cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 22 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 4 (2017)" : 22 Documents clear
PENGARUH PEMBERIAN BIOURIN KAMBING DAN KASCING TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KAILAN (Brassica oleraceae L. var. Acephala) Setiatma, Faiz Tyas; Koesriharti, Koesriharti; Herlina, Ninuk
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 4 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman Kailan (Brassica oleraceae L. var. Acephala) ialah sayuran yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Pengembangan budidaya kailan mempunyai prospek yang bagus, karena dapat meningkatkan pendapatan petani dan sumber gizi masyarakat. Produktivitas tanaman kailan tidak terlepas dari peran pupuk. Pemanfaatan dan penggunaan kembali limbah peternakan sebagai bahan organik masih belum ditangani secara optimal, sedangkan ketersediaan limbah ternak dari peternakan juga terus bertambah seiring meningkatnya produksi. Tujuan penelitian ini ialah untuk mempelajari pengaruh pemberian biourin kambing dan pupuk kascing yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kailan. Percobaan dalam polibag dilaksanakan di Green House Kurnia Kitri Ayu Farm berada di Jalan Rajawali No. 10 Sukun Kota Malang pada bulan September sampai November 2014. Percobaan ini disusun menggunakan rancangan acak kelompok dengan 9 perlakuan : P0: Kontrol tanpa pemberian biourin kambing dan kascing, P1: 33% Biourin kambing + 0% kascing, P2 : 33% Biourin kambing + 10% kascing, P3 : 33% Biourin kambing + 20% kascing, P4 : 33% Biourin kambing + 30% kascing, P5: 66% Biourin kambing + 0% kascing, P6 : 66% Biourin kambing + 10% kascing, P7 : 66% Biourin kambing + 20% kascing, P8 : 66% Biourin + 30% kascing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemberian biourin kambing tanpa disertai kascing tidak dapat meningkatkan parameter pertumbuhan  tanaman kailan. Pemberian 66% biourin kambing + 30% kascing mampu meningkatkan luas daun, diameter batang, bobot kering tanaman, bobot segar tanaman dan bobot segar konsumsi. Perlakuan pemberian 66% biourin kambing + 30% kascing mampu meningkatkan bobot segar konsumsi dari 3.49 menjadi 31.91 g/tanaman.
PENGARUH WAKTU PENGENDALIAN GULMA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG HIJAU (Vigna radiata L.) PADA BERBAGAI TARAF PEMUPUKAN NITROGEN Mahendra, Reza; Widaryanto, Eko; Sebayang, Husni Thamrin
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 4 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi kacang hijau di Indonesia perlu ditingkatkan. Untuk meningkatkan produktivitas kacang hijau nasional dapat dilakukan dengan pengendalian gulma serta pemupukan yang sesuai. Salah satu metode pengendalian gulma ialah dengan penyiangan dengan waktu yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu penyiangan gulma yang tepat, serta pengaruh perbedaan dosis pupuk nitrogen terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau. Penelitian dilaksanakan di UPT Pengembangan Benih Palawija, Kec. Singosari, Kab. Malang pada bulan Februari-April 2015. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak (RAK) sederhana dengan mengkombinasikan perlakuan pemberian dosis pupuk Nitrogen (N) yang terdiri dari dua taraf perlakuan : N1 (dosis 50 kg N ha-1) dan  N2 (dosis 100 kg N ha-1)  serta waktu penyiangan gulma (P) yang terdiri dari empat taraf perlakuan : P1 (penyiangan 10 HST), P2 (penyiangan 10 dan 20 HST) dan P3 (penyiangan 10, 20 30 HST). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan taraf pemupukan nitrogen dari N1 (dosis 50 kg N ha-1 ) ke N2 (dosis 100 kg N ha-1) tidak memberikan pengaruh terhadap hasil per hektar tanaman kacang hijau, sedangkan waktu penyiangan gulma P3 (10, 20 dan 30 HST) memberikan pengaruh terhadap peningkatan hasil tanaman kacang hijau pada taraf pemupukan N2 (dosis 100 kg N ha-1) dibanding perlakuan waktu penyiangan P2 (10 dan 20 HST), P1 (10 HST), dan P0 (tanpa penyiangan).
