cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 3,493 Documents
Pengaruh Waktu Penyiangan Gulma dan Perbedaan Dosis Herbisida terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kacang Hijau (Vigna radiata L.) Wahida, Rahmania; Sebayang, Husni Thamrin
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 11 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1279

Abstract

Tumbuhnya gulma di sekitar tanaman budidaya kacang hijau tidak dapat dihindarkan. Pengendalian gulma yang umum dilakukan secara manual. Tenaga kerja yang dibutuhkan saat pengendalian gulma secara manual cukup banyak. Kombinasi antara pengendalian secara manual dan kimiawi perlu dilakukan. Hal tersebut dapat menekan biaya tenaga kerja dan efisiensi waktu, maka perlu diketahui dosis herbisida dan waktu penyiangan gulma yang tepat untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil kacang hijau. Penelitian ini dilaksanakan di desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Malang pada bulan Agustus hingga Oktober 2018. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Penelitian menggunakan perlakuan tanpa penyiangan (P1), penyiangan 1 kali pada 15 hst (P2), penyiangan 2 kali pada 15 dan 30 hst (P3), Oksifluorfen 240 g ha-1 (P4), Oksifluorfen 240 g ha-1 + penyiangan 30 hst (P5), Oksifluorfen 480 g ha-1 (P6), Oksifluorfen 480 g ha-1 + penyiangan 30 hst (P7). Analisa data menggunakan analisis ragam uji F taraf 5% dilanjutkan uji BNT taraf 5%. Peningkatan dosis Oksifluorfen 240 g ha-1 menjadi 480 g ha-1 memberikan pengaruh tidak berbeda nyata. Kombinasi Oksifluorfen 240 g ha-1 dengan penyiangan 1 kali pada 30 hst cukup efektif dalam menghambat pertumbuhan gulma, serta dapat me-ningkatkan hasil panen kacang hijau dan layak secara ekonomi.
Perbandingan Sebaran dan Pemusatan Data Karakter Jarak Kepyar (Ricinus communis L.) Generasi CT2 dan CT1(CT1) Praptoko, Regina Sotya Rahagi; Waluyo, Budi; Kuswanto, Kuswanto
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 11 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1280

Abstract

Induksi poliploidi dalam metode pemuliaan tanaman merupakan salah satu metode yang banyak dilakukan dalam bidang pertanian. Metode ini digunakan untuk memperoleh genotip baru suatu tanaman melalui penggandaan kromosom yang mampu menghasilkan hasil lebih unggul baik secara fisiologis maupun morfologis. Penggunaan metode ini tidak lagi hanya digunakan pada tanaman pangan namun juga tanaman berpotensi bahan baku industri, salah satunya adalah Jarak kepyar. Jarak kepyar (Ricinus communis L.) adalah tanaman penghasil minyak yang memiliki nilai tinggi dalam bidang industri, farmasi, dan sektor pertanian. Tanaman ini telah cukup lama digunakan secara komersial sebagai sumber energi terbarukan dan telah banyak dibudidayakan. Hal inilah yang melatarbelakangi penelitian ini dilakukan. Tujuan dari penelitian ini diantaranya untuk mempelajari sebaran dan pemusatan data karakter, mengetahui keragaman tiap karakter, dan membandingkan nilai keragaman karakter antar dan dalam populasi jarak kepyar generasi CT2 dan CT1(CT1). Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2018 – Mei 2019 bertempat di lahan percobaan Jatimulyo, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Malang. Metode penelitian ini berupa rancangan non experimental menggunakan penanaman baris tunggal dan analisa dengan uji-t. Bahan percobaan yang diujikan adalah 16 galur jarak kepyar yang terdiri dari dua populasi generasi yaitu CT2 yang diperoleh dari generasi CT1 dengan perlakuan kolkisin 500 ppm dan CT1(CT1) yang diperoleh dari generasi CT0(CT1) dengan perlakuan kolkisin kembali sebanyak 2000 ppm. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa generasi CT2 dan CT1(CT1) memiliki nilai keragaman yang berbeda pada setiap variabel. Berdasarkan uji-t diketahui pula bahwa galur C864 merupakan galur yang menunjukkan peningkatan genetik ditunjukkan dengan nilai uji-t signifikan pada hampir seluruh variabel.
Pengaruh Penggunaan Media Tanam Limbah Baglog pada Bunga Marigold (Tagetes erecta) Kurniawan, Rizko; Widaryanto, Eko
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 11 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1281

Abstract

Keberhasilan dalam budidaya tanaman hias perlu memperhatikan faktor genetik dan faktor lingkungan diantaranya dengan pemilihan media tanam yang akan digunakan. Penggunaan limbah baglog merupakan salah satu upaya mengurangi residu dari limbah produksi jamur tiram yang dapat dimanfaatkan untuk media tanam. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh penggunaan media tanam limbah baglog dan kompos limbah baglog terhadap kualitas tanaman marigold. Penelitian dilaksanakan di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Kota Malang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari  9 perlakuan dan 3 ulangan, yaitu (M1) 100% tanah, (M2) 25% limbah baglog + 75% tanah, (M3) 50% limbah baglog + 50% tanah, (M4) 75% limbah baglog + 25% tanah, (M5) 25% kompos limbah baglog + 75% tanah, (M6) 50% kompos limbah baglog + 50% tanah, (M7) 75% kompos limbah baglog + 25% tanah, (M8) 100% limbah baglog dan (M9) 100% kompos limbah baglog. Hasil dari penelitian ini menunjukkan penggunaan media tanam dengan perbandingan limbah baglog, kompos limbah baglog dan tanah berpengaruh pada seluruh komponen pertumbuhan. Penambahan media tanam limbah baglog serta kompos limbah baglog memiliki tinggi tanaman memberikan pengaruh tinggi tanaman lebih rendah hingga 40% dan terjadi peningkatan jumlah daun hingga 10% dibadingkan dengan (M1) 100%. Komponen hasil dibanding dengan kontrol, pada parameter panjang tangkai bunga berkisar 4,33 – 9,61 cm. Diameter bunga berkisar 3,85 – 6,43 cm dan berdasarkan parameter lama kesegaran bunga marigold merespon lebih lama dengan perbandingan media tanam 75% limbah baglog maupun kompos limbah baglog dibandingkan dengan komposisi media tanam tanah.
Pengaruh Aplikasi Larutan Garam (NaCl) terhadap Pembenukan Biji Dua Galur Tanaman Sawi Daging (Brassica rapa var. chinensis) Asih, Samsiyah Budi; Koesriharti, Koesriharti
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 11 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1282

Abstract

Tanaman sawi daging banyak diminati masyarakat dan berkontribusi dalam produksi sayuran di Indonesia. Produksi sayuran di Indonesia pada tahun 2017 masih belum mencapai target produksi. Upaya untuk meningkatkan produksi tanaman melalui perakitan varietas tanaman dengan produktifitas tinggi dari varietas hibrida maupun galur murni. Pembentukan galur murni tanaman sawi daging memiliki kendala karena merupakan tanaman self-incompatibility. Terdapat beberapa cara untuk mengatasi kendala tersebut salah satunya dengan aplikasi larutan garam dapur (NaCl). Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mempelajari dan mendapatkan konsentrasi larutan NaCl yang efektif terhadap pembentukan biji dua galur tanaman sawi daging. Penelitian dilaksanakan di PT. Bisi International, Tbk, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang pada Bulan Januari sampai Juni 2019. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) yang terdiri dari 2 petak utama (galur sawi daging) dan 5 anak petak (aplikasi konsentrasi larutan NaCl) dengan 3 kali ulangan. Petak utama terdiri dari G1 (FC 1603) dan G2 (FC 1607) sedangkan anak petak terdiri dari P0 (tanpa pemberian larutan NaCl), P1 (NaCl 3%), P2 (NaCl 6%), P3 (NaCl 9%), dan P4 (NaCl 12%). Data pengamatan dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) 5%. Apabila hasil berpengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa galur sawi daging memberikan respon yang sama terhadap aplikasi larutan NaCl. Galur tanaman sawi daging berpengaruh nyata terhadap hasil biji. Hasil biji galur FC 1607 lebih tinggi dibandingkan dengan galur FC 1603. Konsentrasi larutan NaCl berpengaruh nyata terhadap hasil biji. Hasil biji konsentrasi larutan NaCl 3% lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan lain.
Periode Kritis Tanaman Kedelai (Glycine max (L.) Merril) Varietas Grobogan pada Persaingan Dengan Gulma Aisyah, Siska Yulia Nur; Nugroho, Agung
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 11 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1283

