cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 3,493 Documents
PENGARUH TINGKAT PEMBERIAN AIR DAN WAKTU APLIKASI GA3 PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L.) Merrill) Safitri, Nurma Delia; Islami, Titiek
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 3 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman kedelai (Glycine max (L.) Merrill) mempunyai kemampuan menghasilkan bunga awal yang cukup tinggi, namun pada akhirnya akan mengalami keguguran sebanyak 40-80%. Untuk dapat mengurangi tingkat keguguran bunga, maka penggunaan Zat Pengatur Tumbuh yaitu GA3 merupakan salah satu upaya yang dapat mencegah hal tersebut.  Penggunaan GA3 dipengaruhi oleh beberapa  faktor salah satunya faktor lingkungan. Sehingga air juga merupakan komponen fisik yang dibutuhkan dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman kedelai. Tujuan dari penelitan ini adalah untuk mendapatkan tingkat pemberian air dan waktu aplikasi GA3 yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai. Bahan yang digunakan ialah kedelai varietas Anjasmoro, plastic sungkup, mika plastic, air, pupuk kandang, pupuk anorganik dan Zat Pengatur Tumbuh (GA3). Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai Mei 2016 di Lantai Jemur UPT Pengembangan Benih Palawija, Malang. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Petak Terbagi dengan 3 ulangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA, jika terdapat pengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji lanjut DMRT 5%. Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi interaksi antara tingkat pemberian air dan waktu aplikasi GA3 pada semua variabel, namun secara terpisah berpengaruh nyata. Tingkat pemberian air 75% kapasitas lapang efesien dalam meningkatkan semua parameter pengamatan kecuali pada umur mulai berbunga dan persentase bunga jadi polong, sedangkan waktu aplikasi GA3 pada fase vegetatif mampu meningkatkan tinggi tanaman dan waktu aplikasi GA3 pada saat fase generatif mampu meningkatkan jumlah bunga, jumlah polong isi dan mengurangi jumlah polong hampa, namun tidak berpengaruh nyata pada berat biji per tanaman.
KERAGAMAN 10 GALUR JAGUNG UNGU (Zea mays L. Var amylacea) PADA GENERASI KEEMPAT (S4) Sinaga, Asima Putri Sari.; Sugiharto, Arifin Noor
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 3 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penilaian keragaman terhadap suatu galur ialah tahapan dalam pembentukan tetua hibrida jagung ungu. Keragaman merupakan suatu cara untuk mendapatkan informasi genetik pada karakter yang diamati, sehingga dapat digunakan sebagai bahan seleksi. Keragaman dalam populasi memberikan peluang untuk dilakukan pemilihan karakter yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keseragaman pada masing-masing galur jagung ungu, menduga nilai heritabilitas arti luas dan mendapatkan galur yang berpotensi sebagai calon tetua hibrida. Penelitian ini dilaksanakan pada November 2015 – Februari 2016 di Desa Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Bahan yang digunakan adalah 10 galur jagung ungu generasi S4. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan tiga ulangan.Berdasarkan nilai KKG karakter kuantitatif dalam galur mempunyai kriteria keragaman sempit, sehingga keseragaman tergolong tinggi.  Berdasarkan nilai skoring keseragaman karakter kualitatif, galur yang mempunyai nilai keseragaman yang tinggi adalah galur UK1E3+1 dan UK1E3+6. Nilai heritabilitas dalam 10 galur jagung ungu untuk semua karakter kuantitatif yang diamati termasuk dalam kriteria rendah, sedang dan tinggi. Galur-galur yang berpotensi sebagai tetua hibrida berdasarkan nilai heritabilitas dan keseragaman adalah galur UK1E3+1 dan UK1E3+6.