PENGARUH MULSA DAN SUMBER UNSUR HARA NITROGEN PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH (Allium cepa var. ascalonicum) Ekowati, Delvi Violita; Koesriharti, Koesriharti; Wardiyati, Tatik
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 4 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bawang merah adalah komoditas sayuran unggulan yang diminati masyarakat Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh mulsa dan sumber unsur hara nitrogen pada pertumbuhan dan hasil bawang merah. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya di desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang pada bulan Februari–Juni 2015. Penelitian ini menggunakan rancangan petak terbagi yang diulang tiga kali. Faktor pertama, mulsa sebagai petak utama terdiri dari mulsa plastik hitam perak (M1) dan tanpa mulsa (M2). Faktor kedua, sumber unsur hara nitrogen sebagai anak petak terdiri dari N-Urea (P1), N-ZA (P2), 1/2 N-Urea + 1/2 N-ZA (P3), 1/3 N-Urea + N-2/3 ZA (P4), 2/3 N-Urea + 1/3 N-ZA (P5). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara mulsa dengan sumber unsur hara nitrogen terhadap panjang tanaman. Pada perlakuan mulsa plastik hitam perak dengan sumber unsur hara nitrogen berupa 2/3 N-Urea + 1/3 N-ZA (P5) memiliki panjang tanaman yang lebih tinggi daripada sumber unsur hara nitrogen berupa N-Urea (P1), 1/2 N-Urea + 1/2 N-ZA (P3), dan 1/3 N-Urea + 2/3 N-ZA (P4). Perlakuan tanpa mulsa menunjukkan pertumbuhan dan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan perlakuan mulsa plastik hitam perak. Perlakuan sumber nitrogen yang berbeda memberikan pengaruh yang sama terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah.
PENGARUH MACAM PUPUK KANDANG PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL LIMA VARIETAS KENTANG (Solanum tuberosum L.) DI KEBUN PERCOBAAN CANGAR KECAMATAN BUMIAJI KOTA BATU Listyaningtyas, Afifah Endri; Maghfoer, Mochammad Dawam; Wardiyati, Tatik
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 4 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan produktivitas kentang dapat diupayakan dengan pemilihan varietas dan dengan memberikan suplai hara yang cukup melalui pemupukan. Penggunaan varietas unggul merupakan komponen teknologi yang penting untuk mencapai produksi yang tinggi. Pupuk kandang merupakan pupuk organik yang dapat digunakan untuk memperbaiki kesuburan tanah. Penggunaan pupuk kandang bermanfaat dalam memperbaiki struktur dan tekstur tanah, dan sebagai sumber zat makanan bagi tanaman serta dapat menyerap unsur hara dalam jumlah cukup.  Hal ini sangat diperlukan sehubungan dengan proses pembentukan umbi kentang. Penelitian dilaksanakan mulai bulan Februari 2015 sampai Mei 2015 di Kebun Percobaan Cangar Kecamatan Bumiaji Kota Batu. Metode penelitian yang digunakan adalah  Rancangan Petak Terbagi (RPT)  dengan  10 perlakuan dan 3 ulangan. Petak utama terdiri dari pupuk kandang sapi dan pupuk kandang ayam, sedangkan anak petak ialah lima varietas kentang. Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya interaksi nyata antara perlakuan macam pupuk kandang dengan lima varietas kentang terhadap pengamatan pertumbuhan dan hasil. Lima varietas kentang tersebut memiliki perbedaan karakterisasi dan berdasarkan analisis usaha tani pupuk kandang ayam dengan varietas Granola Lembang UB memberikan hasil yang optimum dengan nila R/C Rationya 7,13%.
