cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 3,493 Documents
Heritabilitas dan Kemajuan Genetik Harapan Karakter Agronomi Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Berhabitus Kompak Sukmasari, Candraning Dwi; Saptadi, Darmawan
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 10 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/937

Abstract

Peningkatan produksi dan produktivitas cabai rawit membutuhkan benih varietas unggul hasil pemuliaan tanaman. Kegiatan pemuliaan tanaman cabai rawit diawali dengan meningkatkan keragaman genetik. Selain itu, disertai dengan informasi tentang parameter genetik seperti heritabilitas dan kemajuan genetik harapan. Tujuan penelitian ini ialah menduga nilai heritabilitas dan kemajuan genetik harapan karakter agronomi 18 aksesi cabai rawit bertipe habitus kompak dan mendapatkan aksesi yang berdaya hasil tinggi. Penelitian dilaksanakan di Agro Techno Park Universitas Brawijaya di Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Malang pada bulan Februari sampai Agustus 2017. Percobaan menggunakan metode pengamatan single plant dengan menanam 18 aksesi dan varietas Dewata. Jumlah populasi sebanyak 348 tanaman dengan masing-masing aksesi sebanyak 16 tanaman dan varietas dewata sebanyak 60 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter kualitatif memiliki keragaman pada karakter bentuk daun, warna buah muda, bentuk buah dan bentuk ujung buah serta keseragaman pada karakter posisi bunga, posisi putik, warna putik, warna mahkota bunga dan warna buah tua. Karakter kuantitatif yang memiliki keragaman genetik cukup tinggi adalah karakter berat buah total per tanaman, nilai heritabilitas tinggi pada semua karakter kecuali umur berbunga, umur panen, panjang buah dan berat per buah, sedangkan kemajuan genetik harapan tinggi pada semua karakter kecuali umur berbunga dan panjang buah.
Pengaruh Konsentrasi Sitokinin dan Auksin Terhadap Pertumbuhan Planlet Anthurium plowmanii Croat Wulandari, Choirummintin; Murdiono, Wisnu Eko; Barunawati, Nunun
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 10 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/938

Abstract

Salah satu jenis anthurium yang banyak diminati adalah Anthurium plowmanii Croat. Tanaman ini ­juga disebut sebagai anthurium daun terindah. Perbanyakan Anthurium plowmanii secara konvensional umumnya dilakukan melalui biji dan pemisahan anakan, namun teknik perbanyakan tersebut membutuhkan waktu cukup lama dan hasilnya tidak seragam. Kultur Jaringan merupakan salah satu metode perbanyakan alternatif pada tanaman Anthurium plowmanii. Dalam kultur jaringan, organogenesis dipicu oleh Zat Pengatur Tumbuh (ZPT). Ada dua golongan ZPT tanaman yang sering digunakan dalam kultur jaringan, yaitu sitokinin dan auksin. Perbedaan ZPT yang diberikan pada media kultur akan memberikan pengaruh yang berbeda pada eksplan yang ditanam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan kombinasi konsentrasi sitokinin dan auksin terbaik pada pertumbuhan eksplan Anthurium plowmanii Croat. Penelitian dilaksanakaan di Laboratorium Kultur Jaringan, Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya pada bulan April sampai dengan Juli 2017. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 9 kombinasi BAP (Benzyl Amino Purin) dan NAA (Naphatalen Acetic Acid). Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian kombinasi konsentrasi BAP (Benzyl Aminopurin) dan NAA (Naphatalen Aceticacid) berpengaruh nyata terhadap peningkatan jumlah tunas, jumlah daun, waktu muncul tunas, waktu muncul daun, waktu muncul akar dan persentase eksplan hidup. Perlakuan BAP 2 ppm + NAA 0,2 ppm (A4) memberikan pengaruh pada peningkatan jumlah tunas, jumlah daun, waktu muncul tunas dan waktu muncul daun.
Parameter Genetik F4 Buncis (Phaseolus vulgaris L.) Polong Kuning dan Berdaya Hasil Tinggi Firly, Cynthia Diesta; Soegianto, Andy
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 10 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/939