Abstract

Tanaman kedelai (Glycine max (L.) Merril) ialah tanaman yang termasuk ke dalam Family Leguminosae yang dimanfaatkan bijinya. Rendahnya produktifitas kedelai disebabkan oleh kurangnya kesadaran petani akan pentingnya pengendalian gulma diareal tanaman. Keberadaan gulma di areal tanaman kedelai menjadi masalah yang dapat mempengaruhi hasil produksi. Keberadaan adanya gulma di sekitar tanaman, sangat sensitf terhadap adanya kompetisi gulma (periode kritis). Periode kritis dapat dijadikan pertimbangan dalam menentukan waktu yang tepat dilakukannya pengendalian gulma. Penelitian ini dilaksanakan di UPT pengembangan Benih Palawija Singosari, Malang, Jawa Timur pada bulan Januari hingga April 2019. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan periode gulma dan periode bebas gulma pada periode (0 - 2 MST, 0 - 4 MST, 0 - 6 MST, 0 - 8 MST, 0 - 10 MST dan 0 - Panen) dan menggunakan ulangan sebanyak 3 kali. Variabel pengamatan diantaranya pengamatan gulma, pengamatan pertumbuhan dan pengamatan hasil tanaman. Data yang diperoleh dilakukan analisis data menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan uji lanjut DMRT pada taraf 5%. Penelitian menunjukkan bahwa periode bergulma dan periode bebas gulma meningkatkan variabel bobot kering gulma, luas daun, bobot kering tanaman, jumlah polong/ tanaman, jumlah biji/ tanaman, bobot 100 biji, bobot kering biji (g) dan bobot kering biji (ton ha-1), namun menurunkan variabel tinggi tanaman. Jenis tanah ultisol mendukung pertumbuhan gulma Echinochloa crus-galli dari fase awal pertumbuhan hingga akhir fase pertumbuhan, sehingga menyebabkan periode kritis tanaman kedelai varietas Grobogan terjadi pada 0 - 4 MST dengan tingkat kehilangan hasil 0,14% hingga 46,92%.
Pengaruh Dosis Biourin Sapi dan Pupuk N, P dan K terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Terung Ungu (Solanum melongena L.) Muasyaroh, Siti; Baskara, Medha; Sugito, Yogi
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 11 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1284

Abstract

Terung (Solanum mongolena L.) merupakan salah satu komoditas tanaman hortikultura yang di minati oleh masyarakat Indonesia. Produktivitas terung di Indonesia belum dapat memenuhi permintaan yang ada, sehingga hal ini dapat di kembangkan dan memiliki potensi untuk di budidayakan. Optimalisasi produksi terung dapat dilakukan dengan cara pemupukan organik dan anorganik. Berdasarkan uraian diatas maka perlu dilakukan percobaan tentang dosis biourin sapi dan pupuk dosis pupuk NPK diharapkan dapat meningkatkan produktivitas tanaman terung. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2018 sampai dengan April 2019, penelitian ini di lakukan di Rumah Plastik Lanud Abdul Rachman Saleh Malang. Rancangan yang digunakan adalah (RAK – F) dengan 2 faktor yaitu dosis biourin sapi dan pupuk NPK. Faktor pertama adalah dosis biourin sapi  yang terdiri dari 3 taraf yaitu B0: 0 l ha-1, B1: 12.000 l ha-1, B2: 24.000 l ha-1. Faktor kedua adalah dosis pupuk NPK yang terdiri dari yaitu N0: NPK 0 kg ha-1, N1: NPK 300 kg ha N2: 600 kg ha-1. Data pengamatan dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA). Apabila berpengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi antara perlakuan dosis biourin sapi 24.000 l ha-1 dan pupuk NPK 600 kg ha-1 terhadap laju pertumbuhan tanaman, jumlah buah per tanaman dan bobot buah per tanaman. Dosis biourin sapi 24.000 l ha-1 dan pupuk NPK 600 kg ha-1 mampu meningkatkan jumlah buah pertanaman, bobot buah per tanaman bobot per buah, panjang buah, dan diameter buah.
Pengaruh Pemberian Dosis Pupuk NPK dan Hayati terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Siagian, Theresia Victoria; Hidayat, Fandy; Tyasmoro, Setyono Yudo
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 11 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1285