PENGARUH PENGENDALIAN GULMA PADA PERTUMBUHAN VEGETATIF DUA JENIS BIBIT TANAMAN TEBU (Saccharum officinarum L.) Raharjo, Erwansyah Budi; Tyasmoro, Setyono Yudo; Sebayang, Husni Thamrin
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 4 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tebu ialah bahan utama yang digunakan dalam pembuatan gula. Tanaman tebu  tumbuh dengan baik pada daerah beriklim tropis khususnya Indonesia. Tebu sebagai salah satu komoditi pokok di kalangan masyarakat petani tebu. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan cara pengendalian gulma pada pertumbuhan vegetatif dua jenis bibit tanaman tebu yang dimulai pada bulan Februari sampai Juni 2015 di PG. Krebet Baru, PT PG. Rajawali I, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Penelitian disusun  menggunakan Rancangan Acak Kelompok Sederhana yang terdiri dari 8 perlakuan dan 3 ulangan, yaitu : dua bibit budset + tanpa pengendalian gulma (P1), dua bibit budset penyiangan 1 dan 2 bulan (P2), dua bibit budset + herbisida glifosat + penyiangan 2 bulan (P3), dua bibit budset + herbisida glifosat + herbisida ametrin 2 bulan (P4), bibit bagal mata dua + tanpa pengendalian gulma (P5), bibit bagal mata dua + penyiangan 1 dan 2 bulan (P6), bibit bagal mata dua + herbisida glifosat + penyiangan 2 bulan (P7), bibit bagal mata dua + herbisida glifosat + herbisida ametrin 2 bulan (P8). Pengendalian gulma pada perlakuan penyiangan 1 dan 2 bulan, herbisida glifosat + penyiangan 2 bulan, dan herbisida glifosat + herbisida ametrin 2 bulan baik pada dua bibit budset maupun bibit bagal mata dua berpengaruh nyata pada tinggi tanaman, jumlah daun per tanaman, jumlah anakan, diameter batang, bobot kering gulma dan analisis vegetasi.  Hasil penyiangan 1 dan 2 bulan paling nyata menekan pertumbuhan gulma baik pada dua bibit budset maupun bibit bagal mata dua.
PENGARUH CARA PENGENDALIAN GULMA PADA PERTUMBUHAN VEGETATIF AWAL TANAMAN TEBU (Saccharum officinarum L.) ASAL BIBIT BUD CHIP VARIETAS PSJK 922 Puspitasari, Destyarini; Dwi Yamika, Wiwin Sumiya; Sebayang, Husni Thamrin
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 4 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tebu ialah bahan baku utama dalam pembuatan gula. Kebutuhan tebu di Indonesia selalu meningkat setiap tahunnya seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk, namun produksi tebu saat ini belum mencukupi kebutuhan konsumsi masyarakat. Salah satu penyebab rendahnya produksi tebu ialah gulma. Keberadaan gulma pada tanaman tebu dapat menurunkan produksi sebesar 15-53,7%. Keberadaan gulma berpengaruh nyata pada pertumbuhan awal vegetatif tanaman tebu sehingga perlu dilakukan pengendalian. Pengendalian gulma dilakukan dengan cara penyiangan dan aplikasi herbisida. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari-Juni 2015 di PG Krebet Baru, Bululawang, Malang. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok Sederhana (RAK) yang terdiri dari 3 kali ulangan dengan 8 perlakuan, yaitu tanpa pengendalian (P1), penyiangan 1 bulan (P2), penyiangan 2 bulan (P3), penyiangan 1 bulan + 2 bulan (P4), herbisida Glifosat + penyiangan 1 bulan (P5), herbisida Glifosat + penyiangan 2 bulan (P6), herbisida Glifosat + herbisida Ametrin 1 bulan (P7) dan Herbisida Glifosat + herbisida Ametrin 2 bulan (P8). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan aplikasi herbisida Glifosat dan penyiangan 2 bulan menunjukkan hasil pertumbuhan vegetatif tanaman tebu terbaik. Aplikasi herbisida Glifosat dan penyiangan 2 bulan dapat meningkatkan tinggi tanaman sebesar 23,77%, jumlah anakan sebesar 69,33%, diameter batang sebesar 16,6% dan jumlah daun 17,16%.
KERAGAMAN GENETIK DAN KORELASI TERHADAP HASIL PADA POPULASI GALUR F3 BUNCIS (Phaseolus vulgaris L.) BERPOLONG KUNING Perwitosari, Gia Warih; Sugiharto, Arifin Noor; Soegianto, Andy
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 4 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adanya keragaman genetik yang tinggi merupakan salah satu pedoman yang harus diperhatikan untuk memperoleh kultivar unggul. Dengan keragaman genetik yang tinggi maka terdapat peluang yang lebih besar dalam seleksi karakter terbaik jika dibandingkan dengan karakter-karakter yang mempunyai ragam genetik yang rendah. Dari 22 galur yang ditanam, ada 15 famili yang memiliki warna polong kuning, yang selanjutnya dilakukan analisis keragaman genetik, analisis regresi, dan uji koefisien korelasi. Hasil penelitian ini menunjukkan keragaman genetik pada karakter jumlah daun, tinggi tanaman, jumlah cabang produktif, jumlah polong, dan bobot segar per tanaman adalah rendah. Berdasarkan uji koefisien korelasi, terdapat korelasi yang signifikan antara karakter jumlah tinggi tanaman, jumlah polong, dan tinggi tanaman dengan bobot polong segar, serta karakter tinggi tanaman dengan jumlah polong. Sedangkan uji korelasi pada jumlah cabang produktif dengan bobot polong segar, jumlah cabang produktif dengan jumlah polong, serta antara jumlah daun dan jumlah polong didapatkan hasil uji koefisien korelasi yang tidak signifikan. Sementara itu, pada uji linearitas didapatkan hasil yang linear pada semua regresi yang diuji.
EVALUASI SIFAT MORFOLOGI ENAM AKSESI BUNCIS (Phaseolus vulgaris L.) DAN KORELASINYA TERHADAP DAYA HASIL Aisyah, Siti Nur; Kuswanto, Kuswanto; Soegianto, Andy
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 4 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buncis (Phaseolus vulgaris L.) merupakan tanaman semusim yang berbentuk perdu. Buahnya (polong) pendek, yakni ± 12 cm, lurus atau bengkok dan warnanya bermacam-macam. Buncis terdiri dua tipe pertumbuhan yaitu tipe merambat dan tipe tegak. Prospek pengembangan buncis masih cukup baik, produktivitas masih dapat ditingkatkan. Teknologi yang cukup mampu memperbaiki produktivitas buncis adalah tersedianya varietas-varietas buncis yang berdaya hasil tinggi serta berkualitas sesuai dengan selera konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sifat morfologi tanaman buncis sehingga dapat menjadi acuan untuk memilih benih buncis yang berdaya hasil tinggi serta berkualitas. Selain itu untuk mengetahui korelasi antara morfologi tanaman buncis dengan daya hasil yang diperoleh. Penelitian ini dilaksanakan pada November 2012 sampai Februari 2013 di Kecamatan Pakis, Malang dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dan peubah pengamatan meliputi pengamatan pada karakter kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat keragaman sifat morfologi pada enam aksesi buncis yang diuji berdasarkan Descriptor List for Phaseolus vulgaris, kemudian untuk korelasi antar sifat morfologi dengan hasil menunjukkan bahwa Jumlah polong per tanaman (JPT), Jumlah biji per polong (JBiP), Jumlah biji per tanaman (JBiT), Bobot polong (BP), Bobot polong per tanaman (BPT) berkorelasi positif dengan hasil.
PENGARUH JENIS PUPUK KANDANG DAN DOSIS PUPUK NPK PADA HASIL TANAMAN KRISAN (Chrysanthemum sp.) Dwi Putra, Muhammad Fadli; Maghfoer, Mochammad Dawam; Koesriharti, Koesriharti
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 4 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Unsur hara merupakan salah satu faktor penting dalam keberhasilan budidaya tanaman krisan. Beberapa upaya dalam penyediaan unsur hara ialah dengan menambahkan pupuk organik dan anorganik. Pemberian pupuk yang tepat dan unsur hara yang seimbang dilakukan untuk mendapat pertumbuhan dan hasil bunga krisan yang diinginkan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui jenis pupuk kandang dan dosis pupuk NPK yang tepat untuk hasil tanaman krisan yang optimal. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2015 sampai Mei 2015 didalam rumah lindung di Desa Punten, Kecamatan Bumiaji, Batu. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor. Faktor pertama terdiri dua taraf meliputi pupuk kandang ayam dan pupuk kandang sapi.  Faktor kedua terdiri 5 taraf dosis pupuk NPK 16:16:16 meliputi 1000 kg/ha, 2000 kg/ha, 3000 kg/ha, 4000 kg/ha, dan 5000 kg/ha. Hasil penelitian menunjukkan interaksi nyata antara jenis pupuk kandang dan dosis pupuk NPK hanya terjadi pada variabel panjang tangkai krisan. Perlakuan pupuk kandang ayam + NPK 1000 kg/ha, pupuk kandang sapi + NPK 1000 kg/ha, pupuk kandang sapi + NPK 2000 kg/ha dan pupuk kandang sapi + NPK 3000 kg/ha memberikan panjang tangkai krisan yang lebih tinggi.  Pemberian pupuk kandang sapi menghasilkan tinggi tanaman krisan yang lebih tinggi dibandingkan pemberian pupuk kandang ayam pada umur pengamatan 28 dan 42 hari setelah tanam.
STUDI TINGKAT KETEBALAN MULSA JERAMI PADI PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TALAS (Colocasia esculenta (L.) Schoot var. Antiquorum) DI LAHAN KERING PADA MUSIM KEMARAU Arga P.H., Bagus Harits; Suminarti, Nur Edy; Ariffin, Ariffin
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 4 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman talas (Colocasia esculenta (L.) Schott var. Antiquorum) di Indonesia, umumnya ditanam di lahan tegal atau pekarangan yang mempunyai karakteristik sama dengan lahan kering, yaitu terbatasnya tingkat ketersediaan air serta struktur tanah yang umumnya didominasi oleh liat atau debu.  Oleh karenanya, aplikasi mulsa perlu dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh tingkat ketebalan mulsa jerami padi pada pertumbuhan dan hasil tanaman talas yang ditanam di lahan kering, dan menentukan ketebalan mulsa jerami yang tepat untuk meningkatkan hasil tanaman talas yang ditanam di lahan kering. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei hingga November tahun 2014 di desa Dau, Kabupaten Malang. Alat yang digunakan pada penelitian meliputi: meteran, timbangan analitik, termometer, termohigrometer, oven, Leaf Area Meter dan kamera. Bahan yang digunakan me-liputi: bibit talas, pupuk Urea, SP-36 dan KCl dengan dosis sesuai perhitungan yang didasarkan analisis tanah dan dosis pupuk rekomendasi untuk memenuhi kebutuhan tanaman talas. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok yang terdiri atas 5 perlakuan dan 1 kontrol dengan 3 kali pengulangan. Terdapat 6 tingkat perlakuan ketebalan mulsa jerami padi: M0 (kontrol)= 0 cm; M1= 1,5 cm; M2= 3,0 cm; M3= 4,5 cm; M4= 6,0 cm; M5= 7,5 cm. Hasil penelitian aplikasi mulsa pada tingkat ketebalan yang berbeda memberikan pengaruh yang nyata hampir pada seluruh parameter pengamatan. Ke-untungan yang dihasilkan berturut-turut dari yang tertinggi hingga terendah dihasilkan perlakuan yang diberi ketebalan mulsa 6 cm (M4), 7,5 cm (M5), 4,5 cm (M3), 3 cm (M2), 1,5 cm (M1) dan perlakuan yang tidak diberi mulsa (M0) menghasilkan nilai R/C ratio yang terendah.

Page 2 of 3 | Total Record : 22


Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol. 10 No. 7 (2022) Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 12 (2021) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 12 (2020) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 12 (2019) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol 6, No 12 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 2, No 8 (2014) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 1, No 6 (2013) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) More Issue