Abstract

Seleksi ialah salah satu metode pemuliaan tanaman untuk mendapatkan tanaman terbaik dalam populasi sesuai dengan kriteria yang diinginkan. Informasi mengenai keragaman genotip dan fenotip serta heritabilitas penting diketahui sebagai langkah awal sebelum melakukan seleksi. Perhitungan kemajuan genetik harapan dilakukan sebagai upaya untuk mengetahui efektifitas seleksi yang dilakukan. Penelitian dilakukan dengan menanam 20 famili buncis polong kuning hasil penelitian sebelumnya, generasi F3. Buncis polong kuning dapat dijadikan varietas baru di Indonesia karena sementara ini yang banyak diusahakan oleh petani ialah buncis berpolong hijau. Kandungan buncis polong kuning ialah karoten yang tinggi. Berdasarkan 20 famili yang ditanam, terdapat 14 famili yang memiliki polong kuning selanjutnya dilakukan penilaian parameter genetik. Data kajian genetik menunjukkan nilai koefisien keragaman genotip rendah dengan rentang nilai 0,11% - 24,17% dan agak rendah dengan rentang nilai 25, 48% - 42,65% sedangkan nilai koefisien keragaman fenotip rendah dengan rentang 0,22% - 24,96%. Nilai heritabilitas yang diperoleh tinggi, sedang hingga rendah dengan rentang nilai 0,01 – 1,00.  Seleksi dilakukan pada famili yang memiliki nilai heritabilitas tinggi dengan cara memilih tanaman daya hasil tinggi. Daya hasil tinggi berkisar 150-320 g per tanaman. Individu yang didapatkan yaitu CS.GK 50(24), CS.GK 50(31), CS.GK 63-15 (17), CS.GK 63-15 (29), CS.GK 63-15 (37), CS.GI 63-21 (22), CS.GI 63-21 (29), CS.GI 63-21 (36), CS.GI 63-21 (40), CS.GI 63 (4), CS.GI 63 (24), CS.GI 8.8 (2), CS.GI 63-33 (31) dan CS.GI 7 (31). Nilai kemajuan genetik harapan famili dari tanaman terseleksi tinggi (>50%) sehingga seleksi yang dilakukan efektif karena dimungkinkan mampu memberikan peningkatan daya hasil pada generasi selanjutnya.
RESPON TANAMAN PAKCOY (Brassica rapachinensis) TERHADAP PENGGUNAAN PUPUK KASCING DAN BIOURIN KAMBING Dominiko, Theo Andre; Setyobudi, Lilik; Herlina, Ninuk
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/630

Abstract

Tanaman pakcoy (Brassica rapa var. chinensis) adalah salah satu tanaman yang mudah ditanam dan cukup ekonomis. Penggunaan pupuk anorganik dalam waktu lama akan merusak lahan. Pupuk organik menjadi salah satu solusi dalam mengurangi aplikasi pupuk anorganik terutama urea untuk menuju pertanian organik. Kandungan unsur N pada kascing tinggi, dapat meningkatkan kandungan N pada tanah, sehingga berpengaruh positif terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman. Selain pupuk kascing, salah satu yang bisa menjadi pilihan adalah pupuk biourin kambing. Urin kambing sangat bermanfaat, karena mengandung N dan K sangat tinggi, mudah diserap tanaman, serta mengandung hormon untuk pertumbuhan tanaman. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui respon pertumbuhan vegetatif tanaman pakcoy terhadap penggunaan pupuk kascing dan biourin kambing, dalam meningkatkan produksi tanaman pakcoy. Penelitian ini dilaksanakan di bulan Oktober – Desember  2014 di Kelurahan Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Rancangan penelitian yang digunakan, Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan sepuluh perlakuan dan tiga kali ulangan. Pemberian 20 ml biourin kambing dan 16 g kascing pada tanaman menghasilkan bobot segar dan bobot kering total tanaman pakcoy tertinggi.
PENGARUHMEDIA TANAM PADA VERTIKULTUR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KANGKUNG (Ipomoea reptans. Poir) Shoumi, Eko Rahmat; Soelistyono, Roedy; Herlina, Ninuk
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/632

Abstract

Vertikultur adalah konsep taman tegak, yaitu tanaman dan elemen taman lainnya yang diatur sedemikian rupa dalam sebuah bidang tegak.Penggunaan media tanam yang tepat akan memberikan kondisilingkungan yang optimal bagi pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari berbagai komposisi media tanam terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kangkung yang ditanam secara vertitikultur serta untuk mendapatkan komposisi media tanam yang dapat meningkatkan hasil dan pertumbuhan tanaman kangkung. Bahan yang digunakan antara lain benih tanaman kangkung varietas sutera, tanah, kompos, cocopit, arang sekam, paranet, dan pupuk urea.Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Oktober-November 2015di Jl. Bunga Kopi (Kopi Estate) Kota Malang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 8 perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perlakuan media tanah + pupuk kandang (1:1) dan perlakuan media kompos + pupuk kandang (1:1) menghasilkan bobot kering total tanaman masing-masing sebesar 3.25 g.tan-1dan 3.76 g.tan-1, lebih tinggi dibandingkan bobot kering total tanaman yang dihasilkan oleh perlakuan media arang sekam yaitu sebesar 0.67 g.tan-1. Selain itu Perlakuan media tanam yang ditambahkan pupuk kandang menghasilkan pertumbuhan yang lebih baik dan produksi yang lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan media tanam tanpa pupuk kandang.
PEMBENTUKAN BUAH DAN BENIH CABAI BESAR (Capsicum annum L.) PADA PERAKITAN CABAI HIBRIDA DENGAN OPTIMALISAI WAKTU DAN SUHU PENYIMPANAN POLLEN Mochtar, Faroki; Wahyono, Andi; Respatijarti, Respatijarti
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/639

Abstract

Permintaan cabai besar tidak berbanding lurus dengan jumlah produksi cabai besar. Penggunaan benih hibrida merupakan salah satu solusi untuk meningkatkan produksi cabai. Penyerbukan silang dilakukan secara buatan demi efisiensi waktu. Pollen merupakan jaringan hidup yang mengalami kemunduran seiring lamanya waktu penyimpanan. Modifikasi suhu dan kelembaban relatif (RH) dapat mempertahankan viabilitasnya lebih lama. Penelitian dilaksanakan di PT. BISI International Tbk. kab. Kediri, Laboratorium Bioteknologi Fakultas pertanian Universitas Brawijaya. Penelitian dilaksanakan pada bulan   Desember – Maret 2016 menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan dua faktor (i) pengaruh lama simpan terhadap viabilitas pollendengan 5 taraf, 3 hari, 7 hari, 14 hari, 21 hari, dan 30 hai penyimpanan serta (ii) pengaruh suhu penyimpanan pollen, 2 taraf, ruangan dan freezer. Terdapat 10 kombinasi perlakuan dengan 3 kali ulanga. Bahan yang digunakan ialah tanaman cabai HP 1113 A sebagai tetua betina yang bersifat mandul dan HP 1113 C sebagai tetua jantan yang bersifat subur. Data yang didapatkan selanjutnya dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA). Jika analisis ragam menunjukkan berbeda nyata maka dilanjutkan dengan uji lanjut DMRT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan perbedaan tempat simpan dapat menunda penurunan viabilitas pollen pada saat waktu penyimpanan. viabilitas pollen merupakan salah satu faktor penentu dalam keberhasilan polinasi.  Efisiensi penyimpanan pollen dapat ditingkatkan dengan penyimpanan pollen selama 14 hari di dalam freezer.
Pertumbuhan dan Hasil Beberapa Calon Varietas Jagung (Zea mays) pada Lahan Masam di Nunukan, Kalimantan Utara Orlimao, Sanu Dwi; Jaenun, M.; Sugiharto, Arifin Noor; Ardiarini, Noer Rahmi
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/991

Abstract

Pertumbuhan dan hasil jagung di lahan masam masih sangat rendah karena belum adanya benih jagung yang spesifik memiliki ketahanan terhadap pH masam. Kondisi lahan masam juga mengakibatkan hubungan antara pertumbuhan dan hasil yang berbeda bila dibandingkan dengan lahan yang bersifat netral. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil dari 10 calon varietas jagung yang diuji pada lahan masam di Nunukan, Kalimantan Utara. Korelasi antara pertumbuhan dan hasil dari 10 calon varietas jagung yang di uji juga dianalisis untuk mengetahui hubungan antara pertumbuhan dan hasil jagung pada lahan masam. Bahan yang digunakan adalah benih dari 10 calon varietas jagung, pupuk kompos, NPK, Urea, KCl dan dolomit. Penelitian menggunakan RAK dengan 3 kali ulangan. Karakter yang diamati sebanyak 9 karakter pertumbuhan dan 11 karakter hasil dan komponen hasil. Penelitian dilaksanakan pada Februari-Mei 2017 di Desa Semengkadu, Kelurahan Tanjung Harapan, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara dengan ketinggian tempat sekitar 3 mdpl. Hasil penelitian pada lahan masam di Nunukan, Kalimantan Utara menunjukan adanya dua calon varietas yang dapat direkomendasikan sebagai benih alternatif untuk produksi jagung dilahan masam yaitu yaitu UB 1 dan UB 11 yang memiliki pertumbuhan yang baik dan nilai produksi yang setara dengan varietas pembanding yaitu BISI-18. Hasil analisis korelasi menunjukan bahwa hasil tanaman jagung memiliki korelasi yang positif dengan tinggi tanaman, tinggi letak tongkol, jumlah daun, bobot kering, laju asimilasi bersih (LAB) dan luas daun, selain itu hasil juga memiliki korelasi yang negatif dengan umur tasseling, umur silking, dan umur panen.
Respon Varietas Lokal Dan Varietas Unggul Nasional Terhadap Kombinasi Pupuk Organik dan Anorganik pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Padi (Oryza sativa L.) Veronica, Neny Tiara; Setiawan, Adi; Tyasmoro, Setyono Yudo
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/996

Abstract

Tanaman Padi (Oryza sativa L.) merupakan tanaman pangan yang menghasilkan beras setelah melalui berbagai proses sebagai bahan baku sumber utama makanan pokok khususnya di Indonesia. Penambahan bahan organik khususnya pada tanah sawah sangat diperlukan karena pada pupuk organik mengandung kadar unsur hara sangat rendah sehingga memerlukan dosis yang sangat tinggi yang menyebabkan kurang ekonomis. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli – Oktober 2017 berlokasi di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru,  Kota Malang, Jawa Timur. Ketinggian tempat 460 m dpl. Daerah ini memiliki suhu minimum 20°c dan suhu maksimum 28°c. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 10 perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali sehingga didapatkan total 30 petak percobaan. Pengamatan dilakukan pada tanaman sampel di setiap petak percobaan. Perlakuan V3 (varietas Cekece dengan pupuk anorganik 50% + pupuk organik 50 %) berpengaruh nyata terhadap komponen pertumbuhan seperti tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan dan berat kering tanaman, namun tidak berpengaruh nyata pada luas daun. Pada komponen hasil perlakuan V8 (varietas IR64 dengan pupuk anorganik 50% + pupuk organik 50 %) berpengaruh nyata pada jumlah malai per rumpun, jumlah gabah per malai dan gabah kering giling namun tidak berpengaruh nyata pada persentase gabah isi dan bobot 1000 butir.
Pengaruh Posisi Penanaman dan Pemberian Zat Pengatur Tumbuh Terhadap Keberhasilan Pertumbuhan Stek Batang Tanaman Lee Kwan Yew (Vernonia elliptica) Prasetyaningsih, Desy Dwi; Sitawati, Sitawati
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/997

Abstract

Tanaman Lee Kwan Yew (Vernonia elliptica) digunakan untuk vertical garden pada gedung tinggi untuk menutupi dinding kaca dari terpaan sinar matahari. Tanaman Lee Kwan Yew diperbanyak dengan stek batang, namun belum dilaporkan tingkat persentase keberhasilannya. Stek batang yang ditanam vertikal menghasilkan pertumbuhan yang baik, sedangkan stek yang ditanam horizontal menghasilkan tunas yang lebih banyak. Zat pengatur tumbuh merupakan salah satu faktor luar penentu keberhasilan suatu pertumbuhan tanaman contohnya adalah air kelapa dan Root-Up. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan posisi penanaman yang menghasilkan tanaman yang lebih dari satu serta mendapatkan ZPT yang memberikan pengaruh terbaik terhadap keberhasilan stek batang tanaman Lee Kwan Yew. Bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah polibag, batang Lee Kwan Yew, Root-up, larutan air kelapa muda, media tanam campuran tanah dan arang sekam. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Penelitian dilaksanakan di greenhouse UPT Kebun Bibit Disperkim Kota Malang. Terdapat pengaruh yang nyata pada  perlakuan posisi tanam dan zat pengatur tumbuh terhadap keberhasilan pertumbuhan stek batang Lee Kwan Yew. Posisi penanaman horizontal menghasilkan tanaman Lee Kwan Yew lebih dari satu karena jumlah mata tunas yang menjadi tanaman. Posisi penanaman vertikal dengan penambahan Root-Up memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil stek seperti memberikan persentase keberhasilan tumbuh sebesar 98,33%, memiliki jumlah tunas lebih dari 3, panjang tanaman rata-rata mencapai 148,72 cm, jumlah daun rata-rata 56,15 helai, panjang akar rata-rata mencapai 32,63 cm dan memiliki bobot kering akar 1,71 g/tan.
Pengaruh Kombinasi Pupuk Kandang Kambing dan Kalium pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays sacharata Sturt) Hendra, Archippus Christopher; Sebayang, Husni Thamrin; Suminarti, Nur Edy
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 10 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/930

Abstract

Tingginya penggunaan dosis pupuk anorganik yang tidak dimbangi dengan penggunaan pupuk oranik mengakibatkan menurunnya kualitas dan kesuburan tanah serta produksi jagung manis yg kurang maksimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh kombinasi pupuk kandang kambing dan pupuk kalium pada pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis, serta untuk menentukan kombinasi pupuk kandang kambing dan kalium yang tepat pada pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan September – Desember 2015 di Kebun Percobaan Universitas Brawijaya yang terletak Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan Kabupaten Malang, ketinggian tempat 330 m dpl, suhu rata-rata 27-29ºC, curah hujan rata-rata 85 - 100 mm bulan-1,dan jenis tanah Alfisol. Bahan yang digunakan adalah benih tanaman jagung manis varietas BONANZA F1, pupuk organik kotoran kambing, pupuk N, pupuk P, pupuk K. Penelititan menggunakan rancangan acak kelompok dengan 8 kombinasi perlakuan, yaitu: P1 = 100% Pupuk Kandang Kambing + 100% KCl; P2 = 150% Pupuk Kandang Kambing + 0% KCl; P3 = 125% Pupuk Kandang Kambing + 25% KCl; P4 = 100% Pupuk Kandang Kambing + 50% KCl; P5 = 75% Pupuk Kandang Kambing + 75% KCl; P6 = 50% Pupuk Kandang Kambing + 100% KCl; P7 = 25% Pupuk Kandang Kambing + 125% KCl; dan P8 = 0 % Pupuk Kandang Kambing + 150% KCl. Hasil panen per hektar, pengunaan 75% pupuk kandang kambing + 75% pupuk KCl mendapatkan hasil tertinggi dengan hasil  18,27 ton ha-1.

Page 86 of 350 | Total Record : 3493


Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 01 (2026): Januari Vol. 14 No. 2 (2026): Februari (In-Press) Vol. 13 No. 12 (2025): Desember Vol. 13 No. 11 (2025): November Vol. 13 No. 10 (2025): Oktober (In-Press) Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol. 10 No. 7 (2022) Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 12 (2021) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 12 (2020) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 12 (2019) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol 6, No 12 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 2, No 8 (2014) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 1, No 6 (2013) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) More Issue