cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 13,824 Documents
ANALISIS PENGARUH PERTUMBUHAN EKONOMI, UPAH MINIMUM DAN INVESTASI TERHADAP PENYERAPAN TENAGA KERJA DI KOTA MALANG (Studi Kasus Pada Tahun 1998 – 2012) Mukhamad Rizal Azaini; M.Pudji hardjo
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 2, No 1: Semester Ganjil 2013/2014
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.463 KB)

Abstract

Persoalan pokok yang dihadapi Indonesia dalam bidang ketenagakerjaan ini bermula dari tingginya angkatan kerja Indonesia akibat dari pertumbuhan penduduk yang banyak menyebabkan penawaran tenaga kerja akan meningkat. Tingginya penawaran tenaga kerja tidak diiringi dengan penyerapan tenaga kerja yang juga tinggi.Tujuan penelitian ini adalah menganalisis bagaimana pengaruh pertumbuhan ekonomi, upah minimum dan investasi terhadap penyerapan tenaga kerja di Kota Malang pada tahun 1998 – 2012. Sedangkan untuk tujuan yang kedua yaitu variabel mana yang mempunyai pengaruh yang paling dominan bila dibandingkan dengan variabel yang lainnya dalam penyerapan tenaga kerja, dapat diselesaikan menggunakan metode analisis regresi.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Penelitian ini menggunakan data time series tahun 1998-2012. Seluruh data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari BPS Kota Malang dan studi pustaka yang terkait dengan penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik studi pustaka  dan dokumentasi. Sedangkan analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda.Analisis data pada penelitian ini menggunakan MetodeOrdinary Least Square (OLS). Uji hipotesis menggunakan pengujian secara simultan (uji F), parsial (uji t), dan Uji Koefisien Determinasi ( ). Data-data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data pertumbuhan ekonomi, upah minimum kota (UMK), investasi, kesempatan kerja di Kota Malang tahun 1998 – 2012.   Hasil penelitian pada model pertama menunjukkan pengaruh variabel pertumbuhan ekonomi ( ) terhadap variabel kesempatan kerja (Y) diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,005 < 0,05 dengan nilai koefisiennya adalah 0,014. Maka dapat diambil informasi semakin tinggi pertumbuhan ekonomi(  akan mengakibatkan semakin tinggi pula penyerapan tenaga kerja. Dari analisis regresi, bertambahnya pertumbuhan ekonomi sebesar 1%akan mengakibatkan kenaikan penyerapan tenaga kerja sebesar 0,014%.   Pada model kedua menunjukkan pengaruh variabel upah minimum ( ) terhadap variabel kesempatan kerja(Y) diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,018 < 0,05 dengan nilai koefisiennya adalah 0,196. Maka dapat diambil informasi kenaikan upah minimum (  akan mengakibatkan penurunan penyerapan tenaga kerja. Dari analisis regresi, bertambahnya upah minimum sebesar 1% akan mengakibatkan penurunan penyerapan tenaga kerja sebesar 0,196%.     Pada model ketiga menunjukkan pengaruh variabel investasi ( ) terhadap variabel kesempatan kerja (Y) diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,005 < 0,05 dengan nilai koefisiennya adalah 0,168. Maka dapat diambil informasi semakin tinggi investasi (  akan mengakibatkan semakin tinggi pula penyerapan tenaga kerja. Dari analisis regresi, bertambahnya investasi sebesar 1% akan mengakibatkan kenaikan penyerapan tenaga kerja sebesar 0,168%. Dalam persamaan variabel investasi merupakan variabel dengan peningkatan betanda positif paling tinggi daripada variabel bebas yang lain.   Kata kunci: Pertumbuhan Ekonomi, UMK, Investasi, Kesempatan Kerja
Pengaruh Defisit Anggaran, Pengeluaran Pemerintah dan Hutang Luar Negeri Terhadap Pertumbuhan Ekonomi (Studi Kasus 6 Negara ASEAN Tahun 2003-2012) Muhammad Adib Ramadhani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 2, No 1: Semester Ganjil 2013/2014
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.128 KB)

Abstract

Pertumbuhan ekonomi merupakan hal yang harus dicapai oleh setiap negara, yang biasanya tingkat pertumbuhan ekonomi tersebut bisa dilihat dari PDB negara yang bersangkutan. Pertumbuhan ekonomi mutlak diperlukan oleh setiap negara. Hal ini karena pertumbuhan ekonomi bisa menjadi indicator sebuah negara mengenai keberhasilan dalam membangun negaranya. Pertumbuhan ekonomi juga sangat diperlukan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakt di negara yang bersangkutan. Namun belajar dari krisis tahun 1929 yang diakibatkan oleh kegagalan pasar, John Maynard Keyness berpendapat bahwa diperlukan peran pemerintah dalam mengatur perekonomian. Dalam hal ini peran pemerintah sangatlah beragam, namun salah satunya bisa melalui anggaran pemerintah. Kondisi anggaran untuk negara-negara berkembang di ASEAN adalah defisit. Anggaran defisit bersifat stimulus dan sangat diperlukan untuk negara-negara yang perekonomiannya mengalami resesi. Defisit anggaran suatu negara dikarenakan kondisi pengeluaran pemerintah nya lebih besar dibandingkan pemasukannya, sehingga pemerintah memerlukan dana tambahan yang diperoleh dari hutang luar negeri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh variabel Defisit Anggaran, Pengeluaran Pemerintah dan Utang Luar Negeri terhadap pertumbuhan ekonomi 6 negara ASEAN (Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, Vietnam, Kamboja) dalam kurun waktu 2003-2012. Penelitian ini menggunakan data sekunder dalam bentuk data panel yaitu gabungan data deret waktu tahunan perode 2000 sampai 2005 dan data cross section yang diperoleh dari Asian Development Bank (ADB) dan World Bank. Adapun ruang lingkup penelitian ini mengambil sampel enam negara ASEAN yaitu Kamboja, Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam. Dengan menggunakan taraf nyata sepuluh persen ( = 10%), hasil estimasi model fixed effect menunjukan bahwa antara variabel defisit anggaran, pengeluaran pemerintah dan utang luar negeri per kapita berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi. Dengan uji Chow dapat disimpulkan bahwa model fixed effect lebih utama daripada model random effect ataupun model pooled least square   Kata kunci : PDB, Utang Luar Negeri, Defisit Anggaran, Pengeluaran Pemerintah, Debt Service Ratio, Kebijakan Fiskal
ANALISIS PENGARUH PENGANGGURAN, PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO (PDRB), DAN INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (IPM) TERHADAP JUMLAH PENDUDUK MISKIN (Studi Kasus 33 Provinsi di Indonesia) Cholili, Fatkhul Mufid; hardjo, M. Pudji
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 2, No 1: Semester Ganjil 2013/2014
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.28 KB)

Abstract

Masalah kemiskinan merupakan masalah multidimensional, Oleh karena itu, upaya pengentasan kemiskinan harus dilakukan secara komprehensif, mencakup berbagai aspek kehidupan masyarakat, dan dilaksanakan secara terpadu.  Pengangguran merupakan salah satu masalah yang dapat meningkatkan kemiskinan, namun kemiskinan juga perlu dilihat dari tingkat pendidikan dan kesehatan yang merupakan peranan penting proses pembangunan. Tingkat pendidikan dan kesehatan merupakan komponen pembentuk IPM yang digunakan sebagai indikator ekonomi untuk menelaah  masalah kemiskinan. Penelitian ini menganalisis faktor yang mempengaruhi kemiskinan di Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk melihat bagaimana tiga variabel independen berpengaruh terhadap kemiskinan di Indonesia, dengan variabel independen adalah indeks pembangunan manusia, produk domestik regional bruto, dan pengangguran baik secara simultan maupun secara parsial. Teori kemiskinan, pertumbuhan PDRB dan IPM dengan model Ordinary Least Square (OLS) digunakan untuk melihat bagaimana pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil penelitian memperlihatkan adanya pengaruh secara simultan dari ketiga variabel independen dengan koefisien determinan 0.743 (R-Square). Namun ketika diuji secara parsial PDRB tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan, sedangkan IPM dan pengangguran  secara parsial mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap tingkat kemiskinan. Kata kunci: Kemiskinan, PDRB, IPM, Pengangguran.  
PERAN PEMERINTAH DALAM MENGEMBANGKAN USAHA KECIL DAN MENENGAH INDUSTRI MARMER GUNA MENINGKATKAN PENDAPATAN DAERAH KABUPATEN TULUNGAGUNG Rizkiawan Dian Bestari; Eddy Suprapto
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 2, No 1: Semester Ganjil 2013/2014
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.689 KB)

