cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 22 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 8 (2017)" : 22 Documents clear
UJI DAYA HASIL 18 GENOTIP GANDUM (Triticum aestivum L.) DI DATARAN RENDAH Rachmadhani, Sylvia; Damanhuri, Damanhuri; Soetopo, Lita
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 8 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gandum (Triticum aestivum L.) adalah salah satu sumber pangan penduduk dunia. Produksi gandum di Indonesia masih tergolong rendah. Salah satu penyebabnya yaitu kemampuan adaptasi gandum belum optimal terutama di daerah dataran rendah tropis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hasil dari 18 genotip gandum di dataran rendah. Penelitian dilaksanakan di dusun Tangkil, desa Modongan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Lokasi penelitian terletak pada ketinggian 64 m dpl. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni – September 2014. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK).  Hasil penelitian menunjukkan terdapat keragaman karakter tinggi tanaman, umur berbunga, umur panen, panjang malai, ∑biji per alai, ∑malai per m2, bobot 1000 butir, bobot 1 liter biji dan potensi hasil  pada 18 genotip gandum yang diuji. Diantara 18 genotip gandum yang diamati, genotip SO-10 berpotensi untuk dikembangkan terutama dilihat dari karakter hasil panen per hektar.
PENGARUH FREKUENSI PEMBERIAN AIR DAN KOMPOSISI MEDIA TANAM PADA PERTUMBUHAN BIBIT TEBU BUCHIP (Saccharum officinarum L.) Effendi, Mokhtar; Sugito, Yogi; Sebayang, Husni Thamrin
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 8 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknik pembibitan tebu yang dapat meng-hasilkan bibit yang berkualitas baik, serta tidak memerlukan penyiapan bibit melalui kebun berjenjang ialah dengan teknik pembibitan budchip. Budchip ialah sistem pemotongan tanaman tebu yang akan digunakan sebagai bahan bibit dengan cara mengebor secara melingkar disekitar mata tunas dan sebagian titik tumbuh akar sehingga membentuk chip. Penelitian telah dilakukan pada bulan April hingga Juli 2015 di Pusat Penelitian Gula Jengkol, PTPN X, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) yang terdiri dari dua faktor, yaitu frekuensi pem-berian air dan komposisi media tanam. Hasil penelitian menunjukkan adanya  interaksi antara komposisi media tanam dan frekuensi pemberian air pada pengamatan tinggi tanaman, panjang akar, luas daun, dan bobot kering total tanaman. Pada pengamatan bobot kering tanaman umur 84 hari setelah tanam, pemberian air 4 kali sehari menunjukkan nilai tertinggi pada komposisi media tanam tanah, pasir dan blotong (50% : 25% : 25%) dibanding dengan media tanam tanah, pasir, blotong (25% : 50% : 25%) dan media tanam tanam tanah, pasir, blotong (25% : 25% : 50%).
PENGARUH JARAK TANAM DAN DOSIS PEMBERIAN PUPUK KANDANG AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max L.) Tamura, Panji; Soelistyono, Roedy; Guritno, Bambang
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 8 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Luas lahan yang tidak terlalu luas petani biasanya mengatur jarak tanam selalu rapat antara tanaman satu dengan yang lain. Dengan lahan yang tidak luas petani beranggapan, semakin rapat jarak tanam yang dipakai maka jumlah tanaman juga akan semakin banyak dan produksi kedelai juga banyak. Namun dengan jarak tanam yang terlalu rapat tidak selalu meningkatklan hasil produksi tanaman. Jarak tanam yang terlalu rapat atau sangat renggang akan menyebabkan produktivitas tanaman kedelai menjadi kurang optimal. Uapaya yang yang dapat dilakukan ialah dengan mengatur jarak tanam yang tepat dan juga melakukan penambahan pupuk kandang ayam dapat meningkatkan hasil dari tanaman kedelai. Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2015 sampai Juli 2015 di Desa Sambangrejo, Kecamatan Modo, Kabupaten Lamongan, dengan perlakuan jarak tanam dan dosis pemberian pupuk kandang ayam. Data pengamatan yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (uji F) pada taraf 5% untuk mengetahui pengaruh perlakuan. Apabila hasil yang didapatkan nyata maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil pada taraf nyata 5%. Pada perlakuan jarak tanam rerata tertinggi pada pengamatan tinggi tanaman dan berat kering biji dan kadar air tanah didapat dari perlakuan J1 (40 cm x 10 cm). Sedangakan untuk parameter luas daun, jumlah daun, bobot kering total tanaman dan jumlah polong rerata tertinggi didapat dari pelakuan J3 (30 cm x 20 cm). Pada perlakuan dosis pemberian rerata tertinggi pada pengamatan tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot kering tanaman dan jumlah polong didapat dari perlakuan A3 (dosis pupuk kandang ayam 15 ton ha-1).
KAJIAN BEBERAPA MACAM SISTEM TANAM DAN JUMLAH BIBIT PER LUBANG TANAM PADA PRODUKSI TANAMAN PADI SAWAH (Oryza sativa L.) var. INPARI 30 Nararya, Mas Bagus Aulia; Santosa, Mudji; Suryanto, Agus
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 8 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu upaya untuk mendukung program ketahanan pangan adalah dengan perbaikan sistem tanam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari berbagai macam sistem tanam dan jumlah bibit per lubang tanam pada  produksi padi sawah. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT), Faktor yang diujikan adalah beberapa macam sistem tanam sebagai petak utama dan jumlah bibit per lubang tanam sebagai anak petak dengan 12 perlakuan dan 3 kali ulangan. Penelitian dilakukan di lahan pertanian di desa Ngampal, Kecamatan Sumberrejo, Bojonegoro pada bulan Februari−Mei 2015. Hasil penelitian menunjukan terjadi interaksi pada parameter pengamatan jumlah malai per rumpun saat umur 65 hari setelah tanam. Dengan menggunakan sistem tanam Jajar legowo 2:1 memberikan rerata hasil yang rendah disemua parameter pengamatan saat fase vegetatif dibandingkan ketiga sistem tanam yang lain namun dapat meningkatkan hasil produksi tanaman padi sebesar 6,9 ton ha-1 atau meningkat (53%) jika dibandingkan dengan sistem tanam konvensional sebesar 4,5 ton ha-1.
RESPON PEMBUNGAAN DAN HASIL TANAMAN NANAS (Ananas comosus (L.) Merr) cv. SMOOTH CAYENNE TERHADAP PENGURANGAN PEMUPUKAN DAN APLIKASI ETILEN Suwanti, Suwanti; Susilo, Joko; Baskara, Medha; Wicaksono, Karuniawan Puji
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 8 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan buah terutama nanas di dunia semakin meningkat dari tahun ke tahun. Buah nanas saat ini mendominasi perdagangan dunia untuk buah-buahan tropis. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Desember 2014 sampai Juni 2015 di PT. Great Giant Pineapple Lampung. Percobaan menggunakan Rancangan Petak Terbagi dengan 4 kali ulangan. Faktor pertama adalah frekuensi aplikasi etilen yaitu 2 dan 3 kali aplikasi etilen dan faktor kedua adalah pengurangan pemupukan sebelum aplikasi etilen yaitu pengurangan pemupukan 15, 30 dan 45 hari sebelum aplikasi etilen. Parameter pengamatan yaitu persentase pembungaan dan hasil bobot segar tanaman, bobot buah, diameter buah serta panjang buah. Hasil analisa ragam menunjukkan pada parameter pembungaan terdapat interaksi nyata terhadap persentase bunga pada pengamatan 35 hari setelah aplikasi etilen dengan nilai tertinggi pada perlakuan pengurangan pemupukan 45 hari sebelum aplikasi etilen dan aplikasi etilen 3 kali lebih cepat berbunga daripada perlakuan lainnya, pengamatan panen, menunjukkan pada perlakuan pengurangan pemupukan 15 hari sebelum aplikasi etilen dan aplikasi etilen 2 kali secara konstan pada bobot tanaman, bobot buah, panjang buah dan diameter buah lebih baik daripada perlakuan lain. Didapatkan kesimpulan yaitu pengurangan pemupukan dan aplikasi etilen dapat meningkatkan persentase pembungaan pada perlakuan pengurangan pemupukan 45 hari sebelum aplikasi etilen dan aplikasi etilen 3 kali dan pada perlakuan pengurangan pemupukan 45 hari sebelum aplikasi etilen dan aplikasi etilen 2 kali dapat meningkatkan hasil dari bobot segar tanaman, bobot buah, panjang buah dan diameter buah pada tanaman nanas.
UPAYA EFISIENSI PEMANFAATAN LAHAN MELALUI SISTEM TANAM TUMPANGSARI SORGUM DENGAN KACANG-KACANGAN DI LAHAN KERING Dewi, Tika Noviana; Sebayang, Husni Thamrin; Suminarti, Nur Edy
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 8 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kendala usahatani di lahan kering ialah rendahnya ketersediaan air pada musim kemarau dan tingginya tingkat erosi pada musim hujan. Strategi yang dapat diterapkan ialah melalui penanaman tumpangsari karena terdapat tanaman sela yang berperan sebagai cover crop sehingga dapat meminimalisir terjadinya evaporasi dan erosi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari hingga Mei 2015 di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Desa Jatikerto, Kabupaten Malang, dengan perlakuan sebagai berikut: 1)monokultur sorgum; 2) monokultur kacang tanah; 3) monokultur kacang hijau; 4) monokultur kacang tunggak; 5) monokultur kacang kedelai; 6) tumpangsari sorgum + kacang tanah; 7) tumpangsari sorgum + kacang hijau; 8) tumpangsari sorgum + kacang tunggak; 9) tumpangsari sorgum + kacang kedelai. Data dianalisa menggunakan uji F, jika berbeda nyata dilanjutkan dengan Uji T taraf 5%. Hasil uji T menunjukkan monokultur sorgum menghasilkan luas daun, bobot kering total tanaman, bobot malai per tanaman, bobot biji per tanaman, bobot 1000 biji dan hasil panen per hektar yang tidak berbeda nyata dengan sorgum yang ditanam secara tumpangsari. Tanaman sela menunjukkan bahwa kacang tanah dan kacang hijau mengalami penurunan hasil pada semua parameter pengamatan pada saat sistem tanam diubah dari monokultur menjadi tumpangsari, sedangkan pada tanaman kacang tunggak dan kacang kedelai tidak menunjukkan perbedaan hasil pada semua parameter pengamatan. Hasil analisis R/C menunjukkan tumpangsari sorgum dengan kacang kedelai lebih menguntungkan karena memiliki nilai terbesar yaitu 1,79.
UPAYA EFISIENSI PEMANFAATAN LAHAN MELALUI PENANAMAN TANAMAN SELA DALAM SISTEM TANAM TUMPANGSARI DENGAN TANAMAN SORGUM DI LAHAN KERING Ariska, Tri; Sebayang, Husni Thamrin; Suminarti, Nur Edy
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 8 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kendala utama dalam ekstensifikasi pertanian lahan keringadalah tingginya tingkat erosi saat musim hujan dan rendahnya ketersediaan air saat musim kemarau. Kegiatan yang dapat diaplikasikan adalah penanaman tumpangsari, karena tanaman sela yang tumbuh dapat berperan sebagai cover crop. Penelitian dilaksanakan bulan Februari hingga Juni 2015 di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Desa Jatikerto, Kabupaten Malang,dengan perlakuan: 1) Monokultur Sorgum; 2) Monokultur terung ungu; 3) Monokultur terung hijau; 4) Monokultur terung putih; 5) Tumpangsari sorgum + terung ungu; 6) Tumpangsari sorgum + terung hijau; 7) Tumpangsari sorgum + terung putih. Analisis data menggunakan uji F, jika beda nyata dilanjutkan dengan uji T 5%. Hasil Uji T menunjukkan monokultur sorgum pada parameter luas daun, bobot kering total tanaman, panjang malai, bobot malai per tanaman dan hasil panen per hektar nyata lebih tinggi dibandingkan tumpangsari sorgum + terung hijau. Tanaman sela menunjukkan terung ungu, terung hijau maupun terung putih tidak berbeda nyata pada parameter jumlah daun, jumlah cabang, panjang buah, jumlah buah per tanaman, maupun hasil panen per hektar saat sistem tanam diubah dari monokultur menjadi tumpangsari. Nilai Kesetaraan lahan menunjukkan semua sistem tumpangsari memiliki nilai >1 sehingga sistem tumpangsari mampu meningkatkan produktivitas lahan. Nilai R/C tertinggi didapatkan pada tumpangsari sorgum + terung putih dengan nilai 3,0 hal tersebut menyatakan bahwa tumpangasari dengan terung putih paling menguntungkan dibandingkan jenis terung yang lainnya.
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS TANAMAN KUBIS BUNGA (Brassica Oleraceae Var Botrytis L.) MELALUI PENAMBAHAN DAN WAKTU PEMBERIAN URIN SAPI FERMENTASI Faisol, Rizki Eka Fitriani; Baskara, Medha; Heddy, Y.B.Suwasono
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 8 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kubis bunga (Brassica oleraceae var botrytis L.) merupakan jenis tanaman sayuran yang termasuk dalam keluarga kubis-kubisan (Cruciferae) yang berasal dari Eropa. Meskipun kubis bunga telah lama dikenal oleh masyarakat Indonesia, namun perkembangannya tidak sepesat kubis krop atau petsai. Salah satu kendala ialah penyediaan hara bagi tanaman melalui pemupukan. Pemupukan berfungsi untuk memenuhi kebutuhan unsur hara bagi tanaman sehingga dapat meningkatkan produktivitas tanaman. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui penambahan konsentrasi dan waktu pemberian urin sapi fermentasi yang tepat terhadap produktivitas tanaman Kubis bunga (Brassica oleraceae var botrytis L.). Bahan yang digunakan dalam penelitian adalah kubis bunga varietas LOLA, biourin sapi, pupuk NPK, dan air. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) sederhana dan diulang sebanyak 3 kali. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni sampai bulan Agustus 2014, di Kelompok Tani Langgeng Mandiri Dusun Dadapan – Desa Pandanrejo - Kecamatan Bumiaji - Kota Batu. Konsentrasi dan waktu pemberian urin sapi fermentasi yang optimal didapatkan pada perlakuan 50 ml l-1 air (1 minggu 1 kali) (S5) dapat meningkatkan hasil produktivitas tanaman Kubis Bunga (Brassica oleraceae var botrytis L). Semakin rendah konsentrasi urin sapi fermentasi dan semakin lama interval aplikasi urin sapi fermentasi akan memberi pengaruh yang lebih tinggi terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman Kubis Bunga (Brassica oleraceae var botrytis L).
RESPONS HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays L. saccharata) TERHADAP PEMBERIAN KCl DAN PUPUK KOTORAN AYAM Wibowo, Aris Satriyo; Barunawati, Nunun; Maghfour, Mochammad Dawam
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 8 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produktivitas jagung manis di Indonesia masih rendah yaitu rata-rata 6-8 ton ha-1. Pemupukan adalah salah satu upaya meningkatkan produksi dan kualitas jagung manis. Dewasa ini penggunaan pupuk anorganik berlebihan dapat mengakibatkan produktivitas lahan menurun. Salah satu usaha memperbaiki kesuburan tanah adalah dengan pemberian bahan organik. Penelitian ini untuk meningkatkan hasil dan kualitas jagung manis melalui pemberian kombinasi pupuk KCl dan pupuk kotoran ayam. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Nganjuk dengan jenis tanah latosol. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama, dosis pupuk KCl yang terdiri dari 4 taraf yaitu: 0 kg ha-1 KCl (P0), 100 kg ha-1 KCl (P1), 150 kg ha-1 KCl (P2), 200 kg ha-1 KCl (P3). Faktor kedua, dosis pupuk kotoran ayam dengan 4 taraf yaitu: Pupuk kotoran ayam 0 ton ha-1 (A0), Pupuk kotoran ayam 5 ton ha-1 (A1), Pupuk kotoran ayam 10 ton ha-1 (A2), Pupuk kotoran ayam 20 ton ha-1 (A3). Diperoleh 16 kombinasi perlakuan dan diulang 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi pupuk KCl 150 kg ha-1 dan pupuk kotoran ayam 20 ton ha-1 dapat menghasilkan luas daun, bobot segar tanaman dan bobot kering total tanaman yang lebih tinggi dibandingkan perlakuan yang lain dan dapat meningkatkan hasil tongkol jagung manis mencapai 14,72 ton ha-1. Pemberian KCl 200 kg ha-1 dapat meningkatkan kadar gula jagung manis mencapai 170brix.
RESPON TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt L.) PADA BERBAGAI JENIS MULSA TERHADAP TINGKAT PEMBERIAN AIR Wulansari, Harlianti Ratna; Widaryanto, Eko
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 8 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jagung manis (Zea mays saccharata Sturt L.) ialah komoditi sayuran berupa tongkol yang dikonsumsi dalam keadaan masih muda. Salah satu upaya dalam peningkatan produktivitas guna men-dukung program pengembang-an agribisnis jagung adalah penyedia-an air yang cukup untuk per-tumbuhan tanaman. Selain itu, mulsa juga berfungsi untuk meng-urangi evaporasi, me-nurunkan suhu tanah, me-nahan erosi permukaan tanah menambah sumber hara tanah dan menekan per-tumbuhan gulma. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ber-bagai jenis mulsa dan tingkat pemberian air serta kebutuhan air tanaman jagung manis terhadap pertumbuhan dan hasil yang optimal. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2015 sampai Agustus 2015 di Screen house STPP (Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian) kampus 2, Tanjung, Malang. Menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF). Menggunakan jagung manis dengan varietas Talenta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara perlakuan jenis mulsa dan tingkat pemberian air terhadap per-tumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Pengaruh terhadap tanaman jagung manis akibat perlakuan tingkat pemberian air memberikan pengaruh yang nyata pada tinggi tanaman, luas daun, indeks luas daun, bobot kering total tanaman, panjang tongkol, bobot segar tongkol, dan diameter tongkol. Akan tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah daun. Sedangkan perlakuan jenis mulsa juga memberikan berbagai  pengaruh yang nyata pada luas daun, Indeks Luas Daun, bobot kering total tanaman, panjang tongkol, bobot segar tongkol, dan diameter tongkol. Hasil panen pada perlakuan MJK100 (Mulsa Jerami dengan 100% KL) adalah hasil yang paling tinggi sebesar 160 g tan-1 meningkat 50% dibandingkan dengan perlakuan MPK40 (Mulsa MPHP dengan 40% KL) yang mempunyai hasil 127 g tan-1.

Page 2 of 3 | Total Record : 22


Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol. 10 No. 7 (2022) Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 12 (2021) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 12 (2020) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 12 (2019) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol 6, No 12 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 2, No 8 (2014) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 1, No 6 (2013) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) More Issue