cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 49 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 10 (2018)" : 49 Documents clear
Respon Pertumbuhan Tiga Varietas Tanaman Selada (Lactuca sativa L) Terhadap Berbagai Jenis Nutrisi Pada Sistem Hidroponik NFT Rahmawati, Astie Dyah; Tyasmoro, Setyono Yudo
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 10 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman selada merupakan tanaman yang memerlukan unsur hara yang dapat langsung tersedia. Upaya yang dilakukan dengan pemberian nutrisi menggunakan sistem hidroponik NFT. Pemberian nutrisi yang berbeda pada tiga varietas tanaman selada (Crispa, Longifolia, dan Capitata) menunjukkan adanya respon yang berbeda nyata pada pertumbuhan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui respon pertumbuhan tanaman selada pada berbagai jenis nutrisi hidroponik NFT. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Februari-April 2017 di Kebun Sayur Surabaya, Jln. Delima no. 35 desa Wage, kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Pola Tersarang dengan 9 kombinasi perlakuan dengan 3 kali ulangan. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis ragam untuk mengetahui adanya pengaruh dari perlakuan yang dicobakan. Jika terdapat pengaruh diantara perlakuan maka diuji lanjut dengan uji BNJ 5%. Hasil penelitian menunjukkan pada perlakuan pemberian nutrisi Kebun Sayur Surabaya memberikan hasil yang lebih baik untuk ketiga varietas tanaman selada (Latuca sativa L.) dibandingkan pemberian nutrisi Goodplant maupun Green Tonik.
Uji Sembilan Genotip Potensial Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Tahan Virus Gemini Hasil Pemisahan dari Populasi Campuran Indah, Ayu Nurlaila; Purnamaningsih, Sri Lestari; Ardiarini, Noer Rahmi
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 10 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan tanaman hortikultura yang telah dibudidayakan secara luas dan memiliki nilai ekonomis tinggi. Tingginya nilai permintaan masyarakat tidak diikuti dengan produktivitas cabai rawit yang tinggi. Salah satu penyebab rendahnya produksi cabai rawit serangan virus gemini. Upaya peningkatan produksi cabai rawit dapat dilakukan dengan perakitan varietas unggul melalui program pemuliaan. Penelitian ini bertujuan untuk untuk menguji ketahanan sembilan genotip potensial cabai rawit hasil pemisahan dari populasi campuran terhadap virus gemini. Penelitian ini dilakukan di Agro Techno Park Universitas Brawijaya Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 9 genotip cabai rawit sebagai perlakuan dan ulangan sebanyak tiga kali. Berdasarkan parameter pengamatan menunjukkan bahwa seluruh genotip memiliki penampilan yang beragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat cabai rawit yang memiliki hasil yang tinggi dan tahan terhadap serangan virus gemini. Namun terdapat empat genotip terpilih yang dapat dilanjutkan sebagai tetua yakni genotip CRUB 90, CRUB 99, CRUB 153, dan CRUB 171. Genotip CRUB 153 agak tahan terhadap serangan virus gemini sedangkan genotip CRUB 90, CRUB 99, dan CRUB 171 memiliki hasil yang lebih tinggi dari genotip yang diuji lainnya yakni 262.47 gram, 275.13 gram, dan 343.81 gram per tanaman.
Eksplorasi dan Identifikasi Cabai Rawit Lokal di Kabupaten Kediri, Nganjuk dan Jombang Dewansyah, Bahtiar Ahmad; Soetopo, Lita
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 10 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan banyak dibudidayakan oleh sebagian besar petani di Indonesia. Di Jawa Timur ada beberapa daerah penghasil cabai rawit seperti Kabupaten Jombang, Kediri dan Nganjuk. Ada perbedaan yang sangat signifikan dalam produksi cabe di tiga daerah ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendapatkan sumber plasma nutfah tanaman cabai rawit lokal di Kabupaten Kediri, Nganjuk, dan Jombang. Penelitian dilakukan di Kabupaten Kediri, Nganjuk, dan Jombang. Penelitian ini dilakukan dari bulan Mei sampai Juli 2017. Penelitian dilakukan dengan metode eksplorasi tanaman cabai yang berada di wilayah Kabupaten Kediri, Nganjuk, dan Jombang. Variabel pengamatan kuantitatif meliputi jumlah daun, lebar daun, panjang daun, panjang tangkai buah, Diameter tangkai bunga, jumlah bunga, bobot buah pertanaman, panjang buah, panjang tangkai buah. Sedangkan variabel kualitatif terdiri dari warna daun, tepi daun, bentuk daun, warna kelopak bunga, warna tangkai bunga, warna mahkota bunga, posisi bunga, irisan melintang buah, bentuk ujung buah, bentuk pangkal buah, bentuk tepi kelopak, posisi buah, permukaan buah, bentuk buah. Berdasarkan hasil penelitian, analisis menunjukkan bahwa varietas berpengaruh terhadap margin daun, warna kelopak bunga, penampang buah, bentuk buah dasar, bentuk tepi kelopak,. Dari segi karakteristik varietas juga berpengaruh terhadap jumlah daun, lebar daun, panjang daun, panjang tangkai bunga, diameter tangkai bunga, bobot tanaman buah, panjang buah, panjang tangkai buah, jumlah bunga. Persamaan kekerabatan terdekat adalah K4 dan K6 dengan nilai kemiripan adalah 98,50%.
Pengaruh Herbisida Oksifluorfen dan Penyiangan Terhadap Gulma Serta Pengaruhnya pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Buncis (Phaseolus Vulgaris L.) Sugiarto, Bayu; Baskara, Medha; Widaryanto, Eko
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 10 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suatu usaha untuk dapat meningkatkan hasil panen buncis ialah pengendalian gulma secara praktis dan tepat guna. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk menentukan teknik pengendalian gulma yang tepat dalam budidaya buncis dan untuk mengetahui dosis herbisida yang efektif mengendalikan gulma tanaman buncis (Phaseolus vulgaris L.). Penelitian ini dilakukan di Junrejo Kota Batu dari bulan Agustus - November 2016, menggunakan pola rancangan acak kelompok (RAK) dengan 7 perlakuan dan 4 ulangan dengan penjabaran sebagi berikut A1 : Tanpa pengendalian gulma (weedy). A2 : Bebas gulma (weed free, penyiangan tiap dua minggu sekali, 14 hst, 28, hst, 42 hst, 56 hst). A3 : Penyiangan 15 hst. A4 : Penyiangan 30 hst. A5 : Herbisida pra-tumbuh oksifluorfen 240 g b.a. ha-1 + penyiangan 15 hst. A6 : Herbisida pra-tumbuh oksifluorfen 360 g b.a. ha-1. A7 : Herbisida pra-tumbuh oksifluorfen 480 g b.a. ha-1. Hasil penelitian menunjukkan  metode  pengendalian gulma pada berbagai perlakuan memberikan pengaruh yang nyata antara berat kering gulma, parameter pertumbuhan buncis  dan hasil (t ha-1). Dominasi rasio (SDR) gulma krokot dan lulangan yang mendominasi disetiap perlakuan. dan A6 (oksifluorfen 360 g b.a. ha-1) menunjukkan bahwa efektif dan efisien dalam mengendalikan gulma krokot dan lulangan, pertumbuhan terbaik pada A2 (bebas gulma) dan pada hasil panen perlakuan A6 (herbisida pra-tumbuh oksifluorfen 360 g b.a. ha-1) 13,06 t ha-1 dan tidak berbeda nyata dengan A2 bebas gulma.
