cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 3,493 Documents
KAJIAN ETNOBOTANI TUMBUHAN OBAT OLEH PEMBUAT JAMU DI KECAMATAN WRINGIN KABUPATEN BONDOWOSO Abdi, Afrizal Maulana; Murdiono, Wisnu Eko; Sitompul, Syukur Makmur
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 7 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/490

Abstract

Tumbuhan sejak lama digunakan sebagai obat yang oleh masyarakat disebut “obat herbal”, misalnya jamu. Jamu ialah salah satu obat herbal yang diminati masyarakat. Penelitian telah dilaksanakan di Kecamatan Wringin Kabupaten Bondowoso pada Januari hingga Maret 2015. Alat yang digunakan adalah alat tulis, kamera digital, alat perekam, label, alat press, gunting, parang, komputer, trashbag transparan serta koran bekas. Bahan yang digunakan adalah kuesioner alkohol 70%, serta sampel tumbuhan. Pelaksanaan penelitian terdiri dari survei pendahuluan, wawancara, dan observasi. Pengambilan data menggunakan teknik purposive sampling. Metode wawancara menggunakan metode semiterstruktur. Analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif. Data disajikan dalam bentuk deskripsi, tabel, grafik, dan dokumentasi. Didapatkan 6 responden yang ahli dalam meracik jamu. Terdapat 59 spesies tumbuhan obat yang digunakan responden termasuk dalam 32 famili tumbuhan. Famili dengan pemanfaatan terbanyak yaitu Zingiberaceae, sebanyak 17 manfaat. Banyaknya spesies pada famili Zingiberaceae yaitu 10 spesies tumbuhan. Berdasarkan asal diperolehnya tumbuhan obat, sebesar 44% tumbuhan merupakan tumbuhan liar, 20% tanaman budidaya dan tumbuhan liar yang ditanaman di pekarangan, 19% tumbuhan liar yang djiual di pasar, dan 17% merupakan tanaman budidaya. Organ tumbuhan yang paling banyak digunakan yaitu daun (33%), rimpang (16%), buah (12%), bunga (5%), seluruh bagian tumbuhan (17%), dan bagian lain hingga 17%. Cara pemberian obat sebagian besar diminum (68%), dibalur (12%), digosok (8%), dimakan (8%), dan ditetes (4%).
PERBANYAKAN KANGKUNG LOMBOK (Ipomea- repants) MELALUI STEK DALAM BERBAGAI KOMPOSISI MEDIA TANAM Simarmata, Hendra; Hariyono, Didik; Heddy, Y.B.Suwasono
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 7 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/492

Abstract

Sayuran merupakan komoditas penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Komoditas ini memiliki keragaman yang luas dan berperan sebagai sumber karbohidrat, protein nabati, vitamin, dan mineral yang bernilai ekonomi tinggi. Sayuran merupakan komoditas penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Komoditas ini memiliki keragaman yang luas dan berperan sebagai sumber karbohidrat, protein nabati, vitamin, dan mineral yang bernilai ekonomi tinggi. Khusus kangkung Lombok, tanaman ini hanya bisa tumbuh dengan baik di tempat yang basah alias berair, seperti sawah, telaga, danau, waduk, atau mata air. Kangkung Lombok merupakan tanaman yang sifatnya merambat.Tujuan penelitian ini adalah. Untuk mengetahui interaksi antara sistem perbanyakan dengan cara stek dan komposisi media tanam pada pertumbuhan dan hasil tanaman kangkung Lombok. Penelitian  telah dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya pada bulan April  hingga Mei 2015 di Desa Ngijo Kecamatan karangploso, Kabupaten Malang. Percobaan dilakukan dengan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor. Perlakuan pertama adalah stek dan perlakuan kedua ialah komposisi media tanam, dimana masing masing perlakuan akan diulang sebanyak tiga ulangan. Hasil penelitian media tanam dan stek pada tanaman kangkung Lombok berpengaruh nyata terhadap panjang dan hasil panen, sedangkan parameter lain tidak berpengaruh nyata. Interaksi media tanam tanah kompos dan arang sekam dengan perbandingan ½ :1:1 dan stek pucuk (A1B4) berpengaruh nyata terhadap panjang tanaman kangkung Lombok.
SIMULASI PANJANG GELOMBANG CAHAYA TERHADAP KUALITAS TANAMAN KRISAN (Chrysanthemum morifolium) POTONG Agnestika, Intan Kartika; Nihayati, Ellis; Sitawati, Sitawati
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 7 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/493

Abstract

Seiring dengan meningkatnya permintaan krisan potong tiap tahun, diperlukan suatu upaya untuk meningkatkan kualitas krisan. Penambahan cahaya dengan kualitas yang berbeda akan mempengaruhi kualitas krisan potong karena memiliki panjang gelombang tertentu yang dapat diserap oleh tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh berbagai panjang gelombang cahaya terhadap kualitas krisan potong dan mengetahui panjang gelombang cahaya yang sesuai untuk meningkatkan kualitas krisan potong. Penelitian dilaksanakan pada bulan April-Juli 2015 di Ds. Punten, Kec. Bumiaji, Kota Batu (112̊17’10,90’’-122̊57’11’’ BT dan 7̊44’55,11’’-8̊26’35,45 LS). Penelitian menggunakan Rancangan Tersarang dengan 2 faktor dan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah simulasi panjang gelombang cahaya yang diaplikasikan dengan warna yang berbeda cahaya, dan faktor kedua adalah varietas krisan potong. Pemberian panjang gelombang cahaya yang berbeda pada tiga varietas krisan potong memberikan interaksi terhadap tinggi tanaman dan diameter bunga. Pemberian panjang gelombang cahaya yang berbeda pada tiga varietas krisan potong memberikan interaksi terhadap tinggi tanaman dan diameter bunga. Pemberian cahaya merah menghasilkan panjang tangkai lebih panjang (78.79 cm) dan lama kesegaran bunga lebih lama (15.50 hsp), sedangkan pemberian cahaya biru menghasilkan waktu inisiasi bunga (47,08 hst) dan waktu coloring (83,42 hst) lebih cepat. Varietas Fiji putih memiliki kesegaran bunga yang lebih lama dibandingkan varietas Fiji kuning dan Fiji pink. Varietas Fiji putih, Fiji kuning, dan Fiji pink menghasilkan kualitas bunga dengan kelas mutu AA apabila ditanam pada lingkungan yang diberi lampu dengan plastik merah dengan panjang gelombang 503.15-638.60 nm.
UJI KESERAGAMAN GALUR DAN KEKERABATAN ANTAR GALUR KACANG BOGOR (Vigna subterranea (L.) Verdc.) HASIL SINGLE SEED DESCENT KEDUA Nugraha, Aldita Adin; Ardiarini, Noer Rahmi; Kuswanto, Kuswanto
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 7 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.562 KB) | DOI: 10.21776/494

Abstract

Pemuliaan kacang bogor masih belum banyak dilakukan. Koleksi galur lokal yang telah ada menjadi langkah yang dapat dipilih, sebagai upaya pengambangan varietas. Pemanfaatan galur lokal dihadaptakn pada masalah keragaman yang luas. Single Seed descent adalah metode yang dapat digunakan untuk meningkatkan keseragaman agar didapatkan galur dengan kemurnian genetik yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui keseragaman dalam galur kacang bogor dan kekerabatan antar galur kacang bogor.  Uji keseragaman dalam galur dilakukan menggunakan nilai koefisien keragaman genotip dan fenotip serta analisis cluster antar tanaman dalam galur, Kekerabatan antar galur diduga melalui analisis cluster antar galur. Berdasarkan parameter kuantitatif, 20 galur kacang bogor memiliki karakter yang seragam. Berdasarkan parameter kualitatif, didapatkan satu galur dengan tingkat keseragaman dalam kisaran 0,9 – 1, serta tujuh belas galur dengan tingkat keseragaman dalam kisaran 0,8 – 0,9. Kekerabatan antar galur menunjukkan galur UB Cream memiliki kekerabatan terjauh dengan galur lain. Kekerabatan yang dekat antar galur dari daerah  yang sama diketahui antara galur PWBG 5.1.1 dengan PWBG 3.1.1, PWBG 5.3.1 dengan GSG 1.1.1, GSG 1.5 dengan GSG 2.1.1 dan GSG 2.5 dengan GSG 3.1.2 serta galur dari daerah berbeda seperti JLB 1 dengan BBL 6.1.1.
PENGARUH ZAT PENGATUR TUMBUH JENIS BAP TERHADAP PERTUMBUHAN PLANLET SUB KULTUR JARINGAN TANAMAN NANAS (Ananas comosus L. Merr) Purita, Shela Yaka; Ardiarini, Noer Rahmi; Basuki, Nur
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 7 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/495

Abstract

Teknik kultur jaringan merupakan alternatif untuk memecahkan masalah rendahnya produktifitas tanaman nanas yang belum mampu memenuhi permintaan pasar. Teknologi ini telah banyak digunakan untuk pengadaan bibit seragam dan kualitasnya terjamin terutama pada berbagai tanaman hortikultura. Melalui kultur jaringan, tanaman dapat diperbanyak setiap waktu sesuai kebutuhan sehingga dapat dihasilkan bibit yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi BAP (Benzyl Amino Purin) yang baik untuk mempercepat pertumbuhan tunas planlet tanaman nanas yang diperbanyak melalui sub kultur jaringan. Penelitian dilaksanakan pada bulan pril hinggal Juni 2015. Penelitin dilaksanakan di Laboraturium Kultur Jaringan Dinas Pertanian Kabupaten Kediri, menggunakan Rancangan Acak Lengkap, Bahan planlet sub kultur yang digunakan adalah mata tunas dari mahkota nanas kultivar MD2. Peneletian ini terdiri dari satu faktor perlakuan penamabahan zat pengatur tumbuh BAP, (P0) kontrol: (P1) 0,5 ppm: (P2) 0,75 ppm: (P3) 1 ppm: (P4) 1,5 ppm: (P5) 2 ppm. Analisis data yang digunakan adalah uji F. Apabila uji F memberikan pengaruh yang nyata, maka dilanjutkan dengan uji BNT pada taraf 5%. Hasil Penelitian menunjukan bahwa perlakuan pemberian BAP dengan konsentrasi 2 ppm berpengaruh nyata terhadap planlet tumbuh, awal munculnya tunas, awal munculnya daun, jumlah tunas, jumlah daun, dan tinggi planlet.
PENGARUH WAKTU DAN FREKUENSI PENGENDALIAN GULMA PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SORGUM (Sorghum bicolor L. Moench) Yahfi, Muchamad Arif; Suminarti, Nur Edy; Sebayang, Husni Thamrin
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 7 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/496

Abstract

Indonesia sebagai negara agraris, memiliki banyak tanaman berpotensi sebagai sumber karbohidrat, diantaranya ialah sorgum. Kebutuhan pangan yang semakin meningkat menyebabkan sorgum dapat digunakan sebagai alternatif pangan karena dalam 100 g biji sorgum terkandung protein (10-17%), lemak (2,6-45%), abu (1,6-2,2%), serat (2,5-3,5%), serta mineral seperti kalsium (150 mg), magnesium (790 mg), dan fosfor (4.210 mg). Biji sorgum juga dapat digunakan sebagai bahan baku industri seperti sirup, alkohol, lilin, pati, minyak goreng, sedangkan batang dan daun sorgum digunakan sebagai pakan ternak. Banyaknya potensi sorgum menjadikan alasan untuk membudidayakan sorgum di Indonesia. Gulma menjadi salah satu kendala managemen yang dihadapi. gulma bisa menurunkan produksi sorgum sampai 20%, sehingga perlu dilakukan pengendalian. Pengendalian yang dilakukan pada saat penelitian adalah pengendalian mekanik, karena efektif dilakukan pada luasan yang sempit. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-Juli 2015 di Kebun Percobaan Universitas Brawijaya Jatikerto, Malang. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari 3 kali ulangan dengan 7 perlakuan, yaitu tanpa penyiangan (P1), penyiangan 10 hst (P2), penyiangan 10 hst + 20 hst (P3), penyiangan 10 hst + 20 hst + 30 hst (P4), penyiangan 15 hst (P5), penyiangan 15 hst + 30 hst (P6), dan penyiangan 15 hst + 30 hst + 45 hst (P7). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan 3 kali penyiangan pada umur 15 hst + 30 hst + 45 hst menunjukkan pertumbuhan dan hasil baik, karena dapat meningkatkan luas daun sebesar 12,53%, bobot basah 26,54%, bobot kering total tanaman 38,44%, bobot malai 45,92% dan hasil panen 43,59%.
PENGARUH JARAK TANAM DAN JUMLAH BIBIT PADA TANAMAN PADI (Oryza sativa L.) HIBRIDA VARIETAS PP3 Kumalasari, Septi Nuning; Sudiarso, Sudiarso; Suryanto, Agus
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 7 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/497

Abstract

Tanaman padi (Oryza sativa L.) merupakan tanaman pangan penting  menjadi makanan pokok dari setengah penduduk Indonesia dengan jumlah penduduk yang besar dalam memenuhi kebutuhan pangan penduduk. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kombinasi dan menentukan jarak tanam dan jumlah bibit penigkatan produksi tanaman padi (Oryza sativa L.) hibrida varietas PP3. Penelitian dilaksanakan di Desa Sladi Kecamatan Kejayan Kabupaten Pasuruan Jawa Timur. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan menggunakan 3 ulangan dan 12 perlakuan. P1M1 : Jarak tanam 20 cm x 20 cm dan jumlah bibit 1/lubang, P2M1 : Jarak tanam 25 cm x 25 cm dan jumlah bibit 1/lubang, P3M1 : Jarak tanam 30 cm x 30 cm dan jumlah bibit 1/lubang, P1M2 : Jarak tanam 20 cm x 20 cm dan jumlah bibit 2/lubang, P2M2 : Jarak tanam 25 cm x 25 cm dan jumlah bibit 2/lubang, P3M2 : Jarak tanam 30 cm x 30 cm dan jumlah bibit 2/lubang, P1M3 : Jarak tanam 20 cm x 20 cm dan jumlah bibit 3/lubang, P2M3 : Jarak tanam 25 cm x 25 cm dan jumlah bibit 3/lubang, P3M3 : Jarak tanam 30 cm x 30 cm dan jumlah bibit 3/lubang, P1M4 : Jarak tanam 20 cm x 20 cm dan jumlah bibit 4/lubang, P2M4 : Jarak tanam 25 cm x 25 cm dan jumlah bibit 4/lubang, P3M4 : Jarak tanam 25 cm x 25 cm dan jumlah bibit 4/lubang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jarak tanam 30 cm x 30 cm dan jumlah bibit 1/lubang menghasilkan 9,92 ton/ha.
APLIKASI PUPUK NPK DAN UREA PADA PADI (Oryza sativa L.) SISTEM RATUN Ambarita, Yohanna; Hariyono, Didik; Aini, Nurul
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 7 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/498

Abstract

Berbagai upaya terus dilakukan untuk meningkatkan produksi beras nasional, salah satunya dengan berbudidaya padi dengan sistem ratun. Namun, umumnya dalam sistem ratun hasil gabah lebih rendah sehingga petani jarang menjalankan sistem ratun ini. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh interaksi antara pupuk NPK dan Urea, mempelajari pengaruh pupuk NPK, dan mempelajari pengaruh pupuk Urea terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi pada sistem ratun. Penelitian dilaksanakan  pada bulan Maret sampai bulan Mei 2015 di Desa Jabang Kecamatan Kras Kabupaten Kediri. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok pola faktorial yaitu dengan dua faktor. Faktor pertama dosis pupuk NPK (75, 100, 125 dan 150 kg/ha) dan faktor kedua dosis pupuk Urea (75, 87,5, dan 100 kg/ha). Faktor pertama dan faktor kedua tersebut diperoleh 12 kombinasi perlakuan, setiap perlakuan diulang 3 kali sehingga didapat 36 petak percobaan. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa pemberian dosis pupuk NPK 125 kg/ha dan Urea 75 kg/ha dapat meningkatkan luas daun pada umur 15 hsk. Dosis NPK 125 kg/ha dapat meningkatkan luas daun pada umur 45 hsk. Dosis Urea 87,5 dan 100 kg/ha dapat meningkatkan persentase gabah hampa.
PENGARUH PERBEDAAN POLA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TEMULAWAK (Curcuma xanthorizha Roxb.) PADA POLA TANAM TUMPANGSARI DENGAN UBI JALAR (Ipomoea batatas L.) Agwi, Szatayu Nabila; Barunawati, Nunun; Nihayati, Ellis
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 7 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/491

Abstract

Rendahnya minat petani untuk menanam temulawak disebabkan temulawak memiliki umur panen yang panjang dan jarak tanam yang lebar sehingga temulawak tidak ditanam sebagai tanaman utama. Bagi petani lebih menguntungkan menanam tanaman pangan seperti ubi jalar  sehingga penerapan pola tanam tumpangsari temulawak dengan ubi jalar dapat dijadikan solusi untuk masalah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pola tanam yang terbaik dan paling menguntungkan dalam sistem tumpangsari antara temulawak dengan ubi jalar. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari hingga September 2015 di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Desa Jatikerto Kabupaten Malang, menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan menggunakan 6 perlakuan pola tanam, yaitu: P1= row cropping temulawak - ubi jalar, P2= strip cropping temulawak - ubi jalar, P3= row relay cropping temulawak - ubi jalar, P4= strip relay cropping temulawak - ubi jalar, P5 = row relay cropping ubi jalar - temulawak dan P6= strip relay cropping ubi jalar-temulawak dan diulang sebanyak 4 kali. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan pola tanam pada sistem tumpangsari temulawak dan ubi jalar memberikan pengaruh pertumbuhan dan hasil temulawak dan ubi jalar. Perlakuan pola tanam row relay dan strip relay (T-UJ) lebih baik dibandingkan perlakuan lainnya pada seluruh parameter pengamatan temulawak. Perlakuan pola tanam strip relay (T-UJ) meningkatkan hasil temulawak sebesar 13.7% dibandingkan pola tanam row relay (T-UJ). Nilai R/C rasio pola tanam strip relay (T-UJ) memiliki pendapatan tertinggi pada temulawak dengan nilai 2.92.
PENGATURAN JARAK TANAM PADA RICE TRANSPLANTER DAN DOSIS PUPUK MAJEMUK TERHADAP HASIL PADI SAWAH (Oryza sativa L.) VARIETAS CIHERANG Ramadhan, Apianto Rizky; Wicaksono, Karuniawan Puji; Suryanto, Agus
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 8 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/499

Abstract

Padi merupakan jenis tanaman yang diusahakan di Indonesia sebagai sumber bahan pangan pokok bagi 90% penduduk Indonesia. Menurut Badan Pusat Statistik (2014) produksi padi Indonesia pada tahun 2014 adalah 69,87 juta ton, sedangkan pada  tahun 2013 sebesar 71,28 juta ton. Dapat dilihat bahwa terjadi penurunan produksi sebesar 1,98%.  Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah pengaruh dan interaksi pengaturan jarak tanam mesin penanam padi pada hasil padi varietas Ciherang dan mengetahui pengaruh dosis pemupukan pupuk majemuk padi pada hasil padi varietas Ciherang. Penelitian ini dilakukan di lahan sawah Desa Surat, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. Penelitian ini dilakukan pada bulan Pebruari 2015 sampai dengan juni 2015. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan Petak Utama pengaturan jarak tanam menggunakan rice transplanter (30x22 cm dan 30x15 cm), dan Anak Petak  dosis pupuk majemuk (300 kg ha-1, 600 kg ha-1, 900 kg ha-1, dan 1.200 kg ha-1). Penelitian diulang sebanyak 4 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jarak tanam 30 x 22 cm dan dosis pupuk majemuk 600 kg ha-1 adalah yang terbaik yang dapat meningkatkan pertumbuhan anatara lain jumlah anakan, jumlah daun, luas daun bobot kering total tanaman dan komponen hasil yaitu bobot 1.000 butir, presentase gabah hampa, bobot gabah per malai dan bobot kering gabah.

Page 43 of 350 | Total Record : 3493


Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 01 (2026): Januari Vol. 14 No. 2 (2026): Februari (In-Press) Vol. 13 No. 12 (2025): Desember Vol. 13 No. 11 (2025): November Vol. 13 No. 10 (2025): Oktober (In-Press) Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol. 10 No. 7 (2022) Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol 9, No 12 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol 8, No 12 (2020) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol 7, No 12 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol 6, No 12 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 8 (2014) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 6 (2013) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) More Issue