cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 3,493 Documents
Pengaruh Pemberian Pupuk NPK Anorganik dan Pupuk Kandang Kambing pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Brokoli (Brassica oleracea L.) Panjaitan, Sinar Sonny Praja Muda; Sudiarso, Sudiarso
Produksi Tanaman Vol. 9 No. 1 (2021)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Brokoli (Brassica oleracea L. var. italica) merupakan tanaman hortikultura yang dimanfaatkan bunganya. Produksi tanaman brokoli pada tahun 2012 hingga tahun 2015 mengalami penurunan produksi dari 135.837 menjadi 118.394 ton. Oleh karena itu, belum dapat mencukupi kebutuhan pasar lokal, apalagi untuk mencukupi pasar Internasional yang setiap tahun selalu mengalami peningkatan 20-30%. Teknik perbaikan budidaya brokoli dapat dilakukan dengan pemberian pupuk NPK anorganik dan pupuk kandang kambing. Pemberian pupuk kandang kambing bertujuan untuk memperbaiki sifat fisik tanah dan komposisi hara tanah. Tekstur dari kotoran kambing khas, karena berbentuk butiran-butiran yang agak sukar dipecah secara fisik sehingga sangat berpengaruh terhadap dekomposisi dan proses penyediaan haranya. Selain menggunakan pupuk organik, pupuk anorganik juga diperlukan untuk meningkatkan produksi brokoli. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 9 kombinasi perlakuan dengan 3 kali ulangan. Parameter pengamatan meliputi pengamatan pertumbuhan dan hasil. Parameter pengamatan pertumbuhan meliputi jumlah daun dan tinggi tanaman. Parameter pengamatan hasil meliputi luas daun, diameter batang, diameter bunga brokoli, berat bunga segar brokoli dan berat bunga kering brokoli. Kombinasi pupuk anorganik dan pupuk organik mampu memberikan hasil bobot basah bunga brokoli sebesar 203 %  atau sebesar 6,85 ton dibanding perlakuan kontrol, serta peningkatan hasil sebesar 181 % atau sebesar 6,05 ton dibanding perlakuan pupuk standar. Perlakuan 800 kg ha-1 NPK + 10 ton ha-1 kandang kambing memberikan hasil yang paling baik dibanding perlakuan lainnya pada seluruh parameter pengamatan.
Perbedaan Volume Media Dan Komposisi Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Lobak Putih (Raphanus sativus L.) Majid, Muhammad Taqiyudin; Aini, Nurul
Produksi Tanaman Vol. 9 No. 1 (2021)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lobak (Raphanus sativus L.) merupakan sayuran umbi yang dapat dibudidayakan di seluruh wilayah Indonesia. Permasalahan tanaman lobak yaitu hanya ditanam di beberapa wilayah di Indonesia. Salah satu upaya memperluas daerah penanaman lobak adalah menanam lobak dengan urban farming. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari apakah ada interaksi antara ukuran polybag dengan komposisi media tanam pada pertumbuhan dan hasil tanaman lobak. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2020 hingga April 2020 di Greenhouse Fakultas Petanian Universitas Brawijaya Malang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah ukuran polybag 30 cm x 15 cm (U1), ukuran polybag 35 cm x 17,5 cm (U2), dan ukuran polybag 40 cm x 20 cm (U3). Faktor kedua adalah cocopeat : kompos : pasir  (1:1:1) (K1), cocopeat : kompos : pasir  (1:3:1) (K2), cocopeat : kompos : pasir  (1:1:3) (K3), cocopeat : kompos : pasir (3:1:1) (K4). Komposisi media tanam yang tepat dipengaruhi oleh ukuran polybag. Polybag ukuran 30 cm x 15 cm dan 35 cm x 17,5 cm menghasilkan bobot segar tertinggi pada komposisi media tanam cocopeat : kompos : pasir (3:1:1). Sedangkan ukuran polybag 40 cm x 20 cm pada komposisi media tanam cocopeat : kompos : pasir (1:1:1), ukuran polybag 40 cm x 20 cm dapat meningkatkan bobot segar umbi lobak, dan komposisi media tanam cocopeat : kompos : pasir (1:1:1) dapat digunakan untuk meningkatkan bobot segar umbi tanaman lobak.