Abstract

Usaha  Kecil dan  Menengah (UKM)  memiliki  potensi  besar untuk ketahanan ekonomi Indonesia. Hal ini ditunjukkan  dengan kemampuannya  bertahan dalam menghadapi badai  krisis keuangan dan ekonomi yang menimpa Indonesia sejak medio tahun 1997. Di Kabupaten Tulungagung terdapat  banyak UKM  yang  bergerak  di sektor marmer. Industri  marmer merupakan primadona di Kabupaten Tulungagung karena banyak memberikan manfaat guna menunjang pembangunan daerah di Kabupaten Tulungagung. Dalam upaya memberdayakan industri kecil dan kerajinan, termasuk juga  industri menengah Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyusun kebijakan-kebijakan guna menunjang kegiatan pemberdayaan tersebut. Akan tetapi kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh Pemerintah Kabupaten Tulungagung ini lebih bersifat umum (untuk seluruh jenis industri), hal ini mengakibatkan kebijakan yang dibuat tidak sesuai dengan jenis industri yang ada di Kabupaten Tulungagung karena setiap industri itu memiliki karakter dan permasalahan yang berbeda-beda, sehingga hal itu membutuhkan penanganan yang berbeda-beda pula. Adapun bantuan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan yang diberikan kepada para pengrajin marmer yang meliputi: pembinaan Sumber Daya Manusia, pemasaran dan promosi produk, pembinaan dalam manajerial, memberikan bantuan alat. UKM marmer memiliki banyak  permasalahan  dalam proses produksinya  yang diantaranya yaitu modal, SDM dan kurangnya minat pemerintah daerah terhadap produk marmer.  Pemerintah daerah memiliki peran yang sangat penting dalam pemberdayaan UKM marmer tersebut. Kata Kunci: UKM, Marmer, Peran Pemerintah,
ANALISIS PENYERAPAN TENAGA KERJA PADA SEKTOR UKM (Studi Kasus UKM Kerajinan di Kabupaten Gianyar) Ni Made Santi Widiastuti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 2, No 1: Semester Ganjil 2013/2014
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.132 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyerapan tenaga kerja pada sektor UKM Kerajinan di Kabupaten Gianyar – Bali, dimana potensi UKM Kerajinan di Kabupaten Gianyar mampu bersaing dengan industri lain yang ada di Kabupaten Gianyar guna tercapainya pertumbuhan ekonomi yang lebih baik. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif.Data yang diperoleh melalui wawancara secara langsung dan kuisioner terhadap 40 orangpengusaha. Fokus penelitian ini adalah menitik beratkan pada pengaruh modal usaha (X1), upah (X2), nilai produksi (X3) dan lama usaha (X4) terhadap penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Gianyar. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dan menggunakan analisis regresi linier berganda. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel modal (X1), nilai produksi (X3) dan lama usaha (X4) berpengaruh positif terhadap penyerapan tenaga kerja sedangkan variabel upah (X2) berpengaruh negatif terhadap penyerapan tenaga kerja yang ada di Kabupaten Gianyar. Kata Kunci : Penyerapan Tenaga Kerja (Y), Modal (X1), Upah (X2), Nilai Produksi (X30 dan Lama Usaha (X4).
ANALISIS FUNDAMENTAL MAKRO EKONOMI INDONESIA PERIODE 1980-2012 Endah Wulandari
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 2, No 1: Semester Ganjil 2013/2014
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.365 KB)

Abstract

Hasil penelitian menunjukkan bahwa fundamental makro ekonomi Indonesia belum cukup kuat, meskipun indikator ekonomi makro menunjukkan  bahwa pertumbuhan ekonomi tinggi, tingkat inflasi, tingkat kemiskinan, dan tingkat pengangguran rendah. Pertumbuhan ekonomi  Indonesia didorong oleh sektor perdagangan dan keuangan  yang menyebabkan penyerapan tenaga kerja kurang maksimal. Berdasarkan hasil estimasi menunjukkan bahwa variabel tingkat inflasi, tingkat kemiskinan, tingkat pengangguran, transaksi berjalan, transaksi modal dan finansial, serta cadangan devisa secara serentak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Tingkat Inflasi berpengaruh negatif signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Hal ini sesuai dengan teori Harrold-Domar. Tingkat kemiskinan  dan  tingkat pengangguran  juga menunjukkan hubungan negatif terhadap pertumbuhan ekonomi, namun pengaruhnya tidak signifikan.  Teori Kurva Phillips terbukti bahwa tingkat pengangguran berhubungan negatif dengan tingkat inflasi. Selain itu transaksi berjalan dan  transaksi modal dan finansial berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia, sedangkan cadangan devisa berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia, dan ketiganya tidak berpengaruh signifikan.  Kata kunci:   Fundamental Ekonomi,  Pertumbuhan Ekonomi, Tingkat Inflasi, Tingkat Kemiskinan, Tingkat Pengangguran, Transaksi Berjalan, Transaksi Modal dan Finansial, Cadangan Devisa
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA PT. PEGADAIAN KANTOR CABANG SIDOARJO Adhitya Rahman Taufik Putra; Abidin Lating
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 2, No 1: Semester Ganjil 2013/2014
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.121 KB)

Abstract

Progres kemajuan pegadaian tidak terlepas dari upaya perusahaan dalam meningkatkan kualitas sumberdaya manusianya. Disadari atau tidak bahwa sebagai pengelola perusahaan, karyawan menjadi pilar utama peningkatan perkembangan perusahaan termasuk pegadaian. Ukuran yang biasa digunakan dalam memonitor performa karyawan adalah produktifitas kerja karyawan. Dengan melihat produktifitas kerja karyawan maka akan dapat dilihat sejauhmana karyawan memberikan kontribusinya terhadap perusahaan. Semakin tinggi tingkat produktivitas kerja karyawan, maka semakin besar pula kontribusi mereka terhadap kemajuan perusahaan. Ukuran produktivitas kerja karyawan yang biasa digunakan dalam memberikan penilaian karyawan terdiri dari, Kuantitas yaitu hasil yang dicapai dalam melaksanakan tugas. Indikator ketiga adalah kualitas. Kualitas dimana dimensi kualitas ini menunjukkan sebaerapa berkualitas suatu tugas dapat diselesaikan dilihat dari aspek ketrampilan, ketelitian dan kebersihan. Ukuran lainnya adalah ketepatan Waktu yaitu meliputi absensi atau tingkat kemangkiran karyawan dan ketepatan waktu dalam menyelesaikan pekerjaan. Beberapa ukuran kualitatif tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk mengetahui sebarapa baik seoerang karyawan tersebut bekerja, terlebih bahwa pegadaian adalah berupa jasa pembiayaan, tentunya kualitas pelayanan menjadi hal yang pokok sebagai ukuran awal keberhasilan usaha. Semakin puas nasabah, maka diharapkan dapat menularkan kepada nasabah potensial lain untuk menggunakan jasa pegadaian sebagai sumber pembiayaannya. Demikian pula sebailiknya, jika nasabah tidak puas, maka akan berdampak pada penurunan jumlah nasabah. Analisis yang dilakukan adalah analisis kuantitatif dengan menggunakan regresi linear berganda untuk menjawab rumusan masalah dan mengetahui pengaruh variabel-variabel yang telah ditentukan. Hasil penelitian ini yaitu variabel tingkat pendidikan dan pengalaman kerja berpengaruh kepada produktivitas tenaga kerja dengan hubungan positif. kata kunci: produktivitas tenaga kerja, tingkat pendidikan, pengalaman kerja, tingkat gaji.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGEMBANGAN USAHA UNTUK PENINGKATAN PENDAPATAN (Studi Kasus UKM Pada “Kebab Ger-Burger” Di Kota Bangkalan”) Taufiqur Rachman
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 2, No 1: Semester Ganjil 2013/2014
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.108 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan (kondisi internal), serta peluang dan ancaman (kondisi eksternal) terhadap pengembangan usaha Kebab Ger-Berger, dan memformulasikan langkah yang tepat untuk pengembangan usaha dalam rangka peningkatan pendapatan Kebab Ger-Berger di Bangkalan. Dalam studi ini menggunakan metode deskriptif kualitatif analisis SWOT. Jumlah responden ada 4 orang yaitu pemilik usaha Kebab Ger-Berger di Bangkalan dengan menggunakan metode sensus. Faktor kekuatan dan faktor peluang berpengaruh besar dan menyeluruh terhadap perkembangan usaha ini. Faktor kelemahan dan faktor ancaman tidak berpengaruh secara menyeluruh terhadap perkembangan usaha ini. Matrik kuadran SWOT berada di titik koordinat I yaitu 1,12 : 0,48 yang artinya langkah yang harus dilakukan menggunakan Growth Oriented Strategy. Oleh karena itu, langkah strategis perusahaan adalah menambah permodalan, penentuan lokasi yang strategis, menjalin kerjasama dengan UKM lainnya, menambah varian produk kebab, dan mengikuti acara seminar pelatihan wirausaha. Kata kunci : Faktor internal, faktor eksternal, pengembangan usaha.
Analisis Komparasi Konvergensi, Aglomerasi, dan Kinerja Ekonomi Daerah Pada Daerah Pemekaran (Studi Kasus Pemekaran Kabupaten Bengkalis - Kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau) Mutia Karina Tiffani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 2, No 1: Semester Ganjil 2013/2014
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.289 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak pemekaran Kabupaten Kepulauan Meranti dari Kabupaten Bengkalis terhadap konvergensi atau ketimpangan pembangunan wilayah di Provinsi Riau, terhadap aglomerasi di Kabupaten Bengkalis dan Kabupaten Kepulauan Meranti dan terhadap Kinerja Ekonomi Daerah di dua kabupaten tersebut.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif  deskriptif. Dari hasil penelitian ini diperoleh temuan bahwa konvergensi atau ketimpangan pembangunan wilayah Provinsi Riau, baik dengan minyak dan gas maupun tanpa minyak dan gas,  lebih rendah setelah adanya pemekaran Kabupaten Kepulauan Meranti dari Kabupaten Bengkalis daripada sebelum adanya pemekaran. Indeks Williamson dengan  minyak dan gas terlihat mengalami penurunan yang lebih signifikan dibandingkan dengan ketimpangan tanpa minyak dan gas setelah terjadinya pemekaran daerah. Selanjutnya, aglomerasi yang terjadi di Kabupaten Bengkalis sebelum adanya pemekaran  lebih lemah dibandingkan dengan setelah adanya pemekaran daerah. Sedangkan pada Kabupaten Kepulauan Meranti, belum terbentuk aglomerasi atau pemusatan tenaga kerja di sektor formal.Perbedaan aglomeras ini dikarenakan perbedaan struktur ekonomi dua kabupaten. Dan kinerja ekonomi daerah pada Kabupaten Bengkalis periode sebelum adanya pemekaran  tidak berbeda dengan setelah adanya pemekaran daerah. Dan tren kinerja ekonomi daerah Kabupaten Kepulauan Meranti pada periode setelah adanya pemekaran terlihat lebih baik darpada tren kinerja ekonomi daerah Kabupaten Bengkalis pada periode yang sama. Menunjukkan bahwa pemekaran daerah lebih memilik dampak terhadap kinerja ekonomi daerah Kabupaten Kepulauan Meranti dibandingkan dengan kinerja ekonomi daerah Kabupaten Bengkalis. Kata Kunci:Pemekaran Daerah, Konvergensi, Aglomerasi dan Kinerja Ekonomi Daerah
THE EFFECTS OF REAL GDP, INFLATION, FDI, AND BUSINESS REGULATION TO DOMESTIC INVESTMENT: A CASE OF THE ASEAN 5 IN 2003-2012 Rizky Helmi Handoyo
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 2, No 1: Semester Ganjil 2013/2014
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (664.838 KB)

Abstract

ASEAN as a group of developing economies or emerging markets and strategic market becomes a place for investment that attracts many investors. ASEAN 5 namely Indonesia, Malaysia, Singapore, the Philippines and Thailand showed a unique movement in the period before the 2008 global financial crisis to post-crisis. Seeing the movement of the economic growth, it is needed to see how the investment role in supporting the growth of a country's output. Which investment is definitely an important factor needed by all countries as a driver of economic and domestic development. So it is important to find out how the other important macroeconomics variable namely real GDP, inflation, FDI, and business regulation in the period 2003 to 2012 affect domestic investment in ASEAN 5 countries. By using Panel Data Analysis, this research found that several important points regarding those objectives. Revealed that real GDP has a significant positive effect on domestic investment. While FDI and business regulation have significantly negative effects on domestic investment. But Inflation is likely not a big deal for domestic investors which it is insignificant affecting the domestic investment in ASEAN 5 for 2003-2012 case. Those findings explain that the government has to manage or even put more intensive effort towards GDP performance by implementing pro-investment policy. And also fiscal policy is one of important drivers for domestic investment. Each country has to increase the quality of human resources, infrastructure, while in the same time, good governance and efficient regulation is needed in most countries. Reduction of procedures and bureaucracy quality improvement are the most priorities in the ASEAN 5 countries. And domestic investors and government together have to put more efforts in making improvement and technological innovation. Keywords: Domestic Investment, Real GDP, Inflation, FDI, Business Regulation, ASEAN 5.

Page 89 of 1383 | Total Record : 13824


Filter by Year

2010 2022


Filter By Issues
All Issue Vol. 10 No. 2 Vol 10, No 2: Semester Genap 2021/2022 Vol 10, No 1: Semester Ganjil 2021/2022 Vol. 10 No. 1 Vol. 9 No. 2 Vol 9, No 2: Semester Genap 2020/2021 Vol 9, No 1: Semester Ganjil 2020/2021 Vol. 9 No. 1 Vol. 8 No. 2 Vol 8, No 2: Semester Genap 2019/2020 Vol 8, No 1: Semester Ganjil 2019/2020 Vol. 8 No. 1 Vol. 7 No. 2 Vol 7, No 2: Semester Genap 2018/2019 Vol 7, No 1: Semester Ganjil 2018/2019 Vol. 7 No. 1 Vol. 6 No. 2 Vol 6, No 2: Semester Genap 2017/2018 Vol 6, No 2: Semester Genap 2017/2018 Vol 6, No 1: Semester Ganjil 2017/2018 Vol 6, No 1: Semester Ganjil 2017/2018 Vol. 6 No. 1 Vol. 5 No. 2 Vol 5, No 2: Semester Genap 2016/2017 Vol 5, No 2: Semester Genap 2016/2017 Vol 5, No 1: Semester Ganjil 2016/2017 Vol 5, No 1: Semester Ganjil 2016/2017 Vol. 5 No. 1 Vol. 4 No. 2 Vol. 3 No. 2 Vol 4, No 2 : Semester Genap 2015/2016 Vol 4, No 2 : Semester Genap 2015/2016 Vol 4, No 1: Semester Ganjil 2015/2016 Vol 4, No 1: Semester Ganjil 2015/2016 Vol. 4 No. 1 Vol 3, No 2: Semester Genap 2014/2015 Vol 3, No 2: Semester Genap 2014/2015 Vol 3, No 1: Semester Ganjil 2014/2015 Vol 3, No 1: Semester Ganjil 2014/2015 Vol. 3 No. 1 Vol. 2 No. 2 Vol 2, No 2: Semester Genap 2013/2014 Vol 2, No 2: Semester Genap 2013/2014 Vol 2, No 1: Semester Ganjil 2013/2014 Vol 2, No 1: Semester Ganjil 2013/2014 Vol. 2 No. 1 Vol. 1 No. 2 Vol 1, No 2: Semester Genap 2012/2013 Vol 1, No 2: Semester Genap 2012/2013 Vol 1, No 1: Semester Ganjil 2012/2013 Vol 1, No 1: Semester Ganjil 2012/2013 Vol. 1 No. 1 More Issue