Heritabilitas dan Kemajuan Genetik Harapan Karakter Agronomi Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Berhabitus Kompak Sukmasari, Candraning Dwi; Saptadi, Darmawan
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 10 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan produksi dan produktivitas cabai rawit membutuhkan benih varietas unggul hasil pemuliaan tanaman. Kegiatan pemuliaan tanaman cabai rawit diawali dengan meningkatkan keragaman genetik. Selain itu, disertai dengan informasi tentang parameter genetik seperti heritabilitas dan kemajuan genetik harapan. Tujuan penelitian ini ialah menduga nilai heritabilitas dan kemajuan genetik harapan karakter agronomi 18 aksesi cabai rawit bertipe habitus kompak dan mendapatkan aksesi yang berdaya hasil tinggi. Penelitian dilaksanakan di Agro Techno Park Universitas Brawijaya di Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Malang pada bulan Februari sampai Agustus 2017. Percobaan menggunakan metode pengamatan single plant dengan menanam 18 aksesi dan varietas Dewata. Jumlah populasi sebanyak 348 tanaman dengan masing-masing aksesi sebanyak 16 tanaman dan varietas dewata sebanyak 60 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter kualitatif memiliki keragaman pada karakter bentuk daun, warna buah muda, bentuk buah dan bentuk ujung buah serta keseragaman pada karakter posisi bunga, posisi putik, warna putik, warna mahkota bunga dan warna buah tua. Karakter kuantitatif yang memiliki keragaman genetik cukup tinggi adalah karakter berat buah total per tanaman, nilai heritabilitas tinggi pada semua karakter kecuali umur berbunga, umur panen, panjang buah dan berat per buah, sedangkan kemajuan genetik harapan tinggi pada semua karakter kecuali umur berbunga dan panjang buah.
Pengaruh Konsentrasi Sitokinin dan Auksin Terhadap Pertumbuhan Planlet Anthurium plowmanii Croat Wulandari, Choirummintin; Murdiono, Wisnu Eko; Barunawati, Nunun
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 10 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu jenis anthurium yang banyak diminati adalah Anthurium plowmanii Croat. Tanaman ini ­juga disebut sebagai anthurium daun terindah. Perbanyakan Anthurium plowmanii secara konvensional umumnya dilakukan melalui biji dan pemisahan anakan, namun teknik perbanyakan tersebut membutuhkan waktu cukup lama dan hasilnya tidak seragam. Kultur Jaringan merupakan salah satu metode perbanyakan alternatif pada tanaman Anthurium plowmanii. Dalam kultur jaringan, organogenesis dipicu oleh Zat Pengatur Tumbuh (ZPT). Ada dua golongan ZPT tanaman yang sering digunakan dalam kultur jaringan, yaitu sitokinin dan auksin. Perbedaan ZPT yang diberikan pada media kultur akan memberikan pengaruh yang berbeda pada eksplan yang ditanam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan kombinasi konsentrasi sitokinin dan auksin terbaik pada pertumbuhan eksplan Anthurium plowmanii Croat. Penelitian dilaksanakaan di Laboratorium Kultur Jaringan, Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya pada bulan April sampai dengan Juli 2017. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 9 kombinasi BAP (Benzyl Amino Purin) dan NAA (Naphatalen Acetic Acid). Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian kombinasi konsentrasi BAP (Benzyl Aminopurin) dan NAA (Naphatalen Aceticacid) berpengaruh nyata terhadap peningkatan jumlah tunas, jumlah daun, waktu muncul tunas, waktu muncul daun, waktu muncul akar dan persentase eksplan hidup. Perlakuan BAP 2 ppm + NAA 0,2 ppm (A4) memberikan pengaruh pada peningkatan jumlah tunas, jumlah daun, waktu muncul tunas dan waktu muncul daun.