Pengaruh Pemberian Zeolit dan Kalium Pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Sorghum (Sorghum Bicolour L.) Varietas Super 1 Alfaridzy, Rizky; Suminarti, Nur Edy
Produksi Tanaman Vol. 9 No. 1 (2021)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman pangan alternatif seperti sorgum perlu ditingkatkan produktivitasnya dalam upaya untuk meningkatkan ketersediaan bahan pangan. Salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah melalui aplikasi pupuk K. Hal ini karena K berperan dalam meningkatkan kuantitas maupun kualitas biji sorgum. Mengingat unsur K mempunyai sifat cepat larut dan mudah mengalami leaching dan volatilisasi, maka sangat diperlukan aplikasi zeolit. Hal ini karena zeolit dapat berperan sebagai penjerap unsur tersebut. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan bulan Maret 2020 di lahan pertanian Universitas Brawijaya, Mrican, Kediri. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan menempatkan dosis pupuk K (50%, 100, 150%) pada petak utama, dan dosis zeolit (0%, 50%,100%, 150%) pada anak petak. Data dianalisa menggunakan uji F, jika terjadi interaksi nyata maka dilakukan uji BNJ pada taraf 5% untuk mengetahui perbedaan diantara perlakuan. Hasil penelitian menunjukan terjadi interaksi nyata antara dosis pupuk K dan dosis zeolit pada peubah luas daun, bobot segar total tanaman, bobot kering total tanaman saat panen, bobot malai per tanaman, bobot biji per tanaman, bobot 1000 biji, bobot biji per petak panen, hasil panen per hektar maupun Indeks panen. Pada dosis K 50%, hasil panen per hektar tertinggi (3,26 ton ha-1) didapatkan pada dosis zeolit 150%, sedangkan pada dosis k 100% hasil panen tertinggi (4,63 ton ha-1) didapatkan pada dosis zeolit 150%, adapun pada dosis 150% K hasil panen tertinggi (5,33 ton ha-1) didapatkan pada dosis zeolit 150%.
Pengaruh Konsentrasi PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) Dan Dosis Pupuk Kotoran Kambing Pada Hasil Terung (Solanum Melongena L.) Varietas Mustang F1 Utomo, Wahyu; Barunawati, Nunun
Produksi Tanaman Vol. 9 No. 1 (2021)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aplikasi konsentrasi PGPR dan aplikasi pupuk kotoran kambing merupakan salah satu langkah yang digunakan dalam intensifikasi. Hal tersebut karena PGPR mengandung beberapa mikroorganisme yang dapat berperan sebagai pemacu pertumbuhan dan mampu meningkatkan hasil produksi pertanian. Sementara itu, pupuk kotoran kambing dapat menambah unsur hara pada lahan sub-optimal yang cenderung kandungan bahan organiknya rendah, ketersediaan air rendah, keasaman tanah tinggi (pH rendah), dan sangat minim unsur hara. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni - September 2019 di lahan yang terletak di Donowari, karang ploso. Penelitian ini ialah penelitian faktorial dengan menggunakan rancangan acak kelompok, faktor pertama adalah R0: Tanpa PGPR, R1: PGPR 15 ml L-1, R2: PGPR 30 ml L-1. Faktor kedua adalah pupuk organik kotoran kambing, yaitu: P1: 0 ton ha-1, P2: 10 ton ha-1, P3: 20 ton ha-1, P4: 30 ton ha-1. Pengamatan yang dilakukan meliputi komponen pertumbuhan yaitu tinggi tanaman dan jumlah daun. Sedangkan parameter pengamatan komponen hasil meliputi jumlah buah pertanaman, bobot buah pertanaman, diameter buah dan bobot buah pertanaman. Data hasil pengamatan dianalisis dengan menggunakan uji F untuk mengetahui adanya pengaruh dari perlakuan dan dilanjutkan dengan uji antar perlakuan dengan menggunakan BNJ pada taraf kepercayaan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara konsentrasi PGPR dan dosis pupuk kotoran kambing terhadap komponen pertumbuhan dan hasil tanaman terung. Aplikasian PGPR dengan konsentrasi 30 ml L-1 dan pupuk kotoran kambing dengan dosis 30 ton ha-1 mampu meningkatkan pertumbuhan diantaranya tinggi, jumlah daun, persentase fruit set, jumlah buah pertanaman, bobot buah pertanaman, panjang buah dan diameter buah pertanaman.
Pendugaan Heritabilitas dan Aksi Gen Komponen Hasil Biji Tanaman Kenaf (Hibiscus Cannabinus L.) Wicaksono, Ade Fajar; Marjani, Marjani; Adiredjo, Afifuddin Latif
Produksi Tanaman Vol. 9 No. 1 (2021)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kenaf (Hibsicus cannabinus L.) merupakan tanaman penghasil serat yang mulanya digunakan sebagai bahan baku pembuat karung goni. Saat ini telah di kembangkan produk lain tanaman kenaf yaitu biji kenaf yang minyaknya dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku berbagai industri misalnya kosmetik dan produk keseharian lainnya. Adanya potensi biji kenaf menandakan diperlukannya produksi biji kenaf secara masal. Penelitian ini menduga parameter genetik berupa heritabilitas dan aksi gen komponen hasil biji pada tanaman kenaf. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga Agustus 2020 yang bertempat di Balittas Malang. Bahan yang digunakan pada penelitian ini ialah benih kenaf generasi F2, F1, BC1.1, BC1.2 dan 2 tetua tanaman kenaf, air, polybag, dan Urea. Komponen hasil biji yang diamati antara lain umur berbunga, jumlah buah per tanaman, jumlah biji per buah, dan berat 1000 biji kenaf (g), jumlah buah per ruas, jumlah ruas yang terdapat buah, serta panjang batang buah pertama hingga terakhir (cm). Analisis data menggunakan joint scaling test. Hasil menunjukkan nilai heritabilitas arti sempit tertinggi terdapat pada karakter umur berbunga sebesar 33%. Pada karakter lain menunjukkan nilai negatif dan dinyatakan nol atau tidak dipengaruhi oleh gen aditif. Perhitungan joint scaling test 3 parameter menunjukkan model tersebut tidak layak sehingga dilakukan analisis menggunakan model 6 parameter. Hasil joint scaling test 6 parameter menunjukkan gen aditif berpengaruh positif pada karakter umur berbunga. Seluruh karakter dipengaruhi oleh 3 interaksi gen antar lokus epistasis jenis duplikat yang menyebabkan kecilnya nilai karakter yang diamati kecuali pada karakter umur berbunga tidak dipengaruhi interaksi gen aditif-dominan.
Interaksi Empat Genotipe Sawi Putih (Brassica pekinesia L.) Pada Tiga Lokasi Mustofa, Age Maulal; Purnamaningsih, Sri Lestari
Produksi Tanaman Vol. 9 No. 1 (2021)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sawi putih (Brassica pekinesia L.) merupakan salah satu jenis sayuran daun daerah tropis seperti di Indonesia. Budidaya sawi putih dapat dilakukan di beberapa tipe lokasi, yaitu lahan dengan ketinggian tempat yang beragam yaitu antara 1000-1200 m dpl, tanaman sawi kurang tahan dengan hawa yang terlalu panas oleh karena itu tanaman sawi putih juga dapat tumbuh pada suhu yang sejuk yang berkisar antara 15-20°C. Penelitian ini bertujuan mengetahui penampilan pada empat genotip sawi putih yang ditanam pada tiga lokasi berbeda dan mengetahui interaksi genotip dengan lingkungan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan perlakuan empat genotip sawi putih diulang sebanyak empat kali pada tiga lokasi. Ketiga lokasi penelitian antara lain di Karangploso Kabupaten Malang, Dusun Junggo Kota Batu, dan Nongkojajar Kabupaten Pasuruan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai April 2020. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, karakter tinggi tanaman, panjang daun, jumlah daun, lebar daun, panjang krop, berat krop, diameter krop dan potensi hasil dipengaruhi oleh genotip dan lokasi.
Korelasi Antara Karakter Fisik Biji Dengan Hasil Dan Kadar Minyak Bunga Matahari(Helianthus annuus L) Wahyuningtyas, Diah; Ardiarini, Noer Rahmi
Produksi Tanaman Vol. 9 No. 1 (2021)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bunga matahari (Helianthus annuus L.) adalah salah satu komoditas penting dibidang pertanian. Bagian bunga matahari yang banyak dimanfaatkan untuk industri adalah biji yang mengandung banyak nutrisi dan kadar minyak. Biji bunga matahari memiliki 2 potensi biji yaitu oil seed dan non oil seed. Potensi biji bunga matahari dapat diketahui melalui karakter fisik biji bunga matahari yang berkorelasi dengan kadar minyak dan hasil biji bunga matahari. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui korelasi antara karakteristik fisik biji terhadap hasil dan kadar minyak biji bunga matahari dan juga berguna untuk memermudah seleksi. Penelitian ini bertujuan untuk memelajari karakter biji sebagai deteksi hasil dan kadar minyak bunga matahari dan memelajari korelasi karakter biji dengan hasil dan kadar minyak bunga matahari. Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan Universitas Brawijaya yang terletak di Desa Jatimulyo Kecamatan Lowokwaru Kabupaten Malang pada bulan Januari 2018 hingga April 2019. Penelitian ini menggunakan metode pengacakan rancangan acak kelompok (RAK) 20 genotipe bunga matahari dengan 2 ulangan dan juga menggunakan metode pengamatan single plant. Karakteristik yang diamati adalah karakter kualitatif dan kuantitatif biji bunga matahari dalam Panduan Pelaksana Uji bunga matahari.. Data untuk karakter kualitatif dan kuantitatif yang diperoleh dari hasil pengamatan dianalisis dengan menggunakan analisa korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bunga matahari memiliki 12 karakter biji yang digunakan untuk deteksi awal hasil dan kadar minyak dan juga terdaat karakter yang berkorelasi terhadap hasil dan kadar minyak.
Pengaruh Dosis Pupuk Kascing dan Jarak Tanam Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.) Manalu, Jodi Elvin; Sugito, Yogi
Produksi Tanaman Vol. 9 No. 1 (2021)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman pakcoy (Brassica rapa L.) adalah salah satu jenis sayuran yang gemar dikonsumsi oleh masyarakat dan memiliki kandungan gizi yang tinggi. Permasalahan yang terjadi pada lahan saat ini adalah kurangnya bahan organik yang berada di dalam tanah sehingga mengakibatan kesuburan tanah menjadi rendah dan mempengaruhi produktivitas tanaman yang dibudidayakan. Percobaan dilaksanakan pada bulan Juli 2020 di lahan percobaan Universitas Brawijaya di desa Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Malang. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari dua faktor yaitu jarak tanam dan dosis pupuk kascing. Pada setiap perlakuan pada penelitian ini dilakukan sebanyak 3 kali ulangan sehingga diperoleh 36 satuan petak percobaan. Faktor pertama adalah jarak tanam dengan 3 taraf, Pengamatan dilakukan dengan menggunakan metode destruktif. Hasil percobaan menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi yang nyata antara dosis pupuk kascing dengan jarak tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy. Pemberian pupuk kascing pada dosis 10 t ha-1 telah mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy pada berbagai perlakuan jarak tanam. Pada setiap parameter pengamatan dosis pupuk kascing 15 t ha-1 dengan jarak tanam 25 cm x 25 cm memberikan hasil yang tertinggi namun tidak berbeda nyatadengan dosis pupuk kascing 10 t ha-1.
Keragaman Karakter Agronomi dan Morfologi Terung F1 (Solanum melongena L.) Double Cross Faidah, Ahmadah; Waluyo, Budi; Ashari, Sumeru
Produksi Tanaman Vol. 8 No. 12 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terung (Solanum melongena L.) merupakan sayuran buah.Peningkatan produksi dapat dilakukan dengan upaya pengembangan varietas unggul. Pengembangan varietas unggul dilakukan dari tahapan seleksi. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari keragaman genetik dan morfologi pada karakter komponen hasil persilangan 36 genotipe terung.Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok dengan 36 genotipeterung sebagai perlakuan diulang tiga kali. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu pada bulan Juni - September 2019. Karakter pada tanaman terung ada yang mempunyai keragaman luas dan ada yang mempunyai keragaman sempit. Nilai heritabilitas pada sebagian karakter termasuk rendah hanya karakter diameter batang yang tinggi.
Uji Daya Hasil Dan Penyusunan Deskripsi Tujuh Galur Harapan Kacang Bambara (Vigna subterranea L. Verdcourt) di Lahan Kering Sari, Firli Ritma; Kuswanto, Kuswanto
Produksi Tanaman Vol. 8 No. 12 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kacang bambara (Vigna subterranea) merupakan salah satu jenis kacang – kacangan yang kurang terkenal namun memiliki sejumlah nutrisi yang baik bagi kesehatan. Saat ini, produksi kacang bambara masih tergolong rendah. Upaya peningkatan produksi kacang bambara dapat dilakukan melalui program pemuliaan tanaman yaitu uji daya hasil. selain itu, diperlukan penyusunan deskripsi sebagai informasi karakter pada setiap galur. Penelitian dilksanakan pada Februari hingga Agustus 2020 di Agrotechnopark Universitas Brawijaya Desa Jatikerto, Kabupaten Malang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan tujuh galur kacang bambara yang diulang tiga kali. Analisis data karakter kuantitatif menggunakan ANOVA dengan uji lanjut DMRT dan karakter kualitatif berpedoman pada Descriptor for Bambara groundnut (Vigna subterranea) dari IPGRI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap galur menunjukkan potensi hasil yang tinggi dengan rata – rata hasil panen tiga tertinggi dimiliki oleh galur yang termasuk tahan terhadap kekeringan yaitu PWBG 6 sebanyak 2.65 ton ha-1, BBL 1.1 sebanyak 2.52 ton ha-1 dan TVSU 8.6 sebanyak 2.38 ton ha-1 , sedangkan galur yang tidak tahan terhadap kekeringan CCC 1.6 memiliki daya hasil terendah dibandingkan yang lainnya. Hasil deskripsi berdasarkan morfologi tanaman didapatkan bahwa karakter kuantitatif pada umur berbunga, umur masak, jumlah polong per tanaman, ukuran polong, jumlah biji per tanaman, ukuran biji, berat biji per tanaman dan berat 100 butir biji menunjukkan hasil yang berbeda nyata pada setiap galur. Karakter kualitatif berupa tipe pertumbuhan, bentuk daun, bentuk polong, warna polong, dan tekstur polong memiliki hasil yang bervariasi.

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 01 (2026): Januari Vol. 14 No. 2 (2026): Februari (In-Press) Vol. 13 No. 12 (2025): Desember Vol. 13 No. 11 (2025): November Vol. 13 No. 10 (2025): Oktober (In-Press) Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol. 10 No. 7 (2022) Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 12 (2021) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 12 (2020) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 12 (2019) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol 6, No 12 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol 4, No 8 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol 3, No 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol 2, No 8 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol 1, No 6 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) More Issue