Ganjil 2014/2015 Vol. 3 No. 1 Vol. 2 No. 2 Vol 2, No 2: Semester Genap 2013/2014 Vol 2, No 2: Semester Genap 2013/2014 Vol 2, No 1: Semester Ganjil 2013/2014 Vol 2, No 1: Semester Ganjil 2013/2014 Vol. 2 No. 1 Vol. 1 No. 2 Vol 1, No 2: Semester Genap 2012/2013 Vol 1, No 2: Semester Genap 2012/2013 Vol 1, No 1: Semester Ganjil 2012/2013 Vol 1, No 1: Semester Ganjil 2012/2013 Vol. 1 No. 1 More Issue