PENGARUH PEMBERIAN KINETIN DAN PGPR (PLANT GROWTH PROMOTING RHIZOBACTERIA) TERHADAP PERTUMBUHAN MOTHER PLANT KRISAN (Chrysanthemum sp.) Sari, Atika Novita; Wardiyati, Tatik
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 3 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Krisan (Chrysanthemum sp.) dapat diperbanyak secara vegetatif menggunakan stek pucuk mother plant. Mother plant krisan merupakan tanaman induk yang dipelihara selalu dalam keadaan vegetatif untuk produksi bahan stek pucuk yang berasal dari pertumbuhan tunas aksilar. Peningkatan produksi krisan erat kaitannya dengan usaha peningkatan produksi bibit. Salah satu cara meningkatkan produksi bibit yaitu dengan mengoptimalkan pertumbuhan mother plant sehingga dapat memacu pertumbuhan tunas aksilar dan meningkatkan hasil panen pucuk krisan. Untuk mendukung hal tersebut, dilakukan teknologi budidaya dengan pemanfaatan zat pengatur tumbuh Kinetin dan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) sebagai pemacu pertumbuhan mother plant krisan. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan konsentrasi kinetin dan pengaruh PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) ideal yang dapat memacu pertumbuhan dan meningkatkan hasil produksi pucuk mother plant krisan. Penelitian telah dilakukan pada bulan Februari hingga Juni 2016 di Desa Sidomulyo, Kota Batu, Jawa Timur. Perlakuan disusun dalam Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi kinetin yakni K1: 0 ppm, K2: 10 ppm, K3: 20 ppm, K4: 30 ppm, dan K5: 40 ppm, sedangkan faktor kedua aplikasi PGPR yaitu P1: tanpa PGPR dan P2: menggunakan PGPR. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat interaksi antara perlakuan pemberian kinetin dan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria). Perlakuan pemberian kinetin konsentrasi 30 ppm dapat meningkatkan jumlah tunas aksilar dan hasil panen pucuk mother plant krisan.
PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI MERAH (Capsicum annuum L.) DENGAN APLIKASI PLANT GROWTH PROMOTING RHIZOBACTERIA DAN MULSA JERAMI Astutik, Apriana Dwi; Koesriharti, Koesriharti; Aini, Nurul
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 3 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cabai merah (Capsicum annuum L.) merupakan komoditas yang sangat dibutuhkan oleh hampir semua orang. Permintaan cabai besar di Jawa Timur perlu diimbangi dengan hasil panen yang tinggi, sehingga perlu dilakukan teknik budidaya untuk meningkatkan produksi di Jawa Timur. Salah satu strategi untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman cabai adalah dengan menggunakan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) dengan kombinasi mulsa jerami. Mulsa jerami merupakan salah satu sumber nutrisi mikroorganisme, sehingga dengan adanya sumber makanan, perkembangan mikroorganisme menjadi meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh kombinasi antara PGPR dengan mulsa jerami terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai. Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2014 - Maret 2015 di kebun percobaan Universitas Brawijaya, Desa Jatikerto. Rancangan penelitian yang digunakan, Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan enam perlakuan dan empat kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi PGPR dengan mulsa jerami memberikan hasil nyata pada luas daun, jumlah bunga, jumlah buah total, jumlah buah saat panen, dan bobot segar buah saat panen. Jumlah buah saat panen perlakuan benih direndam PGPR 10 ml l-1 + PGPR susulan 15 ml l-1 + mulsa jerami (P6) memiliki hasil yang lebih tinggi (10,09 buah) jika dibandingkan dengan perlakuan benih direndam air tanpa mulsa jerami (P1) dan perlakuan benih direndam air + mulsa jerami (P4) hasil tersebut berbeda dengan bobot segar buah saat panen. Perlakuan benih direndam PGPR 10 ml l-1 + PGPR susulan 15 ml l-1 + mulsa jerami (P6) memberikan hasil lebih tinggi (3,25 t ha-1) jika dibandingkan dengan perlakuan yang lain (P1, P2, P3, P4, dan P5).
KERAGAMAN KARAKTER KOMPONEN HASIL BEBERAPA POPULASI S4 JAGUNG MANIS (Zea mays L. saccharata Sturt) Firdaos, Erliza Rizki; Jaenun, M.; Saptadi, Darmawan; Sugiharto, Arifin Noor
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 3 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jagung manis adalah salah satu anggota tanaman jagung yang telah banyak dibudidayakan di Indonesia. Jagung manis lebih digemari karena rasanya lebih manis dari jagung biasa. Peningkatan jumlah produksi ketersediaan jagung manis dapat dilakukan dengan cara perluasan areal tanam ataupun dengan penggunaan varietas berdaya hasil tinggi. Dalam kegiatan pemuliaan tanaman, peningkatan produksi tanaman lebih ditekankan pada penggunaan varietas berdaya hasil tinggi. Salah satu cara yang dilakukan adalah melalui kegiatan seleksi tanaman. Melalui kegiatan seleksi tanaman yang berpotensi berdaya hasil tinggi dipilih untuk dijadikan varietas yang unggul. Kegiatan seleksi pada tahap awal hasil persilangan akan diperoleh tanaman dengan keragaman genetik yang luas. Tanaman terseleksi akan dipilih dan dikembangkan sehingga menjadi tanaman yang seragam. Populasi tanaman yang seragam ditunjukkan melalui keragaman tanaman yang sempit. Keragaman sempit pada tanaman akan diperoleh pada generasi lanjut. Penelitian dilaksanakan di Desa Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu pada bulan Desember 2013 sampai April 2014. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui keragaman genetik dan kelayakan karakter pada generasi S4 jagung manis sebagai bahan seleksi lanjut. Bahan yang digunakan adalah 14 galur jagung manis, pupuk dan pestisida. Jagung manis ditanam pada petakan lahan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok sebanyak dua ulangan. Hasil penelitian dari generasi ke empat tanaman jagung manis menunjukkan karakter jumlah daun, tinggi tanaman, panjang tongkol dan panjang kelobot pada sebagian besar populasi memiliki keragaman genetik sempit. Karakter tanaman dengan keragaman genetik sempit pada populasi tanaman dapat dipilih kembali untuk meningkatkan keseragaman dan homozigot tanaman pada generasi selanjutnya untuk mendapatkan populasi yang seragam keseluruhan.
PENGARUH PERBEDAAN POLA TANAM SISTEM TUMPANGSARI PADA PERTUMBUHAN KEDELAI (Glycine max (L.) Merrill) Rulliyah, Binti; Armita, Deffi; Nihayati, Ellis
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 3 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kedelai (Glycine max (L.) merrill) ialah komoditas pangan ketiga setelah padi dan jagung. Tanaman kedelai memiliki jarak tanam sempit yaitu 20 x 30 cm, 30 x 30 cm atau 40 x 10 cm serta memiliki umur yang relatif pendek yaitu 85 – 95 hari setelah tanam (HST). Disamping itu, pada akar tanaman kedelai terdapat bintil akar yang merupakan simbiosis antara akar dengan bakteri Rhizobium japanicum yang mampu menyumbangkan N dalam bentuk asam amino. Bintil akar berfungsi untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai, selain itu juga dapat menyuburkan tanah karena penyediaan unsur nitrogen ke tanah dan meningkatkan N tanaman (%) yang ditanam bersamaan dengan tanaman kedelai. Sebaliknya, temulawak (Curcuma xanthorriza Roxb.) ialah tanaman yang memiliki jarak tanam lebar serta memiliki umur panjang yaitu 10 – 12 bulan. Kelebihan pada tanaman kedelai serta kekurangan pada tanaman temulawak merupakan peluang untuk membudidayakan keduanya secara tumpangsari, sehingga mampu meningkatkan efisiensi lahan dan meningkatkan keuntungan petani. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2015 sampai Juni 2016 di Kebun Percobaan, Jatikerto, Kromengan, Malang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dan data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), apabila terdapat pengaruh nyata dilanjutkan dengan uji lanjut BNT (Beda Nyata Terkecil) pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan, tanaman kedelai dengan pola tanam T6 (strip relay (K–T)) memiliki tinggi tanaman, luas daun dan berat brangkasan yang lebih tinggi dari pola tanam sistem tumpangsari yang lain.
PENGARUH MEDIA TANAM DAN KONSENTRASI AB-MIX PADA TANAMAN KUBIS BUNGA (Brassica oleraceae var botrytis L.) SISTEM HIDROPONIK SUBSTRAT Maitimu, Dyah Kartika; Suryanto, Agus
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 4 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tananan kubis bunga (Brassica oleraceae var botrytis L.) ialah salah satu tanaman sayur yang banyak di budidayakan di Indonesia. Salah satu kendala dalam memproduksi tanaman kubis bunga ialah kurang tersedia lahan untuk budidaya. Salah satu alternatif budidaya yang dapat dilakukan akibat lahan sempit ialah budidaya tanaman kubis bunga dengan sistem hidroponik substrat. Media tanam ialah salah satu hal utama yang harus diperhatikan dalam budidaya dengan sistem hidroponik substrat, karena media tanam yang berperan menyimpan nutrisi dan menyangga tanaman. Media tanam memerlukan konsentrasi nutrisi yang tepat agar tanaman tidak mengalami kekurangan maupun kelebihan nutrisi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh media tanam dan konsentrasi AB-Mix untuk pertumbuhan dan hasil tanaman kubis bunga (Brassica oleraceae var botrytis L.) dan menentukan media tanam dan konsentrasi AB-Mix yang terbaik untuk budidaya tanaman kubis bunga (Brassica oleraceae var botrytis L.) secara hidroponik substrat. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Januari 2015 hingga April 2016 di greenhouse Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian, yang terletak di Jl. Ichman Ridwan Rais, Tanjung Malang. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF). Hasil penelitian menunjukkan bahwa media tanam campuran antara pasir dengan arang sekam dan konsentrasi AB-Mix sebesar 14 ml L-1 didapatkan pertumbuhan dan hasil yang tinggi pada tanaman kubis bunga (Brassica oleraceae var botrytis L.)
PENGARUH JENIS DAN TINGKAT KETEBALAN MULSA PADA TANAMAN KACANG HIJAU (Vigna radiata L.) Aziiz, Abdul; Herlina, Ninuk; Suminarti, Nur Edy
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 4 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kacang hijau termasuk tanaman legume penghasil protein nabati yang penting bagi manusia. Umumnya tanaman kacang hijau ditanam pada peralihan musim penghujan dengan kemarau yang tidak tersedia banyak air. Maka diperlukan rekayasa lingkungan melalui aplikasi mulsa. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh jenis dan tingkat ketebalan mulsa pada pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau serta menentukan jenis dan tingkat ketebalan mulsa yang efisien pada pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau berdasarkan analisis usaha tani (r/c ratio). Penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai Juni 2015 di Kabupaten Kediri. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan jenis dan tingkat ketebalan mulsa sebagai perlakuan, dan terdiri dari 11 jenis yaitu : tanpa mulsa (M0), mulsa jerami 1,5 cm (M1), mulsa jerami 3,0 cm (M2), mulsa jerami 4,5 cm (M3), mulsa jerami 6,0 cm (M4), mulsa jerami 7,5 cm (M5), mulsa sekam 1,5 cm (M6), mulsa sekam 3,0 cm (M7), mulsa sekam 4,5 cm (M8), mulsa ketebalan 6,0 cm (M9), dan mulsa sekam 7,5 cm (M10).Perlakuan diulang 3 kali sehingga diperoleh 33 unit perlakuan mulsa. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa jenis dan tingkat ketebalan mulsa berpengaruh nyata terhadap luas daun, jumlah daun, bobot kering total tanaman, jumlah polong per tanaman, bobot polong per tanaman, bobot biji per tanaman, bobot 100 biji, hasil ton ha-1 tanaman kacang hijau. Jenis dan tingkat ketebalan mulsa yang efisien pada pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau ialah mulsa sekam ketebalan 4,5 cm dengan nilai r/c ratio 1,78.
PEMANGKASAN PUCUK DAN PEWIWILAN TANAMAN TERONG (Solanum melongena L.) PADA SISTEM BUDIDAYA ROOF GARDEN Jatumara, Prawesty Dinnar; Suryanto, Agus
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 4 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan ruang secara horizontal yang semakin luas mengakibatkan Ruang Terbuka Hijau (RTH) semakin berkurang. Pemanfaatan roof garden sebagai lahan pertanian kini mulai dikembangkan. Tanaman terong merupakan salah satu tanaman yang dapat ditanam di roof garden dimana tanaman ini memiliki kanopi yang lebar. Hal tersebut akan bertolak belakang dengan kriteria tanaman untuk roof garden. Tujuan dari penelitian ini untuk memperoleh saat pemangkasan pucuk dan pewiwilan tanaman yang sesuai pada pertumbuhan dan produksi tanaman terong  (Solanum melongena L.) pada sistem roof garden. Penelitian dilaksanakan di Rooftop Gedung Sentral, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya, Kota Malang dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial yang terdiri dari 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama yakni waktu pemangkasan pucuk dan faktor kedua yakni pewiwilan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), jika terdapat pengaruh nyata dilanjutkan dengan uji BNT 5%.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemangkasan 14 hst dan pewiwilan 2 kali memberikan tanaman yang relatif ringan yakni 66,05 g per tanaman namun menghasilkan produktivitas yang relatif tinggi yakni 217,68 g berat segar per tanaman. Perlakuan tanpa pemangkasan dengan pewiwilan 1 kali, pemangkasan pucuk umur 14 hst tanpa pewiwilan dan pemangkasan pucuk umur 14 hst pewiwilan 2 kali dapat meningkatkan produktivitas terong berturut-turut 219,75 g per tanaman, 247,76 g per tanaman, dan 217,68 g per tanaman atau sekitar 13,73%, 28,23% dan 12,66%.
EVALUASI GENETIK GALUR-GALUR MUTAN GENERASI KEDUA DAN KETIGA JAGUNG PAKAN/YELLOW CORN (Zea mays L.) Rizqiningtyas, Hana; Sugiharto, Arifin Noor
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 4 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keragaman dalam kegiatan pemuliaan sangat diperlukan terutama dalam upaya perakitan benih unggul jagung. Mutasi ialah salah satu proses yang mampu menciptakan keragaman. Tujuan pertama dari penelitian ini ialah untuk mengevaluasi perubahan karakter warna biji dan beberapa karakter pada generasi kedua dan ketiga galur-galur mutan jagung pakan. Kedua yaitu, untuk mengetahui pengaruh serbuk sari galur mutan terhadap karakter tongkol galur non mutan. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2015-Februari 2016 di Dusun Areng-areng, Kelurahan Dadaprejo, Junrejo, Batu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pada beberapa karakter generasi kedua dan ketiga galur-galur mutan jagung pakan. Selain itu, munculnya kembali karakter warna baru pada kedua galur menunjukkan bahwa mutasi masih dapat terjadi pada generasi selanjutnya. Hasil persilangan antara galur mutan dengan galur non mutannya menunjukkan bahwa polen galur mutan tidak memberi pengaruh secara keseluruhan pada hasil persilangannya. Selain itu, polen galur mutan tidak mempengaruhi munculnya karakter warna baru pada biji jagung.

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 01 (2026): Januari Vol. 14 No. 2 (2026): Februari (In-Press) Vol. 13 No. 12 (2025): Desember Vol. 13 No. 11 (2025): November Vol. 13 No. 10 (2025): Oktober (In-Press) Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol. 10 No. 7 (2022) Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol 9, No 12 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol 8, No 12 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol 7, No 12 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 12 (2018) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 8 (2014) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 6 (2013) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue