cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 13 No. 3 (2025): Maret" : 8 Documents clear
The Pengaruh Perendaman Benih pada Air Kelapa dan Waktu Pemangkasan Pucuk pada Pertumbuhan dan Hasil Buncis Tegak (Phaseolus vulgaris L.) salsabila, maulidya putri; Deffi Armita; Titiek Islami
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 3 (2025): Maret
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Buncis (Phaseolus vulgaris L.) merupakan tanaman yang banyak dikonsumsi karena mengandung beberapa nutrisi. Namun, produksi buncis di Indonesia kurang optimal. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi buncis tegak yaitu perendaman benih pada air kelapa dan pemangkasan pucuk. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari pertumbuhan dan hasil pada buncis tegak akibat interaksi perlakuan konsentrasi perendaman benih pada air kelapa dan waktu pemangkasan pucuk. Penelitian dilaksanakan di Desa Jatikerto, pada Juni hingga September 2022. Penelitian ini merupakan penelitian faktorial dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 faktor. Faktor konsentrasi perendaman benih pada air kelapa terdiri dari 4 taraf, yaitu tanpa perendaman, konsentrasi air kelapa 250, 500 dan 750 mL L-1. Faktor waktu pemangkasan pucuk terdiri dari 3 taraf, yaitu tanpa pemangkasan pucuk, pemangkasan pucuk 14 hst dan pemangkasan pucuk 21 hst. Data dianalisis menggunakan ANOVA pada taraf 5%. Jika terdapat pengaruh nyata, dilakukan uji lanjut BNJ pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi perlakuan perendaman benih pada air kelapa dan pemangkasan pucuk pada jumlah bunga, fruit set, bobot segar polong per tanaman dan bobot segar polong per hektar. Perendaman benih pada air kelapa 500 dan 750 mL L-1 dapat meningkatkan jumlah polong per tanaman dan polong panen. Konsentrasi air kelapa 500 mL L-1 meningkatkan luas daun. Pemangkasan pucuk pada 14 maupun 21 hst meningkatkan jumlah cabang dan jumlah daun.
The Respon Tanaman Akibat Perlakuan Sistem Olah Tanah dan Penutup Tanah Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) -, Widiyaningrum; Khumairoh, Uma; Nugroho, Agung
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 3 (2025): Maret
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) merupakan salah satu tanaman hortikultura yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Data Kementerian Pertanian Republik Indonesia, menunjukkan bahwa volume impor tomat pada tahun 2022 sebanyak14.366 ton yang jauh lebih besar dibandingkan dengan volume ekspor pada tahun yang sama sebanyak 1.355 ton. Data tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan tomat dalam negeri belum dapat terpenuhi, sehingga perlu adanya peningkatan produksi tomat di Indonesia. Pengolahan lahan intensif menjadi salah satu faktor rendahnya tingkat kesuburan tanah dalam meningkatkan produksi tanaman tomat di Indonesia.Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil panen tanaman tomat terhadap perlakuan sistem olah tanah dan pemberian penutup tanah.Penelitian dilaksanakan di Sukoraharjo, Kepanjen, Jawa Timur dan Laboratorium Sumberdaya Lingkungan Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya pada bulan Juni - September 2022. Perlakuan penelitian terdiri dari Olah Tanah (OT), Tanpa Olah Tanah (TOT), Tanpa Olah Tanah + Jerami (TOTJ), Tanpa Olah Tanah + Kedelai (TOTK) dan Tanpa Olah Tanah + Jerami + Kedelai (TOTJK). Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tanpa olah tanah dengan kombinasi  jerami  dan  kedelai  (TOTJK) menujukkan respon positif pada pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Perlakuan tanpa olah tanah dengan kombinasi jerami dan kedelai (TOTJK) memberikan hasil yang lebih baik, dengan jumlah buah tomat sebanyak 43,5 buah per tanaman dengan berat buah per hektar sebesar 79,80 ton ha-1 dibandingkan perlakuan olah tanah dan tanpa penutup tanah.
Efisiensi Absorpsi Radiasi Matahari (Ea) pada Tanaman Jagung (Zea mays L.) Varietas Bisi 816 melalui Aplikasi Pupuk Hayati dan Anorganik Aprilia Wahyu Riskina; Permanasari, Paramyta Nila; Sudiarso, Sudiarso
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 3 (2025): Maret
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Tanaman jagung merupakan komoditas yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Penggunaan pupuk anorganik melebihi dosis rekomendasi dan tanpa disertai penggunaan pupuk organik dapat menyebabkan masalah pada kondisi tanah. Upaya yang dilakukan untuk memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah ialah dengan pupuk hayati dan pupuk anorganik. Percobaan ini bertujuan untuk mempelajari interaksi antara pupuk hayati dan pupuk anorganik dalam meningkatkan efisiensi absorpsi radiasi matahari (Ea) dan hasil panen tanaman jagung (Zea mays L.) varietas BISI 816. Percobaan ini telah dilaksanakan pada Desember 2022 hingga April 2023 di Desa Banyuarang, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Indonesia. Percobaan faktorial yang dirancang dengan RAK terdiri dari 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor I dosis pupuk hayati yaitu tanpa pupuk hayati (H0); 30 liter.ha-1 (H1); 60 liter.ha-1 (H2); 90 liter.ha-1 (H3). Faktor II dosis pupuk anorganik (NPK dan urea) yaitu tanpa pupuk anorganik (A0); NPK 150 kg.ha-1+ urea 100 kg.ha-1 (A1); NPK 300 kg.ha-1 + urea 200 kg.ha-1 (pupuk standar) (A2). Hasil percobaan menunjukkan terdapat interaksi antara pemberian kombinasi pupuk hayati dan anorganik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung. Hasil percobaan menunjukkan kombinasi pupuk hayati 60 liter.ha-1 + NPK 300 kg.ha-1 + urea 200 kg.ha-1 berpengaruh nyata pada seluruh komponen pertumbuhan dan hasil yakni bobot tongkol tanpa kelobot sebesar 14,56 ton.ha-1 serta efisiensi absorpsi radiasi matahari (Ea) sebesar 78,08%.
Analisis Distribusi Vegetasi Dan Tingkat Kenyamanan Pada Ruang Terbuka Hijau Di Taman Bibit Mojolangu Kota Malang Falean, Muhammad Abiyyu; Fajriani, Sisca; Ariffin, Ariffin
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 3 (2025): Maret
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Ruang terbuka hijau adalah kawasan ruang terbuka yang bertujuan untuk meningkatkan mutu lingkungan perkotaan yang nyaman, indah dan bersih. Keberadaan ruang terbuka hijau (RTH) yang memadai membuat masyarakat kota dapat merasakan manfaat RTH dari nilai estetika, klimatologis, ekologis dan edukatif. Salah satu taman kota yang ada pada Kota Malang yaitu Taman Bibit Mojolangu. Penelitian dilakukan pada bulan April hingga Juni 2023 di Taman Bibit Mojolangu, Kec. Lowokwaru, Kota Malang. Penelitian ini dilakukan dengan metode THI (Thermal Humidity Index), kuisioner, analisa vegetasi, indeks distribusi vegetasi dan indeks keanekaragaman vegetasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Taman Bibit Mojolangu memiliki 33 jenis vegetasi, tingkat keanekaragaman vegetasi berada di tingkat sedang dengan pola distribusi mengelompok. Taman Bibit Mojolangu termasuk dalam kategori nyaman pada jam 07.00 dan 16.00 dengan rata-rata nilai THI 21,64 dan 23,29 yang didukung dengan hasil persepsi masyarakat sebesar 75,64%. Tingkat kenyamanan memiliki hubungan dengan pola distribusi vegetasi dengan hasil analisis korelasi -0,40 yang berarti memiliki hubungan yang cukup kuat.
Respon Pertumbuhan Tanaman Okra (Abelmoschus esculentus L.) Varietas Garibar Terhadap Pemberian Dosis NPK Dan Dosis Pupuk Kotoran Ayam Ainur, Reza; Barunawati, Nunun; Roviq, Mochammad
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 3 (2025): Maret
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Tanaman okra (Abelmoschus esculentus L.) merupakan salah satu tanaman dimanfaatkan buahnya dapat ditanam di Indonesia yang memiliki manfaat bagi kesehatan manusia. Faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan hasil tanaman okra ialah nutrisi yang bersumber dari pemupukan. NPK sebagai unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Selain itu, pupuk kotoran ayam dapat memperbaiki sifat kimia, biologi, dan fisika tanah. Salah satu varietas tanaman okra yang dapat digunakan ialah varietas Garibar. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei hingga Juli 2023 di Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial dirancang menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor. Faktor pertama terdiri dari 3 taraf dosis NPK yaitu P1 : N 100 kg ha-1; P 19 kg ha -1; K 70 kg ha -1, P2 : N 150 kg ha-1; P 36 kg ha -1 ; K 120 kg ha -1,P3 : N 200 kg ha-1; P 50 kg ha -1 ; K 170 kg ha -1 dan faktor kedua terdiri dari 3 taraf dosis yaitu K0 : pupuk kotoran ayam 0 ton ha-1, K1 : pupuk kotoran ayam 10 ton ha-1, K2 : pupuk kotoran ha-1. Hasil penelitian menunjukkan pemberian dosis NPK N 150 kg ha-1; P 36 kg ha -1 ; K 120 kg ha -1 (P2) mampu meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, dan diameter batang. Pemberian dosis NPK N 100 kg ha-1; P 19 kg ha -1; K 70 kg ha -1 (P2) dan dosis pupuk kotoran ayam 20 ton ha-1 mampu meningkatkan jumlah buah dan berat buah per tanaman.
Pengaruh Komposisi Media Tanam Limbah Baglog Jamur Tiram dan Pupuk NPK Terhadap Pertumbuhan dan Kualitas Tanaman Marigold (Tagetes erecta L.). Sholihah, Nuril Hikmatis; Karyawati, Anna Satyana
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 3 (2025): Maret
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Tanaman marigold menjadi salah satu tanaman hias yang banyak diminati oleh masyarakat. Pertumbuhan tanaman marigold dipengaruhi oleh media tanam dan ketersediaan hara bagi tanaman melalui kegiatan pemupukan. Penggunaan media baglog jamur tiram sebagai media tanam dapat memperbaiki serapan hara dan menyediakan unsur hara bagi tanaman. Pengaplikasian pupuk NPK dengan dosis yang tepat dapat memenuhi kebutuhan unsur hara pada tanaman sehingga dapat meningkatkan kualitas dan produksi tanaman marigold. Media tanam yang menyediakan serapan hara yang baik dapat membantu kinerja penyerapan unsur hara dengan efektif melalui kegiatan pemupukan. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mempelajari pengaruh komposisi baglog jamur tiram sebagai media tanam dan dosis pupuk terhadap pertumbuhan dan kualitas tanaman marigold (Tagetes erecta L.). Bahan yang dibutuhkan meliputi bibit Marigold Orange, limbah baglog jamur tiram, kompos limbah baglog jamur tiram, tanah, M21 Dekomposer, tetes tebu, polybag berukuran 20 x 18 cm2, pupuk NPK Mutiara (16:16:16) dan air. Penelitian dilaksanakan di Greenhouse Venus Orchid yang terletak di Desa Tegalweru, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang pada bulan Juni hingga September 2023. Data yang didapatkan dianalisis ragam (ANOVA) 5%, apabila didapat pengaruh nyata dilanjut dengan uji beda nyata jujur (BNJ) 5%. Penggunaan limbah baglog jamur tiram sebagai media tanam dan dosis pupuk NPK menunjukkan interaksi terhadap tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah bunga, diameter bunga, dan lama kesegaran bunga. Penggunaan limbah baglog jamur tiram sebagai media tanam dan dosis pupuk NPK yang tepat dapat meningkatkan pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah bunga, diameter bunga, dan lama kesegaran bunga marigold. Perlakuan komposisi media tanam 50% tanah + 50% kompos limbah baglog jamur tiram memberikan hasil terbaik terhadap tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah bunga, diameter bunga, dan lama kesegaran bunga marigold.
Pengaruh Pemberian Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) dan Biourin Kelinci Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jagung Manis (Zea mays L. var. saccharata) Edwind, Edwind Anggi Hariyanto; Koesriharti , Koesriharti
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 3 (2025): Maret
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Tanaman jagung manis (Zea mays L. var. saccharata) merupakan tanaman yang memiliki rasa manis. Produksi jagung manis dapat lebih ditingkatkan lagi, salah satu cara dalam meningkatkan produksi jagung manis adalah dengan cara pemupukan. Pemupukan adalah menambah kebutuhan hara tanaman dan meningkatkan kesuburan tanah. Biourin kelinci merupakan pupuk organic cair yang dapat meningkatkan kandungan unsur hara. PGPR merupakan pupuk hayati yang terdapat  bakteri hidup didalamnya yang mampu membantu penyerapan hara dan memobilisasi penyerapan unsur hara dalam tanah.Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni – September 2023 bertempat di Desa Jatisari, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor dan diulang sebanyak 3 kali. Faktor I (dosis PGPR) : P0 = 0 ml tan-1, P1 = 150 ml tan-1, P2 = 300 ml tan-1. Faktor II (Biourin Kelinci) : B0 = 0 ml l-1, B1 = 75 ml l-1, B2 = 150 ml l-1, B3 = 225 ml l-1. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi antara dosis PGPR dan konsentrasi biourin kelinci terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis. Dosis PGPR 300 ml tan-1 + konsentrasi biourin 150 ml l-1 memberikan bobot tongkol tertinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Pada pengamatan kadar gula perlakuan dosis PGPR 300 ml tan-1 + konsentrasi biourin kelinci 150 ml l-1 menunjukkan kadar gula lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya.
Pengaruh Dosis Dan Sumber Bahan Organik Pada Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Bawang Putih (Allium Sativum L.) Di Lahan Kering Rehan Putra, Muhammad; Suminarti, Nur Edy
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 3 (2025): Maret
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Bawang putih (Allium sativum L.)  merupakan salah satu tanaman hortikultura yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari sebagai bumbu masak dan obat-obatan oleh masyarakat Indonesia. Rendahnya produktivitas bawang putih antara lain disebabkan oleh degradasi lahan, penerapan teknik budidaya tidak sesuai dengan kemampuan lahan maupun iklim, dan pemilihan bibit yang belum sesuai. Karakteristik lahan sangat penting dalam pengelolaan lahan budidaya untuk mencapai produksi bawang putih yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk Menentukan dosis dan sumber bahan organik yang sesuai untuk pertumbuhan dan hasil tanaman bawang putih di lahan kering. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2021 hingga Mei 2022 di lahan percobaan Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbag   (RPT) dengan petak utama yaitu sumber bahan organic  yang terdiri dari limbah kotoran ayam, limbah kotoran sapi, dan limbah kotoran kambing. Sedangkan dosis ditempatkan pada anak petak yang terdiri dari tanpa limbah, 50%, 100%, dan 150%. Uji F taraf 5% digunakan untuk menguji pengaruh perlakuan, untuk mengetahui perbedaan diantara perlakuan menggunakan nilai BNJ taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Limbah kotoran sapi dengan perlakuan dosis 100% menghasilkan panen per hektar bobot kering angin umbi yang lebih tinggi daripada perlakuan lainnya.  Limbah kotoran ayam dengan perlakuan dosis 150% menghasilkan hasil panen per hektar bobot kering angin umbi paling tinggi daripada dosis lainnya. Limbah kotoran kambing dengan perlakuan dosis 100% dan 150% menghasilkan hasil panen per hektar bobot kering angin umbi lebih tinggi daripada dosis lainnya.

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2025 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 01 (2026): Januari Vol. 13 No. 12 (2025): Desember Vol. 13 No. 11 (2025): November Vol. 13 No. 10 (2025): Oktober (In-Press) Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol. 10 No. 7 (2022) Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol 9, No 12 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol 8, No 12 (2020) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol 7, No 12 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol 6, No 12 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 8 (2014) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 6 (2013) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) More Issue