Parameter Genetik F4 Buncis (Phaseolus vulgaris L.) Polong Kuning dan Berdaya Hasil Tinggi Firly, Cynthia Diesta; Soegianto, Andy
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 10 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seleksi ialah salah satu metode pemuliaan tanaman untuk mendapatkan tanaman terbaik dalam populasi sesuai dengan kriteria yang diinginkan. Informasi mengenai keragaman genotip dan fenotip serta heritabilitas penting diketahui sebagai langkah awal sebelum melakukan seleksi. Perhitungan kemajuan genetik harapan dilakukan sebagai upaya untuk mengetahui efektifitas seleksi yang dilakukan. Penelitian dilakukan dengan menanam 20 famili buncis polong kuning hasil penelitian sebelumnya, generasi F3. Buncis polong kuning dapat dijadikan varietas baru di Indonesia karena sementara ini yang banyak diusahakan oleh petani ialah buncis berpolong hijau. Kandungan buncis polong kuning ialah karoten yang tinggi. Berdasarkan 20 famili yang ditanam, terdapat 14 famili yang memiliki polong kuning selanjutnya dilakukan penilaian parameter genetik. Data kajian genetik menunjukkan nilai koefisien keragaman genotip rendah dengan rentang nilai 0,11% - 24,17% dan agak rendah dengan rentang nilai 25, 48% - 42,65% sedangkan nilai koefisien keragaman fenotip rendah dengan rentang 0,22% - 24,96%. Nilai heritabilitas yang diperoleh tinggi, sedang hingga rendah dengan rentang nilai 0,01 – 1,00.  Seleksi dilakukan pada famili yang memiliki nilai heritabilitas tinggi dengan cara memilih tanaman daya hasil tinggi. Daya hasil tinggi berkisar 150-320 g per tanaman. Individu yang didapatkan yaitu CS.GK 50(24), CS.GK 50(31), CS.GK 63-15 (17), CS.GK 63-15 (29), CS.GK 63-15 (37), CS.GI 63-21 (22), CS.GI 63-21 (29), CS.GI 63-21 (36), CS.GI 63-21 (40), CS.GI 63 (4), CS.GI 63 (24), CS.GI 8.8 (2), CS.GI 63-33 (31) dan CS.GI 7 (31). Nilai kemajuan genetik harapan famili dari tanaman terseleksi tinggi (>50%) sehingga seleksi yang dilakukan efektif karena dimungkinkan mampu memberikan peningkatan daya hasil pada generasi selanjutnya.
Variasi Pertumbuhan 3 Jenis Tanaman Kemangi (Ocimum basilicum L.) Sarashati, Devi Cinintya; Sugiharto, Arifin Noor; Ashari, Sumeru
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 10 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemangi (Ocimum basilicum L.) merupakan sayuran yang sudah dikenal masyarakat Indonesia. Jenis dan asal kemangi beragam. Keragaman tersebut perlu dikaji potensinya sehingga didapatkan jenis baru yang lebih berharga baik gizi maupun preferensinya melalui teknik pemuliaan tanaman yaitu dengan mengukur serta membandingkan hasil dari parameter pengamatan dengan analisis ragam pada tanaman kemangi, sehingga dapat diketahui benih mana saja yang berpotensi untuk dijadikan varietas baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pertumbuhan tanaman kemangi dari tiga lokasi asal benih yang berbeda. Hipotesis penelitian ini yaitu terdapat hasil yang berbeda pada pertumbuhan tanaman kemangi dari tiga asal benih yang berbeda. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April hingga Juni 2017, di Laboratorium Rumah Kaca Fakultas Tenologi Universitas Brawijaya, Desa Kepuharjo, Kelurahan Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kota Malang. Bahan yang digunakan yaitu benih kemangi berasal dari Bandung, Jogja dan Malang. Data hasil pengamatan selanjutnya dianalisis secara statistik menggunakan sidik ragam (ANOVA). Untuk menguji perbedaan diantara perlakuan digunakan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persentase perkecambahan 3 jenis kemangi berbeda nyata, benih asal Jogja lebih tinggi dibandingkan varietas lain. Terdapat pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah cabang,bobot segar,jumlah bunga, dan jumlah buah pertanaman, dimana benih Jogja memiliki hasil parameter yang lebih unggul dibandingkan benih lainnya.
Modifikasi Sistem Vertikultur Mikrohidroponik pada Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) dalam Penyediaan Unsur Hara Astaranni, Dhea; Sitompul, Syukur Makmur
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 10 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vertikultur mikrohidroponik adalah bentuk hidroponik sederhana menggunakan media padat selain tanah yang disusun secara vertikal. Sistem ini cocok untuk diterapkan pada budidaya tomat (Lycopersicum esculentum Mill.). Permasalahan yang dihadapi adalah tambahan biaya untuk media tanam dan larutan nutrisi secara berkala. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman tomat dalam sistem vertikultur mikrohidroponik dengan media sederhana (tanah + NPK) dan media konvensional (arang sekam + NS). Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2017 ̶ Juli 2017, di Kota Malang (112o 36` BT, 7o 58’ LS), menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dimana terdapat 4 perlakuan yaitu TN = tanah + NPK, TS = tanah + NS, AN = arang sekam + NPK, AS = arang sekam + NS. NS adalah Nutrient Solution. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah tanaman tomat dengan sistem vertikultur mikrohidroponik dapat diusahakan dengan penggunaan media tanah dan NPK, yang mana hasil pertumbuhan vegetatif tinggi tanaman tidak berpengaruh nyata sedangkan jumlah daun, jumlah bunga dan kandungan klorofil daun menunjukkan bahwa pada media tanah dan arang sekam serta keduanya diberikan nutrisi NPK hasil tanaman tomat lebih banyak dan berbeda nyata dari tanaman tomat yang ditanam dengan NS pada media tanah maupun arang sekam. Perkembangan generatif tanaman tomat yang meliputi jumlah buah dan bobot buah segar antara media sederhana (tanah + NPK) tidak berbeda nyata dari media konvensional (arang sekam + NS).
Uji Daya Hasil 20 Galur Kacang Hijau (Vigna radiate L.) Ulfa, Diana Maria; Soetopo, Lita
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 10 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penelitian ini dilakukan uji daya hasil lanjutan yang bertujuan untuk mengevaluasi gen-gen yang dikehendaki yakni berdaya hasil tinggi pada beberapa genotip kacang hijau. Penelitian ini bertuajuan untuk mengetahui umur genjah dan potensi hasil pada 20 galur kacang hijau yang diuji. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Jambegede yang berlokasi di Desa Kemiri, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Maret–Juli 2017. Bahan yang diuji adalah 20 galur kacang hijau dan 5 varietas pembanding. Ditanam berdasarkan Rancangan Acak Kelompok. Masing-masing diulang 3 kali. Hasil penelitian terdapat pengaruh sangat nyata pada karakter kuantitatif umur 50% berbunga, umur panen fisiologis, tinggi tanaman, jumlah cluster per tanaman, jumlah polong isi per tanaman, berat biji per tanaman, bobot 100 butir dan hasil produksi per hektar. Berdasarkan hasil pengamatan pada umur panen fisiologis terdapat 12 galur yang berumur genjah yaitu MMC 672-3c-Gt-1/Sampeong (56 HST), MMC 672-3c-Gt-1/Sampeong (58 HST), MMC 672-3c-Gt-1/Sampeong (59,67 HST), Vima 1/Sampeong//vima 1 (56 HST), Vima 1/Sampeong//vima 1 (59,33 HST), MMC 679-3C- Gt-1//Sampeong (55 HST), MMC 672-3c-Gt-1/Vima 2 (58,33 HST), MMC 672-3c-Gt-1/Vima 2 (58,67 HST), Vima 1/MMC 672-3c-Gt-1//Vima 1 (55 HST), Vima 1/MMC 672-3c-Gt-1//Vima 1 (56 HST), MLG 1065/Vima 1 (55 HST) dan MMC 679-3C- Gt-1/MLG 1065 (59,33 HST) dan pada hasil produksi per hektar terdapat 3 galur yang berpotensi hasil tinggi dibandingkan nilai rata-rata cek lima varietas pembanding yaitu MMC 672-3c-Gt-1/Vima 2 (1,3t/ha), MMC 672-3c-Gt-1/Vima 2 (1,2 ton/ha) danVima 1/MMC 672-3c-Gt-1//Vima 1 (1,2 ton/ha).

Filter by Year

2018 2018


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 12 (2025): Desember Vol. 13 No. 11 (2025): November Vol. 13 No. 10 (2025): Oktober (In-Press) Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol 9, No 12 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol 8, No 12 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol 7, No 12 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 6, No 12 (2018) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol 2, No 8 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol 1, No 6 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue