cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Administrasi Publik
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 25497456     EISSN : 25033867     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Administrasi Publik (JAP) merupakan jurnal elektronik online yang diterbitkan oleh Lembaga Penerbitan Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya. Tujuan penerbitan jurnal ini adalah salah satu sarana untuk mewadahi kebutuhan peningkatkan kuantitas dan kualitas karya ilmiah dalam rangka pengembangan keilmuan, serta menyebarluaskan kajian Administrasi Publik, sekaligus sebagai wahana komunikasi di antara cendekiawan, praktisi, mahasiswa dan pemerhati masalah dan praktik Administrasi Publik.
Arjuna Subject : -
Articles 2,676 Documents
Manajemen Pembangunan Twin Road Maospati-Sukomoro Dalam Penyediaan Infrastruktur Jalan Di Kabupaten Magetan Wendhartama, Rizal Aziz
Jurnal Administrasi Publik Vol 2, No 6 (2014)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The Management of Maospati-Sukomoro Twin Road Development to Provide Road Infrastructure in Magetan Regency. A road development Twin Road is considered as a method to facilitate the traffic access from Magetan to Madiun. The development starts in 2010 but on September 18 of 2012, The Official of Public Works of East Java Province has decided to stop Twin Road development. A related reason why this 79.5 billions project is stopped because it is disapproved by the regulation. Research method is descriptive analysis with qualitative approach. The analysis model is Miles and Huberman’s qualitative study. Result of research has shown that the management of Maospati-Sukomoro Twin Road Development has involved planning, budgeting, human resource empowerment, the relationship between government and community, and monitoring and control. All these activities are in good condition. However, the governments of the Regency and the Province are lacking of coordination in administering the permission. Other constraining factors are problems related to land clearance and limited budget. Keywords: Management of Development, Infrastructure, Magetan Regency. Abstrak: Manajemen Pembangunan Twin Road Maospati-Sukomoro Dalam Penyediaan Infrastruktur Jalan Di Kabupaten Magetan. Pembangunan Twin Road (Jalan Kembar) merupakan salah satu cara untuk memperlancar akses lalu lintas Magetan menuju Madiun. Pembangunan dimulai tahun 2010 tetapi pada tanggal 18 September 2012 Dinas PU Provinsi Jawa Timur menyatakan pembangunan Twin Road tersebut dihentikan. Penyebab proyek senilai 79,5 Miliar ini dihentikan karena menyalahi aturan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan analisis data Miles Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan dalam manajemen pembangunan Twin Road Maospati-Sukomoro yang meliputi perencanaan, penganggaran, pemberdayaan SDM, hubungan pemerintah dengan masyarakat maupun pengawasan dan pengendalian berjalan dengan baik. Tetapi dalam koordinasi pemerintah kabupaten terkait perizinan dengan Pemerintah provinsi belum berjalan dengan baik. Sedangkan kendala yang dihadapi adalah masalah pembebasan lahan dan keterbatasan anggaran. Kata Kunci: Manajemen Pembangunan, Infrastruktur, Kabupaten Magetan.
Sertifikasi Kesehatan Pelaut dan Monitoring dalam Menciptakan Keselamatan Pelayaran (Studi pada Balai Kesehatan Kerja Pelayaran (BKKP) Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Provinsi DKI Jakarta) setiawan, sonny
Jurnal Administrasi Publik Vol 2, No 6 (2014)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Certification of Seafarers Health and Monitoring in Creating a safety voyage (Studies in Occupational Health Center voyage (BKKP) Directorate General of Sea Transportation The Province of DKI Jakarta). This research was conducted based on that there are many number of accidents that occur in the waters, which raised various causes of accidents. One of them about the seafarers's health, which was supposed  the seafarers's health is the basic of seafarers can go down to the sea. With the health certification and monitoring is expected to reduce the number of accidents that occur in the world voyage. This study aims to analyze, process implementation, problems, and problem resolution concerning Certification of Seafarers Health and Monitoring in Creating the Safety voyage. This research used qualitative descriptive approach. The results showed the sailor health certification process and the monitoring carried out in accordance with the regulations of the Director General of Sea Transportation No. HK 103/1/5 / DGLT-13 and still the presence of problems in implementation so BKKP must be responsive in resolving the problem. Keywords: certification, monitoring, voyage, safety Abstrak: Sertifikasi Kesehatan Pelaut dan Monitoring dalam Menciptakan Keselamatan Pelayaran (Studi pada Balai Kesehatan Kerja Pelayaran (BKKP) Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Provinsi DKI Jakarta). Penelitian ini dilakukan atas dasar bahwa masih banyaknya jumlah kecelakaan yang terjadi di perairan, sehingga timbul berbagai sebab-sebab terjadinya kecelakaan. Salah satunya mengenai kesehatan pelaut, dimana seharusnya kesehatan pelaut adalah dasar dari seorang pelaut dapat turun ke laut. Dengan adanya sertifikasi kesehatan serta monitoring diharapkan dapat mengurangi jumlah kecelakaan yang terjadi di dunia pelayaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis , proses penyelenggaraannya, permasalahan, dan penyelesaian masalah mengenai Sertifikasi Kesehatan Pelaut dan Monitoring dalam Menciptakan Keselamatan Pelayaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukan proses sertifikasi kesehatan pelaut dan monitoring dilakukan sesuai dengan peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Laut No. HK 103/1/5/DJPL-13 dan masih terdapatnya permasalahan dalam penyelenggaraannya sehingga BKKP harus tanggap dalam penyelesaian masalah tersebut. Kata kunci: sertifikasi, monitoring, pelayaran, keselamatan
Pengembangan Ekonomi Lokal Berbasis Industri Kreatif dalam Rangka Meningkatkan Pendapatan Masyarakat (Studi di Dinas Koperasi, Perindustrian, Perdagangan, UKM dan Kelurahan Kroman tentang Industri Kreatif di Sektor Kuliner Makanan/Jajanan Khas Gresik Febryanti, Nur Azizah
Jurnal Administrasi Publik Vol 2, No 6 (2014)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Local Economic Development (LED) Based on Creative Industry in Order to Increase Society Income (Study at Department of Cooperatives, Industry, Trade, SMEs and Kroman’s Village about Creative Industries in Traditional Culinary Food/Snacks Sector in Gresik Regency). Government of Gresik Regency in order to regional economic development in the creative industries at 2011-2015 using Local Economic Development (LED) approach. The purpose of LED to develop regional potential in form of creative industry in sector of  tradisional food/snacks in order to increase people’s income so that Regional development increases and achieve regional independency. So far the LED based on the creative industries in the traditional food/snacks sector of Gresik in Kroman Village conducted independently by the society. the creative industry is emerging from the creativity of the people who descended from generation to generation, distribution still done conventionally and the commercialization is done by following the exhibitions. The impact of the LED having positive impact in society income increased to 60% -70% and create new job for the people of the Kroman Village. Keywords: Local Economic Development (LED), creative industries, traditional food/snacks of Gresik Abstrak: Pengembangan Ekonomi Lokal (PEL) Berbasis Industri Kreatif dalam Rangka Meningkatkan Pendapatan Masyarakat (Studi di Dinas Koperasi, Perindustrian, Perdagangan, UKM dan Kelurahan Kroman  tentang Industri Kreatif di Sektor Kuliner Makanan/Jajanan Khas Kabupaten Gresik). Pemerintah Kabupaten Gresik dalam rangka melakukan pembangunan ekonomi daerah di sektor industri kreatif pada tahun 2011-2015 menggunakan pendekatan Pengembangan Ekonomi Lokal (PEL). Tujuan dari adanya PEL adalah untuk mengembangkan potensi daerah berupa industri kreatif di sektor makanan/jajanan khas Gresik dalam rangka meningkatkan pendapatan masyarakat sehingga, pembangunan daerah meningkat dan mencapai kemandirian daerah. Sejauh ini PEL berbasis industri kreatif di sektor makanan/jajanan khas Gresik di Kelurahan Kroman dilakukan secara mandiri oleh masyarakat. industri kreatif ini muncul dari kreatifitas masyarakat yang diturunkan secara terun temurun, distribusi masih banyak dilakukan secara konvensional, sedangkan komersialisasi dilakukan dengan mengikuti pameran. Dampak dari adanya PEL berpengaruh positif terhadap pendapatan masyarakat, dimana masyarakat mengalami peningkatan pendapatan hingga 60%-70% dan membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat Kelurahan Kroman. Kata kunci :Pengembangan Ekonomi Lokal (PEL), industri kreatif, makanan/jajanan khas Gresik
Sinergitas Pemerintah Daerah dan Masyarakat dalam Mitigasi Bencana Gunung Bromo (Studi tentang Mitigasi Bencana pada Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Probolinggo) Anggraini, Novita
Jurnal Administrasi Publik Vol 2, No 6 (2014)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Synergy of Local Government and Communities in Disaster Mitigation Mount Bromo. one of the keys to success in natural disasters peminimalisiran Mount Bromo is an attempt of the volcano disaster mitigation is Synergy of Local Government and Community in mitigation efforts. The purpose of this research is to determine the condition and participation, as well as the synergy between governments and communities in disaster mitigation Probolinggo Mount Bromo, as well as provide solutions to existing problems. research carried out by using descriptive qualitative method. The results of this study is the synergy of local governments and communities are still minimal in mitigation of Mount Bromo. one external resistor and the internal synergy of local government and community is the coordination of government agencies is still weak and lack of role Governmental Organization (NGO). Key words: disaster mitigation, synergy, Mount Bromo Abstrak: Sinergitas Pemeritah Daerah dan Masyarakat dalam Mitigasi Bencana Gunung Bromo. salah satu kunci sukses dalam peminimalisiran dampak bencana alam Gunung Bromo yang merupakan upaya dari mitigasi bencana gunung meletus adalah Sinergitas Pemerintah Daerah dan Masyarakat dalam upaya mitigasinya. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi dan partisipasi, serta sinergitas antara Pemerintah Daerah dan masyarakat Kabupaten Probolinggo dalam mitigasi bencana Gunung Bromo, serta memberikan solusi atas permasalahan yang ada. penelitian dilaksanakan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah adanya sinergitas pemerintah daerah dan masyarakat yang masih minim dalam mitigasi bencana Gunung Bromo. Adapun penghambat dalam sinergitas pemerintah daerah dan masyarakat adalah koordinasi instansi pemerintah yang masih lemah dan orientasi kerja Badan  Penanggulangan  Bencana  Daerah  (BPBD) Kabupaten Probolinggo sebatas bersifat  tanggap darurat/mendadak serta anggaran Penanggulangan Bencana  Pemerintah  Kabupaten Probolinggo Masih Minim. Kata kunci: mitigasi bencana, sinergitas, Gunung Bromo
Implementasi Pengelolaan Sampah Dalam Perspektif Kebijakan Lingkungan (Suatu Studi di BLH (Badan Lingkungan Hidup) dan Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya, Bidang Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Lamongan) Karuniasari, Feni
Jurnal Administrasi Publik Vol 2, No 6 (2014)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract:. The Implementation of Garbage Management Based on Environmental Policy Perspective (A Study at BLH (Life Environment Agency) and The Official of Public Works and Work Creation, Division of Cleanliness and Gardening of Lamongan District). That garbage is a consequence of life because every activity of the community will produce garbage as their discharge. Therefore, the government does making a policy about garbage management, including LGC (Lamongan Green and Clean) and Garbage Bank.This research uses qualitative method by applying descriptive approach. The result of this Result of research indicates that the implementation of both service is well managed and many communities are participated into this activity. Result of this program is LGC (Lamongan Green and Clean) and Garbage Bank. The role of government, community and scavenger are in synergy. They have indeed very strong role such that Lamongan District is awarded Adipura Kencana Throphy for several times. Through these policies, some constraining factors may hinder garbage management. Internal factors are related to government, while external factors are from community. Internal constraining factors are the lack of communication from government and the excessive assignment from The Official of Public Works of Work Creation in Division of Cleanliness and Gardening. External constraining factors are less awareness of the community to provide garbage place and greater dependence of community on the government. Keywords: Implementation of Policy, Garbage Management, Environmental Policy Abstrak: Implementasi Pengelolaan Sampah Dalam Perspektif Kebijakn Lingkungan (Suatu Studi di BLH (Badan Lingkungan Hidup) dan Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya, Bidang Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Lamongan). Permasalahan sampah yang merupakan bagian dari konsekuensi hidup karena setiap aktifitas masyarakat pasti menghasilkan buangan sampah. Maka dari itu pemerintah membuat kebijakan tentang pengelolaan sampah diantaranya, kebijakan tentang pengelolaan sampah. Yang berupa program LGC (Lamongan Green and Clean) dan Bank Sampah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. hasil penelitian ini diperoleh bahwa implementasi yag dilakukan oleh kedua Dinas ini berjalan dengan baik dan banyak masyarakat yang berpartisipasi dalam kegiatan ini. Hasil dari program pengelolaan ini berupa LGC (Lamongan Green and Clean) dan Bank Sampah. Peran dari pemerintah, masyarakat dan pemulung sangat bersinergi. Peran meraka semua sangat kuat, sehingga Kabupaten Lamongan mendapatkan piala Adipura Kencana untuk yang kesekian kalinya. Dalam adanya kebijakan yang dibuat , maka ada beberapa faktor kendala yang dialami dalam pengelolaan sampah. Baik faktor internal dari pemerintah maupun faktor eksternal atau masyarakat. Faktor internalnya, yaitu : antar pemerintah yang satu dengan yang lain kurang berkomunikasih, tugas dari Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya, Bidang Kebersihan dan Pertamanan terlau banyak dan faktor eksternal, yaitu : masyarakat kurang menyediakan tempat sampah, masyrakat banyak tergantung dengan pemerintah Kata Kunci: Implementasi Kebijakan, Pengelolaan sampah, Kebijakan Lingkungan.
Strategi Pengembangan Ekonomi Lokal Berbasis Industri Kreatif Melalui Interaksi Triple Helix (Studi Kasus Pada Interaksi Triple Helix Dalam Pengembangan Industri Kecil Menengah Alas Kaki di Kabupaten Sidoarjo) Putri, Ari
Jurnal Administrasi Publik Vol 2, No 6 (2014)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Local Economic Development Strategies Based on The  Creative Industries Through Triple Helix Interaction (Case Study on The Triple Helix Interaction in the Development of Small and Medium Footwear Industry in Sidoarjo District). Trple helix interaction is the interaction that occurs between three actors, namely universities, industry and government. With the interaction of the triple helix, the expected development of the creative industries can be maximzed because each actor can contribute according to their primary task. From the research, the result showed that the role of the university is still lacking developing smal and  medium footwear industry (SMEs footwear) in Sidoarjo. The role of universites is limited in implementing the Sidoarjo government’s strategies, they haven’t been able to deliver innovation to solve the major problems of SMEs footwear enterpreneur such as in getting raw materials. One of the things that nees to be fixed in a triple helx interactions in the development of SMEs footwear in Sidoarjo is maximazing the role of universities, educational institutes and research institutes in order to innovate to solve the main problems of SMEs footwear enterpreneur in Sidoarjo in getting raw materials. Keywords: Creative Industries, SMEs footwear in Sidoarjo, Triple Helix Interaction. Abstrak: STRATEGI PENGEMBANGAN EKONOMI LOKAL BERBASIS INDUSTRI KREATIF MELALUI INTERAKSI TRIPLE HELIX (Studi Kasus Pada Interaksi Triple Helix Dalam Pengembangan Industri Kecil Menengah Alas Kaki di Kabupaten Sidoarjo). Interaksi triple helix merupakan interaksi yang terjadi antara tiga aktor yaitu universitas, industri dan pemerintah. Dengan adanya interaksi triple helix, diharapkan pengembangan industri kreatif dapat lebih maksimal karena setiap aktor dapat memberikan kontribusi yang sesuai dengan tugas utama mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran universitas masih sangat kurang dalam mengembangkan industri kecil menengah alas kaki di Kabupaten Sidoarjo. Peran universitas hanya terbatas dalam melaksanakan strategi-strategi pemerintah Kabupaten Sidoarjo, universitas belum mampu memberikan inovasi yang dapat mengurangi masalah utama pengusaha IKM alas kaki seperti dalam mendapatkan bahan baku. Salah satu hal yang perlu diperbaiki dalam interaksi triple helix pada pengembangan IKM alas kaki di Kabupaten Sidoarjo adalah memaksimalkan peran universitas atau lembaga pendidikan dan lembaga penelitian agar dapat berinovasi untuk memecahkan masalah utama pengusaha IKM alas kaki di Kabupaten Sidoarjo dalam mendapatan bahan baku. Kata Kunci: Industri Kreatif, IKM alas kaki Sidoarjo, Interaksi Triple Helix.
Implementasi Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Hariyanti, Diana
Jurnal Administrasi Publik Vol 2, No 6 (2014)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract : The Implementation of Community Empowerment Through Program Sanitasi Berbasis Masyarakat (STBM). Health development program previously known for its characteristic to  subsidized people with money and materials. That’s why the goverment create a programme called Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) which adapted from CLTS approach with people empowerment as its principle and also have 5 pilars of achievement. The first Pilar of the programme is “Stop buang air besar sembarangan (SBS)”. This research goals is to describes and analyzes the implementation of this programme and also its factors in both support and obstacle it, with qualitative  approach as the research methods. The results of this research shows the triggering methods which is used in this programme are able to give the community to participate in their health development especially sanitation. But, there are certain concerns like limited man power, fund and also budget  allocation from the subsidize programme in STBM. Keyword : program, Sanitasi Total Berbasis Masyarakat, community empowerment Abstrak : Implementasi Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Program pembangunan kesehatan di Indonesia sebelumnya dikenal dengan karakteristiknya yaitu mensubsidi masyarakat dengan dana dan bantuan bahan material. Karena itulah pemerintah membuat suatu program pembangunan kesehatan yang dinamakan Sanitasi Berbasis Total Masyarakat (STBM) yang diadaptasi dari pendekatan CLTS dengan pemberdayaan masyarakat sebagai prinsip utamanya dan 5 pilar pencapaian menuju sanitasi total. Pilar pertama dari program ini adalah “Stop buang air besar sembarangan (SBS)”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi serta faktor-faktor yang mempengaruhi dalam mendukung  maupun menghambat program STBM, dengan menggunakan pendekatan kualitatif sebagai metode penelitian. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa metode pemicuan yang digunakan dalam program ini mampu memberikan kesempatan pada masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembangunan dan pengembangan kesehatan mereka khususnya pada bidang sanitasi. Namun, masih ada beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain terbatasnya jumlah sumber daya manusia. Kata Kunci : program, Sanitasi Total Berbasis Masyarakat, pemberdayaan masyarakat
Strategi Pengembangan Kampung Wisata Kungkuk Berbasis Pendekatan Balanced Scorecard (Studi pada Kepengelolaan Kampung Wisata Kungkuk, Desa Punten, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu) Padmasari, Ainindyra
Jurnal Administrasi Publik Vol 2, No 6 (2014)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Tourism Village is an alternative tourism destination being developed by Batu City, one of which is the Kungkuk Tourism Village (KWK). KWK formed and managed directly by the village government, named manageability KWK. As an organization under the auspices of the Punten Village Government, KWK manageability required to organize and manage KWK to achieve the organizational objectives welfare of rural communities through economic empowerment. But since the beginning formed in 2007 until today, KWK not provide a significant increase in visitors. This is due to KWK not have a strategic tourism management, so it takes a strategic management for the achievement of organizational goals by using the approach Balanced Scorecard (BSC). This study aims to analyze and describe the development strategy of Kungkuk Tourism Village based Balanced Scorecard approach. This study used a qualitative descriptive study. The strategy of BSC focused into four perspectives. From four perspectives, KWK demanded to be noticed not only a financial perspective but also the perspective of costumer associated with the operations and processes within the organization. Keywords: Strategy, Tourism Village, Balanced ScorecardAbstrak: Desa Wisata merupakan suatu alternatif destinasi pariwisata yang sedang dikembangkan oleh Pemerintah Kota Batu, salah satunya adalah Kampung Wisata Kungkuk (KWK). KWK dibentuk dan dikelola langsung oleh masyarakat desa setempat, bernama Kepengelolaan KWK. Sebagai suatu organisasi dibawah naungan Pemerintah Desa Punten, Kepengelolaan KWK dituntut untuk dapat mengatur dan mengelola KWK hingga mencapai tujuan organisasi yakni kesejahteraan masyarakat desa melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat.  Namun sejak awal terbentuk pada tahun 2007 hingga saat ini, KWK belum memberikan peningkatan pengunjung yang signifikan. Hal ini disebabkan KWK belum memiliki manajemen pengelolaan pariwisata yang strategis, sehingga dibutuhkan suatu manajemen strategis untuk pencapaian tujuan organisasi yakni dengan menggunakan pendekatan Balanced Scorecard (BSC). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa serta mendeskripsikan strategi pengembangan Kampung Wisata Kungkuk berbasis pendekatan BSC. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Strategi menggunakan BSC difokuskan ke dalam empat perspektif. Dari keempat perspektif tersebut, KWK dituntut untuk bisa memperhatikan tidak hanya perspektif finansial tetapi juga perspektif yang berhubungan dengan wisatawan serta proses operasi didalam organisasi.   Kata Kunci: Strategi, Desa Wisata, Balanced Scorecard
Pengembangan Kapasitas Pasar Tradisional Sebagai Upaya Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Sektor Perdagangan (Studi Pada Dinas Pasar Kabupaten Sidoarjo) Oktavian, Andarta
Jurnal Administrasi Publik Vol 2, No 6 (2014)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: The Capacity Building of Traditional Markets as Regional Revenue Boost in Trade Sector (Study in the Department of Market Sidoarjo). According to Law No. 32 Year 2004 on Regional Government, the local government has real authority in managing all aspects of the system independently both in the development, administration, and financial aspects of the area. However, the financial aspects of the problem, many local governments still rely with the balance of funds from the center. This problem occurs because of the low local revenue (LR) that can be taken by the local government. Therefore Sidoarjo regency seeks to increase revenue through trade areas where traditional market as one of the trade center in Sidoarjo. Office Market in Sidoarjo district in this case has the duty and the position on the problems in the management of traditional markets in Sidoarjo. Thus, in addressing these issues need to figure out how efforts to increase local revenue (LR) in order to support regional development, as well as find out the factors supporting and inhibiting factors in the increase in revenue (LR). Keywords: The Capacity Building, Regional Revenue, Traditional Market   Abstrak: , Pengembangan Kapasitas Pasar Tradisional Sebagai Upaya Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Sektor Perdagangan (Studi Pada Dinas Pasar Kabupaten Sidoarjo). Menurut Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah, pemerintah daerah mempunyai wewenang nyata dalam mengurusi segala aspek secara mandiri baik dalam sistem pembangunan, pemerintahan, dan aspek finansial daerah. Akan tetapi dalam masalah aspek finansial, pemerintah daerah masih banyak bergantung dengan adanya dana perimbangan dari pusat. Permasalahan ini terjadi karena masih rendahnya pendapatan asli daerah (PAD) yang bisa diambil oleh pemerintah daerah. Oleh sebab itu Kabupaten Sidoarjo berupaya meningkatkan Pendapatan Asli daerah melalui sektor perdagangan dimana pasar tradisional sebagai salah satu pusat perdagangan di Sidoarjo. Dinas Pasar Kabupaten Sidoarjo dalam hal ini mempunyai tugas dan kedudukan mengenai permasalahan dalam pengelolaan pasar tradisional di Kabupaten Sidoarjo. Sehingga dalam menyikapi permasalahan tersebut perlu untuk mengetahui bagaimana upaya peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) dalam rangka mendukung pembangunan daerah, serta mengetahui faktor pendukung dan faktor penghambat dalam peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).   Kata kunci: Pengembangan Kapasitas, Pendapatan Asli Daerah, Pasar Tradisional
Pelayanan e-KTP Dalam Mewujudkan Tertib Administrasi Kependudukan (Studi Pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Malang) febrianto, aditya
Jurnal Administrasi Publik Vol 2, No 6 (2014)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract : e-KTP Service to Create Demographic Administration Order (Study at the Official of Demographic and Civil Registration in Malang City). Electronic Identity Card (e-KTP) is an effort taken by the government in regulating and managing demographic database that is then applicable to the other service sector. Malang City has high level of population growth and therefore, needs a system to manage its huge demographic database. The objectives of research are to describe the effort of the Official of Demographic and Civil Registration in Malang City in implementing e-KTP Program and to analyze the factors supporting and constraining this implementation. Research type is descriptive with qualitative approach. The description of e-KTP program service is focused on legal base, demographic data update, the issuance of demographic registration number, and data recording procedure, as well as factors supporting and constraining the implementation of this program. Result of research indicates that e-KTP program is a breakthrough of improving the service at demographic administration field.Keywords : service, demographic, e-KTPAbstraksi: Pelayanan e-KTP Dalam Mewujudkan Tertib Administrasi Kependudukan (Studi Pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Malang). KTP elektronik merupakan upaya dari pemerintah di dalam mengatur serta mengelola database kependudukan yang kemudian dapat diterapkan pada bidang pelayanan yang lain. Kota Malang dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi memerlukan  sistem untuk mengelola database kependudukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan upaya Dinas kependudukan dan Catatan Sipil Kota Malang dalam pelayanan program e-KTP dan menganalisis faktor pendukung dan penghambat. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Gambaran pelayanan program e-KTP difokuskan pada dasar hukum, pemutakhiran data kependudukan, penerbitan nomor induk kependudukan,dan prosedur perekaman data, serta factor pendukung dan penghambat pelaksanaan program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program e-KTP merupakan terobosan di dalam upaya peningkatan pelayanan di bidang administrasi kependudukan.Katakunci: pelayanan, kependudukan, e-KTP   

Page 44 of 268 | Total Record : 2676


Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 7 No. 4 (2024): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 7 No. 3 (2024): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 7 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 6 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 5 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 4 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 3 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 2 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 5 No. 7 (2022): DESEMBER 2022 Vol. 5 No. 6 (2022): November 2022 Vol. 5 No. 5 (2022): OKTOBER 2022 Vol. 5 No. 4 (2022): JAP: SEPTEMBER 2022 Vol. 5 No. 3 (2022): JAP: AGUSTUS 2022 Vol. 5 No. 2 (2022): JULI 2022 Vol 5, No 1 (2017): April Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 4, No 12 (2016) Vol. 4 No. 12 (2016) Vol. 4 No. 11 (2016) Vol 4, No 11 (2016) Vol 4, No 10 (2016) Vol. 4 No. 10 (2016) Vol. 4 No. 9 (2016) Vol 4, No 9 (2016) Vol 4, No 8 (2016) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol 3, No 12 (2015) Vol. 3 No. 12 (2015) Vol 3, No 11 (2015) Vol. 3 No. 11 (2015) Vol. 3 No. 10 (2015) Vol 3, No 10 (2015) Vol 3, No 9 (2015) Vol. 3 No. 9 (2015) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 12 (2014) Vol. 2 No. 12 (2014) Vol 2, No 11 (2014) Vol. 2 No. 11 (2014) Vol 2, No 10 (2014) Vol. 2 No. 10 (2014) Vol. 2 No. 9 (2014) Vol 2, No 9 (2014) Vol 2, No 8 (2014) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 10 (2013) Vol. 1 No. 10 (2013) Vol. 1 No. 9 (2013) Vol 1, No 9 (2013) Vol. 1 No. 8 (2013) Vol 1, No 8 (2013) Vol 1, No 7 (2013) Vol. 1 No. 7 (2013) Vol 1, No 6 (2013) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue