cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 12 No. 7 (2024): Juli" : 8 Documents clear
Pengaruh Konsentrasi Eco-enzyme terhadap Pertumbuhan dan Hasil Buncis Tipe Tegak (Phaseolus vulgaris var. Gipsy L.) Dalam Polybag Abdillah, iqbal; Sitawati
Produksi Tanaman Vol. 12 No. 7 (2024): Juli
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2024.012.07.06

Abstract

Tanaman Buncis (Phaseolus vulgaris L.)merupakan salah satu jenis sayuran polong yang diminati masyarakat. Tetapi tingkat produktivitas buncis di Indonesia semakin menurun. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi buncis di Indonesia yaitu melalui proses pemupukan menggunakan eco-enzyme yang bertujuan untuk mempelajari dan mendapatkan konsentrasi eco-enzyme yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil buncis yang maksimal. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April – Juni 2023 di Lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya yang berlokasi di Jatimulyo, Lowokwaru, Kota Malang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan faktor konsentrasi eco-enzyme yang terdiri dari 5 taraf dengan 5 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaplikasian eco-enzyme 40 ml.l-1ditunjukkan pada peningkatan tinggi tanaman 2,62 kali, jumlah daun 1,81 kali, luas daun 1,47 kali, jumlah cabang 2,11 kali, jumlah polong 2,98 kali, panjang polong 1,28 kali, diameter polong 1,23 kali, bobot polong per tanaman 3,13 kali dan indeks klorofil daun 1,89 kali lebih tinggi terhadap perlakuan kontrol, sedangkan variabel waktu muncul bunga dimulai pada 28hst.
Respon Pertumbuhan dan Hasil Tiga Varietas Bawang Merah (Allium cepa var. ascalonicum) pada berbagai Dosis Pupuk NPK Majemuk di Salak Kabupaten Pakpak Bharat Tifany Sisgia Putri; Ellis Nihayati
Produksi Tanaman Vol. 12 No. 7 (2024): Juli
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2024.012.07.05

Abstract

Bawang merah adalah jenis tanaman yang potensial di Indonesia. Namun konsumsi bawang merah khususnya dataran tinggi di Sumatera Utara, belum terpenuhi karena produksi yang rendah dikarenakan ketersediaan dan kualitas benih serta kesuburan tanah yang rendah. Pentingnya budidaya bawang merah menggunakan varietas unggul dan pemberian dosis pupuk yang tepat untuk meningkatkan hasil bawang merah. Penelitian dilakukan Juli hingga Oktober 2022 di Salak Pakpak Bharat. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama varietas Bima Brebes (V1), Birma Solok (V2) dan Batu Ijo (V3). Faktor kedua pupuk NPK Majemuk dengan N0 (tanpa NPK atau kontrol), N1 (100 kg ha-1), N2 (200 kg ha-1) dan N3 (300 kg ha-1). Variabel pengamatan panjang tanaman, jumlah daun, anakan, jumlah umbi per rumpun, umur panen, bobot umbi per rumpun, per petak, dan per hektar serta susut bobot umbi. Data dianalisis menggunakan Anova 5% dan uji lanjut dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) 5%. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan interaksi dalam meningkatkan jumlah anakan pada 35 dan 49 HST, bobot umbi per rumpun, per petak dan per hektar. Varietas Bima Brebes dengan dosis NPK Majemuk 200 kg ha-1 dan 300 kg ha-1 dapat meningkatkan hasil panen per hektar. Varietas Birma Solok dan Batu Ijo dengan NPK Majemuk 300 kg ha-1 menghasilkan panen per hektar yang lebih tinggi. Varietas Batu Ijo dan Birma Solok memiliki umur panen yang lebih cepat dan jumlah umbi per rumpun yang lebih tinggi. Pemberian dosis pupuk NPK Majemuk 300 kg ha-1 dapat meningkatkan jumlah umbi per rumpun.
Pengaruh Aplikasi Pupuk Hayati dan Pupuk NPK Terhadap Serapan Hara A N, P, K dan Hasil Tanaman Padi (Oryza sativa L.) Varietas Inpari 32 pardede, sebastian; Sudiarso
Produksi Tanaman Vol. 12 No. 7 (2024): Juli
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2024.012.07.03

Abstract

Produksi padi Indonesia saat ini mengalami penurunan ditengah permintaan yang terus mengalami peningkatan. Masalah kesuburan tanah menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya penurunan produktivitas tanaman padi. Berdasarkan masalah diatas salah satu langkah yang dapat dilakukan guna meningkatkan produksi padi yaitu dengan meningkatkan ketersediaan unsur hara dalam tanah. Strategi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan ketersediaan unsur hara tanah adalah penggunaan pupuk anorganik dan pemanfaatan pupuk hayati. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis pengaruh kombinasi pupuk hayati dan pupuk anorganik terhadap serapan hara N, P, K dan hasil tanaman padi. Alat yang digunakan pada penelitian ini adalah alat tulis, meteran, timbangan, oven, dan kamera. Untuk bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah benih padi varietas Inpari 32, pupuk NPK (Urea dan Phonska), Pupuk hayati Mixhara, kompos serta air. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 10 perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga diperoleh 30 petak perlakuan. Tiap petak percobaan berukuran 4 x 5 m. Analisa data kuantitatif menggunakan ANOVA (Analysis of Variance). Jika hasil anova berbeda nyata, maka dilakukan dengan uji lanjut beda nyata jujur (BNJ)  5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan NPK 75% + PH 75% (Urea 225 kg.ha-1 + Phonska 225 kg.ha-1 + PH 15 kg.ha-1) mampu menghasilkan bobot kering giling tanaman padi yang tidak berbeda signifikan dengan perlakuan NPK 100% + PH 75% (Urea 300 kg.ha-1 + Phonska 300 kg.ha-1 + PH 15 kg.ha-1). Dengan demikian, perlakuan NPK 75% + PH 75% mampu mengurangi dosis pupuk anorganik sebesar 25%, sementara masih mempertahankan hasil panen yang komparatif dengan perlakuan NPK 100%. Ini mengindikasikan bahwa kombinasi pupuk NPK dan pupuk hayati memiliki potensi untuk mengurangi penggunaan pupuk anorganik tanpa mengorbankan hasil produksi tanaman padi.
Pengaruh Defoliasi dan Aplikasi Kinetin Terhadap Pertumbuhan dan Pembungaan Bugenvil Glabra (Bougainvillea glabra) Kristanti, Bita; Elih Nurlaelih, Euis; Sitawati, Sitawati
Produksi Tanaman Vol. 12 No. 7 (2024): Juli
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2024.012.07.01

Abstract

Bugenvil Glabra (Bougainvillea glabra) sangat populer karena kecantikan warnanya dan cara merawatnya yang mudah. Namun, masih terdapat permasalahan yang muncul terlebih di musim hujan, salah satunya adalah bugenvil sulit berbunga. Untuk menunjang pertumbuhan tanaman bugenvil yang baik dan cepat diperlukan tambahan perlakuan defoliasi dan zat pengatur tumbuh kinetin. Defoliasi dapat meningkatkan proses pembungaan dengan cara menghilangkan daun muda yang baru tumbuh sehingga translokasi fotosintat dapat sepenuhnya membentuk bunga. Kinetin termasuk ke dalam hormon sitokinin yang berperan aktif dalam pembentukan tunas. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh defoliasi dan kinetin terhadap pertumbuhan dan pembungaan bugenvil glabra. Penelitian ini dilaksanakan di Sentra Bugenvil Kediri di Desa Dawung Bedug, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri. Lokasi penelitian ini memiliki ketinggian tempat 78 meter. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor yang diulang sebanyak 3 kali. Apabila terdapat hasil berbeda nyata akan dilanjutkan dengan uji BNJ pada taraf 5%. Hasil menunjukkan bahwa konsentrasi kinetin tidak berinteraksi terhadap defoliasi pada variabel panjang tanaman, luas daun, jumlah cabang, jumlah seludang bunga, waktu awal muncul bunga dan lama kesegaran seludang bunga, namun memberikan interaksi terhadap jumlah daun. Perlakuan tanpa defoliasi merupakan perlakuan terbaik terhadap jumlah seludang dengan rata-rata 26,67 sedangkan pemberian konsentrasi 25 ppm kinetin merupakan perlakuan terbaik terhadap lama kesegaran bunga bugenvil dengan rata-rata 93,71Perlakuan defoliasi sekali+50 ppm kinetin merupakan perlakuan terbaik terhadap jumlah cabang dan jumlah daun bugenvil dengan rata-rata 24,56 dan 29,54. Perlakuan defoliasi sekali+25 ppm kinetin merupakan perlakuan terbaik terhadap panjang tanaman dan luas daun bugenvil dengan rata-rata 74,84 dan 34,73.
Pengaruh Aplikasi Rendaman Kulit Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Pakcoy Apriani, Rila Rahma; Azhimah, Nadiya; Sofyan, Antar
Produksi Tanaman Vol. 12 No. 7 (2024): Juli
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2024.012.07.08

Abstract

Bawang merah merupakan komoditas sayuran yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Penggunaan bawang merah sebagai bahan masakan Indonesia menghasilkan limbah berupa kulit bawang merah yang jarang dimanfaatkan dan sering dibuang. Kandungan hormon auksin, giberelin dan sitokinin pada kulit bawang merah menjadikan bahan tersebut berpotensi sebagai zat pengatur tumbuh tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi dan konsentrasi rendaman kulit bawang merah yang paling baik terhadap pertumbuhan dan hasil pakcoy. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Kaca Jurusan Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat pada September hingga November 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi rendaman kulit bawang merah berpengaruh pada pertumbuhan pakcoy umur 21 HST dan 28 HST. Tidak ditemukan konsentrasi paling baik, karena konsentrasi rendaman kulit bawang merah 20%, 30%, dan 40% tidak menunjukkan perbedaan nyata. Rekomendasi aplikasi rendaman kulit bawang merah untuk mendukung pertumbuhan pakcoy adalah konsentrasi 20% diikuti dengan pemberian pupuk organik dengan dosis yang sesuai.
Hasil Tanaman Sawi HIjau (Brassica juncea L.) Pada Media Tanam Residu Pupuk Hayati di Tanah Berpasir Sisa Budidaya Tanaman Kedelai Ayu Nur Setianingsih; Rosyidah, Anis; Arfarita, Novi
Produksi Tanaman Vol. 12 No. 7 (2024): Juli
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2024.012.07.02

Abstract

Lahan marginal berpasir merupakan lahan yang memiliki kandungan hara yang terbatas dan kemampuan mengikat air rendah. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produktivitas lahan berpasir ialah dengan penambahan bahan organik, pelet pupuk hayati VP3 dan Trichoderma Viride. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media tanam residu pelet pupuk hayati VP3 dan Trichoderma viride FRP3 di tanah berpasir sisa budidaya kedelai pada hasil dan pertumbuhan tanaman sawi hijau (Brassica juncea L.) serta pengaruh pada kandungan klorofil daun sawi hijau di greenhouse. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 6 perlakuan. Parameter yang diamati meliputi, tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot konsumsi, dan kadar klorofil daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media tanam residu pelet pupuk hayati VP3 dan Trichoderma viride FRP3 di tanah berpasir sisa budidaya kedelai berpengaruh nyata terhadap hasil dan pertumbuhan sawi hijau dibanding kontrol. Dan residu pelet pupuk hayati VP3 dan Trichoderma viride FRP3 di tanah berpasir sisa budidaya kedelai berpengaruh nyata terhadap kandungan klorofil daun sawi hijau umur 7-21 HST.
Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Ungu (Zea mays Var Ceratina Kulesh) Terhadap Taraf Pemberian Pupuk Urea dan NPK mawah, nuril; Barokah, Umi
Produksi Tanaman Vol. 12 No. 7 (2024): Juli
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2024.012.07.07

Abstract

Tanaman jagung (Zea mays L.) adalah tanaman semusim yang banyak diusahakan di Indonesia dan merupakan komoditas pangan penting kedua setelah padi. Tanaman jagung ungu merupakan salah satu jenis tanaman jagung yang dibudidayakan di Indonesia. Jagung ungu memiliki banyak kelebihan yaitu mengandung antosianin yang berfungsi sebagai antioksidan dalam tubuh sehingga mampu mencegah berbagai penyakit. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi perlakuan Urea dan NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung ungu. Penelitian dilaksanakan di Dukuh Codrowangsan Desa Bocor Kecamatan Buluspesantren Kebumen Jawa Tengah pada bulan Januari hingga Maret 2024. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor perlakuan yang diulang 2 kali. Faktor pertama  pemberian pupuk Urea dengan 4 taraf yaitu : U0 = 0 gr/plot, U1 = 120 gr/plot, U2 = 90 gr/plot, dan U3 = 60 gr/plot. Faktor kedua pemberian pupuk NPK dengan 4 taraf yaitu : N0 = 0 gr/plot, N1 = 150 gr/plot, N2 = 120 gr/plot, dan N3 = 90 gr/plot sehingga diperolah 16 kombinasi perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi perlakuan Urea dan NPK berpengaruh terhadap tinggi tanaman, panjang akar, bobot basah akar, bobot kering akar, jumlah biji dalam satu tongkol tanaman jagung ungu dan tidak berpengaruh pada karakter yang lainnya. Pemberian kombinasi terbaik adalah pada kombinasi perlakuan U1N1 (200kg/ha Urea + 250ha/ha NPK) menunjukan tinggi tanaman terbaik yaitu 114,2 cm, Panjang akar 36,92 cm, bobot basah akar 36,8 gr, bobot kering akar 14,2 gr dan jumlah biji per tongkol 612,6 buah dibandingkan kombinasi perlakuan lainnya.
Potensi Bakteri Pelarut Fosfat pada Lahan Tegakan Hutan dan Perkebunan Singkong di Kawasan Kampus IPB Dramaga Bogor Firlandiana, Maulidi; Khairiyah, Yaumil; Perala, Iwan; Mustikaningrum, Dhina; Kristiawan, Kristiawan; Maimunah, Maimunah; Suprayitno, Suprayitno; Prasetya, Herry; Dewi Setyana, Abdi; Subiyanto, Subiyanto
Produksi Tanaman Vol. 12 No. 7 (2024): Juli
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2024.012.07.04

Abstract

Tanaman memerlukan nutrisi yang cukup untuk pertumbuhan dan perkembangan, salah satunya yaitu fosfor (P). Namun tanaman hanya dapat menyerap P dari tanah dalam bentuk ion fosfat (H2PO4- dan HPO42-). Tantangan besar yang dilakukan untuk menyediakan P terlarut atau tersedia, terjawab oleh penemuan Bakteri Pelarut Fosfat (BPF). Mikrob ini menghasilkan asam-asam organik yang dapat melarutkan senyawa fosfat kompleks dan atau mengikat kation dari ion (PO43-) untuk melepaskan P tersedia dalam tanah. Areal rhizosfer tanah memiliki potensi keragaman mikrob yang tinggi karena menyediakan sumber makanan (eksudat) yang dikeluarkan dari akar tanaman. Penelitian ini bertujuan menentukan kualitas isolat BPF dari ekosistem perkebunan singkong dan hutan Kampus IPB Dramaga dengan Indeks Pelarut Fosfat (IPF) tertinggi pada berbagai sumber P dan variasi pH serta menentukan isolat BPF yang bersifat non-patogenik terhadap manusia, hewan, dan tanaman. Penelitian ini diawali dengan mengisolasi BPF dari areal rhizosfer, menumbuhkannya pada media selektif Pikovskaya, identifikasi morfologi koloni secara makroskopis, seleksi koloni BPF yang menghasilkan halozone (zona bening), mengukur IPF, dan mengujinya pada media Pikovskaya dengan berbagai sumber P dan tingkatan pH. Hasil isolasi menunjukkan adanya 9 isolat 2 diantaranya dari tegakan hutan dan 7 dari perkebunan singkong yang menghasilkan halozone. Isolat 6P dan 7P dari tegakan hutan memiliki IPF tertinggi berturut-turut sebesar 3,10 dan 3,33. Adapun isolat BPF hanya dapat mengasilkan halozone pada media sumber P dari kompleks Ca-P dengan kondisi pH basa dan pH tanah. Dari 9 isolat terpilih, 6 diantaranya yaitu isolat 1P, 3P, 4P, 6P, 7P, dan 9P teruji bersifat non-patogen terhadap sel manusia, hewan, maupun tanaman.

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2024 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol. 10 No. 7 (2022) Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol 9, No 12 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol 8, No 12 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol 7, No 12 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 12 (2018) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 8 (2014) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 6 (2013) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue