cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Administrasi Publik
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 25497456     EISSN : 25033867     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Administrasi Publik (JAP) merupakan jurnal elektronik online yang diterbitkan oleh Lembaga Penerbitan Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya. Tujuan penerbitan jurnal ini adalah salah satu sarana untuk mewadahi kebutuhan peningkatkan kuantitas dan kualitas karya ilmiah dalam rangka pengembangan keilmuan, serta menyebarluaskan kajian Administrasi Publik, sekaligus sebagai wahana komunikasi di antara cendekiawan, praktisi, mahasiswa dan pemerhati masalah dan praktik Administrasi Publik.
Arjuna Subject : -
Articles 2,676 Documents
Meningkatkan Fungsi Masjid Melalui Reformasi Administrasi (Studi pada Masjid Al Falah Surabaya) Hentika, Niko Pahlevi
Jurnal Administrasi Publik Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.341 KB)

Abstract

Abstract: Improve the Function of Mosque through Administrative Reform (Studies on Al Falah Surabaya Mosque). Mosque as one of the institutions that are owned by Muslims in Indonesia has great potential for solving various problems of the nation . This is because the mosque has the ideal functions as a center of worship and culture of Muslims, also have number which reached approximately 900,000 are spread throughout the country. However, this potential can not be well applied , because the administrator and Muslims can not manage and functioning mosque as a center of worship and cultural of Muslims. Therefore, strategies are needed that can be used to improve the function of the mosque, one of the strategies that can be done is through administrative reform. Al Falah Surabaya Mosque is one example of a fairly prominent mosque in their efforts to improve and restore the function of the mosque (as a center of worship and culture) through administrative reform . Since the Al- Falah Mosque was inaugurated in 1973 to the present (2013) , this mosque had been developed and improved . This study used descriptive qualitative research approach, focusing on how the model of administrative reforms undertaken Al Falah Mosque in improving function, and to determine the factors supporting and inhibiting the implementation of administrative reforms undertaken Al Falah Surabaya Mosque in improving the function. Keywords:Mosque, Administrative Reform   Abstrak: Meningkatkan Fungsi Masjid Melalui Reformasi Administrasi (Studi pada Masjid Al Falah Surabaya). Masjid sebagai salah satu lembaga yang dimiliki oleh umat islam di Indonesia mempunyai potensi besar untuk memecahkan berbagai permasalahan bangsa. Hal tersebut karena masjid memiliki fungsi ideal sebagai pusat ibadah dan kebudayaan umat islam serta mempunyai jumlah yang  mencapai kurang lebih 900.000 yang tersebar diseluruh tanah air. Namun, potensi tersebut tidak dapat teraplikasikan dengan baik, karena pengurus dan umat islam tidak bisa mengelola dan memfungsikan masjid sebagai pusat ibadah dan kebudayaan umat islam. Maka dari itu, dibutuhkan strategi yang bisa digunakan untuk meningkatkan fungsi masjid, salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah melalui reformasi administrasi. Masjid Al Falah Surabaya adalah salah satu contoh masjid yang cukup menonjol dalam usahanya meningkatkan dan mengembalikan fungsi masjid (sebagai pusat ibadah dan kebudayaan) melalui reformasi administrasi. Sejak Masjid Al Falah diresmikan tahun 1973 sampai sekarang (2013), masjid ini terus mengalami perkembangan dan perbaikan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, fokus pada bagaimana bentuk reformasi administrasi yang dilakukan Masjid Al Falah dalam meningkatkan fungsinya, serta untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan reformasi administrasi yang dilakukan Masjid Al FAlah Surabaya dalam meningkatkan fungsinya. Kata kunci: Masjid, Reformasi administrasi
Analisis Kinerja Keuangan Serta Kemampuan Keuangan Pemerintah Daerah Dalam Pelaksanaan Otonomi Daerah (Studi Pada Dinas Pendapatan Daerah dan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kota Malang Tahun Anggaran 2008-2012) Sijabat, Mentari Yosephen
Jurnal Administrasi Publik Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.323 KB)

Abstract

Abstract: Analysis of Financial Performance and Financial Capability of Local Government in Implementation Local Authonomy (Study at Local Revenue Offices and Management of Local Finance and Assets Malang City, Fiscal Year 2008-2012). In the implementation of regional autonomy, finance becomes an important factor that needs serious attention. In relation to that, is need to do performance assessment and financial capacity of local governments to know the progress of the local financial management every year. This study used a descriptive research with a qualitative approach. The results of this study showed that the Malang city’s financial ability show a positive trends but still within less able category with average of DOF ratio is 13,67% and average of IKR ratiois 18,01%.Malang city’s financial performance from 2008 to 2012 showed a positive trend with average of financial independence is 16,43%, acquisition of PAD effectiveness is 107,7%, priority allocation of regional expenditures still at routine expenditure, the growth ratio of PAD, all local revenues, and local expenditures showa fluctuating growth, and SILPA has increased every year. This indicates that the financial capability and financial performance is not yet optimal. So that need to make more improvement in Malang City’s financial management.   Key Word: Regional Autonomy, Financial Capability, Financial Performance of Malang city 2008-2012 Abstrak: Analisis Kinerja Keuangan serta Kemampuan Keuangan Pemerintah Daerah dalam Pelaksanaan Otonomi Daerah (Studi Pada Dinas Pendapatan Daerah dan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kota Malang Tahun Anggaran 2008-2012). Dalam pelaksanaan otonomi daerah, keuangan menjadi faktor penting yang perlu mendapat perhatian serius.  Sehubungan dengan hal itu perlu dilakukan penilaian kinerja serta kemampuan keuangan pemerintah daerah untuk mengetahui perkembangan pengelolaan keuangan daerah setiap tahun. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif.  Hasil penelitian menunjukkan kemampuan keuangan kota malang mengalami kecendrungan positif namun masih berada dalam kategori kurang mampu dengan rata-rata rasio DOF 13,67% dan IKR 18,01%. Kinerja keuangan kota malang dari tahun 2008 hingga 2012 mengalami kecendrungan peningkatan yang positif dengan rata-rata tingkat kemandirian keuangan 16,43%, efektifitas PAD 107,7%, prioritas alokasi belanja masih pada belanja rutin, pertumbuhan rasio PAD, Pendapatan dan belanja mengalami pertumbuhan yang fluktuatif dan SILPA setiap tahun semakin meningkat. Hal ini mengindikasikan bahwa kemampuan serta kinerja keuangan kota malang masih belum optimal sehingga perlu melakukan pembenahan lebih dalam pengelolaan keuangan daerah Kota Malang.   Kata Kunci: Otonomi Daerah, Kemampuan Keuangan, Kinerja Keuangan Kota Malang tahun 2008-2012
Marketing Politik Pasangan Kepala Daerah dalam Pemilukada Kota Malang (Studi Kasus Tim Sukses Pemenangan Pasangan Abah Anton dan Sutiaji dalam Pemilukada Kota Malang 2013) Saputra, Muchammad Ichsan
Jurnal Administrasi Publik Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.432 KB)

Abstract

Abstract: Political Marketing Mix Couple in the Regional Head Election (Case Study of Success Team Campaign Couple of Abah Anton and Sutiaji in Malang Election 2013). The use of science in marketing in the world of politics has been widely used in the election of the Head of the region. The importance of the role of marketing politics make candidates across Electoral Districts vying in the political marketing science as the key to success in businesses. No exception in the Head Region of Malang 2013, where couples Abaad Anton-Sutiaji (AJI) managed to win. This research result showed that political marketing that we have made in winning couples abah anton and sutiaji, namely the formation of a figure and programmes the campaign complex contain from politics, the determination of the product promotion, place, price and segmentation voters. In this case, the role of political marketing has been able to help couples abah anton and sutiaji winning general election in the city of Malang 2013. In this case, the role of political marketing has been able to help couples abah anton and sutiaji winning general election in the city of Malang 2013. Not separated from factors are both proponents and the economy in their trip. Supporting factors often regarded as things help in the campaign, the implementation of various programs while the economy is regarded as things factor that becomes an obstacle in running the strategy, whether it's a matter of technical and non technical. Keywords: election in Malang, Political marketing   Abstrak: Marketing Politik Pasangan Kepala Daerah dalam Pemilukada (Studi Kasus Tim Sukses Pemenangan Abah Anton dan Sutiaji dalam Pemilukada Kota Malang 2013). Penggunaan ilmu marketing dalam dunia politik telah banyak di gunakan pada Pemilihan Kepala Daerah. Peran dari marketing politik membuat para kandidat di seluruh pemilihan Kepala Daerah berlomba-lomba dalam mengkreasikan ilmu marketing politik sebagai kunci sukses dalam pemenanganya. Tidak terkecuali di pemilihan Kepala Daerah Kota Malang 2013 ini, dimana pasangan Abah Anton-Sutiaji (AJI) berhasil menang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa marketing politik yang telah dilakukannya dalam pemenangan pasangan Abah Anton dan Sutiaji, yaitu pembentukan figure dan program-program kampanye yang kompleks mecaukup dari penentuan produk politik, promotion, place, price dan segmentasi pemilih. Dalam hal ini, peran marketing politik telah membantu pasangan AJI dalam memenangkan Pemilukada Kota Malang 2013. Tidak terlepas dari adanya faktor pendukung dan penghambat di dalam perjalanannya. Kata Kunci: Pemilukada Kota Malang, marketing politik 
Implementasi Kebijakan Tata Ruang Wilayah dalam Mewujudkan Pembangunan Kota Berkelanjutan (Studi di Kabupaten Magetan) Fitriana, Elvie Dyah
Jurnal Administrasi Publik Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.179 KB)

Abstract

Abstract: Implementation of Spatial Policy in Realizing about Sustainable Urban Development (Study in Magetan). Implementation of spatial policy Magetan happened complex problems such as conflicts occur land, water shortages and land conversion. This research uses descriptive qualitative research approach. As the results show that: 1. Product policy Local Regulation number 15 in 2012 on Magetan Spatial Planning is good 2. Implementation of spatial policy Magetan is well enough but there are still some discrepancies that occur in the implementation. In the application of the Sustainable Urban Development concept is appropriate but the environmental issues become crucial issues encountered in the implementation of spatial policy in realizing about Sustainable Urban Development 3. The factors enabling in the implementation of spatial policy in Magetan are policy on Magetan spatial planning, socialization, liveliness implementor. While the factors inhibiting in this research are public awareness and land conversion. Keywords: spatial decentralization, policy implementation, sustainable urban development Abstrak: Implementasi Kebijakan Tata Ruang Wilayah dalam Mewujudkan Pembangunan Kota Berkelanjutan (Studi di Kabupaten Magetan). Implementasi kebijakan tata ruang wilayah di Kabupaten Magetan terjadi permasalahan kompleks seperti konflik lahan, defisit air dan alih fungsi lahan. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1. Produk kebijakan Perda No. 15 tahun 2012 tentang RTRW Kabupaten Magetan sudah baik 2. Implementasi kebijakan tata ruang wilayah Kabupaten Magetan cukup baik namun masih ada beberapa ketidaksesuaian yang terjadi dalam implementasinya. Penerapan konsep pembangunan kota berkelanjutan sudah sesuai namun masalah lingkungan menjadi masalah krusial yang dihadapi di Kabupaten Magetan 3. Faktor pendukung dalam implementasi kebijakan tata ruang wilayah Kabupaten Magetan adalah kebijakan tentang RTRW Kabupaten Magetan, sosialisasi, keaktifan implementor. Sedangkan faktor penghambat adalah kesadaran masyarakat dan alih fungsi lahan.   Kata kunci: desentralisasi spasial, implementasi kebijakan, pembangunan kota berkelanjutan
Implementasi Kebijakan Alih Fungsi Lahan Pertanian Menjadi Kawasan Perumahan (Studi pada Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Kabupaten Sidoarjo) Corolina, Linda Cristi
Jurnal Administrasi Publik Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.289 KB)

Abstract

Abstract : The Policy Implementation on The Conversion of Agricultural Land Into Housing Areas (Study at Regional Development Planning Board of Sidoarjo Regency). Increasing of the population indirectly affect the amount of housing areas. Developing  of Housing areas in Sidoarjo regency, which it as fastas the population increas  In the case of that development, developer usually using agricultur area tobe conversed. In this case, local regulation Number 6/2009 about Land Use Planning in Sidoarjo Regency has an important role to set and control the conversion of agricultural land into housing areas. Researcher uses qualitative research method by descriptive approach. The result of this reaserch obtain that Coenversion of agricultural land into housing areas are set in the pattern of a housing area, meanwhile 60% agricultural are coversed into housing areas with occuring uneven in all areas, but only in 6 sub-distric had rate over conversion most rapidly. Keyword: Policy Implementataion, Land Conversion, Housing Area.Abstrak : Implementasi Kebijakan Alih Fungsi Lahan Petanian Menjadi Kawasan Perumahan (Studi pada Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah  Kabupaten Sidaorjo). Peningkatan jumlah penduduk secara tidak langsung mempengaruhi jumlah permintaan perumahan. Pembangunan kawasan perumahan di Kabupaten Sidoarjo mengalami peningkatan seiring dengan pertambahan penduduk. Untuk kegiatan tersebut, developer kerap memanfaatkan serta mengalihfungsikan lahan pertanian. Dalam hal ini Pemerintah Daerah melalui Perda RTRW No.6 Tahun 2009 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Sidoarjo Tahun 2009-2029, memiliki peran dalam mengatur dan mengendalikan penggunaan lahan pertanian tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif.  Dalam penelitian ini diperoleh hasil bahwa alih fungsi lahan pertanian untuk pembangunan kawasan perumahan diatur dalam penetapan pola ruang untuk kawasan perumahan, sedangkan presentase lahan pertanian yang dialihkan untuk perumahan sebesar 60% dengan penyebaran yang tidak merata di seluruh Kabupaten Sidoarjo. Kata kunci: Implementasi Kebijakan, Alih Fungsi Lahan, Kawasan Perumahan.
Pelaksanaan Program Larasita Dalam Penertiban Administrasi Pertanahan Dewanto, Ahmad Rizki
Jurnal Administrasi Publik Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.363 KB)

Abstract

Abstract: The Implementation of LARASITA Program In The Restructuring Of Land Administration. (Study at National Land Agency of Malang District) Many lands are uncertified in the region of Malang District. Great distance to afford BPN Office of Malang District makes the community to hesitate themselves from administering their land. The objective of research is to describe the implementation of LARASITA program in the restructuring of land administration at BPN in delivering the service to the community and to analyze the supporting and constraining factors. Research type is descriptive with qualitative approach. The description of the implementation of LARASITA Program in this research is focused on the matters related to land certification service which include: the regulation, the authority and responsibility of the implementing organization, the procedure of certificate making service, the document of administration, and the factors supporting and constraining the implementation of program. Result of research indicates that LARASITA Program is a progressive step by BPN of Malang District to facilitate the administration of land certificate for the community in the remote area. Keywords: land, implementation and program Abstrak: Pelaksanaan Program LARASITA Dalam Penertiban Administrasi Pertanahan (Studi di Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Malang). Banyaknya tanah-tanah yang belum tersertifikat di wilayah Kabupaten Malang dan jauhnya kantor BPN Kabupaten Malang membuat banyak masyarakat enggan untuk mengurus administrasi tanah mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan pelaksanaan program LARASITA dalam penertiban administrasi pertanahan di BPN dalam memberikan pelayanannya kepada masyarakat dan menganalisis faktor pendukung dan penghambat. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Gambaran Pelaksanaan program LARASITA dalam penelitian ini difokuskan pada pelayanan sertifikasi tanah meliputi: peraturan yang dipakai, wewenang dan tanggung jawab organisasi pelaksana, prosedur pelayanan pembuatan sertifikat, dokumen administrasi, serta faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program LARASITA merupakan suatu langkah maju BPN Kabupaten Malang dalam dalam mempermudah pengurusan sertifakat bagi masyarakat yang berada di daerah terpencil Kata kunci: pertanahan, implementasi, dan program
Pengembangan Industri Kreatif di Kota Batu (Studi tentang Industri Kreatif Sektor Kerajinan di Kota Batu) Fitriana, Aisyah Nurul
Jurnal Administrasi Publik Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.632 KB)

Abstract

Abstract: Development of Creative Industries at Batu City (Study of Creative Industries in Handicraft Sector at Batu City). Development of Creative Industries in Batu City is requiring more innovative and high creativity from human resource. The innovation and creativity that arise in the community are what makes the creative industries sector has an important role in the economic development of a region. The findings in the field of creative industries sector suggest that the craft able to improve the welfare of Batu society. Creativity of the industry actors can improve product results which more innovation. Creativity of industry actors can be enhanced by training, coaching, and also monitoring that is conducted by Dinas Koperindag. Factors that also support a role of Department of Cooperatives , UKM , Industry and Trade (Diskoperindag) Batu, the quality of human resources industry it self, and also from potency that available in Batu City. Then, the obstacle such as lack of access to capital, lack of raw materials and low-quality marketing infrastructure. The development of Creative Industries in Batu expected to be in accordance with RENSTRA and be able to provide and improve training and education that benefit the industry in developing its industrial businesses. Keyword: Creative Industries, Handicrafts Sector, Batu City Abstrak: Pengembangan Industri Kreatif di Kota Batu (Studi tentang Industri Kreatif Sektor Kerajinan di Kota Batu). Pengembangan Industri Kreatif di Kota Batu lebih banyak membutuhkan sumber daya manusia yang inovatif dan mempunyai kreativitas tinggi. Adanya inovasi dan kreativitas yang timbul pada masyarakat, membuat sektor industri kreatif mempunyai peran penting dalam pengembangan perekonomian suatu daerah. Hasil temuan di lapangan menunjukkan bahwa pengembangan industri kreatif sektor kerajinan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Batu. Kreatifitas pelaku industri mampu meningkatkan hasil produk yang lebih berinovasi. Kreatifitas pelaku industri dapat ditingkatkan melalui pelatihan, pembekalan/pembinaan, serta monitoring yang dilakukan oleh Dinas Koperindag Kota Batu. Faktor pendukung dari pengembangan industri kreatif ini meliputi peran Dinas Koperindag Kota Batu, kualitas Sumber Daya Manusia, dan potensi Kota Batu. Terdapat beberapa faktor penghambat juga seperti kurangnya akses permodalan, terbatasnya bahan baku berkualitas dan rendahnya sarana prasarana pemasaran. Pengembangan Industri Kreatif diharapkan dapat sesuai dengan RENSTRA dari Dinas Koperindag serta mampu memberikan dan meningkatkan pelatihan serta penyuluhan yang bermanfaat bagi pelaku industri dalam mengembangkan usaha industrinya.   Kata kunci: Industri kreatif, Sektor kerajinan, Kota Batu
Peran Pemerintah dan Masyarakat dalam Upaya Pengembangan Pendidikan Nonformal (Studi Kasus: Eksistensi "Kampung Inggris" Kabupaten Kediri) Heningtyas, Murdiana Asih
Jurnal Administrasi Publik Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.481 KB)

Abstract

Abstract: Role of enment and Community Development Efforts in Nonformal Education (Case Study: The existence of "Kampung Inggris" district of Kediri). Nonformal education as part of the educational system have the same duties with other education namely, providing the best service to the community. The procurement of nonformal education activities tend to be more organised by community supported by the Government. This research highlights the role of Government and the community in an effort the development of nonformal education in the Kampung Inggris, Kediri District. Kampung Inggris is a region consisting of 131 Institute courses, as the application of the nonformal education. The fact that more people play an active role in the implementation of the provision of educational services in the Kampung Inggris. Besides communities facilitate migrants by providing a wide range of needs, such as making the business opportunities for the local community that can improve the economy. The role of Government more into a driving force of the roles that society has been implemented. Keywords: Nonformal Education, Kampung Inggris, government, community Abstrak: Peran Pemerintah dn Masyarakat Dalam Upaya Pengembangan Pendidikan Nonformal (Studi Kasus: Eksistensi “Kampung Inggris” Kabupaten Kediri). Pendidikan Nonformal sebagai bagian dari sistem pendidikan memiliki tugas sama dengan pendidikan lainnya yakni memberikan pelayanan terbaik terhadap masyarakat. Pengadaan kegiatan pendidikan nonformal cenderung lebih diadakan oleh masyarakat dengan didukung oleh pemerintah. Penelitian ini menyoroti peran pemerintah dan masyarakat dalam upaya pengembangan pendidikan nonformal di Kampung Inggris, Kabupaten Kediri. Kampung Inggris merupakan wilayah yang terdiri dari 131 lembaga kursus, sebagai penerapan dari jalur pendidikan nonformal. Faktanya masyarakat lebih berperan aktif dalam pelaksanaan penyediaan pelayanan pendidikan di Kampung Inggris. Selain itu masyarakat memfasilitasi para pendatang dengan menyediakan berbagai kebutuhan, hal tersebut sekaligus menjadikan peluang usaha bagi masyarakat sekitar yang dapat meningkatkan taraf ekonominya. Peran pemerintah lebih menjadi pendorong dari peran yang telah dilaksanakan masyarakat. Kata kunci: Kampung Inggris, pendidikan nonformal, pemerintah, masyarakat Abstract: Role of Government and Community Development Efforts in Nonformal Education (Case Study: The existence of "Kampung Inggris" district of Kediri). Nonformal education as part of the educational system have the same duties with other education namely, providing the best service to the community. The procurement of non-formal education activities tend to be more organised by community supported by the Government. This research highlights the role of Government and the community in an effort the development of non-formal education in the Kampung Inggris, Kediri District. Kampung Inggris is a region consisting of 131 Institute courses, as the application of the non-formal education. The fact that more people play an active role in the implementation of the provision of educational services in the Kampung Inggris. Besides communities facilitate migrants by providing a wide range of needs, such as making the business opportunities for the local community that can improve the economy. The role of Government more into a driving force of the roles that society has been implemented. Keywords: non-formal Education, Kampung Inggris, Government, Community
The Availability of Traditional Market’s Facility and Its Effect on Quality of Public Service (A Study at Perak Traditional Market in Jombang) Putri, Anika Sunaryo
Jurnal Administrasi Publik Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.674 KB)

Abstract

Abstrak: Ketersediaan Fasilitas Pasar Tradisional dan Pengaruhnya terhadap Kualitas Pelayanan Publik (Studi Kasus Pada Pasar Perak Kabupaten Jombang). Pasar tradisional secara potensi dan aktual mengalami kemerosotan kepercayaan mengarah pada trend yang negatif seperti kesan kumuh, semrawut, tidak aman, dan tidak nyaman yang sudah mendarah daging pada masyarakat, untuk itu perlu adanya pembenahan faktor produk, dan terutama faktor tempat yang mengarah pada fasilitas pasar agar menjadi tempat belanja yang bercitra positif dan dapat berpengaruh kepada meningkatnya kualitas pelayanan publik. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi di pasar Perak masih layak untuk digunakan sebagai tempat berbelanja, akan tetapi sarana prasarana pasar tetap perlu ditingkatkan. Bukti fisik, Kehandalan, Daya tanggap, dan Jaminan berpengaruh secara bersama-sama terhadap kualitas pelayanan publik di Pasar Perak Kabupaten Jombang. Selain itu variabel bukti fisik, kehandalan, daya tanggap, dan jaminan berpengaruh secara parsial terhadap kualitas pelayanan publik di pasar Perak Kabupaten Jombang.   Kata kunci: fasilitas pasar tradisional, pengaruh terhadap kualitas pelayanan publik, Pemerintah Daerah Abstract: The Availability of Traditional Market’s Facility and Its Effect on Quality of Public Service (A Study at Perak Traditional Market in Jombang). Traditional market in term of potential and actual has declined of trust which leads to negative trend as a seedy impression, chaotic, muddy, insecure, and uncomfotable that are ingrained in society, for that we need improvement factor, and especially factor leading the facility where the market in order to be a positive shopping image and can affect increased service quality. This research used quantitative multiple linear regression. Result of this research indicate that Perak traditional market is still viable for use as a place to shop, but keep market infrastructure needs to be improved. Tangible, reliability, responsiveness, assurance and jointly affect service quality at Perak traditional market in Jombang. Moreover, tangible, reliability, responsiveness, and assurance variable have partial effect on service quality at Perak traditional market in Jombang.   Keywords: traditional market facilities, effect on the quality of public service, Local Government
Strategi Pengembangan Pariwisata Oleh Pemerintah Daerah Terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) (Studi Pada Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Mojokerto) Nurhadi, Febrianti Dwi Cahya
Jurnal Administrasi Publik Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.429 KB)

Abstract

The Strategy of Tourism Development by the District Region Towards its increasing local revenues (Study at Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Mojokerto). The development of the tourism sector is one of the efforts that can increasing local revenues (PAD) in Mojokerto Regency. This study sought to find out and analyze the condition of tourism in Mojokerto Regency, Strategies of tourism development in the area of increasing local revenues (PAD) by Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Mojokerto Regency, and what factors that support and hinder the development of the tourism sector in Mojokerto Regency. But the tourism sector still has come constraints so that the necessary existence of a tourism development strategies by local governments against the increasing local revenues (PAD). To find/know the strategie of tourism development by local governments against the increasing local revenues then in this research, researchers used a type of qualitative research methods with a descriptive approach. Based on the results of the study found that there are three strategies undertaken by the Department of Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata of tourism in the region to increasing local revenues ( PAD ), among others, the development of tourism; tourism promotion, and development of business tourism. Homewer, in the implementation of the strategy, there are enabling  and inhibiting factors of appearing both internally and externally. Keywords : Strategy, Tourism Development, Increasing local Revenue (PAD)Pengembangan sektor pariwisata merupakan salah satu upaya yang dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) di Kabupaten Mojokerto. Penelitian ini berusaha mengetahui dan menganalisis  kondisi pariwisata di Kabupaten Mojokerto, Strategi pengembangan sektor pariwisata dalam meningkatkan pendapatan asli daerah yang dilakukan oleh Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Mojokerto, dan faktor apa saja yang mendukung dan menghambat dalam pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Mojokerto. Namun sektor pariwisata masih memiliki beberapa kendala sehingga diperlukan adanya strategi pengembangan pariwisata oleh pemerintah daerah terhadap pendapatan asli daerah (PAD). Untuk mengetahui strategi pengembangan pariwisata oleh pemerintah daerah terhadap pendapatan asli daerah (PAD) maka dalam penelitian ini, peneliti menggunakan jenis metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa terdapat tiga strategi yang dilakukan oleh Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Mojokerto dalam pengembangan pariwisata di daerah terhadap pendapatan asli daerah (PAD) antara lain, pengembangan obyek wisata, promosi wisata, dan pembinaan usaha pariwisata. Namun di dalam penerapan strategi tersebut terdapat faktor pendukung dan penghambat yang muncul baik secara internal maupun eksternal. Kata Kunci: Strategi, Pengembangan Pariwisata, Pendapatan Asli Daerah (PAD)

Page 31 of 268 | Total Record : 2676


Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 7 No. 4 (2024): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 7 No. 3 (2024): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 7 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 6 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 5 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 4 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 3 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 2 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 5 No. 7 (2022): DESEMBER 2022 Vol. 5 No. 6 (2022): November 2022 Vol. 5 No. 5 (2022): OKTOBER 2022 Vol. 5 No. 4 (2022): JAP: SEPTEMBER 2022 Vol. 5 No. 3 (2022): JAP: AGUSTUS 2022 Vol. 5 No. 2 (2022): JULI 2022 Vol 5, No 1 (2017): April Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol. 4 No. 12 (2016) Vol 4, No 12 (2016) Vol 4, No 11 (2016) Vol. 4 No. 11 (2016) Vol 4, No 10 (2016) Vol. 4 No. 10 (2016) Vol. 4 No. 9 (2016) Vol 4, No 9 (2016) Vol 4, No 8 (2016) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol. 3 No. 12 (2015) Vol 3, No 12 (2015) Vol 3, No 11 (2015) Vol. 3 No. 11 (2015) Vol 3, No 10 (2015) Vol. 3 No. 10 (2015) Vol 3, No 9 (2015) Vol. 3 No. 9 (2015) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 2, No 12 (2014) Vol. 2 No. 12 (2014) Vol 2, No 11 (2014) Vol. 2 No. 11 (2014) Vol 2, No 10 (2014) Vol. 2 No. 10 (2014) Vol. 2 No. 9 (2014) Vol 2, No 9 (2014) Vol 2, No 8 (2014) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol. 1 No. 10 (2013) Vol 1, No 10 (2013) Vol 1, No 9 (2013) Vol. 1 No. 9 (2013) Vol. 1 No. 8 (2013) Vol 1, No 8 (2013) Vol. 1 No. 7 (2013) Vol 1, No 7 (2013) Vol 1, No 6 (2013) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) More Issue