cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 3,493 Documents
PERTUMBUHAN TUNAS CITRUMELO (Citrus paradisi Macfaden cv. Duncan × Poncirus trifoliate (L.) Raf) PADA BERBAGAI KONSENTRASI NUTRISI UNTUK PERUMBUHAN LAMBAT (SLOW GROWTH) SECARA IN VITRO Berutu, Fahma Sariahta; Agisimanto, Dita; Saptadi, Darmawan
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.271 KB) | DOI: 10.21776/618

Abstract

Citrumelo merupakan kultivar batang bawah yang memiliki banyak keunggulan, salah satunya yaitu toleran terhadap kekeringan, dan toleran terhadap penyakit phytophthora sp. Guna untuk melestarikan sifat unggul dan pemanfaatannya dimasa mendatang, konservasi ex situ secara in vitro perlu dilakukan. Konservasi in vitrodapat dilakukan melalui metode penyimpanan pertumbuhan lambat (slow growth) dengan cara mengubah komposisi nutrisi dalam media melalui pengenceran konsentrasi normal dari 100%, 75%, sampai 50% pada media dasar MS, DKW, dan WPM. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tipe media dasar terhadap laju pertumbuhan tunas citrumelo, dan untuk mendapatkan konsentrasi nutrisi yang paling sesuai untuk pertumbuhan lambat  tunas citrumelo. Penelitian ini telah dilaksanakan pada Bulan Desember 2015 hingga Maret 2016 di Laboratorium Somatic Embryogenesis, Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (BALITJESTRO), Batu, Malang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 9 kombinasi perlakuan dengan 5 kali pengulangan. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), apabila terdapat pengaruh nyata dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf nyata 5% yang kemudian dilakukan analisis regresi untuk mengetahui besaran pengaruh antar peubah kuantitatif yang diamati, setelah itu dilakukan analisis laju pertumbuhan eksplan untuk mengetahui peningkatan bobot segar eksplan perharinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, semakin rendahnya konsentrasi nutrisi maka akan memperlambat pertumbuhan eksplan. Media WPM memiliki laju pertumbuhan yang lebih lambat dibandingkan media perlakuan yang lain terutama pada konsentrasi nutrisi 50%. Hal tersebut diakibatkan karna media WPM merupakan media yang miskin nutrisi.
UJI POTENSI ENAM VARIETAS JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt) DI DATARAN RENDAH KABUPATEN PAMEKASAN Cahya, Jamil Eko; Herlina, Ninuk
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.328 KB) | DOI: 10.21776/619

Abstract

Jagung manis (Zea mays saccharata Sturt) ialah tanaman pangan serealia yang dapat dimanfaatkan biji, daun dan batangnya. Ekspor jagung manis mengalami penurunan sebesar 17,25% per tahun dan impor jagung manis mengalami peningkatan sebesar 6,26% per tahun pada tahun 2008-2010 (Sari et al., 2013).  Jagung manis semakin populer dan banyak orang yang telah mengkonsumsi jagung manis karena memiliki rasa yang lebih manis dibandingkan jagung biasa, aroma lebih harum, dan mengandung gula sukrosa serta rendah lemak  sehingga  baik dikonsumsi  bagi  penderita  diabetes. Tujuan dari penelitian ini ialah uji potensi enam varietas jagung manis di dataran rendah Kabupaten Pamekasan untuk mendapatkan pertumbuhan dan hasil yang tinggi. Penelitian dilakukan dilahan pertanian Desa Pademawu Barat, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur pada Februari – April 2016 dengan menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan varietas jagung manis dan 4 ulangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA). Apabila hasil uji diperoleh pengaruh perlakuan yang nyata maka dilanjutkan dengan uji BNT pada taraf 5%. Hasil dan produksi paling tinggi varietas Jambore dan Talenta.
PENGARUH JENIS DAN VOLUME MEDIA TANAM PADA PERTUMBUHAN TANAMAN MARKISA (Passiflora edulis Sims.) Muthahara, Eva; Baskara, Medha; Herlina, Ninuk
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.379 KB) | DOI: 10.21776/620

Abstract

Tanaman markisa (Passiflora edulis Sims.) saat ini tidak hanya dimanfaatkan buahnya saja melainkan digunakan secara modern yaitu untuk fungsi estetika dan fungsional. Penggunaan tanaman markisa secara modern dapat digunakan sebagai tanaman pergola dan tanaman penutup gedung. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan jenis dan volume media tanam yang tepat sehingga menghasilkan pertumbuhan tanaman markisa terbaik. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2015 hingga Maret 2016 di UPT Kebun Pembibitan Tanaman milik Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Malang.parameter yag diamati ialah panjang batang utama, jumlah daun, luas daun, bobot segar tanaman, bobot kering tanaman, bobot segar akar, bobot kering akar, bobot segar bagian atas, bobot kering bagian atas dan shoot root ratio. Metode yang digunakan ialah Rancangan Acak Kelompok (RAK). Hasil penelitian menunjukkan perlakuan media tanam tanah katel dengan volume 3956 cm3 (pot diameter 20 cm) menghasilkan bobot segar tajuk, bobot segar tanaman, bobot kering akar, bobot kering tajuk dan bobot kering tanaman tertinggi. Bobot segar dan bobot kering tajuk tanaman pada media tanam tanah katel 3956 cm3 (pot dameter 20 cm) masing-masing sebesar 68,60 g tan-1 dan 13,08 g tan-1. Perlakuan media tanam arang sekam dengan volume 3956 cm3 (pot dameter 20 cm) menunjukkan hasil tertinggi pada parameter jumlah daun dan luas daun. Semakin meningkat volume media tanam maka pertumbuhan tanaman semakin meningkat.
UJI DAYA HASIL GALUR BUNCIS (Phaseolus vulgaris L) F6 BERPOLONG UNGU PADA DATARAN MEDIUM Setyaningsih, Wahyu; Soegianto, Andy
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.13 KB) | DOI: 10.21776/621

Abstract

Perakitan varietas unggul buncis berdaya hasil dan berkualitas gizi tinggi didapatkan melalui persilangan antara buncis varietas introduksi dengan varietas lokal. Varietas introduksi yang memiliki kandungan anthosianin tinggi ialah Varietas Purple Queen dengan karakter warna polong ungu, sedangkan varietas lokal Surakarta seperti Varietas Gilik Ijo dan Gogo kuning memiliki daya hasil yang tinggi. Uji daya hasil merupakan aspek penting dalam program perakitan varietas baru. Generasi F6 memiliki bentuk populasi yang relatif homogen sehingga memungkinkan untuk  dilakukan pengujian daya hasil. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk menguji daya hasil dan homogenitas galur buncis F6 berpolong ungu pada dataran medium. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai April 2016 di Desa Sekarputih, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, pada ketinggian ± 689 m dpl. Penelitian menggunakan Rancangan Acak  Kelompok (RAK) dengan 3 ulangan. Hasil menunjukkan bahwa Galur  GIXPQ 12-2-18 dan GIXPQ 35-11-23 memiliki nilai rata-rata jumlah dan bobot polong per tanaman yang lebih tinggi dari varietas pembanding, sedangkan Galur PQXGI 169-1-14 dan PQXGK 1-12-29 memiliki nilai rata-rata jumlah dan bobot polong per tanaman yang setara dengan varietas pembanding (Lebat 3). Populasi F6 telah seragam pada karakter kuantitatif maupun kualitatif, sehingga galur GIXPQ 35-11-23, GIXPQ 12-2-18, PQXGI 169-1-14 dan PQXGK 1-12-29 berpotensi dikembangkan menjadi varietas unggul baru karena memiliki daya hasil tinggi dan warna polong ungu yang seragam.
PENAMPILAN DAN PENDUGAAN HERITABILITAS 9 POPULASI S3 TANAMAN SEMANGKA (Citrullus lanatus (Thunberg) Matsum dan Nakai) Abdurrahman, Saifullah; Yulianah, Izmi; Saptadi, Darmawan
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.057 KB) | DOI: 10.21776/622

Abstract

Produksi buah semangka untuk konsumsi nasional membutuhkan benih sebanyak 14,7 ton, sedangkan produksi benih dalam negeri hanya 12,5 ton, oleh sebab itu membutuhkan impor benih sebanyak 2,2 ton benih (BPS, 2015). Untuk mendapatkan galur murni superior diperlukan kegiatan pemuliaan, pemurnian dan seleksi. Penelitian ini untuk mengetahui keragaman beberapa karakter populasi S3. Menduga nilai heritabilitas beberapa karakter yang memiliki peluang untuk program seleksi selanjutnya, serta mendapatkan individu dan populasi terbaik. Percobaan menggunakan metode single plot terdiri 9 populasi. Setiap populasi ditanam 25 tanaman S3 dan 75 tanaman pembanding yakni gadis manis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada parameter kualitatif, 9 populasi semangka S3 masih menunjukan adanya keragaman akibat segregasi. Keragaman fenotipe dan genetik hampir semua karakter rendah kecuali bobot buah, tebal kulit buah dan padatan total terlarut. Nilai duga heritabilitas tiap karakter pada populasi bervariasi berkisar 0 – 0.99. Karakter kuantitatif dengan nilai keragaman rendah dan heritabilitas tinggi dijadikan karakter seleksi. Seleksi berpedoman juga pada sifat penciri khusus.
IDENTIFIKASI KERAGAMAN MORFOLOGI BUNGA DAN BUAH MANGGA (Mangifera indica L.) HASIL SELEKSI DARI PERSILANGAN ANTARA ARUMANIS-143, HADEN, SWARNARIKA DAN PODANG URANG Bela, Dika Meinar Laili; Roviq, Mochammad; Wardiyati, Tatik
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.708 KB) | DOI: 10.21776/623

Abstract

Arumanis-143 merupakan salah satu jenis mangga dengan kulit hijau yang banyak diminati konsumen lokal. Karakter warna kulit kuning banyak diminati di luar negeri. Untuk meningkatkan potensi ekspor maka pada tahun 2006 dilakukan persilangan antara Arumanis-143 dengan mangga berkulit kuning kemerahan seperti Haden, Swarnarika dan Podang Urang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik, keragaman dan stabilitas bunga dan buah mangga unggulan hasil seleksi dari persilangan tersebut. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode observasi berdasarkan IPGRI. Karakterisasi untuk pengamatan bunga dan buah antara lain, waktu muncul bunga, bentuk klaster, warna tangkai klaster, warna klaster, jumlah klaster, panjang klaster, persentase fruitset, bentuk ujung buah, warna daging buah masak, diameter buah, berat buah, tebal daging buah, kekerasan buah dan uji organoleptik. Karakter kualitatif bunga memiliki kemiripan dengan tetua Arumanis-143 sebesar 92%, karakter kuantitatif bunga sebesar 64,28%, karakter kualitatif buah sebesar 93,3% dan karakter kuantitatif buah sebesar 100%. Untuk bentuk klaster, warna bunga, bentuk buah, mengalami stabilitas. Sedangkan jumlah bunga, fruitset dan jumlah buah panen mengalami penurunan karena kondisi lingkungan yang kering.
PENGARUH JUMLAH POTONGAN STEK MIKRO DAN LAMA PERENDAMAN THIDIAZURON (TDZ) TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT TANAMAN NANAS (Ananas comosus L. Merr) Sari, Adis Permata; Maghfoer, Mochammad Dawam
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.143 KB) | DOI: 10.21776/624

Abstract

Tanaman nanas (Ananas comosus L. Merr) dapat diperbanyak secara vegetatif menggunakan tunas batang, tunas tangkai buah dan mahkota buah. Penyediaan bibit tanaman nanas dalam jumlah yang besar dapat dilakukan menggunakan stek mikro. Stek mikro yakni metode pembelahan organ vegetatif tanaman nanas menjadi bagian-bagian kecil dengan ukuran 1 – 4 cm. Pada mahkota buah tanaman nanas terdapat tunas-tunas aksilar dalam keadaan dorman yang berpotensi untuk menjadi tunas baru. Penggunaan hormon sitokinin seperti TDZ dapat memacu munculnya tunas serta meningkatkan kemampuan multiplikasi tunas. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan jumlah potongan mahkota buah dan lama perendaman TDZ yang ideal terhadap pertumbuhan bibit tanaman nanas melalui perbanyakan stek. Penelitian telah dilakukan pada bulan Januari hingga Maret 2016 di PT. Great Giant Food, Terbanggi Besar, Lampung Tengah. Perlakuan disusun dalam Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah jumlah potongan mahkota buah yakni A1: 32 potongan dan A2: 64 potongan, sedangkan faktor kedua lama perendaman Thidiazuron (TDZ) yaitu B1: dicelup (quick dipping), B2: 15 menit, B3: 30 menit, B4: 45 menit dan B5: 60 menit. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat interaksi antara perlakuan jumlah potongan mahkota buah dan lama perendaman Thidiazuron (TDZ). Perlakuan jumlah potongan mahkota buah menjadi 32 potongan memberikan hasil persentase stek tumbuh yang lebih tinggi dibandingkan 64 potongan. Perlakuan lama perendaman TDZ memberikan pengaruh nyata terhadap saat muncul tunas, jumlah tunas, tinggi tunas dan jumlah daun.
SLOW GROWTH JERUK CITRUMELO (Citrus paradisi Macfaden cv. Duncan x Poncirus trifoliata (L.) Raf) DALAM KONDISI IN VITRO: PENGARUH TIPE DAN KONSENTRASI SUMBER KARBON Nufus, Fitriani Rohmatun; Saptadi, Darmawan; Yulianti, Farida
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (743.724 KB) | DOI: 10.21776/626

Abstract

Citrumelo merupakan jeruk hasil persilangan antara Citrus paradisi Macf. dengan Poncirus trifoliata L. Raf. Jeruk citrumelo memiliki banyak keunggulan. Sifat unggul citrumelo merupakan sumber keragaman genetik yang perlu dikonservasi. Konservasi in vitro merupakan salah satu teknik konservasi ex-situ yang dapat digunakan. Tujuan konservasi secara in vitro, salah satunya adalah untuk memperlambat pertumbuhan (slow gowth). Faktor penyebab slow gowth salah satunya adalah pengaturan konsentrasi dan jenis sumber karbon yang slow release. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan efektifitas penggunaan sumber karbon dalam mendukung konservasi citrumelo secara in vitro serta mendapatkan jenis dan konsentrasi sumber karbon yang paling baik untuk mendukung slow gowth. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Somatic Embryogenesis, Balitjestro, Batu, Malang, pada Bulan Desember 2015 hingga Maret  2016. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF). Faktor pertama yaitu sumber karbon dan faktor kedua yaitu konsentrasi sumber karbon. Variabel pengamatan yaitu, jumlah tunas, tinggi tunas (cm), bobot segar (mg) dan jumlah daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, berdasarkan uji ANOVA tidak terjadi interaksi antar perlakuan. Perlakuan glukosa + mannitol memberikan respon pertumbuhan yang paling lambat. Perlakuan glukosa + mannitol 10 – 30 gl-1 merupakan perlakuan terbaik dalam mendukung slow growth dan pertumbuhan eksplan tidak stagnan. Perlakuan ini mampu memperpanjang masa subkultur hingga 6 bulan dibandingkan perlakuan kontrol (sukrosa 30 gl-1).
PENGARUH INTENSITAS CAHAYA TERHADAP KERAGAAN TANAMAN PURING (Codiaeum variegetum) Suci, Citra Wulan; Heddy, Y.B. Suwasono
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (734.525 KB) | DOI: 10.21776/627

Abstract

Menurut Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Malang (2015) tanaman puring telah dikembangkan menjadi icon tanaman hias Kota Malang. Puring banyak dijumpai menghiasi jalur hijau dan taman kota karena memiliki kemudahan dalam pemeliharaan di lahan marjinal dan keunikan yang khas pada warna daunnya, namun  sebagai tanaman hias di jalur hijau, tingkat intensitas cahaya yang diterima tanaman puring beragam disebabkan oleh perbedaan naungan dari keberadaan tanaman lain berupa perdu atau pohon yang menaungi tanaman puring. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh intensitas cahaya matahari terhadap keragaan tanaman puring meliputi perbedaan tampilan fisik daun, batang, dan lebar tajuk tanaman puring. Penelitian ini telah dilaksanakan pada Bulan Februari  hingga April 2016 di di taman median Jalan Ijen, Jalan Veteran, dan UPT Kebun Pembibitan Tanaman Hias DKP  Kota Malang. Penelitian dibagi menjadi 3 bagian, yaitu: (1) inventarisasi, (2) observasi, dan (3) analisa data. Pengamatan morfologi tanaman sebanyak 7 parameter meliputi lebar daun, panjang daun, jumlah daun, lebar tajuk, sudut duduk daun, diameter batang, dan luas spesifik daun. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh intensitas cahaya terhadap morfologi tanaman puring meliputi perbedaan tampilan fisik daun, batang, dan lebar tajuk. Peningkatan intensitas cahaya dapat meningkatkan jumlah daun dan diameter batang, sebaliknya dapat menurunkan lebar daun, panjang daun, lebar tajuk, sudut duduk daun dan luas daun spesifik pada 3 jenis tanaman puring.
ANALISIS HUBUNGAN KEKERABATAN DURIAN (Durio spp.) BERDASARKAN CIRI MORFOLOGI DI KABUPATEN BANYUWANGI PROVINSI JAWA TIMUR Halimah, Elisa Nur; Damanhuri, Damanhuri
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.308 KB) | DOI: 10.21776/628

Abstract

Durian (Durio zibethinus Murray) adalah buah tropis dari keluarga Bombacaceae. Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur memiliki jenis durian lokal yang memiliki daging buah berwarna merah dan termasuk tanaman langka. Harga jual durian merah di pasar lokal cenderung lebih tinggi dibanding jenis durian lainnya. Pengembangan durian merah Banyuwangi sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas buah melalui program pemuliaan. Tahap awal pemuliaan tanaman adalah karakterisasi untuk mengetahui keragaman serta kekerabatan durian. Karakterisasi durian Banyuwangi yang dilakukan saat ini berdasarkan ciri morfologi. Penelitian dilaksanakan di 5 kecamatan Banyuwangi yaitu Glagah, Songgon, Kalipuro, Giri, dan Licin, pada bulan November 2015 hingga Maret 2016. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksplorasi, wawancara, serta identifikasi menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif bersifat deskriptif. Data hasil penelitian dikelompokkan berdasarkan nilai kemiripannya dengan analisis kluster. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiap jenis durian memiliki kemiripan karakter morfologi terutama pada fase vegetatif. Karakter yang dapat membedakan antar jenis durian   adalah warna daging buah. Hubungan dalam tiap jenis durian Banyuwangi menunjukkan bahwa hubungan kerabat terjauh hingga terdekat, berturut-turut adalah: 1) durian kuning-kuning; 2) durian merah-merah; 3) durian putih-putih.

Page 55 of 350 | Total Record : 3493


Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 01 (2026): Januari Vol. 14 No. 2 (2026): Februari (In-Press) Vol. 13 No. 12 (2025): Desember Vol. 13 No. 11 (2025): November Vol. 13 No. 10 (2025): Oktober (In-Press) Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol. 10 No. 7 (2022) Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol 9, No 12 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol 8, No 12 (2020) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol 7, No 12 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol 6, No 12 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 8 (2014) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 6 (2013) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) More Issue