cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 3,493 Documents
PENGARUH SISTEM OLAH TANAH DAN PEMUPUKAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L.) Merill) Nainggolan, Alexander; Guritno, Bambang; Islami, Titiek
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 6 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/470

Abstract

Kedelai merupakan salah satu komoditas pangan utama setelah padi dan jagung. Data BPS (2014) menyebutkan bahwa produktivitas kedelai nasional pada tahun 2013 hanya sebesar 1,45 ton ha-1. Produktivitas kedelai yang rendah tersebut dapat ditingkatkan karena melihat potensi hasil dari tanaman kedelai yang masih cukup tinggi. Pada kedelai varietas Anjasmoro memiliki rata-rata hasil sebesar 2-2,3 ton ha-1 sehingga upaya yang dilakukan yaitu dengan aplikasi sistem olah tanah dan penambahan bahan organik. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh sistem pengolahan tanah dan pemberian pupuk organik pada pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai varietas Anjasmoro serta untuk menentukan sistem olah tanah yang tepat dan jenis pupuk yang sesuai pada pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai varietas Anjasmoro. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan November 2014 sampai Februari 2015 di Balai Benih Induk Palawija, Jln. Raya Randuagung, Kec. Singosari, Kab. Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Petak Terbagi dengan faktor pertama sistem olah tanah dan faktor kedua pupuk anorganik dan organik. Hasil analisis ragam dari perlakuan sistem olah tanah dan pemberian pupuk anorganik dan organik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai terlihat menunjukkan adanya interaksi nyata pada jumlah daun (56 HST), jumlah polong pertanaman, dan jumlah biji pertanaman. Sementara hasil analisis ragam menunjukkan bahwa sistem olah tanah dan pemberian pupuk anorganik dan organik menunjukkan pengaruh yang nyata pada parameter tinggi tanaman (56HST) dan bobot kering total (28 HST).
KAJIAN ABU VULKANIK GUNUNG KELUD DAN AMPAS TEBU DALAM BERBAGAI KOMPOSISI MEDIA TANAM TERHADAP TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays L. saccharata Sturt.) El Fitroh, Muhamad Azhim; Nugroho, Agung; Islami, Titiek
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 6 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/471

Abstract

Tanaman jagung manis (Zea mays saccharata Sturt L.) ialah tanaman yang dapat dipanen lebih cepat dari umur jagung biasa (+70 hari setelah tanam). Tujuan penelitian mendapatkan komposisi media tanam yakni antara tanah, abu vulkanik gunung Kelud, dan ampas tebu terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Penelitian dilakukan di Ds Bendosari, Kec Kras, bulan April-Juni 2015. Alat dan bahan meliputi cangkul, timbangan analitik, meteran, polybag ukuran 10 kg. Bahan penelitian: benih varietas Bonansa, Pupuk Urea TSP KCl, ampas tebu dan abu vulkanik gunung Kelud. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 7 taraf perlakuan. Data yang diperoleh dari hasil pengamatan diuji analisis ragam (uji F) taraf  5 %. Jika terdapat pengaruh pada setiap perlakuan dilanjutkan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) taraf 5 %. Hasil penelitian membuktikan komposisi media tanam terbaik ialah perlakuan P7 dengan komposisi tanah (20%), abu vulkanik gunung Kelud (20%), ampas tebu (60%) meningkatkan pertumbuhan antara lain panjang tanaman, luas daun. Perlakuan P7 meningkatkan hasil panen antara lain berat segar dan kering total tanaman, panjang tongkol dengan kelobot dan tanpa kelobot, diameter tongkol dengan kelobot dan tanpa kelobot, bobot tongkol dengan kelobot dan tanpa kelobot dan kadar gula.
PENGATURAN JARAK TANAM DAN JUMLAH BIBIT PER LUBANG PADA MESIN TANAM RICE TRANSPLANTER TERHADAP PADI SAWAH (Oryza sativa L.) VARIETAS CIHERANG Fitriani, Riza; Tyasmoro, Setyono Yudo; Suryanto, Agus
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 6 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.475 KB) | DOI: 10.21776/472

Abstract

Padi merupakan salah satu tanaman pokok warna Negara indonesia. Secara umum petani melakukan penanaman padi masih secara konvesional. Penggunaan bibit yang digunakan terlalu banyak dan jarak tanam yang digunakan tidak teratur. Kemudian pada saat waktu tanam padi tenaga kerja yang terserap sangat banyak.   Penanaman secara konvensional dapat mengurangi produksi tanaman padi sawah dan kurang efisien. Sehingga untuk meningkatkan produksi padi diperlukan proses budidaya menggunakan rice transplanter.   Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari jarak tanam yang tepat dan jumlah bibit terbaik terhadap padi sawah (Oryza sativa L.) varietas ciherang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai bulan Mei 2015 di Desa Surat, Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri. Metode yang digunakan adalah Rancangan Petak Terbagi dengan petak utama adalah jarak tanam dan anak petak adala jumlah bibit.. Hasil penelitian antara lain tidak terdapat interaksi antara jarak tanam dan jumlah bibit Perlakuan Jarak tanam 30 x 22 cm mampu memberikan hasil yang terbaik pada komponen pertumbuhan dan komponen hasil. Untuk perlakuan jumlah bibit mampu memberikan hasil terbaik pada komponen pertumbuhan dan komponen hasil yang meliputi bobot kering total tanaman, jumlah malai, jumlah gabah per malai, bobot 1000 butir dan hasil GKP ton ha-1.
KAJIAN UMUR TRANSPLANTING TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BERBAGAI VARIETAS PADI (Oryza sativa L.) Widiana, Aris Nikmatul; Tyasmoro, Setyono Yudo; Islami, Titiek
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 6 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/473

Abstract

Padi merupakan sumber tanaman pokok sebagian besar penduduk Asia di dunia. Para petani sebagian besar melakukan persemaian yang memakan waktu lama dan diikuti dengan memindahkan tanaman padi ke lahan budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mendapat umur transplanting terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil pada tiga varietas tanaman padi. Penelitian dilaksanakan  pada bulan Maret sampai bulan Juni 2015 di Desa Sidorejo Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok pola faktorial yaitu dengan dua faktor. Faktor pertama umur transplanting (7, 14 dan 21 hari) dan faktor kedua varietas dengan 3 macam varietas (Bundha Srimadrim, Intani-2 dan Ciherang). Faktor pertama dan faktor kedua tersebut diperoleh 9 kombinasi perlakuan, setiap perlakuan diulang 3 kali sehingga didapat 27 petak percobaan. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa tidak terdapat interaksi antara umur transplanting dan varietas, namun secara terpisah terdapat berbeda nyata. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa perlakuan varietas Bundha Srimadrim, Intani-2 dan Ciherang pada umur transplanting 14 hari menunjukan hasil tertinggi yaitu 7,60 ton   ha-1 dibanding dengan umur transplanting 7 dan 21 hari yaitu 4,82 dan 4,04 ton ha-1.
PENGARUH PUPUK NPK DAN KOMPOS KOTORAN KELINCI PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN WORTEL (Daucus carota L.) Khoir, Mochammad Shofarul; Herlina, Ninuk; Koesriharti, Koesriharti; Santosa, Mudji
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 6 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/474

Abstract

Tanaman Wortel (Daucus carota L.) merupakan salah satu sayuran yang banyak disukai oleh masyarakat, sehingga permintaan terhadap komoditas ini sangat besar baik dalam dan luar negeri. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mempelajari pengaruh dosis pupuk kompos kotoran kelinci dan NPK yang berbeda pada pertumbuhan dan hasil tanaman wortel serta untuk mengetahui dosis yang tepat yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman wortel. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai Agustus 2014 di Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Batu dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri 9 perlakuan dari pemberian pupuk kompos kelinci dan pupuk anorganik NPK dan ulangan 3 kali sehingga diperoleh 27 satuan percobaan. Parameter pengamatan yang dilakukan untuk tanaman wortel terdiri dari pengamatan non-destruktif, destruktif dan pengamatan hasil. Pengamatan destruktif dilakukan pada umur 42, 56, 70 HST dan non-destruktif dilakukan pada umur 28, 42, 56, 70 HST dengan mengambil 3 tanaman sampel setiap perlakuan destruktif dan 5 tanaman sampel setiap perlakuan non-destruktif. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan kompos kelinci dan pupuk NPK tidak berbeda nyata pada parameter pengamatan tinggi tanaman dan jumlah daun, panjang umbi, diameter umbi dan produksi umbi ha-1. Namun berbeda nyata pada komponen luas daun, bobot segar tanaman, bobot kering tanaman dan bobot segar umbi. Perlakuan 100 % kompos kelinci + 100 % NPK menghasilkan bobot kering umbi tertinggi sebesar 23.07 ton-1 ha. Sedangkan yang terendah pada perlakuan Tanpa Kompos kelinci dan Tanpa NPK sebesar 12.26 ton-1 ha.
IDENTIFIKASI MORFOLOGI DAN HUBUNGAN KEKERABATAN TANAMAN PORANG (Amorphophallus muellery Blume) DI KABUPATEN NGANJUK, MADIUN, dan BOJONEGORO Aisah, Binti Nur; Soegianto, Andy; Basuki, Nur
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 6 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/475

Abstract

Tanaman porang termasuk famili araceae dan merupakan tanaman penghasil umbi yang mempunyai potensi dan prospek untuk dikembangkan di Indonesia. Umbi tanaman porang dapat digunakan sebagai bahan pangan maupun industri, umbi menjadi bahan pangan masih diperlukan pengolahan. Sampai saat ini hasil tanaman porang sebagian besar di ekspor dalam bentuk umbi yang sudah dikeringkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter morfologi tanaman porang dan untuk mengetahui tingkat keragaman dan kekerabatan tanaman porang (Amorphophallus muelleri Blume) yang dikembangkan petani di daerah Nganjuk, Madiun, dan Bojonegoro. Penelitian dilakukan mulai bulan Februari sampai dengan Juni 2015, di wilayah Provinsi Jawa Timur, Kabupaten Nganjuk, Madiun, dan Bojonegoro. Identifikasi morfologi tanaman porang pada Kabupaten Nganjuk, Madiun, dan Bojonegoro terdapat kesamaan pada bentuk bulbil, warna permukaan bulbil, tekstur permukaan bulbil, warna daging bulbil, bentuk umbi, tekstur permukaan umbi, warna daging umbi, bentuk daun, dan warna corak tangkai. Namun mempunyai perbedaan pada warna tangkai, bentuk corak tangkai, warna daun, dan warna permukaan umbi. Berdasarkan kemiripan morfologi tanaman porang pada kabupaten Nganjuk, Madiun, dan Bojonegoro tingkat kemiripan terendah 65,9% dan tingkat kemiripan tertinggi 100%, pada tingkat kemiripan 0,796 dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok. Kelompok pertama terdiri dari 6 tanaman yaitu NB1, NB2, NB3, MK2, MK3, MK1. Kelompok kedua terdiri dari 8 tanaman yaitu MP3, BB2, BB3, BJ2, MP1, BJ3, BB1. Pada kelompok ketiga terdiri dari 7 tanaman yaitu NS1, NS2, NS3, NT2, NT3, BJ1.
OBSERVASI PLASMA NUTFAH BAMBU DI KABUPATEN MALANG Octriviana, Riskyhanti; Ainnurasjid, Ainnurasjid; Ardiarini, Noer Rahmi
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 6 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.82 KB) | DOI: 10.21776/476

Abstract

Bambu merupakan salah satu tanaman yang mudah ditemukan ditemukan di Indonesia untuk berbagai kepentingan khususnya di Jawa, dan pemanfaatannya sangat berpengaruh dalam kehidupan masyarakat Indonesia (Wiyono, 2012). Penelitian dilakukan dari bulan Maret hingga Juni 2015, di Kabupaten Malang yang meliputi 4 (empat) kecamatan antara lain Kecamatan Tajinan), Kecamatan Wonosari, Kecamatan Wajak, dan Kecamatan Kromengan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi lapang dan wawancara. Analisa data disajikan dalam data deskriptif dengan analisis vegetasi berdasarkan gambaran seluruh obyek yang diamati dengan cara membuat plot ukuran 10 mx10 m.. Pengambilan sampel dilakukan purposive sampling. Didapatkan 75 sampel plot pengamatan di Kecamatan Tajinan, Wajak, Wonosari, dan Kromengan. Ditemukan 13 jenis bambu antara lain bambu apus (Gigantochloa apus), jawa (Gigantochloa atter), petung (Dendrocalamus asper), rampal (Schizostachyum zollingeri), ampel (Bambusa vulgaris), ori (Bambusa blumeana), jabal (Schizostachyum brachycladum), wulung (Gigantochloa atroviolacea), wuluh (Schizostachyum silicatum), kuning (Bambusa vulgaris var. Striata), rampal kuning (Schizostachyum brachycladum cv. Kuning), jakarta (Thyrsostachys siamensis), dan  tutul (Bambusa maculata). INP tertinggi di Kecamatan Tajinan yaitu G.atter 0,44% kemudian di Kecamatan Wajak, INP tertinggi yaitu G.apus 0,48%. Kecamatan Kromengan INP tertinggi G.atter 0,79%. Nilai INP tertinggi di Kecamatan Wonosari yaitu G.atter 16,07% di Desa Sumberdem dan 0,71% di Desa Wonosari. Bambu memiliki banyak potensi pemanfaatan di bidang keperluan rumah, industri, kerajinan, konstruksi, dan konservasi.
PENGARUH BAHAN TANAM DAN PEMBERIAN KOMBINASI FITOHORMON TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT TANAMAN NANAS (Ananas comosus (L.) Merr. cv Smooth Cayenne) KLON GP 3 Luqmantoro, Cahyo; Okyanto, Dwi; Soegianto, Andy; Kuswanto, Kuswanto
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 7 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/477

Abstract

Pembibitan menjadi salah satu hal yang penting dalam budidaya tanaman nanas. Penggunaan fitohormon dalam pembibitan nanas diharapkan mampu mempercepat dan meningkatkan hasil panen bibit. Penelitian dilaksanakan di kebun nanas dan laboraturium milik PT Great Giant Pineapple Plantation Group 2 (PG 2) Terbanggi Besar, Lampung Tengah dengan ketinggian tempat lokasi penelitian ± 46 m dpl. pada bulan Februari 2015 hingga Juli 2015. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok faktorial (RAKF) yang terdiri dari faktor pertama adalah asal bahan tanam dan faktor kedua adalah kombinasi fitohormon sitokinin dan auksin. Masing – masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Kombinasi fitohormon terbaik adalah sitokinin 100 mg L-1 + auksin 50 mg L-1 karena mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil panen. Pada perlakuan asal bahan tanam batang atas pemberian kombinasi fitohormon sitokinin 100 mg L-1 + auksin 50 mg L-1 mampu meningkatkan persen bibit yang memenuhi standart 4,01% sedangkan pada asal bahan tanam batang bawah meningkatkan 3,12%.
EVALUASI KESERAGAMAN DALAM AKSESI BUNGA MATAHARI (Helianthus annus L.) BERDASARKAN KARAKTER GENERATIF Putri Warastuti, Intan Dwi; Sugiharto, Arifin Noor; Ardiarini, Noer Rahmi
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 7 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/478

Abstract

Perbaikan varietas tanaman menyerbuk silang bisa dilakukan dengan perbaikan populasi.Pada proses penggaluran atau pembuatan varietas baru diperlukan adanya kemurnian genetik pada populasi.Bunga matahari merupakan tanaman menyerbuk silang.Penanaman bunga matahari dilakukan pada satu tempat yang sama tanpa kontrol persilangan, sehingga potensi persilangan antar aksesi sangat tinggi. Perkawinan secara acak dapat meningkatkan heterozigositas suatu populasi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasikeseragaman dalam aksesi  aksesi bunga matahari dan mengetahui hubungan filogenetik pada setiap aksesi sehingga mempermudah kegiatan pemuliaan tanaman selanjutnya. Evaluasi keseragaman dilakukan dengan uji kekerabatan menggunakan analisis cluster. Hasil analisis cluster menunjukkan bahwa dari 29 aksesi yang digunakan dalam penelitian, terdapat 13 aksesi yang telah seragam(HA 1, HA 7, HA 8, HA 10, HA 11, HA 25, HA 27, HA 28, HA 39, HA 40, HA 44, HA 45 dan HA 47) berdasarkankarakter bunga dan 7 aksesi yang telah seragam (HA 1, HA 18, HA 25, HA 28, HA 44, HA 45 dan HA 46) berdasarkan karakter biji.
KARAKTERISASI BEBERAPA GENOTIP PADI (Oryza sativa L.) BERKADAR ANTOSIANIN TINGGI Winarsih, Atik; Respatijarti, Respatijarti; Damanhuri, Damanhuri
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 7 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/479

Abstract

Beras hitam serta beras merah merupakan plasma nutfah yang potensial sehingga perlu dilestarikan dan perlu dikarakterisasi untuk mengetahui karakter penciri dari tanaman tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik genotip padi hitam dan merah yang memiliki kadar antosianin tinggi. Penelitian dilaksanakan di kelurahan Dadaprejo, Junrejo, Kota Batu pada bulan Februari hingga Juni 2015. Bahan tanam yang  digunakan dalam penelitian adalah 12 genotip padi hitam dan merah. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan petak tunggal. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter bobot gabah per rumpun memiliki nilai koefisien keragaman yang tergolong tinggi yaitu sebesar 61,42%. Karakter jumlah anakan total, jumlah anakan produktif, jumlah bulir hampa per malai memiliki nilai koefisien keragaman yang tergolong sedang. Karakter kuantitatif yang lain memiliki nilai koefisien keragaman yang rendah. Warna ungu pada seluruh bagian tanaman ditemukan pada G2. Hasil analisis korelasi menunjukkan karakter jumlah anakan produktif dan jumlah bulir per malai memiliki korelasi terhadap bobot gabah per rumpun.

Page 41 of 350 | Total Record : 3493


Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 01 (2026): Januari Vol. 14 No. 2 (2026): Februari (In-Press) Vol. 13 No. 12 (2025): Desember Vol. 13 No. 11 (2025): November Vol. 13 No. 10 (2025): Oktober (In-Press) Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol. 10 No. 7 (2022) Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol 9, No 12 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol 8, No 12 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol 7, No 12 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol 6, No 12 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 8 (2014) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 6 (2013) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) More Issue