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) adalah salah satu tanaman hortikultura yang memiliki nilai dan potensi ekonomi yang tinggi di Indonesia. Produktivitas bawang merah di Indonesia belum dapat memenuhi permintaan yang ada, sehingga hal ini dapat dikembangkan dan memiliki potensi untuk di budidayakan. Peningkatan produksi bawang merah dapat dilakukan dengan cara pemupukan hayati dan anorganik. Berdasarkan uraian diatas maka perlu dilakukan percobaan tentang pupuk hayati dan dosis pupuk NPK diharapkan dapat meningkatkan produktivitas tanaman bawang merah dan dapat mengurangi penggunaan pupuk anorganik. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret 2019 sampai dengan Mei 2019, penelitian ini di lakukan di Rumah Plastik Lanud Abdul Rachman Saleh Malang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis ragam (Uji F) 5% dan dilanjutkan dengan uji BNT (Beda Nyata Terkecil) 5% jika terdapat pengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukkan NPK 75% sebanyak 1,37 gram/polybag + Pupuk hayati 100% (P5) merupakan kombinasi yang dapat meningkatkan berat brangkasan, diameter umbi, bobot umbi, dan serapan hara tanaman  bawang merah.  Penggunaan pupuk hayati dapat menurunkan dosis pupuk anorganik.
Keanekaragaman Gulma pada Kacang Tanah (Arachis Hypogaea L.) Akibat Pengaruh Pengendalian Gulma pada Beberapa Taraf Pupuk Nitrogen, Phospor dan Kalium Nuraini, Wiwin; Sebayang, Husni Thamrin
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 11 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1286

Abstract

Gulma ialah tanaman yang tumbuhnya tidak diinginkan. Gulma menyebabkan kompetisi  dalam memperebutkan unsur hara, tempat tumbuh, cahaya matahari dan CO2 sehingga dapat mengganggu pertumbuhan dan hasil  tanaman. Pergeseran gulma terjadi secara alami atau perubahan lingkungan akibat praktik budidaya pertanian di areal tertentu. Perubahan populasi gulma tergantung pada lingkungan, kemampuan bertahan hidup dan cara untuk berkembang biak. Pergeseran gulma terjadi ketika kegiatan pengendalian gulma tidak dapat mengendalikan seluruh populasi gulma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman gulma pada kacang tanah akibat pengaruh pengendalian gulma pada beberapa taraf pupuk nitrogen, phospor dan kalium. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari hingga April 2019 di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengembangan Benih Palawija Kecamatan Singosari, Kab. Malang, terletak pada ketinggian ±491 m dpl. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan mengkombinasikan pengendalian gulma (G1, G2, G3, G4 dan G5) dan taraf pupuk N, P dan K (P1 dan P2) dengan 10 perlakuan dan 3 ulangan. Pengamatan yang dilakukan yaitu analisis vegetasi gulma sebelum olah tanah dan pada umur tanaman 52, 59, 66 dan 73 Hst, dengan metode kuadran menggunakan frame berukuran 0,5 cm x 0,5 m. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 9 spesies gulma pada saat sebelum olah tanah yaitu Cyperus rotundus, Eleusine indica, Echinochloa colona, Cynodon dactylon, Digitaria ciliaris, Alternanthera philoxeroides, Physalis angulata, Ageratum conyzoides dan Phyllanthus niruri. Setelah dilakukan perlakuan pengendalian gulma pada taraf pupuk N, P dan K terdapat 2 spesies gulma baru yaitu Bidens pilosa dan Acmela paniculata.
Pengaruh Limbah Kulit Kakao sebagai Subtitusi Media Tumbuh pada Pertumbuhan dan Hasil Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus) Larasati, Yuni; Santoso, Mudji
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 11 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1287

Abstract

Jamur tiram banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan pembuat makanan dan bahan pembuat obat-obatan. Substrat utama yang biasa digunakan dalam proses budidaya jamur tiram putih adalah serbuk gergaji kayu yang memiliki tekstur lunak, seperti substrat yang digunakan pada umumnya adalah serbuk gergaji kayu sengon. Usaha untuk menggunakan media alternatif perlu dilakukan mengingat semakin ketatnya persaingan dalam mendapatkan substrat dari serbuk gergaji kayu. Penggunaan substrat alternatif harus memiliki unsur esensial yang dibutuhkan dalam perkembangan dan pertumbuhan jamur tiram putih yaitu lignin selulosa dan hemiselulosa. Limbah kulit kakao memiliki kandungan esensial tersebut sehingga dapat dimanfaatkan sebagai substrat alternatif pada pertumbuhan dan perkembangan jamur tiram. Penelitian ini dilaksanakan di desa Pakisaji, kab. Malang untuk proses pembuatan media sampai dengan inkubasi, dan di Griya Jamur Universitas Brawijaya desa Pucangsongo, kab. Malang untuk masa produksi, pada bulan Januari hingga Mei 2019. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian menggunakan perlakuan kontrol dan perlakuan penggunaan limbah kulit kakao sebanyak 9 perlakuan dan melakukan ulangan sebanyak 3 kali. Variabel pengamatan yang digunakan adalah lama miselium memenuhi baglog, muncul badan buah pertama, diameter tudung, jumlah badan buah, total berat segar badan buah per baglog, frekuensi panen, interval periode panen. Analisa data menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji BNJ pada taraf 5%. Hasil dari penelitian menunjukkan adanya pengaruh nyata pada semua variabel. Semakin tinggi limbah kulit kakao yang digunakan maka hasil dari jamur tiram putih semakin tinggi. Kenaikan hasil dari penggunaan limbah kulit kakao mampu mencapai 44,76% dikarenkan kandungan lignin yang ada pada limbah kakao lebih tinggi.
Pengaruh Pemakaian Mulsa dan Dosis Nitrogen terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Iler (Plectranthus scutellarioides (L.) R. Br.) Purnamaningrum, Aisyah; Nihayati, Ellis
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 12 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1289

Abstract

Tanaman Iler merupakan tanaman yang dibudidayakan sebagai tanaman hias dan tanaman obat tradisional. Tanaman ini mengandung flavonoid yang banyak dimanfaatkan untuk kesehatan manusia seperti obat wasir, bisul, peluruh haid, dan penambah nafsu makan, serta memiliki warna daun menarik dan memiliki kesan estetika yang tinggi akibat kandungan antosianin yang ada didalamnya. Budidaya tanaman iler membutuhkan kondisi lingkungan tertentu seperti kelembaban tanah, suhu tanah, dan unsur hara nitrogen. Kandungan nitrat dalam tanah memiliki sifat yang mudah tercuci sehingga berpengaruh terhadap proses pertumbuhan tanaman. Penggunaan mulsa plastik hitam perak (MPHP) dapat menjaga kandungan nitrogen tanah dengan mencegah terjadinya pencucian hara yang berlebihan serta mengurangi penguapan nitrogen dari dalam tanah. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan dan mempelajari pengaruh pemakaian mulsa dan dosis nitrogen pada pertumbuhan, hasil, dan kualitas tanaman iler, Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Jatimulyo, FP UB pada bulan Februari – Mei 2019. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF). Faktor pertama terdiri dari tanpa mulsa (M0) dan mulsa MPHP (M1). Faktor kedua dosis pupuk nitrogen terdiri dari 0 kg/ha (N0), 20 kg/ha (N1), 40 kg/ha (N2), 60 kg/ha (N3), dan 80 kg/ha (N4).  Hasil penelitian menunjukkan interaksi pemakaian mulsa dengan dosis nitrogen. Perlakuan pemakaian mulsa dengan penambahan dosis nitrogen 60 kg/ha meningkatkan bobot segar dan bobot kering tanaman iler, sedangkan penambahan dosis nitrogen sebanyak 0 kg/ha meningkatkan kandungan antosianin dan flavonoid. Perlakuan tanpa pemakaian mulsa dengan penambahan dosis nitrogen 80 kg/ha meningkatkan kandungan antosianin, dan flavonoid, sedangkan penambahan dosis nitrogen 60 kg/ha meningkatkan hasil bobot segar dan bobot kering tanaman iler.

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 01 (2026): Januari Vol. 14 No. 2 (2026): Februari (In-Press) Vol. 13 No. 12 (2025): Desember Vol. 13 No. 11 (2025): November Vol. 13 No. 10 (2025): Oktober (In-Press) Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol 9, No 12 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol 8, No 12 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol 7, No 12 (2019) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 6, No 12 (2018) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol 2, No 8 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol 1, No 6 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue