cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 3 (2019)" : 25 Documents clear
Pengaruh Jenis Pupuk dan Waktu Penyiangan terhadap Pertumbuhan Gulma pada Tanaman Kacang Hijau (Vigna radiata L.) Perdani, Mulia Sari; Sebayang, Husni Thamrin
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 3 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gulma ialah tumbuhan yang tumbuh pada tempat yang tidak dikehendaki keberada-annya dan dapat menurunkan hasil kualitas maupun kuantitas tanaman budidaya. Penelitian ini untuk mempelajari penggu-naan jenis pupuk dan waktu penyiangan terhadap pertumbuhan gulma pada tanaman kacang hijau (Vigna radiata L.). Penelitian dilaksanakan pada bulan  Agustus-November di Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Ranca-ngan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 kali ulangan. PerlakuanP0G0 = Pupuk organik + tanpa penyiangan, P0G1 = Pupuk organik + penyiangan 10 HST, P0G2 = Pupuk organik + penyiangan 10 dan 20 HST, P0G3 = Pupuk organik + penyiangan 10, 20, dan 30 HST, P1G0 = Pupuk anorganik + tanpa penyiangan, P1G1 = Pupuk anorganik + penyiangan 10 HST, P1G2 = Pupuk anorganik + penyiangan 10 dan 20 HST, dan P1G3 = Pupuk anorganik + penyiangan 10, 20, dan 30 HST. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 9 spesies gulma sebelum dilakukan olah tanah yaitu Ageratum conyzoides, Cyperus rotundus, Portulaca oleracea, Amaranthus spinosus, Paspalum conjugatum, Cynodon dactylon, Eleusine indica, Phyllanthus niruri, dan Physalis peruviana, sedangkan gulma setelah pemberian perlakuan pupuk organik dan anorganik terdapat penambahan 3 spesies gulma yaitu Acmella paniculata, Bidens pilosa, dan Mimosa pudica. Bobot kering total gulma nyata lebih tinggi pada pemberian perlakuan pupuk organik dan anorganik dengan tanpa penyiangan bila dibandingkan perlakuan pupuk organik dan anorganik dengan waktu penyiangan 1 kali, 2 kali, dan 3 kali.
Uji Toleransi Enam Genotipe Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) terhadap Naungan Tegakan Pohon Jati (Tectona grandis L.F.) Nurhayati, Etik; Purnamaningsih, Sri Lestari
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 3 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lahan dibawah tegakan tanaman per-kebunan atau kehutanan merupakan lahan potensial yang dapat dimanfaatkan dalam menghadapi masalah penurunan luas lahan pertanian di Indonesia. Rendahnya intensitas cahaya karena adanya naungan menjadi faktor pembatas untuk me-manfaatkan lahan tersebut. Oleh karena itu, pemilihan genotipe yang toleran pada kondisi lingkungan cahaya rendah menjadi penting untuk dilakukan. Cabai rawit adalah salah satu tanaman hortikultura yang membutuhkan cahaya optimal selama hidupnya. Sampai saat ini belum banyak dilaporkan varietas unggul cabai rawit yang toleran terhadap naungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat tole-ransi enam genotipe cabai rawit terhadap cekaman naungan. Penelitian berlokasi di lahan milik Perhutani wilayah KPH Malang di Desa Rejosari, Bantur, Malang pada bulan Maret-Desember 2017. Enam genotipe cabai rawit (CRUB 1, CRUB 2, CRUB 3, CRUB 4, CRUB 5, CRUB 6) dan varietas Cakra Putih sebagai pembanding diuji pada dua kondisi lingkungan, yaitu di lahan terbuka dan di bawah tegakan jati dengan tingkat naungan 40%. Setiap genotipe ditanam sebanyak 45 tanaman, sedangkan pengamatan dilakukan pada setiap individu tanaman. Komponen penilaian SSI (Stress Suceptibility Index), YSI (Yield Stability Index), YI (Yield Index) dan STI (Stress Tolerance Index) digunakan untuk menilai tingkat toleransi genotipe cabai rawit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa genotipe CRUB 4 dan CRUB 3 toleran. Kedua genotipe tersebut mem-punyai tingkat toleransi yang tinggi sehingga mampu bertahan dan memberikan hasil yang tinggi pada kondisi tercekam naungan. Genotipe CRUB 2 termasuk ke dalam kelompok genotipe agak toleran sedangkan, genotipe CRUB 1, CRUB 5 dan CRUB 6 digolongkan ke dalam kelompok tidak toleran.
Pengaruh Komposisi Pupuk Organik-Anorganik dan Konsentrasi Pemberian PGPR terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium cepa L. var. ascalonicum) Varietas Bauji Maskur, A’an; Maghfoer, Mochammad Dawam
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 3 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan efisiensi pemupukan dan perbaikan kualitas tanah merupakan faktor yang menentukan keberhasilan budidaya bawang merah yang dapat dilakukan dengan cara menambah bahan organik dan pengaplikasian PGPR pada lahan.Tujuan dari penelitian adalah untuk mempelajari dan mengetahui komposisi pupuk organik-anorganik yang efektif dan konsentrasi pemberian PGPR yang tepat serta pengaruh interaksi keduanya terhadap per-tumbuhan dan hasil tanaman bawang merah varietas Bauji. Penelitian dilaksa-nakan di lahan pertanian desa Sumber pancur, kecamatan Kepung kabupaten Kediri Jawa Timur pada bulan Juni sampai Agustus 2017. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah komposisi pupuk organik-anorganik yang terdiri dari 3 taraf yaitu0% organik + 100% anorganik, 25% organik + 75% anorganik dan 50% organik + 50% anorganik. Faktor kedua adalah konsentrasi PGPR yang terdiri dari 4 taraf yaitu 0, 5,10  dan 15 ml/l.Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat interaksi antara perlakuan komposisi pupuk organik-anorganik dengan konsentrasi pemberian PGPR pada semua parameter pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Secara terpisah, perlakuan komposisi pupuk organik-anorganik dan  konsentrasi PGPR mempengaruhi jumlah daun, panjang tanaman, luas daun, jumlah umbi, diameter umbi dan bobot kering umbi. Hasil bobot kering umbi per hektar yang tertinggi diperoleh pada perlakuan komposisi pupuk organik 50% + anorganik 50% yaitusebesar 12,79 ton/ha. Sedangkan pada perlakuan PGPR hasil yang lebih tinggi diperoleh pada konsentrasi 15 ml/l dibanding perlakuan lainnya yaitu sebesar 12,65 ton/ha.
Pengaruh Aplikasi Aquasorb terhadap Pertumbuhan Bibit Tebu (Saccharum officinarum L.) Asal In Vitro Manurung, Andrew Josua; Wardiyati, Tatik
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 3 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman tebu (Saccharum officinarum L.) merupakan salah satu tanaman per-kebunan yang memiliki peranan penting dan bernilai ekonomi tinggi yang dimanfaatkan sebagai bahan baku utama penghasil gula pasir sebagai kebutuhan pokok masyarakat. Permasalahan lain dari bibit tebu adalah keterbatasan waktu tanam di luar musim hujan. Iklim merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi keberhasilan penanaman. Waktu tanam yang relatif singkat dengan kondisi cuaca yang tidak menentu menjadi salah satu kendala keberhasilan penanaman. Pem-berian aquasorb merupakan pilihan yang tepat dalam mengatasi waktu tanam saat musim kemarau. Aquasorb mampu meyerap air dalam jumlah besar. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui respon pertumbuhan bibit tebu terhadap aplikasi aquasorb dan waktu penyiraman.  Penelitian dilaksanakan di Green House, Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, pada bulan Juli – September 2017. Menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial yang terdiri dari 2 faktor yaitu frekuensi penyiraman dan dosis aquasorb. Parameter pengamatan meliputi tinggi tana-man, jumlah daun, persentase bibit hidup, diameter batang, panjang akar, luas daun, bobot segar dan bobot kering. Selanjutnya, data-data tersebut dianalisis dengan menggunakan analisis ragam F hitung dengan taraf 5% dilanjutkan dengan uji BNJ dengan taraf 5%. Berdasarkan hasil penelitian aplikasi aquasorb menunjukkan interaksi antara perlakuan frekuensi penyiraman dan dosis aquasorb pada para-meter luas daun, bobot segar dan bobot kering. Perlakuan frekuensi penyiraman dengan dosis aquasorb menunjukkan peng-aruh yang nyata terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, panjang akar dan persentase bibit hidup.
Analisis Hubungan Kekerabatan Genotip Bunga Matahari (Helianthus annuus L.) Berdasarkan Karakter Kualitatif dan Kuantitatif Meilia, Anggita Adha; Ardiarini, Noer Rahmi
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 3 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biji bunga matahari merupakan salah satu sumber penghasil minyak nabati di Indonesia. Sementara itu, di Indonesia masih mengimpor biji dan minyak bunga matahari untuk keperluan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari hubungan kekerabatan pada karakter kualitatif dan kuantitatif 29 genotip bunga matahari. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April hingga Agustus 2017 di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya yang terletak di Jatimulyo, Kota Malang, Jawa Timur. Penelitian meng-gunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan perlakuan 29 genotip bunga matahari diulang 3 kali. Pengamatan dilakukan berdasarkan karakter kualitatif dan kuantitatif. Karakter yang berkontribusi tinggi dalam variasi dipelajari berdasarkan principal component analysis (PCA) dengan pendekatan koefisien korelasi Pearson. Pengelompokkan genotip berdasarkan agglomerative hierarchical clustering (AHC) dengan similaritas koefisien korelasi Pearson dan metode aglomerasi un-weighted pair-group average. Hasil evaluasi kekerabatan 29 genotip bunga matahari berdasarkan karakter kualitatif meng-gunakan principal component analysis (PCA) terbagi menjadi 6 komponen utama (principal component, PC) dengan nilai keragaman kumulatif 74,48%. Hasil evaluasi kekerabatan 29 genotip bunga matahari berdasarkan karakter kuantitatif menggunakan principal component analysis (PCA) terbagi menjadi 3 komponen utama dengan nilaikeragaman kumulatif 79,52%. Pengelompokan genotip bunga matahari berdasarkan karakter kualitatif dengan agglomerative hierarchical clustering (AHC)   terbagi menjadi empat kelompok utama pada koefisien 31%-91%. Pengelompokan berdasarkan karakter kuantitatif terbagi menjadi empat kelompok utama pada koefisien 96%-99%.
Pengaruh Pupuk NPK Anorganik dan Pupuk Hijau Paitan (Tithonia diversifolia L.) pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine Max (L.) Merril var. grobogan) Utami, Arisani Putri; Sumarni, Titin
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 3 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman kedelai di Indonesia sebagian besar dibudidayakan di lahan kering yang mempunyai kandungan bahan organik tanah rendah (<1%). Kondisi tersebut akibat dari penggunaan pupuk anorganik yang berlebihan secara terus-menerus. Se-mentara itu, sistem pertanian berkelanjutan dapat terwujud jika kandungan bahan organik tanah lebih dari 2 %. Peningkatan kesuburan tanah dapat dilakukan dengan pupuk hijau. Paitan (Tithonia diversifolia L.) berpotensi sebagai pupuk hijau karena dapat menghasilkan biomassa dengan cepat, mengandung Nitrogen yang tinggi serta mempunyai perakaran yang dalam sehingga dapat memompa unsur hara ke lapisan permukaan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh kombinasi pupuk NPK anorganik dan pupuk hijau paitan (Tithonia diversifolia L.) pada pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai. Penelitian dilaksanakan di UPT Pengem-bangan Benih Palawija Kecamatan Singosari Malang pada bulan Juni sampai bulan September 2017. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan 7 perlakuan dan 4 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pada perlakuan pupuk NPK 100% + pupuk hijau T.diversifolia 20 ton ha-1 menghasilkan 1,77 ton ha-1 nyata me-ningkatkan 25% dibandingkan tanpa tambahan pupuk hijau T.diversifolia yang menghasilkan 1,42 ton ha-1. Sedangkan pada kombinasi pupuk NPK 75% + pupuk hijau T.diversifolia 10 dan 20 ton ha-1 menghasilkan 1,71 dan 1,75  ton ha-1 nyata meningkatkan20% dan 23% dibandingkan tanpa tambahan pupuk hijau T.diversifolia yang menghasilkan 1,42 ton ha-1.
Respon dan Hasil Beberapa Genotipe Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) pada Naungan di Bawah Tegakan Pohon Jati (Tectona grandis L.F.) Lysandra, Cindy Letitia; Purnamaningsih, Sri Lestari
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 3 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap tahun, permintaan buah cabai rawit semakin meningkat, namun luas lahan pertanian semakin berkurang akibat alih fungsi lahan secara terus menerus. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi keterbatasan lahan pertanian ialah memanfaatkan sela-sela lahan di bawah tegakan pohon jati. Tidak semua tanaman pertanian dapat dapat di budi-dayakan pada lahan di bawah tegakan jati. Hal tersebut karena tajuk pohon jati yang saling bersentuhan sehingga berakibat pada penurunan intensitas cahaya pada tanaman sela. Menurunya intensitas cahaya akan mempengaruhi pertumbuhan dan hasil pada tanaman sela. Oleh sebab itu pada penelitian ini dilakukan pengujian terhadap genotipe-genotipe potensial cabai rawit yang bertujuan untuk mempelajari pengaruh interaksi antara perlakuan genotipe dan lingkungan melalui karakter-karakter ter-tentu, serta mempelajari karakter cabai rawit yang mampu beradaptasi dengan baik dan memberikan hasil tinggi di bawah tegakan pohon jati. Penelitian ini di-laksanakan di Desa Rejosari, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang pada bulan Maret-Desember 2017. Penelitian ini terdiri dari lingkungan terbuka dan lingkungan ternaungi di bawah tegakan pohon jati. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini ialah tujuh genotipe cabai rawit (CRUB 1, CRUB 2, CRUB 3, CRUB 4, CRUB 5, CRUB 6, dan Cakra Putih). Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pada masing-masing lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketujuh genotipe cabai rawit menunjukkan perbedaan respon pertum-buhan, serta diperoleh 3 genotipe cabai rawit yang mampu berproduksi tinggi di bawah tegakan jati, yaitu CRUB 3, CRUB 4, dan Cakra Putih.
Pengaruh Aplikasi Controlled Release Fertilizer (CRF) dan Penerapan Sistem Tanam terhadap Viabilitas Benih Tebu (Saccharum officinarum L.) Saragih, Desmon Rivaldi; Herlina, Ninuk; Nugroho, Agung
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 3 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tebu (Saccharum officinarum L.) ialah bahan baku penghasil gula dan bioethanol yang dimanfaatkan manusia untuk me-menuhi kebutuhan. Permasalahan di Indonesia saat ini ialah kurang tersedianya benih tebu untuk memenuhi lahan dengan areal yang sangat luas. Semakin ber-kembangnya bioteknologi pertanian me-miliki posisi tawar dalam penyediaan benih secara massal, unggul dan berkualitas yaitu menggunakan teknik perbanyakan benih tebu secara kultur jaringan. Pada penelitian ini bertujuan untuk mempelajari interaksi antara Controlled Release Fertilizer (CRF) dan penerapan sistem tanam terhadap pertumbuhan dan kualitas benih tebu ( Saccharum officinarum L.). Penelitian dilaksanakan di Green House, Jatimulyo, Kecamatann Lowokwaru, Kota Malang, pada bulan Agustus – Oktober 2017. Meng-gunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial yang terdiri dari 2 faktor yaitu aplikasi CRF berbentuk granular dan sistem tanam. Parameter pengamatan meliputi tinggi batang, jumlah daun, diameter batang, persentase tumbuh, luas daun dan bobot segar tanaman tebu. Selanjutnya, data-data tersebut dianalisis dengan meng-gunakan analisis ragam F hitung dengan taraf 5% dilanjutk an dengan uji BNJ dengan taraf 5%. Berdasarkan hasil penelitian aplikasi CRF dan penerapan sistem tanam menunjukkan interaksi pada parameter tinggi batang dan bobot segar tanaman tebu. Aplikasi dosis pupuk CRF 3 butir per lubang tanam dengan sistem tanam single planting menunjukkan peng-aruh yang nyata terhadap berbagai para-meter tanaman dibandingkan dengan perlakuan aplikasi dosis CRF 0, 1, 2 dan 4 butir per lubang tanam pada sistem tanam single planting dan penerapan sistem tanam colony planting.
Perbedaan Respon Pertumbuhan Varietas Tomat (Lycopersicon esculentum Mill) pada Pemberian Pupuk Kalium Fitri, Dian Aida; Armita, Deffi; Maghfoer, Mochammad Dawam
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 3 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tomat (Lycopersicon esculentum Mill) merupakan komoditas unggulan yang ber-nilai ekonomi tinggi. Tomat masih memer-lukan penanganan serius terutama dalam hal peningkatan pertumbuhan dan produksi. Untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi tomat, upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan kegiatan pemu-pukan serta penggunaan varietas yang cocok dengan lahan budidaya. Dalam budidaya tanaman tomat, perlu diperhatikan tentang pemberian nutrisi agar tanaman mampu tumbuh dengan optimal. Unsur Kalium sangat dibutuhkan oleh tanaman tomat untuk mengoptimalkan pertumbuhan serta me-ningkatkan produksi. Buah tomat memiliki berbagai macam varietas lokal maupun impor. Penelitian bertujuan untuk mem-pelajari respon varietas tomat pada dosis pupuk kalium yang berbeda, mempelajari pengaruh perbedaan varietas tomat pada pertumbuhan tanaman tomat dan mempelajari pengaruh pupuk Kalium pada pertumbuhan tanaman tomat. Penelitian dilaksanakandi desa Bocek, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada bulan April hingga Juni 2017. Penelitian ini menggunakan RAK (Ran-cangan Acak Kelompok) dengan 2 faktor dan  3 ulangan. Perlakuan pertama meng-gunakan 2 varietas tomat lokal yaitu: V1 (varietas Karina) dan V2 (varietas Mawar). Perlakuan kedua menggunakan pupuk KCl yang terdiri dari 5 taraf dosis yakni: K1 (50 kg.ha-1 K2O), K2 (100 kg.ha-1 K2O), K3 (150 kg.ha-1 K2O), K4 (200 kg.ha-1 K2O) dan K5 (250 kg.ha-1 K2O). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi yang nyata antara perlakuan varietas dengan pemberian pupuk kalium. Akan tetapipada perlakuan varietas memberikan pengaruh nyata pada tinggi tanaman dan jumlah daun. Sedangkan pemberian pupuk kalium tidak berpengaruh pada seluruh parameter pengamatan.
Keragaan Beberapa Calon Varietas Jagung (Zea Mays L.) Hibrida Sari, Dian; Jaenun, M.; Sugiharto, Arifin Noor
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 3 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keragaan adalah penampilan fisik yang diekspresikan oleh suatu tanaman keragaan suatu tanaman penting dilakukan untuk mengetahui karakter genotip tanaman tersebut, sehingga dapat dijadikan identitas suatu tanaman. Tujuan penelitian ini adalah Mempelajari karakter kualitatif dan kuan-titatif yang memiliki kharakter khusus (unik) dari masing-masing calon varietas dan mendapatkan calon varietas yang ber-potensi untuk dijadikan varietas hibrida yang memiliki hasil produksi yang tinggi. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok 4 ulangan dengan 12 perlakuan yaitu 10 calon varietas hibrida yang di uji dan 2 varietas pembanding (Bisi 18 dan Pertiwi 3). Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan Brawijaya pada bulan April 2017 sampai Juli 2017. Analisis ragam me-nunjukkan perlakuan berbeda nyata pada semua karakter yang diamati. Enam dari 10 calon varietas yang memiliki potensi untuk dijadikan varietas hibrida yaitu UB 101, UB 105, UB 106, UB 107, UB 113, UB 116. Nilai koefisien keragaman genetik pada katagori rendah sampai sedang.

Page 1 of 3 | Total Record : 25


Filter by Year

2019 2019


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol. 10 No. 7 (2022) Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol 9, No 12 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol 8, No 12 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol 7, No 12 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol 6, No 12 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 8 (2014) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 6 (2013) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) More Issue